cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
PERTANGGUNGJAWABAN METODOLOGIS UMPTN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.185 KB)

Abstract

       Sebagaimana telah diketahui oleh masyarakat luas maka dalam beberapa tahun  yang terakhir ini  Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)  mengaplikasi model Ujian Masuk Perguruan Tinggi Ne-geri (UMPTN) dalam menyeleksi peserta sebagai kandidat mahasiswa baru PTN.  Model UMPTN ini dianggap paling baik di antara model-model yang pernah dikembangkan di tahun-tahun yang sebelumnya; utamanya Model Skalu dan Model Perintis.       Ujian tulis UMPTN  biasanya diikuti oleh peserta  yang dari sisi jumlah biasanya berlipat ganda dibandingkan dengan daya tam-pung mahasiswa baru PTN. Adapun angka kelipatannya bisa mencapai enam, tujuh atau delapan. Bahkan, beberapa tahun lalu pernah mencapai angka 13 atau 14.  Kiranya hal ini wajar saja oleh karena di negara kita sampai sekarang ini PTN masih merupakan "universi-ty of choice" bagi masyarakat.       Dari pengalaman mengikuti  perjalanan UMPTN selama ini ada hal yang amat menarik untuk diketahui masyarakat luas, utamanya kalangan perguruan tinggi,  yaitu mengenai prestasi peserta dalam UMPTN itu sendiri. Sebenarnya, selama ini prestasi peserta UMPTN kita relatif tidak memadai alias jelek.  Hal ini dapat kita lihat dari rendahnya skor yang dicapai oleh kebanyakan peserta UMPTN kita. Lebih dari separuh peserta UMPTN kita  hanya sanggup mencapai skor di bawah 500 dari kemungkinan skor maksimal 1.000. Keadaan ini berlangsung dari tahun ke tahun.       Keadaan tersebut menimbulkan pertanyaan pada kita; apakah kualitas kandidat mahasiswa baru PTN memang rendah  ataukah ada sesuatu yang tidak beres  pada materi UMPTN itu sendiri. Secara metodologis ada dua aspek yang perlu diwaspadai menyangkut keti-dakberesan materi UMPTN; yaitu menyangkut tingkat kesulitan soal UMPTN dan keselarasan soal UMPTN  dengan materi kurikulum pen-didikan dibawahnya, dalam hal ini kurikulum SMU.
MEMULAI BISNIS DARI PENDIDIKAN (2) Mohammad Suyanto
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pierre Omidyar memulai bisninya dengan gelar ilmu komputernya. Ia tertarik dalam pengembangan teknologi yang berbeda untuk produk konsumen dan ia mencintai ide yang dapat mengambil konsep dengan segala cara melalui penyerahan produk kepada konsumen, memperlihatkan reaksi mereka dan kemudian memodifikasinya. Internet memberikan Anda tempat untuk mengerjakan itu, karena Anda dapat mempublikasikan perangkat lunak secara cepat,  Anda dapat memperoleh reaksi dari konsumen Anda secara cepat dan Andapun mengetahui jika melakukan kesalahan secara cepat pula. Ia berfikir, bagaimana lelang di Paris pesertanya tidak usah  pergi ke Paris, tetapi cukup di rumahnya atau di kantornya masing-masing. Akhirnya Omidyar mendirikan perusahaan lelang di Internet dengan nama eBay pada tahun 1995. Sebelum mendirikan eBay Omidyar bersama kawannya mendirikan eSharp, yang memberikan pengalaman sebagai entrepreneur. eBay merupakan perusahaan yang mengandalkan kepercayaan. Bayangkan ! Orang mau membayar apa yang dilelangkan dengan hanya melihat fotonya saja. Tanpa kepercayaan perusahaan ini tidak akan berjalan. Pemasukan bersih lebih dari tiga kali mencapai 1,35 juta dolar dalam kuartal ketiga tahun 1999, dengan penjualan meningkat sampai 58,5 juta dolar. Jumlah yang melakukan registrasi pada situs eBay meningkat dari 5,6 juta menjadi 7,7 juta dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan meningkat 1,3 juta dolar dalam periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai penjulan barang pada situs web melompat dari 195 juta dolar menjadi 741 juta dolar.  eBay merupakan perusahaan lelang terbaik di Internet pada tahun 2002 versi majalah Yahoo. Anita Roddick mendirikan The Body Shop pada tahun 1976 di ruang garasinya. Ia mendirikan bisnisnya karena pendidikannya, yaitu sejarah. “Sejarah mempelajari tentang mitos dan legenda.  Tentang apa yang membuat Anda hebat. Apa yang memisahkan Anda dan sejarah yang menjadikan saya sebagai entrepreneur” kata Anita Roddick.  Dengan sejarah ia mencintai lingkungan yang akhinya membuat konsep “alamiah”, membuat ramuan-ramuan murni, tidak melakukan tes terhadap binatang dan ramah terhadap lingkungan maupun penduduk asli dimana ramuan-ramuan tersebut berasal. Dengan hampir sama sekali tidak beriklan tetapi dengan publisitas yang sangat masif, The Body Shop telah menjadi salah satu legenda merek dunia.  Ir. Ciputra memulai bisnis dengan pendidikannya yaitu bidang arsitektur dan property, karena ia alumnus jurusan Arsitektur ITB tahun 1960. Ciputra  sekarang sebagai  Presiden Direktur PT Ciputra Development (CD) dan Presiden Komisaris PT Jaya Realty (JR) dan yang dinobatkan sebagai CEO publik terbaik tahun 1997 versi Majalah Swa Sembada. Saya setelah menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen bersama kawan-kawan mendirikan Program Master of Business Administration bekerjasama dengan West Coast Institute of Management and Technology, Australia kemudian Warnbrough University, United Kingdom sebelum ada peraturan tentang program MBA. Setelah ada peraturan itu kemudian mendirikan Program Magister Manajemen di STIE “Artha Bodi Iswara” Surabaya. Saat ini mahasiswa Program Magister Manajemen tersebut sekitar 1000 mahasiswa, barangkali merupakan Program Magister Manajemen yang jumlah mahasiswanya terbanyak di Indonesia. Maka Andapun dapat memulai bisnis dengan pendidikan Anda dan ketika masih kuliah.
MENGELOLA MIMPI DAN IMAGINASI Mohammad Suyanto
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mimpi adalah bayangan peristiwa atau apa saja yang tampak dalam tidur. Bermimpi adalah melihat sesuatu dalam tidur atau menghayal sesuatu yang tak mungkin tercapai. Tetapi sekarang dapat kita definisikan bermimpi adalah menghayal sesuatu yang masih mungkin tercapai meskipun belum ada gambaran bagaimana cara mencapainya atau sangat sulit mencapainya. Sedangkan Imajinasi adalah daya khayal atau khayalan atau fantasi. Pada dasarnya mimpi dan imajinasi adalah khayalan. Menurut Gary Hammel dan C.K.Prahalad, mimpi dan imaginasi merupakan sumber energi yang menggerakkkan sebuah kekuatan organisasi. Dalam literatur manajemen mimpi dan imajinasi disebut sebagai visi. Motorola bermimpi untuk membuat dunia tanpa kabel, teleppon tidak dicantolkan pada tempat dan semua manusia akan mengantongi telepon portabel. Bill Gates bermimpi “Sebuah komputer di atas setiap meja kerja di setiap rumah, menjalankan perangkat Microsoft”. Bill Gates menciptakan sistem operasi MS-DOS, ia membuat Windows yang menyebabkan Bill Gates menjadi entrepreneur terkaya di dunia. Jeff Bezos merupakan pendiri Amazon.com, yang merupakan toko terbaik di Internet tahun 2002 versi majalah Yahoo. Mengapa ia menamakan perusahaannya dengan Amazon ?. Karena “sungai Amazon merupakan sungai terbesar di dunia” kata Jeff Bezos. Bagaimana dengan sungai Nil ?. Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia. Sungai Amazon memuat 20 % air bersih dunia, maka Jeff Bezos bermimpi tentang perusahaannya kelak menjadi perusahaan yang menguasai 20 % pasar dunia. Amazon.com yang membuka situs E-Commernya pada bulan Juli 1995, dapat menjual 15,7 juta dolar pada tahun 1996 dan melonjak menjadi 600 juta dolar pada tahun 1998. Amazon.com dilaporkan pada  tanggal 1 November sampai 23 Desember 2002, konsumen yang melakukan order di seluruh dunia  56 juta item.              Ketika saya bersama kawan-kawan mendirikan AMIKOM Yogyakarta, saya bermimpi yaitu 10 tahun yang akan datang menjadi Perguruan Tinggi Komputer terbaik di Indomesia. Barangkali orang yang melihat gedungnya seperti rumah, karena memang rumah, maka orang akan metertawakan dengan sinis. Tetapi sekarang dengan mahasiswa 4219 orang dan Program Diploma III jurusan Manajemen Informatika terakreditasi “A”, yang pertama di Indonesia dengan gedung cukup megah dan ber-AC, yang dahulu tertawa sinis akan berubah tertawa tidak sinis lagi, bahkan ada yang tertawa karena kagum.Memanglah mimpi dan imajinasi seorang entrepreneur kadang-kadang ditertawakan oleh orang lain, karena keanehannya. Tetapi sesungguhnya mimpi dan imajinasi tersebut merupakan doa.   Cara terbaik untuk mengelola mimpi dan imajinasi adalah menciptakan mimpi dan imajinasi itu sendiri.
STRATEGI MENGEJAR MIMPI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tulisan terdahulu, untuk mengelola mimpi dapat Anda lakukan dengan menciptakan mimpi dan berusaha mengejarnya. Sedangkan pada tulisan ini, bagaimana strategi mengejar mimpi tersebut ?. Strategi untuk mengejar   Konsep Hammel dan Prahalad strategi untuk mengejar mimpi (visi) disebutnya sebagai Strategic Intent.             Penyusunan strategi mengejar mimpi (visi) dikembangkan secara bertahap serta konsisten merupakan. Strategi ini harus memiliki pandangan yang akan dicapai minimal sepuluh tahun yang akan datang. Untuk menguasai pasar Sony, Wal-Mart, Chrysler, Microsoft, General Electric, Cola-Cola dan perusahaan mengagumkan lainnya menggunakan strategic intent. Pimpinan Sony, Akito Morita memperhatikan bahwa kaum muda suka mendengarkan musik ke manapun mereka pergi. Morita menarik kesimpulan dari fakta-fakta tanpa memerlukan riset, tetapi berfikir jauh ke depan tanpa diketahui masyarakat, yaitu menciptakan Walkman. Desain pasar brilian itu bukan suatu kebetulan. Kesuksesan Morita dan Sony adalah menemukan pasar-pasar masa depan, bukan  pasar saat ini, yaitu dengan mendeskripsikan apa yang disebut “semangat perintis”. Morita berkata “Sony adalah perintis dan tidak pernah bertujuan untuk mengikuti yang lain. Melalui kemajuan, Sony ingin melayani seluruh dunia. Sony akan selalu menjadi penemu hal yang belum diketahui”. Sedangkan Wal-Mart mengejar mimpi dengan discount-nya, Chrysler dengan minivan, Microsoft dengan Windows.             Strategi Intent dirumuskan secara bertahap dan lebih menantang kalau ada penantangnya. Garam, Suzuki menantang honda, Marriot Hotel menohok Hilton dan sebagainya. Dalam strategi mengejar mimpi ini, masa depan bukan hanya dibayangkan, tetapi harus dibangun. Maka dibutuhkan arsitek yang menciptakan hal-hal yang belum tercipta. Gabungan antara pemimpin dan pelaksana. Dalam pelaksanaan strategi berdasarkan mimpi ini membutuhkan Strategic Architecture, yang merupakan gabungan dari antara pengetahuan masa depan (information architecture), perilaku, nilai dan struktur (social architecture) dan financial architecture. Strategic Architecture sebagai cetak-biru tingkat tinggi untuk penyebaran dari fungsionalitas baru, akuisisi dari kompetensi baru, atau migrasi dari kompetensi yang ada dan menyusun kembali perantara dengan pelanggan. Dalam strategic intent, mimpi harus mempunyai obsesi untuk berhasil dan harus dicapai secara bertahap. Dalam pelaksanaan strategi mengejar mimpi ini membutuhkan strategic architecture, yang merupakan gabungan dari antara pengetahuan masa depan (information architecture), perilaku, nilai dan struktur (social architecture) dan financial architecture.
USANGNYA STRATEGIC MANAGEMENT Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya Strategic Intent, yaitu strategi berbasiskan pada mimpi atau visi, menjadikan Strategi Management yang dibangga-banggakan di sekolah bisnis menjadi usang.  Strategic Intent memiliki pandangan jauh ke depan, tetapi Strategic Management hanya berorientasi saat ini. Pada Strategi Management atau Strategic Planning atau ataupun Corporate Plannning, cara menghadapi lawan selalu memandang remeh dengan apa yang dimiliki perusahaan sekarang. Di sekolah-sekolah bisnis Strategic Management merupakan puncak pengetahuan yang menggabungkan semua pengetahuan manajemen. Dimulai dengan menetapkan misi, menganalisis SWOT, yang berisi kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal, menetapkan sasaran, mengembangkan strategi, merancang program, mengimplementasikan program dan mengevaluasi. Meskipun mempunyai misi, tetapi lebih berorientasi pada masalah-masalah yang dilihat haru ini daripada peluang dan ancaman di masa depan. Menganalisis kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal menggunakan waktu saat ini. Demikian juga dalam menetapkan sasaran, mengembangkan strategi, merancang program, mengimplementasikan program dan mengevaluasi. Kalau orientasi waktu saat ini, maka perusahaan tidak akan dapat sukses dengan melompat, tetapi hanya merambat pelan-pelan. Matshusita tidak akan dapat mengejari Sony. Sedangkan Strategic Intent menetapkan misi, menganalisis SWOT, yang berisi kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal, menetapkan sasaran, mengembangkan strategi, merancang program, mengimplementasikan program dan mengevaluasi berorientasi pada waktu yang akan dating.             Dalam Strategic intent, mimpi dan imajinasi harus mempunyai obsesi untuk berhasil dan harus dicapai secara bertahap. Canon merebut pasar Xerox dengan obsesi, bertahap dan terkendali. Awalnya Canon mengambil lisensi Xerox untuk masuk ke pasar, kemudian mengembangkan penelitian dan pengembangannya sendiri, dan menemukan teknologi sendiri dan akhirnya memasuki pasar Jepang dan Eropa yang Xerox tidak begitu dominan.             Untuk menetapkan target pada pesaing tertentu kadang-kadang sulit, maka dapat menetapkan target pesaing sedikit lebih umum, seperti yang dilakukan oleh NEC pada awal 1970-an, dengan  target industri komputer dan telekomunikasi. Untuk melakukan strategi berdasarkan mimpi ini jangan menggunakan emosi yang membabi buta. Mulai dengan yang paling mungkin dilakukan. Misalnya tahun ini memperbaiki pelayanan pada pelanggan, tahun depan peningkatan kualitas produk, tahun depannya lagi masuk ke pasar global dan sebagainya.
MEMULAI BISNIS DARI PENDIDIKAN (1) Mohammad Suyanto
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak yang mengeluh, bahwa untuk membuka sebuah bisnis sudah tidak ada peluang. Ini adalah keluhan klasik yang tidak boleh kita dengar lagi. Sesungguhnya untuk memulai bisnis dapat kita lakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan pendidikan yang kita punyai. Jerry Yang dan David Filo, pendiri Yahoo memulai bisnis dengan menggunakan pendidikannya. Mereka merupakan mahasiswa Stanford University. Yahoo dimulai dari bagian belakang lapangan parkir ini sekarang berkembang pesat. Jerry Yang dan David Filo memulai  bisnis dari kecil dan hal yang sederhana. Jerry Yang menggambarkan bahwa penemuan Yahoo merupakan “kecelakaan” ketika ia dan Filo menyelesaikan tesisnya.  Yang dan Filo memulai Yahoo ini sewaktu mereka duduk di bangku perguruan tinggi, sebelum mereka menamatkan kuliahnya. Mereka memulai bisnis dengan melakukan listing beberapa situs web yang mereka sukai dan menulis beberapa perangkat lunak yang memungkinkan sebuah situs web mendapatkan situs web lain yang akan diletakkan pada web yang biasa disebut portal. Pada saat didirikan 1994, namanya Terry’s Guide To The World Wide Web. Ketika mereka mengetahui bahwa situs mereka dikunjungi oleh orang-orang dari 90 negara, spontan mengucapkan “Yahoo” dan akhirnya kata itulah yang dipakai untuk nama perusahaan mereka. Pada tahun 1999, Yahoo mencapai status bintang. Pemasukan bersih berlipat empat pada kuartal keempat 57,6 juta dolar, ketika pendapatan melompat dari 91 juta dolar menjadi 201 juta dolar. Sekarang Yahoo merupakan portal terbaik pada tahun 2002. Kiichiro Toyoda merupakan putra dari pendiri perusahaan Toyoda Spinning & Weaving Co, yang bergerak di bidang perkakas tenun otomatis.  Setelah menyelesaikan studi teknik mesin, ia memutuskan untuk memulai bisnis  dengan mengubah perusahaan tersebut menjadi produksi mobil dan mengubah nama perusahaan tersebut dari Toyoda menjadi Toyota pada tahun 1936.  Kiichiro Toyoda menjadi Presiden Direktur perusahaan Toyota sampai 1950.  Mobil pertama yang dibuat adalah Model AA kemudian Model Crown. Kantor di luar negeri yang didirikan pertama adalah di Taiwan dan kemudian Arab Saudi. Perusahaan inipun mulai memproduksi truk-truk forklift (bak/gandengan), yang menjadikan perusahaan nomor satu di dunia pada pasar ini. Truk-truk ini memasuki pasar Amerika tahun 1958 dan pasar Inggris tahun 1965. Tetapi untuk Model Crown gagal memasuki Amerika, karena mobil tersebut didesain untuk pasar Jepang, tidak didesain untuk jalan-jalan bebas hambatan di Amerika. Akhirnya Toyota membuat Corolla pada tahun 1968 dan meraih kesuksesan sehingga dapat menggeser Volkswagen sebagai mobil impor nomor satu di Amerika. Bahkan menembus jantung kota Amerika dengan menggandeng General Motors untuk membuat mobil-mobil Toyota di Amerika. Camry merupakan mobil dengan penjualan tersukses di Amerika pada tahun 1997. Toyota sekarang merambah bisnis ke bidang lain, yaitu pelayanan keuangan, telekomunikasi, perumahan, mesin-mesin angkatan laut, kapal-kapal rekreasi, distribusi bagian-bagian dan pelayanan penerbangan. Sekarang Toyota merupakan pembuat mobil nomor tiga di dunia setelah General Motor dan Ford. Yoyota telah menjual 5 juta kendaraan per tahun.
MEMULAI BISNIS DARI PEKERJAAN (1) Mohammad Suyanto
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain dari pendidikan yang Anda jalani, Anda dapat memulai bisnis dari pekerjaan yang pernah Anda lakukan. Reuben Mattus memulai bisnis dari pekerjaan semasa kecilnya. Ia tiba di Amerika Serikat dari Polandia pada tahun 1921. Saat itu berumur 8 tahun dan bersama ibunya yang seorang janda. Untuk mencari uang, ibu Mattus menjual es lemon dari buah lemon yang diperas dan Mattus membantunya. Pada tahun 1932,  ia mendirikan perusahaan Senator Frozen Products di Bronx dan di akhir tahun 1950-an membangun persusahaan es krim Ciro’s yang dipasarkan melalui toko-toko grosir dan toko-toko minuman. Kemudian ia mempunyai ide untuk memasukkan ke pasar swalayan, tetapi pasar swalayan meminta insentif yang tidak dapat dipenuhi oleh Ciro.s. Mattus tidak mudah putus asa, kemudia ia menciptakan sebuah merek es krim mewah yang terbuat dari buah asli, bahan-bahan alami dan dipasarkan melalui penggunaan nama imajinatif berbau Denmark “Haage-Dazs” sebagai cara sempurna untuk membedakan merek terbarunya dengan para pesaingnya. Tiga rasa Haagen Dazs yang pertama kali muncul adalah rasa vanilli, coklat dan kopi dan dijual di toko-toko makanan New York. Masyarakat menyambut secara positif es tersebut dan hanya dalam beberapa minggu toko-toko lainnya di seluruh Amerika Serikat mengirimkan pesanan atas es krim baru ini. Dari pemasaran mulut ke mulut sudah cukup untuk meningkatkan distribusi produk ini ke pusat-pusat urban dan kota-kota perguruan tinggi di wilayah Timur Laut. Orang-orang seluruh Amerika mengirim surat menanyakan cara mendapatkan Haagen Dazs di dekat tempat tinggalnya. Bahkan ada yang secara suka rela mendistribusikan produk ini. Kemudian anak perempuan Mattus mengusulkan gagasan untuk membuka toko hanya menjual merek Haagen Dazs. Toko yang pertama kali dibuka ada di Brooklyn dan membuka era baru untuk merek ini dan diikuti di kota-kota besar seluruh Amerika. Pada tahun 1982, telah mengekspansi ke Kanada dan juga kerjasama dengan perusahaan makanan terkemuka serta telah melintasi Samudra Atlantik menuju Eropa. Orang-orang Eropa menyambut kedatangan es ini dengan antusias. Eugene Schueller memulai bisnis juga dari pekerjaanya sebagai  ahli kimia. Sebagai ahli kimia yang masih muda, ia berhasil membuat formula pewarna rambut yang inovatif yang ia namakan “Aureole”. Kemudian  Schueller mendirikan perusahaan yang bernama “Societe Franncaise de Teentures Inoffensives pour Cheveux” pada tahun 1909, yang akhirnya menjadi “L’Oreal”. Prinsip yang digunakan Schueller untuk meraih sukses adalah riset dan inovasi yang menitikberatkan pada kecantikan. Bermula dari perusahaan kecil dan ia sendiri sebagai ahli kimianya,  baru  11 tahun kemudian menambah 3 ahli kimia dan sekarang mendekati 2000 ahli kimia yang dipekerjakan. Schueller menjual produknya ini pada awalnya kepada para penata rambut di Paris. Lima tahun kemudian produk L’Oreal telah ditemukan di Belanda, Austria dan Italia. Beberapa tahun kemudian, lewat agen dan perwakilannya mendistribusikan ke Amerika Serikat, Rusia dan Asia. Sekarang produk L’Oreal telah hadir di seluruh dunia dan L’Oreal termasuk perusahan yang yang paling mengagumkan di Perancis dan peringkat 23 yang mengagumkan dunia versi majalah Fortune.
MEMULAI BISNIS DARI PEKERJAAN (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari pekerjaanya sebagai guru teknik SMK Negeri 3 Ciamis, Pak Tatang Marta dari Desa Handapherang, Kecamatan Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memulai bisnis dengan limbah kayu menjadikan souvenir yang beraneka macam.  Limbah dari kayu mahoni, pinus, sonokeling sampai batang kelapa dapat menjadi kotak jam tangan, tongkat, vas bunga kecil, jam dinding yang berbentuk jam tangan, guci, tempat korek api, mangkuk, sendok sup sampai tempat pensil meja. Ia hanya ingin agar limbah-limbah kayu yang selama ini masih diperlakukan kurang baik, dapat lebih berguna. Pada awalnya Pak Tatang  memulai bisnis ini ditertatawakan oleh masyarakat sekitar dan rekan gurunya. Bahkan dikira peminta sumbangan ketika Pak Tatang mencari sisa-sisa kayu dari pabrik ke pabrik dan ditatap dengan pandangan aneh serta dipanggil “Mang” oleh orang-orang pabrik. Setelah tahu Pak Tatang adalah seorang Guru, baru orang-orang tersebut meminta maaf dan mengganti panggilan itu dengan “Pak”. Tetapi masalah terberat dan terlama yang dihadapi Paka Tatang adalah masalah pemasaran. “Souvenir dari desa kecil siapa yang mau beli ?. Mau dibawa ke kota saya belum punya teman yang punya toko atau ruang pamer mau memajang barang saya. Lebih tidak mungkin lagi saya jajakan keliling seperti menjual ikan atau sayur“ kata Pak Tatang. Akhirnya Ia mengikuti pameran dan menitipkan kartu nama pada rekan-rekan pengrajin/ pengusaha yang ditemui di pameran. “Alhamdulillah, dari situlah akhirnya pembeli mulai banyak sebagai cara melepaskan diri dari masalah pemasaran “ kata Pak Tatang. Dari sekedar tertarik di pameran akhirnya mereka mengajak kerjasama dan bahkan akhirnya menemukan agen yang memasarkan barangnya ke luar negeri.  Itulah awal dari kebanyakan bisnis yang sukses, ditertawakan dan ditatap dengan pandangan sinis. Sekarang barang-barang buatan Pak Tatang diminati tidak saja di dalam negeri, tetapi sampai luar negeri, misalnya Amerika, Jepang, Korea, Australia, Singapura sampai Timur Tengah. Saya ketika akan menyelesaikan tugas akhir saya di FMIPA Fisika UGM, yaitu menghitung sudut fase hamburan atom dengan menggunakan metode numerik, maka saya bekerja dengan bantuan komputer. Dari pekerjaan yang saya lakukan tersebut tercipta Pusat Pendidikan Komputer IMKI pada tahun 1988. Saya mulai dari satu komputer Apple yang saya kredit. Setiap bisnis selalu ada hambatannya, yaitu ketika selama tiga bulan tidak dapat mengangsur komputer Apple tersebut, sehingga komputer tersebut ditarik oleh tempat saya mengkredit. Bagaimana menghadapi siswa yang kursus ?. Saya katakan “minggu ini kita belajar teori dahulu, Insya Allah minggu depan kita praktek lagi”. Itulah senjata terakhir yang saya punyai untuk membuat siswa IMKI tetap bertahan. Awal dari sebuah bisnis biasanya dimulai dari kesulitan-kesulitan, ancaman-ancaman dan bahkan kegagalan tetapi bagaimana membuatnya menjadi peluang dan dapat belajar dari kegagalan untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang.  Peluang yang muncul ketika itu adalah Program Profesi Komputer Satu Tahun, yang pertama di Yogyakarta dan awal melepaskan diri dari kesulitan Saat ini Pusat Pendidikan Komputer telah mempunyai 12 cabang dan mempunyai siswa sekitar 2000 siswa. Dari IMKI-lah STMIK AMIKOM Yogyakarta dimulai. Andapun dapat memulai bisnis dari pekerjaan yang telah Anda lakukan.
BELAJAR DARI COCA-COLA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coca-Cola dibuat pertama kali di Atlanta, Georgia, oleh seorang ahli farmasi bernama John Styth Pemberton. Minuman yang dibuat dari dedaunan pohon di Amerika Selatan dan biji-bijian dari Afrika Barat serta caramel, asam fosfor dan kombinasi tujuh citra rasa alami yang tetap dirahasiakan dengan baik sampai saat ini. Nama Coa-Cola dan dituliskan dengan huruf miring yang menarik diusulkan oleh Frank Robinson yang merupakan Pemegang Pembukuan Pemberton. Meskipun Coca-Cola pertama kali dibuat di Amerika Serikat, tetapi pada tahun 1906 pabrik botolnya telah dibuka di Kanada, Kuba dan Panama serta segera mengikuti di beberapa negara lainnya. Sekarang Coca-Cola memproduksi lebih dari 300 merek di lebih dari 200 negara. Lebih dari 70 % pemasukan berasal dari luar Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa Coca-Cola merupakan benar-benar perusahaan global. Pada tahun 2003 ini, Coca-Cola terpilih menjadi Perusahaan Yang Paling Mengagumkan Dunia peringkat ke 9 versi majalah Fortune. Coca-Cola mengalami kegagalan pada tahun pertama penjualannya. Penjualan dilakukan dengan menempatkan Coca-Cola pada tempat minuman di Apotek dengan harga 5 sen per gelas dan menghabiskan dana 73,96 dolar untuk melakukan promosi lewat spanduk dan pendistribusian ribuan kupon iklan yang menawarkan minuman gratis. Hasilnya pada adalah rata-rata 6 gelas per hari, sehingga menghasilkan pendapatan 50 dolar pada tahun pertama tersebut. Dengan demikian mengalami kerugian pada tahun pertama. Kegagalan tersebut membuat Coca-Cola membuat kesadaran adanya media lain, yaitu media massa yang mempunyai kekuatan lebih disbanding media lainnya saat itu dan mempromosikan Coca-Cola dengan suasana kegembiraan. Pada Atlanta Journal Coca-Cola menampilkan slogan “Coca-Cola. Nikmat! Menyegarkan! Menyenangkan! Menggairahkan! Minuman Soda Pop Baru, mengandung bahan-bahan tanaman Coca yang menakjubkan dan kacang Cola yang terkenal itu”. Laporan sekolah Georgia memuat iklan Coke yang menyatakan bahwa minuman tersebut “Nikmat dan Menyegarkan”. Kesuksesan menonjol Coca-Cola pada saat melakukan promosi yang cerdik lewat kompetisi mendesain botol pada tahun 1915. Pemenang kompetisi tersebut adalah Perusahaan Root Glass. “Kami membutuhkan sebuah botol di mana seseorang akan mengenalnya sebagai Coca-Cola bahkan ketika dia merasakannya di kegelapan” kata Asa Candler, yang ketika itu menjabat sebagai Presiden Coke. Botol Coca-Cola membedakan merek dan menambah identitas merek dan dipertahankan sampai 1955, baru setelah itu Coca-Cola tersedia dalam kemasan kaleng. Kehebatan Coca-Cola adalah kemampuannya membidik pasar yang pas, melakukan penempatan posisi produk yang baik, menjaga kualitas produk, mernacang kemasan yang dapat membedakan dengan minuman lainnya, mengelola distribusinya secara luar biasa, melakukan promosi dengan asosiasi yang positif dan menggunakan modus operandi penjualan serta melibatkan komunitas dan inisiatif lokal.
MEMULAI BISNIS DARI KEJADIAN Mohammad Suyanto
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai macam cara untuk memulai bisnis. Salah satu cara untuk memulai bisnis adalah melalui suatu kejadian, seperti yang dilakukan oleh Ruth Handler, penemu Boneka Barbie. Boneka ini merupakan mainan anak-anak yang tersukses di dunia. Barbie diambilkan dari nama anak perempuan dari Ruth Handler, yaitu Barbara Millicent Roberts. Bisnis boneka ini dimulai saat Ny. Handler menyaksikan anaknya bermain dengan boneka kertas. Kemudian Ny- Handler berfikir membuat boneka yang lebih permanen dan realistik. Ny. Handler merupakan istri dari salah seorang pendiri Mattel. Dalam manajemen modern, boneka Barbie yang dapat betahan lama ini merupakan hal yang aneh. Menurut Ian Ritchie dari konsultan Grup Oxford yang telah bekerja dengan perbisnisan mainan anak-anak Hasbro, menemukan pelajaran kunci dari bisnis mainan anak-anak. Meletakkan mainan anak-anak ke pasaran secepat mungkin merupakan hal yang sangat penting. Waktu yang diperlukan dari sebuah ide sampai terpampang di rak-rak toko mainan anak-anak dapat menjadi suatu perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. Dalam dunia pemasaran boneka pemilihan waktu harus benar-benar tepat. Untuk meraih kesuksesan boneka harus mengikuti trend film, buku, cerita, atau serial televisi terbaru.             Barbie merupakan produk yang universal dan biasanya terstandarisasi. Tersedia pula sejumlah kostum yang beraneka  ragam. Lebih dari 100 kostum baru ditambahkan setiap tahun. Hal ini dikeranakan, Barbie merupakan wanita Renaisansi, wanita karir yang sukses, anggota band beraliran rock dan pemain sepakbola piala dunia untuk wanita.             Kesuksesan berikutnya adalah ketika memutuskan teman pria dari Barbie, yaitu Ken. Penciptaan Ken ini sesungguhnya tidak sengaja, tetapi justru menghasilkan perluasan merek yang luar biasa. Ken diperkenalkan pada tahun 1961, yang bersembunyi di belakang, kemungkinan dia senang melihat Barbie meraih kesuksesan dalam berbagai segi kehidupannya. Pengenalan Ken telah meletakkan dasar bagi seluruh rangkaian perluasan yang mempertahankan merek Barbie tetap menjadi pusat perhatian. Teman Barbie berikutnya adalah Midge yang dimunculkan 1963, kemudian adik peremp uan Barbie, yaitu Skipper pada tahun 1964, disusul tahun 1968, Christie, seorang teman berkulit hitam. Tahun 1988, Barbie mempunyai teman kepercayaan, Teresa dan merupakan teman Hispanik. Teman berikutnya adalah Kira, sebagai teman Asia yang diluncurkan tahun 1992. Adik perempuan Barbie terkecil adalah Kelly dan Becky, yang duduk di kursi roda yang diperkenalkan 1997. Sekarang Barbie mempunya 15000 kombinasi dengan mengganti bajunya, matanya, warnanya, tetapi tidak untuk mengganti kakinya.             Demikian juga Elton John, menciptakan lagu “Candle In The Wind II” pada kejadian meninggalnya Lady Diana. Lagu tersebut sukses, karena dalam satu bulan terjual 32 juta keping. Bahkan pada tahun 1997, keeping VCD yang berisi Candle In The Wid II, sebagai The best Product of the year 1997.

Page 1 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SURABAYA POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN SURYA POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN KOMPAS 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN PRIORITAS 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue