cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 8 Documents clear
INDIKATOR KESETARAAN GENDER DAN ISU-ISU GENDER DI BIDANG PENDIDIKAN Samosir, Aron
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender adalah konstruksi sosial maupun kultural yang dilekatkan oleh masyarakat pada laki-laki dan perempuan. Misalnya perempuan lemah lembut, penyayang, sabar dan tekun. Sedangkan laki-laki tegas, berwibawa, tidak cengeng dan sebagainya. Pembedaan gender ini kemudian diperkuat pula dengan mitos dan pembagian kerja seksual yang berlaku bagi masing-masing jenis kelamin. Misalnya perempuan lebih sesuai untuk memilih jurusan sastra, sosial atau ekonomi sedangkan laki-laki lebih cocok masuk jurusan teknik. Perempuan lebih cocok menjadi sekretaris, laki-laki lebih cocok bekerja di lapangan (hutan, lepas pantai, dan lain-lain). Bila sebuah keluarga memiliki dana terbatas untuk menyekolahkan anak-anaknya, prioritas akan diberikan kepada anak laki-laki untuk melanjutkan sekolah. Anak perempuan diharapkan dapat menerima ini karena ”toh setinggi-tingginya perempuan sekolah, nantinya akan ke dapur juga.” Perbedaan-perbedaan gender dikarenakan banyak hal, di antaranya dibentuk, disosislisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksi secara sosio kultural, melalui ajaran keagamaan maupun negara. Meniadakan diskriminasi tersebut di atas, kita membutuhkan kesetaraan gender (gender equality) atau pandangan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki akses dan kesempatan yang sama di segala bidang. Kesetaraan gender bukan berarti perempuan harus menjadi sama dengan laki-laki, karena secara kodrati perempuan memang berbeda dengan laki-laki. Kesetaraan gender lebih berarti negara melakukan tindakan untuk memberikan kesempatan dan hak yang sama bagi laki-laki dan perempuan.
PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU PADA PEMBUATAN SIRUP MARKISA KERING Sitohang, Apul
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula dan suhu pengeringan terhadap perubahan vitamin C, rendemen, total asam, dan warna pada pembuatan sirup kering dari buah markisa. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan dan Pengelolaan Hasil Pertanian dan Laboratorium instrumen, Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Katolik St.Thomas SU Medan. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu: Konsentrasi Gula dengan sandi G, terdiri dari 4 taraf yakni : K1 = 40%; K2 = 50%; K3 = 60%; K4 = 70% dan suhu dengan sandi T, terdiri dari 4 taraf yakni: T1 = 40°C; T2 = 45°C; T3 = 50°C dan T4 = 55°C. Penelitian ini dilakukan dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi gula yang ditambahkan kadar vitamin C, total asam, rendemen dan nilai organoleptik semakin meningkat. Semakin tinggi suhu pengeringan kadar vitamin C, total asam dan rendemen semakin menurun, sedangkan rendemen semakin menurun, sedangkan nilai organoleptik semakin meningkat. Memperoleh mutu sirup markisa kering yang baik, dilakukan dengan penambahan konsentrasi gula 70 % dan suhu pengeringan 40° C.
PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL PARA REMAJA Gultom, Maidin
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang, ada tantangan besar yang bisa menggulung siapa saja yang tidak cakap mengendalikannya, yakni informasi. Media informasi akan melengkapi ancaman tiga tantangan seperti tersebut di atas. Ciri adanya tantangan ini adalah makin tidak terbendungnya arus informasi seiring dengan makin mudah didapatnya teknologi informasi. Remaja bisa dengan mudah mengkonsumsi informasi tentang apapun. Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents. Seperti facebook sebagai cotoh kasusnya. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman difacebook tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Kekerasan yang dilakukan remaja dipengaruhi oleh tayangan kekerasan dalam televisi, dan bila merujuk teori konstruktivisme, beragam tayangan kekerasan dalam televisi tidak bisa dianggap remeh, apalagi disisihkan alih-alih menampik tidak ada hubungannya dengan kekerasan yang dilakukan remaja. Sikap dan perilaku remaja dikonstruksi dari informasi yang didapat dari lingkungannya.
THE EFFECT OF TOTAL PHYSICAL RESPONSE AND SUGGESTOPODIA METHODS ON VOCABULARY MASTERY Karokaro, Indahsari
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study are to investigate the effect of Total Physical Response and Suggestopedia Methods on Vocabulary Mastery and to find out which of these methods is the most significantly effective. Experiment of design was carried out to achieve the objective. Ninety students of the first year students of State Junior High School of Medan 1 in the 2004/2005 academic years taken as the sample of this study in clustering sampling with 90 students divided into three groups ( two groups as experimental and a group as a control. First, the researcher administered a pre-test for three groups, then the first experimental group is treated by using total physical response method, the second experimental group is treated by using suggestopedia method; and the third group is not given any treatment, and at the last, the researcher registered a post-test for the three groups. The data was analyzed by applying one way ANOVA.The result of testing the first hypothesis showed that the Fobserved is greater than the Ftable (7.895> 3. 94 (df: 0.01)). When on the Newman-Keuls formula was applied to find which of the three methods is the most effective method, because the means of the scores is the highest, follows by the second experimental method. In statistic, the writer would say that the total physical response and suggestopedia methods significantly effected on vocabulary mastery.
SISTEM MANAJEMEN KINERJA Tinambunan, Anitha P.
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manajemen kinerja yang dirancang harus dapat mengakomodasikan sistem operasi dari sebuah perusahaan. Manajemen kinerja mempunyai peranan penting untuk mencapai tujuan organisasi serta memberikan manfaat kepada organisasi, manajer dan individu. Proses manajemen kinerja menuntut orang melakukan 3 (tiga) hal dengan baik, yaitu: Mendefinisikan kinerja; Memfasilitasi kinerja; dan Mendorong kinerja. Sebagian organisasi sukses menjalankan manajemen kinerja dan tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Hal ini karena adanya tantangan atau keengganan atasan/pimpinan dan bawahan/karyawan untuk menerapkannya.
PEMBANGUNAN PERBATASAN DARAT DI PROVINSI PAPUA DARI PERSPEKTIF SOSIAL DAN EKONOMI PERTANIAN (STUDI KASUS: KABUPATEN KEEROM DAN KABUPATEN MERAUKE) Sihaloho, Henrykus
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini merupakan sebuah studi awal yang dilakukan ketika menyertai kunjungan kerja Tim Kerja Perbatasan Negara Komite I DPD RI ke Papua (khususnya Kabupaten Keerom dan Kabupaten Merauke) dari 4-8 Juli 2011. Studi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perihal kondisi umum dan penanganan masalah yang melingkupi masyarakat di perbatasan darat negara Provinsi Papua dengan mengangkat kasus yang dialami oleh masyarakat perbatasan darat di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua yang umumnya hidup dari pertanian. Studi ini menyimpulkan, kemiskinan ekonomi dan keterbelakangan pendidikan masih menjadi fenomena umum di daerah-daerah perbatasan di Papua. Studi ini juga menyimpulkan bahwa pengembangan beras dalam program Merauke Integrated Food and Energy (MIFE) bakal meminggirkan sagu yang tersedia di areal hutan alam seluas 3-4 juta ha, mengabaikan diferensiasi pangan, dan berdampak buruk pada lingkungan. Pemanfaatan sagu di Papua untuk diferensiasi pangan lebih tepat dan relevan untuk ketahanan pangan karena di daerah ini hutan sagu masih terhampar luas. Selain sagu, salah satu komoditas yang cocok dari perspektif social dan ekonomi pertanian di Papua adalah karet. Studi ini menemukan bahwa pendirian taman nasional di Kabupaten Merauke dan usulan dari bawah (dari pemerintah daerah, DPRD, dan tokoh masyarakat Merauke) mengenai perubahan lokasi prioritas III menjadi prioritas I menunjukkan BNPP abai terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat serta melupakan esensi pembangunan yang bukan hanya untuk rakyat, tetapi juga dari dan oleh rakyat. Kedua yang terakhir (dari dan oleh rakyat) mengisyaratkan pentingnya pendekatan dari bawah yang menghargai kearifan lokal dan partisipasi dari masyarakat.
PENTINGNYA BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DALAM KONTEKS DUNIA USAHA Betniar, Betniar
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian vital dalam sebuah perusahaan adalah sumber daya manusianya. Oleh karena itu perlindungan terhadap sumber daya manusia atau tenaga kerja diperlukan. Peran tenaga kerja merupakan salah satu fondasi penting, Tidak mengherankan apabila masalah keselamatan dan kesehatan kerja turut menjadi perhatian utama perusahaan dan pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Bahkan ditingkat Internasional, keselamatan dan kesehatan kerja sudah menjadi isu untuk menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai budaya. Melalui Kebijkan internal untuk menjaga agar pekerja selalu sehat dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya menjadi tanggung jawab organisasi melalui pelaksanaan program keselamatan kerja. Pemahaman manajemen akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja merupakan dasar bagi kebijakan yang dibuat untuk mencegah kecelakaan kerja.
MODEL PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF STRATEGI PEMASARAN Saragih, Nawary
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model perilaku pembeli secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam mempelajari keputusan konsumen haruslah dilihat dari beberapa aspek yang mempengaruhi baik tentang sesuatu yang digagas, karakteristik, lingkungan maupun rangsangan pemasaran yang ditawarkan, karena model dari pengambilan keputusan konsumen itu ada tiga aktivitas; input, process, dan output. Rangsangan pemasaran terdiri dari produk, harga, tempat, promosi dan rangsangan lain terdiri dari kekuatan dan peristiwa besar dalam lingkungan pembeli seperti ekonomi, teknologi, politik, dan budaya yang dapat menghasilkan serangkaian tanggapan pembeli yang terdiri dari pemilihan produk, pemilihan merek, atau jenis, pemilihan pemasok, penentuan saat pembelian, dan jumlah pembelian. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terdiri dari: faktor Budaya, faktor-faktor social, faktor pribadi, faktor psikologis. Bagaimana konsumen sampai pada keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan pihak perusahaan perlu mengetahui tahap-tahap dalam pengambilan keputusan sehingga dapat menyusun strategi pemasaran yang tepat karena ada tipe dalam pengambilan keputusan keterlibatan tinggi dan keterlibatan rendah dari konsumen. Untuk memudahkan perusahaan dalam meneliti keputusan pembelian konsumen, maka perlu digunakan tahapan komponennya secara cermat pula.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2013 2013