cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 1 (2013)" : 5 Documents clear
THE CONSTITUTION OF THE SISTERS OF CHARITY: A DOCUMENT OF THE ENFLESHED SPIRIT Purba, Mida
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We are going to examining Vincentian spiritual heritage of the Congregation of the Sisters of Charity (SC) in North Sumatra, as enshrined in the words of their Constitution. It will become clear that spiritualities expressed in the words of documents are enfleshed spiritualities: moulded, influenced, and shaped by concrete and particular human historical situations. This section begins with a brief account of the sequential development of the SC Constitution. A thorough discussion and subsequent analysis will focus on the latest version of the foundational document published in 2003. A concluding section will close this examination.
UNIVERSALITAS KESELAMATAN DI SION-IBU Sebuah Tafsiran atas Mzm 87 Sinaga, Norbeth
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lord has chosen dan determined Zion-Jerusalem as his city. The election and the determination of Zion as a city of God was realized by building of the temple of God on it. Consecutively, Zion has a peculiarty in comparison with the other cities which arounding it. The peculiarity of Zion as a city of God be found at its determination as a place for doing a worship in the faith of God. Whoever believe in God and calling His Holy Name in Zion will be a new born in Zion as a mother, and a participant in program of salvation made of God. Either Israel or another nations who believe in God will rejoice enjoying a salvation in Zion-Mother.
MARIA BUNDA ALLAH ADALAH BUNDA TIAP ORANG BERIMAN Mahulae, Kristinus C.
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Santa Maria, yang mengandungkan serta melahirkan Yesus, dengan setia menyertai Yesus Puteranya dalam jalan salibNy sampai ke detik-detik terakhir Yesus tergantung di kayu salib. Maria dengan setia mendampingi para murid/rasul yang merasa ketakutan di hadapan orang-orang Yahudi sampai turunnya Roh Kudus yang dijanjikan. Maria dengan setia mendampingi jemaat perdana. Dengan cepat jemaat perdana melihat dan merenungkan hidup Maria. Jemaat beriman menyapa Maria dengan sapaan malaekat Gabriel ‘salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu’. Kemudian salam ini dikembangkan jemaat beriman dengan menambahkan kata-kata Elisabeth ketika dia dikunjungi Maria. Dengan cepat jemaat beriman menyampaikan permohonan kepada Maria, agar Maria mendoakan tiap orang beriman ‘santa Maria bunda Allah, doakanlah kami’. Doa ini telah menjadi harta karun gereja katolik dan kaum beriman. Maria yang disapa dan didoakan menjawab kaum beriman dengan penampakan-penampakan dirinya yang sudah terjadi beberapa kali di tempat-tempat yang berbeda. Kiranya tulisan ini membangun dan mendorong kita untuk makin mendekatkan diri kita kepada Maria, bunda Yesus, agar dia juga menjadi bunda kita orang beriman kepada Yesus Puteranya.
SEBUAH TANGGAPAN ATAS EMPAT DOKUMEN YANG DIKELUARKAN DAN DISAHKAN OLEH KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA TENTANG PEMBARUAN KARISMATIK KATOLIK INDONESIA Simanullang, Gonti
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian bishops have issued four documents in which they state their pastoral responses to the Indonesian Catholic Charismatic Renewal (CCR). The 1993 Various Charisms, One Spirit, addressed to all Catholics of Indonesia, gives significant attention to CCR Service Committees at various levels and briefly the term ‘baptism in the Holy Spirit’. The 1995 The Renewal of Christian Lifewas a revision of the 1983 Pastoral Guidelines,is particularly addressed to Indonesian CCR and speaks of issues among which are ‘baptism in the Holy Spirit’, praying in tongues, and Service Committees. These 1993 and 1995 documents will be reviewed since they speak, although briefly, about the issue of ‘baptism in the Holy Spirit’. This article is a critical comment on the documents and recommends their need for revision.
KEMBALI MENJADI TANAH Satu Refleksi Ekologis Prapaska Nadeak, Largus
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena manusia yang terasing dari tanah, terasing dari bumi, terasing dari Allah bisa kita amanti di data ekologis dan perilaku manusia dewasa ini. Di beberapa tempat tanah jadi tandus sulit hidup tanam-tanaman kerena sudah rusak oleh pestisida dan pupuk kimia; di beberapa kota dan daerah banjir makin sering karena hutan dan air tanah tidak dikelola dengan baik; di bumi manusia tidak peduli dengan tata ciptaan yang dikehendaki Allah Pencipta. Pandangan manusia atas statusnya yang bukan bagian bumi, dan tindakan yang berhubungan dengan pandangannya atas statusnya tersebut, turut memengaruhi keterasingan yang terjadi. Kembali menjadi tanah! Seruan ini yang disampaikan pada hari Rabu Abu, merupakan ajakan agar umat Kristen berubah dan bertobat, kembali menata hidup, kembali menata relasi dengan sesama dan dengan ciptaan lain di bumi, dan juga dengan Allah yang sudah memilih tinggal di bumi ini. Kembali menjadi tanah, merupakan proses perjalanan pengolahan tanah, pengolahan hidup sehingga manusia merasa damai sebagai tanah, dan bersama komunitas ciptaan Allah mengalami at home on earth.

Page 1 of 1 | Total Record : 5