cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2011)" : 5 Documents clear
SCIENCE AS PERSONAL ART Michael Polanyi on the Role of Scientist’s Personal Involvement in Scientific Knowledge Tinambunan, Laurentius
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pengetahuan yang mengandalkan data yang dapat dibuktikan dan prosedur ilmiah yang baku, pengetahuan ilmiah dianggap sebagai pengetahuan yang paling dapat dipercaya dan meyakinkan. Keilmiahan disamakan dengan bebas dari segala faktor subjek, karena keterlibatan subjek dianggap menodai kemurnian pengetahuan. Ilmuwan dalam pengertian yang demikian disamakan dengan mesin pencari kebenaran yang tidak memiliki kebebasan dan kreativitas. Pandangan ini, menurut Mikael Polanyi, tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Proses yang ditempuh oleh seorang ilmuwan dalam mengusahakan suatu penemuan, misalnya, tidak terlepas dari faktor-faktor personal yang tidak seluruhnya bisa dijelaskan dan ditetapkan secara baku. Berangkat dari pengalaman Michael Polanyi sebagai ahli dalam bidang fisika dan kimia, refleksinya mengenai bagaimana sesungguhnya ilmuwan bekerja menjadi lebih otentik dan aktual.
THE HOLINESS OF THE CHURCH IN TAVARD’S THOUGHT Sipayung, Kornelus
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja yang dilukiskan oleh Konsili Vatikan II diyakini sebagai kudus karena pendirinya kudus ada-Nya. Kekudusan Gereja persisnya ada karena pendirinya sungguh kudus yakni Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa untuk memanifestasikan kekudusan di dunia seraya bekerja sama dengan seluruh ciptaan. Kekudusan selalu inisiatif Allah, pemberian gratis yang menuntut jawaban dari pihak manusia. Untuk mengerti maksud kekudusan Gereja G.H. Tavard mulai menerangkan relasi antara Gereja dengan Kristus yang dimungkinkan oleh kekuatan Roh Kudus. Setiap orang beriman dipanggil ke kekudusan, ikut berpartisipasi sesuai dengan karisma yang diperoleh dari Roh Kudus untuk mengaplikasikan keutamaan teologal, iman harapan dan kasih. Kekudusan diraih melalui bentuk bervariasi dari hidup menurut rahmat dan talenta yang diterima dari Roh Kudus.
UPAYA MENCARI GAMBARAN YESUS YANG BERCORAK KE-ASIA-AN Ara, Alfonsus
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keyakinan iman orang-orang Kristen Asia akan Yesus tidak berakar kuat karena tidak lahir dari perjumpaan mereka dengan Yesus sendiri serta cenderung memisahkan mereka (komunitas Kristen Asia) dari konteks historis dan sosial-kulturalnya. Untuk menjawab pokok persoalan ini, para kristolog Asia berjuang untuk meng-Asia-kan atau mengubah kembali gambaran Yesus dengan mempergunakan ungkapan, basis budaya dan kekayaan yang terkandung di bumi Asia sendiri. Mereka menegaskan bahwa gambaran Yesus yang otentik dan relevan bagi dunia Asia hanya dapat ditemukan apabila Gereja Asia kembali kepada Yesus dan menemukan-Nya dalam realitas ganda Asia, yaitu kemiskinan yang mematahkan harapan dan religiositas yang beraneka rupa.
PATROLOGI, STUDI TENTANG BAPA-BAPA GEREJA Sebuah catatan pengantar Situmorang, Sihol
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kongregasi untuk Pendidikan Katolik mengeluarkan Instruksi tentang Studi Bapa-bapa Gereja dalam Pembinaan Imam karena melihat sumbangan para Bapa Gereja yang tak ternilai harganya bagi teologi dan hidup Gereja masa kini, khususnya dalam kerangka pembinaan calon-calon imam. Mereka berjasa dalam menetapkan dasar iman, kanon Kitab Suci, memprakarsai liturgi yang stabil. Di tengah rumitnya persoalan yang dihadapi Gereja pada masa mudanya, para Bapa Gereja mewariskan kepada kita cara berteologi yang berorientasi pada Kitab Suci dan bermuara bagi pengembangan hidup rohani umat beriman. Mereka menggagas inkulturasi tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental iman. Karya mereka yang sarat dengan kekayaan kultural, spiritual, kateketik, homiletik dan apostolik ini merupakan sumber inspirasi bagi teologi masa kini.
THE EVOLUTION OF JOHN HENRY NEWMAN’S SPIRITUALITY Ola, Dominikus Doni
LOGOS - Jurnal Filsafat Teologi Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

John Henry Newman is an outstanding pupil. He had a great desire for knowledge, falls in love with music, poem and expressed his thought in speech and writing, always ready for wonder, wholly hearted and entirely ready to the call of everything around him, loved solitude, and ready to seek the Lord will provide in every changes in the external circumstances of life. For Newman, Evangelical teaching had been a great blessing for England and had led him to a spiritual life. Together with his knowledge of the doctrine of Calvinism and Catholic delivered Newman in a big conflict of his mind in one side, but in another side he looked it as a source of a personal encounter with God. Since the first conversions of 1816, Newman who has a sharp consciousness of the realities of the world beyond knew that he was powerless without Divine assistance.

Page 1 of 1 | Total Record : 5