cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 450 Documents
OPTIMALISASI PERAN KORAMIL DALAM PEMBERDAYAAN WILAYAH PERTAHANAN GUNA MEMPERKOKOH KETAHANAN WILAYAH (Studi Di Koramil 2102/Cibinong Dan Koramil 2104/ Citeureup) Wanto, Asis
Jurnal Ketahanan Nasional VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.453 KB)

Abstract

This paper explained the Koramil’s role as the frontline of the regional unity command and deserved special attention, due to the Koramil’s role as supporter and activator all over the regions to embodied the people’s defense. The qualitative data showed the Koramil in Bogor Regency encounter various obstacles in conducting their duties which made the lack of optimal services. These were due to the lack of transportation devices, communication devices, facilities and infrastructures, minimum budget support, and limited human resources and personnel.Keywords: Koramil, Establishment, and Regional Resilience.
Tingkat Ketahanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta) Aris Tundung; Tri Kuntoro Priyambodo; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.083 KB) | DOI: 10.22146/jkn.26345

Abstract

ABSTRACTBureaucratic reforms aim to deliver excellence public services including civil registration service. The Law on Population Administration states that the use of the Population Administration Information System (SIAK) is one of the government's efforts to protect the secrecy, integrity and availability of population data related to its function as the basis for public services, development planning, budget allocation, democratic development, and law enforcement and criminal prevention. The study measures information technology resilience level by describing Yogyakarta City Civil Registry Service Office (Dindukcapil) information security management, the level of maturity and completeness of SIAK management, and SIAK success level. The study uses mixed method guided by ISO/IEC 27001document, Information Security (INFOSEC) Index form, and questionnaire prepared under the DeLone and McLane Models. Yogyakarta City Dindukcapil has not set up rules and documentation on information security management. The actions taken are reactive, not referring to overall risk without clear flow of authority and control. The study concludes the SIAK is "Highly Needed" by the Civil Registry Service Office of Yogyakarta City. The value of the information security management areas completeness level reaches 312 points out of maximum value 645 points. Those findings category SIAK security management into “Need Improvement" category. The maturity level of information security management range from "Maturity Level I/ Initial Condition" to "Maturity Level II+/ Basic Implementation". 77,3% users clarify “positive” perception and 1,2% users reveal “negative” judgement that made SIAK belongs to “Success” information system category.ABSTRAKReformasi birokrasi mengamanatkan peningkatan mutu dan kecepatan layanan publik pemerintah termasuk layanan administrasi kependudukan. Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mengelola dan melindungi kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data kependudukan terkait fungsinya sebagai dasar pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, dan penegakan hukum dan pencegahan kriminal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan sistem informasi SIAK melalui gambaran pengelolaan keamanan informasi Dindukcapil Kota Yogyakarta, tingkat kematangan dan kelengkapan pengelolaan SIAK, dan tingkat kesuksesan SIAK. Penelitian menggunakan metode campuran dengan menggunakan kisi-kisi ISO/IEC 27001, instrumen perhitungan dalam borang Indeks KAMI, dan kuesioner yang disusun berdasarkan Model DeLone dan McLane yang sudah diperbaharui yang mendiskusikan tentang Kualitas Informasi, Kualitas Sistem, Kualitas Pelayanan, Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Manfaat Bersih (DeLone dan McLane, 2004: 32). Dindukcapil Kota Yogyakarta belum menyusun aturan dan dokumentasi pengelolaan keamanan informasi. Tindakan yang dilakukan bersifat reaktif, tidak mengacu pada keseluruhan risiko tanpa alur kewenangan dan pengawasan yang jelas. Peran SIAK termasuk dalam kategori “Tinggi” namun nilai kelengkapan penerapan standar pengelolaan keamanannya hanya mencapai 312 dari nilai total 645 sehingga pengelolaan keamanan SIAK masuk dalam kategori “Perlu Perbaikan”. Tingkat kematangan penerapan standar keamanan berkisar pada “Tingkat Kematangan I/ Kondisi Awal” sampai dengan “Tingkat Kematangan II+/ Penerapan Kerangka Kerja Dasar”. Tingkat kesuksesan SIAK termasuk dalam kategori “Sukses”, 77,3% pengguna memberikan pernyataan “positif” dan hanya 1,2% pengguna memberikan pernyataan “negatif”.
Eksistensi Negara M Safaat Habib
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2200.946 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22068

Abstract

Pengaruh globalisasi yang makin terasa di seluruh dunia dewasa ini mendorong sebagian orang mempertanyakan tentang eksistensi "negara". Masih relevankah keberadaan negara di tengah-tengah keperluan manusia yang serba mendunia, sehingga timbul teori tentang The end of the Nation State misalnya. Tetapi mengapa dalam kenyata-annya negara-negara masih berdiri dengan kokohnya di seluruh dunia, hal ini tentunya ada alasan yang melatar-belakangi masih bercokolnya negara-negara itu.
Negara Dan Integrasi Etnis Cina Di Indonesia Andreas A Susanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.191 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19194

Abstract

ndonesia adalah negara yang mempunyai keragaman etnis yang cukup berwarna-warni, tentu bukan tanpa alasan apabila semboyan nasionalnya menyerukan Bhinneka Tunggal Ika. Namun demikian etnis Cina yang diperkirakan sekitar 4 persen dari total penduduk Indonesia, tetaplah tinggal sebagai kelompok etnis tersendiri. Lepas dari sejarah panjang keberadaan mereka sejak sebelum abad ke-15 lalu, dan fakta bahwa hampir semua sekarang telah menjadi warganegara Indonesia, orang Cina masih tetap dirasakan sebagai outsider oleh sebagian besar warga yang menyebutdirinya pribumi.Keberhasilan dan dominasi ekonomi etnis Cina telah melahirkan kecemburuan, kebencian, dan permusuhan. Sementara orang Cina sendiri merasa mereka hanya dijadikan kambing hitam dari berbagai kekecewaan politik. Paralel dengan pengalaman orang Yahudi di Eropa dahulu, orang Cina di Indonesia juga dikenal sebagai pedagang yang pintar dan sukses, kurang sosial atau kurang bermasyarakat, danrentan secara politis.Tulisan ini akan membahas keterpisahan etnis Cina di Indonesia yang terus berlanjut sejak jaman Belanda sampai sekarang. Sudah barang tentu ada banyak penjelasan yang bisa diajukan, namun argumentasi yang akan dipakai dalam tulisan kali ini yaitu negara sebagai salah satu variabel penting yang memberi kontribusi dalam keterpisahan etnis Cina tersebut. Sejak jaman kolonial, keterpisahan itu telah dipelihara dan dimanipulasi untuk melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik.
Partisipasi Pemuda Dalam Mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta) Gina Lestari; Armaidy Armawi; Muhamad Muhamad
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.074 KB) | DOI: 10.22146/jkn.17302

Abstract

ABSTRACT The global tourism wave lead to a new trend of village tourism where tourists come in small groups to interact and learn the life of villagers intensively. If the management is not well planned, this model inflicts social cultural changes in society. This study aimed to assess and formulate the youth participation in the community-based tourism (CBT) development and their contribution on social cultural regions resilience. This study used descriptive mixed methods research by using quantitative and qualitative approaches. The samples determined through purposive sampling by judgment sampling criteria.The result showed that youth was the part of the CBT’s manager actor in Pentingsari Tourism Village (Dewi Peri). The level of youth participation was a citizen power with an average of 70%. CBT development allowed the entire community to be actively involved as the main actor. Youth participation in the development of CBT contributed to social cultural resilience which based on the principle of partnership, prosperity, protection, independence, unity, and the values of  local social cultural. The social cultural resilience was formed through social and cultural preservation dynamically with protecting, developing and utilizing local social cultural by tourism activities.ABSTRAK Arus pariwisata global mengarah pada tren baru pariwisata pedesaan dimana wisatawan datang dalam kelompok-kelompok kecil dan berinteraksi intensif, mempelajari kehidupan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan penduduk desa. Pariwisata model ini rentan menyebabkan perubahan sosial budaya di masyarakat jika pengelolaannya tidak direncanakan secara matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan partisipasi pemuda dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) dan kontribusinya terhadap ketahanan sosial budaya wilayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan prosedur metode campuran konkuren yang mengkombinasikan pendekatan kualitatif dengan kuantitatif. Penentuan sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan penggunaan keriteria berdasarkan pertimbangan. Hasil penelitian menunjukkan pemuda merupakan bagian dari aktor pengelola CBT di Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri). Partisipasi pemuda berada pada tingkat partisipasi citizen power dengan bobot rata-rata sebesar 70%. Model pengembangan CBT di Dewi Peri memungkinkan seluruh masyarakat terlibat secara aktif sebagai aktor utama. Partisipasi pemuda dalam pengembangan CBT di Dewi Peri berkontribusi terhadap ketahanan sosial budaya berdasarkan parameter asas kemitraan, kesejahteraan, perlindungan, kemandirian, kerukunan, nilai sosial dan budaya lokal. Ketahanan sosial budaya terbentuk melalui pelestarian sosial budaya secara dinamis dengan melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan sosial-budaya lokal melalui aktivitas pariwisata.   
Pembangunan Ekonomi Pertanian Digital Dalam Mendukung Ketahanan Pangan (Studi di Kabupaten Sleman: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Daerah Istimewa Yogyakarta) Eko Tulus Wibowo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.57285

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan manusia yang berasal dari sektor pertanian. Peran pertanian mulai menurun searah dengan prioritas pembangunan beralih ke sektor non pertanian. Salah satu inovasi bidang pertanian adalah pemanfaatan teknologi berupa ekonomi pertanian digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pembangunan ekonomi pertanian digital yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Artikel ini merupakan hasil dari penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, focus group discussion, dokumentasi dan kepustakaan, serta dokumen dari internet. Selanjutnya, analisis data yang digunakan adalah kategorisasi data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sedangkan, lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman.Artikel ini menyatakan bahwa ekonomi pertanian digital dapat memberikan keuntungan dalam proses pertanian. Dalam artikel ini dijelaskan permasalahan, manfaat, dan strategi dalam membangun ekonomi pertanian digital serta ekonomi pertanian digital yang terbangun dari program yang dikembangkan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. Selain itu, ekonomi pertanian digital dapat mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sleman dilihat dari manfaat yang diterima oleh pengguna melaui dari tiga aspek yaitu aspek ketersediaan, akses, dan konsumsi.
Ketahanan Sosial Pemuda Dalam Pengelolaan Wisata Budaya (Studi Pada Yayasan Lasem Heritage Di Lasem, Rembang, Jawa Tengah) Prisca Kiki Wulandari; Destriana Saraswati; Galieh Damayanti
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.56994

Abstract

Lasem yang berada di Kabupaten Rembang memiliki peran penting di masa lalu sejak masa Kerajaan Majapahit. Secara geografis terletak di pantai utara Jawa dimana pada masa dulu perdagangan antar bangsa ramai dilakukan di daerah tersebut. Lasem sebagai panggung pertemuan masyarakat antar bangsa melatih masyarakatnya berpikiran terbuka terhadap pengaruh dan lebih toleran. Peninggalan-peninggalan di masa lalu baik berupa artefak ataupun warisan nilai-nilai budaya masih sangat kental dirasakan hingga saat ini. Pelestarian pusaka dengan menjadikannya sebagai wisata budaya akan membangkitkan kembali kejayaan Lasem di masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan sosial pemuda khususnya pemuda yang tergabung di Yayasan Lasem Heritage (YLH) dalam melestarikan warisan pusaka Lasem dengan mengelolanya sebagai potensi wisata budaya.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan purposive sampling, dan dokumentasi selama berada di Lasem. Data dianalisis dengan teori pemberdayaan masyarakat John Friedmann dan ketahanan sosial dari Keck dan Sakdalporak.Hasil penelitian menggambarkan bahwa tahapan-tahapan pemberdayaan pemuda YLH yang terdiri dari: (1) enabling dengan diadakannya klinik-klinik belajar oleh “Kesengsem Lasem”. (2) empowering yakni memberikan kesempatan kepada YLH untuk mengaktualisasikan ilmu yang didapat ketika mengikuti klinik belajar dengan menyediakan paket wisata Lasem, menjadi tour guide bagi wisatawan yang datang ke Lasem, serta berkolaborasi dengan pelaku usaha setempat untuk menyediakan amenitas dan atraksi wisata bagi wisatawan. (3) protecting dilakukan oleh founder “Kesengsem Lasem” dengan membuka akses bagi YLH untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak berupa bantuan modal serta promosi dan pemasaran wisata budaya beserta produk lokal Lasem melalui pameran daring dan luring. Pemberdayaan pemuda YLH yang dilakukan oleh founder “Kesengsem Lasem” berimplikasi pada ketahanan sosial organisasi tersebut dalam mengelola wisata budaya di Lasem hingga saat ini. 
Optimalisasi Sumber Daya Pertanian Indonesia untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan dan Energi Nasional Erry Ika Rhofita Rhofita
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.71642

Abstract

ABSTRACTAs an agricultural country, Indonesia had abundant natural resources necessary to realized national goals. Natural resources, particularly agriculture, had focused on achieving food resilience  throughout history. At the same time, it could also be used to enhanced the energy resilience  program by utilizing the agricultural residue as a raw material for bioenergy production. Moreover, since 2019, the Covid-19 pandemic had threatened national stability, including food resilience  and the economy. Hence, the Indonesian government decided to developed a food estate program in several provinces through marginal land intensification to produced the food. This study aimed to assessed the agricultural resources' potential to supplied food and energy and its optimization strategies to realized the national defense goals. The research design of this study used descriptive analysis to evaluated the state of agricultural resources. In addition, a resource-focused approach was used to figured out the theoretical potential energy of agricultural residue based on data from each year and the characteristics of crops.The results showed that the amount of energy produced continued to rised  in lockstep with agricultural production and would continue to increased gradually. The annual agricultural waste potential, such as rice residue, had been estimated to generated more than 1300 TJ of energy potential, equivalent to 10 GW of electrical energy. In the future, the sustainability of biomass residue utilization considering environmental, social, and economic factors would support national resilience  programs.  
Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Kabupaten Gunungkidul DI Yogyakarta Dian Pratama; Roso Witjaksono; Alia Bihrajihant Raya
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.71270

Abstract

ABSTRACTThe conversion of agricultural land that was still happening caused a decrease in land for food production. Decrease in food production could reduce food availability so that it became a threat to food resilience. The Ministry of Agriculture in 2020 launched the Sustainable Food Garden or Pekarangan Pangan Lestari (P2L) activity which aimed to increased availability, accessibility, and utilization of food. The success of P2L activities was determined by the participation of farmer women’s group members or Kelompok Wanita Tani (KWT) members in these activities. The objectives of the study were to: (1) Describing the participation of farmer women’s group members in P2L activities, and (2) Describing the effect of farmer women’s group members participation in P2L activities on household food resilience.This research was carried out with 6 KWT samples of beneficiaries of P2L activities in 2020 in Gunungkidul Regency which were taken by stratified cluster sampling. Primary data collection was done by direct interviews using a questionnaire to 138 respondents from KWT members taken by random sampling from 6 KWT samples. Data analysis had been done by using descriptive statistic and simple linear regression.The results showed that KWT members often and very often participated of attendance, but KWT members never and rarely participated of money and new ideas in P2L activities. The results of simple linear regression analysis showed that the participation of KWT members had a significant effect on household food resilience, namely the more often the participation of KWT members in P2L activities, the household food resilience of KWT members increases.
Peran Dinas Perikanan Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga Nelayan (Studi Pada Kampung Nelayan Di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku) Zarita Kaulika Rumarey Wattimena; Rustadi Rustadi; Suadi Suadi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.72773

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyzed the role of  Department of Fishery of Seram Bagian Timur Regency  using the Siagian theory in 2003, through 5 role indicators namely the role of stabilizer, innovator, modernizr, pioneer and implementer as well as the implications of the role of the service on the economic resilience of fishermen's families which included: place of residence (home ownership) , income, education costs and health insurance in Bula Fisherman's Village SBT Regency.This research was a qualitative descriptive study, with data collection techniques using qualitative methods with samples of 6 informants from the officers in the Fisheries Services and 5 fishers informants representing 3 fish farmer groups. The data collection techniques used were (1) observation (2) interviews, and (3) documentation with data analysis techniques through qualitative description analysis which drew conclusions analytically through the stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results of the study indicated that Department of Fishery of SBT Regency had not carried out its main duties and functions optimally. The limitations of its implementation, both the role and implementation of policies, were still hampered by a number of factors, namely budget constraints, low quality of human resources, government policies and inadequate facilities and infrastructure. So, that the local governments had not been effective in managing and utilizing fishery resources. The implication of the role of Office of Fishery of SBT in empowering fishermen showed that it still had not had a positive influence on the economic condition of the fishermen's families, most of the fishing families had family economic resilience that was included in the less resilient category, namely there were still many family of fisherman who lived in poverty. In order to supporedt the success of the role of the Department of Fisheries, a number of supporting factors were needed that could encourage the regional economy through marine and fisheries-based regional development, namely fishery resources, human resources and government policies (budget).

Page 1 of 45 | Total Record : 450


Filter by Year

1996 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue