cover
Contact Name
Zaffril Syam
Contact Email
zaffril.syam@uin-suska.ac.id
Phone
+6282385365000
Journal Mail Official
imam.hanafi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama
ISSN : 20860315     EISSN : 24071595     DOI : https://doi.org/10.24014/trs.v12i2.13542
Core Subject : Religion,
Jurnal Toleransi mempublikasikan hasil-hasil penelitian, baik hasil kajian lapangan maupun kepustakaan. Fokus utama Jurnal Toleransi meliputi: Relasi antar dan intern umat beragama; Pluralisme; Multikulturalisme; Hubungan antar etnik.
Articles 177 Documents
PENERAPAN NILAI–NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL QUR’AN DI KABUPATEN SIAK Syukran Wahib
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10627

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan bahwa di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, pada dasarnya sudah mengembangkan nilai-nilai tasâmuh. Namun demikian, pada konteks materi pembelajaran, masih ada beberapa materi ajar yang bisa mengarah kepada prilaku tidak toleran. Terdapat beberapa poin penting terkait nilai-nilai toleransi ini,  Pertama, penerapan nilai-nilai Pendidikan Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak adalah (1) dilakukan dalam kehidupan sehari-hari santri, (2) dilaksanakan melalui proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yaitu pembelajaran aktif dan dialogis. (3) dilaksanakan melalui beberapa materi pendidikan Agama Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an tersebut. Kedua, Faktor Pendukung Penerapan Nilai-Nilai Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an adalah (1) adanya kesadaran dari seluruh warga santri dan penduduk setempat. (2) proses interaksi yang dilakukan oleh masyarakat Seminai Kecamatan Keririnci Kanan Kabupten Siak dan juga komunikasi yang baik dalam pergaulan sehari-hari, dan (3) peran pemerintah yang sangat mendukung terjadinya kerukunan di Desa  Seminai Kecamatan Keririnci Kanan Kabupten Siak melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh  Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Kabupaten Siak. Ketiga, Faktor Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an adalah adanya perbedaan paham dan perbedaan agama di Di Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak.
ISLAM DAN POLITIK DI BRUNEI DARUSSALAM (Suatu Tinjauan Sosio-Historis) Abd. Ghofur
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 7, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v7i1.1421

Abstract

Brunei Darussalam sebuah negara kecil yang terletak di kawasan ASEAN tepatnya di Barat Daya Pulau Borneo (Sabah). Luas wilayahnya ±5.765 Km2 dengan ibu kota Bandar Sri Begawan. Sistem pemerintahan Brunei menggunakan sistem Monarki absolut, berdasar hukum Islam dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasehat Kesultanan dan beberapa Menteri. Filosofi politik Brunei adalah menerapkan secara ketat Ideologi Melayu Islam Beraja (MIB) yang terdiri dari 2 dasar yaitu: pertama, Islam sebagai Guiding Principle, dan kedua Islam sebagai Form of Fortification. Bertumpu Dari dua dasar ini kemudian muncul penanaman nilai-nilai keislaman dalam konteks kenegaraan (pengekalan) dengan tiga konsep, yaitu Mengekalkan Negara Melayu; Mengekalkan Negara Islam (hukum Islam yang bermazhab Syafi’i – dari sisi fiqhnya – dan bermazhab Ahl Sunnah wal Jamaah – dari sisi akidahnya); dan Mengekalkan negara beraja. Hal tersebut menarik untuk ditelaah lebih mendalam tentang Islam dalam hubungannya dengan politik di Brunei Darussalam, dengan tinjauan sosio-historis
Respon Ulama Kontemporer Menanggapi Beberapa Isu dalam Pluralisme Agama di Malaysia Mohamed Sabir Jamaludin; Nik Mohd Zaim Ab Rahim; Mohd Al’ikhsan Ghazali; Azizi Shukri Abdul Shukor
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 5, No 2 (2013): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v5i2.63

Abstract

The issue of religious pluralism cause unrest in the Muslim community in our country. She can wear away the belief that a thin majority of Muslims faith. This paper aims to examine the challenges facing the contemporary scholars the issue of pluralism is increasingly transmitted in Malaysia. This study is a qualitative assessment form. The method used to obtain the data documentation while inductive and deductive methods to analyze the data before formulating conclusions rather than facts presented. There are various issues that is apostasy and conversion of religion, interfaith love, celebrations and religious rituals together, use the sentence of Allah by non- Muslims, Muslim community leaders half a tendency to bring messeage pluralism in their speech, whether they realize it contains elements of pluralism or vice versa. Precisely, the contemporary scholars should always be sensitive, responsive in identifying issues that touch of religious pluralism, either express or implied. Strictly speaking, they are very concern and dexterity required to handle it wisely and will demonstrate their ability to meet the challenges of the times.
KERUKUNAN UMAT MELALUI INSTRUMENT EKONOMI SYARIAH DALAM PEMBENTUKAN TRANSFORMASI MASYARAKAT Syahpawi Syahpawi
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 2, No 1 (2010): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v2i1.427

Abstract

This article talks about reconciliation of people /through economic instrument of syari'ah in forming of society transformasi. Failure of conventional system make happened deviation of value of social value and of normative society moral so that that system is assumed to fail in to form reconciliation of people in economic tatanan. For that economic intstrument of syari'ah represent one of the alternatives in forming of society transformation with mudharabah instrument, maal baitul, religious obligatory institute, communal ownership institute, alms and all that.
GERAKAN MUSLIM PROGRESIF PASCA REJIM SUHARTO DI INDONESIA Ahmad Suaedy
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 10, No 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v10i2.7081

Abstract

Di luar tumbuhnya berbagai gerakan Islam radikal dan fundamentalis paska tumbangnya Orde Baru, muncul pula gerakan Muslim progresif. Sebuah gerakan yang mengusung berbagai isu substansial untuk demokrasasi seperti pluralisme dan toleransi, hak-hak perempuan dalam Islam dan keadilan, atau hak-hak asasi manusia pada umumnya. Sebagian mereka tumbuh berkat keterbukaan politik di era reformasi, tetapi sebagian lainnya merupakan penjelmaan dari gerakan underground di era orde baru yang mengusung demokratisasi dengan titik masuk Islam. Kini mereka trerbangun jaringan kerja baik dalam level isu untuk mempertajam dan menggugat konsep-konsep konvesional tentang Islam mengiringi perubahan sosial politik, maupun dalam prkatik politik itu sendiri untuk menjaga sustainabilitas demokrasi. Bagaimanakah jaringan itu terbangun, bagaimana cara kerja mereka, isu apa saja yang mereka usung dan apa kelebihan dan kekuranagnnya, serta bagaimana prospek gerakan ini? Itulah beberapa masalah pokok yang hendak disajikan dalam presentasi ini
SIKAP TOLERANSI BERAGAMA JAMA’AH SALAFI PP. UMAR BIN KHATTAB KEL. DELIMA KEC. TAMPAN PEKANBARU TERHADAP JAMA’AH MUSLIM LAINNYA Suja’i Sarifandi
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 6, No 2 (2014): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v6i2.904

Abstract

Kehadiran gerakan Salafi di Kota Pekanbaru dan berbagai negeri di Indonesia mempunyai sejumlah nilai positif dalam perkembangan dakwah Islam, terutama dalam bentuk upaya menghidupkan Sunnah. Gerakan Islam Salafi telah tumbuh dan berkembang di Kota Pekanbaru, ditandai dengan berdirinya Pondok Pesantren al-Furqan di Jalan Duyung dan Pondok Pesantren Umar bin Khattab Jalan Delima Tampan. Namun, sangat disayangkan ketika sebagian kalangan komunitas Salafi mengaku diri sebagai Salafi sejati, lalu memaksa orang yang tidak sepaham untuk mengikuti pendapat mereka hingga dalam masalah-masalah yang sebenarnya bersifat ijtihâdiyah. Dengan keyakinan ini maka salafi merasa dirinya paling benar, sedangkan ulama/ golongan lain selalu salah, sesat dan bid’ah. Apakah Jama’ah Salafi Jama’ah Salafi Pondok Pesantren Umar bin Khattab Kelurahan Delima Pekanbaru lebih bersikap toleran terhadap Jama’ah Muslim lainnya di lingkungan sekitar. Tulisan ini mencoba mengungkap tentang masalah tersebut
REVITALISASI KEARIFAN LOKAL MELAYU DALAM MENJAGA HARMONISASI LINGKUNGAN HIDUP Husni Thamrin
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 6, No 1 (2014): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v6i1.899

Abstract

Persoalan lingkungan hidup dari hari ke hari semakin komplek.Dewasa ini dagradasi lingkungan hidup semakin meningkat. Umat manusia semakin terancam dan merasa tidak nyaman lagi dalam kehidupannya. Faktor penyebab semua ini adalah sebagi akibat ulah prilaku manusia yang serakah, kapitalistik dan antropocentik. Padahal bangsa kita mempunyai kearifan lokal yang sangat mapan dalam menjaga harmonisasi lingkungan. Orang Melayu mempunyai tradisi yang kuat dalam menjaga keharmonisan lingkungan, Hal ini dapat dilihat pada petatah petitih, syair, tunjuk ajar ,norma, prilaku dan sikap dalam menjaga lingkungan. Namun nilai-nilai dan prilaku tersebut sebagian besar tercabut dari akar budayanya, maka perlu direvitalisasi dalam penyelamatan lingkungan dan kelangsungan umat manusia di muka bumi
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Sri Mawarti
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 9, No 1 (2017): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v9i1.4324

Abstract

Toleransi merupakan satu sikap dalam menghargai perbedaan dan kerja sama untuk mencapai cita-cita mulia dalam bingkai keberagaman. Dalam pendidikan Agama Islam, Pendidikan toleransi adalah tercermin pada 4 (empat) isu pokok yang dipandang sebagai dasar pendidikan toleransi, yaitu : Pertama, kesatuan dalam aspek ketuhanan dan pesan-Nya (wahyu); Kedua, kesatuan kenabian; Ketiga, tidak ada paksaan dalam beragama; dan Keempat, pengakuan terhadap eksistensi agama lain. Namun demikian, dalam proses pelajaran Agama Islam dapat diperoleh suatu gambaran bahwa implementasi pendidikan agama Islam, jika dilihat dari segi materi yang termuat dalam buku ajar Al- Qur’an Hadits dan Fiqih, belum sepenuhnya mencerminkan visi toleransi
KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA; Telaah atas Piagam Madinah dan Relevansinya bagi Indonesia Abu Bakar; Hurmain Hurmain
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i2.2479

Abstract

Kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya sudah diatur secara baik. Berbagai aturan sudah diterbitkan oleh pemerintah dalam upaya merealisasikannya. Setelah mengkaji lebih mendalam, bahwa aturan-aturan tentang kerukunan umat beragama di Indonesia tidak jauh berbeda dengan aturan yang tertuang dalam Piagam Madinah. Andai kata ditemukan akhirnya berbagai konflik antar umat beragama di Indonesia, hal tersebut tidak terkait dengan masalah agama semata, melainkan sudah ditunggangi oleh berbagai kepentingan, terutama kepentingan politik dan kepentingan lainnya
Internalisasi Nilai Islam Dan Tamadun Melayu Terhadap Perilaku Sosial Orang Melayu Riau Ellya Roza
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 6, No 1 (2014): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v6i1.894

Abstract

Tamadun Melayu sering disinonimkan dengan Islam. Ia bagaikan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan karena orang Melayu sudah lama menganut agama Islam. Alam Melayu adalah kawasan yang menerima pengaruh Hindu dan Buddha akan tetapi dengan kedatangan Islam ia telah berjaya merubah kawasan ini kepada pusat perkembangan Islam sehingga dikatakan kebangkitan tamadun Melayu ini sejalan dengan berkembangnya Islam di Nusantara. Islam di Alam Melayu sebenarnya berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan melalui berbagai peristiwa. Hubungan Islam dengan orang Melayu menarik perhatian pihak bangsa luar dan timbul perasaan iri hati terhadap kemakmuran orang Islam sehingga bangsa Eropah datang memasuki kawasan Nusantara guna mengambil kekayaan alamnya. Sistem sosial masyarakat Nusantara sebelum kedatangan Islam dipengaruhi oleh sistem kasta Hindu yang melahirkan dua kelompok yang sangat jauh berbeda. Perbedaan tersebut sangat menentukan status sosial masyarakat dan perbedaan inilah yang terkikis habis dengan kedatangan Islam yang mengajarkan bahwa manusia itu sama dan yang membedakannya adalah iman. Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini melihat sejauh mana implementasinya terhadap perilaku sosial masyarakat Melayu Riau pada waktu sekarang

Page 1 of 18 | Total Record : 177