cover
Contact Name
Yogi Kuncoro Adi
Contact Email
pedagogi@uniku.ac.id
Phone
+6282323239779
Journal Mail Official
pedagogi@uniku.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan Jl. Cut Nyak Dien No. 36A Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, 45513
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogi : Jurnal Penelitian Pendidikan
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 24074837     EISSN : 26141728     DOI : https://doi.org/10.25134/pedagogi.v7i1
Core Subject : Education,
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan (P-ISSN 2407-4837, E-ISSN 2614-1728) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan (PGSD FKIP UNIKU), Indonesia. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (Mei & November) sebagai media diseminasi hasil penelitian akademisi dan praktisi pendidikan dasar. Kami mengundang penulis untuk men-submit karya ilmiah di bidang pendidikan dasar yang belum pernah diterbitkan atau tidak sedang ditinjau oleh jurnal lain. Ruang lingkup jurnal ini adalah artikel dari penelitian yang berkaitan dengan pendidikan dasar termasuk strategi pembelajaran, media pembelajaran, kurikulum dan pembelajaran, manajemen pembelajaran dan/atau pendidikan, evaluasi pembelajaran, dan bimbingan konseling di sekolah dasar.
Articles 129 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENYIMPANGAN SOSIAL DI KELAS VIII Dedeh Karwati
Pedagogi Vol 3, No 2 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.902 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i2.1164

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPS yang dicapai siswa bersumber pada kinerja guru dan aktivitas siswa, antara lain: dalam mengajarkan materi kebanyakan guru melibatkan kegiatan menghafalkan tanpa berpikir; dalam penilaian terdapat penekanan pada ujian menilai hafalan, sehingga siswa tidak mampu berbuat, dan tidak mampu memecahkan masalah-masalah; guru kurang berhasil mengelola pembelajaran karena lemah dalam menguasai materi dan lemah dalam menggunakan pendekatan pembelajaran. Hal ini tampak dari suasana kelas yang tegang dan membosankan, guru sibuk menyampaikan materi tanpa mengontrol siswanya paham atau tidak. Guru dalam menyelenggarakan pembelajaran nampak monoton atau tidak melakukan variasi-variasi. Salah satu upaya untuk mengubah kondisi di atas dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa siswa, yakni dengan penerapan model pembelajaran reciprocal teaching. Reciprocal teaching merupakan suatu pendekatan pengajaran yang bercirikan praktek terbimbing dalam menerapkan strategi-strategi sederhana dan konkret terhadap tugas pemahaman bacaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan disain penelitian yang digunakan yaitu model Kemmis dan Mc Taggart (1993) yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan (siklus spiral) meliputi tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah  lembar observasi, catatan lapangan, lembar wawancara, dan tes. penerapan model pembelajaran reciprocal teaching dalam penelitian ini memberikan dampak yang cukup baik bagi siswa, yaitu meningkatnya proses dan hasil belajar siswa pada pembelajaran penyimpangan sosial. Hal ini dapat dilihat pada hasil tes akhir yang diperoleh siswa. Hasil tes akhir pada siklus I, nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 74,5, dan pada siklus II nilai rata-rata yang dicapai siswa sebesar 89,2 serta persentase ketuntasan belajar kelas mencapai 100%. Penerapan model pembelajaran reciprocal teaching juga dapat meningkatkan aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini terlihat dalam setiap siklus aspek-aspek yang diamati pada aktivitas siswa menunjukkan perubahan yang meningkat menjadi lebih baik. Peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran dapat dilihat dari persentase yang berkategori baik, pada siklus I sebesar 10%, dan pada siklus II sebesar 70%. Kemudian untuk kinerja guru, dalam pelaksanaan siklus I, kinerja guru sudah mencapai target dengan tingkat ketercapaian 81,5% yang termasuk pada kriteria baik, dan pada pelaksanaan siklus II, kinerja guru semakin meningkat dengan tingkat ketercapaian 96,3%. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah bahwa penerapan model pembelajaran reciprocal teaching pada pembelajaran penyimpangan sosial dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan pemahaman siswa.Kata Kunci; Reciprocal Teaching
PENGGUNAAN PENDEKATAN KOOPERATIF LEARNING TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP TENTANG MATERI GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IX I SMP NEGERI 3 KUNINGAN Uum Purwaningsih
Pedagogi Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.931 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v5i1.1582

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa yang hnaya sekitar 40 % siswa yang dapat mecapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk  Meningkatkan Pemahaman Konsep Tentang Materi Globalisasi Pada Siswa Kelas IX I SMP Negeri 3 Kuningan Tahun 2015 dengan menggunakan  Pendekatan Kooperatif Learning Tipe Stad dapat meningkat. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kuningan sebanyak 39 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas sebanyakduaputaran. Setiapputaranterdiridariempattahapyaitu: rancangan, kegiatandanpengamatan, refleksi, danrefisi. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan instrumen penelitian berupa observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwapenggunaan  pendekatan kooperatif learning TIPE STADdapat meningkatkan pemahaman konsep tentang materi globalisasi pada siswa kelas IX I SMP Negeri 3 Kuningan Tahun 2015. Hal ini terlihat dari sikluske – 1 diperolehnilai rata – rata sebesar 73,18 danketuntasabelajarsebesar 43,59 %, berdasarkan indicator keberhasilanperolehantersebuttermasukpadakategoriberhasil.Padasikluske – 2 diperolehnilai rata – rata sebsesar 80,82. Berdasarkan indicator keberhasilanperolehantersebuttermasukkategorisangatberhasil,  sedangkanketuntasanbelajardicapai 84,62%. Termasukkategorisangatberhasil. Kata Kunci : Kooperatif Learning Tipe STAD, Pemahaman Konsep, Globalisasi 
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENGGUNAAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP) SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 CILOA Cece Hasan Amarudin
Pedagogi Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.055 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v6i1.1899

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) ini Berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Melalui Penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Ciloa”. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas VI SD Negeri 2 Ciloa melalui penggunaan pendekatan keterampilan proses (PKP). Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Ciloa Kabupaten Kuningan tahun ajaran 2018/2019 pada mata pelajaran IPA. Jumlah siswa sebanyak 42 orang siswa, terdiri dari 28 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) pengamatan tindakan; dan (d) refleksi. Hasil penelititian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata 61,66 pada siklus I pertemuan 1, menjadi 69,28 pada siklus I pertemuan 2, 74,52 pada siklus II pertemuan 1 dan menjadi 82,61 pada siklus II pertemuan 2. Sementara dari prosesntasi ketuntasan terjadi peningkatan dari 11,90% pada siklus I pertemuan 1, menjadi 35,71% pada siklus I pertemuan 2, 57,14% pada siklus II pertemuan 1 menjadi 80,95% pada siklus II pertemuan 2. Dari hasil di atas, maka nilai dan prosentase ketuntasan selalu mengalami kenaikan pada setiap siklusnya, baik pertumuan 1 maupun pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan keterampilan proses (PKP) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas VI SD Negeri 2 Ciloa.Kata kunci: Hasil Belajar, Pendekatan Keterampilan Proses (PKP), IPA
PENERAPAN PENDEKATAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 RAGAWACANA Siti Rodiah
Pedagogi Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.134 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v5i2.1591

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan interaktif untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA di SDN 2 Ragawacana. Jenis  penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus.  Hasil penelitian pada siklus 1 adalah Hasil tes evaluasi Siklus I pertemuan 1 memperoleh rata-rata kelas sebesar 59,42, prosentase ketuntasan sebesar 25,71%, sedangakan pada pertemuan 2 rata-rata kelas sebesar 67,71 dan prosentase ketuntasan sebesar 62,85%.  Sedangkan untuk siklus ke 2 Hasil penelitian  pada siklus II pertemuan 1, diperoleh  rata-rata kelas sebesar  72,57 dengan prosentase ketuntasan sebesar 68,57%, pada pertemuan 2 rata-rata kelas sebesar 85,45 dengan prosentase ketuntasan sebesar 85,71%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan  interaktif dapat meningkatkan prestasi belajar. Kata Kunci: Pendekatan Interaktif, Prestasi Belaja
PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PADA METODE DISCOVERY LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PENGUKURAN VOLUME BANGUN RUANG KUBUS DAN BALOK PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KADUGEDE III Neni Triani
Pedagogi Vol 3, No 2 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.362 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i2.1173

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada Metode Discovery Learning dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep pengukuran volume kubus dan balok pada siswa kelas V SD Negeri Kadugede III semester I tahun pelajaran 2012/2013 setelah melalui Metode Discovery Learning. Prosedur peneilitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis data kualitatif model pembelajaran dianalisis menggunakan analisis deskritif kualitatif dengan membandingkan siklus I dan siklus ke II dan siklus III sedangkan data yang berupa angka (kuantitatif) dari hasil belajar siswa dianalisis menggunakan deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus 1 dan nilai tes siklus II dan tes siklus III kemudian direfleksi. Hasil penelitian melalui menghitung volume kubus dan balok melalui pembelajaran yang Berorientasi pada Metode Discovery Learning dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Pengukuran Volume Bangun Ruang Kubus dan Balok Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri  Kadugede III Tahun Pelajaran 2012/2013 meningkat.Kata Kunci : upaya meningkatkan, pemahaman konsep,  pengukuran volume kubus dan balok,  metode discovery learning
FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR Sri Ratnawati
Pedagogi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.808 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v4i2.1087

Abstract

Learning disorders atau kesulitan belajar pada anak  sangat erat kaitannya dengan pencapaian hasil belajar atau akademik siswa dan juga aktifitas sehari- hari. Anak yang mengalami kesulitan belajar adalah yang memiliki gangguan satu atau lebih dari proses dasar yang mencakup pemahaman penggunaan bahasa lisan atau tulisan, gangguan tersebut mungkin menampakkan diri dalam bentuk kemampuan yang tidak sempurna dalam mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis , mengeja, atau menghitung. Ciri ciri anak yang sulit memusatkan perhatian biasanya ceroboh, sulit berkonsentrasi, seperti tidak mendengarkan bila diajak bicara, gagal menyeselaikan tugas, sulit mengatur aktivitas menghindari tugas yang memerlukan pemikiran kehilangan barang- barang, perhatian mudah teralih,dan pelupa Fenomena kesulitan belajar pada seorang anak biasanya tampak jelas dari menurunnya prestasi akademik atau hasil belajarnya. Namun, kesulitan belajar juga dapat dibuktikan dengan munculnya kelainan perilaku(misbehavior)anak seperti kesukaan berteriak di dalam kelas, mengusik teman, berkelahi, dan sering tidak masuk sekolah atau gemar membolos.  Kata Kunci; Kesulitan Belajar
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA DALAM MENYIMPULKAN ISI BACAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT Tuti Siti Nurhayati
Pedagogi Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.835 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v6i2.2334

Abstract

Capaian hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang dari KKM, khususnya pada materi membaca berita. Pembelajaran membaca berita dimungkinkan dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran Cooperative Script. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelas VIII-G SMP Negeri 3 Kuningan Semester I Tahun pelajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca berita dengan baik dan benar sesuai dengan EYD dan menyebutkan unsur-unsur berita, fakta serta karakteristik dapat menjawab 75% dari pertanyaan di Kelas VIII SMP Negeri 3 Kuningan.Kata Kunci: bahasa; membaca berita; cooperative script
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN POLA GERAK DASAR MANIPULATIF MELALUI METODE PERMAINAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 1 PURWAWINANGUN Diah Nuratin
Pedagogi Vol 3, No 1 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.445 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i1.1183

Abstract

Abdullah, Arma. Dan Agus Manaji, 1994. Dasar – Dasar Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depertemen Pendidikan Dan Kebudayaan.Ahiri dan Hafid, 2011. Evaluasi Pembelajaran dalam Konteks KTSP. Bandung: HumanioraAip Syarifudin, 1992. Atletik. Jakarta: Depertemen Penelitian dan Kebudayan.Bustami, 2011. Penjaminan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Akseptabilitasnya. Jakarta : Erlangga.Depdiknas, 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.Depdiknas, 2003. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD/MI. (Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan). Jakarta : DepdiknasEddy Purnomo, 2007. Dasar – Dasar Gerak Atletik. Yogyakarta: AlfamediaPedagogi Jurnal Penelitian Pendidikan Volume03 No 01 Mei 2016Hibama S Rahman, 2002. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Galah.Husdarta dan Saputra, 2010. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: AlfabetIsnaini dan Suranto, 2010. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti PPTKKosasih Djahiri, 1992. Dasar-Dasar Metodologi Pengajaran. Bandung : Jurusan PMPKN. Lab PMPKN. FPIPS IKIP.Mashar, Ali, M., 2010. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan XI.Muhajir, 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: YudistiraNadisah, 1992. Pengembangan Kurikulum Pendidikan jasmani dan Kesehatan. Jakarta: DepdikbudNasir Rosyidi, 1983. Pedoman Olahraga. Solo: Tiga SerangkaiRusli Ibrahim, 2000. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo PersadaRusli Lutan, 1998. Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Penjaskes. Jakarta: DepdikbudSuherman, 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.Sukintaka, dkk., 2000. Permainan dan Metodik untuk SGO . Bandung: Remaja Karya Offset.Suryosubroto, 2004. Manejemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka. CiptaTedjasaputra, Maykes, 2007. Bermain, Mainan dan Permainan. Jakarta : GrasindoUndang, Gunawan, 2008. Teknik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung. Sayagatama.Yoyo Bahagia, 2011. Pembelajaran Pendidikan Jasmani untuk SD. Bandung : UPI
PENERAPAN PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING (AL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNALAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VI SDN CIPASUNG Dewi Kusumawati
Pedagogi Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.746 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v4i1.1112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan accelerated learning dalam meningkatkan kemampuan bernalar pada pembelajaran matematika siswa kelas V SDN Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2015/2016. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan bernalar siswa kelas V SDN Cipasung dan bagaimana upaya untuk mengatasi permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui penerapan pendekatan accelerated learning dapat meningkatkan kemampuan bernalar dalam proses pembalajaran matematika dan mengetahui dampak dari penerapan pendekatan accelerated learning.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan 2 siklus. Terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi pada setiap siklusnya. Subyek penelitian adalah siswa kelas V C SDN Cipasung tahun 2015/2016 berjumlah 22 orang siswa terdiri atas 13 putra dan 9 perempuan. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi untuk mengetahui tingkat kemampuan bernalar siswa dan metode tes untuk mengetahui tingkat kemampuan keberhasilan dalam proses pembelajaran Matematika. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis deskrptif  Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model accelerated learning dapat meningkatkan kemampuan bernalar dalam proses pembelajaran matematika siswa kelas V C SDN Cipasung dari siklus I sebesar 22% dengan kategori sangat baik (SB) menjadi 95,5% pada siklus II dengan kategori sangat baik (SB). Dengan demikian penelitian ini dapat dikatakan telah berhasil pada siklus  II karena memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu presentase rata-rata kemampuan bernalar siswa telah mencapai kriteria sangat baik .mencapai rentang 80% - 100%.Kata kunci : Pendekatan Accelerated Learning, Kemampuan Bernalar.
PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI PAJAMBON Suryani Suryani
Pedagogi Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.712 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v6i1.1893

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) ini Berjudul ”Penggunaan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Menentukan KPK dan FPBSiswa Kelas IV A SD Negeri Pajambon”. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan prestasibelajar menentukan KPK dan FPB siswa kelas IV A SD Negeri Pajambonmelalui penggunaan metode kooperatif tipe jigsaw. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri Pajambon Kabupaten Kuningan tahun 2018 pada pembelajaran menentukan KPK dan FPB. Jumlah siswa sebanyak 20 orang, terdiri dari 9 orang laki-laki dan11 orang perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) pengamatan tindakan; dan (d) refleksi.Hasil dari tes siklus I pertemuan 1 memperoleh rata-rata kelas sebesar 59,5 dengan prosentase ketuntasan sebesar 25%. Hasil penelitian siklus I pertemuan 2 memperoleh rata-rata kelas sebesar 66 dan prosentase ketuntasan sebesar 40%. Sedangkan hasil penelitian pada Siklus II pertemuan 1, diperoleh rata-rata kelas sebesar 71 dengan prosentase ketuntasan sebesar 50%, siklus II pertemuan 2 diperoleh rata-rata kelas sebesar 84 dengan prosentase ketuntasan sebesar 85%.Dari hasil di atas, maka nilai dan prosentase ketuntasan selalu mengalami kenaikan pada setiap siklusnya, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar menentukan KPK dan FPB siswa kelas IV A SD Negeri Pajambon.Kata kunci: Prestasi Belajar, Metode Kooperatif Tipe Jigsaw, KPK dan FPB

Page 1 of 13 | Total Record : 129