cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami´ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Jamiah, a journal of Islamic Studies published by Al-Jami'ah Research Centre of State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta since 1962, can be said as the oldest academic journal dealing with the theme in South East Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, and many more. In the beginning the journal only served as a scholarly forum for the lecturers and professors at the State Institute of Islamic Studies. However, due to the later development with a broader readership, the journal has successfully invited scholars and researchers outside the Institute to contribute. Thus, Indonesian and non-Indonesian scholars have enriched the studies published in the journal. Although not from the beginning Al-Jamiah presents highly qualified scholarly articles, improvement—in terms format, style, and academic quality—never ceases. Now with articles written in Arabic and English and with the fair procedure of peer-review, Al-Jamiah continues publishing researches and studies pertinent to Islamic studies with various dimensions and approaches.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 44, No 2 (2006)" : 16 Documents clear
Islamic Knowledge Classification Scheme in Islamic Countries’ Libraries Arianto, M. Solihin
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.295-323

Abstract

Beberapa sarjana Muslim pada periode Islam awal telah mencurahkan perhatian yang cukup besar dalam pengklasifikasian ilmu pengetahuan dengan tujuan mengorganisasikan pengetahuan yang dapat ditransmisikan dengan cara sistemik kepada generasi berikutnya. Upaya pengklasifikasian pengetahuan ini semestinya memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam lingkungan perpustakaan atau pusat informasi Islam, terutama untuk menempatkan disiplin pengetahuan tertentu atas sebuah dokumen dari seluruh organisasi pengetahuan yang ada. Di sisi lain, skema klasifikasi pengetahuan yang dihasilkan sarjana-sarjana Barat seperti DDC, LCC, dan UDC telah mendominasi lembaga-lembaga informasi di seluruh dunia termasuk negara-negara Islam. Bagaimanapun, akhirnya disadari bahwa skema-skema klasifikasi tersebut tidak memuaskan institusi-institusi informasi Islam karena mempunyai beberapa kelemahan dan perlakuan yang kurang memadai untuk mengorganisasikan dokumen-dokumen dalam bidang studi keislaman. Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini berusaha mengkaji berbagai upaya yang telah dilakukan perpustakaan-perpustakaan beberapa negara Islam seperti Arab Saudi, Iran, Pakistan, Indonesia, dan Malaysia dalam mengembangkan skema klasifikasi pengetahuan Islam. Di samping itu, berbagai problem dan tantangan ke depan yang dihadapi perpustakaan-perpustakaan tersebut sebagai akibat sistem klasifikasi Islam yang diterapkan secara berbeda antara satu negara dengan lainnya juga dibahas dalam artikel ini.
Religious ADR: Mediation in Islamic Family Law Tradition Lukito, Ratno
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.325-346

Abstract

Mediasi adalah salah satu metode resolusi konflik yang banyak menjadi kajian dalam studi Alternative Dispute Resolution (ADR), atau Resolusi Konflik Alternatif). Kelebihan dari teori ini terletak pada metodenya yang sepenuhnya menyerahkan proses resolusi tersebut kepada para pihak yang sedang konflik. Mediator dengan demikian sekadar memfasilitasi proses resolusi tersebut agar berjalan dengan baik. Keputusan akhir tetap berada pada para pihak yang berkonflik. Namun begitu, selama ini kajian mengenai mediasi ini tidak pernah melibatkan nilai-nilai agama. Sistem ilmu mengenai hal ini lahir dari masyarakat sekuler sehingga dilihat sebagai subjek yang terpisah dari kajian agama. Penulis berpendapat bahwa sejatinya banyak nilai-nilai yang sudah ditawarkan oleh agama terkait mediasi ini. Islam sebagai contoh telah menawarkan metode mediasi sebagai salah satu sarana dalam pencapaian perdamaian, khususnya dalam hal konflik keluarga. Dalam tulisan ini penulis mendeskripsikan tentang teori umum mediasi dalam sistem keilmuan ADR dan kemudian menghubungkannya dengan tradisi mediasi dalam masyarakat Islam yang diambil dari Quran 4:35. Dalam argumentasinya penulis mengemukakan bahwa interpretasi terhadap ayat tersebut dengan menggunakan teori-teori mediasi modern sangat penting untuk dilakukan, sehingga implementasi teori mediasi Islam dapat lebih ditingkatkan efektifitasnya.
Editorial: Muslim Scholars towards Western Interdisciplinary Approach
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.vii-viii

Abstract

It could be spoken up that ulama of classical and medieval ages carried out interdisciplinary approaches in dealing with difficulties they had encountered in understanding Islamic texts or teachings. This could be indicated from a number of the ulama who possessed not only one expertise but more, such as an Arabic linguist who was also expert both in Islamic jurisprudence, quranic exegesis and Muhammadan tradition. Therefore, it was common sense that when they were interpreting quranic verses they not only exercised other quranic verses or Muhammadan tradition but also the Arabic linguistic or Islamic jurisprudence to catch the meaning of the verses they had been interpreting. However, in the recent era have occurred a lot of facts showing that Muslim scholars have exercised approaches of Western scholars. This is not a fault of them but their progressiveness and creativity to reach on what the ulama did not produce yet. Nevertheless, rarely would the Muslim scholars like to back their Islamic disciplines with braches of knowledge found by Western scholars significantly beneficial for the development of Islamic knowledge. Only those who have realized that to deal with the Western approaches is a necessity would like to do it.
Membangun Fikih yang Berorientasi Sosial: Dialektika Fikih dengan Realitas Empirik Masyarakat Zubaedi, Z.
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.429-452

Abstract

The present article describes thoughts of what recently called as “social fiqh”, which its substance is an attempt to change qawly paradigm (namely following the sayings of scholars) to manhajy paradigm (following the methodology of scholars). The rise of such idea much concerns with formalistic and legalistic trends of common classical fiqh. The formalistic and legalistic approach to fiqh has encouraged people to manipulate the fiqh and make it separated from ethics as its philosophical base. As the consequence, fiqh becomes rigid and looses its power to provide society with truly effective rules. An epistemological remedy is necessary to break down the rigidity of fiqh and make it powerful to solve social problem.
Spirituality Amidst the Uproar of Modernity: the Ritual of Dhikr and its Meanings among Members of Naqshbandy Sufi Order in Western Europe Asfa, Widiyanto
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.251-274

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk menelaah ritual dhikr dan maknanya di kalangan jamaah Naqshabandy di Eropa. Artikel ini tidak hanya mengungkapkan hasil pengamatan semata, tetapi juga mencatat ekspresi pengalaman jamaah sufi dengan bahasa mereka sendiri. Dengan demikian, diharapkan tradisi sufi tidak hanya dipahami sebagai fenomena sosial biasa, tetapi lebih sebagai tradisi yang terus hidup dan berkembang dalam masyarakat. Pada dasarnya, Naqshabandy adalah aliran sufi yang mengutamakan ketenangan dalam menapak jalan menuju Tuhan. Dhikir bagi jamaah Naqshabandy mengandung berbagai makna, baik yang abstrak maupun yang praktis. Sejarah juga telah mencatat keterlibatan kaum sufi, termasuk Naqshabandy, dalam persoalan politik dan ekonomi. Ini akan terus berlanjut bila situasi dan kecenderungan kelompok sufi mendukung ke arah tersebut sehingga tidak hanya terkait dengan persoalan spiritual, tetapi juga jaringan ekonomi dan politik.
Karakteristik Hubungan Muhammadiyah dan NU dalam Menggunakan Hisab dan Rukyat Azhari, Susiknan
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.453-485

Abstract

This article studies the matter of ḥisāb and ru’ya, particularly conducted by the following two extremely well-known socio-religious organizations, NU and Muhammadiyah. The reason for this choice is that the two for most of Indonesian people is the symbol of difference, even, of dissension among its Muslims referring to the thought of lunar calendar in Indonesia. The choice and the usage of the two matters frequently take place to determine the beginning of Ramaḍān, Shawwāl, and Dhū’l-Ḥijja in spite of the others. Therefore, it is necessary to deal with how the relation between NU and Muhammadiyah is due to the matters. To find out the answer for the inquiry theoretical framework developed by Ian G. Barbour i.e.: Conflict, Independent, Dialogue and Integration will be exercised.
Ethnicity-Based Religiousity: Multi-Faceted Islam in Miami, USA, in the Age of War on Terrorism Muttaqin, Ahmad; Ma’arif, Syamsul
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.275-294

Abstract

Minoritas muslim seringkali menunjukkan perilaku yang ambigu. Satu sisi mereka mendambakan pengakuan dan perlakukan yang tidak diskriminatif dari kalangan mayoritas-non Muslim, namun di sisi lain ada “keengganan” untuk berbaur dengan kelompok mayoritas. Tulisan ini menguraikan dua tipe minoritas Muslim di Miami, Florida, Amerika Serikat, Muslim imigran dan Muslim kelahiran Amerika, serta menjelaskan berbagai faktor keengganan mereka dalam berbaur dengan mayoritas non Muslim. Di antara faktor keengganan tersebut adalah kesulitan mereka mencari rujukan ajaran Islam yang melegitimitasi “etika proaktif ” minoritas terhadap mayoritas, segmentasi etnis, kebangsaan dan paham keagamaan minoritas Muslim, serta beban psikis mereka yang merasa belum sepenuhnya menjadi warga negara Amerika Serikat. Dibandingkan kaum Muslim imigran yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah dan Pakistan, kaum Muslim keturunan Afrika yang lahir di Amerika cenderung lebih terbuka dan aktif berbaur dengan kelompok mayoritas non-Muslim. Sikap ini ternyata berkorelasi positif dengan perlakukan yang mereka peroleh pasca tragedy 9/11. Kelompok pertama merasa selalu menjadi target operasi anti teror pemerintah Amerika, sedangkan kelompok kedua justru menekankan bahwa mereka adalah korban dari terorisme tersebut.
Book Review: Beberapa Tema Reformasi dalam Islam Syamsuddin, Sahiron
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.486-495

Abstract

Buku yang akan diperkenalkan kepada pembaca ini merupakan kumpulan artikel yang memaparkan secara singkat biografi dan pokok-pokok pikiran beberapa pemikir reformis Muslim kontemporer, baik dari kalangan konservatif maupun liberal, dari beberapa negara. Meskipun hanya merupakan preliminary research, buku ini menyajikan informasi-informasi yang sangat menarik dan segar dan tentunya sangat bermanfaat bagi para pembaca yang ingin melakukan penelitian lebih mendalam tentang pemikiran tokoh-tokoh yang disebutkan dalam buku ini. Memuat 19 artikel, buku ini dibagi ke dalam 5 tema besar, yakin (1) wajah Islam di Eropa, (2) konsep demokrasi religius, (3) ruang gerak reformasi syariat, (4) pemahaman rasional terhadap al-Quran, dan (5) aktivisme Islam dalam hal pembelaan terhadap hak asasi manusia dan hak kaum wanita.
Religious ADR: Mediation in Islamic Family Law Tradition Lukito, Ratno
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.325-346

Abstract

Mediasi adalah salah satu metode resolusi konflik yang banyak menjadi kajian dalam studi Alternative Dispute Resolution (ADR), atau Resolusi Konflik Alternatif). Kelebihan dari teori ini terletak pada metodenya yang sepenuhnya menyerahkan proses resolusi tersebut kepada para pihak yang sedang konflik. Mediator dengan demikian sekadar memfasilitasi proses resolusi tersebut agar berjalan dengan baik. Keputusan akhir tetap berada pada para pihak yang berkonflik. Namun begitu, selama ini kajian mengenai mediasi ini tidak pernah melibatkan nilai-nilai agama. Sistem ilmu mengenai hal ini lahir dari masyarakat sekuler sehingga dilihat sebagai subjek yang terpisah dari kajian agama. Penulis berpendapat bahwa sejatinya banyak nilai-nilai yang sudah ditawarkan oleh agama terkait mediasi ini. Islam sebagai contoh telah menawarkan metode mediasi sebagai salah satu sarana dalam pencapaian perdamaian, khususnya dalam hal konflik keluarga. Dalam tulisan ini penulis mendeskripsikan tentang teori umum mediasi dalam sistem keilmuan ADR dan kemudian menghubungkannya dengan tradisi mediasi dalam masyarakat Islam yang diambil dari Quran 4:35. Dalam argumentasinya penulis mengemukakan bahwa interpretasi terhadap ayat tersebut dengan menggunakan teori-teori mediasi modern sangat penting untuk dilakukan, sehingga implementasi teori mediasi Islam dapat lebih ditingkatkan efektifitasnya.
Editorial: Muslim Scholars towards Western Interdisciplinary Approach
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 2 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.442.vii-viii

Abstract

It could be spoken up that ulama of classical and medieval ages carried out interdisciplinary approaches in dealing with difficulties they had encountered in understanding Islamic texts or teachings. This could be indicated from a number of the ulama who possessed not only one expertise but more, such as an Arabic linguist who was also expert both in Islamic jurisprudence, quranic exegesis and Muhammadan tradition. Therefore, it was common sense that when they were interpreting quranic verses they not only exercised other quranic verses or Muhammadan tradition but also the Arabic linguistic or Islamic jurisprudence to catch the meaning of the verses they had been interpreting. However, in the recent era have occurred a lot of facts showing that Muslim scholars have exercised approaches of Western scholars. This is not a fault of them but their progressiveness and creativity to reach on what the ulama did not produce yet. Nevertheless, rarely would the Muslim scholars like to back their Islamic disciplines with braches of knowledge found by Western scholars significantly beneficial for the development of Islamic knowledge. Only those who have realized that to deal with the Western approaches is a necessity would like to do it.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2006 2006