cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami´ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Jamiah, a journal of Islamic Studies published by Al-Jami'ah Research Centre of State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta since 1962, can be said as the oldest academic journal dealing with the theme in South East Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, and many more. In the beginning the journal only served as a scholarly forum for the lecturers and professors at the State Institute of Islamic Studies. However, due to the later development with a broader readership, the journal has successfully invited scholars and researchers outside the Institute to contribute. Thus, Indonesian and non-Indonesian scholars have enriched the studies published in the journal. Although not from the beginning Al-Jamiah presents highly qualified scholarly articles, improvement—in terms format, style, and academic quality—never ceases. Now with articles written in Arabic and English and with the fair procedure of peer-review, Al-Jamiah continues publishing researches and studies pertinent to Islamic studies with various dimensions and approaches.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 41, No 2 (2003)" : 8 Documents clear
Exploring The Life of Hamzah Fansuri a Historical Study Ainur Hadi
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.277-306

Abstract

Ditengah kelangkaan sumber dalam melakukan kajian mengenai Hamzah Fansuri, terdapat beberapa petunjuk -betapapun masih bercerai berai- yang dapat diangkat dari karya sajaknya yang mampu memberikan beberapa informasi yang mampu memberikan beberapa informasi mengenai kehidupan tokoh sastrawan sufi ini. Petunjuk ini juga didukung oleh beberapa sumber sejarah yang ada. Dilahirkan di Barus, Hamzah melakukan perjalanan ke beberapa penjuru dunia Islam dengan tujuan melakukan kajian Islam. Hal ini pada akhirnya membawa beliau menjadi seorang penganut dan arsitek aliran wujudiyyah yang terpenting di Kawasan ini. Hubungannya dengan pusat kekuasaan di Aceh pada saat itu kelihatannya harmonis, namun pada saat yang sama juga kritis terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh para penguasa dan petinggi kerajaan. Hal ini dilakukan demi kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks inilah perhatian diberikan oleh Hamzah secara lebih spesifik, sebagai yang tercermin di dalam berbagai petuah keagamaannya kepada masyarakat -meskipun hal ini dilakukan di bawah panji-panji ajaran wujudiyyah. Adalah concern keagamaan, social dan politik yang tinggi yang ia berikan yang pada gilirannya memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan Hamzah dalam missi keagamaan.
Quo Vadis IAIN Sunan Kalijaga (Upaya Membangun Landasan Awal) Ainurrafiq Dawam
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.341-340

Abstract

 As an Institution of an Islamic higher education, until nowadays IAIN Sunan Kalijaga is still consistent with the study of Islam in the literalistic (wahyiyyah) ways. In the mean time, undeniably, society, knowledge and technology have undergone some significant development. The growth of society, knowledge and technology could not be separated from the development of IAIN itself; the development of IAIN should accommodate to the progress of society, knowledge and technology. However, all above remains idealism for IAIN. In other words, the academic doers of IAIN do not master knowledge and technology yet. This paper is trying to elaborate the fundamental principle of the development of IAIN which covers ideology, epistemology, and the paradigm of Islamic education.
Bank Interest, Pilgrimage, and Modernism Editorial Editorial
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.vii-viii

Abstract

Radikalisme Agama-Agama Abad 21 Afif Muhammad
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.307-340

Abstract

When the world will come to the millennium era, there are some hopes that the world will be more peaceful. However, the phenomena emerged prior to the millennium era is on the other way around. One of the phenomena is the rise of religious radicalism which worsened the political system of the world. Religious radicalism is not only happened in Muslim world, but it also happened to other religious in the west. In the East, Islamic radicalism are occurred due to some factor. First the development of ideological understanding in Muslim society is happened simultaneously with their struggle too free their countries from Western colonialism. Second, normative and textual understanding of Islam developed which disregard the truths from other parts. The third is uprising of the resistant attitude of Muslim in several parts of the world such as Pakistan and Afghanistan, along with the unjust way of behaving of western countries to some Muslim. Meanwhile, religious radicalism in the West was, due, in part, to capitalism and colonialism. In Indonesia, religious radicalism emerged along with the incident of 11 September 2000. Religious conflict and Bali Bombing are several of the religious should try their best to overcome this problem by conducting religious and cultural dialog among them, along with the fair and just attitude among them as well.
Daur al-Lugoh al-Arabīyah fī Takwīn Mufrodāt al-Lugoh al-Indūnīsīyah M Muhaiban
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.423-439

Abstract

Bahasa Arab dan agama Islam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya ibarat ruh dan jasad. Perhatian terhadap Bahasa Arab merupakan salah satu factor penguat bagi agama Islam,dan ketidakpedulian terhadap Bahasa Arabmerupakan factor yang dapat memperlemah agama Islam. Bahasa Arab telah masuk ke Indonesia sejak abad ke delapan Masehi Bersama dengan maksuknya agama Islam melalui para pedagang muslim Gujarat dan Persia. Kontak antara Bahasa Arab dan Bahasa Indorsia yang pada awalnya terjadi melalui dakwah ini  disamping melahirkan hubungan  yang era tantara kedua Bahasa, juga melahirkan proses pemerkayaan Bahasa Indonesia melaui serapan Bahasa Arab. Pada mulanya serapan banyak terjadi pada aspek kosa kata yang terkait dengan istilah keagamaan, akan tetapi pada perkembangannya meluas pada aspek Bahasa yang lain dan meliputi berbagai bidang ilmu.
The Debate on Muslim Family Law Reforms in Indonesia: The Case of Representation of Heirs and Obligatory Bequest’ Euis Nurlaelawati
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.243-275

Abstract

Kebutuhan terhadap pembaharuaan hukum keluarga Islam di Indonesia sudah mulai diartikulasikan sejak tahun 1940-an. Namun, realisasi dari kebutuhan tersebut baru tercapai Ketika Kompilasi hukum Islam melalui Istruksi Presiden disahkan pada tahun 1991. Hasil dari Kerjasama antara Departemen Agama dan Mahkamah Agung yang kemudian diklaim sebagai ijtihad kolektif ‘ulama Indonesia itu disebut dengan baik oleh berbagai kalangan dan dianggap sebagai suatu Langkah besar dalam sejarah perkembangan hukum Islam di Indonesia. Walaupun demikian, beberapa aturan yang termuat dalam kompilasi masih dipertanyakan oleh sejumlah tooh Islam. Aturan yang dipakai untuk menengahi atauran atau adat dan huku Islam mengenai status anak angkat dalam warisan, di mana adat menganggap anak angkat dan juga orang tua angkat sebagai anak dan orang tua asli, sehingga mereka berhak saling mewarisi, sementara hukum Islam menentang praktek kewarisan tersebut, juga diperdebatkan. Aturan ini dianggap berlebihan dan tidak mempunyai dasar yang kuat dalam teks al-Qur’an dan telah menyimpang dari prinsip kewarisan Islam. Artikel ini akan mencoba mendiskusikan perdebatan kedua atauran tersebut dan mencari titik masalah dari perdebatan tersebut.
Menggugat Keakraban Al-Quran Melalui Qira’ah (Syiria-Aramaika) Mohamad Nur Kholis Setiawan
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.441-457

Abstract

Buku Berjudul Die Syro-Aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag Zur Entschlusselung der Koranspache karya sarjana Jerman Bernama samara Christoph Luxenberg menjadi bahan kontroversial, tidak saja di negara-negara Muslim, melainkan juga dinegara tempat ia berasal. Semula banyak penerbit akademik Jerman tidak mau mempublish karya ini khawatir akan reaksi bernada marah dari kalangan Muslim. Hal ini bisa dimengerti, sebab buku setebal 311 halaman plus ix halaman pengantar merupakan ‘pukulan’ bagi kajian teologi Islam yang selama ini telah mapan dan banyak dipahami oleh Islamisis Barat.
Isa and Jesus: A Comparison of the Life of The Prophet Isa in the Qur'an and Christ in the New Testament David A Splawd
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 41, No 2 (2003)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2003.412.223-241

Abstract

Nabi Isa merupakan tokoh yang sangat penting bagi penganut agama-agama Ibrahim, khususnya Islam dan Kristen/Nasrani. Walaupun banyak persamaan hal pada tokoh fenomenal ini, namun tidak sedikit pula perbedaannya. Dari Namanya, masing-masing agama Ibrahim empunyai perbedaan sebutan, Isa, Yesus, dan Yeshua. Konsep masing-masing umat beragama tentang Nabi Isa, putra Maryam, ini juga banyak perbedaannya, misalnya, apakah Isa benar-benar mati disalib atau tidak. Artiel ini berusaha ntuk mendeskripsikan konsep Nabi Isa menurut al-Qur’an dan juga konsep Jesus menurut kitab Injil versi Perjanjian Baru. Gambaran dari kedua kitab Suci ini akan lebih menjelaskan persamaan dan sekaligus perbedaannya. Akhirnya, persamaan dan perbedaan itu harus dipahami dengan baik dan penuh toleran tanpa harus diperselisihkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2003 2003