cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal elektornik Program Studi Bahasa Satra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Kemampuan Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 1 Torue dalam Menulis Teks Berita Pratiwi, Ni Wayan Eviyanti Siska
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.776 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimanakah kemampuan siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Torue dalam menulis teks berita? (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Torue dalam menulis teks berita? Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Torue dalam menulis teks berita dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Torue dalam menulis teks berita. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Torue dengan jumlah 118 orang yang terdiri atas 5 kelas, 58 laki-laki dan 60 perempuan. Sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Torue yang berjumlah 22 orang, yakni 12 orang perempuan dan 10 orang laki-laki atau 20% dari jumlah populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes evaluasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah berupa tes yang dianalisis menggunakan metode deskriptif yang diambil dari hasil evaluasi dan diolah menggunakan statistik sederhana guna mengetahui nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa dalam menulis berita. Hasil akhir penilaian menunjukkan bahwa siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Torue belum mampu menulis teks berita dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata 42,4.Kata Kunci : Menulis, Berita
AFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA BUOL Faidah, Nur
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.82 KB)

Abstract

 Abstrak - Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna afiks pembentuk verba bahasa Buol. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ialah metode simak dan metode cakap dengan menggunakan teknik sadap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode yang digunakan menganalisis data ialah metode padan dan metode distribusional dengan menggunakan teknik ganti dan teknik perluas. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sejumlah afiks pembentuk verba dalam bahasa Buol. Afiks-afiks tersebut berdistribusi dengan bentuk dasar verba, nomina, dan adjektiva, yaitu prefiks {popo-}, {mopo-}, {nopo-}, {mopopo-}, {nopopo-}, {nipopo-}, {moi-}, {noi-}, {moko-}, {noko-}, sufiks {-e}, {-an}, gabungan afiks {popo-/-an}, {pogi-/-e}, {du-/-an}, dan {du-/-on}. Afiks yang berdistribusi dengan bentuk dasar nomina dan verba adalah prefiks {moN-}, {noN-}, {ni-}, {pogi-}, {mogi-}, {nogi-}, {nipogo-}, sufiks {-on}, gabungan afiks {moN-/-an}, {noN-/-an}, {ni-/-an}, {ni-/-on}, {niko-/-an}, {nipo-/-an}, {po-/-e}, {gi-/-an}, dan {pogi-/-an}. Afiks yang berdistribusi dengan verba adalah prefiks {po-}, {poti-}, {moti-}, {noti-}, {nipoti-}, dan {nipotiti-}. Afiks yang berdistribusi dengan bentuk dasar adjektiva adalah {potiti-}, {motiti-}, {notiti-}, {moko-}, {noko-}, {nopoko-}, {nipoko-}dan gabungan afiks {poko-/-an}. Afiks-afiks tersebut dapat diklasifikasi berdasarkan fungsinya menjadi afiks pembentuk verba transitif aktif, pasif, dan afiks pembentuk verba intransitif. Terdapat juga afiks pembentuk verba imperatif. Afiks-afiks tersebut memiliki makna gramatikal tertentu, seperti menyatakan makna melakukan pekerjaan sedang, telah, dan akan dilakukan. Makna tidak sengaja, makna memakai, makna membumbuhi, makna membuat, makna mengisap, makna perbuatan pasif, dan makna perintah. Kata Kunci : Afiks, verba, bahasa Buol
INTERFERENSI FONOLOGI BAHASA BARE’E TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MASYARAKAT MALAKOSA PERANTAU DI PALU Yustika, Yustika
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana bentuk interferensi fonologi, dan faktor penyebab terjadinya interferensi bahasa Bare’e pada masyarakat Malakosa perantau di Palu. Tujuan penelitian yaitu: mendeskripsikan bentuk interferensi dan mengidentifikasi penyebab terjadinya interferensi bahasa Bare’e pada masyarakat Malakosa perantau di Palu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan metode simak dan cakap, dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik bebas libat cakap, teknik rekam, teknik catat, teknik pancing, dan teknik cakap semuka. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dan informal. Interferensi bahasa Bare’e terhadap penggunaan bahasa Indonesia pada masyarakat Malakosa perantau di Palu meliputi: bentuk, dan faktor penyebab terjadinya interferensi. Peneliti menemukan adanya interferensi dalam bidang fonologi pada tuturan masyarakat Malakosa perantau di Palu. Interferensi bentuk fonologi ditemukan penambahan fonem vokal /a/ /i/ /u/ /e/ /o/ pada akhir kata sehingga disebut sebagai bahasa vokalis dan penghilangan fonem /h/ pada awal kata. Selain itu juga ditemukan adanya penghilangan fonem konsonan /k/ /p/ /t/ dan /n/ pada akhir kata serta perubahan fonem /e/ menjadi fonem /a/  dan perubahan  fonem /i/ menjadi fonem /a/ pada pertengahan kata, Selain itu, faktor yang mempengaruhi terjadinya interferensi yaitu: 1) Latar belakang penutur, 2) Kurangnya penguasaan kosakata, 3) Kurang terampil menggunakan bahasa, 4) Prestise bahasa sumber, dan 5) Terbawanya kebiasaan dalam bahasa ibu.Kata kunci: Interferensi, bahasa Bare’e, bahasa Indonesia.
MAKNA SIMBOL PAKAIAN PERNIKAHAN ADAT BUTON KAJIAN SEMIOTIK Fatmawati, Fatmawati; Ketut, I Gusti
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.948 KB)

Abstract

Fokus permasalahan  dalam penelitian ini adalah apa saja makna simbol yang terdapat pada pakaian pernikahan adat Buton. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja makna simbol pakaian pernikahan adat Buton. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan tahap observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terdapat beberapa makna simbol pada pakaian pernikahan mempelai pria yaitu: ikat kepala (kampurui), mahkota (lipi-lipi), baju bahaladada, sala arabu, sarung (biasamasil)i, ikat pinggang (sulepe), sarung besar (bio ogena), keris (tobo), bunga  (kamba), dan makna simbol yang terdapat pada pakaian pernikahan mempelai wanita yaitu: penutup kepala (tipolo), baju kombo, sarung lonjo, punto, kalung ( jao-jaonga), gelang (simbi), pengikat tangan (kabokema lima), anting-anting (dali-dali), kupu-kupu  (kambarambei), kukuharimau (korokoronjo), kipas (kambero), benda (sampelaka) dan sapu tangan (kalegona).Kata Kunci: Makna Simbol, Pakaian Pernikahan  Adat Buton
PENGUNAAN BAHASA ALAY DI KALANGAN REMAJA DI KOTA PALU M ARUF, DEWI
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.019 KB)

Abstract

Abstrak - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk bahasa alay dalam percakapan kalangan remaja di Kota Palu?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bahasa alay. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pada penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian data. Metode yang di gunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dan metode cakap. Hasil penelitian menemukan bentuk bahasa alay pada kalangan remaja alay di kota Palu. Bentuk pengunaan bahasa alay di kalangan remaja di bagi menjadi dua, yaitu: (1) bentuk kata, (2) bentuk singkatan. Bentuk bahasa alay kata yaitu ngeh, munaroh, galau, panasonik mataram,pepsi, apose, keles, kenapose, katro,woles, modus, cintah, jagier, tangkis, centes, dan maharani. Bahasa alay bentuk singkatan yaitu ml, pulkam, muklen, keten, kzl,saltum, nongki, mj, imut, dan gaje.Kata Kunci : Bahasa Alay Kalangan Remaja, Bentuk Bahasa Alay.
PENGGUNAAN DIKSI PADA IKLAN PRODUK UNILEVER DI STASIUN TELEVISI SCTV Peni, Peni
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.875 KB)

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan diksi yang bersifat persuasif pada slogan iklan produk Unilever di stasiun televisi SCTV. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan diksi pada iklan produk Unilever di stasiun televisi SCTV. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun tahapan analisis data dilakukan dengan cara menonton dan menyimak secara berulang-ulang slogan iklan produk Unilever kemudian mencatatnya, mengklasifikasikan slogan iklan produk Unilever dan menyimpulkan hasil klasifikasi slogan produk Unilever berdasarkan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  diksi yang digunakan pada slogan iklan produk Unilever di stasiun televisi SCTV bersifat persuasif, bermakna konotasi dan denotasi, juga mempunyai gaya bahasa agar konsumen atau penonton dapat tertarik membeli produk-produk yang diiklankan.
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA PADA KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANAWA KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH Hamlan, Kurniawan; Karim, Ali
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.307 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana kesalahan penulisan kata dalam karangan deskripsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banawa”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan penulisan kata pada karangan deskripsi siswa SMP Negeri 1 Banawa kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data tertulis yang bersumber dari karangan deskripsi siswa SMP Negeri 1 Banawa Kabupaten Donggala. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes, dokumentasi, pengamatan, dan pencatatan.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesalahan-kesalahan penulisan karangan deskripsi siswa SMP Negeri 1 Banawa Kabupaten Donggala, yang meliputi kesalahan penulisan kata, penggunaan kata depan, penggunaan singkatan, penggunaan kata ulang, penggunaan tanda hubung dan kesalahan penggunaan penggunaan imbuhan.Kesalahan  ini disebabkan karena faktor kurangnya pemahaman siswa tentang penulisan kata-kata yang baik dan benar yang mendasari pokok permasalahan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, siswa harus dibekali tatacara menulis karangan menurut kaidah-kaidah dalam ejaan yang disempurnakan. Kata Kunci : Analisis kesalahan penulisan kata pada karangan deskripsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banawa kabupaten Donggala.
STRUKTUR FRASE ENDOSENTRIK BAHASA DONDO DI DESA BATUILO KECAMATAN OGODEIDE KABUPATEN TOLI-TOLI KANA, NUSIHA
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.038 KB)

Abstract

Absrak –Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur frase endosentris bahasa Dondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur frase endosentrik bahasa Dondo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode cakap dan metode simak. Analisis menggunakan metode padan dan metode distribusional dan penyajiannya menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur frase endosentrik bahasa Dondo terdiri atas: (A) Frase Beraneka Hulu a) Frase Koordinatif 1) Frase Koordinatif Nomina FN= H:N+Konek:Konj.Koor+H:N. 2) Frase Koordinatif Verba (a) Frase Koordinatif Verba Transitif FVt=H:Vt+Konek:Konj.Koor+H:Vt. (b) Frase Koordinatif Verba Intransitif FVi= H:Vi+Konek:Konj.Koor+H:Vi. 3) Frase Koordinatif Adjektiva FA= H:A+Konek:Konj.koor+H:A. 4) Frase Koordinatif Adverbia FAdv= H:Adv+Konek:Konj.koor+H:Adv. b) Frase Apositif FApositif= H:item (N) + H:Aposisi (N).  (B) Frase Atributif atau hulu a) Frase Atrbutif Nomina T-H: FMN= T:A + H:N, H-T: FAN=H:N +T: A, T-H-T memiliki struktur: FAN= T:A + H:N + T:A. b) Frase Atributif Verba 1) Frase Atributif Verba Transitif T-H: FAVt=T:Adv +H:Vt. H-T: FAVt=H:Vt + T:Adv. T-H-T: FAVt=T:Adv + H:Vt + T:Adv. 2) Frase Atributif  Verba Intransitif T-H: FAVi=T:Adv + H:Vi. H-T: FAVi=H:Vi + T:Adv. T-H-T: FAVi=H:Vi + T:Adv + H:Vi. c) Frase Atributif Adjektiva T-H FAA=T:Adv +H:A. H-T: FAA=H:A + T:Adv. T-H-T: FAA=T:Adj + H:A + T:Adj. d) Frase Atributif  Adverbia T-H: FAAdv=T:Adv + H:Adv. H-T: FAAdv= H:Adv + T:Adv. T-H-T: FAAdv=T:Adv + H:Adv + T:Adv.Kata Kunci ;  Struktur Frase Endosentrik Bahasa Dondo Di Desa Batuilo     Kecamatan Ogodeide Kabupaten Toli-Toli.
PENGGUNAAN BAHASA ALAY DI FACEBOOK SISWA SMK NEGERI 1 LABUAN Rendrasari, Retno
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.099 KB)

Abstract

Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk bahasa Alay, dan faktor penyebab penggunaan bahasa Alay di facebook siswa SMK Negeri 1 Labuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Setelah data terkumpul data dipilih sesuai dengan tujuan permasalahan, lalu peneliti menganalisis data yang telah diperoleh. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu (1) observasi dan (2) wawancara. Subjek penelitian ini adalah status facebook siswa SMK Negeri 1 Labuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup empat tahap, yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4)  verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Alay pada siswa SMK Negeri 1 Labuan di Facebook berbentuk kata, simbol, tanda baca, angka, kalimat, dan emosi yang diekspresikan dalam bentuk tulisan. Peneliti juga menemukan bentuk yang digunakan oleh remaja sekolah SMK Negeri 1 Labuan di facebook, yaitu (1) Bentuk kata, (2) Menggantikan pemakaian huruf dengan angka, (3) menggunakan huruf kapital di tengah kata dan di tengah kalimat, (4) menggunakan simbol, (5) menggunakan tanda baca tidak pada tempatnya, (6) menggunakan emotions berupa kata yang berfungsi sebagai pengganti ekspresi. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti faktor penyebab penggunaan bahasa Alay ini adalah; (1) faktor pergaulan, (2) faktor gengsi, dan (3) faktor iklan.
MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI PADA UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM KONTEKS PERNIKAHAN ADAT SUKU PAMONA Tudjuka, Nina
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.626 KB)

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana makna denotasi dan konotasi pada ungkapan tradisional dalam konteks pernikahan adat suku Pamona. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi dan konotasi pada ungkapan tradisional dalam konteks pernikahan adat suku Pamona. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan tahap pengamatan/observasi dan wawancara. Metode yang digunakan pada tahap pengamatan/observasi adalah metode simak dengan teknik simak bebas cakap dan teknik rekam. Dalam tahap wawancara, peneliti menggunakan teknik cakap semuka, teknik catat, dan teknik rekam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa setiap ungkapan dalam pernikahan adat hanya dituturkan oleh dewan adat suku Pamona. Terdapat tiga puluh ungkapan dalam pernikahan adat suku Pamona. Ungkapan tradisional yang bermakna denotasi terdapat pada empat tahap dalam prosesi pernikahan adat. Ungkapan tradisional yang bermakna konotasi terdapat pada lima tahap dalam prosesi pernikahan adat. Kata Kunci : Denotasi; Konotasi; Ungkapan Tradisional.

Page 1 of 20 | Total Record : 199