cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2004)" : 8 Documents clear
DAUR ULANG TINJA SAPI MENJADI PUPUK KANDANG RECYCLE OF COW FAECES INTO MANURE , Suwarso
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinja sapi merupakan salah satu limbah ternak yang dapat didaur ulang menjadi pupuk kandang. Pembuatan pupuk kandang matang dapat dilakukan dengan cara dekomposisi anaerob dan aerob dari tinja sapi. Kedua proses tersebut dapat menghasilkan pupuk yang berbeda kualitasnya. Penelitian dengan menggunakan metode eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara N (nitrogen), P (fosfor), K (kalium), rasio C/N, dan pH tinja sapi yang terdekomposisi secara aerob dan anaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah terdekomposisi anaerob selama 10 minggu, pupuk kandang mempunyai N, P, K lebih tinggi dibanding pupuk kandang hasil dekomposisi aerob. Kandungan hara pupuk kandang hasil dekomposisi aerob mengandung N (1,1%), P (0,57%), K (0,67%), rasio C/N = 25,79, dan pH = 7-8.
MEMBANGUN SISTEM INFORMASI LOKAL YANG RESPONSIF DEVELOPING A RESPONSIVE SYSTEM OF LOCAL INFORMATION Sayoga, Budi
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rakyat Indonesia sedang berada di tengah cengkraman krisis multidimensi yang kompleks dan rumit. Keresahan sosial merebak di manamana, masyarakat merasa belum mencapai apa yang diharapkan. Ironisnya dalam kondisi ini rakyat tidak memiliki sumber informasi yang kredibel dan mampu mendorong tumbuhnya motivasi, inspirasi untuk keluar dari krisis. Keberadaan media massa tidak bisa diharapkan memberikan informasi bagi penguatan khasanah intelektual dan daya kritis publik. Hal ini disebabkan orientasi media yang lebih mengedepankan kepentingan ekonominya. Efeknya rakyat terombang-ambing dalam suasana ketidakpastian. Untuk itu sangat mendesak perlu dibangun suatu sistem informasi lokal yang responsif. Dengan sarana ini diharapkan rakyat akan kembali tumbuh rasa percaya dirinya yang hilang karena kerancuan informasinya. Mereka menjadi tidak mudah terhanyut pada arus yang kontra produktif, anarkhis dan destruktif. Lewat informasi yang sehat diharapkan rakyat mampu menghadapi krisis ini dengan tegar dan percaya diri.
DISTORSI HARGA TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI PEDESAAN THE PRICE DISTORTION OF OIL PALM STEM FRESH FRUIT (TBS) AND ITS INFLUENCE TOWARD FARMER INCOME IN THE RURAL AREA Syahza, Almasdi
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman primadona sebagian besar masyarakat Riau, karena terbukti memberikan penghasilan yang lebih baik dari tanaman perkebunan lainnya. Sampai tahun 2003 luas perkebunan kelapa sawit telah mencapai 1.312.661 ha dengan tingkat pertumbuhan per tahun sebesar 15,39%. Namun pada tingkat petani terdapat distorsi harga antara petani swadaya dengan petani peserta plasma. Distorsi ini menyebabkan kesenjangan pendapatan antara petani kelapa sawit di pedesaan. Kesenjangan ini disebabkan, antara lain: 1) distorsi harga antara petani plasma dengan petani swadaya; 2) kemampuan petani swadaya terhadap pengelolaan kebun masih rendah; 3) pendapatan petani swadaya sangat dipengaruhi oleh harga TBS yang mereka terima; dan 4) pasar TBS lebih cenderung monopsonistik.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA DI DESA KARANGBANJAR KABUPATEN PURBALINGGA SOCIAL ECONOMY IMPACT OF TOURISM DEVELOPMENT IN KARANGBANJAR VILLAGE PURBALINGGA REGENCY Isna, Alizar
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pariwisata bila dikaitkan dengan perubahan social ekonomi masyarakat Desa Karangbanjar pada umumnya, belumlah seperti yang diharapkan. Pengembangan sektor pariwisata di desa tersebut tidak secara otomatis memberikan dampak yang signifikan bagi sektor pertanian. Demikian halnya dengan tenaga kerja yang ada. Tidak semua pemilik usaha kerajinan dapat memetik manfaat langsung dari pengembangan sector pariwisata, yang disebabkan karena kondisi yang tidak menguntungkan dan kemampuan mereka memanfaatkan peluang yang ada. Oleh karena itu, aparat dan masyarakat Desa Karangbanjar hendaknya mulai memikirkan untuk mengupayakan pemerataan, baik pemanfaatan atas pemetik manfaat langsung dari pengembangan pariwisata maupun dalam hal pembangunan prasarana umum di keseluruhan dusun yang ada di desa tersebut. Kata kunci: Dampak Sosial Ekonomi, Pengembangan Pariwisata
PROSPEK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DESA TUMIYANG KABUPATEN BANYUMAS (Studi Evaluasi Implementasi Program P2MPD) PROSPECT OF WOMEN EMPOWERMENT IN TUMIYANG VILLAGE OF BANYUMAS REGENCY (Evaluation Study of The Implementation P2MPD Program) Isna, Alizar; Firdaus, Syah
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan telah berpartisipasi secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan program P2MPD. Partisipasi perempuan tersebut tidak berawal dari kesadaran, tetapi lebih karena memenuhi ketentuan program dan pelaksana. Pada tahapan selanjutnya partisipasi perempuan telah dilandasi keinginan untuk belajar dan memenuhi kepercayaan pemilih. Faktor-faktor penghambat proses pemberdayaan perempuan adalah belum ada kesepakatan di antara para pelaksana program; mekanisme yang “memaksa” perempuan berpartisipasi sebagai anggota Tim Sembilan; masih besar peran aparatur desa dan pelaksana program; Program lebih berorientasi pada aspek fisik; masih besarnya orientasi pemerintah desa pada elit desa dan elit organisasi desa; kurangnya dukungan keluarga terhadap keterlibatan perempuan dalam kegiatan Tim Sembilan dan program P2MPD. Sedangkan faktor-faktor pendukungnya adalah ketegasan prinsip pemberdayaan perempuan pada program mampu mendorong partisipasi perempuan dalam Tim Sembilan dan pelaksanaan program P2MPD; anggota perempuan Tim Sembilan mempunyai kemauan untuk belajar.
TANGGAP BEBERAPA VARIETAS CABAI TERHADAP DOSIS BAHAN PEMBENAH TANAH DAN INTERVAL PEMUPUKAN NITROGEN TANAH PASIR PANTAI RESPONSE OF HOT CHILLI VARIETY TO RATE OF SOIL AMENDMENT AND INTERVAL OF NITROGEN APPLICATION ON COASTAL SANDY SOIL Isna, Saparso; Nurwanto, Y.A.
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tanggap beberapa varietas cabai terhadap dosis bahan pembenah tanah dan interval pemupukan N pada tanah pasir pantai, telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman beragam antar varietas cabai. Habitus varietas Hot Beauty sama dengan Laris dan lebih tinggi daripada TM-888. TM-888 memiliki daun dan cabang lebih banyak daripada Hot Beauty atau Laris. Laris mampu membentuk bunga paling tinggi dengan persentase buah jadi paling rendah dibandingkan Hot Beauty maupun TM-888. Dosis bahan pembenah tanah 45 t/ha memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik kecuali tinggi tanaman. Dosis 15 dan 30 t/ha memberikan jumlah daun dan jumlah bunga yang sama. Dosis 30 t/ha memberikan jumlah buah dan persentase bunga jadi terendah. Interval pemupukan N berkorelasi linier negatif dengan variabel pertumbuhan dan hasil tanaman serta berkorelasi kuadratik terhadap persentase bunga jadi mengikuti Y=83,191+2,1085X- 2 0,1125X . Interval pemupukan 5-10 hari dapat meningkatkan persentase bunga jadi varietas Laris dan menurunkan persentase bunga jadi varietas Hot Beauty serta tidak berpengaruh terhadap varietas TM 888.
BUDIDAYA TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L) MELALUI PENYEMPROTAN TRIAKONTANOL DAN PEMUPUKAN NITROGEN CULTIVICATION OF ANNUAL SEWTHISTLE (Sonchus arvensis L) BY TRIACONTANOL AND UREA ADDITION Budisantoso, Iman; Wigati, Santi; Dwiati, Murni
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyemprotan triakontanol dan pemupukan urea terhadap pertumbuhan vegetatif tempuyung serta untuk mengetahui konsentrasi triakontanol dan dosis pupuk urea yang optimal dalam memacu pertumbuhan vegetatif tempuyung. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan dasar berupa Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi penyemprotan trakontanol dengan 4 taraf yaitu: T (0 0 ppm), T (2 ppm), T (4 ppm), dan T (6 ppm). Faktor kedua dosis 1 2 3 pemberian pupuk nitrogen dengan 4 taraf: N (0 kg/ha), N (100 kg/ha), N 0 1 2 (200 kg/ha), dan N (300 kg/ha). Parameter yang diamati adalah luas daun, 3 bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, laju asimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan relatif (LPR) dan hasil tanaman (bobot kering daun). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyemprotan triakontanol dan pemupukan urea dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tempuyung terutama pada luas daun umur 10 mst dan 12 mst serta bobot kering tanaman umur 10 mst. Konsentrasi triakontanol 4 ppm dan dosis urea 200 kg/ha (T N ) merupakan kombinasi perlakuan 2 2 yang dapat memacu pertumbuhan vegetatif tempuyung terutama luas daun dan bobot kering tanaman.
PROFIL PENGEMBANGAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH(Tinjauan pada Pengembangan Komoditas Cabe Merah)PROFILE OF AGRICULTURAL DEVELOPING AND DEVELOPMENTAL POLICY IN BREBES REGENCY CENTRAL JAVA PROVINCE(Review on Development of Chilli Commodity) , Tobari; Koesuma Ellyanto, Adwi Hery
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan wilayah melalui pendekatan sektor pertanian harus mampu memanfaatkan keunggulan komparatif dan kompetitif dari setiap wilayah yang berbeda, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi pada wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi komoditas cabe merah di Kabupaten Brebes, seberapa besar tingkat konsentrasi dan spesialisasi wilayah yang mengalami pertumbuhan dan mempunyai daya saing baik, dan dampak kebijakan pemerintah pada pengembangan komoditas cabe merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Masing-masing kecamatan memiliki potensi komoditas basis yang jumlah dan jenisnya berbeda-beda. Tiap-tiap komoditas basis cenderung menyebar tidak merata dan tidak ada satu pun wilayah yang melakukan konsentrasi dan spesialisasi. Ada kecenderungan Kecamatan Banjarharjo memiliki pertumbuhan dan daya saing yang baik untuk usahatani cabe merah disbanding dengan wilayah lain. Tidak cukup alasan untuk menyatakan bahwa dampak kebijakan pemerintah menguntungkan petani cabe merah. Secara financial dan ekonomi, petani lebih efisien menggunakan sumberdaya domestik untuk usahatani cabe merah. Harga finansial lebih rendah dari pada harga sosial, sehingga ada pengurangan penerimaan petani. Dampak kebijakan pemerintah secara total telah terjadi disinsentif, surplus produsen berkurang, karena terjadi pengalihan laba usaha kepada masyarakat. Disarankan kebijakan pengembangan cabe merah diarahkan dan memperhatikan pemanfaatan sektor basis ekonomi potensial dan sektor yang menyediakan masukan maupun sektor yang memanfaatkan lebih lanjut produk dari sektor basis tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8