cover
Contact Name
Muhammad Khairil
Contact Email
ejournal.kinesic@gmail.com
Phone
+6282321216664
Journal Mail Official
ejournal.kinesic@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako Jalan Soekarno Hatta Km. 9. Kota Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Kinesik
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : 23022035     DOI : https://doi.org/10.22487/ejk.v7i3.124
Core Subject : Social,
KINESIK journal focuses on research and contemporary thinking in the field of Communication Studies in various angles/perspectives. such as: Media, New Media, and Communication Technologies Audio/Visual Communications Marketing Communications Political-Communications Journalism Public Relations Broadcasting
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 3 (2020): December" : 10 Documents clear
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KENAIKAN PANGKAT GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA PALU Hasbullah; Burhanuddin Idris
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Kenaikan Pangkat Guru Sekolah Dasar di Kota Palu, khususnya Pada Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Kecamatan Mantikulore . Jenis penelitian adalah kualitatif, Teori yang digunakan adalah Parasuraman dan Berry, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. iforman penelitian ini adalah Keppala UPTD dan Staf serta Guru Sekolah Dasar.. Tahnik pengumpulan data dilakukan melaalui observasi, wawancaraa dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi data collection, data condezation, data display dan conclusions drawing. Hasil penelitian menujukkan bahwa Kualitas Pelayanan UPTD dalam proses kenaikan pangkat PNS guru menunjukkan bahwa tiga dimensi kualitas pelayanan yang mendapat kategori baik, yaitu Reliability, Responsivenss dan Assurance disebabkan oleh pelayanan yang diberikan UPTD Pendidikan Kecamatan Mantikulore telah memenuhi syarat atau telah sesuai dengan standar pelayanan yang memiliki arti bahwa meskipun terjadi beberapa masalah dalam proses pemberian pelayanan tersebut, sedikitpun tidak memberikan arti yang besar dalam kualitas pelayanan yang diberikan. Namun, lain halnya dengan dua dimensi kualitas pelayanan yang mendapatkan kategori kurang baik yaitu Tangibles dan Empathy disebabkan oleh tingkat kualitas pelayanan yang kurang memuaskan atau dianggap kurang layak
KAOS DAN REPRESENTASI IDENTITAS: (Studi Alternatif Penyampaian Pesan Melalui Kaos Orang Poso) Hendra
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.125

Abstract

Memakai kaos adalah hal yang biasa, namun begitu memakai kaos tidak sesederhana yang dipikirkan. Berbagai ketentuan berdasarkan tempat, waktu, situasi dan kondisi. Kaos kemudian menjadi sebuah identitas yang dibangun berdasarkan kepentingan-kepentingan apa yang ingin direpresentasikan oleh pemakai kaos tersebut. Kegagalan atau kesuksesan sebuah representasi terukur dari dialektika situasional ketika seseorang memakai kaos tersebut berada.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH Ike Junita Triwardhani
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.126

Abstract

Beberapa sekolah yang menerapkan pendidikan dengan siswa beragam atau biasa disebut sekolah inklusif. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan berdampingan dengan anak normal dalam proses belajar mengajar. ABK biasanya akan didampingi oleh guru dan helper (guru pendamping). ABK yang bersekolah bersama anak normal seringkali mengalami hambatan selama proses belajar mengajar di kelas. Karena itu dibutuhkan pendekatan komunikasi khusus untuk mengatasi hambatan tersebut. Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hambatan komunikasi yang terjadi pada ABK, penyebab hambatan dan langkah-langkah untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini yaitu para guru pendamping yang membimbing ABK di sekolah. Hasil penelitian menjelaskan bahwa hambatan komunikasi yang terjadi pada ABK terdiri dari hambatan dalam memahami pelajaran, lambat dalam merespon guru, kesulitan beradaptasi, kesulitan dalam bersosialisasi, gangguan emosi dan prilaku, ketidakmandirian. Untuk mengatasi kesulitan dalam membangun konsentrasi yang sering terjadi pada ABK dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya adalah dengan pengkondisian, penyegaran yang dilakukan sesering mungkin, memberikan sentuhan, memanggil nama untuk mengembalikan konsentrasi. Sedangkan untuk mengatasi masalah adaptasi dan sosialisasi dilakukan melalui pengenalan lingkungan sekolah, yaitu mengenalkan secara lebih detail tentang kelas, guru dan teman-temannya di kelas.
EVALUATION OF WASTE MANAGEMENT POLICY IN PALU CITY M. Kafrawi Al-Kafiah Samsu; La Husen Zuada; Moh. Rendy
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.127

Abstract

This research aims to find out the evaluation of waste management policiy in Palu City and how to counteract them to be as expected in Regional Regulations. Type of research was qualitative by using descriptive methods. Data collection techniques covered in-depth interviews and observations. The results of research related to the evaluation of waste management policy in Palu city have been carried out but it’s not maximum because there were problems in evaluation criteria such as effectiveness, efficiency, and adequacy. Effectiveness has not been achieved because of the lack of control from the concerned parties and public awareness in waste management. Efficiency has not been achieved because of the behaviour and public awareness of the environment is low. In addition, the specified waste disposal operational time has not been fully adhered to the community, while adequacy criteria have not been able to solve environmental hygiene and health problems due to the presence of TPS, only causing a bad smell in the surrounding environment so that it can indirectly affect the level of cleanliness and public health.
PERAN HUMAS PEMERINTAH KOTA PALU DALAM MENANGANI ISU NEGATIF MENGENAI PENANGANAN PASCA BENCANA DI KOTA PALU TAHUN 2018 Muh. Lucky Salanggon; Sitti Murni Kaddi
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.128

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Humas pemerintah Kota Palu dalam menangani isu negatif mengenai penanganan pasca bencana di Kota Palu tahun 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah sepuluh (10) orang. Semua telah dipilih secara purposive sampling. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dalam peran Humas pemerintah Kota Palu dalam menangani isu negatif mengenai penanganan pasca bencana di Kota Palu yaitu dua peran telah dilakukan Humas pemerintah Kota Palu yakni Humas sebagai fasilitator komunikasi dan Humas sebagai teknisi komunikasi. Sebagai fasilitator komunikasi yakni dengan membuka komunikasi seluasluasnya kepada khalayak dan khususnya ke masyarakat yang terdampak bencana agar diketahui peran-peran pemerintah dalam hal ini Humas pemerintah Kota Palu dan teknisi komunikasi merupakan peran paling umum di lakukan dilapangan pasca bencana, menyiapkan segala informasi dan data-data yang akurat dan terpercaya sesuai perkembangan waktu. Agar dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Selanjutnya, dua peran yang tidak di lakukan yaitu peran Humas sebagai penasehat ahli dan fasilitator proses pemecahan masalah. Peran sebagai penasehat ahli belum pernah dilakukan karena keterbatasan tugas dan fungsi Humas pemerintah itu sendiri. Penasihat ahli juga peran yang jarang atau tidak dilakukan dalam Humas pemerintahan dan terakhir peran sebagai fasilitator proses pemecahan masalah merupakan peran yang tidak dilakukan Humas pemerintah Kota Palu selain penasehat ahli hal ini dikarenakan penanganan pasca bencana pada keseluruhannya merupakan kewenangan dari pemerintah pusat dan daerah kabupaten/kota sebagai fasilitatornya.
TELAAH MUATAN PESAN BALIHO “I LOVE INDONESIA I LOVE PALU” OLEH YOVANS VARIASI: Penerapan Komposisi Desain Grafis Dalam Desain Muhammad Isa Yusaputra
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.129

Abstract

Penyampaian pesan melalui bahasa komunikasi visual membutuhkan pengetahuan desain grafis yang baik agar pesan mudah dipahami dan lebih efisien . sebuah pesan yang baik didukung oleh penguatan komposisi desain yang mendukung sehingga ketika satukan dalam unsur unsur desain akan semakin kuat makna pesan yang hendak disampaikan
PERAN JURNALIS MCTV AJATAPPARENG DALAM MENANGKAL PEMBERITAAN HOAX LOKAL DI KABUPATEN SIDRAP Nirma
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.130

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui bagaimana jurnalis berupaya menangkal pemberitaan hoax lokal di Sidrap. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif atau masalah sosial yang dideskripsikan dari hasil wawancara dengan informan dan disandikan oleh penulis. Penelitian deskriptif bertujuan melukiskan secara sistematik fakta atau karakteristik tertentu atau bidang tertentu secara aktual dan cermat. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisa deskriptif terhadap menangkal pemberitaan hoax, adapun objek penelitian ini adalah peran wartawan dalam menangkal pemberitaan hoax lokal di Sidrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fenomena yang terjadi saat ini yaitu maraknya berita-berita hoax yang menyebar, sehingga dapat membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, serta kebingungan. Dalam hal ini jurnalis dalam menangkal pemberitaan hoax lokal di Sidrap minimal harus mengimbangi dengan berita-berita positif, mencari, melaporkan dan meyakinkan kebenaran kepada publik. Jurnalisme di Sidrap dalam rangka mengantisipasi berita hoax melakukan tahapan- tahapan yaitu akurasi, objektifitas, fairness (adil) dan akuntabilitas kepada publik. Kebenaran dalam jurnalisme adalah semua hal yang berhubungan fakta yang didapatkan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum dipublikasikan kepada masyarakat, jurnalis dalam menangkal pemberitaan hoax lokal melakukan upaya-upaya agar berita yang dihasilkan memiliki keakuratan yang terjamin dengan jalan memeriksa kembali nama dari narasumber beserta kutipannya, dan jangan sampai tertukar atau merekam seluruh pembicaraan agar kita bisa menulis kata perkata dengan tepat dengan apa yang dibicarakan oleh narasumber.
TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA PEREMPUAN PENGAWAS SEKOLAH DASAR DI KOTA PALU Yunidar; Zainab; Ali Karim
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.131

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang penggunaan bentuk tindak tutur direkif yang terdiri atas bentuk, fungsi dan strategi tuturan bahasa perempuan pengawas Sekolah Dasar di kota Palu. Pelaksanaan penelitian ini pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Ada pun sumber data diperoleh dari tuturan perempuan pengawas Sekolah Dasar di kota Palu dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu; (1) perekaman, (2) obsevasi dan (3) pencatatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa bentuk tindak tutur direktif perempuan pengawas Sekolah Dasar di kota Palu ditemukan ada empat bentuk tuturan yang sering digunakan oleh perempuan pengawas pada Sekolah Dasar yaitu ajakan, permintaan, pertanyaan, dan perintah. Keempat bentuk tersebut masingmasing memiliki penanda yang memberi kekhasan perempuan dalam bertutur. Pada tuturan ajakan, kata yang dominan digunakan yaitu ayo dan mari. Selanjutnya pada bentuk permintaan, kata yang banyak dimunculkan adalah sebaiknya dan kalau boleh. Sedangkang kalimat pertanyaan pemarkah pada intonasi merendah pada akhir kalimat yang juga diberi tanda tanya (?). Terakhir yaitu tuturan Perintah yang umumnya memakai tanda seru di akhir kalimat disertai nada suara meninggi. Kedua bentuk ini tidak menggunakan secara khusus penanda kebahasaan. Adapun fungsi tindak tutur direktif perempuan pengawas Sekolah Dasar di kota Palu terdapat empat fungsi tuturan yaitu; ajakan, meminta, bertanya dan perintah. Pada fungsi ajakan, yang diharapkan adalah mitra tutur segera melakukan tindakan. Fungsi meminta, yang diinginkan oleh penutur bagaimana mitra tutur merespon apa yang disampaikan. Lalu fungsi bertanya yang sering digunakan oleh perempuan karena ada rasa keingintahuan penutur pada setiap kegiatan. Kemudian fungsi perintah menunjukkan bahwa perempuan pengawas Sekolah Dasar pada umumnya dipengaruhi latar belakang sosial yang lebih tinggi. Strategi tuturan direktif, terdiri atas tuturan langsung dan tidak langsung. Kedua strategi tersebut dimaknai sebagai ungkapan kesantunan dalam berkomunikasi. Begitu pula jarak sosial pembicara. Oleh karena itu, strategi direktif merupakan bahasa perempuan pengawas Sekolah Dasar di kota Palu sebagai upaya untuk menyembunyikan muka. Komunikasi antara perempuan pengawas di Kota Palu menghindari kata-kata makian dan lebih memilih kata-kata santun ketika berucap sedangkan untuk menunjukkan ketegasan, seringkali meninggikan intonasinya.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PENDENGAR MS RADIO Yusran Yunus; Mahpuddin
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial instagram dalam membangun hubungan terhadap pendengar MS Radio. Penelitian ini dilakukan di MS Radio, Palu-Indonesia. Adapun informan merupakan pengurus dan pengikut akun sosial media instagram MS Radio. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi komunikator. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak empat (4) orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa MS Radio memiliki tiga (3) akun sosial media yaitu: instagram, twitter, dan facebook. Media sosial instagram adalah media sosial utama yang digunakan dikarena fitur-fitur yang dimiliki instagram cukup membantu dalam menyebarkan informasi-informasi yang ingin mereka bagikan kepada khalayak. instagram sebagai alat bantu MS Radio dalam menjangkau khalayak seluas-luasnya. Sifat media sosial instagram yang mudah dan praktis menjadikan media sosial instagram sebagai alat bantu penyebaran informasi dan program yang mudah dijangkau dan diterima oleh khalayak, dalam memberikan informasi yang ingin diberikan kepada khalayaknya. Sehingga pesan yang disampaikan mudah diakses serta dapat diterima dengan cepat oleh pendengarnya.
JARINGAN KOMUNIKASI AKSI CEPAT TANGGAP (ACT) DALAM PENANGANAN TANGGAP DARURAT PASCA BENCANA DI KOTA PALU Zulvaningsih Lestari
KINESIK Vol. 7 No. 3 (2020): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i3.133

Abstract

ACT adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. ACT mengembangkan aktivitasnya, mulai dari kegiatan tanggap darurat, pemulihan pasca bencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. Pada tahun 2018 untuk pertama kalinya ACT berada di Kota Palu, memiliki 16 posko wilayah, 36 posko unit dan 159 posko dapur umum yang terbagi di wilayah Sulteng. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jaringan komunikasi ACT pada saat penanganan pasca bencana di Kota Palu, adapun data informan diperoleh dari observasi awal di Kantor ACT cabang Sul-Teng. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan (8) orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, ACT membangun jaringan dengan membangun posko kemanusiaan menggunakan jaringan yang telah terbentuk sebelumnya. Melalui posko ini banyak yang ingin ikut terlibat langsung dalam penanganan tanggap darurat hingga pasca bencana yang di lakukan oleh ACT kemudian hal ini membuat jaringan ACT makin berkembang dalam membangun jaringan ACT menggunakan pola semua saluran yang dimana pola ini tidak harus mengikuti garis struktur koordinasi. Adapun pola internal yang digunakan oleh ACT ialah pola semua saluran dan pola rantai. Pola rantai digunakan untuk menerima intruksi atau perintah dari atasan sedangkan pola semua saluran, semua anggota memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10