cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 13 Documents clear
TOKSISITAS SUBAKUT TEPUNG GLUKOMANAN (A. muelleri Blume) TERHADAP SGOT DAN NATRIUM TIKUS WISTAR SECARA IN VIVO [IN PRESS JANUARI 2014] Krysanti, Amanda; Widjanarko, Simon Bambang
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.743 KB)

Abstract

Porang (A.muelleri Blume) merupakan jenis talas-talasan yang tumbuh liar di hutan Indonesia. Umbi porang spesies muelleri Blume dapat dijadikan tepung dan memiliki kadar glukomanan yang cukup tinggi (37.27%). Pengolahan umbi porang menjadi tepung tepat dijadikan sebagai bahan pengganti tepung konjac. Tepung porang memiliki kekurangan, yaitu adanya kalsium oksalat yang bersifat toksik. Dengan menguji toksisitas subakut tepung A.muelleri Blume secara in-vivo diharapkan dapat mengetahui kadar tepung yang aman dikonsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Postest dengan Kelompok Kontrol. 12 tikus wistar jantan dan betina dibagi dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol, pemberian tepung glukomanan dosis 250; 1000; 4000 mg/kg BB tikus selama 28 hari. Karakteristik yang diamati adalah SGOT dan natrium. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung glukomanan 250 dan 1000 mg/kg BB selama 28 hari belum memberikan efek toksik, pemberian dosis 4000 mg/kg BB selama 28 hari menunjukkan efek toksik yang ditandai dengan tingginya SGOT dan natrium.   Kata kunci: In Vivo, Kalsium Oksalat, Subakut, Toksisitas, Umbi Porang A. muelleri Blume
PENGARUH MARGARIN APEL MANALAGI TERSUPLEMENTASI MINYAK KACANG TANAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TIKUS Sprague dawley JANTAN [IN PRESS JANUARI 2014] Abidah, Nurul; Widyaningsih, Tri Dewanti; Nugraheni, Nur Ida Panca; Wijayanti, Sudarma Dita; Maligan, Jaya Mahar
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.564 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian margarin  apel manalagi (Malus sylfertris Mill) yang tersuplementasi minyak kacang tanah terhadap kadar kolesterol pada tikus Sprague Drawley jantan yang diberi diet aterogenik. Metode penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu kelompok kontrol pakan standar AIN 93M, kelompok pakan diet aterogenik, pakan diet aterogenik + margarin komersial, dan menggunakan pakan diet aterogenik + margarin apel tersuplementasi minyak kacang tanah. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA apabila terdapat perbedaan diuji lanjut dengan BNT selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian margarin apel manalagi tersuplementasi minyak kacang tanah berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap darah tikus Sprague dawley jantan yang diberi diet aterogenik yaitu mampu menurunkan kadar kolesterol 3.50% namun menurunkan berat badan tikus sebesar 6.10% dan peningkatan jumlah sisa pakan 18.18%.   Kata kunci: Apel, Diet Aterogenik, Kadar Kolesterol, Margarin Buah,  Minyak Kacang Tanah
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK MAWAR MERAH (Rosa damascene Mill) DENGAN JENIS BAHAN PENGISI BERBEDA PADA COOKIES [IN PRESS JANUARI 2014] Visita, Bunga Fastyka; Putri, Widya Dwi Rukmi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.756 KB)

Abstract

Pemilihan bahan pengisi bubuk mawar harus sesuai dengan sifat produk yang diinginkan karena akan mempengaruhi karakteristik cookies. Penambahan bubuk bunga mawar dengan konsentrasi yang berbeda pada cookies diharapkan dapat berpengaruh terhadap karakteristik cookies dan memberikan sifat fungsional sehingga dapat menghasilkan produk cookies yang bermutu tinggi dan disukai oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Tersarang yang disusun dengan dua faktor yaitu jenis bahan pengisi bubuk mawar (dekstrin dan maltodekstrin) dan konsentrasi penambahan bubuk mawar pada cookies (2.50%, 5.00%, 7.50%) yang dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Jenis bahan pengisi bubuk mawar berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap kadar air, pH, total antosianin, aktivitas antioksidan, dan daya patah cookies. Perlakuan konsentrasi bubuk mawar berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Perlakuan terbaik menurut parameter fisik, kimia dan organoleptik yaitu cookiesdengan penambahan bubuk mawar 7.50% berbahan pengisi maltodekstrin.   Kata kunci: Cookies, Mawar Merah, Dekstrin, Maltodekstrin
PENGARUH UMUR FERMENTASI TEMPE DAN PROPORSI DEKSTRIN TERHADAP KUALITAS SUSU TEMPE BUBUK [IN PRESS JANUARI 2014] Darajat, Duta Pakerti; Susanto, Wahono Hadi; Purwantiningrum, Indria
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.326 KB)

Abstract

Tempe adalah makanan tradisional khas Indonesia yang memiliki nutrisi yang berkualitas. Kandungan nutrisi yang terkandung dalam tempe antara lain adalah protein, asam amino, lemak dan lain sebagainya. Pengolahan tempe saat ini cukup digoreng saja, sehingga akan terjadi penurunan nutrisi pada tempe akibat proses pemanasan. Usaha untuk menjaga nutrisi pada tempe adalah pembuatan susu bubuk. Permasalahan susu bubuk adalah jumlah rendemen yang rendah, sehingga perlu dilakukan penambahan dekstrin untuk menghasilkan susu bubuk dengan kualitas yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur fermentasi tempe dan proporsi dekstrin untuk mendapatkan susu tempe bubuk dengan nilai terbaik dari segi kualitas dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Susu tempe bubuk perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan umur fermentasi tempe 36 jam dan proporsi dekstrin 7.5%.Kata kunci: Susu tempe bubuk, Umur fermentasi tempe, Proporsi dekstrin
PEMBUATAN ES KRIM TEMPE - JAHE (KAJIAN PROPORSI BAHAN DAN PENSTABIL TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK) [IN PRESS JANUARI 2014] Widiantoko, Rizky Kurnia; Yunianta, Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.917 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui proporsi sari tempe-jahe dan jenis penstabil  yang optimal dalam pembuatan es krim sari tempe-jahe serta mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik, kimia, organoleptik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun 2 faktor. Faktor yang digunakan proporsi sari tempe : sari jahe dan jenis penstabil (karagenan, gum arab, CMC). Perlakuan terbaik dalam pembuatan es krim sari tempe-jahe berdasar parameter fisik dan kimia diperoleh dari proporsi sari tempe : jahe (9:1) dengan CMC memiliki kadar protein 8.42%, kadar lemak 7.95%, total padatan 38.99%, waktu leleh 29.33 menit/ons, overrun 34.68% dan viskositas 2.52 dPa. Perlakuan terbaik berdasarkan parameter organoleptik diperoleh dari proporsi sari tempe : jahe (7:3) dan CMC memiliki kesukaan terhadap warna 4.35 (netral), rasa 5.10 (agak suka), aroma 4.95 (netral), tekstur 4.80 (netral) dan aftertaste 4.25 (netral).   Kata kunci : Tempe, Jahe, Es Krim, Penstabil
PEMANFAATAN BAHAN LOKAL DALAM PEMBUATAN FOODBARS (KAJIAN RASIO TAPIOKA : TEPUNG KACANG HIJAU DAN PROPORSI CMC) [IN PRESS JANUARI 2014] Ladamay, Nidha Arfa; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.762 KB)

Abstract

Bencana alam membawa dampak kekurangan bahan pangan. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan pangan darurat yang cukup energi dan nutrisi serta bersifat ready to eat. Makanan padat (foodbars) merupakan salah satu alternatif bentuk makanan yang dapat dikembangkan dengan kecukupan kalori, protein, lemak dan nutrisi lainnya. Saat ini foodbars yang berada dipasaran terbuat dari tepung terigu (gandum) dan tepung kedelai yang merupakan komoditas import Indonesia. Jenis produk foodbars dapat dibuat dengan bahan baku tepung tapioka dan diperkaya protein dari tepung kacang hijau dengan tujuan untuk memanfaatkan potensi lokal yang ketersediaannya melimpah serta mudah didapat. Kandungan karbohidrat tepung tapioka 84.00 gram / 100 gram dan kandungan protein kacang hijau 19.09% dengan daya cerna protein 81%. Selain itu, untuk memperbaiki tekstur ditambahkan CMC sebagai bahan pengikat.   Kata kunci: Makanan Padat, Proporsi CMC, Tapioka, Tepung Kacang Hijau
PENGARUH LAMA PENGGILINGAN DENGAN METODE BALL MILL TERHADAP RENDEMEN DAN KEMAMPUAN HIDRASI TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) [IN PRESS JANUARI 2014] Widjanarko, Simon Bambang; Suwasito, Thabah Sigit
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.044 KB)

Abstract

Umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) mengandung glukomanan yang tinggi. Glukomanan merupakan serat pangan larut air yang bersifat hidrokoloid kuat dan rendah kalori sehingga berpotensi tinggi untuk dikembangkan pada industri pangan. Saat ini masalah yang dihadapi dalam pengembangan porang di Indonesia adalah metode penepungannya yang masih menghasilkan rendemen tepung yang masih rendah dan ukuran granula yang relatif besar, sehingga kemampuan hidrasi tepungnya masih rendah. Untuk itu, diperlukan suatu metode penepungan baru yang dapat mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan metode “ball mill”. Penelitian penggilingan dengan metode ball mill ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu lama penggilingan. Faktor ini terdiri dari 5 level yaitu 40 menit, 60 menit, 80 menit, 100 menit, dan 120 menit dengan 4 kali pengulangan, sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Tepung porang perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan lama penggilingan 120 menit yang memiliki rerata kadar rendemen (83.34%) dan kemampuan hidrasi (47.96%). Kata kunci : Ball mill, Glukomanan, Hidrasi, Rendemen
PEMBUATAN SARI APEL (Malus sylvestris Mill) DENGAN EKSTRAKSI METODE OSMOSIS (KAJIAN VARIETAS APEL DAN LAMA OSMOSIS) Aprillia, Dhita; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.164 KB)

Abstract

Apel dapat diolah menjadi sari apel alami dengan penambahan gula dan asam sitrat. Ekstraksi dengan metode osmosis akan menghasilkan sari apel dengan mutu yang baik serta dapat memberi nilai tambah dari segi ekonomi, kesehatan dan kualitas produk dengan berbahan baku apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama osmosis tersarang dalam varietas apel terhadap kualitas sifat fisik, kimia dan organoleptik pada sari apel. Metode penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut BNT. Varietas apel berpengaruh sangat nyata terhadap VMSA, vitamin C, total fenol, aktivitas antioksidan, gula reduksi, nilai pH dan warna. Perlakuan lama osmosis berpengaruh sangat nyata terhadap VMSA, vitamin C, total fenol, aktivitas antioksidan, gula reduksi, nilai pH dan warna. Perlakuan terbaik menurut parameter organoleptik yaitu sari apel varietas Manalagi dengan lama osmosis 24 jam dengan penilaian warna 4.10 (suka), rasa 3.80 (suka) dan aroma 3.90 (suka). Kata kunci : Apel Afkir, Ekstraksi Osmosis, Sari Apel
PENGARUH PENAMBAHAN JENIS DAN KONSENTRASI PASTA (SANTAN DAN KACANG) TERHADAP KUALITAS PRODUK GULA MERAH [IN PRESS JANUARI 2014] Sutrisno, Clara Dea Nastasia; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.139 KB)

Abstract

Gula merah tebu merupakan alternatif yang dapat dipilih untuk memenuhi kebutuhan gula di Indonesia. Komposisi gula merah tebu seperti lemak dan protein lebih sedikit dibandingkan gula merah kelapa. Sehingga dilakukan perbaikan mutu gizi terhadap gula merah tebu dengan penambahan pasta santan dan pasta kacang. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan mutu kandungan gula merah tebu serta menentukan proporsi pasta santan dan pasta kacang yang tepat pada gula merah tebu. Penelitian menggunakan Rancangan Tersarang dengan dua faktor yaitu jenis pasta dan konsentrasi pasta. Jenis pasta terdiri dari dua level yaitu pasta santan dan pasta kacang sedangkan konsentrasi pasta terdiri dari tiga level yaitu 20%, 30%, 40% dengan 3 kali pengulangan. Hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik menurut parameter fisik dan kimia adalah jenis pasta santan konsentrasi 40% sedangkan perlakuan terbaik menurut parameter organoleptik adalah jenis pasta santan konsentrasi 20%. Kata kunci: Gula Merah Tebu, Pasta Santan, Pasta Kacang, Lemak, Protein
PENGARUH RASIO CHIPS DENGAN BOLA PENUMBUK BALL MILL TERHADAP RENDEMEN DAN KEMAMPUAN HIDRASI TEPUNG PORANG [IN PRESS JANUARI 2014] Nandiwilastio, Novan; Widjanarko, Simon Bambang
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.068 KB)

Abstract

Tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan produk setengah jadi dari umbi porang yang lebih ekonomis dan memiliki kandungan glukomanan cukup tinggi. Glukomanan merupakan serat pangan larut air bersifat hidrokoloid kuat dan mampu mengembang dalam air hingga dua kali lipat sehingga sangat baik digunakan sebagai bahan tambahan produk pangan. Salah satu metode penepungan dengan prinsip menghaluskan secara merata dan efisien adalah dengan menggunakan mesin ball mill. Metode ini diharapkan menghasilkan tepung porang dengan rendemen dan kemampuan hidrasi yang tidak jauh berbeda dari tepung porang komersial dan standar mutu tepung porang. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Faktor yang digunakan adalah rasio berat chips porang dengan bola penumbuk dimana terdapat 5 variasi perlakuan (rasio 1:6, 1:7, 1:8, 1:9, dan 1:10). Setiap perlakuan dilakukan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Perlakuan terbaik berdasarkan parameter fisik menghasilkan rendemen 81.67 % dan kemampuan hidrasi 44.32 %.   Kata kunci: Ball Mill, Kemampuan Hidrasi, Tepung Porang, Rendemen

Page 1 of 2 | Total Record : 13