cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 4 (2014)" : 30 Documents clear
PEMBUATAN SAKE BERBASIS UBI KAYU (Manihot esculanta crantz) (KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI STARTER Saccharomyces cereviceae) [IN PRESS OKTOBER 2014] Sandi, Yogi Trio; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.473 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsetrasi strater (Saccharomyces cereviceae) efisien pada pembuatan sake berbahan dasar ubi kayu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan satu faktor yaitu konsentrasi starter  Saccharomyces cereviceae terdiri dari lima level yaitu konsentrasi starter 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 15%. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi stater Saccharomyces cereviceae berpengaruh nyata terhadap kadar alkohol yang di hasilkan. Konsentrasi alkohol tertinggi di dapatkan pada konsentrasi starter  12.5% dan 15% sebesar 12.14% dan 12.13%. Perlakuan terbaik di peroleh pada konsentrasi starter Saccharomyces cereviceae 12.5%  dengan kadar alkohol 12.14%, pH 4.18 dan total gula 1.41%.   Kata Kunci: Alkohol, Fermentasi, Sake, Singkong
PEMBUATAN LEMPENG BUAH LINDUR (Bruguiera gymnorrhiza) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG UBI KAYU (Manihot esculenta crantz) [IN PRESS OKTOBER 2014] Rosyadi, Elfira; Widjanarko, Simon Bambang; Ningtyas, Dian Widya
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.392 KB)

Abstract

Buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza) memiliki nilai kalori yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pangan masyarakat pesisir untuk mencegah kerawanan pangan ketika terjadinya musim panceklik. Tujuan penelitian ini mengetahui proporsi tepung buah lindur dibanding tepung ubi kayu terhadap karakteristik lempeng buah lindur, serta mengetahui Angka Kecukupan Gizi (AKG) per takaran saji lempeng buah lindur perlakuan terbaik. Lempeng adalah makanan ringan sejenis cookies, dimana proses pembuatannya tanpa penambahan tepung terigu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktorial yaitu perbandingan tepung buah lindur dibanding tepung ubi kayu (40:40, 45:35, 50:30, 55:25, 60:20, 65:15) sehingga diperoleh 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Lempeng perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tepung buah lindur 65% dan tepung ubi kayu 15% dengan nilai kadar air 2.45%, kadar lemak 38.31%, serat kasar 8.70%, dan daya patah 15.29 N. AKG lemak, protein, dan karbohidrat pertakaran saji adalah 17.68%, 4.62%, dan 4.94%.   Kata Kunci: Lempeng, Buah Lindur, Ubi Kayu
PEMBUATAN VELVA JAMBU BIJI MERAH PROBIOTIK (Lactobacillus acidophilus) KAJIAN PERSENTASE PENAMBAHAN SUKROSA DAN CMC [IN PRESS OKTOBER 2014] Maria, Devrina Nova; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan CMC terhadap sifat fisik, kimia dan mikrobiologi velva jambu biji merah. Dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa velva, dapat mempertahankan viabilitas bakteri asam laktat (BAL) selama 2 minggu. Total BAL tertinggi terdapat pada velva dengan kombinasi konsentrasi sukrosa 30% dan CMC 1%, yaitu: 7.04 log cfu/ml (0 jam); 9.76 log cfu/ml (24 jam); 8.07 log cfu/ml (minggu ke-0); 7.35 log cfu/ml (minggu ke-1) dan 6.94 log cfu/ml (minggu ke-2). Velva dengan sukrosa 30% dan CMC 1%, merupakan kombinasi perlakuan terbaik pada total asam 6.29%, total gula 57.29%, vitamin C 133.25 mg/100g, pH 4.24. Melalui analisis fisik, tercatat bahwa nilai overrun 15.21% dan kecepatan leleh 2.68 menit/g. Sementara, analisis organoleptik terbaik mencatat adanya konsentrasi sukrosa 30% dan CMC 1% dengan nilai rasa 5.45 (menyukai), tekstur 4.95 (netral), nilai kesukaan warna 5.2 (menyukai) dan nilai kesukaan aroma 4.55 (netral).   Kata kunci: Jambu Biji Merah, Velva, Probiotik, Sukrosa, CMC
PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL DAN EKSTRAK AMPAS KULIT APEL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA EDIBLE FILM [IN PRESS OKTOBER 2014] Huri, Daman; Nisa, Fithri Choirun
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.118 KB)

Abstract

Edible film merupakan suatu kemasan primer yang ramah lingkungan dan dapat dimakan. Salah satu bahan baku edible film tersebut adalah pati ubi jalar putih. Plasticizer gliserol digunakan untuk meningkatkan elastisitas edible film. Sedangkan penambahan ekstrak ampas kulit apel bertujuan untuk meningkatkan aktivitas antioksidan edible film serta memanfaatkan limbah dari proses pembuatan minuman sari apel. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol dan ekstrak ampas kulit apel terhadap karakteristik edible film. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama yaitu konsentrasi gliserol (10, 20 dan 30 % (v/b pati)), sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi ekstrak ampas kulit apel (2, 4 dan 6 % (v/v total)). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT dengan selang kepercayaan 5%. Pemilihan perlakuan terbaik dilakukan dengan metode Multiple Attribut. Perlakuan terbaik adalah edible film dengan konsentrasi gliserol 10 % dan ekstrak ampas kulit apel 6 %. Kata kunci: Edible Film, Ekstrak Ampas Kulit Apel, Pati Ubi Jalar Putih, Gliserol
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGINAN TERHADAP KARAKTERISTIK PASTA TEPUNG GARUT DAN KECAMBAH KACANG TUNGGAK SEBAGAI BAHAN BAKU BIHUN [IN PRESS OKTOBER 2014] Ramdhani, Ardini Fitriana; Harijono, Harijono; Saparianti, Ella
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.223 KB)

Abstract

Umbi garut merupakan bahan pangan lokal berkarbohidrat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, umbi garut memiliki kadar amilosa tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan baku bihun karena sesuai dengan karakteristiknya yang tidak membutuhkan pengembangan volume dalam prosesnya. Rendahnya kadar protein dari umbi garut disubstitusi dengan sumber protein lain yaitu kecambah kacang tunggak. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang banyak digunakan di industri pangan untuk memperbaiki karakteristik rheologi seperti meningkatkan viskositas dan kestabilan pati terhadap pemanasan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor, yaitu penambahan konsentrasi karaginan pada campuran tepung garut : kecambah kacang tunggak (60:40) dan STPP 0.30% (b/b).  Konsentrasi karaginan yang ditambahkan terdapat 7 level (0% ; 0.50% ; 0.60% ; 0.70% ; 0.80% ; 0.90% dan 1%). Didapatkan proporsi campuran tepung dengan penambahan karaginan 1% mendekati karakteristik pasta tepung beras.   Kata kunci: Karaginan, Karakteristik Pasta Bihun, Kecambah Kacang Tunggak, Umbi Garut
PENGARUH KARAGINAN TERHADAP KARAKTERISTIK PASTA TEPUNG GARUT DAN KECAMBAH KACANG GUDE SEBAGAI BAHAN BAKU BIHUN [IN PRESS OKTOBER 2014] Susanti, Dian Arie; Harijono, Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.376 KB)

Abstract

Garut adalah salah satu umbi lokal yang berpotensi di Indonesia yang memiliki kadar amilosa yang tinggi, sedangkan kacang gude adalah kacang-kacangan dengan kandungan protein yang tinggi. Bihun adalah produk olahan yang terbuat dari beras. Kandungan amilosa garut yang tinggi dan kandungan protein kacang gude yang tinggi pula berpotensi untuk menggantikan beras sebagai bahan baku bihun. Karaginan merupakan suatu jenis hidrokoloid yang telah banyak digunakan dalam bidang pangan yang dapat meningkatkan karakteristik fungsional dari pati, tekstur dan sifat reologikal, dan meningkatkan kualitas dan stabilitas dari produk pangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, yaitu penambahan karaginan pada campuran tepung garut dan tepung kecambah kacang gude (60:40) dan STPP 0,3% (b/b) yang terdiri dari 7 level (0%; 0.50%; 0.60%; 0.70%; 0.80%; 0.90% dan 1%). Penambahan karaginan dengan konsentrasi 1 % memiliki nilai karakteristik pasta yang paling mendekati dengan nilai karakteristik pasta tepung beras.   Kata Kunci: Garut, Kacang Gude, Karaginan, Karakteristik Pasta
EKSPLORASI POTENSI KEDELAI HITAM UNTUK PRODUKSI MINUMAN FUNGSIONAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT [IN PRESS OKTOBER 2014] Wardani, Ika Rachmawati; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.549 KB)

Abstract

Kedelai hitam adalah salah satu bahan pangan lokal yang sangat potensial untuk menjadi bahan baku minuman fungsional karena mengandung asam amino esensial, vitamin E, saponin, kaya akan antioksidan misalnya flavonoid, isoflavon dan antosianin. Namun, kedelai hitam memiliki kandungan tanin 4 kali lipat dibanding kedelai kuning. Tanin merupakan salah satu zat anti gizi karena kemampuannya mengikat protein sehingga protein menjadi sulit dicerna oleh enzim protease. Proses rekayasa pengolahan pada tahap perendaman, blanching, dan penambahan NaHCO3 saat perendaman dilakukan untuk meminimasi kandungan tanin dalam sari kedelai hitam. Berdasarkan hasil analisis, kadar tanin terendah sari kedelai hitam adalah perlakuan perendaman dengan penambahan NaHCO3 0.25%  selama 30 menit dan blanching 30 menit yaitu sebesar 5.61 mg/g dengan kadar kadar protein 4.4% dan kadar lemak 3.82%.   Kata kunci: Blanching, NaHCO3, Perendaman, Sari kedelai hitam, Tanin
KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA PATI UBI JALAR ORANYE HASIL MODIFIKASI PERLAKUAN STPP (LAMA PERENDAMAN dan KONSENTRASI) [IN PRESS OKTOBER 2012] Retnaningtyas, Dyah Ayu; Putri, Widya Dwi Rukmi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.76 KB)

Abstract

Ubi jalar mengandung: 32.20 g karbohidrat; 1.10 g protein; 0.40 g lemak; dan 900 Sl.Provitamin A (betakaroten), membuat ubi jalar ini mudah rusak sehingga diperlukan inovasisuatu produk yaitu pati modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhmodifikasi kimia dengan perlakuan konsentrasi STPP dan lama perendaman sertamenentukan pati modifikasi perlakuan terbaik. Metode yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok yang terdiri dari konsentrasi STPP 0.5% dan 1.0 % dan lama perendaman(1.0 dan 1.5 jam). Data hasil pengamatan dengan dianalisis ANOVA dilanjutkan uji lanjutBNT. Hasil pati modifikasi perlakuan terbaik memiliki rerata kadar air 11.3%, pati 84.95%,amilosa 28.86%, kecerahan 69.93, swelling power 4.63 g/g, solubilitas 1.33%, dan viskositas 1219 cP.Kata Kunci: Modifikasi kimia, Pati, STPP, Ubi jalar ungu
PENINGKATAN PRODUKSI PIGMEN MERAH ANGKAK TINGGI LOVASTATIN MENGGUNAKAN KO-KULTUR Monascus purpureus DAN Saccharomyces cerevisiae [IN PRESS OKTOBER 2014] Tedjautama, Evan; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.276 KB)

Abstract

Angkak merupakan beras yang difermentasi oleh kapang Monascus purpureus yang menghasilkan metabolit sekunder berupa pigmen merah dan lovastatin. Penambahan beras merah dan ko-kultur dengan Saccharomyces cerevisiae mampu meningkatkan produksi metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu dan konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae yang tepat terhadap produksi pigmen merah alami tinggi lovastatin pada angkak. Penelitian ini menggunakan RAK 2 faktor. Faktor I adalah waktu penambahan Saccharomyces cerevisiae, sedangkan faktor II adalah konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae. Perlakuan terbaik didapat dari perlakuan penambahan Saccharomyces cerevisiae hari ke-12 konsentrasi 105 cfu/mL dengan intensitas pigmen merah (λ 500 nm) 4.69, kadar lovastatin 12.24 ppm, derajat kecerahan (L*) 39.47 dan kemerahan (a*) 15.47, kadar air 5.62%, stabilitas terhadap suhu 86.21% (1800C) dan stabilitas terhadap pH 3 adalah 79.12% (jam ke-12) sedang pada pH 7 adalah 97.64% (jam ke-12).   Kata kunci: Angkak, Ko-Kultur, Lovastatin, Pigmen Merah, Saccharomyces cerevisiae
ANALISIS PREFERENSI, PERILAKU MAHASISWA DAN KEAMANAN PANGAN TERHADAP PRODUK BAKSO DI SEKITAR UNIVERSITAS BRAWIJAYA [IN PRESS OKTOBER 2014] Thah, Ha Mi; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.292 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang. Penelitian ini menggunakan metode survei konsumen. Data telah diisi akan dihitung frekwensinya menggunakan program SPSS. Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan menguji borax dan formalin untuk 19 sampel bakso yang dijual disekitar UB. Hasil penelitian menunjukkan preferensi mahasiswa terhadap bakso adalah mereka peduli akan kualitasnya  (86%), suka rasa kenyal (97%), suka tekstur yang lembut (58%), elastisitas (98%), ukurannya yang kecil (66%) dan beraroma daging (74%). Untuk  perilaku mahasiswa cenderung mengambil keputusannya sendiri (80%); Mereka kurang loyal terhadap tempat makan (80%); alasan utamanya karena rasanya (51%); sumber informasi dari brosur, iklan, dan TV (72%); Bakso yang dirasa mahasiswa enak (78%) dan harga sedang (84%); selain itu, seringnya mahasiswa mengkonsumsi bakso adalah sekali dalam seminggu (51%); lokasi pembelian bakso yang paling disukai mahasiswa adalah warung (77%). Keamanan pangan bakso di sekitar UB dinyatakan bebas dari borax dan formalin.   Kata kunci: Boraks, Formalin, Keamanan bakso, Perilaku konsumen, Preferensi

Page 1 of 3 | Total Record : 30