cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 4 (2015)" : 50 Documents clear
APLIKASI KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN PADA ES KRIM [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Nugroho, Yan Abdi; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.946 KB)

Abstract

Pemanfaatan kulit manggis di Indonesia masih sebatas suplemen pangan seperti pil atau jus, padahal produk hasil olahan kulit manggis masih sangat diminati. Oleh sebab itu dilakukan pembuatan es krim dengan penambahan kulit manggis sebagai sumber antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan penambahan konsentrasi sari kulit manggis dan jenis penstabil terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi sari kulit manggis (10,15,20%) dan jenis bahan penstabil (CMC dan Gum Arab 0.25%). Perlakuan terbaik parameter fisik pada konsentrasi sari kulit manggis 20% dengan jenis penstabil gum arab mempunyai nilai aktivitas antioksidan 97.98%; Kadar protein 2.75%; Kadar lemak 3.34%; Total padatan 26.63%; Kecepatan leleh 19.33 menit/100 g; serta Overrun 16.20%.   Kata Kunci: Antioksidan, Bahan Penstabil, Es Krim, Kulit Manggis
PEMBUATAN GULA KELAPA DARI NIRA TERFERMENTASI ALAMI (KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ANTI INVERSI DAN NATRIUM METABISULFIT) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Pratama, Ferry; Susanto, Wahono Hadi; Purwantiningrum, Indria
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.228 KB)

Abstract

Gula kelapa merupakan hasil olahan dari nira dengan cara menguapkan airnya, kemudian dicetak. Anti inverse merupakan suatu bahan pengawet yang dicampur dengan larutan penyangga yang mampu menjaga kestabilan pH dan menurunkan aktivitas enzim. Natrium Metabisulfit termasuk salah satu pengawet yang sering digunakan dalam pembuatan gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman bumbung dengan larutan anti inversi dan penambahan konsentrasi natrium metabisulfit terhadap nira kelapa terfermentasi secara alami selama 8 jam pada pembuatan gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik dari segi fisik, kimia diperoleh pada perlakuan anti inversi 3000 ppm dan natrium metabisulfit 500 ppm yaitu kadar air (5.01%), gula reduksi (3.67%), sukrosa (77.67%), pH (6.54), kecerahan (48.93), kemerahan (28.10), kekuningan (33.13), residu sulfit (79.52 ppm), rendemen (17.01%), dan kadar abu (1.80%). Untuk parameter organoleptik diperoleh pada perlakuan anti inversi 2000 ppm dan natrium metabisulfit 300 ppm yaitu warna (4.50), rasa (4.50), aroma (4.65) dan tekstur (4.55).   Kata Kunci: Anti Inversi, Gula Kelapa, Natrium Metabisulfit
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI ANTIDIARE PADA MENCIT YANG DIINDUKSI Salmonella typhimurium [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Purwaningdyah, Yunia Galih; Widyaningsih, Tri Dewanti; Wijayanti, Novita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.018 KB)

Abstract

Upaya pengobatan diare sebagian besar dengan obat kimia yang dapat menimbulkan efek samping. Maka diperlukan alternatif obat herbal antidiare dari jenis tanaman salah satunya biji pepaya dengan senyawa aktif yang mampu menekan diare. Tujuannya adalah mengetahui efektivitas biji p[epaya sebagai obat diare dengan dosis pemakaian yang tepat. Penelitian menggunakan dua tahap. Tahap I pembuatan ekstrak metode RAK dua faktor dengan analisa total tanin, fenol, rendemen. Faktor I adalah jenis biji papaya (biji pepaya mentah dan matang). Faktor II adalah jenis pelarut (etanol 96%, aseton, etil asetat). Tahap II pengujian in vivo metode RAL dengan analisa konsistensi, berat, diameter feses serta lama terjadinya diare dengan perbandingan dosis 200, 400, 800 mg/kgbb. Data dianalisa ANOVA. Hasil menunjukkan jenis biji dan jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap total tanin dan fenol. Perlakuan terbaik diperoleh tanin 7758.84 ppm, fenol 4321.77 ppm, rendemen 19.47%. Total rentang waktu diare tercepat 6.48 jam dengan pemberian dosis 800 mg/kgbb.   Kata kunci: Antidiare, Biji Pepaya, Salmonella typhimurium
DETEKSI MOLEKULER CEMARAN DAGING BABI PADA BAKSO SAPI DI PASAR TRADISIONAL KOTA MALANG MENGGUNAKAN PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Wardani, Agustin Krisna; Sari, Elok Puji Kurnia
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.056 KB)

Abstract

Kehalalan merupakan isu penting dalam indutri makanan terutama cemaran daging babi pada produk olahan. Metode PCR adalah salah satu teknik analisis molekuler untuk mendeteksi cemaran daging babi pada produk olahan misal bakso. Optimasi Suhu annealing merupakan faktor penting dalam proses PCR. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi optimum suhu annealing pada metode PCR dengan menggunakan primer gen leptin dan cytochrome b untuk mendeteksi ada atau tidaknya cemaran daging babi pada bakso sapi di pasar tradisional wilayah Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa primer gen Leptin dengan kontrol negatif daging ayam mampu mengamplifikasi DNA sampel bakso pada kondisi optimum PCR suhu annealing 440C dalam 37 siklus dengan konsentrasi gel agarosa 3%. Primer gen Cytochrome b tidak mampu mengamplifikasi DNA sampel bakso menggunakan PCR karena tidak terlihat pita DNA pada hasil elektroforesis. Penggunaan primer gen Leptin tidak direkomendasikan untuk deteksi cemaran daging babi karena pada penelitian ini gen leptin juga mengamplifikasi DNA sapi.   Kata kunci: Annealing, Cemaran Babi, Gen Leptin, PCR  
OPTIMASI SUSU BUBUK DALAM MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Listyoningrum, Hestuning; Harijono, Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.883 KB)

Abstract

MP-ASI merupakan makanan tambahan bagi pertumbuhan bayi usia 6-24 bulan. Salah satu bentuk MP-ASI yang paling banyak dikenal masyarakat adalah bubur bayi instan. Kacang hijau sebagai bahan makanan dengan kandungan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan bayi. Jagung sebagai bahan sumber karbohidrat dan ketiadaan gluten pada tepung jagung tidak menimbulkan alergi pada bayi. Berdasarkan nilai keduanya yang tinggi, dilakukan upaya pemanfaatannya dalam pembuatan MP-ASI. Penelitian ini menggunakan teknik linear programming untuk menghasilkan produk MP-ASI yang memiliki nilai kalori maksimal dan memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan standar. Terdapat tiga formula MP-ASI yang dihasilkan dengan menggunakan teknik tersebut dengan penambahan susu bubuk sebanyak 5 g, 10 g, dan 15 g. Formula yang diperoleh kemudian dianalisis meliputi kandungan kimia, fisik, serta dilakukan uji organoleptik.   Kata kunci: Jagung, Kacang Hijau, Linear Programming, MP-ASI
PENAMBAHAN Aloe vera L. DENGAN TEPUNG SUKUN (Artocarpus communis) DAN GANYONG (Canna edulis Ker.) TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Afriyah, Yayah; Putri, Widya Dwi Rukmi; Wijayanti, Sudarma Dita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.575 KB)

Abstract

Edible film sebagai lapisan tipis yang melapisi suatu bahan pangan dan layak makan. Lidah buaya sebagian besar terdiri dari air dan sisanya berupa padatan terutama karbohidrat, dan memiliki beberapa vitamin, protein, mineral serta mempunyai beberapa senyawa aktif yang mengandung antimikroba dan antioksidan yaitu senyawa fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karakteristik kimia, fisik dan mikrobiologi pada edible film dengan menambahkan lidah buaya dan berbagai jenis tepung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Tersarang dua faktor. Faktor I yaitu jenis tepung yang terdiri atas 2 level (tepung sukun dan umbi ganyong b/vtotal) dan faktor II yaitu proporsi penambahan lidah buaya yang terdiri atas 3 level (3%;5%;6% b/vtotal), dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam. Uji lanjut BNT dengan selang kepercayaan 5%. Perlakuan terbaik menggunakan Metode Multiplle Atribute [1]. Sedangkan analisis mikrobiologi mengggunakan pembacaan secara Deskriptif. Kata kunci: Edible film, ganyong, lidah buaya, tepung sukun,
KOMPARASI PENGGUNAAN TEPUNG GANYONG DAN TEPUNG SUKUN TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KULIT JERUK BALI [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Sulistiana, Evi Erizha; Putri, Widya Dwi Rukmi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.056 KB)

Abstract

Saat ini banyak dikembangkan edible film, yaitu suatu kemasan yang ramah lingkungan. Untuk mendapatkan sifat fisik edible film yang baik perlu ditambahkan hidrokoloid seperti pati tepung ganyong dan sukun. Penambahan bubuk kulit jeruk bali berfungsi sebagai pembawa senyawa antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi serta memperoleh proporsi jenis tepung dan bubuk kulit jeruk bali untuk menghasilkan edible film yang mempunyai sifat fisiko kimia yang baik. Metode penelitian dilakukan dengan Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan 2 faktor. Faktor I terdiri dari 2 level yaitu jenis tepung (ganyong serta sukun) dan faktor II terdiri dari 3 level yaitu perbandingan jenis tepung : bubuk kulit jeruk bali (4%:2%; 3%:3%; 2%:4% b/vtotal) dengan 3 kali sub sampling. Sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Perlakuan terbaik adalah tepung ganyong 3% dan proporsi bubuk kulit jeruk bali 3%.   Kata Kunci: Edible Film, Kulit Jeruk Bali, Tepung Ganyong, Tepung Sukun
PENGARUH DAYA DAN LAMA PENYINARAN SINAR ULTRAVIOLET-C TERHADAP TOTAL MIKROBA SARI BUAH SALAK PONDOH [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Arinda, Ika Devi; Yunianta, Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.593 KB)

Abstract

Pengolahan buah segar seperti salak pondoh menjadi produk banyak dilakukan salah satunya sari buah. Pembuatan sari buah tidak lepas dari adanya pengawet yang dapat menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan. Penggunaan pengawet dapat diganti dengan proses yang dapat menekan laju pertumbuhan mikroba dengan menggunakan radiasi Ultraviolet-C. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh daya dan lama penyinaran sinar Ultraviolet-C terhadap sari buah salak pondoh. Rancangan percobaan menggunakan RAK faktorial. Faktor I adalah daya lampu terdiri dari 2 level (30 dan 60 watt). Faktor II adalah lama penyinaran terdiri dari 4 level (30, 40, 50, 60 menit). Analisis meliputi TPC, pH, Total Asam, Warna dan Organoleptik. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA), Hasil penelitian menunjukkan daya lampu UV-C berpengaruh nyata terhadap total mikroba. Lama penyinaran lampu UV-C berpengaruh nyata terhadap total mikroba dan warna sari buah salak pondoh. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan daya lampu 60 watt dengan lama penyinaran lampu 50 menit.   Kata kunci: Salak Pondoh, Sari Buah, Sinar Ultraviolet-C, Total Mikroba,
STUDI PEMBUATAN OSMODEHIDRAT BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr): KAJIAN KONSENTRASI GULA DALAM LARUTAN OSMOSIS DAN LAMA PERENDAMAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Kartika, Priska Nur; Nisa, Fithri Choirun
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.802 KB)

Abstract

Nanas merupakan buah tropis yang banyak ditanam di Indonesia. Nanas termasuk komoditas yang mudah rusak (perishable food). Kandungan air yang tinggi sebesar 90.73% dalam 100 gram bahan. Tindakan pencegahan untuk mengatasi kerusakan pangan, maka perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dengan proses pengolahan agar masa simpannya relatif panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi gula dalam larutan osmosis dan lama perendaman pada buah nanas agar dihasilkan produk yang memiliki kualitas yang optimum. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Faktor 1 yaitu konsentrasi gula dalam larutan osmosis yaitu 50, 60, dan 70%, sedangkan faktor 2 yaitu lama perendaman yaitu 9, 12, dan 15 jam. Pemilihan perlakuan terbaik dengan metode Indeks Efektifitas De Garmodan uji organoleptik pada produk osmodehidrat dianalisis menggunakan uji kesukaan. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi gula dalam larutan osmosis 60% dan lama perendaman 12 jam. Kata kunci: Gula, Nanas, Osmodehidrat
PENGARUH ASAP CAIR TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Hardianto, Ludi; Yunianta, Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.316 KB)

Abstract

Ikan tongkol memiliki kandungan protein tinggi. Ikan tongkol mempunyai kekurangan seperti ikan lainnya yaitu cepat mengalami kerusakan bahkan kebusukan setelah dipanen.Penggunaan asap cair lebih aman dan praktis dibandingkan dengan pengasapan konvensional karena asap cair mengandung senyawa fenol, karbonil dan asam-asam organik yang berperan penting dalam pengawetan ikan. Asap cair yang digunakan untuk pengawetan berasal dari limbah pertanian seperti tongkol jagung dan tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asap cair terhadap sifat kimia dan organoleptik  ikan tongkol. Metode yang digunakan adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor 1  yaitu perlakuan lama perendaman yang terdiri dari 3  level dan faktor 2 adalah  jenis asap cair yang terdiri dari 2 level.  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan terbaik berdasarkan parameter kimia dan organoleptik diperoleh pada perlakuan pada penyimpanan selama 2 hari pada suhu ruang serta lama perendaman 2 jam dengan jenis asap cair tempurung kelapa   Kata Kunci: Ikan Tongkol, Asap Cair, Tongkol Jagung, Tempurung Kelapa