cover
Contact Name
Sujarwo
Contact Email
sujarwo@ub.ac.id
Phone
+62341-551665
Journal Mail Official
agrise@ub.ac.id
Editorial Address
Socio-Economics/Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya, Jl. Veteran Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRISE
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14121425     EISSN : 22526757     DOI : 10.21776/ub.agrise
AGRISE adalah Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Jurnal ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FPUB. Pada tahun 2011, Jurnal Agrise bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penerbitan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Agrise diterbitkan tiga kali setahun (bulan Januari, Mei, dan Agustus). Frekuensi penerbitan akan ditambah bila diperlukan. ISSN cetak : 1412-1425 ISSN Elektronik : 2252-6757
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2012)" : 7 Documents clear
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produktifitas Tenaga Kerja Pengisian Kantong Polybag Pada Persemaian Bibit Tanaman Jati Di Cv Perkasa Kab. Banjarnegara Nur Rahmawati
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.241 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil tenaga kerja pengisian kantong polybag, mengetahui tingkat produktivitas serta faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag pada persemaian bibit tanaman jati di CV. Perkasa kabupaten Banjarnegara. Responden dalam penelitian ini adalah keseluruhan tenaga kerja pengisian kantong polybag di CV. Perkasa sebanyak 50 orang. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi produktrivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag pada kelompok terampil dan ahli lebih besar dari pada tingkat produktivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag pada tingkat pemula. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata variabel umur, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga serta dummy kelompok kerja secara bersama – sama terhadap produktivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag. Dilihat dari nilai koefisien determinasi 94,1 % menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag dapat dijelaskan oleh variabel yang digunakan, sisanya 5,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model seperti jenis kelamin. Hasil nilai koefisien regresi diperoleh bahwa pengalaman dan dummy kelompok kerja berpengaruh nyata. Sedangkan umur, pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag pada persemaian bibit tanaman jati di CV. Perkasa kabupaten Banjarnegara. Tingkat produktivitas tenaga kerja pengisian kantong polybag pada kelompok pemula rata-rata adalah 1,495 polybag / menit, pada kelompok terampil rata – rata produktivitas tenaga kerjanya adalah 1,997 polybag / menit, sedangkan pada kelompok ahli rata – rata produktivitas tenaga kerjanya adalah 2,495 polybag / menit.   Kata kunci: pembibitan Jati, Produktivitas tenaga kerja, pengalaman kerja
Analisis Struktur, Perilaku, Dan Penampilan Pasar Wortel Di Sub Terminal Agrobisnis (Sta) Mantung (Kasus Pada Sentra Produksi Wortel Di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang) Nur Baladina
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.226 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran wortel di Sub Terminal Agrobisnis (STA) Mantung dan kelembagaan tradisional di Desa Tawangsari secara lebih lengkap dengan menggunakan pendekatan struktur, perilaku, dan penampilan pasar wortel. Pendekatan struktur pasar menggunakan analisis pangsa pasar (market share), Indeks Hirschman Herfindahl (IHH), CR4 (Concentration Ratio for Biggest Four), Indeks Rosenbluth, dan Koefisien Gini (Gini Coefficient). Pendekatan perilaku pasar menggunakan analisis deskriptif kualitatif berkenaan dengan pasar yang menjadi obyek penelitian.  Sedangkan pendekatan penampilan pasar menggunakan analisis marjin pemasaran berdasarkan konsep produk referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar wortel di STA Mantung dan kelembagaan tradisional di Desa Tawangsari mengarah pada persaingan tidak sempurna (imperfect market) yaitu oligopsoni. Perilaku pasar menunjukkan cukup banyak kolusi dan strategi yang dilakukan lembaga pemasaran untuk melemahkan posisi pedagang yang berada di level bawahnya, sedangkan petani hanya sebagai pihak price taker. Analisis penampilan pasar menghasilkan marjin pemasaran dan nilai R-C ratio yang bervariasi antar lembaga pemasaran, dengan share harga yang diterima petani dari harga yang dibayarkan konsumen relatif kecil, sedangkan saluran pemasaran wortel yang paling efisien terdapat pada saluran VII dari kelembagaan tradisional di Desa Tawangsari.   Kata kunci: struktur pasar, perilaku pasar, penampilan pasar, agribisnis wortel
Pemberdayaan Masyarakat Tani Pemaknaan, Dan Kasus Di Lapangan Indardi Indardi
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.475 KB)

Abstract

Otonomi Daerah telah merubah strategi pembangunan  yang semula serba terpusat menjadi terdesentralisasi dengan pemberdayaan masyarkat. Pemberdayaan masyarkat tani diyakini sebagai pendekatan yang paling sesuai di sector pertanian. Masalahnya adalah sejauhmana pemaknaan pemberdayaan masyarkat tani ini dimaknai oleh pihak-pihak yang terlibat, khususnya pemerintah dan masyarkat petani. Hal ini akan berpengaruh terhadap bagaimana kegiatan pemberdayaan masyarkat tani tersebut dilakukan. Konsekuensi pendekatan  pemberdayaan masyarakat  tani  menuntut peran serta petani yang tinggi sehingga interaksi social di antara mereka  lebih intensif. Kajian ini bermaksud mengungkap bagaimana pemaknaan  pemberdayaan masyarakat tani dari segi konsep dan kasus di lapangan . Kajian dilakukan dengan metode kasus tunggal (Yin RK, 2005). Sebagai kesimpulan bahwa pemberdayaan masyarkat tani dimaknai secara parsial, dan belum menyentuh makna yang sesungguhnya. Disarankan ada sosialisasi agar ada persamaan persepsi terhadap makna pemberdayaan masyarkat tani.   Kata kunci: pemberdayaan masyarakat tani, pemaknaan
Analisis Neraca Bahan Makanan Di Kabupaten Trenggalek Imron Fuadi; Nuhfil Hanani; Wahib Muhaimin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.414 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis ketersediaan pangan di Kabupaten Trenggalek, (2) menganalisis ketersediaan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral tahun 2010 di Kabupaten Trenggalek, dan (3) memproyeksikan ketersediaan pangan di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2011-2015. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Neraca Bahan Makanan dan Teknik Peramalan Ekponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten  Trenggalek  merupakan daerah surplus pangan  untuk komoditas beras,  jagung, kacang tanah, ubi kayu, daging, susu,  ikan, gula, sayuran, dan  buah, sedangkan  yang defisit pada komoditas pangan  telur,  ubi kayu, kedelai  dan kacang hijau. Ketersediaan energi 3857 kkal/kapita/hari, protein 84.68 gram/kapita/hari, lemak 26.82 gram/kapita/hari, vitamin A 4828.28 RE, vitamin B1 2 mg/kapita/hari, vitamin C 314.41 mg/kapita/hari, kalsium 456.67 mg/kapita/hari, fosfor 1562.37 mg/kapita/hari dan zat besi 17.30 mg/kapita/hr. Hanya ketersediaan lemak dan kalsium yang masih dibawah anjuran WNPG. Kontribusi jenis pangan terhadap ketersediaan energi terbesar berasal ubi kayu yang menyumbang sebesar 1.395 kkal atau 36 %, kemudian beras sebesar 1.344 atau 35 %, diikuti jagung 716 kkal atau 18 %. Sedangkan kotribusi jenis bahan pangan lainnya seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, daging, telur, susu, ikan, gula, sayuran dan buah sangat kecil berkisar antara 0-6 % terhadap total energi dan protein. Kontribusi jenis pangan terhadap ketersediaan protein didominasi oleh sumbangan dari beras sebesar 33 gram atau 38%, jagung sebesar 18 gram atau 25 % , ikan sebesar 12 gram atau 14 % dan ubi kayu 9 gram atau 10 %. Peramalan produksi dan konsumsi pangan menunjukkan bahwa pertumbuhan komoditas pangan meningkat dan surplus sampai tahun 2015 kecuali kedelai, kacang hijau, ubi jalar dan telur. Defisit produksi pangan terjadi pada  beberapa kecamatan, namun kondisi ini bukan merupakan masalah yang serius  kalau akses pangan masyarakat  baik ekonomi  maupun fisik dapat dipenuhi melalui distribusi yang baik  dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit.   Kata Kunci: Neraca Bahan Makanan, Ketersediaan, Peramalan Pangan
Dampak Pemberitaan Penyalahgunaan Formalin Terhadap Kinerja Industri Tahu Di Daerah Istimewa Yogyakarta Triwara Buddhisatyarini
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.777 KB)

Abstract

This research aims to knows production, net revenue and profit changes, and what were the producers effort to return consumers believing to product of tofu home industry. The respondence at the research were 37 producers of tofu home industry in Daerah Istimewa Yogyakarta which registered in Trade and Industrial Departement. Data used were one month before issues (December 2005) and data of one month after issues (January 2006). Quantitative analysis carried out include: cost analysis, revenue analysis, analysis of revenue and profit before and after the outbreak of formaldehyde issues. While the descriptive analysis includes profiles of entrepreneurs know and efforts made to tackle the issue of formalin entrepreneurs. The result of production analysis were,  production of Sleman tofu home industry was down 30% rarely,production of Bantul was down 42% rarely and production of Yogyakarta was down 63% rarely. The result or revenue analysis were, 57% net revenues of Sleman tofu home industry was down rarely, 31% of Bantul tofu home industry and 61% of Yogyakarta. The result of profit analysis were, 31% profit of Sleman tofu home industry was down rarely, 30% of Bantul and 61% of Yogyakarta, which highest value of down rate effect to Yogyakarta city tofu home industry. To counter formalin issues, producers haven’t intensive effort, there was interpersonal communication only at limited environment. Key words :  formalin abuse, production, profit, issues counter
Analisis Usaha Budidaya Ikan Gurami Di Kelompok Budidaya Ikan Mina Lestari, Turus Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo Pujastuti Pujastuti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.622 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui budidaya ikan gurami di kelompok Mina Lestari, Turus serta mengetahui biaya produksi, pendapatan dan sistem budidaya mana yang layak diusahakan antara budidaya dengan pemberikan makan ikan gurame dengan pakan alami dari dedaunan saja dan pakan alami dengan tambahan pellet.Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh anggota kelompok Mina Lestari yang melakukan budidaya ikan gurami dengan tujuan konsumsi sebagai responden sejumlah 9 orang petani ikan gurami yang menggunakan pakan alami dan 9 orang petani ikan gurami yang menggunakan pakan alami dengan tambahan pellet. Dari hasil penelitian ini, dikeahui bahwa pendapatan usaha budidaya ikan gurami dengan pakan alami sebesar Rp. 20.646.048 dengan keuntungan sejumlah Rp. 3.137.718 dalam waktu 48 bulan atau 3 (tiga) kali panen. Sedangkan usaha budidaya ikan gurame dengan pakan tambahan pellet sebesar Rp. 11. 470.334 dengan keuntungan Rp. 5.675.855 dalam waktu 48 bulan atau 4 (empat) kali panen.Kelayakan usaha dilihat dari B/C ratio, produktifitas tenaga kerja dan produktivitas modalnya layak diusahakan.. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat khususnya bagi petani ikan gurami supaya dapat menjadi wacana dan acuan untuk memperbaiki sistem budidaya ikan gurami agar dapat meningkatkan hasil produksi ikan gurami. Kata Kunci : Usaha budidaya ikan gurami, biaya produksi, pendapatan, kelayakan.
Peranan Ketua Kelompok Afinitas Mandiri Pangan Terhadap Pengelolaan Kinerja Kelompok Dalam Mencapai Efektifitas Kelompok Sugiyanto Sugiyanto; Dinar Tri Palupi
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.029 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan kelompok afinitas Mandiri Pangan di Desa Tamanasri, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, (2) Mendeskripsikan peran yang dijalankan ketua dalam melaksanakan dan mengelola kegiatan Kelompok Afinitas Mandiri Pangan di Desa Tamanasri, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan,  (3) Mendeskripsikan dan menganalisis kinerja Kelompok Afinitas Mandiri Pangan dalam meningkatkan efektifitas kelompok di Desa Tamanasri, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Sedangkan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan kelompok dan peran yang dijalankan ketua kelompok dalam melaksanakan dan mengelola kegiatan kelompok serta untuk mendeskrisikan dan menganalisis kinerja kelompok maka dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan kegiatan kelompok Sido Mulyo Mapan I yang meliputi kegiatan administrasi kelompok, simpan pinjam dan menabung, usaha produktif serta pelatihan dan studi banding telah sesuai dengan apa yang direncanakan namun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. pada kegiatan usaha produktif serta pelatihan dan studi banding masih belum optimal. (2) Ketua dan anggota kelompok afinitas Sido Mulyo Mapan I di daerah penelitian telah cukup mampu melaksanakan peranannya dalam hal perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. (3) Ketua dan anggota kelompok dinilai cukup memiliki pengelolaan kinerja kelompok yang baik yang mana upaya yang dilakukan dalam pengelolaan kinerja tersebut telah sesuai dengan kemampuan masing-masing individu dan telah memiliki efektifitas kelompok. Kata Kunci: Kelompok Afinitas, Mandiri Pangan, Peran Pemimpin, Kinerja Kelompok, Efektifitas Kelompok

Page 1 of 1 | Total Record : 7