cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 30 (2013)" : 8 Documents clear
Ruang Publik: Melacak “Partisipasi Demokratis” dari Polis sampai Cyberspace. Roza, Prima
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.7

Abstract

Dalam negara demokratis terminologi ruang publik atau “public sphere” merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan ruang publik merupakan persyaratan utama untuk terwujudnya negara demokratis. Ruang publik merupakan keniscayaan dalam demokratisasi, karena ruang publik adalah tempat terjadinya interaksi di antara dua entitas yaitu negara dan masyarakat, secara terbuka dan otonom. Negara demokratis mustahil dapat terwujud apabila ruang publik terkooptasi. Ruang publik adalah wahana tempat terjadinya partisipasi warga yang merupakan inti dari demokrasi. Di ruang pub-liklah terjadi pembelajaran, baik bagi penyelenggara negara maupun warga masyarakat.
ORIENTASI PENGEMBANGAN ILMU DALAM PERSPEKTIF ISLAM Hidayatulloh, Furqon Syarief
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.6

Abstract

Setiap muslim wajib mencari dan mengembangkan ilmu. Ilmu yang dikembangkan pada prinsipnya adalah ilmu yang bermafaat bagi kehidupan manusia yang meliputi ilmu tanziliyah dan ilmu kauniyah. Kedua ilmu tersebut bersumber dari Allah swt. Dilihat dari fungsinya ilmu tanziliyah sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah), sedangkan ilmu kauniyah berfungsi sebagai sarana kehidupan (wasail al-hayah). Manusia yang beriman dan senantiasa mengembangkan serta mengamalkan kedua ilmu tersebut berpotensi besar untuk mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah swt (QS. 58:11), selama ilmu itu diorientasikan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Kata Kunci: ilmu, islam, studi Every Muslim is oblidged to seek for and expand his or her knowledge. Basically, the knowledge expanded is knowledge that is useful for the humankind, which includes the studies in tanziliyah and kauniyah. Both tanziliyah and kauniyah are sourced from Allah SWT. As viewed from the function, tanziliyah is used as the guidance of life (manhaj al-hayah), while kauniyah is used as a means of life (wasail al-hayah). People who are faithful and develop and implement both studies are most likely to be raised to a higher level by Allah SWT (QS. 58:11) as long as the development and implementation are oriented according to the Islamic values and teachings. Keywords: knowledge, islam, study
MAKNA IKON NAGA, LONG 龙, 龍 ELEMEN UTAMA ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA. Kustedja, Sugiri; Sudikno, Antariksa; Salura, Purnama
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.5

Abstract

Ikon naga selalu muncul dalam segala segi kehidupan masyarakat Tionghoa dan telah bertahan berabad-abad: busana, peralatan rumah tangga, bangunan, teori fengshui, pemerintahan, festival, kepercayaan, ritual. Naga sebagai ikon budaya etnis Tionghoa populer sampai sekarang, Makhluk apakah sesungguhnya ini? Tulisan ini mengambil sample naga yang muncul sebagai elemen arsitektur dominan pada bangunan klenteng tradisional atau bangunan resmi kekaisaran dahulu. Uraian pemaknaan didekati secara historis, antropologis, etnografis, etimologi, semiotik dan hermeneutik. Analisa menunjukkan naga merupakan symbol harapan masyarakat mengenai segala hal berhubungan dengan kebaikan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Suatu bayangan dari bawah sadar manusiawi. Disertakan juga beragam contoh pemakaian oleh masyarakat umum. Kata kunci : naga, budaya Tionghoa, tradisional, vernakular. Dragon icon is well-known in every aspect of the Chinese culture and has survived for centuries on cloths, furniture, building architecture, feng-shui theory, governments, festivals, beliefs, and rituals. As an icon of the Chinese culture, it has always been very popular until today. What kind of being is it actually? This paper chose the dragon as expressed as a dominant element in the architecture of traditional temples and the past kingdom official buildings. The interpretation of its meaning is performed using the approaches of history, anthropology, enthography, etymology, semiotics and hermeneutics. The analysis indicates that the inherent meanings of dragon symbolizes the society’s expectation for every single thing related to good wishes, prosperity, and happiness: subconscious human sillhoutes. Also provided here various examples of its applications by people in general. Keywords: dragon, Chinese culture, traditional, vernacular.
KAJIAN PERAN SERTA PETANI DALAM OPERASI DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR JARINGAN IRIGASI DENGAN PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR (TPB) (STUDI KASUS : DAERAH IRIGASI CIRASEA KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT) Rismanto, Rismanto; Wiyono, Agung; Wachyuni, Sri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.4

Abstract

pemeliharaan infrastruktur jaringan irigasi. Menurut Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 2006 tentang irigasi disebutkan bahwa "Partisipasi masyarakat petani dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi diwujudkan mulai pemikiran awal, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan kegiatan dalam pembangunan, peningkatan, operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi". Penelitian ini difokuskan pada dua kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam satu kecamatan dan gabungan P3A (GP3A) dengan masing-masing jumlah responden masing-masing 25 responden. Lokasi penelitian berada di Desa Ciheulang pada petak tersier Glk 7 ka dan Desa Ciparay pada petak tersier Kja 2 ka. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Variabel Attitude Toward Behaviour (ATB), Subjective Norm (SN), dan Perceived Behaviour Control (PBC) berpengaruh positif terhadap maksud petani dalam memilih turut berperan atau tidak dalam OP jaringan irigasi. Petani yang mempunyai maksud yang tinggi dalam partisipasi OP jaringan irigasi mempunyai tingkat produktivitas lahan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan petani yang mempunyai maksud yang rendah. Korelasi ATB, SN, PBC dan niat masuk dalam kategori "sangat kuat". Begitu juga korelasi antara Intensi dan produktivitas sawah dari petani masuk dalam kategori "sangat kuat". Petani yang intensi terhadap OP jaringan irigasi masuk dalam kategori sangat baik mempunyai produktifitas sawah rata-rata 4,5 ton/ha/tahun jika dibandingkan dengan petani yang intensi terhadap OP jaringan irigasi masuk dalam kategori rendah. Model hubungan antara variabel independen ATXB (X1), SN (X2) dan PBC (X3) terhadap variabel dependen Intensi (Y) adalah Y = -0,116 + 0,130X1 + 0,530X2 +0,362X3 dengan syarat batas nilai X1, X2, X3 harus lebih besar dari nol dan Y tidak boleh negatif. Sedangkan model hubungan antara variabel independen Intensi (Y) terhadap variabel dependen Produktifitas (Z) adalah Z = 4,723+0,267 Y. dengan syarat batas nilai intensi (Y) harus lebih besar dari 12,5 dan lebih kecil dari 38,84 Kata Kunci : theory of planned behavior, partisipasi Petani, DI. Cirasea Participation of public, especially farmers, plays a very important role in the operation and maintenance of irrigation network infrastructure. According to the Government's Regulation No. 20 of 2006 concerning irrigation, it is mentioned that "Participation of the farmers in the development of the irrigation systems and refineries is realized starting from the initial concept, decision making, and implementation of activities in the construction, improvement, operation, maintenance and rehabilitation. This study focused on two groups of Water User Farmer Association (P3A) in one district and Joint P3A (GP3A) with each drawn number of respondents of 25 respondents. Research sites were located in the Village at tertiary GLK Ciheulang 7 ka and Ciparay Village at tertiary KJA 2 ka. The result showed that the variables Attitude toward Behavior (ATB), Subjective Norm (SN), and Perceived Behavior Control (PBC) have a positive effect on farmers' intentions that play a role or not in choosing an operation and maintenance (OP) of irrigation network. Farmers who have high intensity in participation in Operation and maintenance (OP) have a network of irrigation land productivity levels higher than the farmers who have a lower intensity. Variable correlation ATB, SN, PBC and intention into the category of "very strong". So is the correlation between intention and productivity of rice farmers in the category of "very strong". Farmers whose intentions towards Operational and maintenance (OP) in the category of irrigation excellent productivity of rice have an average of 4.5 tons/ha/year when compared to the intentions of the OP farmers' irrigation network into the low category. Model ATXB relationship between the independent variable (X1), SN (X2) and PBC (X3) on the dependent variable Intention (Y) is Y = -0.116 + 0.130 X1 + 0.530 X2 +0.362 X3 with boundary condition values X1, X2, X3 must be greater than zero and Y cannot be negative. Meanwhile, the model of the relationship between the independent variables Intention (Y) on the dependent variable productivity (Z) is Z = 4.723 +0.267 Y. With the intention o boundary value (Y) must be greater than 12.5 and less than 38.84 Keywords : Theory Of Planned Behavior, Farmer Participation, DI. Cirasea
INCORPORATING AND CONVERTING BIOGAS TECHNOLOGY INTO HOUSEHOLD SPACE Alam, Meredian
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.3

Abstract

Kemunculan teknologi biogas di Indonesia berkembang pesat setelah berkembangnya wacana mitigasi perubahan iklim oleh para ahli sains. Gas metan sebagai hasil dari kotoran hewan di Indonesia telah menarik perhatin para ahli teknologi untuk menerapkan teknologi yang tepat dan terjangkau di kalangan rumah tangga pedesaan, yakni biogas. Walaupun demikian, belakangan ini riset mengenai biogas jarang sekali membahas bagaimana teknologi memasak dapat berintegrasi ke dalam ruang rumah tangga. Dengan menggunakan teori domestikasi, artikel ini merupakan upaya untuk berbagi pengertian tertentu mengenai tahap-tahap sosial yang berbeda-beda antara satu dan lainnya dalam hal teknologi biogas yang hendak dipopulerkan ke dalam kehidupan rumah tangga. Kata kunci : teknologi, mitigasi, biogas, teori domestikasi The emergence of biogas technology in Indonesia is invasive after the rising of climate change mitigation discourse by scientists. Methane gas as results of animal wastage in Indonesia has withdrawn technologists to apply an appropriate yet affordable technology for rural household, namely biogas. However, nowadays research on biogas barely investigate how such cooking technology is made to be integrated in the household space. By using the domestication theory, this paper is an attempt to shed particular lights on distinctive social stages of biogas technology in being immersed into the life of household. Key Words: technology, mitigation, biogas, domestication theory
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SEBAGAI PENUNJANG KETAHANAN NASIONAL SEBUAH PROVINSI (Studi Kasus : Kabupaten Yahukimo) Munaf, Dicky Rezady
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.2

Abstract

Pemekaran wilayah Kabupaten Yahukimo pada dasarnya membawa dampak positif untuk keberlangsungan ketahanan nasional Provinsi Papua. Salah satu aspek penting dalam pemekaran wilayah untuk ditata dan disempurnakan adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur lebih dititikberatkan pada kebutuhan dan permasalahan wilayah pemekaran tersebut sehingga infrastruktur yang dibangun dapat bermanfaat dan menunjang keberlanjutan hidup masyarakat. Dengan demikian ketahanan nasional dapat tercapai. Kata kunci : pemekaran wilayah, pembangunan, infrastruktur The expansion of Yahukimo district basically has a positive impact on the sustainability of the national defense of Papua Province. One important aspect in the expansion of the area that is to be reorganized and enhanced is to build infrastructure. Infrastructure development should better be focused on the needs and problems of the area expansion hence the infrastructure built useful and supports the sustainability of the community and, subsequently, the national security could be achieved. Key Words: regional growth, development, infrastructure
PERILAKU REMAJA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA BARU: PEMETAAN HABIT MEDIA BARU REMAJA DAERAH SUB URBAN KOTA BANDUNG (KABUPATEN BANDUNG) Nureni, Reni; Pramiyanti, Alila; Putri, Idola Perdini
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.1

Abstract

Dunia masa depan adalah dunia para digital natives. Budaya dan gaya hidup masa depan anak-anak Indonesia adalah budaya dan gaya hidup digital natives. Walaupun demikian, sampai saat ini tak ada satupun data komprehensif, dan masif, menyangkut kebiasaan bermedia anak-anak Indonesia. Data TNS yang disebut"•Digital Life"– sendiri, yang selama ini kerap dirujuk oleh para peneliti untuk melakukan kajian terkait dengan komunikasi massa maupun marketing communication di era digital, hanya memperlihatkan data pengakses Internet di berbagai negara secara general. Ketiadaan baseline data secara nasional menyangkut kebiasaan bermedia remaja Indonesia ini menyebabkan sulitnya pemerintah, maupun kelompok kepentingan lainnya dari dalam maupun luar negeri, guna merancang kebijakan, merumuskan regulasi, atau melaksanakan program yang tepat sasaran terkait dengan masa depan remaja Indonesia. Dengan adanya penegasan menyangkut jenis media, aktivitas bermedia, dan sasaran yang hendak dieksplorasi, penelitian ini mencoba memaparkan bagaimana akses media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, bagaimana penggunaan media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, dan bagaimana praktik media baru dalam kehidupan remaja sehari-hari di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden di sekolah di Kabupaten Bandung yang dijadikan lokasi penelitian. Jumlah sampel mewakili populasi penduduk kabupaten Bandung untuk kategori usia remaja, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang jumlahnya ditentukan melalui rumus Yamane. Kata Kunci: digital natives, digital life, remaja, internet, media. The world in the future is the world of the digital natives. Culture and lifestyle of future Indonesian children are the culture and lifestyle of digital natives. However, to date, there is no single comprehensive and massive data concerning the habits of the children in Indonesia related to media. The TNS data called Digital Life itself, which has been frequently referred to by researchers in conducting studies related to mass communication and marketing communication in the digital age show only data on those accessing the Internet in various countries in general. The absence of a national baseline data concerning the habits of using media among Indonesian teenagers makes it difficult for the government, as well as other interest groups from within and outside the country, to design policies, formulate regulations, or implement targeted programs related to the future of Indonesian teenagers. With assertions regarding the type of media, the activity of media, and the targets to be explored, this study tries to explain new media accesses conducted by Indonesian teenagers, how new media used by Indonesian teenagers, and the new practices of using new media in the everyday life of the teens in Indonesia. This research was conducted using a survey method through the use of questionnaires distributed to respondents in schools in Kabupaten Bandung regency as the study sites. The number of samples is the representative of the population of Kabupaten Bandung Regency for teenage category, with a simple random sampling technique whose number is determined through the Yamane formula. Key Words: digital natives, digital life, teenagers, the internet, media
Indeks Pengarang dan Indeks Subjek 2013 Fauzi Hermawan, M.Hum., Ferry
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 30 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.

Page 1 of 1 | Total Record : 8