cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2014)" : 8 Documents clear
FLEKSIBILITAS RUANG KELAS SEBAGAI UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN DALAM MEMBANGUN MOTIVASI ANAK DI TK BUNDA GANESA BANDUNG Sulistiyani, R. Rr. Hasri; Darmawan, Ruly; Budiarti, Lies Neni
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.7

Abstract

pembelajaran dan meningkatkan motivasi bermain-belajar anak. Salah satu metode pembelajaran yang dikembangkan yaitu pembelajaran atraktifdengan penataan lingkungan di luar dan dalam kelas sebagai pilar pertamanya. Penataan lingkungan kelas di beberapa TK bukanlah hal mudah karena terkendala oleh keterbatasan lahan atau keleluasaan mengubah bangunanyang ada.Oleh karena itu, pada penelitian ini diuraikan peran fleksibilitas ruang sebagai upaya memenuhi kebutuhan dalam membangun motivasi bermain-belajar anakpada TK dengan keterbatasan lahan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif dengan studi kasus TK Bunda Ganesa Bandung.Analisis menggunakan quality learning instrument (QLI) yang ditriangulasikan dengan teori motivasi Maslow dan teori fleksibilitas ruang oleh Monahan, serta hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukkan fleksibilitas ruang kategori fluiditylebih berperan dalam menunjang motivasi bermain-belajar melalui pemenuhan kebutuhan dan kenyamanan ketika anak berkegiatan, sedangkan fleksibilitas versatilitydan modifiability juga berperan dalam menangani perubahan kebutuhan ruang pada keterbatasan lahan maupun bangunan yang ada. Kata kunci: fleksibilitas ruang, kebutuhan ruang anak, ruang bermain-belajar, motivasi anak TK. Kindergarten learning methods constantly evolve to optimize learning and improve children's learning motivation. One of the methods developed is attractive learning with an environmental arrangement of outside and inside the classroom as the first pillar. Arranging the classroom environment in some kindergartens is not easy because it is constrained by the limitation of space and possibility for changing the existing buildings. Therefore, this research describes the role of spatial flexibility in order to meet the needs for building the learning motivation among the children at kindergartens with limited space. This research uses a descriptive qualitative method with TK Bunda Ganesa Bandung as the case study. The analysis uses Quality Learning Instrument (QLI), triangulated according to Maslow's theory of motivation, and Monahan's theory of flexibility of space, as well as results of interviews. The results show that the fluidity of space flexibility plays a bigger role in supporting the learning-playing motivation through meeting the needs and comfort of the children when they are having activities, while the versatility and modifiability flexibility also play a role in addressing the changing needs for rooms with limited space and the existing buildings. Keywords: flexibility of space, children's need for space, playing-learning space, motivation of children in kindergartens.
FENOMENA BAHASA BALIHO SEBAGAI IDENTITAS DIRI TOKOH CERMINAN KARAKTER BUDAYA : KAJIAN SEMIOTIKA Sulastri, Sulastri; Ronidin, Ronidin
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.6

Abstract

Keyakinan dan ide-ide sering diiklankan di billboard melalui bahasa dan simbol. Oleh karena itu, keyakinan dan ide-ide pada billboard dapat diteliti dengan menggunakan analisis tekstual. Billboard dapat dianggap sebagai salah satu kekayaan budaya dan oleh karena itu tidak dapat dipisahkan dari aspek identitas, yang dibentuk melalui ideologi dan dapat dibangun melalui kesadaran perilaku individu. Teks billboard tampak sederhana tetapi dapat ditafsirkan ke dalam berbagai tingkatan dan makna. Selama proses membaca billboard, peran "mengundang" dan "mengundang" bisa menjadi "memerintah" dan "yang diperintah". Bahasa billboard mungkin membuat orang tidak ekspresif dan non-eksperimental tetapi dapat menghasilkan bahasa ekspresif yang dapat membawa pencerahan dan kecerdasan. Bahasa "žterlihat"Ÿ dan "žtak terlihat"Ÿ tidak bisa menghindari penafsiran sederhana atau terkendali dan bahkan makna ganda karena bahasa pada billboard menggunakan gaya bahasa hiperbola atau melebih-lebihkan gaya. Teks-teks billboard juga dikemas dalam simbol dan tanda yang tidak berubah-ubah. Melalui semiotika, aspek tanda dan simbol yang tersembunyi dalam bahasa billboard dapat direpresentasikan dan di analisis secara rinci. Pendekatan semiotika menjelaskan hubungan antara satu tanda dengan tanda lain yang mewakilinya. Selain itu, ada posisi yang sama antara representasi dari apa yang tersedia dan representasi apa yang tidak tersedia, antara "mewakili apa yang ada" dengan "apa yang tidak ada", yang diwakili". Kata kunci: bahasa billboard, identitas, perilaku, semiotik, tanda dan simbol Beliefs and ideas are often advertised on billboards, delivered through languages and symbols. Therefore, beliefs and ideas on billboards could be examined by using a textual analysis. Billboards could be considered as one of cultural properties hence it cannot be separated from the identity aspects, which are shaped through ideology and can be built through the awareness of individual behaviors. Billboard texts seem simple but they can be interpreted into many levels and meanings. During the billboard reading process, the roles of "inviting" and "invited" can become "to rule" and "being ruled". The billboard language might make people unexpressive and non-experimental, but it can also produce expressive language that can bring enlightenment and intelligence. The visible and invisible language cannot avoid a simple or restrained interpretation and even numerous meanings because a billboard uses a hyperbole or exaggerating style. The billboard texts are also wrapped up in symbols and signs that are not changeable. Through semiotics, sign aspects and symbols hidden in billboard language are represented and can come into another detailed analysis. Semiotic approach applies its righteousness and then explains the relationship between a sign and another sign that represents it. In addition, there is a similar position between the representation of what is available and the representation of what is not available, between "represent what exists" with" what non-existing" what is "being represented". Keywords: billboard language, identity, behavior, communication, semiotic, signs and symbols.
MEMAKNAI PESAN SPIRITUAL AJARAN AGAMA DALAM MEMBANGUN KARAKTER KESALEHAN SOSIAL Purwanto, Yedi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.5

Abstract

Adanya fenomena bahwa kesalehan individu kurang berdampak pada kesalehan sosial merupakan latar belakang kajian ini. Pilar agama Islam (Rukun Islam) tidak bisa dipahami hanya sebagai bentuk kewajiban ritual individual seorang muslim dengan Sang Khalik, melainkan juga mengandung maksud bahwa kelima hal itu menjadi suatu sarana membina hubungan sosial antara seorang muslim dengan orang lain, bahkan dengan makhluk lainya. Dengan kata lain, kewajiban menjalankan rukun Islam, memenuhi kewajiban spiritual seseorang (muslim) juga kewajiban sosial. Pada akhirnya hal tersebut akan membentuk karakter kesalehan sosial. Kelima rukun Islam tersebut secara sosiologis memberikan pemahaman bahwa di dalam menjalankan kewajiban ritual agama, seorang muslim hendaknya memenuhi aspek lainnya, yaitu membina hubungan harmonis dengan sesama manusia. Dengan demikian maka terciptalah keharmonisan hubungan secara vertikal dengan Sang Pencipta (hablum minallah), juga hubungan harmonis dengan manusia (hablum minannas). Jika kedua aspek sudah terpenuhi maka akan menjadi nyatalah perwujudan seorang insan kamil atau manusia sempurna. Kata kunci: manusia, insan, bani adam, kesalehan sosial The phenomena that individual piety has less impact on the social piety is the background of this study. The Five Pillars of Islam cannot be understood as a mere form of individual ritual obligation of a muslim to the Creator, but, more importantly, supports the notion that the Five Pillars are a means of fostering social relationship between a Muslim and other people, and even with other creatures. In other words, the obligation to implement the Pillars of Islam, fulfilling one's (muslim's) spiritual obligations, is also a social obligation. In the end, it will shape the character of the society's piety. The Five Pillars of Islam sociologically provide an understanding that in performing the obligation of religious rituals, a muslim must fulfill other aspects, namely fostering harmonious relationships with fellow human beings. Thus, it creates a harmonious relationship with the Creator vertically (hablum minallah) and also a harmonious relationship with other human beings (hablum minannas). If both aspects are met, there will be an obvious embodiment of a perfect man. Keywords : human beings, children of Adam, social piety
HUBUNGAN FAKTA GEOPOLITIK DENGAN PERENCANAAN BAHASA Suryani, Yani
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.4

Abstract

Geopolitik berperan penting terhadap eksistensi sebuah bahasa dan bangsa. Perencanaan bahasa di sebuah negara menjadi penting karena dapat berperan menjaga keutuhan bangsa, melancarkan hubungan diplomatik, dan melakukan ekspansi bahasa bagi kebutuhan industri dan ekonomi. Dari negara-negara yang terdapat di lima benua, didapat simpulan bahwa geopolitik sebuah negara berperan besar terhadap perencanaan bahasa di negara tersebut. Negara yang situasi geopolitiknya stabil dapat melakukan ekspansi bahasa ke negara lain. Sementara itu, negara dengan geopolitik yang masih bergejolak sangat memerlukan perencanaan bahasa yang matang. Kata kunci: geopolitik, perencanaan bahasa, ekspansi Geopolitics is vital to the existence of a language and nation. Language planning in a country is important because it may contribute to the process of maintaining the integrity of the nation, keeping diplomatic relations, and expanding language for the needs of industry and economy. Of the countries in the five continents, a conclusion was obtained that the geopolitics of a state contributes significantly to the language planning of the country. Countries with stable geopolitical situation can expand their language to other countries. Meanwhile, countries with highly volatile geopolitical condition still require a careful language planning. Keywords: geopolitics, language planning, expansion
PARTISIPASI MASYARAKAT DAN NELAYAN DALAM MENGURANGI PENCEMARAN AIR LAUT DI KAWASAN PANTAI MANADO-SULAWESI UTARA Siregar, Chairil N.
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.3

Abstract

Kondisi pantai Manado yang tercemari limbah setelah direklamasi untuk membangun gedung-gedung hotel, perkantoran dan "mall" yang megah merupakan masalah yang menjadi titik awal penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangai pencemaran atau polusi laut di tepi pantai Manado. Usaha ini dapat dilakukan di antaranya melalui partisipasi masyarakat dalam pengurangan polusi atau pencemaran laut di tepi pantai. Untuk mengatasi masalah sampah, masyarakat berpartisipasi dengan cara berkelompok. Upaya melibatkan masyarakat untuk membersihkan pantai dilakukan melalui pendekatan sosiokultural untuk mengubah prilaku yang kurang mendukung upaya tersebut. Kata kunci : Partisipasi masyarakat, pencemaran air laut, kawasan pantai Manado, sosiokultural The condition of Manado beach contaminated waste after reclamation to build the hotel buildings, offices and magnificent malls is a problem that becomes the starting point of this research. This study aims to lessen the contamination or pollution to the coast of the sea in Manado. This attempt can be done through community participation in the reduction of the contamination or pollution of the beach of the sea. To overcome the garbage problem, people participate in groups. The efforts to involve the community to clean up the beach were made through a sociocultural approach to change the behavior that are less supportive to these efforts. Keywords: Community participation, sea water pollution, coastal areas of Manado, sociocultural
ANALISIS SIKAP MULTIATRIBUT FISHBEIN MENGENAI ATRIBUT OBAT HERBAL MEREK TOLAK ANGIN SIDO MUNCUL DI KOTA BANDUNG Puspita, Windriani; Nugrahani, Rah Utami
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.2

Abstract

Metode pengobatan herbal saat ini diyakini sebagai metode pola hidup sehat. Meningkatnya kecenderungan ini karena masyarakat berkeyakinan mengonsumsi obat alami relatif lebih aman di bandingkan dengan obat sintetik. Hal ini yang menjadi latar belakang dilakukan penelitian mengenai sikap konsumen mengenai produk obat herbal merek Tolak Angin Sido Muncul di kota Bandung. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model multi atribut fishbein yaitu attitude toward to object model dan theory of reasoned action. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitas produk, fitur produk, desain produk, merek, kemasan, promosi penjualan, layanan pelengkap dan harga. Variable norma subjektif yang digunakan adalah keluarga, teman, media, penjual, dan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan disimpulkan bahwa: (i) atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen memiliki nilai rata-rata 1.06. Atribut yang dianggap paling penting oleh responden adalah atribut kualitas dari sisi keampuhan khasiat obat (performance) dengan nilai 1.75, sedangkan nilai evaluasi terendah adalah atribut layanan pelengkap dari sisi konsultasi gratis (consult) dengan nilai 0.1. (ii) Total nilai sikap konsumen (Ao) sebesar 19.35. Sikap yang dianggap paling baik oleh konsumen adalah sikap mengenai atribut harga dari sisi harga murah (pricing) dengan nilai 2.71, sedangkan nilai sikap terendah adalah sikap mengenai atribut layanan pendukung dari sisi konsultasi gratis (consult) dengan nilai 0. (iii) Total nilai norma subjektif (SN) sebesar 5.46. Norma subjektif yang dianggap paling dominan dalam memengaruhi keputusan konsumen adalah media dengan nilai 2.36, sedangkan norma subjektif paling rendah adalah orang lain dengan nilai 0.28. Kata kunci: atribut produk, sikap multi atribut fishbein, norma subjektif Herbal treatment methods have currently been accepted as a method of healthy lifestyle. The increase of this tendency may result from the belief that it is safer to consume natural medicine than synthetic drugs. This is the background to do research on consumers' attitude about the brand of herbal medicinal products Tolak Angin Sido Muncul in Bandung. The method of data analysis used in this study is a model of Fishbein's multi-attribute toward the object model and the theory of reasoned action. The attributes used in this study are product quality, product features, product design, branding, packaging, sales promotion, complementary services and prices. The subjective norm variables used were family, friends, the media, vendors, and others. The results of the research and analysis are as follows: (i) the attributes considered by consumers have an average value of 1:06. The attributes considered most important by respondents were the quality attribute in terms of the efficacy of the drug performance with a value of 1.75, while the lowest is the complementary service attribute in terms of free consultation with a value of 0.1. (ii) The total value of the consumer's attitude (Ao) was of 19.35. The attitude considered the best by consumers was pricing, the lowest price, with a value of 2.71, while the lowest value of the attitude was that of supporting services in terms of free consultation, with a value of 0. (iii) The total value of the subjective norm (SN)was 5.46. The subjective norm considered most dominant in influencing consumers' decision is the media with a value of 2.36, while the lowest subjective norm is other people with a value of 0.28. Keywords : product attributes, Fishbein multi-attribute attitude, subjective norm
PUNDEN BERUNDAK GUNUNG PADANG Refleksi Adaptasi Lingkungan dari Masyarakat Megalitik Yondri, Lutfi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1

Abstract

Punden berundak Gunung Padang merupakan hasil temuan kembali pada tahun 1979. Sebelumnya temuan ini pernah dicatat oleh N.J. Krom pada tahun 1914. Sejak penemuan kembali pada tahun 1979, berturut-turut telah dilakukan penelitian oleh tim baik dari Direktorat Purbakala, PUSPAN (saat sekarang bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional), Balai Arkeologi Bandung, Pemerintah Daerah, serta berbagai kelompok masyarakat yang mencoba menggali nilai-nilai lain yang terkandung dalam tinggalan tersebut. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang fisik dan pola susun balok-balok batu penyusun struktur punden berundak yang disimpulkan merupakan refleksi adaptasi terhadap kondisi lingkungan dari masyarakat pendukung tradisi budaya megalitik pada masa lalu masa lalu. Kata kunci : nilai, pola fisik dan tumpukan, struktur, pundan berundak, adaptasi. The Gunung Padang stone terraces were discovered in 1979. Earlier, this remain was recorded by N.J. Krom in 1914 in Rapporten Oudheidkundige Dients that he wrote in 1914. Since its rediscovery in 1979, successive studies have been conducted by the Directorate of Antiquities, PUSPAN (now the Centre for Archaeological Research and Development), Bandung Institute of Archaeology, Bandung Local Government, and various community groups that try to explore the other values and relics contained in Gunung Padang stone terraces. Based on the result of the field studies and references, this paper will discuss the physical and stacking patterns of stone blocks making up the structure of Gunung Padang stone terraces as a visualization of the environmental adaptation in the past. Keywords : values, physical and stacking patterns, structure, stone terraces, adaptation
Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan Siregar, Qoriah A.
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.8

Abstract

Defenisi intelijen menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 16 tahun 2011 pasal 1 ayat (1): intelijen adalah usaha, kegiatan, dan tindakan terorganisir [terorganisasi] dengan menggunakan metode tertentu menghasilkan produk tentang masalah yang dihadapi dari seluruh aspek kehidupan untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan". Sejalan dengan defenisi tersebut, menurut Surat Keputusan Kapolri no. Pol: Skep/VI/2006 "Secara umum pengertian inte-lijen adalah usaha dan kegiatan yang dila-kukan dengan metode-metode tertentu secara terorganisir [terorganisasi] untuk men-dapatkan/menghasilkan produk berupa penge-tahuan tentang masalah-masalah yang dihadapi, kemudian disajikan kepada Kapol-sek/Kanit intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan kebijaksanaan atau tindakan".

Page 1 of 1 | Total Record : 8