cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2015)" : 9 Documents clear
ANALISIS IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI PT BIO FARMA nurbaety, annisa
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.4

Abstract

CSR merupakan komitmen perusahaan untuk bertindak etis terhadap pemangku kepentingan secara langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan para pihak yang terkait dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan dari aktivitas perusahaan. CSR dipahami sebagai kewajiban pemenuhan aturan yang harus  dilakukan perusahaan tanpa memahami esensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program CSR di PT Bio Farma berdasarkan observasi di lapangan, merekomendasikan strategi yang tepat sasaran dan tujuan dalam implementasi CSR bagi perusahaan di Desa Sukamulya, Kabupaten Sukabumi. Secara umum metode kerja dalam penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap evaluasi menggunakan kerangka konseptual dengan analisis deskriptif serta rekomendasi teknis dan tahap penyusunan rekomendasi strategi, menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan sintesis kerangka konseptual, dari 17 kriteria, sebanyak 12 telah dipenuhi oleh implementasi CSR PT Bio Farma di Desa Sukamulya dengan hasil yang memuaskan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi strategis CSR PT Bio Farma di Desa Sukamulya adalah Agressive (poin 3,25; 2,20). Berdasarkan hasil tersebut, maka usulan strategi pengembangan yang dapat diterapkan, yaitu mengembangkan pertanian terpadu yang terintegerasi dengan budidaya ikan koi, meningkatkan produktivitas budidaya ikan koi, agar dapat dipasarkan lebih luas di dalam dan luar negeri  dan membuka lapangan kerja yang baru berdasarkan potensi desa di bidang pertanian dan perikanan Kata kunci : CSR, Implementasi, BUMN
INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN PERILAKU KOMUNIKASI (Studi Pada Pengguna Smartphone di Kalangan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom) Gifary, Sharen; Nurhayati, IK
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.7

Abstract

ABSTRACT               Smartphone is a new media in the communication process. Smartphones are no longer used only for communication media but also to be considered by some manufacturers to make the smartphone as a medium of entertainment and education. The purpose of this research is to investigate and examine the effect of the Smartphone use intensity against the communication behavior (a study of Smartphone users among communication program students in Telkom University). This research involves one independent and dependent variables. The independent variable is the Smartphone use intensity (X) using Ardianto dan Erdinaya (2004). The dependent one is the communication behavior (Y) using Edward E. Sampson (Katherin Miller:2001). The primary data were collected through survey method with purposive sampling method using questionnaire given to 100 respondents. The type of this research was causal and descriptive with the research method of quantitative research. The data analysis technique was simple regression analysis. The results of the study showed that partially and simultaneous intensity of use of Smartphones effected significantly to the communication behavior in the amount of 55,4 % and the rest of 44,6 % was affected by other factors which are not examined in this research.. 
Pengaruh Penggunaan Media Twitter @infobdg Terhadap Pengurangan Ketidakpastian Informasi (Survey pada Mahasiswa Angkatan 2014 Universitas Telkom) Apriliani, Nia Nur
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.6

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media Twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengunaan media Twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Data yang digunakan diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yaitu mahasiswa angkatan 2014 Universitas Telkom. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji hipotesis parsial dan perhitungan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengunaan media Twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi. Sub variabel yang sangat signifikan berpengaruh adalah Accessibility dan Amount. Koefisien determinasi menunjukan bahwa sebesar 32% penggunaan media Twitter @infobdg mempengaruhi pengurangan ketidakpastian informasi sedangkan 68% sisanya dipengaruhi oleh aspek lain diluar penelitian ini.Kata Kunci: Media Sosial, Pengurangan Ketidakpastian Informasi, Twitter @infobdgThis research discuss about the influence of Twitter @infobdg usage to uncertainty reduction of information. This research examined to know about influence of Twitter @infobdg usage to uncertainty reduction of information. This research use quantitative method and causal approaching. This research use data from questionnaire with 100 respondents. The analysis method used was classic assumption, linier regression analysis, partial hypothesis, and determination coefficient. The result of this research is the Twitter @infobdg usage has significant influence to uncertainty reduction of information. The most significantly influence are Accessibility and Amount. Determine Coefficient showed 32% of Twitter @infobdg usage influenced to uncertainty reduction of information while the rest 68% influenced by other aspects outside this research. Keyword: Social Media, Uncertainty Reduction of Information, Twitter @infobdg
BAHASA ILMIAH DALAM TEKS IKLAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JERMAN Lapasau, Merry
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.2

Abstract

ABSTRAK                Makalah ini membahas penggunaan bahasa ilmiah dalam wacana iklan bahasa Indonesia dan bahasa  Jerman. Bahasa ilmiah [engl.(technical) jargon)] adalah ragam bahasa dengan fungsi utama untuk memungkinkan komunikasi yang tepat dan efektif yang biasanya berkaitan dengan bidang  profesional atau ilmiah tertentu. Ciri yang sangat dominan pada bahasa ilmiah adalah penggunaan terminologi dari bidang ilmu tertentu yang normatif dan terstandardisasi serta maknanya terlepas dari konotasi bahasa sehari-hari atau bahasa umum. Penelitian ini berfokus pada permasalahan sebagai berikut: Bagaimana perbedaan bahasa ilmiah dengan bahasa umum? Bagaimana ukuran tingkat keilmiahan terminologi  ilmiah dalam teks iklan yang dianalisis? Adakah ciri-ciri  khusus bahasa ilmiah yang hanya terdapat pada teks iklan  bahasa  Indonesia tetapi tidak terdapat pada iklan bahasa Jerman dan sebaliknya? Apakah fungsi bahasa ilmiah dalam teks iklan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian diambil dari iklan berbagai macam produk yang ditawarkan di internet di Indonesia dan di Jerman bulan Januari- April 2015.Kata kunci: Bahasa ilmiah dalam iklan, terminologi ilmiah, bahasa teknisSCIENTIFIC LANGUAGE IN INDONESIAN AND GERMAN ADVERTISING ABSTRACT                 This paper discusses the use of scientific language in advertising discourse in Indonesian and German language. Scientific language [engl. (Technical) jargon)] is a language variety with the main function to allow precise and effective communication that is usually associated with a professional or a particular scientific field. A very dominant characteristic in scientific language is the use of terminology from specific areas of normative and standardized and meaning regardless of the connotations of everyday language or common language. The discussion is  focused on the following issues: How different is a scientific language compared to a common language? (General language vs. language for specific purpose), How to measure the level of scholarly scientific terminology in the analyzed advertising discourse? Are there certain characteristics of scientific language which only apply to the advertising discourse in Bahasa Indonesia and not  found in German advertising and visa versa? What is the main function of the use of scientific language in advertising? This study uses a descriptive qualitative method. Research data is taken from Internet advertising in Indonesia and in Germany from January-April 2015.   Keywords: Scientific language in advertising, scientific terminology, technical jargon 
PERGERAKAN PEMAIN DALAM PERMAINAN TRADISIONAL BEBENTENGAN SEBAGAI BASIS PERANCANGAN GAME PEMICU PENINGKATAN AKTIVITAS GERAK ANAK. Ananda Putra, Ukasyah Qodratillah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.3

Abstract

Seseorang yang bermain game hanya akan mengeluaran energi di bawah 1,5 METs dan termasuk dalam sedentary behaviour yang memiliki banyak pengaruh buruk bagi tubuh seperti obesitas. Perancang game saat ini dapat melihat permainan tradisional seperti bebentengan yang memiliki kegiatan fisik dominan dalam sistem permainannya sebagai basis game yang dapat meningkatkan aktivitas gerak pemain. Survey dari permainan bebentengan menunjukkan bahwa sebagian besar pergerakan pemain teralokasi pada pergerakan yang memiliki tingkat pengeluaran energi rendah, antara 0-2 METs. Pergerakan dengan pengeluaran energi tinggi pada permainan bebentengan meliputi berjalan dan berlari terhubung dengan kegiatan kejar mengejar antar pemain. Oleh karena itu, kejar-mengejar antar pemain dapat diaplikasikan menjadi gameplay utama dalam game untuk meningkatkan aktivitas gerak pemain. kata kunci: game, permainan tradisional, bebentengan, sedentary behaviour, gerak A person who play a standard video game will have energy expenditure below 1,5 METs, and they fall into sedentary behaviour which could lead to unwanted result such as obesity. Game designer nowadays could take bebentengan tradisional game, which is heavy on physical activity, as the basis of the game design for increasing movement activity of the player. The surveys of the bebentengan shows that most of the players movement are allocated in low energy expenditure level, between 0-2 METs. Running and walking, which are above the threshold of sedentary behaviour, are connected with players who are chasing each other. That is why in the gameplay development, those two movements should become the central activity of the game. keywords: game, tradisional game, bebentengan, sedentary behaviour, movement,
LESS CASH SOCIETY: MENAKAR MODE KONSUMERISME BARU KELAS MENENGAH INDONESIA jati, wasisto raharjo
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.1

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan menganalisis mengenai less cash society sebagai model baru dalam menganalisis konsumsi kelas menengah Indonesia.  model tersebut menggunakan teknologi kartu uang elektronik (e-money) dalam merubah pola konsumsi kelas menengah Indonesia. Semula berwujud tunai kini menjadi non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran di pusat perbelanjaan. Tujuannya adalah mengefisiensikan transaksi konsumsi maupun belanja bagi kelas menengah Indonesia. Pola konsumsi kelas menengah Indonesia sendiri mengalami transisi dari pemenuhan kebutuhan hidup mejadi kebutuhan simbolis. Adanya pengejaran terhadap identitas dan gaya hidup itulah yang menjadikan konsumsi kelas menengah Indonesia kini lebih bersifat sekunder. Penggunaan uang elektronik sendiri secara tidak langsung mempengaruhi pola transisi konsumsi itu.Kata kunci: konsumsi kelas menengah, uang elektronik, konsumsi simbolis, gaya hidupAbstractThis article aims to analyze the less cash society as a new model in analyzing the consumption of the middle class in Indonesia. The model has been usef electronic money card technology (e-money) in altering consumption patterns Indonesian middle class to be more digitally.. Indonesian middle class consumption patterns themselves underwent a transition from subsistence becoming symbolic needs indeed. In pursuing of identity and lifestyle have impacted into the consumption of Indonesia's middle class is now more secondary. Therefore, using of electronic money itself indirectly affect the consumption patterns of transitionKeywords: middle class consumption, electronic money, symbolic consumption, life style.
SISTEM TATA LETAK AKOMODASI PENUMPANG PADA INTERIOR KERETA API EKONOMI JARAK MENENGAH Ibrahim, Basir
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.8

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan elemen-elemen desain pada interior kereta api ekonomi yang tidak berfungsi secara optimal, terutama pada kereta jurusan Surabaya "“ Madiun. Tujuan penelitian yang diperoleh adalah untuk menemukan kriteria desain pada elemen-elemen interior kereta ekonomi di jalur Surabaya "“ Madiun yang sesuai dengan perilaku penumpang berdasarkan sistem tata letak akomodasi penumpang. Studi kasus utama yang dijadikan sebagai obyek penelitian pada Kereta Api Arjuna Ekspress jurusan Madiun "“ Surabaya. Peneliti melakukan observasi partisipatif sebagai tahap awal melakukan pengamatan terhadap aktivitas penumpang, kemudian menggunakan analisis statistik tabulasi silang untuk mengidentifikasi karakteristik dan kecenderungan penumpang berdasarkan hasil survey kuesioner. Teori dari Elizabeth D. Hutchison tentang perilaku manusia dan John Cresswell mengenai triangulasi data digunakan untuk menganalisis aktivitas penumpang terhadap penggunaan elemen desain interior kereta ekonomi. Manfaat penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai karakter dan perilaku penumpang kereta kelas ekonomi yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi manufaktur dan operator kereta api dalam perancangan konsep desain konfigurasi interior kereta kelas ekonomi di jalur Surabaya "“ Madiun.
KEPELAUTAN INDONESIA: PELUANG DAN TANTANGAN Munaf, Dicky R
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.5

Abstract

Indonesia memegang peran penting dalam industri maritim dunia. Negara ini telah melakukannya melalui penyediaan pelaut untuk pasar utama perekrutan kru pelaut di Eropa, Amerika Utara dan Timur Jauh. Dalam hal kualitas, pelaut Indonesia berada di level yang sama dengan pelaut-pelaut dari Filipina, India, Vietnam, Sri Lanka, Bangladesh dan negara lainnya yang memproduksi pelaut, dikarenakan pusat pelatihan sesuai dengan standar atau persyaratan yang ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang tertulis dalam Standard of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1995. Pasar kru pelaut di dunia meningkat bagi negara-negara pemasok selama dua puluh tahun terakhir karena generasi muda di negara-negara pasar kehilangan keinginan untuk menjadi pelaut pedagang. Mereka lebih suka bekerja di darat karena memiliki bahaya yang lebih kecil daripada bekerja dilaut. Namun, dalam kenyataannya, para pelaut Indonesia mengalami kesulitan dalam meraih kesempatan mati dikarenakan faktor kekurangan yang terdapat pada individu dan institusi. Filipina berada di daftar teratas; mereka adalah pilihan terbaik bagi pemilik kapal. Kemudian, India, Bangladesh dan Sri Lanka adalah pilihan berikutnya. Masalah individu mengacu kepada kompetensi pelaut dalam menjalankan tugasnya diatas kapal, sementara aspek kelembagaan berkaitan dengan kebijakan dan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah untuk mendukung sektor ini.Kata kunci: Pelaut, STCW 1995, Sentral pelaut, Dokumen identitas tunggal, Agen pengawak                           Indonesia plays pivotal role in the world's maritime industry. The country has been doing so through supplying seafarers to main crewing market in Europe, North America and Far East. In term of quality Indonesian seafarers are in level playing field with those of Philippines, India, Vietnam, Sri Lanka, Bangladesh and other seafarers producing countries since its training centers comply with standards or requirements set up by the International Maritime Organization (IMO) written down in the Standard of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1995. The world's crewing market is bullish for the supplying countries for the last twenty years because young generation in the market states loses eagerness to become merchant mariner. They prefer working onshore since it poses less danger than of the off shore. Nevertheless, in reality, the Indonesian seafarers encounter difficulties in grabbing the opportunity die to several individual and institutional lacks. Filipinos are on top of the list; they are the best choice for shipowners. Then, Indians, Bangladeshies and Sri Lankan are the next option. The individual problem is due to seafarer's competency in carrying out his duty onboard a vessel, while the institutional aspect deals with policy and regulations adopted by the government to support the sector.Key word: seafarer, STCW 1995, seamen center, Single Identity Document, manning agent
Kontroversi Khilafah: Islam, Negara, dan Pancasila Jaelani, M.Hum., Jejen
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.9

Abstract

Kehidupan beragama merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Agama menjadi sendi penggerak kehidupan masyarakat yang beradab. Demikian juga di dalam konteks bernegara, agama menjadi salah satu hal penting yang dijunjung negara bagi warganya. Akan tetapi, hal ini tidak serta-merta menjadikan agama sebagai landasan bagi jalannya ideologi dan sistem pemerintah-an negara, khususnya Indonesia. Indonesia adalah negara dengan keragaman yang sangat luar biasa kaya. Ada ratusan suku bangsa, bahasa, ada banyak agama dan kepercayaan yang selama ini tumbuh harmonis menjalin satu-kesatuan Indonesia. Negara ini dibangun dengan semangat keberagaman dan toleransi. Oleh sebab itu, para pendiri negara ini dengan sangat cerdas dan brilian menuangkan se-mangat keberagaman dan toleransi ini ke dalam UUD 1945 dan Pancasila.

Page 1 of 1 | Total Record : 9