cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 3 (2015)" : 12 Documents clear
GENDER DAN PLACE ATTACHMENT PADA COFFEE SHOP DI BANDUNG (STUDI KASUS ROEMAH KOPI) Setiati, Grace
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.8

Abstract

ABSTRAKCoffee shop saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menikmati kopi, tetapi telah menjadi tempat bersosialisasi, hiburan dan produktivitas. Beberapa pengunjung coffee shop memiliki kecenderungan untuk beraktivitas dan menghabiskan waktu di coffee shop secara berkala, sehingga secara tidak sadar penggunaan ruang yang berulang dapat menciptakan keterikatan emosi pada tempat (place attachment). Penelitian ini membahas tentang tingkat keterikatan terhadap ruang antara responden laki-laki dan perempuan di coffee shop. Metode penelitian pendekatan kualitatif survey dengan menyebarkan kuisioner kepada 36 orang pengunjung coffee shop, menggunakan metode analisis uji beda rata-rata dua sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterikatan terhadap ruang di Roemah kopi tergolong dalam kategori sedang dan hasil hipotesa tidak terbukti karena tidak terdapat perbedaan tingkat keterikatan antara responden laki-laki dan perempuan. Penelitian ini memberikan referensi untuk penelitian lebih lanjut tentang place attachment pada ruang publik. Kata kunci : gender, place attachment, coffee shop. ABSTRACTCoffee shop today not only serves as a place to enjoy coffee, but it has become a place to socialize, entertainment and productivity. Some visitors coffee shop has a tendency to move and spend time at the coffee shop on a regular basis, and did not realize that repeated use of space can create emotional attachment to place (place attachment). This study discusses the level of attachment to the space between respondents men and women in the coffee shop. Survey research methods qualitative approach by distributing questionnaires to 36 visitors coffee shop, using different test analysis the average of two independent samples. The results showed that the level of attachment to the space in the coffee Roemah classified in the category of medium and outcome hypothesis is not proven because there is no difference between the level of attachment of respondents male and female. This study provides a reference for further research on place attachment in a public space. Keywords: gender, place attachment, coffee shop.
PENGARUH SIKAP DAN KARAKTERISTIK KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN PONSEL PINTAR LAYAR SENTUH dinarah, agatha
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.5

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi  membawa dampak pada bermunculannya perangkat teknologi berspesifikasi canggih dengan fungsi yang kompleks, salah satunya adalah produk ponsel pintar (smartphone). Hal ini dapat membingungkan pengguna dalam hal persepsi, ekspektasi dan kegunaan produk. Penelitian ini bersifat eksploratori, yang mencoba menggali keterkaitan antara sikap dan karakteristik pengguna dalam beradaptasi dengan perangkat teknologi. Adapun alat ukur yang diujicobakan adalah berdasarkan pendekatan TAM model, yang mencakup aspek: behavioral control, barriers, social norms, perceived enjoyment, perceived usefulness, intention to use. Alat ukur diujikan melalui metode kuesioner dengan 5 skala likert, dan disebarkan pada 110 responden. Hasil temuan membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan sikap terhadap penggunaan perangkat teknologi.  Diharapkan dari studi pendahuluan yang telah dilakukan ini, memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pengembangan desain smartphone agar tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi produk semata, namun juga mengindahkan pengalaman pengguna selama mengoperasikan produk.Kata kunci: TAM model, smartphone, daya guna, sikap dan karakteristik konsumen  ABSTRACT The rapid of technological advances, have an impact on the emergence of technologies with sophisticated  specifications and complex functions, such as smartphones. It can be confusing to the user in terms of perceptions, expectations and usability of the product. This study tried to explore the relation between attitudes and characteristics of users to adapt to technological devices. The investigation used the measuring instrument TAM model, that includes aspects: behavioral control, barriers, social norms, perceived enjoyment, perceived usefulness, intention to use. This measuring tool was tested through questionnaire in 5 Likert scale, and distributed to 110 participants. The findings prove that there is a significant relationship between gender and attitudes toward the use of technological devices. The result of this preliminary studies, could provide a useful contribution to the development of smartphone design that not only focuses on technological advances, but also consider to the user experience during operate the product.Keywords: TAM models, smartphones, usability, consumer attitudes and characteristics
Rahasia Bandung, Jejak leluhur dari Fujian sampai ke tanah Parahyangan. (The secret ancestor artefacts in Bandung, from FuJian down to Priangan) Beng, Tan Soey
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.10

Abstract

Although Tan Nyim Tjoy as a chinese village master (wijkmeester) of Citepus in Bandung in the year of 1914 has been mention alot in the studies of chinese history in Bandung, his grave has never been found. Nevertheless Sim Cong alley and Sim Cong primary school are well known in that area. The question is whether they are the same person pronounced in different dialect. To solve that problem a study was conducted to find out some answers in his artefacts that could be found in the tombstone of his relatives or elsewhere and orally as well as written notes of his decendants. Results showed that the question can not be answered but Tan Sim Tjong allegedly was the Chinese village master and known to his descendents by that name, on the other hand official records wrote his name as Tan Nyim Tjoy, possibly the same person. His ancestor could be traced back to Nan Jing village in Fu Jian province who migrated to Southeast Asia. Tan Hwie Tjeng was recorded as the first known ancestor that settled down in Batang in central Java for several generations before moving westward to Cirebon and Jamblang, his descendents became prominent bussinessmen and leaders in that area and gained a substantial wealth. Tan Sim Tjong dan Tan Sim Sioe moved from Cirebon to Bandung and settled down in Citepus as "the great post way" and the city of Bandung was established. Tan Sim Tjong was later possibly appointed as the Chinese village master. Their bussinesses were also successful in Bandung and their descendants not only moved eastward to settle down in eastern Priangan areas such as Garut, Tasikmalaya and Ciamis but to other cities as well such as Cimahi, Bandung, Cirebon, Tegal, Pekalongan and Jakarta. Great global economic depression in 1929 followed by world war second and Indonesia independent war wipe out most of the wealth. Several riots that followed increase the diaspora among their descendants.Nama Tan Nyim Tjoy sebagai wijkmeester Citepus tahun 1914 banyak disebut dalam berbagai tulisan mengenai sejarah kota Bandung tetapi tidak pernah disebutkan letak makamnya. Sebaliknya nama gang Sim Cong di Citepus dan SR/SDN Sim Cong dikenal oleh semua orang di daerah Citepus Bandung. Penelusuran artefak kota Bandung dan wawancara terhadap para keturunannya memperlihatkan bahwa kemungkinan yang benar adalah Tan Sim Tjong sebagai wijkmeester Citepus karena makamnya dapat ditemukan begitu juga rumahnya dan jejak    keturunannya tapi dokumen resmi menuliskan namanya sebagai Tan Nyim Tjoy, mungkin kedua nama itu adalah orang yang sama. Bahkan asal usul leluhurnya dapat ditelusuri sampai ke kampung Nan Jing diprovinsi Fu Jian, leluhurnya  berpindah ke Asia Tenggara, Tan Hwie Tjeng adalah salah satu leluhur yang tercatat menetap di Batang di pesisir utara Jawa tengah untuk beberapa generasi lalu berpindah ke Cirebon dan Jamblang di sana berkembang menjadi pedagang dan pemimpin masyarakat Tionghoa di Cirebon. Tan Sim Tjong dan Tan Sim Sioe pindah ke Bandung dengan dibangunnya "Groote Postweg" dan sukses sebagai pengusaha dan memimpin pecinan Citepus, Tan Sim Tjong diduga diangkat sebagai wijkmeester. Keturunan mereka berpindah kearah timur bermukim di kota Garut, Tasikmalaya dan Ciamis juga di kota lain seperti Cimahi, Bandung, Cirebon, Tegal, Pekalongan dan Jakarta.  Depresi ekonomi global tahun 1929 disusul Perang Dunia kedua dan perang Kemerdekaan menghancurkan sebagian besar kekayaannya sedangkan kerusuhan2 semasa republik mendorong terjadinya diaspora diantara keturunan mereka.Kata kunci: migrasi, pecinan, peranakan, Cirebon, Batang, Tasikmalaya, Jamblang, Citepus, geneology.
KOMUNIKASI NON VERBAL BANGUNAN KOLONIAL DI PERKEBUNAN TEH JAWA BARAT wulan, roro retno
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.2

Abstract

Penelitian ini mengenai komunikasi nonverbal tata bangunan kolonial di kehidupan masyarakat dan lingkungan perkebunan teh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tentang keterkaitan antara lingkungan fisik dengan identitas orang yang tinggal di lingkungan tersebut seperti asumsi komunikasi nonverbal.Penelitian ini berargumen bahwa lingkungan fisik berpengaruh terhadap identitas individu yang tinggal didalamnya. Informasi dan data penelitian ini merupakan hasil observasi lapangan dan wawancara mendalam, didukung dokumentasi artifak-artifak fisikal bersejarah dari masa penjajahan Belanda dan foto-foto maupun tulisan-tulisan tentang sejarah perkebunan. Kesemuanya berkaitan dengan Teori Paskakolonial.Sebagai sebuah studi kasus instrumental maka teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan antara daerah perkebunan di wilayah Malabar dengan wilayah Subang. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu orang-orang yang paham realitas tata bangunan di lingkungan perkebunan, yaitu orang yang tinggal dan berinteraksi dengan bangunan tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama.Hasil penelitian memunculkan temuan-temuan yang diharapkan dapat memberikan masukan mengenai kajian komunikasi nonverbal terutama aspek bangunan sebagai physical environment-appearance terhadap kehidupan di perkebunan teh. Terutama kaitannya dengan Teori Pascakolonial dan identitas penduduk setempat. Kata kunci: komunikasi non verbal, identitas, teori paskakolonial, perkebunan teh   Abstract This research focused on nonverbal communication in the life of native people in tea plantation under colonial ideology. The aim of this research is to explain the linkage between identity and physical environment as the assumption of nonverbal communication theory.Research argued physical environment has effect on individual identity who lived in that area for generations. Information and data obtained from field observation, in-depth interview, photo documentation, Dutch colonialism literature and the history of Dutch colonialism in Indonesia.As an instrumental case study, researcher used comparative data analysis technic, between tea plantation area in Malabar and Subang. Data validation used source triangulation with source from native people who live in tea plantation for generations. Most of them are third generations of tea plantation worker.Result showed  there are linkage between physical environment appearance towards workers life in tea plantation especially in relation to postcolonial theory and identity. Keywords: nonverbal communication, identity, postcolonial theory, and tea plantation 
FENOMENA MEME DI MEDIA SOSIAL (STUDI ETNOGRAFI VIRTUAL POSTING MEME PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM) Nugraha, Aditya
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.3

Abstract

Media sosial belakangan ini menjadi fenomena media baru yang digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja hingga dewasa. Karakteristik media sosial yang bersifat maya seringkali menghasilkan fenomena-fenomena yang booming dikalangan pengguna media sosial itu sendiri bahkan khalayak luas. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti fenomena meme di media sosial Instagram. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi etnografi virtual. Adapun informan dalam penelitian ini adalah pengguna Instagram yang melakukan aktivitas posting meme menggunakan foto selfie dirinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima motif yang melatarbelakangi pengguna Instagram dalam melakukan aktivitas posting meme, yakni motif ingin tahu, motif menghibur, motif cinta, motif ekspresi dan motif harga diri. Selain itu, dalam memaknai aktivitas posting meme yang dilakukan oleh pengguna Instagram, peneliti menemukan tiga poin utama, yaitu merasa diperhatikan followers, merasa memberikan informasi ke followers serta mendapatkan pengalaman baru. Sehingga dapat dikatakan bahwa fenomena meme merupakan salah satu fenomena dimana pengguna menyampaikan pesan dalam bentuk baru dengan menggabungkan bahasa verbal dengan komunikasi nonverbal (ekspresi).Kata kunci: etnografi virtual, makna, meme, motif, posting meme
Membongkar Makna Lilin Dalam Iklan "Greeting AirAsia Belasungkawa" Oleh Kompas Gramedia Mustafa, Mustafa
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.9

Abstract

Kecelakaan yang menimpa maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Changi Singapura pada tanggal 28 Desember 2015 menimbulkan banyak reaksi simpati dari berbagai kalangan. Salah satu bentuk simpati muncul dari perusahaan media yaitu Kompas Gramedia dengan membuat iklan berjudul "Greeting AirAsia Belasungkawa". Iklan ini dibuat oleh Kompas Gramedia sebagai bentuk rasa belasungkawa terhadap kecelakaan AirAsia QZ 8501. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk membongkar makna yang terkandung pada lilin dalam iklan "Greeting AirAsia Belasungkawa" yang diperkuat oleh teks, background serta backsound di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma kritis yang menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Menurut Roland Barthes, terdapat tiga tahap dalam menganalisis sebuah tanda, yaitu denotasi, konotasi serta mitos atau ideologi. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa teks, background, dan backsound di dalam iklan "Greeting AirAsia Belasungkawa" menciptakan dan memperkuat makna yang terkandung pada lilin. Penelitian ini juga menunjukkan berbagai mitos tentang lilin, teks, background, dan backsound yang berkaitan dengan ideologi pada iklan "Greeting AirAsia Belasungkawa" dalam hubungannya dengan perusahaan media Kompas Gramedia sebagai pembuat iklan. 
SMS TAUHIID SEBAGAI TECHNO-RELIGION: PERSPEKTIF TECHNO-CULTURE ATAS PENYEBARAN TAUSIAH AGAMA MELALUI SMS Fakhruroji, Moch
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.4

Abstract

Memasuki era teknologi informasi, penyebaran pesan agama (tausiah) seolah menemukan pola baru, salah satunya dengan memanfaatkan layanan text messaging berbasis telepon seluler atau smart-phone. Dengan mengambil kasus layanan SMS Tauhiid yang menggunakan jargon "dakwah berbasis teknologi", tulisan ini menggunakan perspektif techno-culture sehingga menggambarkan SMS Tauhiid sebagai salah satu fenomena techno-religion. Dalam perspektif ini, fenomena techno-religion tidak hanya dilihat sebagai fenomena teknologi sebagai solusi praktis bagi agama untuk tetap mendapat tempat bagi masyarakat modern, tetapi juga mengungkap peran teknologi dalam membantu mewujudkan salah satu doktrin mendasar Islam sebagai missionary religion, terutama dalam konteks budaya masyarakat yang semakin sarat dengan teknologi baru yang semakin konvergen dan interaktif. SMS Tauhiid memperlihatkan fenomena techno-religion paling tidak dalam dua hal. Pertama, SMS Tauhiid berpotensi memperluas peran teknologi media dalam menstrukturkan perilaku agama masyarakat modern, khususnya dalam memperoleh pesan-pesan agama. Kedua, SMS Tauhiid menggambarkan fenomena "pendelegasian" wewenang pihak otoritas agama atas teknologi sehingga menggambarkan relasi yang bersifat negosiatif antara agen manusia dan agen teknologi.
Kajian Sistem Operasi Tersinergi Bakamla sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan Munaf, MS., MSCE. P.hD, Dicky R.
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.6

Abstract

Dalam rangka penegakan hukum di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi, khususnya dalam melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai UU  no 32 tentunya Badan Keamanan Laut Indonesia  yang merupakan  revitalisasi dan penguatan kapasitas  kelembagaan dari Badan Koordinasi Keamanan Laut perlu pola pelaksanaan operasi bersama keamanan laut dimana Gelar Kekuatan operasi Bersama Kamla yang selama ini dilakukan apakah sudah sesuai dengan banyaknya jenis  kejadian yang terjadi di wilayah perairan yuridiksi Indonesia baik itu pelanggaran bahkan kecelakan laut.
Berpikir Desain: Pendekatan Holistik di dalam Pemecahan Masalah pada Masyarakat Agraris/Maritim Indonesia Jaelani, M.Hum., Jejen
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.7

Abstract

AbstrakPermasalahan yang muncul di dalam kehidupan masyarakat Indonesia semakin hari semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan kehidupan masyarakat seakan-akan berjalan sebagai sesuatu yang terpisah. Oleh sebab itu, diperlukan paradigma baru di dalam pemecahan masalah-masalah yang ada. Berpikir desain (Design thinking) adalah cara berpikir holistik yang mampu menghasilkan gagasan dan ide kreatif bagi pemecahan persoalan yang ada di masyarakat. Design thinking yang dimaksud di sini adalah bukan cara berpikir desain yang khusus seperti di desain produk, desain interior, desain grafis, atau desain engineering. Akan tetapi, berpikir desain di sini adalah desain dengan domain yang lebih luas yang melibatkan pendekatan multidisiplin. Paradigma ini diharapkan dapat membuka peluang pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan yang holistik dan berbasis kelokalan Indonesia.  
Balada Jihad Aljazair (Menguak Infiltrasi Intelijen & Faham Takfiri dalam Gerakan Jihad) Siregar, Qorry Alibasyah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.11

Abstract

Buku ini merupakan terjemahan dari dua buku yang aslinya berjudul Mukhtashar Syahadati 'ala al-jihad fi Al-Jazair yang ditulis oleh Abu Mush'ab As-Suri, dan Thali'ah Ar-Radd 'ala Kitab Al-Jami' yang ditulis Abu Qatadah Al-Filistini.  Buku kedua ini yang diistilahkan penulis sebagai suplemen adalah tulisan yang disusun Abu Muhammad Al-Filistini, yang merupakan kumpulan dari tulisan gurunya (Abu Qatadah Al-Filistini) yang tersebar di berbagai topik tulisan, yang secara khusus berisi koreksi tentang kitab Al-Jami' fi Thalabil 'ilmi AS-Syarif  tulisan Abdul Qadir bin Abdul Aziz.

Page 1 of 2 | Total Record : 12