cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 1 (2019)" : 11 Documents clear
KAJIAN INKULTURASI PADA INTERIOR KARYA ARSITEKTUR MILIK HENRY MACLAINE PONT TAHUN 1918-1936 DI INDONESIA Amalia, Friska; Santosa, Imam; Adhitama, Gregorius Prasetya
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.5

Abstract

Bangunan arsitektur kolonial di Indonesia pada dasarnya merupakan bangunan arsitektur nasional Belanda yang mengalami adaptasi iklim tropis Indonesia. Para arsitek Belanda yang membuat karyanya di Indonesia bereksplorasi menciptakan karya dengan langgam arsitektur yang beragam pada masa kolonial. Salah satu arsitek Belanda keturunan Indonesia yang diindikasi berhasil memadukan unsur lokal terhadap karya arsitekturnya di Indonesia pada masa penjajahan pemerintah kolonial Belanda adalah Henry Maclaine Pont. Pont diindikasi melakukan pendekatan inkulturasi pada proses perancangan karya arsitekturnya. Didasari dengan ketertarikan Pont terhadap arsitektur tradisional Indonesia di Pulau Jawa serta keinginan Pont dalam mewujudkan politik etis di bidang arsitektur membuat karyanya menjadi mahakarya yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karya-karya Pont yang diindikasi memakai pendekatan inkulturasi pada proses perancangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dan studi kasus serta kajiannya berupa etnografi visual dalam studi kasus pada karya yang merepresentasikan proses inkulturasi dalam karya Pont yakni Aula Barat Institut Teknologi Bandung dan Gereja Katolik Puhsarang Kediri. Selanjutnya, dilakukan juga identifikasi lebih rinci untuk mengetahui mengapa kedua mahakarya Pont disebut-sebut menggunakan pendekatan inkultrasi. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan asumsi bahwa karya hasil inkulturasi Henri Maclaine Pont membuat temuan baru terhadap langgam arsitektur di Indonesia pada masa kolonial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa karya arsitektur Henry Maclaine Pont sangat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar dan budaya lokal seperti yang terdapat pada penjelasan inkulturasi berupa juxtapose, superimposing, dan interlocked.  Bangunan arsitektur kolonial di Indonesia pada dasarnya merupakan bangunan arsitektur nasional Belanda yang mengalami adaptasi iklim tropis Indonesia. Para arsitek Belanda yang membuat karyanya di Indonesia bereksplorasi menciptakan karya dengan langgam arsitektur yang beragam pada masa kolonial. Salah satu arsitek Belanda keturunan Indonesia yang diindikasi berhasil memadukan unsur lokal terhadap karya arsitekturnya di Indonesia pada masa penjajahan pemerintah kolonial Belanda adalah Henry Maclaine Pont. Pont diindikasi melakukan pendekatan inkulturasi pada proses perancangan karya arsitekturnya. Didasari dengan ketertarikan Pont terhadap arsitektur tradisional Indonesia di Pulau Jawa serta keinginan Pont dalam mewujudkan politik etis di bidang arsitektur membuat karyanya menjadi mahakarya yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karya-karya Pont yang diindikasi memakai pendekatan inkulturasi pada proses perancangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dan studi kasus serta kajiannya berupa etnografi visual dalam studi kasus pada karya yang merepresentasikan proses inkulturasi dalam karya Pont yakni Aula Barat Institut Teknologi Bandung dan Gereja Katolik Puhsarang Kediri. Selanjutnya, dilakukan juga identifikasi lebih rinci untuk mengetahui mengapa kedua mahakarya Pont disebut-sebut menggunakan pendekatan inkultrasi. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan asumsi bahwa karya hasil inkulturasi Henri Maclaine Pont membuat temuan baru terhadap langgam arsitektur di Indonesia pada masa kolonial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa karya arsitektur Henry Maclaine Pont sangat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar dan budaya lokal seperti yang terdapat pada penjelasan inkulturasi berupa juxtapose, superimposing, dan interlocked.
READING APP REVIEWS AND TRYING APPS IN PREDICTING THE USE OF COMMUNICATION APPS: AN EXPERIMENTAL STUDY OF THE RELATIONSHIP AMONG BEHAVIOR, ATTITUDE AND INTENTION TO USE Ernungtyas, Niken Febrina; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.1

Abstract

This study examines the relationship among reading app reviews, trying apps, attitude and intention to use the communication apps. Attitude towards apps and intention to use apps change as a result of app reviews and trials. An experiment was conducted in a rural area testing twelve communication apps with 80 participants who were not communication app users. The relationship of the variables was analyzed using statistical regression. This study found that treatments do not affect attitude or intention to use. Meanwhile, significantly, attitude can moderately predict intention to use. Intention to use communication apps was not related to app reviews and trials but related to participants' attitudes. The findings suggest that this experiment did not use an appropriate method to confirm theoretical modelling of the TAM, TRA and TPB. Future research involving other variables (perceived usefulness, perceived ease of use etc.) is needed to reveal comprehensive modelling to predict the intention to use.  Penelitian ini mengkaji hubungan membaca review aplikasi, mencoba aplikasi, sikap, dan niat menggunakan aplikasi komunikasi. Sikap terhadap aplikasi dan niat menggunakan aplikasi berubah sebagai hasil dari review dan mencoba aplikasi. Eksperimen dilakukan di wilayah perdesaan untuk menguji dua belas aplikasi komunikasi dengan 80 partisipan yang bukan pengguna aplikasi komunikasi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan regresi statistik. Dari penelitian ini ditemukan perlakuan pada eksperimen tidak memengaruhi sikap maupun niat menggunakan aplikasi. Namun, sikap dapat memprediksi niat menggunakan aplikasi pada level moderat. Niat menggunakan aplikasi komunikasi tidak terhubung dengan review dan mencoba aplikasi tetapi terhubung dengan sikap partisipan. Hasil temuan menunjukkan eksperimen ini tidak cocok untuk mengonfrmasi model teori TAM, TRA, dan TPB. Penelitian selanjutnya yang melibatkan variabel lain (perceived usefulness, perceived ease of use, dsb) diperlukan untuk membuat model komprehensif yang dapat memprediksi niat menggunakan aplikasi.
PEMANFAATAN LIMBAH PRODUKSI KERAJINAN BAMBU MELALUI DESAIN PRODUK BERBAHAN DASAR ARANG Ihsan, Muhammad; Fikrani, Almira; Sriwarno, Andar Bagus
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.4

Abstract

Bambu sering digunakan sebagai material pengganti kayu karena karakteristik materialnya yang memiliki kemiripan dalam proses dan pertumbuhannya yang cepat sehingga berkontribusi pada penghematan dan pemulihan hutan dunia. Kegiatan produksi kerajinan bambu menghasilkan limbah yang berupa serat dan potongan kecil. Limbah tersebut biasanya dibuang dan dibakar karena bentuknya yang tidak beraturan dan sulit untuk dimanfaatkan menjadi produk kerajinan. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi siklus hidup bambu sebagai material dan mengidentifikasi berbagai cara untuk memanfaatkan limbah produksi bambu. Terdapat berbagai alternatif untuk memanfaatkan limbah bambu; dalam hal ini arang bambu memiliki banyak manfaat yang dapat memperluas alternatif dalam pemanfaatan bambu. Arang bambu merupakan salah satu sumber daya alam sejak zaman dahulu dan saat ini popularitas arang bambu terus meningkat karena manfaatnya untuk pemurnian air dan pembersih udara, kosmetik, dan aplikasi medis, serta dapat memperpanjang umur tangkai bunga yang telah dipotong. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan data berupa material sederhana dari berbagai workshop. Melalui eksperimen material pada air kotor, diketahui bahwa arang bambu dapat memperpanjang umur tangkai bunga sekaligus dapat membersihkan air. Konsep desain mengenai bagaimana mengemas bubuk arang bambu yang digabungkan dengan teknik tenun dikembangkan bersama perajin sebagai wujud usaha dalam memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal. Arang bambu dan berbagai manfaatnya akan memperpanjang siklus hidup material limbah produksi kerajinan bambu menjadi produk yang ramah lingkungan.  Bamboo has been frequently used as a substitute material for hardwood products due to its sustainable material characteristics: fast growing and lightweight. It thereby contributes to the saving and restoration of the world's forest. During the production of bamboo products, its wastes which are in the form of fibres and small fractions are thrown away and burned due its irregular form that makes it hard to reuse. This research attempts to identify the lifecycle of bamboo as a material and to find out various ways to make use of the waste from bamboo production. Considering various alternative ways to utilize bamboo waste, bamboo charcoal has a lot of benefits that could widen of the options of bamboo use. Bamboo charcoal is considered to as a natural resource since ancient times, and it recently gains more popularity as a natural water and air purifier, cosmetics and medical applications, and the life extender of cut flower. Through material experimentation in dirty water, it was found that bamboo charcoal did extend life of cut flowers as well as clean the water. Design concepts of how to package charcoal powder with bamboo weavings were developed with craftsmen, as an additional value for the local economy. Bamboo charcoal and its uses would extend the life of bamboo waste into a product which is environmentally sustainable.
KOLABORASI DOSEN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN VIDEO KONTEN PEMBELAJARAN MKDK KURIKULUM & PEMBELAJARAN UNTUK MENDUKUNG SMART CLASSROOM Dewi, Laksmi; Rullyana, Gema; Ardiansah, Ardiansah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.2

Abstract

Permasalahan pokok yang dikaji pada penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan video konten pembelajaran MKDK Kurikulum Pembelajaran (Kurpem) dengan melibatkan mahasiswa untuk terlaksananya pembelajaran smart classrooM. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan proses kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam merencanakan pembelajaran MKDK Kurpem agar menghasilkan video konten pembelajaran yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian time series design. Responden penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia. Dosen dan mahasiswa berkolaborasi merancang pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efektif. Penilaian proses pembelajaran MKDK kurpem meliputi tiga tahapan kegiatan yang dinilai, tahapan kegiatan pertama adalah kegiatan pendahuluan, tahapan kegiatan kedua adalah kegiatan inti, dan tahapan kegiatan ketiga adalah kegiatan penutupan. kegiatan pendahuluan berada pada skor sangat baik. Proses pembelajaran MKDK Kurikulum dan Pembelajaran, pada tahapan kegiatan kedua, atau kegiatan inti berada pada skor baik. pada tahapan kegiatan terhakhir, atau kegiatan penutup berada pada skor sangat baik.  Collaboration of Student Lecturers in Developing Video Learning Content MKDK Curriculum & Learning To Support Smart Classroom. The main issues studied in this research are: "how to implement the video content learning MKDK Kurpem by involving students for the implementation of smart classroom learning?". This research was conducted with the aim of describing the process of collaboration of lecturers and students in planning the learning of MKDK Kurpem to produce quality learning content video. The method used in this research is quasi-experimental research method with time series design research design. Respondents of this research are students of English Education Study Program. The course of MKDK curriculum and learning (Kurpem) will develop a video learning content to meet the material needs of the smart classroom learning. In order to develop this content video more effectively in its implementation will involve students. Lecturers and students will collaborate together to design an active, creative, and effective learning process in conducting the learning process of MKDK Kurpem which will be published in the form of learning video, so it is expected to be used as a prototype in implementing learning related to MKDK Kurpem material. 
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI PENENTU ADOPSI LONG TERM EVOLUTION (LTE) DI INDONESIA Ariansyah, Kasmad; Nuryakin, Chaikal
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.3

Abstract

Penelitian-penelitian sebelumnya telah membuktikan dampak positif adopsi layanan pitalebar terhadap perubahan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut mendorong pemerintah Indonesia untuk menyusun dan menetapkan rencana pitalebar Indonesia (RPI) yang berisi panduan dan arah pembangunan pitalebar nasional. Namun demikian, upaya-upaya yang dilakukan lebih banyak kepada strategi pencapaian dari sisi suplai, sedangkan upaya untuk meningkatkan dan memetakan permintaan kurang mendapat perhatian. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang dapat menjelaskan adopsi LTE, sebagai salah satu teknologi pitalebar, di Indonesia. Penelitian ini juga menyertakan variabel konsumsi paket data dan tipe berlangganan sebagai variabel penjelas ke dalam model yang diusulkan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei yang dilaksanakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya, Perangkat, dan Penyelanggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2016. Kami menggunakan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan profil responden dan analisis logistik biner untuk menguji signifikansi statistik perbedaan sosial ekonomi dalam kaitannya dengan adopsi layanan berbasis teknologi LTE di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat perekonomian, dan tipe berlangganan memiliki peran penting dalam menjelaskan adopsi layanan pitalebar bergerak, khususnya adopsi layanan berbasis teknologi LTE.  Some previous studies have found that there are positive impacts of the broadband adoption on social change and economic growth. Those findings have prompted the Indonesian government to develop and stipulate the Indonesian Broadband Plan which contains guidelines and directions for national broadband development. However, the efforts are more devoted to the achievement strategy of supply side. Meanwhile, demand side gets insufficient attention. This paper seeks to fulfill this gap by investigating the socioeconomic attributes that explain the LTE adoption, as one of the broadband technologies, among Indonesian society. We also include monthly data consumption and subscription type as explanatory variables to the proposed model. Data collection was carried out through a survey by the Research and Development Center for Post and Informatics, Ministry of Communication and Information Technology in 2016. We utilize descriptive statistical analysis to describe respondents' profile, and binary logistic regression analysis to examine the statistical significance of independent variables against the dependent variable. The study confirmed that gender, education, economic level, and subscription type have a significant role in explaining the adoption of the new emerging mobile broadband service, especially the adoption of LTE based service in Indonesia.
SMART SURVEILLANCE DAN KETERATURAN SOSIAL (STUDI KASUS IMPLEMENTASI SMART CITY DI KOTA BANDUNG) Alkaf, Annadi Muhammad; Sutrisno, Budi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.7

Abstract

Studi tentang pengawasan (surveillance) telah berkembang dari konsep panopticon yang rigid ke konsep yang lebih halus dan cair. Konsep dan implementasi surveillance ini berkaitan erat dengan upaya menciptakan keteraturan sosial. Penelitian ini membahas konsep smart surveillance yang merupakan suatu jenis pengawasan dengan memanfaatkan sistem teknologi dalam kaitannya dengan upaya menciptakan keteraturan sosial di masyarakat, khususnya masyarakat di perkotaan. Penelitian ini dibangun berdasarkan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperdalam masalah dan menangkap maknamakna di lapangan secara holistik dan komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui serangkaian observasi dan wawancara mendalam serta ditunjang dengan studi literatur. Lokasi penelitian bertempat di Kota Bandung yang merupakan salah satu pionir implementasi smart city di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan teknologi surveillance di Kota Bandung terbukti efektif dan efisien dalam menciptakan keteraturan sosial. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan teknologi surveillance dalam bentuk CCTV telah berhasil menciptakan keteraturan dengan memanfaatkan CCTV untuk mengawasi, memahami pola aktivitas para pelanggar untuk kemudian dilakukan penindakan. Dengan demikian teknologi telah menjadi perangkat kontrol dalam rangka menciptakan keteraturan sosial di perkotaan.  The study of surveillance has been evolved from the rigid panopticon concept to the more fluid one. The concept and implementation of surveillance are contributed to establish social order. This research mainly discusses about smart surveillance concept, one kind of surveillance that uses technological system in order to establish social order in society, particularly on urban society. This research is conducted on a qualitative approach by case study to get the deeper understanding of problems and to get the comprehensive and holistic means that showed in surveillance implementation. The data was collected by observation and indepth interview, which also supported by literature study. The location of this study is located in Bandung City, which is one of the pioneers of the implementation of smart city in Indonesia. The results of the study showed that implementation of surveillance technology in Bandung City has proved to be effective and efficient in order to establish social order in society. This study has also shown that there's a transformation of social control instrument, where the role of traditional belief and social norm to maintain social order has been replaced by technological system.
PERANCANGAN APLIKASI PREFERENSI WARNA DESAIN INTERIOR SECARA REAL-TIME BERBASIS SMARTPHONE APPLICATION Thabit, Nabil Amer; Grahita, Banung; Wardono, Prabu
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.10

Abstract

Desainer interior selalu mempertimbangkan pemilihan warna karena warna dapat memengaruhi psikologis pengguna ruangan. Namun, hal tersebut merupakan proses desain yang tidak mudah. Solusi permasalahan tersebut adalah bertanya langsung kepada pengguna ruangan tentang warna yang digunakan. Namun, proses ini sering diabaikan karena harus berinteraksi dengan beberapa pengguna ruangan dan meneliti lebih jauh secara ilmiah sehingga dianggap tidak efisien. Selain itu, terdapat empat permasalahan responden pengguna ruangan, yaitu (1) penggunaan istilah warna, (2) kemampuan mata yang berbeda, (3) cahaya dengan bayangan, dan (4) ilusi perpaduan warna. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perancangan aplikasi smartphone untuk menganalisis preferensi warna desain interior dengan pemanfaatan teknologi real-time berbasis HMD. Evaluasi menggunakan 10 prinsip evaluasi heuristik yang menghasilkan jawaban kuantitatif beserta kualitatif. Hasil evaluasi memperlihatkan nilai keseluruhan rata-rata indeks kebergunaan sebesar 90,4%, dengan simpulan aplikasi dirancang dengan sangat baik. Penelitian ini pun dapat mengungkap permasalahan yang ada beserta solusi untuk meningkatkan kemudahan penggunaan aplikasi.  Interior designers always have to consider the selection of color because colors can affect room users psychologically, but it is not an easy design process. Solution to this problem is to ask users directly about color(s) that will be applied to the room. This process is often ignored because designers must interact with many users and do further scientific research, therefore it is considered inefficient. In addition, there are four room usage problems, as compiled from our respondents: (1) color terms used, (2) difference in visual perceptions, (3) lights with shadows, and (4) the illusion of color combination. The purpose of this study is to determine a smartphone application design to analyze color preference in interior design using real-time head-mounted display or HMD-based technology. This study used 10 heuristic evaluation principles that resulted in quantitative and qualitative answers. This study has overall average value with usability index of 90.4%, which concluded in a very well-designed application. This study has also successfully uncovered the existing problems, along with solutions to improve the application's ease of use.
THE USE OF ANTCONC IN PROVIDING LEXICAL AND SINTACTICAL INFORMATION OF THE TEXBOOK OF RADIOGRAPHIC POSITIONING AND RELATED ANATOMY: A CORPUS LINGUISTIC STUDY Arum, Euis Reliyanti; Winarti, Wiwin
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.8

Abstract

English is considered to be difficult due its different natures with Bahasa Indonesia both in pronouncing and writing. However, English textbooks are widely used in many program studies including in radiology. Therefore, many students have difficulties in understanding and comprehending the books due to their limited English ability especially related to English vocabularies and grammatical. This study aimed to acknowledge lexically and syntactically the linguistics features used in the textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy, which is a must-read book used during the study in the study program of Radiology. The method applied in this Corpus Linguistic study was a combination of quantitative method by using a concordancer called AntConc to analyze the radiology book quntitatively to get the word frequency list, and qualitative method in analyzing the quantitative data to describe the language features used in the textbook. The results of the quantitative and qualitative analyses show the most common vocabularies, word classes, and sentence patterns used in the text book that will be used to compose a pocket dictionary, which will help the radiography students to understand the radiological terms and comprehend many radiological sources autonomously and easily. Furthermore, through the dictionary, the students will not only be able to understand and comprehend many radiological texts but they will also be able to write texts and even discuss radiological topics in English autonomously. Results of the study show that AntConc has benefited the researchers since it has been able to assist the researchers in providing needed lexical and syntactical information of the textbook.  Bahasa Inggris dianggap sulit karena berbeda dengan bahasa Indonesia baik dalam pengucapan maupun penulisannya. Walaupun demikian, di Indonesia buku-buku teks berbahasa Inggris banyak digunakan di berbagai program studi termasuk di bidang radiologi. Oleh karena itu, banyak mahasiswa mendapatkan kesulitan untuk mengerti dan memahami buku-buku berbahasa Inggris tersebut karena keterbatasan pengetahuan Bahasa Inggris mereka terutama berkaitan dengan kosakata dan gramatika bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fitur linguistik dalam bentuk kosakata dan gramatika yang digunakan dalam buku Radiographic Positioning and Related Anatomy. Buku ini merupakan buku yang wajib dipelajari mahasiswa di Program Studi Radiologi. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan perangkat lunak konkordansi AntConc data dianalisis secara kuantitaif untuk mendapatkan daftar kata berdasarkan kekerapannya. Selanjutnya, metode kualitatif diaplikasikan untuk menganalisis dan menjelaskan data yang dihasilkan. Analisis kuantitatif dan kualitatif tersebut menghasilkan daftar kosakata, kelas kata, dan pola kalimat yang sering muncul dan akan digunakan untuk menyusun kamus mini buku tersebut. Keberadaan kamus ini diharapkan dapat membantu mahasiswa radiologi untuk memahami terminologi radiologi dan memahami banyak teks radiologi secara mandiri dengan mudah. Lebih lanjut lagi, mahasiswa tidak hanya mampu memahami banyak teks radiologi tetapi juga mampu memproduksi teks, bahkan berdiskusi tentang radigrafi dalam bahasa Inggris secara madiri. Hasil penelitian menunjukkan perangkat AntCont telah memberikan manfaat kepada peneliti karena perangkat ini telah mampu membantu peneliti untuk mempersiapkan informasi leksikal dan gramatikal bahasa Inggris yang terdapat pada buku radiologi di atas.
KONSTRUKSI REALITAS SIMBOLIK GENERASI MILENIAL MELALUI TEMA FANTASI SELEBGRAM DI MEDIA SOSIAL Mutiaz, Intan Rizky
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.9

Abstract

Media sosial telah berhasil membangun realitasnya sendiri di dunia maya, berdampingan dengan dunia nyata sebagai akibat adanya komunikasi antara individu dalam memaknai realitas dunia nyata dan diunggah menjadi konten di media sosial. Unggahan selebgram merupakan relasi antara idola dan penggemar yang memperkuat terjadinya konvergensi simbolik dan kesadaran kelompok yang kohesi karena selebgram menjadi influencer bagi generasi milenial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konstruksi realitas simbolik dari selebgram sebagai influencer generasi milenial di media sosial melalui tema fantasi yang menimbulkan kesadaran bersama dan realitas simbolik bersama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma naratif dengan pengumpulan data interpretatif dan pendekatan analisis melalui Fantasy Theme Analysis (FTA). Objek penelitian ini adalah 3 selebgram yaitu Awkarin, Princess Syahrini, dan Raden Rauf dengan pertimbangan memiliki follower banyak, aktif bermedia sosial, dan fenomenal. Hasil penelitian ini menunjukkan para selebgram membangun interaksi dengan penggemarnya dengan memanfaatkan tema fantasi untuk menghasilkan kebersamaan, kedekatan, makna, motif, serta perasaan bersama hasil konstruksi realitas simbolik bersama.  Social media has succeeded in building its own reality in cyberspace. It is side by side with the real world as a result of communication between individuals in interpreting real-world reality which is uploaded into "content" on the social media. Some uploads from celebrities Instagram are a relationship between idols and their fans which strengthens the occurrence of symbolic convergence and cohesive group awareness, because all of celebrities Instagram become influencers for the millennial generation. The purpose of this study is to discover the construction of symbolic reality from various celebrities Instagram as the influencers of millennial generation on the social media through fantasy themes that raise the shared awareness and shared symbolic reality. The method used in this study was the narrative paradigm with interpretive data collection. It also employed analytical approaches through Fantasy Theme Analysis (FTA). The objects of this study were three celebrities: Awkarin, Princess Syahrini, and Raden Rauf with a consideration of having many followers, active social media, and being phenomenal. The results of this study indicate that celebrities build interaction with their fans by utilizing fantasy themes to produce togetherness, closeness, meaning, motives, and shared feelings as a result of the construction of shared symbolic reality.
POLA-POLA KOMUNIKASI DALAM KEBUDAYAAN DIGITAL Saidi, M.Hum, Dr. Acep Iwan; Puspitasari, Dyah Gayatri; Alba Siregar, Harifa Ali
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.1.6

Abstract

Artikel ini berisi kajian tentang relasi interaksional masyarakat di dunia virtual di Indonesia. Relasi tersebut dipahami telah membentuk sebuah kebudayaan tersediri, yakni kebudayaan di dunia virtual, yang dalam kajian ini disebut sebagai kebudayaan digital. Relasi interaksional yang dimaksud tidak lain adalah cara bagaimana informasi diproduksi, didistribusikan, dan dipertukarkan dalam proses komunikasi. Dengan menggunakan metode netnografi"” sebuah metode yang merupakan pengembangan dari etnografi menjadi "cyber-etnografi" atau etnografi virtual"”ditemukan beberapa pola tentang bagaimana proses komunikasi tersebut berlangsung, antara lain pola komunikasi berbasis "teman", komunikasi tanpa pengirim dan komunikasi berbasis tanda semiosis. Dasar dari semua pola itu adalah tradisi kelisanan yang sejak awal memang telah melekat menjadi semacam "DNA" kebudayaan Indonesia. Oleh sebab itu, komunikasi atau interaksi online dalam kebudayaan digital Indonesia tidak pernah menjadikan komunikasi face to face (kopi darat) tersisihkan. Alih-alih demikian, komunikasi dalam dunia online menjadi bagian dari proses menuju pada komunikasi face to face.  This article contains a study of interactional relations of people on the virtual world in Indonesia. The relationship is understood to have formed a particular culture, namely virtual culture, which is referred to as digital culture in this study. The interactional relations are the way in which information is produced, distributed, and exchanged in a communication process. Using netnography method "”a method developed from ethnography into "cyber-ethnography" or virtual ethnography"”, several patterns about how the communication process takes place were found. The patterns include communication based on "friends", communication without senders, and communication based on signs of semiosis. The basis of all these patterns is the oral tradition which has been inherited to be the "DNA" of Indonesian culture since long time ago. Thus, online communication or interaction in Indonesian digital culture has never made face to face communication (meet up) excluded. Instead, communication in the online world becomes a part of the process towards face to face communication.  

Page 1 of 2 | Total Record : 11