cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2019)" : 12 Documents clear
IMPLEMENTASI TEORI FUNGSIONAL STRUKTURAL DALAM REGULASI PENYIARAN DIGITAL DI INDONESIA Maulana, Nur Malik
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.3

Abstract

Perkembangan teknologi penyiaran di dunia sudah beralih pada teknologi digital. Indonesia termasuk tertinggal dalam pelaksanaan penyiaran digital dikarenakan belum adanya payung hukum, dimana UU No.32/2002 tentang Penyiaran belum memuat aturan mengenai penyiaran digital. Menggunakan teori Fungsional Struktural, tulisan ini menganalisa bagaimana regulasi penyiaran digital seharusnya dibuat. Sebenarnya teknologi digital merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah keterbatasan frekuensi pada penyiaran analog, akan tetapi melimpahnya frekuensi digital ini justru menjadi potensi konflik. Hingga sekarang, pembahasan regulasi penyiaran digital masih berlangsung sengit terkait model multipleksing yang akan digunakan. Untuk menghindari terjadinya konflik di sistem sosial, single multipleksing merupakan model paling tepat, yaitu pemerintah menjadi operator penyelenggara multipleksing penyiaran digital mengingat frekuensi merupakan ranah publik, dan supaya terciptanya keteraturan penyiaran di Indonesia.  The world's broadcasting technology has been shifting to digital technology. In Indonesia, digital broadcasting implementation is, in fact, still left behind compared to other countries as it has no relevant regulations. Law Number 32/2002 about Broadcasting does not contain regulations related to digital broadcasting. By using Structural Functional approach, this study analyzes how digital broadcasting regulations should be made. Digital technology is a proper solution to the limited frequency problems of analog broadcasting. However, the abundance of digital frequency is also a potential conflict. Until now, discussions on the regulation of digital broadcasting are still occurring fiercely, especially on the multiplexing model to be used. To avoid conflicts in the social system, single multiplexing is the most proper model, in which the government becomes the operator of digital multiplexing-broadcasting implementation, considering the fact that frequency is a public belonging. This can also embody broadcast regularity in Indonesia.
TEKNOLOGI DIGITAL DAN KUALITAS TENAGA KERJA PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI YOGYAKARTA Ngadi, Ngadi; Asiati, Devi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.6

Abstract

Penggunaan teknologi digital telah berkembang luas di Indonesia termasuk pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Daerah terpencil yang semula mengalami hambatan untuk memasarkan produk barang dan jasa yang dihasilkan dapat terbantu oleh teknologi digital. Akan tetapi, teknologi digital juga berimplikasi terhadap kebutuhan kualitas sumber daya manusia. Artikel ini bertujuan untuk membahas penggunaan internet pada UMKM serta implikasinya terhadap perkembangan dan kualitas tenaga kerja. Data untuk analisis adalah hasil penelitian PPK LIPI tahun 2017 di Provinsi Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, focus group discussion (FGD), dan penelusuran pustaka. Hasil penelitian menunjukkan secara umum teknologi digital telah digunakan pada sebagian besar UMKM di Yogyakarta. Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah Provinsi Yogyakarta dan institusi swasta untuk memperkuat UMKM dalam menggunakan teknologi digital seperti rumah kreatif, pembentukan kampung digital, dan pusat layanan usaha terpadu. Penggunaan teknologi digital pada UMKM telah memperluas jaringan pasar dan meningkatkan permintaan barang/jasa. Peningkatan permintaan barang atau jasa berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan tenaga kerja di UMKM.  The use of digital technology has expanded widely in Indonesia, including on Indonesia's Micro Small and Medium Enterprises (MSME's). The remote areas that initially experienced barriers in marketing their products and services could be helped by digital technology. However, digital technology also has implications for the quality of human resources. This paper aims to discuss the use of internet on MSME's and its implications on the development and quality of labor. The data for the analysis are the results of Research Center for Population-Indonesian Institute of Sciences (PPK LIPI) research in Yogyakarta Province, 2017. Data collection was done by interview, FGD, and literature review. The results show that in general, digital technology has been used in most of the MSME's in Yogyakarta. Various policies have been made by the government and private institutions to strengthen the MSME's in digital use such as creative houses, digital village establishment, and integrated business service center. The use of digital technology has expanded the market network so as to increase the demand of goods/services. The increasing demand of goods or services will have implications for the increase in income and welfare of workers of the MSME's.
STRATEGI PENYELESAIAN PENDAFTARAN TANAH DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FIT FOR-PURPOSE LAND ADMINISTRATION Hernandi, Andri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.8

Abstract

Pelaksanaan pendaftaran tanah yang pernah dilakukan masih belum efektif dalam menyelesaikan pendaftaran tanah di Indonesia, maka diperlukan terobosan baru untuk mempercepat penyelesaian pendaftaran tanah. Fit-For-Purpose Land Administration (FFP-LA) sebagai suatu pendekatan pelaksanaan pendaftaran tanah, memberikan terobosan baru pada penyelesaian pendaftaran tanah dengan waktu yang cepat dan biaya yang murah. Adanya prosedur pelaksanaan pendaftaran tanah yang lebih sederhana, fleksibel, tidak mengandalkan akurasi, dan pengumpulan data fisik dengan metode pemetaan partisipatif menggunakan foto udara/citra satelit, membuat pelaksanaan pendaftaran tanah dengan pendekatan FFP-LA menjadi lebih cepat dan murah. Melalui pengembangan matriks TOWS yang berdasarkan pendekatan FFP-LA, menghasilkan 12 (dua belas) strategi yang terdiri dari 4 (empat) poin penting, antara lain terkait dengan (1) peningkatan kualitas sumber daya manusia; (2) peningkatan kerjasama dan koordinasi eksternal dengan instansi/lembaga pemerintah lainnya, swasta, institusi akademik, dan masyarakat; (3) optimalisasi pemanfaatan teknologi; dan (4) penataan peraturan dan tata kerja pendaftaran tanah.
IDENTIFIKASI MINAT GENERASI Z TERHADAP RAGAM HIAS BATIK BELANDA Darmansa, Jesslyn Nadia; Haldani, Achmad; Tresnadi, Chandra
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.7

Abstract

Abad ke-21 adalah waktu saat orang hidup dalam dunia digital culture. Setiap aktivitas yang dilakukan masyarakat selalu berkaitan dengan teknologi digital dan internet. Hal ini mengakibatkan akses informasi dapat diperoleh secara mudah, bebas, dan luas. Hal ini berdampak pada generasi muda, terutama generasi Z, yang lebih memilih menikmati produk budaya dari luar negeri, dibandingkan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana minat generasi Z terhadap ragam hias batik Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kajian pustaka dan kuesioner. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur minat kaum muda terhadap ragam hias batik Belanda. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan kaum muda menyukai batik Belanda karena memiliki gambar dengan pewarnaan yang sangat halus dan indah. People in 21st century are dealing with and living in digital culture society. Most of their daily activities relate to digital technology and internet which provide convenient, fast, free, and broad access to information. The huge information access facilitates the young generation especially Generation Z who have much interest in global-worldwide phenomena than local culture. This research aims to identify the interest of Gen Z in batik Belanda decoration. The research is based on quantitative method. Data collection is performed through literature and questionnaire approach. The purpose of this research is to measure the Gen Z preference or interest in batik Belanda. The result of this research concludes that the Gen Z have much interest in batik Belanda decoration because batik Belanda design and colors are very soft and beautiful.
PEMANFAATAN MEDIA ONLINEKICKNEWS.TODAY SEBAGAI SARANA PENCITRAAN BAGI TUAN GURU BAJANG Panuju, Redi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.4

Abstract

Kicknews.today merupakan portal berita online terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang informasinya banyak diakses masyarakat. Melalui pemberitaan dan unggahan foto, media ini banyak membantu Tuan Guru Bajang (selanjutnya disingkat TGB) dalam membangun citranya baik sebagai Gubernur NTB maupun tokoh politik. Hubungan antara TGB dengan Kicknews.today bersifat simbiosis mutualisme. Kicknews. today membantu TGB membangun citranya, baik citra bayangan, citra saat itu, citra harapan, maupun citra yang ganda. Kicknews.today mendapat khalayak pengagum TGB sebagai pembaca unggahannya. Citra TGB yang naik dari level lokal menjadi nasional membawa TGB menjadi tokoh yang diperhitungkan layak menjadi calon wakil presiden oleh incumbent Joko Widodo. Namun, pada saatnya, Joko Widodo urung menggaet TGB. Sebaliknya, Joko Widodo lebih memilih KH Ma'aruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia. Penelitian ini menganalisis bagaimana Kicknews.today membangun citra TGB dan bagaimana setelah mengalami kegagalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis intertekstualitas dengan metode etnografi virtual. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini ternyata citra bukan hanya dibutuhkan oleh individu melainkan juga oleh media. Ketika TGB gagal menggapai tujuannya dengan citra, Kicknews.today mengubah format unggahannya agar tidak ikut "jatuh" oleh sumber berita. Kicknews. today mengubah citra TGB dari sisi politik menjadi humanis. Kicknews.today is the largest online news portal in West Nusa Tenggara (NTB) whose information is widely accessed by the public. Through news and photo uploads, this media has helped Tuan Guru Bajang (TGB) in building its image as both the Governor of NTB and political figures. The relationship between TGB and Kicknews.today is symbiotic mutualism. Kicknews.today helps TGB build its image, both image imagery, current image, hope image, and multiple images. While Kicknews.today gets TGB admirers as readers of their uploads. The image of TGB that rises from the local level to the national level brings TGB into a figure that is counted worthy of being a candidate for vice president by incumbent Joko Widodo. However, in time Joko Widodo failed to get TGB. Instead Joko Widodo prefers KH Ma'aruf Amin, chairman of the Indonesian Ulama Council. This paper tries to analyze how Kicknews.today builds TGB images and how after a failure. The method used in this research is intertextuality analysis with virtual ethnographic methods. The findings obtained show that image is not only needed by individuals but also by the media. When TGB fails to reach its destination with an image, Kicknews.today changes the upload format so that it doesn't "fall" by news sources. Kicknews.today changed TGB's image from political side to humanist.
FILM INDIE SEBAGAI MEDIA PENUNJANG KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Permana, Rangga Saptya Mohamad; Puspitasari, Lilis; Indriani, Sri Seti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.1

Abstract

Film merupakan media komunikasi yang amat lekat dengan kehidupan manusia. Dalam konteks manajemen produksi film, terdapat konsep major label (film yang mengutamakan aspek ekonomi) dan indie label (film yang mengutamakan idealisme). Di Nanggroe Aceh Darussalam, film indie menjadi salah satu media informasi dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tujuan riset ini adalah untuk mengungkap fenomena film indie yang berperan sebagai media penunjang kehidupan sosial-budaya di Nanggroe Aceh Darussalam. Riset ini menggunakan metode studi kasus bersifat deskriptif dengan data yang berjenis kualitatif. Hasil riset menunjukkan film indie dokumenter nonfiksi di Aceh digunakan sebagai media advokasi, literasi informasi, dan sosialisasi masyarakat Aceh, sedangkan film indie fiksi komersial di Aceh digunakan sebagai media hiburan dan pelepas stres masyarakat Aceh. Film is a communication medium that is very closely related to human life. In the context of film production management, there is a concept of major labels (films that prioritize economic aspects) and indie labels (films that prioritize idealism). In Nanggroe Aceh Darussalam, indie films became one of the media of information and entertainment for all levels of society. The purpose of this research is to uncover the phenomenon of indie film that acts as a medium to support socio-cultural life in Nanggroe Aceh Darussalam. This research uses descriptive case study with qualitative data. The research results show that non-fiction documentary indie films in Aceh are used as a medium for advocacy, information literacy, and the socialization of Acehnese society, while commercial fiction indie films in Aceh are used as entertainment and stress relief media for Acehnese
STUDENTS’ APPLICATION OF SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICS ON MASS MEDIA AND SOCIAL MEDIA Purnama, Arry
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.2

Abstract

The application of Systemic Functional Linguistics (SFL) is actually almost unlimited. However, for students, the broad scope of SFL application seems blurry. This study aims to look for the trend of students’ analysis employing SFL on different media. Using a qualitative method, this research focuses on comparing the outcome of students’ analysis in applying SFL on both mass media and social media. The findings showed that the students who applied SFL on the social media had more various discussions than those who applied it on the mass media. The varying discussions and analysis written by students applying SFL on the social media (further called social-media students) differed from students applying SFL on the mass media (further called mass-media students), related to some points. First, social-media students explored more language phenomena than did mass-media students using SFL on the mass media. Second, socialmedia students employed majority of the approaches of SFL in exploring language phenomena occurred on the social media, while mass-media students only used at least two approaches of SFL in exploring the phenomena occurring on the mass media. Penerapan Systemic Functional Linguistics (SFL) sebenarnya hampir tidak terbatas. Namun, bagi mahasiswa, cakupan penerapan SFL yang luas nampak kabur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan trend analisis mahasiswa yang menggunakan SFL dalam berbagai media. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini difokuskan untuk membandingkan hasil penelitian mahasiswa pada media massa dan media sosial menggunakan pendekatan SFL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengaplikasikan pendekatan SFL pada media sosial memiliki lebih banyak pembahasan dibanding mahasiswa yang mengaplikasikan SFL pada media massa. Beragamnya pembahasan yang ditulis oleh mahasiswa yang menerapkan SFL pada media sosial berbeda dari mahasiswa yang menerapkan SFL pada media massa, terkait dengan beberapa poin: pertama, mahasiswa yang menganalisis media sosial mengeksplorasi lebih banyak fenomena kebahasaan dibandingkan mahasiswa yang menganalisis media massa; dan kedua, mahasiswa yang menganalisis media sosial menggunakan sebagian besar pendekatan SFL dalam mengeksplorasi fenomena kebahasaan yang terdapat pada media sosial, sementara mahasiswa yang menganalisis media massa hanya menggunakan setidaknya dua pendekatan dalam mengeksplorasi fenomena yang terjadi pada media massa.
JALINAN SAINS DAN SASTRA: PENERAPAN METODE INVESTIGATIF DETEKTIF BAGI MAHASISWA BIDANG HUMANIORA Manggong, Lestari; Gantrisia, Kamelia; Farida, Ida
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.11

Abstract

Tulisan ini berfokus pada jalinan antara sains dan sastra dengan mengeksplorasi penanganan masalah paling umum yang dihadapi mahasiswa kajian sastra dalam menulis esai terutama pada tahap identifikasi masalah. Penelitian ini menelaah praktik dalam menerapkan metode investigatif detektif yang merupakan turunan dari metode deduksi sherlock holmes untuk membantu mengurai tahap yang diperlukan dalam mengidentifikasi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan alur penalaran diagnostik yang diperoleh dari penerapan metode investigatif detektif tersebut. Tulisan ini merujuk pada Rapezzi et al. (2005),Wagner (2006), dan Livingstone et al. (2016) sebagai landasan konsep investigatif detektif, konsep investigasi holmes, dan penyertaan teknologi digital dalam kelas. Tulisan ini pada akhirnya menawarkan cara penerapan metode investigatif detektif sebagai model penalaran diagnostik kepada mahasiswa kajian sastra. Simpulan dari tulisan ini adalah formula alur penalaran diagnostik terdiri atas kegiatan mengobservasi, mendeduksi, dan mendeteksi inkonsistensi.This paper focuses on the interweaving between science and literature by exploring a study in tackling the most common problem encountered by students of literary studies in writing essays, which is, identifying the problems. The study analyzes the practice of applying detective's investigative method which is a part of Sherlock Holmes' deduction method, to dismantle the stages needed in the process of problem identification. This study aims to map out the flow of diagnostic reasoning from the previously mentioned method. This paper refers to Rapezzi et al. (2005), Wagner (2006), and Livingstone et al. (2016) as founding concepts of detective's and Holmes' investigations, and incorporation of digital technology in the classroom. This paper ultimately proposes ways on how detective investigative method can be applied as a model of diagnostic reasoning to students of literary studies. The paper concludes with a formula that the flow of diagnostic reasoning comprises of stages namely observing, deducing, and detecting inconsistencies.
Determination of Sea Boundaries from the Perspective of Regional Autonomy in Administrative Region of the Republic of Indonesia Djunarsjah, Eka
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.9

Abstract

Although the Djuanda Declaration had proclaimed on December 13th 1957, it was not until the administration of the Republic of Indonesia constitutes that the boundaries of the state were established through the Act (UU) in 2000. Despite several legislations related to the sea boundary, namely: Law on Continental Shelf of Indonesia (1973), Law on Exclusive Economic Zone of Indonesia (1983), and Law on Indonesian Waters (1996). The Indonesian administration, for the first time in 1999, decreed a Law on the Regional Government, which states the existence of regional authority in managing the sea area as far as 12 nautical miles from the coastline of each region. This contribution examines the extent of the relationship between the determinations of the boundary of the territorial waters of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) based on the United Nations Convention of the Law of the Sea (UNCLOS) in 1982 with the determination of the regional sea boundary that refers to the Law on Regional Government. The method of study is a correlation analysis between laws and regulations related to state and regional sea boundaries. The results of the study indicate that the determination of the state sea boundary using baseline points (base points) refers to the position of the low water line; while for the sea boundary area the reference used is the coastline at the highest tide position. Another thing that is revealed, the integrity of NKRI sovereignty will be difficult to be realized if the determination of the sea border area of NKRI based on Regional Autonomy is not realized.
LEARNING FROM THE PAST TO PREPARE FOR THE FUTURE: A REVIEW OF RESEARCH OUTPUT ON POSTGRADUATE EDUCATION IN DESIGN AT THE FACULCITY OF VISUAL ART AND DESIGN, ITB (2015-2018) Syarief, Achmad; Sunarya, Yan Yan
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.5

Abstract

Recent technological advancement and the betterment of socio-cultural welfare put design knowledge at the forefront of life as its practice develops into more than 'activity of making'. Rapid prototyping, 3D printing, internet-of-things, and wide array of networking channels may ease the burden of producing objects. For the past 20 years, the practice of design has addressed 'activity of research' beyond previous ordinary know-how in making object. Indonesia"”more specifically the postgraduate programme of the Faculty of Visual Art and Design, ITB"”has embedded research activities in design education since 1990s, yet there is no objective review on how this 'activity of design research' is managed and learned upon. To address this issue, this study was conducted through literature review by examining 327 master's degree theses in design program (2015-2018) using content analysis on approach, output, and focus of research. A thematic content analysis was applied to identify the intertwined relation on the context of the produced knowledge and approaches to strategies in design research as derived from those of graduates' thesis. By exploring master's degree thesis in design program, the paper exposes weaknesses and advantages on approaching research in design. The result encourages us to learn from our past experiences in conducting academic program and managing research in design to prepare for more applicable and suited design education with societal needs, which serves as the main contribution in the discussions.   Kemajuan teknologi baru-baru ini dan peningkatan kesejahteraan sosial-budaya menjadikan pengetahuan desain berada di garis depan kehidupan, karena praktiknya berkembang menjadi lebih dari sekedar 'aktivitas pembuatan. Prototipe, pencetakan 3 dimensi, internet untuk semua hal, dan beragam saluran jaringan yang berkembang dengan cepat dapat meringankan beban produksi objek. Selama 20 tahun terakhir, praktik desain telah membahas 'kegiatan penelitian' di luar pengetahuan biasa dalam membuat objek. Indonesia "”khususnya program pascasarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB"” telah memasukkan kegiatan penelitian dalam pendidikan desain sejak tahun 1990-an, namun tidak ada ulasan objektif tentang bagaimana 'kegiatan penelitian desain' ini dikelola dan dipelajari. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian dilakukan melalui tinjauan pustaka dengan menganalisis 327 tesis mahasiswa magister program desain (2015-2018) menggunakan analisis konten pada pendekatan, output, dan fokus penelitian. Analisis konten tematik diterapkan untuk mengidentifikasi hubungan yang saling terkait pada konteks pengetahuan yang dihasilkan dan pendekatan strategi dalam penelitian desain yang berasal dari tesis lulusan. Dengan menganalisis tesis mahasiswa magister program desain, penelitian ini memaparkan kelemahan dan kekuatan pendekatan penelitian di bidang desain. Hasil mendorong kami untuk belajar dari pengalaman masa lalu dalam menyelengkarakan program akademik dan mengelola penelitian di bidang desain, supaya pendidikan desain yang lebih sesuai dan cocok dengan kebutuhan masyarakat dapat dipersiapkan. Hal ini berfungsi sebagai kontribusi utama dalam penelitian ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 12