cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Etika Respons
ISSN : 08528639     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 02 (2019): Respons - Jurnal Etika Sosial" : 5 Documents clear
Immoralitas Fraud dan Upaya Preventifnya Kasdin Sihotang
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 24, No 02 (2019): Respons - Jurnal Etika Sosial
Publisher : Respons: Jurnal Etika Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Fraud merupakan tindakan penipuan dengan tujuan mendapatkan uang atau memuaskan kepentingan pribadi. Motif utama di balik tindakan fraud adalah ekonomi, yakni mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya bagi diri sendiri atau perusahaan dengan menghalalkan segala cara. Dengan kata lain, fraud adalah tindakan tidak etis, karena tindakan ini mengabaikan kejujuran, merampas hak orang lain, serta mematikan tanggung jawab terhadap hak dan hidup orang lain. Melihat berbagai dampak negatif ini, fraud harus dihentikan. Cara menghentikannya adalah meningkatkan kualitas etis pribadi dengan menghidupkan kesadaran moral individu dan menerapkan tata kelola yang baik di perusahaan dengan memberlakukan prinsip tatakelola, yakni transparansi, tanggung jawab, akuntabilitas dan fairness dalam kegiatan bisnis.KATA KUNCI: fraud, immoralitas, tata kelola, konsientisasi.ABSTRACT: Fraud is a criminal kind of deception intended for fi nancial or personal gain. Fraud is motivated by economy, intended to gain a big profi t for oneself orcompany. In other words, fraud is an unethical action, because it neglects honesty, deprives someone’s rights, and subverts responsibility for the rights and lives of others. Considering these negative eff ects, fraud must be prevented by increasing ethical awareness and implementing good corporate governance, based on transparency,accountability, responsibility and fairness in business activities.KEYWORDS: fraud, immorality, governance, conscientization.
Etika Partisipasi sebagai Basis Etis-politis Tindakan Politis Warga Negara Alexander Aur
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 24, No 02 (2019): Respons - Jurnal Etika Sosial
Publisher : Respons: Jurnal Etika Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Berbagai persoalan sosial-politik yang mengancam kepentingan umum dan menghambat tercapainya kebaikan bersama, masih terus terjadi di negara Indonesia. Di hadapan berbagai persoalan yang demikian, warga negara sering kali tidak peduli. Ketidakpedulian warga negara mengakibatkan peningkatan jumlah persoalan. Oleh karena itu, warga negara perlu diinjeksi dengan etika partisipasi supaya memliki basis etis-politis untuk bertindak secara politis sebagai warga negara, terutama untuk mengatasi persoalan-persoalan sosial politik yang menghambat terpenuhinya kepentingan publik dan kebaikan bersama. Aristoteles dan Karol Wojtyla adalah pemikir-pemikir yang menggagas etika partisipasi sebagai basis etis-politis bagi warga negara. Internalisasi dan pembiasaan etika partisipasi oleh warga negara Indonesia, dapat menggerakkan dan mendorong warga negara terlibat aktif dalam mencegah dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial-politik di negeri ini.KATA KUNCI: Etika partisipasi, basis etis-politis, ruang publik politis, tindakan politisABSTRACT: Various socio-political issues that threaten public interest and hinder the achievement of common good continue to occur in Indonesia. In facing such problems, citizens often do not care. Citizens’ indiff erence results in an increase in the number of problems. Th erefore, citizens need to be equiped with an ethics of participation in order to have an ethical-political basis to act politically as citizens, especially to overcome social and political problems that hinder the fulfi llment of public interests and the common good. Aristotle and Karol Wojtyla were thinkers who initiated the ethics of participation as an ethical-political basis for citizens. Internalization and habituation of the ethics of participation by Indonesian citizens can encourage citizens to be actively involved in preventing and resolving various socio-political problems in this country.KEYWORDS: Ethics of participation, ethical-political basis, political publics sphere, political action.
Nilai Inti Universitas Katolik di Indonesia Pengembangan Budaya Organisasi Berdasarkan Moral Exemplars Mikhael Dua
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 24, No 02 (2019): Respons - Jurnal Etika Sosial
Publisher : Respons: Jurnal Etika Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan budaya organisasi di Universitas Katolik di Indonesia dengan strategi penerapan nilai inti memunculkan pertanyaan, seberapa jauhefektivitas penerapan nilai inti tersebut bagi budaya organisasi universitas? Bertolak dari teori aksi belajar budaya Richard P. Nielson dan refl eksi fenomenologis atas hasil Focus Group Discussion (FGD) dan Key Informan Interview (KII) artikel ini menjelaskan bahwa budaya organisasi universitas Katolik memiliki basisspiritualitas Katolik dalam dukungan kepemimpinan yang hirarkis yang menjaga spiritualitas tersebut. Pengembangan budaya organisasi yang mengandalkanperan serta anggota komunitas masih bergantung pada kepemimpinan yang hirarkis tersebut sebagai moral exemplars.KATA KUNCI: budaya organisasi, moral exemplars, nilai inti, pendekatan fenomenologis, teori aksi belajar, universitas Katolik.ABSTRACT: To develop organizational culture in Catholic universities in Indonesia by applying core values raises the question of its eff ectiveness. Departing from Richard P. Nielson’s theory of cultural learning action and phenomenological refl ection on the results of the Focus Group Discussion (FGD) and KII this article explains that the organizational culture of Catholic university in Indonesia is based on a Catholic spirituality which is supported by hierarchical leadership. Th e development of an organizational culture that relies on the participation of community members still relies on such hierarchical leadership as moral exemplars.KEYWORDS: Catholic universities in Indonesia, core values, learning action theory, moral exemplars, organizational culture, phenomenological approaches
Nilai-Nilai dalam Budaya Organisasi Enam Universitas Anggota APTIK Alois A. Nugroho
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 24, No 02 (2019): Respons - Jurnal Etika Sosial
Publisher : Respons: Jurnal Etika Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Artikel ini merupakan laporan penelitian tentang budaya organisasi enam universitas anggota APTIK. Metode yang digunakan ialah Focus Group Discussion. Analisisnya dengan menggunakan perspektif budaya organisasi Barsoux, Schneider dan Stahl dengan fokus pada identitas Katolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam universitas itu ditandai oleh artifak, pola perilaku, nilai-nilai dan gambaran-diri yang menunjukkan identitas kekatolikan.KATA KUNCI: Budaya organisasi, Kekatolikan, Spiritualitas, Universitas Katolik.ABSTRACT: Th is essay is based upon a research on the organizational cultures of six members of APTIK (the association of Indonesian Catholic universities). The method of research is based on Focus Group Discussion (FGD). Th e analysis uses the perspective of Barsoux, Schneider and Stahl, being focused on the Catholic identity. It concludes that the Catholic identities are highly expressed in the artefacts, the patterns of behaviour, the values and the beliefs of those universitiesKEYWORDS: Catholicity, Catholic University, cultural organisation, Spirituality
Universitas Katolik di Indonesia dan Masalah Keutamaan Moral Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 24, No 02 (2019): Respons - Jurnal Etika Sosial
Publisher : Respons: Jurnal Etika Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Universitas adalah sebuah wadah pendidikan bagi manusia untuk mengembangkan diri. Namun, karena tuntutan pasar, perguruan tinggi dituntut untuk menjadi mesin pekerja. Artikel ini ingin mengetengahkan pentingnya pendidikan keutamaan dalam suasana pasar global dewasa ini. Dengan mengikuti pemikiran Aristoteles tentang keutamaan artikel ini menjawab permasalahan proses habitus dalam pendidikan keutamaan di perguruan tinggi Katolik. Artikel ini menyimpulkan bahwa keunggulan manusia masa depan amat ditentukan oleh proses pembiasaan yang dibangun di perguruan tinggi.KATA KUNCI: Pendidikan tinggi, nilai inti, budaya organisasi, keutamaan, etika Aristoteles.ABSTRACT: University is an educational institution for humans to develop themselves as humans. However, due to market demands, universities are required to becomeworkers’ machines. Th is article deals with the problem of the primacy of education in today’s global market atmosphere. By following Aristotle’s thoughts of virtues, this article explores that most of Catholic universities in Indonesia request the ethical habituation as the basic soft skill in its curricula. Th is article concludes that future human excellence is largely determined by the process of ethical habituation established in the higher education.KEYWORDS: Aristotle’s ethics, core values, higher education, organizational culture

Page 1 of 1 | Total Record : 5