cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Setrum
ISSN : 23014652     EISSN : 2503068X     DOI : -
Core Subject : Education,
SETRUM : Sistem Kendali Tenaga Elektronika Telekomunikasi Komputer merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sejak 2012 menggunakan sistem Open Journal System (OJS).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013" : 8 Documents clear
Sistem Pendingin Generator PT Indonesia Power UBP Suralaya Menggunakan Hidrogen Didik Aribowo; Amalia Rahmawaty
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.402 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.231

Abstract

Pembangkit listrik, dalam hal ini Pembangkit Listrik Tenaga UAP (PLTU), generator merupakan salah satu komponen yang sangat penting di mana generator harus memiliki fungsi mengkonversi energi mekanik yang dihasilkan oleh turbon menjadi energi listrik. Akibat arus yang mengalir melewati konduktor di dalam generator panas terjadi, agar generator tetap dapat bekerja dengan baik dibutuhkan suatu sistem pendingin untuk menghilangkan panas tersebut. Sistem pendinginan generator menggunakan gas hidrogen (H2) sebagai medium jauh lebih efektif dibandingkan mendinginkan generator menggunakan udara, karena H2 memiliki konduktivitas termal dan koefisien transfer panas yang jauh lebih tinggi dibanding udara. Kelemahan H2 bersifat eksplosif apabila tercampur dengan udara, maka dari itu dibutuhkan sistem yang handal untuk mencegah H2 bocor ketika bersirkulasi di dalam rumah generator, yaitu sea oil system. Sistem ini berfungsi sebagai perapat hidrogen sekaligus pelumas shaft.
Perancangan Model Simulasi Sistem Kontrol pH pada Pengolahan Limbah di Reject Treatment Plant PT Krakatau Steel Oktavia Dijah Pratiwi; Alimuddin Alimuddin; Ri Munarto
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.168 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.237

Abstract

Reject Treatment Plant (RTP) CRM PT. Krakatau Steel  adalah pengolahan limbah pabrik CRM yang  apabila tidak dikendalikan dengan baik akan berdampak langsung kepada masyarakat sekitar pabrik. Kadar pH dari limbah tersebut dikategorikan layak di dalam daerah pH 6 sampai 9. Pengendalian pH merupakan proses titrasi antara asam dan basa yang merupakan gabungan dari model statik dan model dinamik. Model statik dibentuk dari hukum kesetimbangan elektronitas berdasarkan reaksi invarian, sedangkan model dinamik dipengaruhi oleh tempat terjadinya reaksi antara asam dan basa yaitu pada Continues Injection Pipe Mixing (CIPM). Sistem kendali mengunakan Logika Fuzzy. Berdasarkan hasil pengujian dalam daerah  set point pH set point 5 sampai 10.5, keandalan sistem masih dikatakan baik sesuai batasan yang diberikan oleh pemilik plant.
Analisis Arus dan Tegangan Transien Akibat Pelepasan Beban pada Sis Primer Transformer Unit 5, Unit 6, dan Unit 7 Suralaya Angga Adi Prayitno; Suhendar Suhendar; Herudin Herudin
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.108 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.238

Abstract

Gejala transien adalah perwujudan dari perubahan yang mendadak karena terjadi pembukaan dan penutupan saklar atau adanya gangguan pada suatu sistem yang dapat menimbulkan kerusakan pada transformator. Saat terjadi gejala transien peralatan-peralatan mengalami gangguan yang sangat besar berupa tegangan dan arus yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan tersebut. Penelitian ini akan menghitung nilai arus dan tegangan transien yang berada pada sisi primer transformator, dengan menggunakan Electric Transient Analysis Program 7 (ETAP 7) serta pengaruhnya terhadap circuit breaker (CB). Setelah disimulasikan besarnya arus transien pada saat kondisi beban penuh puncak sebesar 59183,5 Ampere sedangkan untuk tegangan transien sebesar 12,2345 kV. Pada saat PT. Asahimas dan PT. PolyPrima off arus transien yang terjadi sebesar 57638,6 Ampere sedangkan untuk tegangan transien sebesar 12,1501 kV. Pada saat PT. Asahimas, PT. PolyPrima dan PT.Alindo off arus transien yang terjadi sebesar 57541,4 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 12,0637 kV. Pada saat PT. Asahimas, PT. PolyPrima, PT. Alindo dan Serang off arus transien yang terjadi sebesar 57311,5 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 12,0637 kV dan pada saat penambahan beban PT. Krakatau Posco arus transien sebesar 64334,9 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 13,1264 kV. Dari hasil simulasi didapat hasil bahwa arus transien mengakibatkan kerusakan pada transformator khususnya pada belitannya serta dapat menurunkan kehandalan transformator. Namun, masih aman untuk circuit breaker sedangkan untuk tegangan transien masih aman untuk transformator tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kendali elektronik.
Studi Pemanfaatan Energi Matahari di Pulau Panjang Sebagai Pembangkit Listrik Alternatif Romi Wiryadinata; Ali Imron S; Ri Munarto
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.429 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.232

Abstract

Pembangkit tenaga listrik di Pulau Panjang dipasok oleh tenaga diesel dengan 12 jam waktu operasi, sehingga dibutuhkan tambahan pasokan energi terbarukan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem surya sebagai pembangkit listrik alternatif pada pembangkit listrik tenaga hybrid PLTS-PLTD. Sistem PLTS digunakan untuk mengurangi batas waktu diesel bekerja agar diperoleh kinerja yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem surya dapat menghasilkan energi dari 153,89 kWp, 164684kWh/tahun pasokan energi, kualitas energi 94,73%, keandalan sistem 79,79%, dan kerugian sistem 33,66%. Dalam skema PLTH diperoleh kontribusi dari PLTS-PLTD sebesar 33% sampai 67%, BPP PLTH sebesar $ 0,64/kWh dan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 85,93%
Estimasi Kanal Akustik Bawah Air Untuk Perairan Dangkal Menggunakan Metode Least Square (LS) dan Minimum Mean Square Error (MMSE) Mardawia M Panrereng; Wirawan Wirawan; Tri Budi Santoso
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.827 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.239

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, sistem komunikasi akustik bawah air banyak dikembangkan oleh beberapa peneliti. Besarnya tantangan yang dihadapi membuat para peneliti semakin tertarik untuk mengembangkan penelitian dibidang ini. Kanal bawah air merupakan media komunikasi yang sulit karena adanya attenuasi, absorption, dan multipath yang disebabkan oleh gerakan gelombang air setiap saat. Untuk perairan dangkal, multipath disebabkan adanya pantulan dari permukaan dan dasar laut. Kebutuhan pengiriman data cepat dengan bandwidth terbatas menjadikan Ortogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) sebagai solusi untuk komunikasi transmisi tinggi dengan modulasi menggunakan Binary Phase-Shift Keying (BPSK). Estimasi kanal bertujuan untuk mengetahui karakteristik respon impuls kanal propagasi dengan mengirimkan pilot simbol. Pada estimasi kanal menggunakan metode Least Square (LS) nilai Mean Square Error (MSE) yang diperoleh cenderung lebih besar dari metode estimasi kanal menggunakan metode Minimum Mean Square (MMSE). Hasil kinerja estimasi kanal berdasarkan perhitungan Bit Error Rate (BER) untuk estimasi kanal menggunakan metode LS dan metode MMSE tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu berselisih satu SNR untuk setiap metode estimasi kanal yang digunakan.
Analisis Pengaruh Temperatur dan Kadar Garam Terhadap Hambatan Jenis Tanah Aris Sunawar
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.119 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.233

Abstract

Suatu syarat sistem pentanahan yang baik adalah mempunyai nilai hambatan pentanahan yang kecil, sehingga mampu menyalurkan arus berlebih langsung kedalam tanah. Faktor yang membuat hambatan jenis tanah besar adalah jenis tanah dan lokasi tanah tersebut. Hambatan tanah berasal dari hambatan jenis tanah, sedangkan faktor yang mempengaruhi hambatan jenis tanah adalah faktor suhu, kelembaban dan bahan kimiawi yang terkandung dalam tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh garam dan suhu terhadap nilai hambatan jenis tanah. Dengan melakukan pengujian hambatan di tanah pada kondisi suhu yang dikondisikan serta penambahan garam. Dalam pengujian diperoleh nilai hambatan jenis tanah dapat menurun yang artinya nilai tersebut dapat berubah oleh kondisi kelembaban dan suhu tanah, serta penambahan garam. Perlakuan dengan menambahkan air dapat memperkecil nilai resistivitasnya sampai dengan 75% dari 323,164 ohm menjadi 77,622 ohm sedangkan penambahan garam mencapai 48% dari semula 51,425 ohm menjadi 8,707 ohm.
Studi Pemanfaatan Arus Laut Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Wilayah Selat Sunda Budi Supian; Suhendar Suhendar; Rian Fahrizal
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.948 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.240

Abstract

Sumber energi untuk pembangkit listrik yang berasal dari fosil semakin menipis membuat manusia harus mencari sumber energi alternatif seperti  sumber energi alternatif arus laut. Salah satu sumber energi alternatif arus laut berada di wilayah selat Sunda, dengan kecepatan arus laut rata-rata per bulan sebesar 0,66-1,10m/s selama satu tahun. Besarnya potensi ini dapat dimanfaatkan pada skema PLTAL (Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut) sebagai pembangkit listrik tambahan untuk meningkatkan produksi listrik di wilayah selat Sunda. Energi listrik yang dihasilkan tanpa nilai konstanta efisiensi turbin untuk kecepatan arus laut minimum 0,66m/s sebesar 5,89kW dan maksimum 1,10m/s sebesar 27,28kW, sedangkan energi listrik yang dihasilkan dengan nilai konstanta efisiensi turbin untuk kecepatan arus laut minimum 0,66m/s sebesar 2,06kW dan maksimum 1,10m/s sebesar 9,54kW. Besarnya biaya pembangkitan sebesar Rp.452/kWh dan harga jual listrik sebesar Rp.519/kWh, dengan jumlah pendapatan pertahun didapat sebesar Rp.58.365.567,36/tahun. Hasil studi kelayakan secara finansial diperoleh PLTAL di wilayah selat Sunda cukup layak dengan ROR sebesar 22,88%, dan biaya modal investasi dapat kembali dalam waktu 5 tahun.
Uji Kemampu-Bakaran Pembungkus Kabel NYM Berstandar SNI Dengan Differencial Scanning Calorimetric Himawan Hadi Sutrisno; Riza Wirawan; Triyono Triyono
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.784 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.236

Abstract

Bencana Kebakaran yang sering melanda pemukiman rawan bencana di Ibu Kota Jakarta. Hal itu menjadi pusat perhatian Pemprov DKI Jakarta akhir akhir ini. Konsleting listrik, ledakan gas serta lemahnya pengetahuan masyarakat menjadi hal yang klaim sebagai faktor penyebab kebakaran. Konsleting listrik penyebab kebakaran dapat timbul akibat adanya pemakaian kabel melebihi kapasitas daya hantar arus, sambungan yang tidak standart, dan timbulnya panas kabel yang mengakibatkan terbakarnya lapisan pembungkus kabel. Ketahanan thermal dari pembungkus kabel menjadi hal yang menarik untuk diketahui Penelitian ini mencoba menguji kemampu bakaran dari beberapa merk kabel berjenis YNM berstandart SNI yang dipakai untuk instalasi listrik di perumahan penduduk menggunakan Differencial Scanning Calorimetric (DSC). Hasil pengujian memperlihatkan perbedaan yang relative kecil pada karakteristik fase glass dan fase rubbery pada bahan uji.

Page 1 of 1 | Total Record : 8