cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Setrum
ISSN : 23014652     EISSN : 2503068X     DOI : -
Core Subject : Education,
SETRUM : Sistem Kendali Tenaga Elektronika Telekomunikasi Komputer merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sejak 2012 menggunakan sistem Open Journal System (OJS).
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014" : 9 Documents clear
Prototipe Website untuk Sajian Informasi Profil Desa Binaan Universitas Negeri Gorontalo sebagai salah satu Implementasi Pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi Amirudin Dako
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah website prototype berisi profil desa di bawah bantuan UNG. Hal ini dirancang modular untuk memperkaya data yang disajikan di situs UNG ini. Hal ini penting mengingat pelaksanaan empat pilar UNG yang salah itu, benar-benar berbasis IT untuk dapat mengelola dokumen dan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (tiga universitas perbuatan) terutama pelaksanaan layanan masyarakat. Dalam hal ini, ia menjabat sebagai database untuk semua layanan masyarakat yang telah dilakukan oleh UNG. Untuk desa-desa ini informasi yang berfungsi untuk membuka kesempatan untuk berbagi sumber daya eksternal untuk memperkuat lembaga desa, optimalisasi sumber daya desa, pengembangan kapasitas desa, dan keberlanjutan pemerintahan desa yang global disajikan, yang akhirnya meningkatkan promosi sumber daya desa. Penelitian ini dilakukan dengan prototipe yang memungkinkan pembangunan berkelanjutan sistem informasi dan disesuaikan dengan adaptif dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Hal ini direncanakan akan dilakukan dalam dua tahun dan output tahun pertama adalah dabase dan situs yang terdapat profil desa-desa ini '. Website hasil prototipe dari penelitian ini adalah memungkinkan untuk mengembangkan sistem informasi geografis dengan sedikit modifikasi dalam database dan interface.
Kemudahan Pemrograman Mikrokontroller Arduino Pada Aplikasi Wahana Terbang Effendi Dodi Arisandi
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.507

Abstract

Perkembangan teknologi elektronika semakin canggih dengan mengikuti perubahan jaman. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak bisa terlepas dari perangkat elektonika, baik yang sederhana maupun yang canggih seperti smart phone. Bagi pelajar atau mahasiswa untuk mempelajari pemrograman IC mikrokontroller khsusnya keluaran dari ATMEL dipermudah dengan kehadiran sistem open source arduino. Jika dibandingkan dengan keadaan 10 tahun yang lalu, pemrograman mikrokontroller pada umumnya masih menggunakan bahasa mesin yang lebih populer disebut dengan bahasa assembler dan cukup sulit untuk memahaminya. Banyak sekali aplikasi arduino yang bisa dimanfaatkan dalam penelitian seperti ardupilot untuk aplikasi UAV. Dalam tulisan ini, akan dipaparkan kemudahan dan pemanfaatan sistem arduino dalam perkembangan teknologi elektronika. Dari hasil kajian penggunaan system arduino dapat disimpulkan bahwa dengan system open source dan berbiaya murah maka perkembangan teknologi elektronika khususnya dibidang aplikasi mikrokontroller dapat berkembang secara pesat.
Implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) Untuk Paket Data Pemantauan dan PengukuranUntuk Paket Data Pemantauan dan Pengukuran Arief Goeritno
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.503

Abstract

Telah dilakukan implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) untuk paket data pemantauan dan pengukuran melalui tujuan penelitian, berupa: a) penyetelan program aplikasi pada jaringan APRS dan b) pengukuran terhadap penerimaan data berdasarkan kinerja sensor-sensor. Penyetelan program aplikasi APRS merupakan konfigurasi perangkat lunak untuk APRS yang akan digunakan pada stasiun penerimaan data APRS dengan program aplikasi yang biasa digunakan, yaitu hyperterminal dan UI-View 32. Pengukuran penerimaan data berdasarkan kinerja sensor yang dilakukan melalui proses perekaman pada stasiun penerimaan data APRS. Kinerja sensor-sensor akan diamati pada stasiun pengiriman dan data hasil pengamatan akan dapat diterima pada stasiun penerimaan secara real time. Program aplikasi berbasis hyperterminal dan UI View 32 telah berhasil melakukan proses handshaking antara Terminal Node Controller (TNC) dan komputer, sehingga data telemetri dari stasiun pengiriman paket data dapat diterima di stasiun penerimaan. Data telemetri dapat diamati pada stasiun penerimaan dan dapat diperoleh secara real time dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:03:49]: <UI>: T#010,008,093,004,122,075. Notifikasi YB0LRB-11 merupakan stasiun pengiriman paket data telemetri, kemudian data tersebut akan diterima pada stasiun penerima YD1PRY dengan format: YD1PRY-2>APLPN,ARISS [05/18/2014 04:03:07]: <UI>: !06.30.37S/106.48.26E#. Notifikasi tersebut merupakan pengiriman informasi data posisi oleh stasiun YD1PRY untuk inisialisasi pada jaringan APRS. Stasiun YB0LRB-11 ketika mengirim paket data telemetri dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:00:49]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Paket data dari stasiun YB0LRB yang dipancar ulang atau digipeater dengan format: YB0LRB-11>BEACON,YD1PRY-2,WIDE2* [05/18/2014 04:00:50]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Sensor pengukuran berkinerja relatif stabil, walaupun terdapat nilai simpangan pengukuran sebesar 1 cm atau mempunyai persentase kesalahan sebesar 1,7%.
Desain Power Amplifier Frekuensi 135 Mhz Untuk Perangkat Transmiter Vhf Dittel Portable Teguh Firmansyah; Gatot Kuswara; Windu Prasetyo
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.504

Abstract

Desain Power Amplifier Frekuensi 135 Mhz Untuk Perangkat Transmiter Vhf Dittel Portable. Power amplifier (PA) merupakan komponen akhir pada bagian pemancar VHF Dittel Portable yang berfungsi untuk menguatkan sinyal yang dikirimkan dari sumber. Pada perancangan ini power amplifier dibuat untuk bekerja pada frekuensi 135 Mhz. PA yang diusulkan menggunakan Transistor Tipe Mosfet MRF 136 dengan power supply V= 30 V, VDD= 28 Vdan ID= 1.2 A agar memperoleh gain dan output power yang besar. Untuk menigkatkan coverage area komunikasi pada saat flight check calibration. Perancangan PA menggunakan L-Network dan phi- Matching digunakan sebagai rangkaian matching input dan matching output. Tipe bias transistor yang digunakan yaitu power-divider karena memiliki tingkat sensitifitas perubahan  paling rendah terhadap perubahan suhu. Hasil dari simulasi dan perhitungan yang telah dilakukan mendaptkan nilai-nilai dari spesifikasi power amplifier diperoleh nilai kestabilan > 1, gain (S21) = 20 dB, output return loss (S11) = -33.89 dB. Dengan power output sesuai dengan yang diharapkan sebesar 10 watt atau 40 dBm dan bekerja tepat pada frekuensi kerjanya 135 Mhz.
Analisis Kinerja Model Pengontrol Ekson DNA Menggunakan Metode Model Hidden Markov Suhartati Agoes; Binti Solihah; Alfred Pakpahan
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.500

Abstract

urutan Deoxyribo asam nukleat (DNA) yang memiliki beberapa bagian ekson dalam urutan coding (cd) adalah bagian penting dalam proses biologis untuk menghasilkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengontrol ekson DNA yang ada di CD dengan menggunakan Hidden Markov Model (HMM) sehingga protein yang dihasilkan tidak berubah. HMM metode memiliki parameter misalnya; negara, nilai keadaan transisi, negara emisi dasar dan algoritma yang digunakan untuk pelatihan dan proses pengujian. Nilai dari negara transisi secara acak berbagai ditentukan nilai antara 0 ~ 1. Pelaksanaan HMM di ekson kontroler memiliki struktur model 20-negara dan tes simulasi dilakukan dengan menggunakan nilai negara transisi dan jumlah urutan yang berbeda. Proses simulasi dengan struktur model 20-negara adalah menghasilkan nilai kinerja model dengan Koefisien Korelasi (CC) adalah 0,7571 dengan menggunakan 220 urutan. Penelitian ini meningkatkan nilai CC dengan cara mengelompokkan data dan hasilnya adalah 0,8808 untuk sub model dengan 69 urutan dan 0,8183 dengan 157 urutan.
Sistem Klasifikasi Jenis Kendaraan Melalui Teknik Olah Citra Digital Bagus Pribadi; Muchammad Naseer
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.505

Abstract

Salah satu usaha pemerintah dalam mengurangi kemacetan adalah dengan menetapkan jalur-jalur khusus yang hanya boleh dilalui kendaraan bermotor roda dua, empat atau lebih, ada pula kebijakan waktu-waktu khusus yang harus ditaati oleh pengendara truk besar, truk gandeng, bus besar dan lainnya. Namun yang terjadi di lapangan, banyak terjadi pelanggaran yang berawal dari ketidaktahuan pengendara mengenai aturan dan alasan lainnya. Sebagai contoh di tol yang baru dioperasikan di pulau Bali, banyak pengendara motor yang sangat sering melakukan pelanggaran jalur masuk ke tol tersebut, untuk itu dibutuhkan sebuah sistem klasifikasi kendaraan bermotor yang nantinya dapat digunakan untuk memperingati pengendara yang berkendara tidak pada tempatnya. Penelitian ini membahas mengenai perancangan dan pembangunan sistem untuk klasifikasi jenis kendaraan berdasarkan ukurannya. Teknik pengolahan citra digital didukung dengan Java serta menggunakan framework CV (Computer Vision) untuk mengolah data citra digital. Data yang digunakan adalah data video yang diambil melalui rekaman kamera, dapat melalui kamera CCTV maupun kamera digital biasa. Data citra bergerak atau video tersebut diolah melalui sistem yang akan dibangun ini, dimana proses awal adalah proses pengambilan per frame dari video, sehingga didapatkan sebuah gambar berurutan. Setelah proses tersebut dilakukan pendeteksian tepi yang pada akhirnya akan didapatkan ukuran kendaraan dan dapat diklasifikasikan jenis kendaraan tersebut.
Desain Protokol Jaringan untuk Komunikasi Multimedia melalui WiMAX Suherman Suherman
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.501

Abstract

Tulisan ini membahas protokol jaringan pada lapisan transport serta perubahan desain yang ada untuk meningkatkan kualitas transmisi multimedia melalui perangkat orthogonal frequency division multiplexing (OFDM). Kualitas transmisi video melalui udara sangat rentan terhadap error transmisi, yang menyebabkan terjadinya packet loss. Penggunaan protokol reliable seperti transmission control protocol (TCP) mampu mengurangi loss, tetapi meningkatkan delay yang signifikan. Oleh karenanya dibutuhkan protokol yang dapat mengurangi loss tanpa menambah delay. Artikel ini mengajukan perubahan desain pada protokol jaringan unreliable UDP melalui mekanisme retransmisi dan cross-layer. Melalui simulasi, metode yang diajukan terbukti mampu mengurangi packet loss UDP sebesar rata-rata 6,5 %, menekan delay UDP hingga 18-37% serta meningkatkan kualitas video yang diterima berkisar 21,3-184,3%.
Remote Terminal Unit (RTU) SCADA Pada Jaringan Tegangan Menengah 30 KV Didik Aribowo
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.506

Abstract

Perkembangan perindustrian di Indonesia yang semakin pesat dari waktu ke waktu menyebabkan kebutuhan akan energi listrik ikut meningkat. Peningkatan jumlah energi listrik yang dibutuhkan harus sejalan dengan pasokan energi yang dihasilkan oleh pusat pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga uap merupakan salah satu jenis pembangkit listrik yang banyak terdapat di Indonesia. Proses pembangkitan energi listrik yang terjadi cukup panjang dari proses pembuatan sampai pada proses distribusi kepada konsumen. Oleh karena itu, dengan adanya teknologi yang semakin berkembang didalam proses yang panjang tersebut dibangun sebuah sistem yang dapat berfungsi untuk monitoring, kendali dan akuisisi data secara realtime. Misalnya dengan menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Penerapan sistem SCADA PT. Krakatau Daya Listrik pada sistem kelistrikan akan secara otomatis meningkatkan tingkat pemahaman para dispatcher, mengenai sistem kelistrikan. Sistem SCADA terdiri dari Master Station (MS), Remote Terminal Unit (RTU) dan Saluran Komunikasi antar Master Station dan RTU. Sistem SCADA pada jaringan listrik memerlukan Remote Terminal Unit (RTU) yang dipasang pada Pusat Pembangkit listrik dan GI. RTU merupakan unit pengawas langsung dan juga merupakan unit pelaksana operasi dari pusat kontrol (Master Station) sehingga dengan adanya RTU ini memungkinkan Master Station mengumpulkan data dan melaksanakan kontrol. Sistem SCADA pada PT. Krakatau Daya Listrik memiliki beberapa macam RTU. RTU disusun oleh: modul CPU & Memory, modul Digital Input, modul Digital Output, modul Analog Input, modul Analog Output, modul Watchdog, dan modul Power Supply.
Perbaikan Kestabilan Dinamik Pada Sistem Tenaga Menggunakan Kontrol Gain Avr Pss Wahyuni Martiningsih; Inawati Inawati; Heri Haryanto
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.5132

Abstract

The stability of the electric power system is very important, because the stability of the system affects the quality and reliability of electrical energy supply. Many things can affect the stability of the system, one of which is a dynamic load that affects dynamic stability, dynamic stability can be defined as the system's ability to remain in synchronous conditions after the first swing (transient period) until the system reaches steady state condition, a power system is said to be in stable when all variables are stable, both bus voltage, rotor angle and generator rotor rotational speed. In this study the authors used the automatic voltage regulator (AVR) and power system stabilizer (PSS) controls to control the system's dynamic stability, hoping that after installation of these additional control devices the dynamic stability of the power system could be improved so that the system remained stable despite disturbances or load changes . Then a power system simulation was carried out using the MATLAB 2008a program, which proved that the installation of a power system stabilizer can reduce oscillation, in this case PSS works as an electric power controller or reactive power can be seen from the output voltage which only has overshoot 1.0169 before a load change and after being given a load change with the input step 25 overshoot increasing only 1.0215 for output the speed and angle of the generator rotor is less influential.

Page 1 of 1 | Total Record : 9