cover
Contact Name
Hanny Hafiar
Contact Email
hannyhafiar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp3.fikomunpad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Komunikasi
ISSN : 23032006     EISSN : 24775606     DOI : -
Jurnal Kajian Komunikasi, ISSN 2303-2006 (printed) ISSN 2477-5606 (Online), published by LP3 Fikom Unpad, incorporate with the Indonesian Communication Scholars Association: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI). Jurnal Kajian Komunikasi publish twice a year (June and December). In each edition, it received article that will be reviewed by internal and external editors. After that, article reviewed by at least two reviewers, who had related expertise. Article will be reviewed with double-blind peer review. Jurnal Kajian Komunikasi will publish selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Konstruksi Makna Budaya Merantau di Kalangan Mahasiswa Perantau Marta, Suci
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.2, No.1, Juni 2014
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian berjudul “Konstruksi Makna Budaya Merantau di Kalangan Mahasiswa Perantau” ini memilih mahasiswaperantau asal daerah Minangkabau yang tergabung dalam Unit Pencinta Budaya Minangkabau Universitas Padjadjaransebagai narasumber penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan mahasiswa perantau tentang budayamerantau, motif mahasiswa perantau untuk merantau, dan untuk mengetahui pengalaman mahasiswa perantau selamamerantau. Karena ingin melihat fenomena rsecara mendalam, maka jenis studi penelitian ini adalah fenomenologi.Adapun kesimpulan yang di dapat setelah menyelesaikan penelitian ini adalah (1) merantau bagi mahasiswa perantauadalah sebuah kebiasaan, (2) motif merantau yangdimiliki oleh seorang mahasiswa perantau dapat mempengaruhi cara mereka berperilaku selama diperantauan, (3) mahasiswa perantau mengalami beragam pengalaman pahit (negatif) dan pengalaman manis (positif) selamamerantau. Saran-saran peneliti adalah (1) merantau memang dapat memperkuat tali silaturrahmi antara keluargayang berada di kampung halaman dengan keluarga yang ada di perantauan, (2) motif merantau yang berbeda-beda bagi seorang mahasiswa perantau harus menjadi cambuk untuk mencapai kesuksesan, (3) pengalaman merantau, baik yang positif maupun yang negatif tidak boleh menjadi hambatan dalam mencapai kesuksesan.Dalam hidup di perantauan, mahasiswa perantau Minangkabau diharapkan dapat berkomunikasi dengan baikpula dengan masyarakat sekitar (masyarakat sunda).Kata-kata kunci: Konstruksi makna, budaya, merantau
Pemetaan Kebutuhan Kualifikasi Jurnalis Pemula pada Industri Media Massa di Indonesia Agustin, Herlina
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.2, Desember 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Ini adalah artikel ilmiah yang membahas kualitas dan sistem seleksi jurnalis pemula di media massa Indonesiasaat ini. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyakjurnalis muda yang melakukan pelanggaran etika maupun teknis ketika sedang meliput. Penelitian yangmendasari artikel ini dilakukan terhadap beberapa media massa cetak, elektronik, dan online di Indonesia.Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang melibatkan observasi serta wawancara mendalam.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan ilmu jurnalistik secara umum tidak menjadi pritoritasutama dalam perekrutan jurnalis di media massa yang menjadi objek penelitian kali ini. Hal ini disebabkanmedia massa tidak merasa bahwa pendidikan jurnalistik dapat menjamin kualitas jurnalis. Hampirdi semua media massa, skill jurnalistik yang sesuai dengan karakter media masing-masing dirasakan dapatdilatih secara internal. Kualifikasi yang paling utama adalah adanya passion, loyalty, dan determination daripara kandidiat untuk menjadi jurnalis. Hal-hal itu dinilai dapat diperoleh dari latar belakang pendidikanapapun. Namun demikian semua media sepakat, pendidikan jurnalistik harus menjadi standar bagi kompetensijurnalis. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pendidikan jurnalistik mengembangkankurikulumnya sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan media massa akan jurnalis yang berkualitas,terutama dalam hal praktis.Kata-kata kunci: Jurnalistik, kualifikasi jurnalis, standar kompetensi wartawan
Membangun Kerukunan Masyarakat Beda Agama melalui Interaksi dan Komunikasi Harmoni di Desa Talang Benuang Provinsi Bengkulu Mahadi, Ujang
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba mengangkat pola interaksi masyarakat beda agama di Desa Talang Benuang KecamatanAir Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Paradigma dalam penelitian ini adalah kualitatifdengan menggunakan pendekatan sosiologi dan interaksionisme simbolik. Pengumpulan data dilakukan denganteknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunanhidup masyarakat beda agama di Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma ProvinsiBengkulu terbangun melalui interaksi dan komunikasi harmoni yang saling menghargai, saling menghormati,saling memberikan toleransi dan tidak menyinggung masalah agama dalam kehidupan masyarakat. Faktorlain yang mendukung adalah: pertama, adanya kesadaran tinggi dari masyarakat akan pentingnya kerukunanhidup beragama yang ditanamkan sejak kecil secara turun temurun oleh pendahulunya; kedua, tumbuhnyajiwa nasionalisme dalam kehidupan masyarakat; dan ketiga, adanya ikatan kekerabatan yang dihasilkan daripernikahan yang sebelumnya beda agama.Kata-kata kunci: Kerukunan, beda agama, interaksi dan komunikasi
Makna Pariwisata Pulau Kemaro menurut Pengunjung dan Perilaku Komunikasinya Maharani, Dwi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.2, No.1, Juni 2014
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji dan menjelaskan bagaimana pengunjung memaknai pariwisatapulau Kemaro dan mengetahui bagaimana perilaku komunikasi pengunjung pariwisata pulau Kemaro. Metodepenelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari enamorang informan yang terdiri dari 3 orang pelancong budaya dan 3 orang pelancong religi yang diambil secarapurposive. Hasil dari penelitian menunjukkan, pengunjung pariwisata pulau Kemaro yang merupakan informanpada penelitian ini memberikan pemaknaan terhadap pariwisata pulau Kemaro berdasarkan pandangan subjektif.Sehingga informan dalam penelitian memberikan pemaknaan yang beragam terhadap Pariwisata Pulau Kemaro.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi mewarnai semua aspek yang ingin diketahui, baik dari segi pandangan,pengalaman, dan motif pada setiap pengunjung. Pengunjung memberikan pandangan terhadap PariwisataPulau Kemaro sebagai tempat bersejarah, tempat yang nyaman, dan juga tempat untuk sembahyang. Pengalamanyang dirasakan pelancong selama berada di pulau Kemaro berkaitan dengan kegiatan festival budaya, perayaan 17Agustusan, perjalanan menuju Pulau Kemaro, sembahyang, sampai dengan pengalaman mengenai penyembuhanpenyakit. Sedangkan motif yang dimiliki pelancong, yaitu untuk mencari ketenangan dan kesenangan, ajakan dariorang terdekat (orangtua ataupun teman), untuk melakukan kegiatan keagamaan, ketertarikan pelancong padasejarah pariwisata pulau Kemaro, serta motif untuk berkumpul bersama anggota keluarga. Perilaku komunikasiyang terjadi yaitu dalam bentuk interaksi diantara pengunjung serta pengunjung dengan pelaku wisata yangmenggunakan komunikasi verbal. Kesimpulan dari penelitian tentang makna pariwisata pulau Kemaro menurutpengunjung yaitu sebagai tempat warga Tionghoa untuk sembahyang, dan salah satu tempat wisata yang memilikinilai sejarah yang tinggi dan nyaman yang ada di kota Palembang.Kata-kata kunci: Makna pariwisata, perilaku komunikasi, Pulau Kemaro, Palembang
Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik Setiaman, Agus
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.2, Desember 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Tingkat kebutuhan informasi akan meningkat jika informasi memberikan sesuatu yang bermanfaat pada sipencarinya,seperti menyelesaikan masalah atau memecahkan persoalan, memberikan ide-ide baru untuk sebuahprogram baru, kebutuhan pada pengetahuan, atau melakukan pengawasan pada sesuatu yang sedang berjalan.Kemampuan penyeleggara pemerintahan menyiapkan sediaan informasi dengan berbagai infrastruktur dan kontenyang memadai, disertai dengan sikap keterbukaan dan mekanisme serta prosedur yang memadai, akan memudahkanmasyarakat memberikan konstribusi atau partisipasi secara positif. Masyarakat tidak akan mudah terpancingisu atau informasi yang simpang siur seandainya mereka mudah mandapatkan iformasi yang memadai. Hasil penelitianmenunjukkan bhawa sebagian besar masyarakat Kota Bandung kurang atau belkum memahmai keterbukaaninformasi publik, bahkan sebagian besar warga Kota belum atau kurang mehami bentuk informasi yang digunakanoleh Pemkot sebagai upaya implementasi keterbukaan informasi publik. Sebagian warga Kota tahu bahwa setiapada pekerjaaan pembangunan sarana publik tersedia pengumuman tentang batas waktu pengerjaaan, biaya, dansebagainya tapi mereka tidak tahu bhawa hal itu sebagai bagian dari kebijakan keterbukaan informasi publik daripemegang kenbijakan publik kepada warganya. Masih kurangnya sosialiasasi tentang keterbukaan informasi publikyang dilakukan Pemerintah Kota Bandung merupakan salah satu dampak dari kurangnya pemahaman wargaKota terhadap berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota dalam implementasi keterbukaan publik.Kata-kata kunci: Keterbukaan informasi, pemanfaatan informasi, pemerintah, kebijakan
Membangun Trust terhadap Pelanggan Tukang Kiridit Aziz, Abdul
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Profesi tukang kiridit keliling yang menjual berbagai peralatan rumah tangga, merupakan profesi khas orangTasikmalaya. Ciri khas usaha kiridit ini di antaranya; tidak menggunakan jaminan, tidak mengharuskan uangmuka, dan pembayaran angsuran sangat fleksibel bisa dilakukan secara harian, mingguan, dan bulanan. Dalambisnis seperti ini, trust merupakan faktor utama yang dijadikan pegangan tukang kiridit. Realitas demikianmenyebabkan tidak sedikit pelanggan kiridit yang mengkhianati dan lari dari kewajibannya menyelesaikanpembayaran angsuran. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dan menganalisis: latar belakang dan prosesmenjadi tukang kiridit; persepsi tukang kiridit terhadap diri dan profesinya; proses komunikasi interpersonaltukang kiridit dengan pelanggannya; dan konstruksi sosial tukang kiridit tentang faktor trust terhadappelanggannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme danmetode penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 13 orang tukang kiridit yang dipilih secarapurposif. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah interaksionisme simbolik dan teori konstruksisosial atas realitas, dan untuk mengumpulkan data digunakan wawancara mendalam, observasi partisipandan studi dokumentasi. Temuan penelitian di antaranya: proses menjadi tukang kiridit dikategorikan menjaditukang kiridit milu dulur dan milu batur. Pandangan tukang kiridit terhadap diri dan profesinya umumnyasangat positif. Proses komunikasi interpersonal tukang kiridit dengan pelanggannya banyak diwarnai denganpengelolaan kesan baik secara verbal dan nonverbal. Konstruksi trust terhadap pelanggan banyak didasarkanpada perilaku komunikasi nonverbal pelanggan dan kondisi ekonomi pelanggan.Kata-kata kunci: trust, tukang kiridit, komunikasi interpersonal, interaksionisme simbolik, konstruksi sosial.
Konstruksi Sosial Anggota Geng Motor di Kota Bandung Hadisiwi, Purwanti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna diri anggota geng motor, pengharapan anggotageng motor akan diri yang ideal, dan dinamika pembentukan makna diri geng motor yang meliputi latar belakangkomunikasi dengan keluarga, sesama anggota geng motor, dan lingkungan sekitar mereka. Kejahatangeng motor selalu meresahkan masyarakat karena kebrutalannya dalam merusak dan membunuh korbantanpa alasan yang jelas. Pola kejahatannya sama, yaitu dengan mengendarai sepeda motor, mereka merusakdan merampok mini market atau mengejar korban yang tidak bersalah, melukai atau bahkan membunuhnya.Melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan, penelitian ini mencoba membangun realitasgeng motor di Kota Bandung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebelum bergabung dengan geng motor,mereka melihat dirinya biasa saja, namun setelah bergabung dengan geng motor mereka merasa diri “pangaingna”. Anggota geng motor secara kognitif sebenarnya menyadari kalau diri yang ideal adalah menjadi“pemuda baik-baik” seperti yang diharapkan masyarakat. Namun, interaksi dengan teman-teman dalam gengmotornya membuat mereka berperilaku “ideal” versi kelompok itu. Selain itu, tidak sepenuhnya benar anggapantentang anggota geng motor berasal dari keluarga “broken home” namun, komunikasi dalam keluargamemang sangat minim.Kata-kata kunci: Konstruksi sosial, geng motor, makna diri, konsep diri
Fenomena Konstruksi Identitas pada Foto Pre-Wedding Mahameruaji, Jimi Narotama
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.2, No.1, Juni 2014
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan konstruksi identitas yangsaat ini banyak ditampilkan pada foto pre-wedding. Pada mulanya foto pre-wedding hanyalah foto yangmenampilkan sepasang laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk dipajang dalam resepsi pernikahan.Dalam perkembangannya foto pre-wedding menjadi ajang dalam menampilkan identitas dari pasangan tersebut.Dalam menampilkan identitas-identitas tersebut, setiap pasangan memiliki alasan-alasan (motif atauaccount), bentuk-bentuk dan batasan identitas apa saja yang ditampilkan, serta dampaknya terhadap fotopre-wedding yang ditampilkan. Peneliti mengintegrasikan teori fenomenologi, teori interaksionisme simbolik,dan teori konstruksi sosial, serta menggunakan pendekatan subjektif-konstruktivis dengan metode penelitiankualitatif dalam tradisi penelitian fenomenologi, atau paradigma interpretif (interpretive paradigm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontruksi identitas pada foto pre-wedding menjadi fenomena bukansemata karena kepentingan pasangan tetapi juga pihak-pihak lain yang berkepentingan dengannya sepertifotografer. Dampaknya, disadari atau tidak oleh pasangan, identitas yang ditampilkan dapat mempengaruhipsikologi pasangan tersebut. Dalam penelitian ini disarankan kepada pihak-pihak terkait untuk dapat memberikanperhatian khusus pada foto pre-wedding dengan menampilkan identitas tertentu yang dapat lebihmenggambarkan diri dari pasangan.Kata-kata kunci: Fenomenologi, konstruksi identitas, foto pre-wedding, fotografi
Pengaruh Lima Dimensi Berita pada Media Online Khusus Game terhadap Brand Awareness Produk Nintendo 3DS Lubis, Imansyah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.2, Desember 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Media online sebagai sarana kebutuhan masyarakat sekarang ini sudah menjadi salah satu faktor dalammeningkatkan kesadaran akan suatu brand khususnya pada video game. Nintendo sebagai salah satu perusahaangame dunia memiliki produk Nintendo 3DS yang dirilis pada tahun 2011. Dari produk tersebut,banyak media online khusus game yang memberitakan perkembangan produk baik fitur maupun softwareyang mendukung. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggapan/ respon audiencemedia berita online khusus game tentang produk Nintendo 3DS pada media online khusus game, seberapabesar awareness audience pada produk Nintendo 3DS dan seberapa besar pengaruh media onlinekhusus game terhadap Brand Awareness Nintendo 3DS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponendari berita online yaitu variabel Timeliness, Proximity, Prominence, Consequence, dan Human Interestberpengaruh secara bersama-sama terhadap Brand Awareness sebesar 52,7% dan sisanya sebesar 47,3%dipengaruhi oleh variabel-variabel bebas lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.Kata-kata kunci: Berita online, kesadaran merek
Komunikasi Mitigasi Bencana oleh Badan Geologi KESDM di Gunung Api Merapi Prov. D. I. Yogyakarta Roskusumah, Titan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mengenai komunikasi mitigasi bencana oleh masyarakatsekitar Gunung Merapi, upaya dan pola komunikasi yang dilakukan Badan Geologi terkait kepercayaan lokal masyarakat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma konstruktivismemenggunakan teori interaksionisme simbolik dan jenis studi kasus. Masyarakat Desa Umbulharjo KecamatanCangkringan Kabupaten Sleman Provinsi D.I. Yogyakarta yang merupakan masyarakat yang tinggal di sekitarGunung Merapi menjadi subjek dari penelitian ini. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam danstudi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sekitar Gunung Merapi memahami inti dari KomunikasiMitigasi Bencana sebagai sumber pemberian informasi mengenai keadaan Gunung Merapi dan sumberpemberian informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan oleh masyarakat. Peningkatan keikutsertaan masyarakatdan peran Juru Kunci merupakan upaya Badan Geologi dalam melakukan Komunikasi Mitigasi Bencana.Pola Komunikasi Mitigasi Bencana yang dilakukan Badan Geologi KESDM terkait kepercayaan lokal masyarakatsekitar Gunung Merapi terdiri dari dua jenis yaitu terstruktur dan melalui media. Dalam rangka meningkatan kapasitasmasyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana geologi untuk menghindari ketidakselarasan dalampenerimaan informasi, Komunikasi Mitigasi Bencana perlu dikaji lebih dalam oleh Badan Geologi KESDM.Badan Geologi KESDM diharapkan dapat pula meningkatkan frekuensi sosialisasi dan simulasi bencana langsungpada masyarakat pada level bawah, tidak hanya mengundang perwakilan dari aparat pemerintah saja. Selain ituBadan Geologi sebaiknya melibatkan Juru Kunci Merapi dengan memberikan pelatihan khusus mengenai istilah-istilah teknis kebencanaan sehingga Juru Kunci bisa menjadi agen sosialisasi bagi masyarakat.Kata-kata kunci: Komunikasi mitigasi bencana, Badan Geologi, Gunung Merapi, Yogyakarta

Page 1 of 3 | Total Record : 30