cover
Contact Name
Hanny Hafiar
Contact Email
hannyhafiar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp3.fikomunpad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Komunikasi
ISSN : 23032006     EISSN : 24775606     DOI : -
Jurnal Kajian Komunikasi, ISSN 2303-2006 (printed) ISSN 2477-5606 (Online), published by LP3 Fikom Unpad, incorporate with the Indonesian Communication Scholars Association: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI). Jurnal Kajian Komunikasi publish twice a year (June and December). In each edition, it received article that will be reviewed by internal and external editors. After that, article reviewed by at least two reviewers, who had related expertise. Article will be reviewed with double-blind peer review. Jurnal Kajian Komunikasi will publish selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013" : 10 Documents clear
Membangun Kerukunan Masyarakat Beda Agama melalui Interaksi dan Komunikasi Harmoni di Desa Talang Benuang Provinsi Bengkulu Mahadi, Ujang
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba mengangkat pola interaksi masyarakat beda agama di Desa Talang Benuang KecamatanAir Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Paradigma dalam penelitian ini adalah kualitatifdengan menggunakan pendekatan sosiologi dan interaksionisme simbolik. Pengumpulan data dilakukan denganteknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunanhidup masyarakat beda agama di Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma ProvinsiBengkulu terbangun melalui interaksi dan komunikasi harmoni yang saling menghargai, saling menghormati,saling memberikan toleransi dan tidak menyinggung masalah agama dalam kehidupan masyarakat. Faktorlain yang mendukung adalah: pertama, adanya kesadaran tinggi dari masyarakat akan pentingnya kerukunanhidup beragama yang ditanamkan sejak kecil secara turun temurun oleh pendahulunya; kedua, tumbuhnyajiwa nasionalisme dalam kehidupan masyarakat; dan ketiga, adanya ikatan kekerabatan yang dihasilkan daripernikahan yang sebelumnya beda agama.Kata-kata kunci: Kerukunan, beda agama, interaksi dan komunikasi
Membangun Trust terhadap Pelanggan Tukang Kiridit Aziz, Abdul
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Profesi tukang kiridit keliling yang menjual berbagai peralatan rumah tangga, merupakan profesi khas orangTasikmalaya. Ciri khas usaha kiridit ini di antaranya; tidak menggunakan jaminan, tidak mengharuskan uangmuka, dan pembayaran angsuran sangat fleksibel bisa dilakukan secara harian, mingguan, dan bulanan. Dalambisnis seperti ini, trust merupakan faktor utama yang dijadikan pegangan tukang kiridit. Realitas demikianmenyebabkan tidak sedikit pelanggan kiridit yang mengkhianati dan lari dari kewajibannya menyelesaikanpembayaran angsuran. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dan menganalisis: latar belakang dan prosesmenjadi tukang kiridit; persepsi tukang kiridit terhadap diri dan profesinya; proses komunikasi interpersonaltukang kiridit dengan pelanggannya; dan konstruksi sosial tukang kiridit tentang faktor trust terhadappelanggannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme danmetode penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 13 orang tukang kiridit yang dipilih secarapurposif. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah interaksionisme simbolik dan teori konstruksisosial atas realitas, dan untuk mengumpulkan data digunakan wawancara mendalam, observasi partisipandan studi dokumentasi. Temuan penelitian di antaranya: proses menjadi tukang kiridit dikategorikan menjaditukang kiridit milu dulur dan milu batur. Pandangan tukang kiridit terhadap diri dan profesinya umumnyasangat positif. Proses komunikasi interpersonal tukang kiridit dengan pelanggannya banyak diwarnai denganpengelolaan kesan baik secara verbal dan nonverbal. Konstruksi trust terhadap pelanggan banyak didasarkanpada perilaku komunikasi nonverbal pelanggan dan kondisi ekonomi pelanggan.Kata-kata kunci: trust, tukang kiridit, komunikasi interpersonal, interaksionisme simbolik, konstruksi sosial.
Konstruksi Sosial Anggota Geng Motor di Kota Bandung Hadisiwi, Purwanti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna diri anggota geng motor, pengharapan anggotageng motor akan diri yang ideal, dan dinamika pembentukan makna diri geng motor yang meliputi latar belakangkomunikasi dengan keluarga, sesama anggota geng motor, dan lingkungan sekitar mereka. Kejahatangeng motor selalu meresahkan masyarakat karena kebrutalannya dalam merusak dan membunuh korbantanpa alasan yang jelas. Pola kejahatannya sama, yaitu dengan mengendarai sepeda motor, mereka merusakdan merampok mini market atau mengejar korban yang tidak bersalah, melukai atau bahkan membunuhnya.Melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan, penelitian ini mencoba membangun realitasgeng motor di Kota Bandung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebelum bergabung dengan geng motor,mereka melihat dirinya biasa saja, namun setelah bergabung dengan geng motor mereka merasa diri “pangaingna”. Anggota geng motor secara kognitif sebenarnya menyadari kalau diri yang ideal adalah menjadi“pemuda baik-baik” seperti yang diharapkan masyarakat. Namun, interaksi dengan teman-teman dalam gengmotornya membuat mereka berperilaku “ideal” versi kelompok itu. Selain itu, tidak sepenuhnya benar anggapantentang anggota geng motor berasal dari keluarga “broken home” namun, komunikasi dalam keluargamemang sangat minim.Kata-kata kunci: Konstruksi sosial, geng motor, makna diri, konsep diri
Komunikasi Mitigasi Bencana oleh Badan Geologi KESDM di Gunung Api Merapi Prov. D. I. Yogyakarta Roskusumah, Titan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mengenai komunikasi mitigasi bencana oleh masyarakatsekitar Gunung Merapi, upaya dan pola komunikasi yang dilakukan Badan Geologi terkait kepercayaan lokal masyarakat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma konstruktivismemenggunakan teori interaksionisme simbolik dan jenis studi kasus. Masyarakat Desa Umbulharjo KecamatanCangkringan Kabupaten Sleman Provinsi D.I. Yogyakarta yang merupakan masyarakat yang tinggal di sekitarGunung Merapi menjadi subjek dari penelitian ini. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam danstudi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sekitar Gunung Merapi memahami inti dari KomunikasiMitigasi Bencana sebagai sumber pemberian informasi mengenai keadaan Gunung Merapi dan sumberpemberian informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan oleh masyarakat. Peningkatan keikutsertaan masyarakatdan peran Juru Kunci merupakan upaya Badan Geologi dalam melakukan Komunikasi Mitigasi Bencana.Pola Komunikasi Mitigasi Bencana yang dilakukan Badan Geologi KESDM terkait kepercayaan lokal masyarakatsekitar Gunung Merapi terdiri dari dua jenis yaitu terstruktur dan melalui media. Dalam rangka meningkatan kapasitasmasyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana geologi untuk menghindari ketidakselarasan dalampenerimaan informasi, Komunikasi Mitigasi Bencana perlu dikaji lebih dalam oleh Badan Geologi KESDM.Badan Geologi KESDM diharapkan dapat pula meningkatkan frekuensi sosialisasi dan simulasi bencana langsungpada masyarakat pada level bawah, tidak hanya mengundang perwakilan dari aparat pemerintah saja. Selain ituBadan Geologi sebaiknya melibatkan Juru Kunci Merapi dengan memberikan pelatihan khusus mengenai istilah-istilah teknis kebencanaan sehingga Juru Kunci bisa menjadi agen sosialisasi bagi masyarakat.Kata-kata kunci: Komunikasi mitigasi bencana, Badan Geologi, Gunung Merapi, Yogyakarta
Realitas Politik Indonesia dalam "Kacamata" Pengguna Twitter Wibowo, Kunto Adi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Twitter sebagai media baru mulai menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besartwitter dalam dunia politik adalah gejolak politik dan sosial di kawasan Timur Tengah yang melanda seluruhnegara Arab. Rakyat terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untukmenentukan jalannya masa depan negara mereka. Penting untuk diketahui pengaruh pandangan tentang politikpadapengguna twitter di Indonesia, sebagai Negara dengan pengguna twitter terbanyak. Dengan metodesurvei yang berpedoman pada teori kultivasi, penelitian ini mencari tahu bagaimana pandangan politik diIndonesia pada pengguna berat dan pengguna ringan.Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaansignifikan pada pengguna berat dan pengguna ringan dalam memandang politik di Indonesia. Metode surveyonline dilakukan terhadap tiga puluh enam responden. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebihbaik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebihnegatif dalam memandang realitas politik Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa twitter bukansumber utama berita politik mereka. Sumber informasi utama mereka tetap media konvensional, terutamatelevisi.Kata-kata kunci: Realitas politik, jejaring sosial, teori kultivasi, twitter, media sosial
Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations Damayanti, Trie
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui(a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b)Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkanpada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimilikioleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, denganperspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V,dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1)mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yangmemang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut;(2) mahasiswa memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yangpernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat darimateri yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yangharus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer sepertihalnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orangdipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisistrategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PROsangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada IlmuKehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelummereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang PublicRelations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa padaPR di pemerintahan.Kata-kata kunci: Persepsi, posisi strategis, public relations
Tren Kebutuhan Kualifikasi Jurnalis Radio pada Industri Radio Siaran di Kota Bandung Yudhapramesti, Pandan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanyaaktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untukmengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkanoleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolahpesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radiosiaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakanmetode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannyasebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio.Mereka juga diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi. Sejalan dengan perkembangan teknologiberbasis internet, para jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radiomenyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitanmengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakancalon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.Kata-kata kunci: Radio siaran, kualifikasi jurnalis, pesan radio, konvergensi media
Seni Ruang dan Waktu dalam Mapacci pada Upacara Perkawinan Adat Bugis Tandyonomanu, Danang
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Pembagian ruang dalam rumah memiliki tujuan dan berdasarkan pada adat istiadat tertentu. Konsep rumahbahkan mencerminkan status penghuninya. Konsep ruang rumah adat Bugis kaitannya dengan tingkatanstatus dan penggunaan ruang dan waktu yang digunakan oleh mereka dalam prosesi perkawinan adat Bugis,khususnya tradisi ”mappacci”.Tujuannya untuk mengetahui seni ruang dan waktu dalam “mapacci” padaupacara perkawinan adat Bugis. Untuk tujuan tersebut metode yang digunakan adalah metode penelitianetnografi. Etnografi adalah penelitian untuk mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Penelitianini berupaya mempelajari peristiwa kultural, yang menyajikan pandangan hidup subyek sebagai obyek studi.Hasilnya adalah upacara “mappaci” perkawinan adat bugis tentang proksemik dengan pembagian ruang dalamrumah dapat memberikan gambaran bahwa semakin dekat jarak sosial seseorang dengan pemangku hajatmenentukan ruang mana dia ditempatkan dan menentukan juga lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikutiprosesi perkawinan adat tersebut. Semakin dekat jarak sosial semakin lama waktu yang dibutuhkan untukmengikuti prosesi tersebut.Kata kunci: Proksemik, kronemik, adat bugis
Pencitraan Aburizal Bakrie melalui Iklan Televisi Tamaka, Glendy Indra
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden RepublikIndonesia melalui iklan televisi ARB Versi Motivasi Untuk Anak Indonesia. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika. Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber dataprimer berupa iklan televisi ARB versi Motivasi Untuk Anak Indonesia yang terdiri atas ucapan, gerakan, danberbagai objek pendukung penggambaran Aburizal Bakrie, dan sumber data sekunder berupa buku, karya ilmiah,dan sumber informasi online. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studipustaka. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ujikeabsahan data dilakukan melalui triangulasi penyidik. Penelitian ini dilakukan di Jakarta dari bulan Februari2013 - Juli 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden secaradenotasi ditunjukan melalui penggambaran latar belakang ayahnya untuk memberikan gambaran bahwadirinya merupakan bagian dari rakyat kecil sebagaimana ayahnya dulu. Pencitraan Aburizal Bakrie sebagaicalon Presiden secara konotasi banyak memperlihatkan makna kesuksesan dan pengalaman Aburizal Bakrie.Citra Aburizal Bakrie juga terlihat sebagai sosok yang mendukung akan kepentingan anak muda, pendidikan,dan pengembangan potensi mereka. Aburizal Bakrie juga merepresentasikan diri sebagai orang yang tepatuntuk dijadikan sebagai contoh kesuksesan karena pengalamannya serta kemampuannya. Aburizal Bakriemerupakan sosok yang terbuka, bersih dan memiliki komitmen tinggi serta memiliki kepekaan relijiusitasyang dapat membentuknya sebagai pemimpin yang bermoral. Makna mitos dari pencitraan Aburizal Bakriesebagai calon Presiden menunjukan bahwa kepentingan politiknya dibangun atas kepentingan rakyat kecil.Rakyat kecil senantiasa menjadi komoditas untuk membangun citra politik yang pro rakyat.Kata-kata kunci: Pencitraan, iklan televisi, denotasi dan konotasi
Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur Heryadi, Hedi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui “Bagaimana komunikasi antarbudaya etnis Sunda dalam masyarakatmultikultur?”. Untuk mengungkap fenomena tersebut penulis menggunakan metode penelitian kualitatifdengan menggunakan model interaksionisme simbolik untuk melihat perilaku dan interaksi manusiayang dapat diperbedakan karena ditampilkan melalui melalui simbol dan maknanya. Untuk mendapatkandata, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara mendalam dan telaahdokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan telah terjadi adaptasi timbal balik antara etnis Sunda sebagaipendatang dengan etnis Rejang sebagai pribumi. Adanya sikap saling menghargai dan menghormati antaraetnis pendatang dan pribumi memungkinkan setiap kelompok etnis tersebut untuk menjalankan kebudayaannyamasing-masing. Masyarakat dari etnis Sunda dengan Rejang saat berdialog dapat menggunakan bahasaSunda, bahasa Rejang atau bahasa melayu dialek Bengkulu. Hubungan antara kedua etnis tersebut sejauhini telah berlangsung tanpa hambatan yang berarti karena masing-masing etnis telah saling menerima apaadanya.Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, etnis Sunda, etnis Rejang

Page 1 of 1 | Total Record : 10