cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
ISSN : 14108607     EISSN : 25799096     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014" : 7 Documents clear
OPTIMASI ANGKUTAN UMUM PURWOKERTO M.T., Juanita
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi angkutan umum merupakan hal penting dalam pelayanan terhadap penumpang dan kelangsungan operator itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah armada optimal yang sesuai kebutuhan penumpang dengan tetap mempertimbangkan Biaya Operasi Kendaraan sehingga tetap menguntungkan pihak sopir/pemilik angkot. Hasil penelitian di 6 trayek yaitu D1, D2, B1, B2, G1 dan G2 sebagai berikut : Jumlah penumpang terbanyak berdasarkan survey ada di trayek B2 dengan jumlah 30 penumpang per rit, sedangkan D2 mempunyai jumlah paling sedikit dibandingkan 5 trayek lainnya yaitu 22 penumpang. Load factor pada kondisi break even sebesar 0,873 masih terdapat keuntungan pada setiap trayek. Diperlukan penambahan armada angkot untuk dapat melayani penumpang yang ada dengan masing-masing penambahan 1 angkot untuk trayek D1, B1, dan 3 angkot untuk trayek G1 dan G2 serta B2 sejumlah 4 angkot sedangkan trayek angkot D2 tidak diperlukan penambahan angkot.Kata kunci : Optimasi, Angkutan umum, penumpang, operator
PENGARUH UMUR STARTER Acetobacter xylinum TERHADAP PRODUKSI NATA DE COCO Hamad, Alwani; Handayani, Nur Afifah
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata de coco adalah salah satu makanan olahan dari air kelapa sebagai salah satu makanan diet karena kandungan serat yang melimpah yang dalam proses fermentasinya memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum. Dalam pembuatan nata de coco selama ini, starter yang ditambahkan belum ada standar kualitas yang pasti berapa jumlah bakteri hidup. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh umur penyimpanan starter terhadap jumlah bakteri Acetobacter xylinum dan nata de coco hasil fermentasinya. Pembuatan starter dibuat dalam 100 ml air kelapa ditambahkan nutrisi (gula 3,5 gr; urea 0,6 gr; cuka 4 ml; starter 12 ml). Jumlah bakteri dalam starter (umur penyimpanan: 0, 1, 4, 7, 10, 13, 16, 19, 25, 30, 40, 60 hari) dihitung menggunakan metode turbidity (kekeruhan) dengan menggunakan alat UV-Vis Spectrophotometers. Kemudian starter tersebut ditambahkan ke dalam medium fermentasi dalam air kelapa 500 ml ditambahkan nutrisi (gula 17,5 gr; urea 0,6 gr; cuka 4 ml; starter 60 ml). Nata de coco yang dihasilkan dianalisa kualitas fisiknya, yaitu yield, tebal lapisan nata, dan moisture content. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan jumlah bakteri dalam starter selama umur penyimpanan 0-19 hari sebanyak 1,37 x 109 sampai  2,02 x 109 sel/ml. Setelah 19 hari, jumlah bakteri dalam starter cenderung konstan. Setelah umur penyimpanan 40 hari, jumlah bakteri dalam starter mengalami penurunan 9%. Dengan penambahan starter umur 7-13 hari menghasilkan nata de coco dengan kualitas fisik paling baik, yang ditunjukkan dengan yield 89%, tebal 9 mm, dan moisture content >95%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa waktu penyimpanan starter mempengaruhi kualitas fisik nata de coco.Kata kunci:       Nata de coco, Acetobacter xylinum, starter, jumlah bakteri, fermentasi
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELOMPOK UNTUK MENENTUKAN DOSEN BERPRESTASI MENGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN COPELAND SCORE (STUDI KASUS: UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO) Sari, Dhani Ratna; Utami, Ema; Lutfi, Emha Taufiq
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (SPKK) untuk menentukan dosen berprestasi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kelompok pengambil keputusan yang terlibat adalah Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Tim Penilai Angka Kredit (TPAK). Tiap kelompok pengambil keputusan manilai kriteria yang berbeda dan menentukan keputusan alternatifnya masing-masing. Pengambilan keputusan individu menggunakan metode Simple Additive Weighting(SAW) dan agregasi keputusan kelompok menggunakan metode Copeland Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW mampu menyeleksi alternatif terbaik dari beberapa alternatif. Data hasil penelitian juga membuktikan bahwa metode Copeland Score dapat digunakan untuk menyatukan hasil keputusan individu dari masing-masing pengambil keputusan.Kata kunci: Sistem pendukung keputusan kelompok, SAW, Copeland Score
TEKNOLOGI PENGENDALIAN EROSI LAHAN Marhendi, Teguh
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan erosi lahan dan sedimentasi waduk akan berdampak pada umur fungsi  waduk. Beberapa waduk umumnya mengalami problem operasional sebagai akibat pengurangan kapasitas waduk. Waduk Sempor, Wadaslintang, Kedung Ombo, Mrica dan beberapa waduk lain mengalami permasalahan sedimentasi. Tulisan ini mencoba mengulas upaya mengurangi erosi dan sedimentasi melalui beberapa upaya pengendalian erosi lahan. Pengendalian erosi dimaksudkan sebagai upaya pencegahan kerusakan tanah dengan cara mengupayakan resistansi tanah terhadap daya erosi dan mengurangi sifat erosif dari aliran permukaan (surface runoff).Usaha pengendalian erosi dan/atau usaha pengawetan tanah dapat dilaksanakan dengan teknologi atau beberapa cara seperti cara vegetatif, cara mekanik, cara gabungan vegetatif dan mekanis serta cara kimiawi. Pada Tulisan ini akan dijelaskan cara vegetatif dan cara teknis atau mekanis.Kata kunci: Erosi lahan, Pengendalian erosi, vegetatif, mekanik
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DUKUHWALUH PURWOKERTO Anjarwati, Sulfah
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang empat Dukuhwaluh merupakan pertemuan dari empat arah yaitu: lengan sebelah utara adalah Jl. Sunan Bonang, lengan  sebelah Timur adalah Jl. Raya UMP, lengan sebelah Selatan adalah Jl. Raya Raden Patah, lengan sebelah Barat adalah Jl. Senopati. Analisis diperhitungkan terhadap data kondisi saat ini untuk melihat kemampuan dan kapasitas jalan supaya tidak terjadi kemacetan lalu lintas dan dapat meningkatkan kapasitas simpang yang ditinjau. Arus jenuh dasar (So) Arus jenuh (S)Perbandingan arus lalu lintas dengan arus jenuh (FR) Waktu siklus sebelum  enyesuaian  Ca) dan waktu hijau (g) Kapasitas (C) dan Derajat Kejenuhan (DS) Perilaku Lalu Lintas. Dari data analisis diperoleh: Total arus lalu lintas ( Q) adalah 709 smp, Kapasitas kendaraan 665 smp/jam, Derajat kejenuhan sebesar 1,065, Panjang antrian adalah 225 m, Rasio kendaraan terhenti adalah 0,74 stop/smp, dan tundaan 93 detik/smp. persimpangan tersebut masuk dalam Indek Tingkat Pelayanan (ITP) F yang mempunyai kondisi arus lalu lintas berada dalam keadaan dipaksakan, kecepatan relatif rendah, arus lalu lintas sering berhenti sehingga sering terjadi antrian kendaraan yang panjang.Kata kunci : Simpang, Tingkat Pelayanan
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ALAT UKUR TEGANGAN, ARUS DAN FREKUENSI LISTRIK ARUS BOLAK-BALIK SATU FASA BERBASIS PERSONAL COMPUTER Kurniawan, Itmi Hidayat; Hayat, Latiful
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan proses perancangan dan implementasi alat ukur tegangan, arus dan frekuensi listrik arus bolak-balik satu fasa. Dalam proses perancangan instrumen ukur listrik bukanlah hal yang mudah, karena harus memperhatikan faktor kesalahan alat, serta efisiensi penggunakan teknologi instrumentasi elektronika yang digunakan. Pada alat ukur yang dibuat dalam pengukuran tegangan dan arus dilakukan dengan proses transformasi besaran yang di ukur menjadoi bentuk besaran tegangan dan arus yang lebih rendah menggunakan tranformator penurun tegangan dan OTTO transformator arus sehingga sinyal keluarannya dapat diproses pada perangkat pemroses data menggunakan analog to Digital Converter (ADC) dengan lebar data 10 bit pada  mikrokontroler AVR Atmega8535. Untuk pengukuran frekuensi dilakukan dengan menghitung banyaknya zero crossing per satuan waktu dengan menggunakan fasilitas Interupsi Eksternal pada mikrokontroler. Untuk perangkat penampilan data hasil pengukuran digunakan perangkat Liquid Crystal Display (LCD) dan ditampilkan dalam program Graphic user Interface (GUI) pada personal computer berbasis Microsof Visual C# 2008 Express Edition. Dalam pengujiannya alat pengukur Tegangan, Arus dan Frekuensi listrik arus bolak-balik satu fasa ini terdapat kesalahan rata-rata pengukuran (error pengukuran) pada pengukuran tegangan sebesar 0.45%, pengukuran frekuensi sebesar 0,09%, dan  pengukuran arus sebesar 2%.Kata Kunci: Alat Ukur Tegangan, Arus, Frekuensi, mikrokontroler AVR
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN LONGSOR LERENG DI DESA BINANGUN KECAMATAN BANYUMAS Aji, Setyo; M.T., Juanita; Azizi, Amris
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Binangun merupakan salah satu Desa di Kecamatan Banyumas yang termasuk kawasan rentan terhadap bencana tanah longsor. Perbukitan yang terjal, curah hujan yang tinggi, dan zona permukiman yang terletak di lereng-lereng perbukitan sangat rentan terhadap bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kerawanan longsor di Desa Binangun. Data didapat melalui pengamatan langsung di lapangan, uji laboratorium, dan data sekunder dari berbagai instansi dan sumber-sumber terkait. Analisis data dilakukan untuk menetapkan tipologi zona berpotensi longsor dan menentukan klasifikasi tingkat kerawanan terhadap longsor. Hasil analisis diperoleh tingkat kerawanan longsor antara 1,8–2,085, maka tingkat kerawanan zona berpotensi longsor Desa Binangun adalah sedang.Kata kunci :Tingkat kerawanan, longsor

Page 1 of 1 | Total Record : 7