cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 32 No. 2 Oktober 2010" : 12 Documents clear
Preparasi Lapisan Hidroksiapatit pada Substrat Stainless Steel 316 dengan Metode Deposisi Elektroforesis Aprilia, Lia; Nuryadi, Ratno; Rianti, Winda; Gustiono, Dwi; Herdianto, Nendar
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.885 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2729

Abstract

Hidroksiapatit (HA) sangat berpotensi untuk digunakan dalam implantasi jaringan keras. Makalah ini memaparkan pelapisan HA pada substrat stainless steel 316 untuk meningkatkan sifat mekanis HA dengan menggunakan metode deposisi elektroforesis. Pengaruh tiga parameter yaitu variasi waktu deposisi (15 menit dan 60 menit), kehalusan permukaan (600 grit dan 1200 grit), dan suhu sintering (800 oC, 900 oC, 1000 oC, dan 1200  oC) terhadap lapisan HA diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan HA pada substrat SS 316 lebih tebal pada waktu deposit 60 menit, dengan hasil padat dan homogen didapatkan pada kondisi permukaan substrat yang telah diamplas dengan kertas silikon karbida 1200 grit dan suhu sintering 900  oC. 
Pembuatan Formulasi Krim Anti Nyamuk dari Fraksi Minyak Sereh Rahayu, Sri Pudji; Naimah, Siti
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.999 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2730

Abstract

Minyak sereh dan fraksinya merupakan minyak atsiri yang mempunyai banyak kegunaan, diantaranya sebagai repellent atau pengusir nyamuk yang merupakan vektor berbagai penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD). Saat ini formula pengusir nyamuk menggunakan bahan kimia DEET (n,n-diethyl-m-toluamide) yang mempunyai efek samping terhadap kulit manusia, karena itu minyak sereh ini merupakan alternatif bahan aktif pengusir nyamuk yang perlu dikembangkan. Telah dilakukan penelitian pembuatan formulasi krim anti nyamuk dengan menggunakan fraksi minyak sereh dalam bentuk sediaan krim. Formulasi krim dibuat dengan variabel konsentrasi bahan aktif fraksi sereh dari 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4%; 0,6% dan penambahan bahan pewangi serta penambahan NaOH dan KOH. Selanjutnya dilakukan analisis sifat fisiko kimia meliputi pH, kestabilan dan homogenitas krim serta pengujian efektifitas dari formulasi krim terhadap gigitan nyamuk dan uji iritasi terhadap kulit. Formula yang dihasilkan berwarna putih, mempunyai bau/wangi segar yang khas, rasa hangat pada kulit, pH normal sekitar 7, kestabilan baik dan homogen. Uji efektivitas terhadap populasi nyamuk Aedes aegypti di laboratorium menunjukkan bahwa Formulasi VI dengan konsentrasi bahan aktif 0,6% memberikan hasil yang terbaik dalam perlindungan terhadap gigitan nyamuk sampai lebih 6 jam, diikuti dengan Formulasi III (0,2% bahan aktif) dengan perlindungan sampai 5 jam, Formulasi IV (0,3% bahan aktif) dan formulasi V (0,4% bahan aktif) dengan perlindungan sampai 4 jam, dan Formulasi I (0,1% bahan aktif) yang memberikan perlindungan hanya sampai 3 jam. Akan tetapi secara ekonomi Formula III merupakan yang terbaik yaitu dengan konsentrasi bahan aktif 0,2 %berat atau 0,09% citronellal juga sudah dapat memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk sampai 5 jam hingga 6 jam. Sedangkan Formulasi VII dengan penambahan bahan pelembab/pewangi jojoba dan Formulasi II dengan penambahan NaOH dan KOH untuk memperbaiki penampilan sediaan krim tidak memberikan hasil yang baik dalam perlindungan terhadap gigitan nyamuk. 
Pemisahan dan Pengambilan Kembali Gliserol dari Hasil Samping Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Kelapa Naimah, Siti; Ratnawati, Emmy
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.35 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2731

Abstract

Delapan sampel residu gliserol (RG1 hingga RG8) diambil dari sumber yang sama digunakan sebagai subyek perlakuan secara kimia dan fisika untuk memisahkan komposisi larutan gliserol, free fatty acid (FFA) dan garam. Komposisi residu gliserol mengandung larutan dengan komposisi rata-rata gliserol 62,25 %berat, FFA 20,38 %berat dan garam 66,13 %berat. Hasil pegambilan kembali gliserol yang telah dipisahkan menghasilkan rata-rata kadar gliserol 68,26 %berat, air 6,58 %berat, abu 4,67 %berat dan matter organic non glycerol (MONG) 20,49 %berat. Pengelompokan berdasarkan nilai pH memperlihatkan bahwa kadar gliserol kasar dan MONG pada pH 2 hingga 2,5 lebih besar dibandingkan pada pH 6 hingga 7. Untuk kadar abu dan air, ternyata pada pH 2 hingga 2,5 lebih kecil dibandingkan dengan pada pH 6 hingga 7. Perlakuan secara kimia dan fisika juga meningkatkan pengambilan kembali garam. 
Aplikasi Katalis dalam Mengkonversi Limbah Plastik Menjadi Energi Jati, Bumiarto Nugroho; Ermawati, Rahyani
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.701 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2732

Abstract

Sampai dengan saat ini sampah masih menjadi masalah utama di negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Dari semua jenis sampah yang ada saat ini, sampah yang berasal dari plastik ternyata jumlahnya cukup besar. Karena dianggap lebih praktis dan ekonomis, hampir semua aktifitas baik rumah tangga, industri maupun perdagangan selalu menggunakan plastik. Padahal dibalik besarnya fungsi dan manfaatnya juga terdapat bahaya yang sangat besar pula. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengurangi limbah plastik tersebut. Salah satunya adalah mengkonversi limbah plastik menjadi sumber energi. Para peneliti di seluruh dunia telah membuktikan keberhasilan usaha tersebut. Pada kajian ini, dipaparkan beberapa metode yang telah diteliti oleh para peneliti dalam mengkonversi limbah plastik, diantaranya adalah pirolisis (thermal cracking), hydrocracking dan hidroisomerisasi. Selain metode proses, jenis katalis yang digunakan dalam proses mempengaruhi tinggi rendahnya komposisi produk yang dihasilkan. Dengan dikembangkannya metode tersebut, limbah plastik yang selama ini masih menjadi permasalahan serius di masyarakat dapat menjadi sesuatu yang bermafaat bagi kepentingan manusia dan lingkungan. 
Identifikasi Kandungan Senyawa Antioksidan dalam Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Yemirta, Yemirta
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.484 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2728

Abstract

Telah diisolasi dua senyawa aktif antioksidan dari kayu secang (Caesalpinia sappan). Isolasi dilakukan melalui beberapa tahap pemisahan menggunakan kromatografi kolom dan kromatografi lapisan tipis. Analisis struktur dari kedua isolat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR dan GC-MS. Spektrum UV-Vis yang dihasilkan oleh kedua isolat mempunyai panjang gelombang masing-masing 287 nm dan 447 nm. Spektrum FT-IR dari kedua isolat memberikan pita serapan pada daerah sidik jari antara 1700 cm-1 hingga 1500 cm-1. Sedangkan hasil analisis GC-MS salah satu isolat ini mempunyai puncak dan pola fragmentasi yang mirip (yaitu M+ = 270). 
Pengaruh pH, Konsentrasi Biosorben, dan Waktu Reaksi terhadap Penurunan Logam Berat Pb dengan Memanfaatkan Limbah Industri Bir dalam Bentuk Pelet sebagai Biosorben Ratnawati, Emmy
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.824 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2733

Abstract

Proses biosorpsi dapat dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, khamir (yeast), dan algae sebagai biosorben. Pada skala industri, biaya pengadaan biomassa mikroorganisme ini secara ekonomi kurang menguntungkan, oleh karena itu limbah biomassa seperti limbah hasil samping fermentasi dari industri bir dapat dimanfaatkan karena harganya murah dan keberadaannya melimpah. Saccharomyces cerevisiae digunakan sebagai ragi dalam pembuatan bir, sehingga dalam limbah yang dihasilkan dari produk samping proses fermentasi bir juga mengandung Saccharomyces cerevisiae. Dalam penelitian ini sludge dari limbah bir dikeringkan dan dibuat pelet, kemudian diaplikasikan sebagai biosorben pada limbah cair sintetis yang mengandung logam berat Pb dengan konsentrasi 10 mg/L dan diteliti pengaruh pH, konsentrasi biosorben dan waktu reaksi terhadap penurunan konsentrasi logam berat Pb tersebut. Rendemen pelet dari limbah bir yang diperoleh adalah sebesar 24 g pelet per liter limbah bir dengan kadar air 9 %. Dari hasil penelitian untuk penentuan kondisi optimum biosorpsi dengan variabel pH, berat (konsentrasi) biosorben dan waktu kontak diperoleh hasil optimum pada pH 9, berat biosorben 0,5 g/500 mL limbah dan waktu kontak 0,5 jam. Dengan kondisi optimum ini dapat menurunkan konsentrasi logam Pb yaitu konsentrasi awal sebesar 10 mg/L menjadi 0,27 mg/L atau pengurangan sebesar 97,3 %. Bila kondisi optimum ini diaplikasikan pada pengolahan limbah di industri dengan proses biosorpsi, maka konsentrasi Pb dalam limbah dapat diturunkan dan memenuhi baku mutu limbah cair (sebesar 0,30 mg/L). 
Aplikasi Katalis dalam Mengkonversi Limbah Plastik Menjadi Energi Bumiarto Nugroho Jati; Rahyani Ermawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.701 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2732

Abstract

Sampai dengan saat ini sampah masih menjadi masalah utama di negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Dari semua jenis sampah yang ada saat ini, sampah yang berasal dari plastik ternyata jumlahnya cukup besar. Karena dianggap lebih praktis dan ekonomis, hampir semua aktifitas baik rumah tangga, industri maupun perdagangan selalu menggunakan plastik. Padahal dibalik besarnya fungsi dan manfaatnya juga terdapat bahaya yang sangat besar pula. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengurangi limbah plastik tersebut. Salah satunya adalah mengkonversi limbah plastik menjadi sumber energi. Para peneliti di seluruh dunia telah membuktikan keberhasilan usaha tersebut. Pada kajian ini, dipaparkan beberapa metode yang telah diteliti oleh para peneliti dalam mengkonversi limbah plastik, diantaranya adalah pirolisis (thermal cracking), hydrocracking dan hidroisomerisasi. Selain metode proses, jenis katalis yang digunakan dalam proses mempengaruhi tinggi rendahnya komposisi produk yang dihasilkan. Dengan dikembangkannya metode tersebut, limbah plastik yang selama ini masih menjadi permasalahan serius di masyarakat dapat menjadi sesuatu yang bermafaat bagi kepentingan manusia dan lingkungan. 
Identifikasi Kandungan Senyawa Antioksidan dalam Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Yemirta Yemirta
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.484 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2728

Abstract

Telah diisolasi dua senyawa aktif antioksidan dari kayu secang (Caesalpinia sappan). Isolasi dilakukan melalui beberapa tahap pemisahan menggunakan kromatografi kolom dan kromatografi lapisan tipis. Analisis struktur dari kedua isolat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR dan GC-MS. Spektrum UV-Vis yang dihasilkan oleh kedua isolat mempunyai panjang gelombang masing-masing 287 nm dan 447 nm. Spektrum FT-IR dari kedua isolat memberikan pita serapan pada daerah sidik jari antara 1700 cm-1 hingga 1500 cm-1. Sedangkan hasil analisis GC-MS salah satu isolat ini mempunyai puncak dan pola fragmentasi yang mirip (yaitu M+ = 270). 
Pengaruh pH, Konsentrasi Biosorben, dan Waktu Reaksi terhadap Penurunan Logam Berat Pb dengan Memanfaatkan Limbah Industri Bir dalam Bentuk Pelet sebagai Biosorben Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.824 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2733

Abstract

Proses biosorpsi dapat dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, khamir (yeast), dan algae sebagai biosorben. Pada skala industri, biaya pengadaan biomassa mikroorganisme ini secara ekonomi kurang menguntungkan, oleh karena itu limbah biomassa seperti limbah hasil samping fermentasi dari industri bir dapat dimanfaatkan karena harganya murah dan keberadaannya melimpah. Saccharomyces cerevisiae digunakan sebagai ragi dalam pembuatan bir, sehingga dalam limbah yang dihasilkan dari produk samping proses fermentasi bir juga mengandung Saccharomyces cerevisiae. Dalam penelitian ini sludge dari limbah bir dikeringkan dan dibuat pelet, kemudian diaplikasikan sebagai biosorben pada limbah cair sintetis yang mengandung logam berat Pb dengan konsentrasi 10 mg/L dan diteliti pengaruh pH, konsentrasi biosorben dan waktu reaksi terhadap penurunan konsentrasi logam berat Pb tersebut. Rendemen pelet dari limbah bir yang diperoleh adalah sebesar 24 g pelet per liter limbah bir dengan kadar air 9 %. Dari hasil penelitian untuk penentuan kondisi optimum biosorpsi dengan variabel pH, berat (konsentrasi) biosorben dan waktu kontak diperoleh hasil optimum pada pH 9, berat biosorben 0,5 g/500 mL limbah dan waktu kontak 0,5 jam. Dengan kondisi optimum ini dapat menurunkan konsentrasi logam Pb yaitu konsentrasi awal sebesar 10 mg/L menjadi 0,27 mg/L atau pengurangan sebesar 97,3 %. Bila kondisi optimum ini diaplikasikan pada pengolahan limbah di industri dengan proses biosorpsi, maka konsentrasi Pb dalam limbah dapat diturunkan dan memenuhi baku mutu limbah cair (sebesar 0,30 mg/L). 
Preparasi Lapisan Hidroksiapatit pada Substrat Stainless Steel 316 dengan Metode Deposisi Elektroforesis Lia Aprilia; Ratno Nuryadi; Winda Rianti; Dwi Gustiono; Nendar Herdianto
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.885 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2729

Abstract

Hidroksiapatit (HA) sangat berpotensi untuk digunakan dalam implantasi jaringan keras. Makalah ini memaparkan pelapisan HA pada substrat stainless steel 316 untuk meningkatkan sifat mekanis HA dengan menggunakan metode deposisi elektroforesis. Pengaruh tiga parameter yaitu variasi waktu deposisi (15 menit dan 60 menit), kehalusan permukaan (600 grit dan 1200 grit), dan suhu sintering (800 oC, 900 oC, 1000 oC, dan 1200  oC) terhadap lapisan HA diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan HA pada substrat SS 316 lebih tebal pada waktu deposit 60 menit, dengan hasil padat dan homogen didapatkan pada kondisi permukaan substrat yang telah diamplas dengan kertas silikon karbida 1200 grit dan suhu sintering 900  oC. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue