cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 33 No. 2 Oktober 2011" : 16 Documents clear
Pengaruh Iradiasi Gamma pada Sifat Fisiko-Kimia Agar- Agar dalam Bentuk Padat Erizal, Erizal; A., Basril; Sudirman, Sudirman; W., Thamrin; Budianto, Emil
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.988 KB)

Abstract

Dalam kerangka aplikasi radiasi pada pengembangan bahan polimer yang berasal dari tumbuhan laut, telah dievaluasi karakter fisiko-kimia agar-agar dalam bentuk padat (serbuk dan film) akibat pengaruh iradiasi gamma pada rentang dosis 0 kGy sampai 50 kGy. Viscometer, Instron dan FT-IR digunakan untuk memonitor perubahan struktur dan sifat mekanik agar-agar hasil iradiasi dan kontrol. Hasil menunjukkan meningkatnya dosis iradiasi menyebabkan viskositas intrinsik dan tegangan putus agar-agar menurun, sedangkan daya serap air meningkat. Pengaruh perubahan rantai molekul mendominasi reaksi degradasi agar-agar dalam bentuk serbuk dan filmnya. 
Monitoring dan Ekstraksi TiO2 dari Pasir Mineral Ermawati, Rahyani; Naimah, Siti; Ratnawati, Emmy
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.074 KB)

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada karakterisasi senyawa yang terkandung dalam pasir mineral dan hasil ekstraksinya, serta besarnya kadar hasil ekstraksi TiO2 yang didapatkan. Bahan baku pasir mineral diambil dari Pantai Pesisir, Yogyakarta dan Pandeglang, Jawa Barat. Pasir mineral dibersihkan dahulu dari unsur-unsur pengotornya, selanjutnya dilakukan proses roasting yaitu pengikatan pasir mineral yang paling banyak mengandung TiO2 dengan natrium bikarbonat (Na2CO3) dengan variabel 1:1 dan 1:1.5 serta variabel suhu roasting 600 oC dan 750 oC, yang akan membentuk natrium titanit (Na2TiO3) dan natrium ferarit (Na2FeO). Na2TiO3 yang terbentuk dilarutkan dalam air akan menjadi Na2TiO6. Proses selanjutnya adalah pelarutan Na2TiO6 dalam HCl 2M membentuk endapan TiO2 amorf, dimana pada kalsinasi suhu 550 oC akan terbentuk TiO2 anastase dan rutil. Pasir mineral ilmenit dari Pandeglang- Jawa Barat mengandung TiO2 sebesar 33,49%, dengan kandungan terbesar berupa Fe2O3 sebesar 58.29%, sisanya adalah pengotor. Setelah roasting hasil padatan dari perbandingan ilmenit dan Na2CO3 = 1:1 dilarutkan dalam air dan dikalsinasi pada suhu 600 oC dan 750 oC, masing - masing kandungan TiO2 naik menjadi 47,48% dan 46,33%. Setelah dilarutkan dalam HCl dan dilakukan roasting pada suhu 750 oC kandungan TiO2 optimum menjadi 64,62%. 
Sifat Fisik Mekanik Dan Sifat Urai Hayati Campuran Polietilen Dan Polibutilen Suksinat Yuanita, Evana; Pudjiastuti, Wiwik; Listyarini, Arie
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.184 KB)

Abstract

Polietilen merupakan salah jenis plastik yang tidak dapat urai hayati, sedangkan polibutilen suksinat adalah jenis plastik yang dapat terurai hayati. Untuk plastik ramah lingkungan diperlukan pencampuran keduanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat fisik mekanik dan sifat urai hayati campuran tersebut. Parameter yang diamati adalah kuat tarik, regang mulur dan sifat urai hayati terhadap campuran polietilen dan polibutilen suksinat. Campuran dibuat dengan komposisi 0%, 30%, 50%, 70%, dan 100% menggunakan rheomix pada suhu 150 °C selama 8 menit dengan kecepatan putaran mesin sebesar 30 rpm. Plastik film dibuat menggunakan single screw extruder dan blown film pada suhu 160 °C dengan kecepatan putaran mesin 20 rpm. Sifat fisik mekanik campuran diketahui dengan pengujian kuat tarik, regang mulur plastik film menggunakan metode ASTM D882, sedangkan pengujian urai hayati dengan metode soil burial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tarik dan regang mulur semakin meningkat dengan bertambahnya polibutilen suksinat. Penurunan kuat tarik, regang mulur dan berat campuran polietilen dan polibutilen suksinat setelah dilakukan penimbunan dalam tanah selama 90 hari menunjukkan bahwa campuran ini dapat terurai hayati. 
Efek CuI Terhadap Konduktivitas dan Energi Aktivasi (CuI)x(AgI )1-x (x = 0,5 - 0,9) Purwanto, Patricius
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.937 KB)

Abstract

Pembuatan bahan konduktor padat telah dilakukan dengan cara mencampurkan CuI dan AgI. Kedua bahan dibuat dalam bentuk pelet dan dipanaskan pada suhu 300 oC selama 3 jam. Pengukuran konduktivitas (CuI)x((AgI)1-x dilakukan dengan alat LCR-meter pada frekuensi 0,1 Hz sampai 100 kHz dan sebagai fungsi suhu. Penentuan struktur kristal (CuI)x((AgI)1-x dan regangan kisi dilakukan dengan difraksi sinar-X. Hasil penelitian menunjukkan regangan kisi konduktor padat (CuI)x((AgI)1-x turun seiring dengan naiknya fraksi berat CuI. Puncak difraksi sinar-X untuk konduktor padat (CuI)x((AgI)1-x menunjukkan puncak-puncak CuI, sedangkan puncak-puncak AgI tidak tampak. Konduktivitas konduktor padat (CuI)x(AgI)1-x naik seiring dengan naiknya suhu pemanasan. Energi aktivasi naik seiring dengan bertambahnya konsentrasi CuI. 
Analisis Fasa Dan Struktur Mikro Nanopartikel CaCO3 Hasil Mechanical Milling Sebagai Filler Nanokomposit HDPE/ CaCO3 Deswita, Deswita; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1918.182 KB)

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi struktur single phase nanopartikel CaCO3 dengan menggunakan mechanical milling sebagai filler nanokomposit HDPE/CaCO3. Sampel CaCO3 di milling dengan variasi waktu selama 6, 12, 18, dan 24 jam. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel CaCO3 setelah milling 24 jam merupakan single phase calcite berstruktur hexagonal dengan space group R -3 c (167) dan parameter struktur a = 4.9951(5) Å, b = 4.9951(5) Å danc=17.082(2)Å,α=β=90o danγ=120o,V= 369,1(1) Å3 dan ρ = 2.701 gr.cm-3. Ukuran partikel menjadi lebih kecil berkisar 200 nm sampai 1 μm. Sedangkan ukuran kristalitnya sebesar 24,88 nm. Disimpulkan bahwa telah berhasil dibuat polimer nanokomposit HDPE/CaCO3 dengan filler nanopartikel CaCO3 yang terdistribusi merata di seluruh permukaan polimer, sehingga tujuan dari penelitian ini telah tercapai dengan baik. 
Pengurangan Logam Berat pada Limbah Cair Industri Percetakan dengan Teknologi Biosorpsi Ratnawati, Emmy; Rahayu, Sri Pudji; Yunilawati, Retno; Jati, Bumiarto Nugroho
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1770.509 KB)

Abstract

Limbah cair industri pengguna tinta cetak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Pada penelitian ini digunakan biosorben dari limbah hasil samping industri fermentasi bir yang mengandung khamir Saccharomyces cerevisiae. Biosorben dibuat dalam bentuk pelet (rendemen 24 g pelet per liter limbah bir dengan kadar air 9%), selanjutnya diaplikasikan di industri pengguna tinta cetak. Dari hasil penelitian kondisi optimum biosorpsi dengan variabel pH, berat biosorben dan waktu kontak diperoleh hasil optimum pada pH 10, berat biosorben 0,5 g/500 mL limbah percetakan dan waktu kontak 0,5 jam dapat menurunkan konsentrasi logam Pb sebesar 95,8% telah memenuhi baku. Selain itu juga terjadi penurunan Hg sebesar 95%. Penurunan nilai BOD dan COD dengan aerasi sebesar 37% dan 67% effluent- nya memenuhi baku mutu limbah cair. Hasil pengolahan secara biosorpsi akan dibandingkan pengolahan secara kimia fisika untuk menganalisa tekno ekonominya. Kebutuhan bahan kimia untuk pengolahan secara biosorpsi hanya untuk menaikkan pH, perlu 1 mL CaO 30 % atau Rp. 120,- /m3 limbah cair percetakan. Sedangkan kebutuhan pelet biosorben 0,5 g/500 mL limbah cair percetakan, sehingga biaya operasional untuk pengolahan secara biosorpsi per-m3 limbah cair percetakan adalah Rp. 120,- ditambah biaya angkut 41,6 liter limbah bir untuk menghasilkan 1 kg biosorben (Rp. 1667,- ) dan biaya pengeringan 1 kg biosorben (Rp. 4166,- ), sehingga total biaya Rp. 5954,- per-m3 limbah percetakan. Sedangkan kebutuhan bahan kimia untuk pengolahan secara kimia fisika pada optimal pH 11, alum 10% 5 mL, flokulan 0,3 % 1 mL adalah Rp. 21.390,- per-m3 limbah percetakan. 
Penelitian Menggunakan Cold Roll Box (CRB) Dengan Phase Change Materials (PCMs) Untuk Mempertahankan Kesegaran Produk Pertanian Pudjiastuti, Wiwik; Hendartini, Hendartini; Supeni, Guntarti; Listyarini, Arie
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.935 KB)

Abstract

Penelitian tentang sistem distribusi menggunakan Cold Roll Box (CRB) dengan Phase Change Materials (PCMs) untuk mempertahankan kesegaran produk pertanian telah dilakukan dengan kerjasama antara Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) dengan KITECH, Korea. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan satu sistem yang paling efektif untuk distribusi produk-produk pertanian yang memerlukan pendingin dalam rangka mempertahankan kualitas dan kesegarannya. Sebagai media pendingin pada sistem ini digunakan PCMs dalam bentuk modul PCMs yang dipasang ke dalam CRB dengan terlebih dahulu dilakukan pembekuan selama kurang lebih 8 jam dalam refrigerator. Produk-produk pertanian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lettuce dan brokoli, sedangkan PCMs yang digunakan adalah PCMs dengan suhu -4°C. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, dengan menggunakan sistem ini, kesegaran produk pertanian dapat dijaga kesegarannya selama proses distribusi selama 22 jam. 
Kinetika Fermentasi Produksi Selulase Dari Isolat Actinomycetes AcP-7 Pada Media Padat Jerami Padi Satria, Heri; Herasari, Dian; Yuwono, Suripto Dwi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.424 KB)

Abstract

Biokonversi selulosa yang terkandung di dalam jerami padi memerlukan sumber enzim selulase yang dapat dihasilkan oleh mikroorganisme antara lain actinomycetes. Isolat AcP-7 merupakan salah satu actinomycetes yang telah berhasil disolasi dari jerami padi yang memiliki kemampuan selulolitik cukup baik dengan indek selulolitik sebesar 3,36. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi optimum fermentasi padat menggunakan inokulum actinomycetes isolat AcP-7 pada media jerami padi. Tiga perlakuan pH pada level 6,00;7,00;dan 8,00 diujikan bersamaan dengan perlakuan perbandingan substrat : moisture masing-masing 1:1; 1:2; 1:3; dan 1:4. Setelah kondisi optimum diperoleh enzim selulase diproduksi menggunakan kondisi tersebut dan beberapa parameter kinetika fermentasi dievaluasi. Kondisi optimum fermentasi padat isolat AcP-7 pada substrat jerami padi berada pada pH 8,00 dengan perbandingan substrat : moisture 1:4. Fase eksponensial tercapai pada fermentasi hari ke-9 sampai hari ke-21 dengan laju pertumbuhan spesifik biomass sebesar 1,394 cfu mL-1 per-hari. Koefisien rasio produk terhadap substrat (Yp/s) sebesar 0,329, rasio produk terhadap biomass sel (Yp/x) sebesar 15,160, dan rasio biomass terhadap substrat (Yx/s) sebesar 0,020. Laju maksimum produksi glukosa (μ maks) sebesar 31,25 g per hari dengan Konstanta Monod (Ks) sebesar 74,34 g, sedangkan laju spesifik pembentukan produk maksimum (qp) sebesar 2,061 g/g biomass per-hari dan penggunaan substrat maksimum (qs) dengan sistem fermentasi yang diterapkan dapat mencapat 1557,5 g. 
Pengaruh Iradiasi Gamma pada Sifat Fisiko-Kimia Agar- Agar dalam Bentuk Padat Erizal Erizal; Basril A.; Sudirman Sudirman; Thamrin W.; Emil Budianto
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.988 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v33i2.1845

Abstract

Dalam kerangka aplikasi radiasi pada pengembangan bahan polimer yang berasal dari tumbuhan laut, telah dievaluasi karakter fisiko-kimia agar-agar dalam bentuk padat (serbuk dan film) akibat pengaruh iradiasi gamma pada rentang dosis 0 kGy sampai 50 kGy. Viscometer, Instron dan FT-IR digunakan untuk memonitor perubahan struktur dan sifat mekanik agar-agar hasil iradiasi dan kontrol. Hasil menunjukkan meningkatnya dosis iradiasi menyebabkan viskositas intrinsik dan tegangan putus agar-agar menurun, sedangkan daya serap air meningkat. Pengaruh perubahan rantai molekul mendominasi reaksi degradasi agar-agar dalam bentuk serbuk dan filmnya. 
Monitoring dan Ekstraksi TiO2 dari Pasir Mineral Rahyani Ermawati; Siti Naimah; Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.074 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v33i2.1841

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada karakterisasi senyawa yang terkandung dalam pasir mineral dan hasil ekstraksinya, serta besarnya kadar hasil ekstraksi TiO2 yang didapatkan. Bahan baku pasir mineral diambil dari Pantai Pesisir, Yogyakarta dan Pandeglang, Jawa Barat. Pasir mineral dibersihkan dahulu dari unsur-unsur pengotornya, selanjutnya dilakukan proses roasting yaitu pengikatan pasir mineral yang paling banyak mengandung TiO2 dengan natrium bikarbonat (Na2CO3) dengan variabel 1:1 dan 1:1.5 serta variabel suhu roasting 600 oC dan 750 oC, yang akan membentuk natrium titanit (Na2TiO3) dan natrium ferarit (Na2FeO). Na2TiO3 yang terbentuk dilarutkan dalam air akan menjadi Na2TiO6. Proses selanjutnya adalah pelarutan Na2TiO6 dalam HCl 2M membentuk endapan TiO2 amorf, dimana pada kalsinasi suhu 550 oC akan terbentuk TiO2 anastase dan rutil. Pasir mineral ilmenit dari Pandeglang- Jawa Barat mengandung TiO2 sebesar 33,49%, dengan kandungan terbesar berupa Fe2O3 sebesar 58.29%, sisanya adalah pengotor. Setelah roasting hasil padatan dari perbandingan ilmenit dan Na2CO3 = 1:1 dilarutkan dalam air dan dikalsinasi pada suhu 600 oC dan 750 oC, masing - masing kandungan TiO2 naik menjadi 47,48% dan 46,33%. Setelah dilarutkan dalam HCl dan dilakukan roasting pada suhu 750 oC kandungan TiO2 optimum menjadi 64,62%. 

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue