cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016)" : 16 Documents clear
PEMBUATAN MINUMAN CELUP BERBASIS JAMUR LINGZHI (Ganoderma Lucidum), DAUN PANDAN (Pandanus Amaryllifolius Roxb), DAN JAHE GAJAH (Zingiber Officinale Roscoe) Tarmiji, Liber; Mushollaeni, Wahyu; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Making dipping drinks based on lingzhi mushrooms, pandanus leaves and ginger elephants is often used in various traditional lingzhi mushrooms containing active ingredients that can function as ganodermin, ganoderan, ganodermin acid, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, and polysaccharides. The purpose of this study was to determine the best formulation in making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and ginger elephants as natural medicine and the feasibility analysis of making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and elephant ginger as natural medicine. The research method was carried out using a Completely Randomized Design (RAL) of 3 formulations of lingzhi, pandan leaves and elephant ginger formulations. This treatment was repeated 5 times to obtain 15 experimental units. This conclusion shows that the lingzhi mushroom formulation is 85%, 5% pandan leaves, and 10% elephant ginger is the best treatment with a total phenol value of 378.1 mg / L, 4.1% moisture content, 0.76% dissolved solids, total fiber 14.74%. The results of the business feasibility analysis on the treatment are HPP = Rp. 868,047, BEP (price) = Rp 245,417 / year and RCR = 1,15. Pembuatan minuman celup berbasis jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sering digunakan dalam berbagai obat-obatan tradisional jamur lingzhi memiliki kandungan bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai ganodermin, ganoderan, asam ganodermin, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, dan polisakarida. Tujuan dari penelitian ini menentukan Formulasi terbaik dalam pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami dan Analisa kelayakan usaha pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu formulasi jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebanyak 3 formulasi. Perlakuan ini diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. kesimpulan ini menunjukan bahwa formulasi jamur lingzhi 85%, daun pandan 5%, dan jahe gajah 10% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai total fenol 378,1 mg/L, kadar air 4,1%, padatan terlarut 0,76%, total serat 14,74%. Hasil analisa kelayakan usaha pada perlakuan adalah HPP= Rp. 868,047 , BEP (harga) = Rp 245,417/tahun dan RCR = 1,15.
PENGGUNAAN PUPUK NITROGEN (N) DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Ottovince, Herlina Ina; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to increase the vegetative production of mustard can be done by fertilizing and using superior varieties. This study aims to study the combination of the use of nitrogen (N) and varieties on the growth and yield of mustard greens. The study was conducted in Gading Kulon Village, Dau District, Malang Regency, starting from May to July 2018, with a place height of ± 635 m asl. The study used factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor is the mustard (V) variety, namely: V1 = Tosakan variety and V2 = Shinta variety. Factor II is the dose of urea (U), namely: U1 = urea dosage of 0 kg / ha (control) U2 = Dosage of urea fertilizer 75 kg / ha (0.3 g / plant), U3 = 150 kg / ha urea dose (0.6 g / plant) and U4 = The dose of urea fertilizer is 225 kg / ha (0.9 g / plant). Observation variables included plant length, number of leaves, leaf area and plant wet weight. The results showed that there was no interaction between urea and variety doses on the growth and yield of mustard greens. The best mustard production in the Shinta variety with a fresh weight of plants was 284.55 g / plant. The best dose of urea fertilizer is 75 kg / ha with a fresh weight of plants of 295.23 g / plant. Upaya peningkatan produksi vegetatif sawi dapat dilakukan dengan pemupukan dan penggunaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kombinasi penggunaan Nitrogen (N) dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil sawi. Penelitian dilaksanakan di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dimulai pada bulan Mei sampai dengan Juli 2018, dengan ketinggian tempat ± 635 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I adalah varietas sawi (V) yaitu : V1 = Varietas Tosakan dan V2 = Varietas Shinta. Faktor II adalah dosis pupuk urea (U) yaitu : U1 = Dosis pupuk urea 0 kg/ha (kontrol) U2 = Dosis pupuk urea 75 kg/ha (0,3 g/tanaman), U3 = Dosis pupuk urea 150 kg/ha (0,6 g/tanaman) dan U4 = Dosis pupuk urea 225 kg/ha (0,9 g/tanaman). Variabel pengamatan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara dosis urea dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Produksi sawi terbaik pada varietas Shinta dengan berat segar tanaman sebesar 284,55 g/tanaman. Dosis pupuk urea terbaik 75 kg/ha dengan berat segar tanaman sebesar 295,23 g/tanaman.
JENIS BIOAKTIVATOR DAN VARIASI WAKTU FERMENTASI LUMPUR SAWIT (Sludge) UNTUK MEDIA TANAM ALTERNATIF Aprianti, Elna; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oil sludge is waste oil palm fruit processing industry into Crude Palm oil (CPO), which until now has not been exploited to the maximum. The creation of sludge as the planting medium is its utility solution. This study used a Random Draft Nested two factors, namely the type of starter (yeast and EM4) and long Fermentation (24 hours, 48 hours and 72 hours). This research aims to get the best fermentation time by using two starter namely yeast and EM4 planting alternative media in the creation of the waste sludge oil palm as well as analysis of its business. The results showed that starter EM4 with 24 hour fermentation is the best treatment with nutrient characteristics of the pH, N, P, and K of 8.37, 1.36%, 1674.57 ppm and 17.55 me/100 g. Alternative planting media deserve to be organised as seen from the calculation of the HPP, BEP, NPV, B/C Ratio and IRR that respectively indicate the results of the HPP Rp. 1,200.00, BEP price amounting to Rp. 197,652,791.88,-, NPV is Rp. 350,270,740,-, B/C ratio of 1.47 and IRR of 47.04%. Lumpur sawit adalah limbah industri pengolahan buah kelapa sawit menjadi Crude Palm oil (CPO), yang sampai saat ini belum dimanfaatkan dengan maksimal. Pembuatan sludge sebagai media tanam adalah salah solusi pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Tersarang dua faktor yaitu jenis starter (Ragi dan EM4) dan Lama waktu Fermentasi (24 jam, 48 jam dan 72 jam). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu fermentasi terbaik dengan menggunakan dua starter yaitu ragi dan EM4 dalam pembuatan media tanam alternatif dari limbah lumpur kelapa sawit serta analisa usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa starter EM4 dengan fermentasi 24 jam merupakan perlakuan terbaik dengan hara karakteristik nilai pH, N, P, dan K sebesar 8,37, 1,36%, 1674,57 ppm dan 17,55 me/100g. Media tanam alternatif layak untuk diusahakan dilihat dari perhitungan HPP, BEP, NPV, B/C Ratio dan IRR yang masing – masing menunjukkan hasil HPP sebesar Rp. 1.200,00, BEP harga sebesar Rp. 197.652.791,88,-, NPV sebesar Rp. 350.270.740,-, B/C rasio sebesar 1,47 dan IRR sebesar 47,04%.
MANAJEMEN LANSKAP UNTUK PENANGGULANGAN KONFLIK ANTARA MANUSIA DAN KOMODO (VARANUS KOMODOENSIS) DI DESA KOMODO TAMAN NASIONAL KOMODO Nailufar, Balqis; Tagang, Bonefasius Sarmando; Alfian, Rizki
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human-wildlife conflict is one of the biggest challenges in conservation efforts. Conflict of Komodo dragons has been reported, but there is no comprehensive scientific data regarding the conflict. The study was conducted in Komodo Village, Komodo National Park, to see the distribution of Komodo dragon-human conflict in various habitat types (forests, villages, and savanna). The results of the study showed the incidence of eviction of Komodo dragons based on the experience of respondents. The Komodo dragon human conflict occurs in four habitat types with the largest number of conflicts occurring in village habitat types and savanna. Conflict is distributed along the border of village habitat types and savanna. Based on the results of the study, recommended prevention and conflict prevention measures to reduce the conflict of Komodo dragons in the future.Conflict distribution as many as 18 points of conflict were scattered within the Komodo National Park area in the Komodo village, which was spread in two places, Komodo Village and oh, the image was printed on the conflict point map. With many considerations and results of interviews with the people in the Komodo village, what needs to be done to overcome conflicts between humans and Komodo dragons in the Komodo village, with the creation of a barrier in the form of a buffer. Konflik manusia-satwa liar merupakan salah satu tantangan terbesar dalam upaya konservasi.Konflik manusia-biawak komodo telah dilaporkan, tetapi belum terdapat data ilmiah yang komprehensif mengenai konflik yang terjadi.Penelitian dilakukan di Desa Komodo, Taman Nasional Komodo, untuk melihat distribusi konflik manusia-biawak komodo di berbagai tipe habitat (hutan, desa, dan savana).Hasil penelitian menunjukkan kejadian pengusiran terhadap biawak komodo berdasarkan pengalaman responden.Konflik manusia biawak komodo terjadi di empat tipe habitat dengan jumlah konflik terbesar terjadi di tipe habitat desa dan savana.Konflik terdistribusi di sepanjang perbatasan tipe habitat desa dan savana.Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan tindakan pencegahan dan penanggulangan konflik untuk mengurangi konflik manusia-biawak komodo kedepannya. Distribusi konfli ksebanyak 18 titik konflik yang tersebar di dalamkawasan Taman nasional komodo di desa komodo, yang tersebar di duatempatyaitudesa komodo dan oh Liang gambar tertera di peta titikkonflik.Dengan berbagai banyak pertimbangan dan hasil wawancara kepada masyarakat didesa komodo, yang perlu dilakukan untuk penanggulangan konflik antara manusia dan komodo didesa komodo, dengan pembuatan barrier yang berupa penyangga.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PENYULUH DALAM PEMBERDAYAAN PETANI KENTANG PADA KELOMPOK TANI GEMAH RIPAH II DI DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Hendra, Hendra; Suwasono, Son; Kholil, Ahmad Yusuf
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine farmers' perceptions of the efforts of extension workers in empowering potato farmers in the gemah ripah II farmer group in Ngantru Village, Ngantang District, Malang Regency. Perception is the process concerned about the entry of messages or information into the human brain, through human perceptions that are constantly in a relationship with their environment. This perception process occurs by looking at the processed results from the primary data obtained by direct interviews with potato farmers totaling 30 people and each farmer is asked as many as 15 questions and immediately answered then the results of the answers are processed using spss, The data processing aims to prove the perceptions of farmers towards the efforts of extension workers in empowering potato farmers in the gemah ripah 2 farmer group in Ngantru Village, Ngantang District, Malang Regency. Looking at the results of data processing, it can be concluded that the highest percentage of farmers' perceptions of the efforts of extension agents in empowering potato farmers is 48.67%. This shows that farmers' perceptions of the efforts of extension workers in empowering potato farmers in the Gemah Ripah II farmer group are good. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap upaya penyuluh dalam pemberdayaan petani kentang pada kelompok tani gemah ripah II di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Persepsi adalah proses yang bersangkutan tentang masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terus menerus menjalin hubungan dengan lingkungannya. Proses persepsi ini terjadi dengan melihat hasil olahan dari data primer yang didapatkan dengan cara wawancara langsung dengan petani kentang yang berjumlah 30 orang dan masing-masing petani di beri pertanyaan sebanyak 15 pertanyaan dan langsung di jawab kemudian hasil jawaban tersebut di olah dengan menggunakan spss, pengolahan data tersebut bertujuan untuk membuktikan persepsi petani terhadap upaya penyuluh dalam pemberdayaan petani kentang pada kelompok tani gemah ripah 2 di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Melihat dari hasil pengolahan data jadi dapat disimpulkan bahwa persentase tertinggi persepsi petani terhadap upaya penyuluh dalam pemberdayaan petani kentang 48,67%. Hal ini menunjukan persepsi petani terhadap upaya penyuluh dalam pemberdayaan petani kentang pada kelompok tani Gemah Ripah II adalah baik.
PROPORSI SLUDGE DAN KOTORAN KAMBING SERTA KONSENTRASI EM4 PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Gunawan, Wawan; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oil sludge is a waste palm oil processing industry that has not been widely used. One solution is the utilization of organic fertilizer. the Objective of this study to obtain a mixture of sludge and dirt proportion of goat and EM4 proper concentration and calculate the feasibility in the manufacture of organic fertilizers based on the best treatment. This study used a randomized block design with two factors, namely the composition of the mixture of sludge and goat manure (60:40, 70: 30.80: 20) as a factor of 1 and EM4 concentration (0.8%, 1%, 1.4%) as a factor of 2. The results of the research note that the given treatment produces no real influence against pH, content of N, P, and K fertilizers the organic value of pH average 9.03, N 0.85, P 1.15, and K 1.87. Results of feasibility analysis to calculate HPP, BEP, R / C ratio, NPV and IRR result HPP Rp. 800, -, BEP Rp. 109 832 727, -, R / C ratio of 1.15. NPV Rp. 2 35,446,417, - and an IRR of 34.34%. Lumpur sawit merupakan salah satu limbah industri pengolahan kelapa sawit yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu solusi pemanfaatannya adalah dengan pembuatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi campuran sludge dan kotoran kambing serta konsentrasi EM4 yang tepat dan menghitung kelayakan usaha pada pembuatan pupuk organik berdasarkan perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yaitu komposisi campuran sludge dan kotoran kambing (60:40, 70:30,80:20) sebagai faktor 1 dan konsentrasi EM4 (0,8%, 1%, 1,4%) sebagai faktor 2. Hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan yang diberikan tidak menghasilkan pengaruh nyata terhadap kandungan pH, N, P, dan K pupuk organik dengan nilai rerata pH 9.03, N 0.85, P 1.15, dan K 1.87. Hasil analisis kelayakan usaha dengan menghitung HPP, BEP, R/C Rasio, NPV dan IRR diperoleh hasil HPP Rp. 800,-, BEP harga Rp. 109.832.727,-, R/C Rasio sebesar 1,15. NPV sebesar Rp. 235.446.417,- dan IRR sebesar 34,34%.
PENGARUH VARIETAS CENGKEH TERHADAP KADAR MINYAK DAUN CENGKEH Walus, Rikardus; Tirtosastro, Samsuri; Rozana, Rozana; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clove plant flowers (Syzygium aromaticum (L) is one of the spices that have long been used as raw material for cigarette, food, beverage, cosmetics and pharmaceutical industries. The utilization for those purposes is come by clove bud, steam and leaf contain clove oil which have specific flavour and it could be used as the stimulan, anaesthetic, carminative, antiemetic, antiseptic and antispasmodic. Clove leaf were considered as waste only and not fully utilized yet. The clove leaf has 1 - 4% essential oil, which is possible to produce oil by distillation. One of the essential oil distillation is process steam distillation. Steam distillation give proven could produced more maximal essential oil. In this research, the extraction process used steam distillation, use clove leaf are 500 gr, were used and distillation time 6 hours. Research results show that the Ambon variety had the highest oil yield of 2.26%, zanzibar 2.20%, siputih 1.90%, and the lowest yield of sikotok variety was 1.36%. Bunga tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum (L) adalah salah satu rempah yang telah lama digunakan untuk bahan baku industri kretek, makanan, minuman, kosmetik dan farmasi. Penggunaan cengkeh untuk tujuan di atas adalah karena bunga cengkeh, dan daun cengkeh mengandung minyak cengkeh yang memiliki rasa spesifik dan dapat digunakan sebagai stimulan, anestesi, karminatif, antiemetik, antiseptik dan antispasmodik. Daun cengkeh selama ini dianggap sebagai limbah saja dan belum dimanfaatkan sepenuhnya, untuk itu perlu upaya memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk lain yang lebih efisien. Daun cengkeh mengandung minyak esensial 1 - 4%, dengan senyawa ini dimungkinkan untuk melakukan penyulingan minyak. Salah satu penyulingan minyak atsiri adalah penyulingan dengan uap. Distilasi uap memiliki keunggulan karena dapat diproduksi minyak atsiri lebih maksimal. Dalam penelitian ini, proses ekstraksi menggunakan destilasi uap, dengan daun cengkeh 500 g, dan waktu destilasi 6 jam. Analisis yang dilakukan setelah perlakuan adalah kadar air cengkeh, rendemen dan Massa Jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Ambon memiliki hasil minyak tertinggi 2,26%, zanzibar 2,20%, siputih 1,90%, dan hasil terendah dari varietas sikotok adalah 1,36%.
EVALUASI PENGELOLAAN TAMAN KEN DEDES KOTA MALANG Carvalho, Jonas Maxmiliano De C. Da S. E; Alfian, Rizki; Triana, Hesti
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang City has 10 active Green Open Space in the form of parks. namely: Taman Alun - alun Merdeka with the theme of Dancing Fountain, and Ken Dedes Park with the theme of Taman Mask. Ken Dedes Sculpture Park is a green area of 8000 m2, consisting of flowers and medium-sized trees. There are two statues of considerable size, the Ken Dedes Statue which looks the most prominent, while the other statue is in the north in the form of Warrior Statue 45. The problems that exist in Ken Dedes Park are: Limited land area, large amounts of waste and some plants that are lacking maintained aspects - aspects studied in this study are aspects of planning (planning), organizing (organizing), activities, controling (supervision). Develop a good and appropriate management a good maintenance system has an appropriate maintenance program plan. Improve performance by giving motivation and applying strict sanctions if workers are not disciplined, based on observations of communication between the foreman and unfavorable workers. Maximizing the functions adding and improving existing facilities along with optimal maintenance. Improving supervision minimizes damage done by park visitors. Kota Malang memiliki 10 Ruang Terbuka Hijau aktif berupa taman. Sebagai Taman Tematik, yaitu : Taman Alun – alun Merdeka dengan tema Air Mancur Menari, dan Taman Ken Dedes dengan tema Taman Topeng. Taman Patung Ken Dedes merupakan area hijau seluas 8000 m2, terdiri dari tanaman bunga dan pohon – pohon berukuran sedang. Terdapat dua buah patung dengan ukuran yang cukup besar yaitu Patung Ken Dedes yang terlihat paling menonjol sedangkan satu buah patung lainnya ada disebelah utara berupa Patung Pejuang 45. Permasalahan yang ada di Taman Ken Dedes yaitu: Keterbatasan luas lahan, banyaknya sampah dan beberapa tanaman yang kurang terawat Aspek – aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah aspek Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), kegiatan, Controling (pengawasan). Menyusun rencana pengelolaan yang baik dan sesuai hingga dapat memperkuat sistem dalam menjalankan pengelolaan dan pemeliharaan. Meningkatkan kinerja dengan dengan pemberian motivasi dan penerapan sanksi ketat apabila para pekerja tidak disiplin, pengamatan komunikasi antara mandor dan pekerja kurang baik. Memaksimalkan fungsi dengan manambahkan dan memperbaiki fasilitas yang ada. Meningkatkan pengawasan meminimalisir kerusakan yang dilakukan pengunjung taman. publik.
PENGARUH PEMBERIAN JENIS BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KARMILA (Karmila sp) PADA TANAH PASCA REMEDIASI Bangun, Bangun; Hamzah, Amir; Dwi Julianto, Reza Prakoso
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biochar is a soil enhancing material that can be used to repair degraded land. Currently degraded land is quite extensive, and is spread in almost all parts of Indonesia. The causes are diverse including the use of agrochemical materials that have exceeded the limit. The use of biochar as an amendment and karmila plant is an alternative to improve soil productivity. This study aims to determine the effect of biocar types on the growth of karmila plants. The study used a randomized block design (RBD) method, consisting of 4 treatments and 3 replications using one factor namely biocar B0: control) without biochar treatment, B1: Biochar rice husk 15 tons / ha, B2: Biochar jengkok tobacco 15 tons / ha , B3: Mixture of rice husk biochar and tobacco jengkok biochar is 50% each. Parameters observed included plant height, number of leaves, number of tillers, stem and leaf wet weight, root wet weight, root length, stem and leaf dry weight and root dry weight. The results showed that the use of biochar did not have a significant effect on vegetative growth of plants in the form of plant height, number of leaves and number of tillers. However the administration of biochar in the treatment of tobacco junk biochar at a dose of 15 tons ha-1 was able to influence the growth of root length. This indicates that the use of biochar and wild plants to repair degraded land takes a long time. Research into the use of biochar to improve integrated land including mediating contaminated agricultural land needs to be investigated further. Biochar merupakan bahan pembenah tanah yang dapat digunakan untuk memperbaiki tanah terdegradasi. Saat ini tanah terdegradasi cukup luas, dan tersebar hampir sebagian wilayah di Indonesia. Penyebabnya beragam termasuk penggunaan bahan agrokimia yang telah melampaui batas. Penggunaan biochar sebagai bahan amandemen dan tanaman karmila merupakan alternative untuk memperbaiki produktivitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis biocar terhadap pertumbuhan tanaman karmila. Pernelitian mengunakan metode rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan mengunakan satu faktor yaitu jenis biocar B0: kontrol) tanpa perlakuan biochar, B1: Biochar sekam padi 15 ton/ha, B2: Biochar jengkok tembakau 15 ton/ha, B3: Campuran biochar sekam padi dan biochar jengkok tembakau masing-masing 50%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah batang dan daun, berat basah akar, panjang akar, berat kering batang dan daun serta berat kering akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis biochar tidak memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan vegetatif tanaman baik berupa tinggi tanaman jumlah daun dan jumlah anakan. Namun pemberian jenis biochar pada perlakuan biochar jengkok tembakau pada dosis 15 ton ha-1 mampu memberi pengaruh pada pertumbuhan panjang akar. Hal ini memberi isyarat bahwa penggunaan biochar dan tanaman liar untuk memperbaiki tanah terdegradasi memerlukan waktu yang cukup lama. Penelitian penggunaan biochar untuk memperbaiki tanah terdegrasai termasuk merediasi lahan pertanian tercemar perlu diteliti lebih lanjut.
KONSUMSI NUTRISI PAKAN KOMPLIT JERAMI PADI DAN AMPAS KELAPA PADA KELINCI PERIODE PERTUMBUHAN Sefodus, Benediktus; Susanti, Sri; Iskandar, Ahmad
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to study the effect of rice straw flour and coconut pulp flour as complete feed with 15% crude protein (CP)on the dry matter (DM), organic matter (OM), crude fiber (CF) andextract eter (EE) intake in rabbits. The study used twenty male New Zealand White rabbits at the average body weight of 1081.05 grams.head-1. The study used the experimental method, arranged in Randomized Block Design with 4 treatments and 5 replications. The treatments applied were P0 (control feed), P1 (feed using 10% coconut pulp), P2 (feed using 5% coconut pulp and 5% rice straw), P3 (control feed 10% rice straw). The results showed a very significant difference in the DM, OM, CF and EE intake of rabbits. The consumption of dry matter from the research results ranged from 8-9% of the body weight of rabbits so that it was sufficient for the rabbits of the growth period. The use of rice straw flour and coconut pulp 5-10% in feed can increase consumption of CF and EE in rabbits. Thus, rice straw flour and coconut pulp can be used as feed raw material for rabbits and be able to meet needs of BK, BO, SK and LK for NZW rabbits. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh tepung jerami padi dan ampas kelapa sebagai pakan komplit terhadap konsumsi bahan kering (BK), bahan organik (BO), serat kasar (SK) dan lemak kasar (LK) pada kelinci. Penelitian menggunakan materi 20 ekor kelinci New zealand white (NZW) jantan dengan bobot badan rata-rata 1081,05 gram/ekor. Penelitian ini menggunakan tepung jerami padi dan ampas kelapa sebanyak 5% dengan PK 15%. Metode yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P0 (Pakan kontrol) tanpa tepung jerami padi dan ampas kelapa, P1 (Pakan dengan penggunaan tepung ampas kelapa 10%), P2 (Pakan dengan penggunan tepung ampas kelapa 5% dan jerami padi 5%), P3 (Pakan dengan penggunaan tepung jerami padi 10%). Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata pada konsumsi BK, BO, SK dan LK kelinci. Konsumsi bahan kering dari hasil penelitian berkisar 8-9% dari bobot badan kelinci sehingga sudah mencukupi kebutuhan kelinci periode pertumbuhan. Penggunaan tepung jerami padi dan ampas kelapa 5-10% dalam pakan dapat meningkatkan konsumsi serat kasar dan lemak kasar pada kelinci New Zealand white. Dengan demikian, tepung jerami padi dan ampas kelapa dapat digunakan sebagai penyusun pakan kelinci dan mampu memenuhi kebutuhan BK, BO, SK dan LK bagi ternak kelinci NZW.

Page 1 of 2 | Total Record : 16