cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2019)" : 50 Documents clear
PEMAHAMAN KELOMPOK WANITA TANI “MELATI PUTIH II” KELURAHAN BANDUNGREJOSARI KECAMATAN SUKUN KOTA Asmawati, Anastasia; Masduki, Said; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area Homes Preserved Food (AHPF) is a program of the Ministry of agriculture against the attitude of positive or negative environment. Lawns generally untapped optimally, both in an effort to meet the needs of the household and as a means to supplement the family income, so most of the functions of the grounds for this just serves as means of aesthetics only. This research aims to describe KRPL relating to understanding. This research was carried out in June-August 2017 in Kelurahan of Bandungrejosari sub-district of Breadfruit Malang. The method of research used Descriptive Qualitative with the help of Excel for windows to get in-depth data is done with the interview, questionnaire and observation (observation) with a total sample of 34 people. Based on the results of the study showed that the understanding of the members of the Group of women farmers KRPL retrieved results ; find out the program: History of KRPL, head of the PKK, and extension officers/PPL as much as 52.94%, from: Chairman of the Rt, Rw and neighbors as much as 47.05%; never accept a material extension officers; ways of making verticultur or terraced crops as much as 50%, manufacture of liquid manure by as much as 50%; following training in the village and in the village Hall as much as 67.64% Rt Rw and, in as much as 32.35%; nursery nurseries; using pot and poly bag as much as 55.88%, racks, and bottles as much as 44.11%; never accept help; seeds, and seed as much as 70.58%, pots, polybag and paralon as much as 29.41%; land area yards > 50 m2 for as much as 40% and < 20.58 m2 as much as 79.41%. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu program Kementerian Pertanian terhadap sikap peduli lingkungan positif maupun negatif. Pekarangan pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal, baik dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai sarana untuk menambah penghasilan keluarga, sehingga sebagian besar fungsi dari pekarangan selama ini hanya berfungsi sebagai sarana estetika saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan KRPL dan dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2017 di Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan Deskriptif Kualitatif dengan bantuan Excel for windows untuk mendapatkan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner dan pengamatan (observasi) dengan jumlah sampel 34 orang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman anggota kelompok wanita tani KRPL diperoleh yaitu; mengetahui program KRPL dari: Lurah, Ketua PKK, dan Penyuluh/PPL sebanyak 52,94%, dari: Ketua Rt, Rw dan Tetangga sebanyak 47,05%; pernah menerima materi penyuluh; cara pembuatan vertikultur sebanyak 50%, pembuatan pupuk cair sebanyak 50%; mengikuti pelatihan di Kelurahan dan di Balai Desa sebanyak 67,64%, di Rw dan Rt sebanyak 32,35%; persemaian kebun bibit; menggunakan pot dan polybag sebanyak 55,88%, rak, dan botol bekas sebanyak 44,11%; pernah menerima bantuan; bibit, dan benih sebanyak 70,58%, pot, polybag dan paralon sebanyak 29,41%; luas lahan pekarangan >50 m2 sebanyak 20,58% dan
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Ipomea batatas L) DENGAN PENAMBAHAN BLONDO SEBAGAI SUBTITUSI MARGARIN PADA PEMBUATAN CAKE Timba, Margaretha Kahi; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cake is a cake made from a mixture of flour, sugar, eggs, salt, aroma, and fat which is developed with or without the developers ingredients. This study aims to determine the proportion of wheat flour and yellow sweet potato flour as well as the proportion of blondo and margarine in cake making. The research design used was a factorial randomized block design with 2 replications. The first factor is the proportion of wheat flour and yellow sweet potato flour with 3 levels of treatment and the second factor is the proportion of blondo and margarine with 4 levels of treatment. The best treatment for making yellow sweet potato cakes the method of effectiveness in the treatment of 50% flour, 50% sweet potato, 40% blondo, and 60% margarine with a total yield (NH) 0.825. with the meter moisture content 4.35%, ash content 4.33%, protein content 17.51%, texture content 30.26%, taste 4.05 (likes), aroma 3.90 (neutral), color 3, 83 (likes). Cake adalah kue yang terbuat dari campuran adonan dari tepung, gula, telur, garam, aroma, dan lemak yang dikembangkan dengan atau tanpa bahan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tepung terigu dan tepung ubi jalar kuning serta proporsi blondo dan margarin pada pembuatan cake. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama yaitu proporsi tepung terigu dan tepung ubi jalar kuning degan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu degan proporsi blondo dan margarin dengan 4 taraf perlakuan. Perlakuan terbaik pembuatan cake ubi jalar kuning diperoleh pada perlakuan yaitu tepung terigu 50%, ubi jalar 50%, blondo 40%, dan margarin 60% dengan total nilai hasil (NH) 0.825. dengan para meter kadar air 4,35%, kadar abu 4,33%, kadar protein 17,51%, kadar tekstur 30,26%, rasa 4,05(suka), aroma 3,90 (netral), warna 3,83 (suka).
PENGARUH TINGGI PANGKASAN TERHADAP GRADE TEMBAKAU RAJANGAN MADURA DI KECAMATAN BATUPUTIH KABUPATEN SUMENEP Mawahib, M Wafik Khairul; Tirtosastro, Samsuri; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intensity of pruning and wanilan influences the quality of Madura chopped tobacco and is a factor that increases the tobacco grade. Increasing grade results in acceptance of quality by consumers and acceptance of farmers. This study aims to determine the effect of pruning height followed by the percentage of the quality index and index of Madura chopped tobacco plants. The quality index is an illustration of quality acceptance by consumers of a type of tobacco or a certain form of farming and a plant index is a picture of farmer acceptance. The experiment used a randomized block design (RBD) with four treatments each with 12 pieces of pruning height, 15 sheets, 18 sheets, and 21 sheets and each repeated five times. Trial sites in Tangedan Village, Juruan Laok Village, and Juruan Daya Village, Batuputih District, Sumenep Regency. The results showed that there was a significant effect of height on the index of quality and index of Madura tobacco plant. With the height of the pruning that leaves 15 leaves is the best result. Experiments in Tangedan Village produced a quality index and plant index, respectively 97.43 and 910.54, Juruan Laok Village 95.95 and 917.38, and Juruan Daya Village 96.92 and 919.05. Intensitas pangkasan dan wiwilan berpengaruh terhadap mutu tembakau rajangan madura dan menjadi faktor yang meningkatkan grade tembakau tersebut. Peningkatan grade mengakibatkan penerimaan mutu oleh konsumen dan penerimaan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pangkasan yang diikuti wiwilan terhadap indeks mutu dan indeks tanaman tembakau rajangan Madura. Indeks mutu adalah gambaran penerimaan mutu oleh konsumen dari suatu jenis tembakau atau suatu bentuk usaha tani tertentu dan indeks tanaman adalah gambaran penerimaan petani. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat 4 perlakuan masing-masing tinggi pangkasan 12 lembar, 15 lembar, 18 lembar, dan 21 lembar dan masing-masing diulang lima kali. Lokasi percobaan di Desa Tangedan, Desa Juruan Laok, dan Desa Juruan Daya Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata dari tinggi pangkasan terhadap indeks mutu dan indeks tanaman tembakau rajangan madura. Dengan tinggi pangkasan yang menyisakan 15 lembar daun merupakan hasil yang terbaik. Percobaan di Desa Tangedan menghasilkan indeks mutu dan indeks tanaman, masing-masing 97,43 dan 910,54, Desa Juruan Laok 95,95 dan 917,38, dan Desa Juruan Daya 96,92 dan 919,05.
MOTIVASI DAN KOMPETENSI PETANI JERUK DI WILAYAH PENGEMBANGAN PERKOTAAN DI DESA TLEKUNG KOTA BATU Azizah, Siti Nur; Sadiyah, Ana Arifatus; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivation and competence towards the success of citrus farmers. The purpose of this study was to analyze citrus farmers and to analyze citrus farmers in urban development areas, in Tlekung Village, Batu City. This research took place in Tlekung Village, Junrejo District, Batu City. This research was conducted for three months, starting from May 2018 to July 2018. This study uses descriptive qualitative data analysis. Based on the results of statistical descriptions, motivation has a positive influence on the success of citrus farmers and competence has a positive and significant influence on the success of citrus farmers in the Urban Development Area. in Tlekung Village, Batu City. Motivasi dan kompetensi berpengaruh terhadap keberhasilan petani jeruk. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap keberhasilan petani jeruk dan untuk menganalisis pengaruh kompetensi terhadap Keberhasilan petani jeruk di wilayah Pengembangan perkotaan, di Desa Tlekung Kota Batu. penelitian ini bertempat di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu mulai dari bulan Mei 2018 s.d Juli 2018. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil deskripsi statistik motivasi berpengaruh positif terhadap Keberhasilan petani jeruk dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan petani jeruk di Wilayah Pengembangan. Perkotaan di Desa Tlekung Kota Batu.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH GADU DESA CURUNGREJO KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Topan, Hidrus; Sadiyah, Ana Arifatus; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani padi dalam Proram Upsus Padi di Kelompoktani Mekarsari 1. Metode yang digunakan dalam penelitian Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah petani yang berusahatani padi yaitu sebanyak 77 populasi, pemilihan jumlah sampel dalam penelitian menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalah 10%, jumlah sampel dalam penelitian adalah 44 petani. Analisis yang digunakan deskriptif kuantitatif yaitu analisis pendapatan dan kelayakan usahatani yaitu R/C, BEP produksi, BEP penerimaan dan BEP harga. Hasil analisis menunjukan usahatani padi sawah gadu I pelaksana upsus pajale 2018 kelompoktani mekarsari desa Curungrejo Kabupaten Malang layak diusahakan. Usahatani padi sawah program upsus mampu memberikan kenaikan pendapatan bagi petani. sebesar Rp. 25.182.269/Ha selama satu musim tanam.Usahatani padi sawah program upsus memiliki nilai R/C sebesar 2,29 > 1, sehingga usahatani ini layak untuk dilakukan karena memberikan keuntungan bagi petani.Usahatani padi sawah program upsus memiliki nilai BEP < jumlah produksi, penerimaan dan harga, sehingga usahatani ini layak dilakukan karena mampu memberikan keuntungan bagi petani. This study aims to analyze the income and feasibility of rice farming in the Rice Upsus Program in the Mekarsari Farmer Group 1. The method used in Purposive Sampling research. The population in this study were rice farming farmers, namely as many as 77 populations, the selection of samples in the study using the Slovin formula with a wrong rate of 10%, the number of samples in the study were 44 farmers. The analysis used descriptive quantitative, namely the analysis of income and feasibility of farming, namely R / C, BEP production, BEP acceptance and BEP prices. The results of the analysis show that paddy field rice farming I implementing upsus pajale 2018 group of farmers in the village of Curungrejo, Malang, is worth the effort. Rice field farming program upsus is able to provide increased income for farmers. Rp. 25,182,269 / Ha for one planting season. Program upsus paddy farming has an R / C value of 2.29> 1, so this farming is feasible because it provides benefits to farmers. Program upsus rice farming has a BEP value
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BIOGASDI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Sa'diyah, Ana Arifatus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Mendonca, Agustinho
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study was to analyze the advantages and feasibility of the biogas business in Pandesari Village. The sampling technique chosen in the study was purposive sampling. data was collected through interviews with dairy farmers. The population of the study involved 10 rations of livestock hand groups and the sampling technique chosen in the study was purposive sampling, so that the respondents used were 1 person. Edited data tabulated then analyzed using the criteria of PP, B / C ratio, NPV, and IRR. The calculation results that the farmer's biogas business in Pandesari Village is worth trying. Tujuan penelitian menganalisis keuntungan dan kelayakan usaha biogas di Desa Pandesari penelitian Teknik sampling yang dipilih dalam penelitian yaitu purposive sampling. data dikumpulkan melalui wawancara dengan peternak sapi perah. Populasi penelitian melibatkan kelompok jatah tangan ternak berjumlah 10 orang dan Teknik sampling yang dipilih dalam penelitian yaitu purposive sampling, sehingga responden yang digunakan yaitu 1 orang. Data diedit ditabulasikan kemudian di analisis dengan menggunakan kriteria PP, B/C ratio, NPV, dan IRR menunjukan Hasil perhitungan bahwa usaha biogas peternak di Desa Pandesari layak diusahakan.
PENGARUH PROSES PEMERAMAN BUNGA CENGKEH TERHADAP MUTU CENGKEH KERING Pote, Yulita Reda Bali; Tirtosastro, Samsuri; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clove (Syzygium aromaticum) is one of the spice plant and cultivated in various regions in Indonesia. Dried clove flower mostly was used as a clove cigarettes ingredient. Another using for food flavor, pharmaceuticals and insecticides. More than 95% of the clove was planted by farmers, as a yard plant, and 5% as a interprise plantatationUntil now, drying of the fresh clove flower was worked direct after harvesting and used sunshine sun-drying. Result of dried clove show a large variation quality and lower quality. That result could to take place, because raw clove flower has a variation quality and sunshine also has a difference intencity during one day drying process. This study try to fermented raw or fresh clove before drying. Drying in this experiment used drier at 60oC. The goal of this research was to improve the dried clove by fermentation and stable temperature drying process. Randomized Completelly Design (RCD) was used for this experiment, with five treatment of fermentation, without fermentation, A1 = 24 hours fermentation, 48 hours fermentation, 72 hours fermentation, and 96 hours fermentation, respectivelly. After fermentation, clove flower was direct to dried by 60oC dryer. Experiment use three replication, and each treatment 150 gr of fresh flower clove. Result of the reseach showed 48-72 hours fermentation showed a high ratio dried to fresh clove (11,63-14,13%), and good colour (score = 6,20 – 6, 47), more brightness characteristic (score = 4,70–5,47) and more aromatic (7,33 – 7, 27). The last of three sensory parameter was test by panelis. The research results showed that curing treatment clove generate clove 48-72 hours dry with a higher yield than the way of drying out directly after the cloves is quoteddespite the colour, the brightness of the colours and aromas the same. Curing of 48-72 hours before the dryed was enough to produce a high yield with a dried cloves (11,63 – 14,13 %), as well as the colour (score = 6,20 – 6, 47), the brightness of the colors (score = 4,7 – 5,47), and aromas (7,33 – 7, 27). Cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah tanaman rempah dan banyak ditanam di berbagai tempat di Indonesia. Bunga cengkeh kering banyak dipakai untuk bahan baku bumbu rokok kretek. Penggunaan yang lain adalah sebagai bahan pembawa rasa dan aroma makanan, farmasi dan insektisida. Lebih dari 95% tanaman cengkeh diusahakan petani, khususnya sebagai tanaman pekarangan dan 5% oleh perusahaan perkebunan. Sampai saat ini pengeringan bunga cengkeh dilakukan langsunng setelah panen dan menggunakan panas matahari. Hasil pengeringan umumnya mempunyai keragaman mutu yang tinggi dan cenderung bermutu rendah. Hal tersebut dapat terjadi karena cengkeh segar mempunyai variasi mutu yang tinggi dan intensitas panas matahari selama penjemuran juga tinggi. Penelitian ini melakukan fermentasi terhadap bunga cengkeh sebelum dikeringkan pada suhu pengering 60oC. Tujuan penelitian memperbaiki mutu cengkeh kering melalui fermentasi dan penggunaan suhu pengering yang stabil. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RCD), dengan 5 (lima) perlakuan fermentasi. Perlakuan tersebut masing-masing A0=Tanpa fermentasi, A1=24 jam fermentasi, A2=48 jam fermentasi, A3=72 jam fermentasi dan 96 jam fermentasi. Setelah fermentasi bunga cengkeh langsung dikeringan didalam pengering dengan suhu 60oC. Percobaan diulang 3 (tiga) kali dengan 150 gr sampel bunga cengkeh segar. Hasil penelitian menunjukkan 48-72 jam fermentasi menghasilkan rendemen atau rasio berat kering terhadap berat basah paling tinggi (11,63-14,13%). Hasil uji panelis juga menunjukkan hasil paling baik, masing-masing warna (skor =6,20-6,47), kecerahn warna (skor=4,70-5,74), dan aroma (skor=7,33–7,27).
APLIKASI BERBAGAI AUKSIN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN VEGETATIF ANGGREK DENDROBIUM PASCA AKLIMATISASI Asih, Asih; Astutik, Astutik; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dendrobium is one of the most popular types of ornamental plants in the community. The study aims to determine the type of auxin hormones and the right concentration to stimulate the vegetative growth of Dendrobium. The study was conducted at Jalan Tlogomas green house, Lowokwaru Subdistrict, Malang. Research for 3 months (February-May 2018). Research using a completely randomized design (CRD) factorial 2 factors, namely: Factor I is the type of Auxin (H), namely: H1 = hormones NAA (Naphthalene Acetic Acid) H2 = hormones IAA (Indoleacetic Acid) and H3 = hormones IBA (Indolebutynic Acid) Factors II is Concentration (K), namely: K0 = 0 ppm (control) K1 = 50 ppm (mg / l) K2 = 100 ppm (mg / l) and K3 = 150 ppm (mg / l). Parameters of observation include growing new shoots, increasing the number of leaves, increasing the length of the leaves, increasing the width of the leaves and the percentage of life%. The results showed that there were interactions between types of auxin and concentration on the number of leaves (aged 6-12 weeks). Hormones that are more suitable to stimulate Dendrobium growth are IBA 100 ppm with an increase in the number of leaves by 1.78. IBA hormone is more suitable to stimulate Dendrobium growth characterized by the fastest growth of shoots, increase in leaf length (1.18 cm) and optimal auxin concentration is between 50-100 ppm. Dendrobium merupakan salah satu jenis tanaman hias yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis hormon auksin dan konsentrasi yang tepat untuk memacu pertumbuhan vegetatif Dendrobium. Penelitian dilaksanakan di green house Jalan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru, Malang. Penelitian selama 3 bulan (Februari-Mei 2018). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor yaitu: Faktor I adalah jenis Auksin (H) yaitu: H1= hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) H2 = hormon IAA (Indoleacetic Acid) dan H3 = hormon IBA (Indolebutynic Acid) Faktor II adalah Konsentrasi (K) yaitu: K0 = 0 ppm (kontrol) K1 = 50 ppm (mg/l) K2 = 100 ppm (mg/l) dan K3 = 150 ppm (mg/l). Parameter pengamatan meliputi saat tumbuh tunas baru, pertambahan jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun dan presentase hidup %. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antar jenis auksin dan konsentrasi terhadap pertambahan jumlah daun (umur 6 - 12 minggu). Hormon yang lebih sesuai untuk memacu pertumbuhan Dendrobium adalah IBA 100 ppm dengan pertambahan jumlah daun sebesar 1,78. Hormon IBA lebih sesuai untuk memacu pertumbuhan Dendrobium ditandai dengan saat tumbuh tunas paling cepat, pertambahan panjang daun (1,18 cm) dan konsentrasi auksin yang optimal adalah antara 50-100 ppm.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN NATA DE COCO MENGGUNAKAN SUMBER NITROGEN UREA Santosa, Budi; Taus, Dominika Sone; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata is one functional food product which similar with a floating gel obtained from Acetobacter xylinum fermentation. The study aimed to determine the feasibility study of nata produce from various urea nitrogen sources. Urea is one of the sources of inorganic nitrogen with a nitrogen content reaching 46,50%. The Nata de coco production with the addition of 2 grams of urea nitrogen, 40 grams of sugar, 500 ml of coconut water, and 20 ml of acetic acid is feasible to work with Rp 3,559.68 / 200 ml of HPP. The selling price per cup is Rp 4,093.63 / 200 ml. The net profit per day obtained was Rp. 29,901.2 and BEP per year was Rp. 31,212,580.71 and RCR was 1.15. Nata adalah salah satu produk makanan fungsional yang mempunyai kemiripan seperti gel yang terapung di atas permukaan yang diperoleh dari hasil fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan perlakuan terbaik dalam pembuatan nata de coco. Untuk mengetahui analisa usaha pembuatan nata dengan penambahan sumber nitrogen urea. Urea merupakan salah satu sumber nitrogen anorganik dengan kandungan nitrogen mencapai 46,50%. Produksi Nata de coco dengan penambahan sumber nitrogen urea 2 gr, gula 40 gr, air kelapa 500 ml, dan asam asetat 20 ml layak di usahakan dengan HPP Rp 3.559,68/200 ml. Harga jual per cup adalah Rp 4.093,63/200 ml. Keuntungan bersih perhari yang diperoleh adalah Rp 29.901,2 dan BEP per tahun adalah Rp 31.212.580,71 dan RCR sebesar 1,15.
APLIKASI BIOCHAR DAN PEMUPUKAN KALIUM TERHADAP HASIL TANAMAN UBIJALAR VARIETAS ANTIN 2 PADA LAHAN TERDEGRADASI Legi, Vinsensius; Lestari, Sri Umi; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of biochar and potassium fertilizer on the increase in sweet potato yield of Antin 2 variety which was carried out in the Research Station of Brawijaya University, Jatikerto Village, Kromengan District, Malang Regency in March – July 2017.This study used a Randomized Block Design (RBD), which consists of two factors. The first factor is the application of biochar doses, namely: B0 (without biochar), B1 (with biochar at a dose of 2.5 tons / ha), B2 (with biochar at a dose of 5 tons / ha), and B3 (with biochar at a dose of 7.5 tons/ ha); The second factor is the dose of KCl, namely K0 (without KCl fertilization), K1 (KCl fertilization with a dose of 50 kg KCl / ha), K2 (KCl fertilization with a dose of 100 kg KCl / ha), and K3 (KCl fertilization with a dose of 150 kg KCl / ha).The variables observed included: the storage root numbers, fresh weight of storage root, fresh vines weight, % storage root dry matters, % dry matters of vines, storage root dry weight, vines dry weight, biomass dry weight, harves index (%), estimation of storage root yield (t/ha), and estimation of vines yield (t/ha). The results showed that giving a dose of biochar affect the storage root numbers, % storage root dry matters, storage root dry weight, and harves index (%), but did not affect the fresh weight of storage root, fres vines weight, estimation of storage root yield, and estimation of vines yield. Potassium gave effect to the storage root numbers, fresh weight of storage root, % storage root dry matters, storage root dry weight, and estimation of storage root yield, but did not affect the fresh vines weight, % dry matters of vines, harves index (%), and estimation of vines yield. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian biochar dan pupuk kalium terhadap peningkatan hasil ubijalar Varietas Antin 2yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Agroteknopark Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada Bulan Maret – Juli 2017.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian dosis biochar, yaitu: B0 (tanpa pemberian biochar), B1 (pemberian biochar dengan dosis 2,5 ton/ha), B2 (pemberian biochar dengan dosis 5 ton/ha), dan B3 (pemberian biochar dengan dosis 7,5 ton/ha); Faktor kedua adalah pemberian dosis KCl, yaitu K0 (tanpa pemupukan KCl), K1 (pemupukan KCl dengan dosis 50 kg KCl/ha), K2 (pemupukan KCl dengan dosis 100 kg KCl/ha), dan K3 (pemupukan KCl dengan dosis 150 kg KCl/ha).Variabel yang diamati meliputi : jumlah umbi/gulud, bobot segar umbi (kg/gulud), bobot segar brangkasan (kg/plot), % bobot kering umbi, % bobot kering brangkasan, bobot kering umbi (kg/gulud), bobot kering brangkasan (kg/gulud), bobot kering biomassa (kg/gulud), Indeks Panen (%), estimasi hasil umbi (t/ha), dan estimasi hasil brangkasan (t/ha).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian dosis biochar berpengaruh terhadap jumlah umbi, % bobot kering umbi, bobot kering umbi, dan indeks panen (%), namun tidak berpengaruh terhadap bobot segar umbi, bobot segar brangkasan, estimasi hasil umbi, dan estimasi hasil brangkasan. Pemberian kalium berpengaruh terhadap jumlah umbi, bobot segar umbi, % bobot kering umbi, bobot kering umbi, dan estimasi hasil umbi, namun tidak berpengaruh terhadap bobot segar brangkasan, % bobot kering brangkasan, indeks panen (%), dan estimasi hasil brangkasan.