cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 51 Documents clear
PENGGUNAAN RUMPUT LULANGAN (Eleusine Indica L.) DAN BIOCHAR SEBAGAI AGEN FITOREMIDIASI TANAH TERCEMAR Aman, Hadrianus; Hamzah, Amir; Triana, Hesti
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The advantages of phytoremediation in addition to being easy is also a cheap alternative compared to physical-chemical remediation and bioremediation using microorganisms . This study uses three types of plants that have been previously identified, the three types of plants are L replication, Akarwangi, P Turn the power off. This research was conducted in Sumber Brantas Village, Batu City at an altitude of 1,500 m asl. The research was carried out in two series, namely the first series covering, taking soil samples for analysis of heavy metals, while the second series planting Lulang grass as a phytoremidiation agent. This research is an integral part of PPT research in 2017 . This study uses three types of plants that have been previously identified, the three types of plants are L replication, Akarwangi, P Turn the power off. Observation of plant growth which includes :high plant (cm), amount leaf ( strands ), amount tillers ( tillers ) and weight stover (g) and p gathering is the root (cm). The results of the observational parameter data in this study used Diskptive analysis. Based on the analysis it is concluded that t anaman lulangan able to accumulate heavy metals cadmium in contaminated soil with trial type biochar under review from growth high plant amounting to 52.18 cm, the amount puppies as much as 43.89 tillers, length root 32.89 cm on biochar crooked tobacco + husk rice , heavy root 3.71 g on biochar crooked tobacco and weight leaf amounting to 30.22 g. Keuntungan fitoremediasi selain mudah juga merupakan alternatif yang murah dibandingkan dengan cara remediasi fisik-kimia maupun bioremediasi yang menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini menggunakan tiga jenis tanaman yang telah di identifikasi sebelumnya ketiga jenis tanaman itu adalah Lulangan, Akarwangi, Patikan. Penelitian ini di laksanakan di Desa Sumber Brantas Kota Batu pada ketinggian 1.500 m dpl. Penelitian di laksanakan dalam dua seri yaitu seri pertama meeliputi, pengambilan sampel tanah untuk di analisis logam berat, sedangkan seri kedua penanaman rumput lulangan sebagai agen fitoremidiasi. Penelitian ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari penelitian PPT tahun 2017. Akarwangi, Patikan. Pengamatan pertumbuhan tanaman yang di meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (anakan) dan berat brangkasan (g) dan panjang akar (cm). Data hasi parameter pengamatan dalam penelitian ini menggunakan analisis Diskrptif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tanaman lulangan mampu mengakumulasi logam berat kadmium dalam tanah yang tercemar dengan percobaan jenis biochar yang ditinjau dari pertumbuhan tinggi tanaman sebesar 52,18 cm, jumlah anakan sebanyak 43,89 anakan, panjang akar 32,89 cm pada biochar jengkok tembakau + sekam padi, berat akar 3,71 g pada biochar jengkok tembakau dan berat daun sebesar 30,22 g.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMBELIAN DAGING SAPI DI GIANT EXPRES DINOYO KOTA MALANG Makaborang, Ferdinand; Sumarno, Sumarno; Santoso, Erik Priyo; Murti, Ariani Trisna
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see and find out what factors influence the behavior of consumers to buy beef at Dinoyo Giant Expres Malang City. The sampling method in this study was carried out by purposive sampling technique. Analysis of the data used is multiple linear regression using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) computer program version 21. Based on the results of research from eight independent variables examined, namely demographic factors (X1), promotion factors (X2), product factors (X3), room and cleanliness factor (X4), facility faktor (X5), location factor (X6), cultur factor (X7), employee factor (X8), the most influential factors on meat buying decisions in Dinoyo Malang Expres Giant are facilities. It is recommended to develop research by adding new variables including price factors, socio-economic factors, consumption frequency factors, education factors and expenditure factors. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen untuk membeli daging sapi di Giant Expres Dinoyo Kota Malang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis datayang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 21. Berdasarkan hasil penelitian, dari delapan variabel independen yang diteliti yaitu faktor demografi (X1), faktor promosi (X2), faktor produk (X3), faktor ruangan dan kebersihan (X4), faktor fasilitas (X5), faktor lokasi (X6), faktor budaya (X7), faktor karyawan (X8), faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian daging sapi di Giant Expres Dinoyo Malang adalah faktor fasilitas. Disarankan dapat mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel-variabel baru diantaranya faktor harga, faktor sosial ekonomi, faktor frekuensi konsumsi, faktor pendidikan dan faktor pengeluaran.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA TERNAK AYAM BROILER POLA KEMITRAAN (Study Kasus Di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang) Sumarno, Sumarno; Tassie, Susanti Astriani; Santoso, Erik Priyo; Murti, Ariani Trisna
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted in Karangploso Subdistrict, Malang Regency in January to February 2019. The research objective was to determine the average income and profits of broiler livestock business partnership patterns. The method used was purposive sampling, with analysis of data on income, R / C ratio, Break Evant Point (BEP), Return On Investment (ROI) and Payback Period (PP) for profitability analysis. The income of chicken farmers in the partnership pattern in 2016-2018 was Rp.95,606,866, Rp.112,095,002 and Rp.128,883,037. The R / C ratio of broiler livestock business partnership pattern from 2016-2018 is 1.06%, 1.07%, 1.08% respectively. BEP in 2016 amounted to Rp.17,351 with meat sales of 85,253 kg, in 2017 the average price obtained by partner farmers was Rp.17,645 chicken sales of 86,634 Kg, in 2018 the average price obtained by partner farmers was Rp.18,368 with sales of 87,154 kg. The value of ROI in 2016-2018 was 5.46%, 6.65%, 7.52%. The value of PP in 2016-2018 is 1.18 years, 1.11 years, 1.08 years. Profitability analysis results show that broiler chicken farming partnership pattern is feasible to be developed in terms of the value of R / C, BEP, and ROI ratios increasing every year, while the Payback Period value decreases from year to year so farmers get profits. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Januari sampai Februari 2019. Tujuan penelitian untuk mengetahaui pendapatan dan keuntungan usaha ternak ayam boiler pola kemitraan. Metode yang digunakan purposive sampling, dengan analisis data mengenai Pendapatan, Rasio R/C, Break Evant Point (BEP), Return On Investment (ROI) dan Payback Period (PP) untuk analisis profitabilitas. Pendapatan peternak ayam pola kemitraan pada tahun 2016-2018 sebesar Rp.95.606.866, Rp.112.095.002 dan Rp.128.883.037. Nilai R/C Ratio usaha ternak ayam pedaging pola kemitraan dari tahun 2016-2018 masing-masing sebanyak 1,06%, 1,07%, 1,08%. BEP harga tahun 2016 sebesar Rp.17.351 dengan penjualan daging sebanyak 85.253 kg, tahun 2017 harga rata-rata yang diperoleh peternak mitra sebesar Rp.17.645 penjualan ayam sebanyak 86.634 Kg, tahun 2018 harga rata-rata yang diperoleh peternak mitra sebesar Rp.18.368 dengan penjualan 87.154 kg. Nilai ROI pada tahun 2016-2018 sebesar 5,46%, 6,65%, 7,52%. Nilai PP pada tahun 2016-2018 sebesar 1,18 tahun, 1,11 tahun, 1,08 tahun. Hasil analisis profitabilitas menunjukkan bahwa usaha ternak ayam broiler pola kemitraan layak untuk dikembangkan ditinjau dari nilai Rasio R/C, BEP, dan ROI mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan nilai Payback Period menurun dari tahun ke tahun sehingga peternak mendapatkan keuntungan.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BUAH APEL IMPOR DAN LOKAL DI PASAR MODERN KOTA MALANG Aristo, Mario Andri; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to analyzed consumer preferences and attributes that are most considered by consumers in choosing imported and local apples in the modern market of Malang City. Data collected from consumers was analyzed by chi square and multi-attribute fishbein. The results show there were differences in consumer preferences for apples in the modern market of Malang City. Imported apples that become consumer preferences were fruit flavor, fruit size and fruit skin color, while local apples are fruit flavor, fruit size and fruit skin color. The attribute most considered by consumers in purchasing imported apples wais the attribute of fruit flavor and local apples are the skin color of the fruit. Tujuan penelitian adalah menganalisis preferensi konsumen dan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam memilih buah apel impor dan lokal di pasar modern Kota Malang. Data yang dikumpulkan dari konsumen dianalisis dengan chi square dan multiatribut fishbein. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan preferensi konsumen terhadap buah apel di pasar modern Kota Malang. Buah apel impor yang menjadi preferensi konsumen adalah rasa buah, ukuran buah dan warna kulit buah, sedangkan apel lokal adalah rasa buah, ukuran buah dan warna kulit buah. Atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian apel impor adalah atribut rasa buah dan apel lokal adalah warna kulit buah.
PEMANFAATAN ARANG SEKAM SEBAGAI CAMPURAN MEDIA VERTIKULTUR VERTIKAL DAN PUPUK PETROGANIK PADA PERTUMBUHAN SELADA KERITING MERAH (Lactuca sativa var. crispa) Harsin, Tersianus; Astutik, Astutik; Karamina, Hidayati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was carried out in Lowokwaru, Malang, calculated from December 2016 until March 2017. Research objectives: to know the husks charcoal suitable measure as mixed media vertical and vertikultur doses of fertilizer petroganik against growth and Red curly lettuce crops. Methods used: Random Design Group (RAK) consists of two (2) factor that is: adalaharang I Factors husk (A) consist of: A0 (0 kg), A1 (4 kg) and A2 (8 kg). Factor II is petroganik fertilizer doses (P) consisting of: P1 (1 g. tan-1) and P2 (2 g. tan-1). The observed variables include: number of leaves, plant Height, leaf fresh Weight, total plant dry Weight, and total plant. The results of this research show that: there is a real interaction between a combination fertilizer with petroganik husks charcoal against high crop parameters (cm) at the age of 1, 2, 3 and 5 weeks, the number of leaves (strands) aged 1 week, and broad leaves (cm2) at the age of 2 weeks After planting. Red curly lettuce best growth was obtained at the treatment (A1) and the average total area of leaves i.e. 4.87 cm2 up to 2 weeks after planting. Curly lettuce crops earn on best treatment (A1) with a total fresh weight average total plant i.e. 15.05 g. tan-1, but not unlike the treatment (A0) with the average fresh weight of total plant i.e. 13.78 Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terhitung sejak Desember 2016 sampai dengan Maret 2017. Tujuan penelitian: untuk mengetahui takaran arang sekam yang cocok sebagai campuran media vertikultur vertikal dan dosis pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting merah. Metode yang digunakan: Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua (2) faktor yaitu :Faktor I adalaharang sekam (A) terdiri dari : A0 (0 kg), A1 (4 kg) dan A2(8 kg). Faktor II adalah dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari : P1(1 g.tan-1) dan P2(2 g.tan-1). Variabel yang diamati meliputi : Tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas daun, Bobot segar total tanaman dan Bobot kering total tanaman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : Terdapat interaksi yang nyata antara kombinasi arang sekam dengan pupuk petroganik terhadap parameter tinggi tanaman (cm) pada umur 1, 2, 3 dan 5 minggu, jumlah daun (helai) umur 1 minggu, dan luas daun (cm2) pada umur 2 minggu setelah tanam. Pertumbuhan selada keriting merah terbaik diperoleh pada perlakuan (A1) dengan rata-rata total luas daun yaitu 4,87 cm2 sampai umur 2 minggu setelah tanam. Hasil tanaman selada keriting terbaik di peroleh pada perlakuan (A1) dengan total rata-rata berat segar total tanaman yaitu 15,05 g.tan-1, namun tidak berbeda dengan perlakuan(A0) dengan rata-rata berat segar total tanaman yaitu 13.78
ANALISA USAHA PEMBUATAN MIE KERING DARI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN LESITIN Santosa, Budi; Dalin, Yulianus; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the business of making dried noodles with the proportion of flour and modified taro flour and the addition of lecithin. Analysis was carried out on the best treatment. This study used two treatments, namely the perporion of flour consisting of 5 levels of 90% and 10%, 80% and 20%, 70% and 30%, 60% and 40%, 50% and 50% and the addition of lecithin consisting of 2 levels, namely 0 , 3% and 0.5%. The best treatment is determined by calculating the yield value (NH). Business analysis is calculated based on HPP, BEP and RCR. The results showed the highest yield value (NH) was found in the proportion of 50% wheat flour and 50% modified taro flour and the addition of 0.5% lecithin so that the treatment used as a benchmark for business analysis. Calculation of business analysis in making dry noodles needed in 1 year is Rp. 13,190,000, with a production capacity of 1 year which is equal to 30,000 packs, the depreciation is Rp. 554,333.33, then HPP can be obtained in the amount of Rp. 2,492.38, The net selling price per day is Rp. 3,115.48, By determining a profit of 25%. Net profit per day is Rp.62,310, BEP The unit obtained is Rp.12,753.33, BEP The price obtained is Rp.37,685,714.29 and RCR = 1.25 which means that the dry noodle business is profitable and feasible because RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan mie kering dengan proporsi tepung terigu dan tepung keladi termodifikasi serta penambahan lesitin. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu perporsi tepung yang terdiri 5 level 90% dan 10%, 80% dan 20%, 70% dan 30%, 60% dan 40%, 50% dan 50% serta penambahan lesitin yang terdiri 2 level yaitu 0,3% dan 0.5% . Perlakuan terbaik ditentukan dengan menghitung nilai hasil (NH). Analisa usaha dihitung berdasrkan HPP, BEP dan RCR. Hasil penelitian menunjukan nilai hasil (NH) tertinggi terdapat pada proporsi tepung terigu 50% dan tepung keladi termodifikasi 50% serta penambahan lesitin 0,5% sehingga perlakuan yang dijadikan patokan untuk analisa usaha. Perhitungan analisa usaha dalam pembuatan mie kering yang dibutuhkan dalam 1 tahun yaitu sebesar Rp. 13.190.000, dengan kapasitas produksi selama 1 tahun yaitu sebesar 30.000 bungkus, depresiasinya adalah sebesar Rp. 554.333,33, maka dapat diperoleh HPP sebesar Rp. 2.492,38, Harga jual bersih perhari sebesar Rp. 3.115,48, Dengan menentukan keuntungan sebesar 25%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp.62.310, BEP Unit yang diperoleh yaitu sebesar Rp.12.753,33, BEP Harga yang diperoleh yaitu sebesar Rp 37.685.714,29 dan RCR = 1,25 yang artinya usaha mie kering ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.
PERANAN AUDIO VISUAL ( VIDEO ) DALAM MENDUKUNG ADOPSI INOVASI DI KELOMPOKTANI PELITA TANI DESA BOCEK KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Fernando, Frans Rendi; Khoirunnisa', Ninin; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of adoption of innovation before and after using audio visual media (video) in extension activities in the peasant farmer group and to find out what factors influence the level of farmer's innovation adoption in extension activities in the farmer group. The analysis used quantitative analysis. The level of farmer adoption of innovation before and after using audio visual media (video) there are differences. Scores for before using audio visual media (video) are 48.5 (interest) and 68.8 (rate). Whereas after using audio visual (video) there is an increase with a score of 84.2 (try) and 95.3 (accept). This is because farmers are aware of the need for innovation in farming in order to produce greater production and the factors that influence the level of innovation adoption in this study are the complexity of innovation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual (video) dalam kegiatan penyuluhan di kelompoktani pelita tani dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi petani dalam kegiatan penyuluhan di kelompoktani pelita tani. Analisis yang digunakan analisis kuantitatif. Tingkat adopsi petani terhadap inovasi sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual (video) terdapat perbedaan. Skor untuk sebelum menggunakan media audio visual (video) adalah 48.5 (minat) dan 68.8 (menilai). Sedangkan untuk sesudah menggunakan audio visual (video) mengalami peningkatan yaitu dengan skor 84.2 (mencoba) dan 95.3 (menerima). Hal ini dikarenakan petani sudah sadar akan perlunya inovasi dalam bertani agar dapat menghasilkan produksi yang lebih besar dan Faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi dalam penelitian ini adalah kerumitan inovasi.
PENGGUNAAN JENIS ADSORBEN UNTUK PENJERNIHAN MINYAK GORENG BEKAS PENGGORENGAN VAKUM KERIPIK BUAH Km, Yis Wiyanto; Ahmadi, KGS; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Used cooking oil is cooking oil that has undergone changes due to physicochemical use repeatedly. This research aims to get type of adsorbent and concentration of adsorbents that may improve the quality of used cooking oil as well as examining the business feasibility of the economic process of the best adsorbent. Adsorbents used namely rice husk, corn cobs, coconut shell and palm shell. The design used in this study is nested design. Concentration each cooking oil adsorbent to treatment is 2%, 4%, 6% and 8% of the 250 ml used cooking oil.Theresearchresultsshowedcorn cobs adsorbent treatmentconcentrationof6%is the best of recovery oil 88%, the number of peroxides 10.53 meq/kg, FFA 1.02%, The test of oil color L 30.47, The intensity of the color a * 5.30, The intensity of color b * 15.37, Test your like 2.20 and the hedonic of color 2.23. Economic business feasibility analysis results BEP of 1,664 Units and BEP price of Rp 26,782.592. Cost of production Rp 9,477.222 and the selling price of Rp 16,100 (1 kg), the NPV of Rp 4,176.727, Net B/C of 1.47 while R/C ratio of 1.70, 15% IRR and Payback Period for 1.13 years. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah mengalami perubahan fisikokimia akibat digunakan secara berulang kali. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis adsorben dan konsentrasi adsorben yang dapat memperbaiki kualitas minyak goreng bekas serta mengkaji kelayakan ekonomi proses penjernihan minyak goreng bekas menggunakan jenis adsorben terbaik. Adsorben yang digunakan yaitu sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa dan cangkang sawit. Rancangan yang digunakan rancangan tersarang (Nested Design). Konsentrasi masing-masing adsorben untuk menjernihkan minyak goreng bekas yaitu 2%, 4%, 6% dan 8% dari 250 ml minyak goreng bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan adsorben tongkol jagung konsentrasi 6% merupakan yang terbaik menghasilkan rendemen minyak 88%, bilangan peroksida 10,53 meq/kg, FFA 1,02 %, kecerahan warna L 30,47, intensitas warna a* 5,30, intensitas warna b* 15,37, uji kesukaan aroma 2,20 dan uji kesukaan warna 2,23. Hasil analisa kelayakan ekonomi diperoleh BEP sebesar 1,664 Unit dan BEP Harga Rp 26.782,592 . HPP sebesar Rp 9.477,222 dan harga jual sebesar Rp 16.100(1 kg) , NPV Rp 4.176,727, Net B/C sebesar 1,47 sedangkan R/C ratio sebesar 1,70, IRR 15% dan Payback Periode selama 1,13 tahun.
ANALISA USAHA PEMBUATAN BUBUK NATA DE PINA MENGGUNAKAN METODE FOAM MAT DRYING (KAJIAN MALTODEKSTRIN DAN TWEEN 80) Panjang, Meha Tara; Santosa, Budi; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to analyze the business of making nata de pina powder with the addition of several maltodextrinal concentrations. This study uses two treatments, namely the addition of Maltodextrin consisting of 3 levels of 10%, 15% and 20% and the administration of Tween 80 which consists of 3 levels, namely 0.5%, 1% and 1.5%. The best treatment is determined by calculating the yield value (NH). Business analysis is calculated based on HPP, BEP and RCR. The results showed the highest yield value (NH) was found in the treatment of 15% maltodextrin, tween 80 0.5%, so this treatment was used as a benchmark for business analysis. Calculation of business analysis in making nata de pina powder needed within 1 year is Rp. 13,190,000, with a production capacity of 1 year which is 3,900 packs, the depreciation is Rp. 471,250, then HPP can be obtained in the amount of Rp. 22,030.88 / bks. By determining a profit of 15%. Net profit per day is Rp. 42,960,23. BEP obtained is equal to Rp1,937.56 and RCR = 1.15 which means that the business of nata de pinaini powder drink is profitable and feasible because of RCR> 1. Penelitian bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan bubuk nata de pina dengan penambahan beberapa konsentrasi maltodekstirn. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu penambahan Maltodekstrin yang terdiri 3 level 10%, 15% dan 20% serta pemberian Tween 80 yang terdiri 3 level yaitu 0,5%, 1% dan 1,5%. Perlakuan terbaik ditentukan dengan menghitung nilai hasil (NH). Analisa usaha dihitung berdasrkan HPP, BEP dan RCR. Hasil penelitian menunjukan nilai hasil (NH) tertinggi terdapat pada perlakuan maltodekstrin 15%, tween 80 0,5%, sehingga perlakuan ini yang dijadikan patokan untuk analisa usaha. Perhitungan analisa usaha dalam pembuatan bubuk nata de pina yang dibutuhkan dalam waktu 1 tahun yaitu sebesar Rp.13.190.000, dengan kapasitas produksi selama 1 tahun yaitu sebesar 3.900 bungkus, depresiasinya adalah sebesar Rp. 471.250, maka dapat diperoleh HPP sebesar Rp 22,030,88/bks. Dengan menentukan keuntungan sebesar 15%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp. 42,960,23. BEP yang diperoleh yaitu sebesar Rp1,937,56 dan RCR = 1,15 yang artinya usaha minuman bubuk nata de pinaini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR> 1.
PENGGUNAAN BIOCHAR KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) DI TANAH TERDEGRADASI Ndua Nusa, Karolus Pemilu; Widowati, Widowati; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.771 KB)

Abstract

Usaha untuk meningkatkan hasil pertanian sampai saat ini masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Kondisi alam yang tidak menentu akibat dari pemanasan global membuat usaha-usaha pertanian perlu mencari suatu teknologi yang dapat menghadapi hal tersebut. Salah satu teknologi tersebut adalah teknologi ?Biochar. Biochar ditambahkan ke tanah dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi tanah dan mengurangi emisi dari biomasa yang secara alami terurai menjadi gas rumah kaca. Tujuan penelitian Menetukan dosis biochar kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah terdegradasi. Penelitian dilakukan dilapangan dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok jenis biochar yang yang di gunakan biochar kayu sono dengan dosis 0, 15, 30, 45 t ha ? ?. Hasil penelitian menunjukan bawah Berat kering total tanaman jagung dan luas daun tertinggi terdapat pada perlakuan biochar kayu 15 t ha?? tetapi tidak berbeda dengan dosis 30 t ha?? dan 45 t ha. Hasil biji kering tertinggi pada biochar kayu 15 t ha?? akan tetapi berbeda dengan dosis 30 t ha?? dan 45 t ha??.