cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 50 Documents clear
PENGGUNAAN JENIS ADSORBEN UNTUK PENJERNIHAN MINYAK GORENG BEKAS PENGGORENGAN VAKUM KERIPIK BUAH Rahmawati, Atina; Ahmadi, Kgs; KM, Yis Wiyanto
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Used cooking oil is cooking oil that has undergone changes due to physicochemical use repeatedly. This research aims to get type of adsorbent and concentration of adsorbents that may improve the quality of used cooking oil as well as examining the business feasibility of the economic process of the best adsorbent. Adsorbents used namely rice husk, corn cobs, coconut shell and palm shell. The design used in this study is nested design. Concentration each cooking oil adsorbent to treatment is 2%, 4%, 6% and 8% of the 250 ml used cooking oil.Theresearchresultsshowedcorn cobs adsorbent treatmentconcentrationof6%is the best of recovery oil 88%, the number of peroxides 10.53 meq/kg, FFA 1.02%, The test of oil color L 30.47, The intensity of the color a * 5.30, The intensity of color b * 15.37, Test your like 2.20 and the hedonic of color 2.23. Economic business feasibility analysis results BEP of 1,664 Units and BEP price of Rp 26,782.592. Cost of production Rp 9,477.222 and the selling price of Rp 16,100 (1 kg), the NPV of Rp 4,176.727, Net B/C of 1.47 while R/C ratio of 1.70, 15% IRR and Payback Period for 1.13 years. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah mengalami perubahan fisikokimia akibat digunakan secara berulang kali. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis adsorben dan konsentrasi adsorben yang dapat memperbaiki kualitas minyak goreng bekas serta mengkaji kelayakan ekonomi proses penjernihan minyak goreng bekas menggunakan jenis adsorben terbaik. Adsorben yang digunakan yaitu sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa dan cangkang sawit. Rancangan yang digunakan rancangan tersarang (Nested Design). Konsentrasi masing-masing adsorben untuk menjernihkan minyak goreng bekas yaitu 2%, 4%, 6% dan 8% dari 250 ml minyak goreng bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan adsorben tongkol jagung konsentrasi 6% merupakan yang terbaik menghasilkan rendemen minyak 88%, bilangan peroksida 10,53 meq/kg, FFA 1,02 %, kecerahan warna L 30,47, intensitas warna a* 5,30, intensitas warna b* 15,37, uji kesukaan aroma 2,20 dan uji kesukaan warna 2,23. Hasil analisa kelayakan ekonomi diperoleh BEP sebesar 1,664 Unit dan BEP Harga Rp 26.782,592 . HPP sebesar Rp 9.477,222 dan harga jual sebesar Rp 16.100(1 kg) , NPV Rp 4.176,727, Net B/C sebesar 1,47 sedangkan R/C ratio sebesar 1,70, IRR 15% dan Payback Periode selama 1,13 tahun.
PERENCANAAN KAWASAN PESISIR PULAU DATOK DI KABUPATEN KAYONG UTARA SUKADANA KALIMANTAN BARAT Nailufar, Balqis; Budiyono, Debora; Sudrajat, Kiki
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Datok Island Beach located near at the National Park Palung Mount (TNGP) area. Datok Island beach has unspoiled landscapes, unique landscape beauty, wildlife biodiversity and high water biota. Datok Island has constraints on the lack of landscape management, the unavailability of public facilities for tourist visitors, and the threat of losing the king's ornamentation as a historical site. This study aims to plan the landscape of Datok Island Coastal Area. Data collection techniques using quantitative descriptive methods. This research activity was carried out based on ecosystem sensitivity analysis, object and aktraksi analysis, landscape visual analysis, social analysis, and regional carrying capacity. Most of the tourist attraction in the Datok Coastal area has the potential to be developed as a sustainable coast area. The Datok Coastal Tourism Development Zone in the classification of high potential is in the coast area with an area of 0.9 ha (9.84%). and forest area of 8.87 ha (90.16%). with moderate classification. Data collected for this study include primary data and secondary data. The results of the study show that the coast of Datok Island has an area of 9.84 ha consisting of core zones with area, special zone, buffer zone, and user zone. Planning Datok Coastal Zone as a sustainable tourism area. The concept of landscape consists of the concepts of space, vegetation, circulation, facilities and activities. Pantai Pulau Datok terletak di dekat kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Pantai Pulau Datok mempunyai lanskap yang masih alami, keindahan langskap yang khas, biodiversity satwa dan biota air yang tinggi. Pesisir Pulau Datok memiliki kendala belum adanya penataan lanskap, belum tersedianya fasilitas umum bagi para pengunjung wisata, dan terancam hilangnya ornamen makan raja sebagai situs bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan lanskap kawasan Wisata Pesisir Pulau Datok. Teknik pengumpulan data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Kegiatan penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kepekaan ekosistem, analisis objek dan aktraksi, analisis visusal lanskap, analisis sosial, dan daya dukung kawasan. Daya tarik wisata masyarakat di kawasan Pesisir Pulau Datok sebagian besar berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pesisir yang berkelanjutan. Zona pengembangan Wisata Pesisir Pulau Datok dalam klasifikasi potensi tinggi berada pada area pantai dengan luas seluas 0,9 ha (9.84 %). dan luas hutan 8.87 ha (90.16%). dengan klasifikasi sedang. Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan Kaswasan Pesisr Pulau Datok yang memiliki luas 9.84 ha yang terdiri dari zona inti dengan luas, zona khusus, zona penyangga, dan zona pemanfaat. Perencanaan Kawasan Pesisir Pulau Datok sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan. Konsep lanskap terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas dan aktivitas.
STUDI KOMPARATIF PERMINTAAN BERAS DI MALANG COMPARATIVE STUDY OF RICE DEMAND IN MALANG Mutiara, Farah; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Kurniasih, Defa
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the function of rice demand and the factors that influence it as well as price elasticity, income elasticity, and cross elasticity. The research location was set in Mulyoagung and Tlogomas Village. Data were analyzed by multiple linear regression models. The results showed the price of rice had an effect on the demand for rice in Tlogomas with price elasticity of 0,051, income elasticity of 0,006 and cross elasticity of -0,004. The factors of rice price, total income, and number of family members influence the demand for rice in Mulyoagung with price elasticity of 0,105, income elasticity of 0,367 and cross elasticity of 1,481. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi permintaan beras dan faktor ? faktor yang mempengaruhinya serta elastisitas harga, elastisitas pendapatan, dan elastisitas silang. Lokasi penelitian ditetapkan di Desa Mulyoagung dan Kelurahan Tlogomas. Data dianalisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan harga beras berpengaruh terhadap permintaan beras di Kelurahan Tlogomas dengan elasitisitas harga 0,051, elastisitas pendapatan 0,006 dan elastisitas silang -0,004. Harga beras, jumlah pendapatan, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh terhadap permintaan beras di Desa Mulyoagung dengan elasitisitas harga 0,105, elastisitas pendapatan 0,367 dan elastisitas silang 1,481.
PENAMBAHAN LIMBAH PASAR PADA FORMULASI PAKAN AYAM KEDU DENGAN METODE DAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KONSUMSI PAKAN KONVERSI DAN IOFC Santoso, Erik Priyo; Handayani, Sri; Ndakunau, Ronal Lapu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine feed consumption, conversion and income over feed cost on kedu?s chicken. The method used in the study was Randomized Block Design (RBD), with 5 treatments i.e P0, P1, P2, P3, P4. Each treatment was repeated 4 times and gained 20 experimental units. Each replication consists of 1 chicken which laided separately. The treatment of feed consisted of P0: 100% feed without waste, P1: 85% formulated feed and 15% market waste, 80 formulation feed and 20% market waste, P2: 85% formulated feed and market waste flour 15 %, feed formulation 80% and market waste flour 20%, P3: fomulation feed 85% and market waste boiled 15% fomulation feed 80% and market waste boiled 20%, P4: feed formulation 85% and market waste steamed 15% feed formulation 80% and market waste is steamed 20%. The variables observed in the study were feed consumption, conversion and the value of income over feed cost. The research showed that the best feed consumption as 85% formulated feed and added with 15% boiled market waste. This feed was feeded 123,475 g/each/day. The best conversion was the lowest conversion value using 85% formulated feed plus 15% dried market waste and found in the treatment of P1 (4.52 g). The best treatment of Income Over Feed Cost (IOFC) was 85% formulated feed and added with 15% market waste is found in treatment of P1 (24,300 Rupiah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi pakan, konversi dan income over feed cost pada ayam kedu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan yaitu P0, P1, P2, P3, P4, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Setiap ulangan terdiri dari 1 ekor ayam yang dikandangkan sendiri-sendiri. Pakan perlakuan yang digunakan terdiri dari : P0 : pakan jadi 100% tanpa limbah, P1 : pakan formulasi 85% dan limbah pasar dijemur 15%, pakan formulasi 80 dan limbah pasar dijemur 20%, P2 : pakan formulasi 85% dan tepung limbah pasar 15%, pakan formulasi 80% dantepunglimbah pasar 20%, P3 : pakan fomulasi 85% dan limbah pasar direbus 15% pakan fomulasi 80% dan limbah pasar direbus 20%, P4 : pakan formulasi 85% dan limbah pasar dikukus 15% pakan formulasi 80% dan limbah pasar dikukus 20%. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah konsumsi pakan, konversidannilai income over feed cost.Penelitian menunjukan bahwa konsumsi pakan terbaikyaitu dengan menggunakan pakan formulasi 85% ditambah limbah pasar 15% yang direbusterdapat pada perlakuan P3. 123,475 gram/ekor/hari. Konversi terbaik yaitu nilai konversi terendah dengan menggunakan pakan formulasi 85% ditambah limbah pasar yang dijemur 15%terdapat pada perlakuan P1 yaitu sebesar 4,52 gram. Sedangkan perlakuan terbaik dari Income Over Feed Cost (IOFC)dengan menggunakan pakan formulasi 85% ditambah limbah pasar yang dijemur 15% terdapat pada perlakuan P1 yaitu Rp. 24.300.
PRODUKSI TANAMAN SAWI PERIODE TANAM KEDUA PASCA REMEDIASI DENGAN TANAMAN LULANGAN (ELEUSINE INDICA L.) DAN KARMILA (CARMI;A SP) Agastya, I Made Indra; Hamzah, Amir; Wendo, Wira Firdaus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to improve land with biochar as ameliorant materials can improve the physical, chemical and biological properties of the soil. Biochar in the long term can increase soil fertility, especially on degraded soil. Soil is degraded not only because of its low fertility but also contamination especially heavy metals. This study aims to determine the growth of mustard plants on soil after remediation of the second planting period. This research was conducted in Sumberbrantas Village, Bumiaji District, Batu City. The study used factorial Randomized Block Design (RBD) method consisting of 3 replications. Factor I is wild plant species (T) consisting of 2 types, namely: T1: Lulang (Eleusine indica L.) and T2: Karmila (Carmila sp). Factor II is post-remediation soil with biochar (B), consisting of 4 types, namely: B0 = No Biochar, B1 = Biochar Straw Rice, B2 = Biochar Jengkok Tobacco, and B3 = Biochar Rice Husk + Jengkok Tobacco. Variables observed included plant height (cm), number of leaves (strands), fresh weight of plants (g) and dry weight of plants (g). The data obtained from the research results were analyzed descriptively and continued with statistical analysis to compare the two treatment averages carried out further tests with the Smallest Significant Difference test (LSD) level of 5%. The results showed that the treatment of biochar jengkok tobacco + rice husk after remediation of planting lulang plants was able to increase the growth of mustard plants. This can be seen in the variable plant height 4 weeks after planting at 29.23 cm. The same thing can be seen in the number of leaves of 10.17 leaves. Parameters, wet weight and root weight were 118.73 g and 12.56 g / plant, respectively. Upaya perbaikan lahan dengan biochar sebagai bahan amelioran dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Biochar dalam jangka panjang mampu meningkatkan kesuburan tanah, terutama pada tanah yang terdegradasi. Tanah terdegradasi tidak hanya karena kesuburannya rendah tetapi juga tercemar terutama logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sawi pada tanah pasca remediasi periode tanam kedua. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor I adalah Jenis tanaman liar (T) terdiri dari 2 jenis yaitu : T1 : Lulangan (Eleusine indica L.) dan T2 : Karmila (Carmila sp). Faktor II adalah Tanah pasca remediasi dengan biochar (B), terdiri dari 4 jenis yaitu : B0 = Tanpa Biochar, B1 = Biochar Jerami Padi, B2 = Biochar Jengkok Tembakau, dan B3 = Biochar Sekam Padi + Jengkok Tembakau. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot segar tanaman (g) dan bobot kering tanaman (g). Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan analisis statistik untuk membandingkan dua rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian biochar jengkok tembakau + sekam padi pasca remediasi penanaman tanaman lulangan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi. Hal ini terlihat pada variabel tinggi tanaman umur 4 minggu setelah tanam sebesar 29,23 cm. Hal yang sama terlihat pada jumlah daun sebesar 10,17 helaian daun. Parameter , berat basah dan berat akar masing-masing sebesar 118,73 g dan 12,56 g/tanaman.
PENGGUNAAN 4 JENIS ADITIF YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS BAHAN KERING, PROTEIN KASAR, SERAT KASAR SILASE PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT Iskandar, Ahmad; Marhaeniyanto, Eko; Windi, Dominikus Kambaru
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted for 21 days from August 28, 2017 to October 3, 2017, at the UB Animal Husbandry Nutrition and Food Laboratory, Malang. The study aims to determine the use of 4 types of additives on the quality of dry matter (DM), crude protein (CP), crude fiber (CF) mini elephant grass silage (Pennisetum purpureum cv. Mott). The material used is mini elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) which is harvested at the age of 31 days. Fresh grass is aerated for approximately 12 hours, then chopped 2-5 cm in size. The study used 4 treatments and 5 replications based on a Completely Randomized Design (CRD). The duration of the ensilase process is 21 days. The length of treatment that was tried was P1 (Pennisetum purpureum cv. Mott + rice bran), P2 (Pennisetum purpureum cv. Mott + ?ampok maize?), P3 (Pennisetum purpureum cv. Mott + ?onggok?), P4 (Pennisetum purpureum cv. Mott + mollases). The use of 4 types of additives produces the same response on silage DM with DM content ranging from 17.44-20.34%, CP content ranging from 7.59-11.28%, CF content ranging from 24.50-28.56%, The highest content of 11.28% CP silage obtained from the use of ?ampok maize?. It is recommended, making Pennisetum purpureum cv. Mott silage using ?ampok maize? additives as much as 10% of fresh weight. Penelitian dilakukan selama 21 hari mulai tanggal 28 Agustus 2017- 3 Oktober 2017, di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Brawijaya Malang. Penelitian bertujuan mengetahui penggunaan 4 jenis aditif terhadap kualitas bahan kering (BK), protein kasar (PK), serat kasar (SK) silase rumput gajah mini (pennisetum purpureum cv. Mott). Materi yang digunakan yaitu rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang dipanen pada umur 31 hari. Rumput segar dianginkan selama kurang lebih 12 jam, kemudian dicacah ukuran 2-5 cm. Penelitian mengunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Lama proses ensilase adalah 21 hari. Perlakuan yang dicobakan yaitu P1 (Rumput Gajah mini + Dedak padi), P2 (Rumput Gajah mini + Ampok jagung), P3 (Rumput Gajah mini + Onggok), P4 (Rumput Gajah mini + Molases). Penggunaan 4 jenis aditif menghasilkan respon yang sama pada BK silase dengan kandungan BK berkisar 17,44-20,34%, kandungan SK silase berkisar 24,50-28,56%, kandungan PK silase berkisar 7,59-11,28%. Kandungan PK silase tertinggi 11,28% diperoleh dari penggunaan ampok jagung. Disarankan, pembuatan silase rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) menggunakan bahan aditif ampok jagung sebanyak 10 % dari berat segar.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PANTAI AREA BRANCA SEBAGAI TEMPAT WISATA BAHARI DILI TIMOR-LESTE Nuraini, Nuraini; Alfian, Rizki; Da Cruz, Carlos Mariano Sope
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Development of the potential of natural wealth into a tourist attraction is one of the positive steps undertaken by the state government. Many countries are trying to show the uniqueness and superiority of their tourism. Tourism needs to be improved and expanded to increase foreign exchange earnings. One of the attractions in East Timor is the coast of the Branca Area. Branca Area Beach has the potential that can be developed into marine tourism. This study aims to identify potentials and problems and develop strategies for developing the Branca Coastal tourist area. The method used in identifying and formulating strategies is the SWOT analysis method. Respondents in this study were 30 people who were selected purposively. The results showed that the internal factor score (IFE) was 2.579 and the external factor score (EFE) was 2.401. IFE and EFE values indicate a strong value if the value is more than 2.5. so it can be concluded that internal factors have a strong value in determining the strategy of developing the Branca Coastal Area as a marine tourism destination of the City of Dili, while for external factors it still has a few weaknesses. Four development strategies that can be formulated are: 1) utilizing government policies, 2) collaborating with government agencies and universities to develop and maintain coastal sustainability, 3) dividing coastal areas into zones for active activities, 4) utilizing incoming fees cheap to the Branca Area Beach Tourism area and surrounding communities in promoting the Branca Area Beach Marine Tourism area. Pengembangan potensi kekayaan alam menjadi objek wisata merupakan salah satu langkah positif yang dilakukan pemerintah negara. Banyak negara yang berupaya menunjukkan keunikan serta keunggulan pariwisatanya masing-masing. Pariwisata perlu ditingkatkan dan diperluas untuk meningkatkan penerimaan devisa. Salah satu objek wisata di Timor Leste yaitu pantai Area Branca. Pantai Area Branca memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi wisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah serta menyusun strategi pengembangan kawasan wisata Pantai Area Branca. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi dan merumuskan strategi yaitu metode analisis SWOT. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang ditentukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor faktor internal (IFE)sebesar 2,579 dan skor faktor eksternal (EFE) sebesar 2,401. Nilai IFE dan EFE menunjukkan nilai yang kuat apabila nilainya lebih dari 2,5. sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor internal memiliki nilai yang kuat dalam menentukan strategi pengembangan kawasan Pantai Area Branca sebagai tempat wisata bahari Kota Dili, sedangkan untuk faktor eksternal masih memiliki sedikit kelemahan. Empat strategi pengembangan yang dapat dirumuskan yaitu: 1) memanfaatkan kebijakan pemerintah, 2) bekerja-sama dengan instansi pemerintah dan perguruan tinggi guna mengembangkan dan menjaga kelestarian pantai, 3) membagi kawasan pantai menjadi beberapa zona untuk kegiatan aktif, 4) memanfaatkan retribusi masuk yang murah ke kawasan Wisata Pantai Area Branca dan masyarakat sekitar dalam mempromosikan kawasan Wisata Bahari Pantai Area Branca.
STUDI PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PANGKASAN DAUN UBI KAYU (MANIHOT ESSCULENTA (CRANTZ)) PADA UMUR YANG BERBEDA Karamina, Hidayati; Hamzah, Amir; Wea, Timoteus Mite
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava (Mannihot esculenta) is a food source of carbohydrates, feed ingredients and raw materials for various food and non-food industries. Pruning or purining is a step to remove some parts of the plant such as branches and twigs to get a certain shape, so that it can reach a high level of efficiency so that sunlight can illuminate, make it easier to detect pests, and simplify the process of harvesting the plants. The study aims to determine the effect of leaf trimming which can produce the number of leaves on several cassava varieties. This research was conducted in Beji District, Batu City. The time of the study began from August to December 2017. This study used a Randomized Block Design (RBD) consisting of 3 replications. The treatment factor in this study consisted of two (2) factors, namely: Factor I was a variety of cassava plant (V) consisting of 4 types, namely: V1 = Malang I, V2 = Shrimp Pond, V3 = Malang IV and V4 = UJ 5. Observation variables: plant height, number of leaves, stem diameter, number of shoots, number of pruned leaves, leaf wet weight and leaf dry weight. The results can show that: The best cassava variety is Malang I variety which has a significant effect on plant height and stem diameter at 32 weeks of age, but is not different from UJ 5 varieties, Varieties of shrimp ponds affect the number of shoots until the age of 26 weeks. The best type of 20% pruning has a significant effect on the height of cassava plants, number of leaves, number of shoots, stem diameter at 32 weeks of age and weight of pruned leaves. Ubi kayu (Mannihot esculenta) merupakan salah satu bahan pangan sumber karbohidrat, bahan pakan dan bahan baku berbagai industri pangan dan non-pangan. Pemangkasan atau purining merupakan langkah pembuangan beberapa bagian pada tanaman seperti cabang dan ranting untuk mendapatkan bentuk tertentu, sehingga dapat mencapai tingkat efisien yang tinggi agar cahaya matahari mampu menyinari, mempermudah mendeteksi hama penyakit, serta mempermudah proses panen tanaman tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pangkasan daun yang dapat menghasilkan jumlah daun pada beberapa varietas ubi kayu. Penelitian inidilaksanakan di Kecamatan Beji, Kota Batu. Waktu penelitian dari bulan Agustus sampai Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakKelompok (RAK) yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari dua (2) faktor yaitu :Faktor I adalah Varietas tanaman Ubi Kayu (V) terdiri dari 4 jenis yaitu :V1 = Malang I, V2 = Tambak Udang, V3 = Malang IV dan V4 = UJ 5. Variabel pengamatan : tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah tunas, jumlah daun pangkas, berat basah daun dan berat kering daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Varietas ubi kayu terbaik yaitu varietas Malang I yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 32 minggu, namun tidak berbeda dengan varietas UJ 5, Varietas Tambak udang berpengaruh terhadap jumlah tunas sampai umur 26 minggu. Jenis pemangkasan 20% terbaik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman ubi kayu, jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang pada umur 32 minggu dan berat daun pangkas.
KOMPOSISI MEDIA DAN PEMBERIAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (BRASSICA CHINENSIS L.) Astutik, Astutik; Lestari, Sri Umi; Hadim, Tomas Didimus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakcoy (Brassica chinensis L.) is a plant which rich in vitamins and minerals. The study aimed to evaluate the application of husk charcoal as a mixture of growing media and N fertilizer for the growth of Sawi Pakcoy. The study was conducted in Tlogomas, Lowokwaru Distict, Malang Regency, from April to May 2018. A randomized block design with three replications was used for this research with two factors. The first factor is the composition of the media, consisting of A0 = soil 5 kg + Bokashi 5 kg; A1 = 4.5kg + Bokashi soil 4.5kg + 1kg husk charcoal; A2 = 4kg + Bokashi 4kg + 2kg husk charcoal. The second factor is the usage of Urea, consisting of three levels, namely N0 = without Urea (0 kg / ha), N1 = Urea 50 kg/ha, and N2 = Urea 100 kg Urea / ha. For the calculation of fertilizer given according to the treatment based on the population of mustard plants as much as 250 000 plants / ha, which is calculated based on the spacing of 20 cm × 20 cm. The application of urea is carried out three times, each with 1/3 parts at the age of the plant 7 days after planting (dap), 14 dap, and 21 dap. Parameters observed included plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight of plants, and dry weight of plants. There it no effect of the interaction between the composition of the media and the administration of urea on all parameters observed in the growth of pakcoy mustard plants, the administration of urea significantly affected the parameters of plant height, leaf number, leaf area, plant fresh weight, and dry weight of pakcoy. Sawi Pakcoy (Brassica chinensis L.) adalah sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pemberian arang sekam sebagai campuran Media tumbuh dan pemberian pupuk N bagi pertumbuhan tanaman Sawi Pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kabupaten Malang, pada bulan April sampai dengan Mei 2018. Rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan digunakan untuk penelitian dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media, terdiri dari A0 = tanah 5 kg + bokashi 5kg; A1 = tanah 4.5kg + bokashi 4.5kg + arang sekam 1kg; A2 = tanah 4kg + bokashi 4kg + arang sekam 2kg. Faktor kedua adalah pemberian Urea, terdiri dari tiga taraf, yakni N0 = tanpa pemberian Urea (0 kg/ha), N1 = Pemberian Urea 50 kg Urea/ha, dan N2 = pemberian Urea 100 kg Urea/ha. Untuk penghitungan pupuk yang diberikan sesuai perlakuan didasarkan pada populasi tanaman sawi sebanyak 250 tanaman/ha, yang dihitung berdasarkan jarak tanam 20 cm × 20 cm. Pemberian Urea dilakukan tiga kali, masing-masing sebanyak 1/3 bagian pada umur tanaman 7 hari setelah tanam(hst), 14 hst, dan 21 hst. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara komposisi media dan pemberian urea terhadap semua parameter yang di amati pada pertumbuhan tanaman sawi pakcoy, pemberian pupuk urea berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman sawi pakcoy.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SAYURAN ORGANIK DI PASAR MODERN KOTA MALANG Sa'diyah, Ana Arifatus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Pebryanto, Alfredo
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine consumer preferences and attributes most considered by consumers in the decision to purchase organic vegetables in the Modern Market of Malang City. The analytical method used is the analysis of Chi Square and Fishbein Multiattributes. Organic vegetables that become consumer preferences in the Modern Market in Malang City are successively, for spinach vegetables are fresh vegetables, color, packaging, physical perfection and taste. for mustard vegetables are fresh vegetables, color, taste, physical perfection and packaging. The attributes of organic vegetables that are considered by consumers in the decision to purchase vegetables in the Modern Market in Malang City are the freshness of vegetables. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji preferensi konsumen dan atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian sayuran organik di Pasar Modern Kota Malang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis Chi Square dan Multiatribut Fishbein. Sayuran organik yang menjadi preferensi konsumen di pasar Modern Kota Malang secara berturut-turut adalah, untuk sayuran bayam adalah kesegaran sayuran, warna, kemasan, kesempurnaan fisik dan rasa. Atribut sayuran organik yang menjadi pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian sayuran di Pasar Modern Kota Malang adalah kesegaran sayuran.