cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 52 Documents clear
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI DAN BIAYA USAHA TANI KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L. ) (STUDI KASUS DI DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG) Haluwalu, Fredi Tungga; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potato is one of the vegetable commodities that has economic value because it can bring benefits and a bright prospect for both domestic and foreign marketing, and not easily damaged like other farming vegetables. The success of increasing production and income of farmers is determined by the success of farmers to allocate the factors of production (land, seed, labor, fertilizer, and pesticides), so that obtained maximum production which means the use of production factors economically efficient. The research aimed to find out how big was the cost of production of potato farming in Ngantru Village, Ngantang District Malang Regency. To know the net income of potato farming. Variable area of land, seeds, labor, fertilizer and pesticides had significant effect on production result. Based on the result, it is concluded that the influence of the use of production factor and farming cost to the production was good as it can be seen from R square value equal to 0,819 or 81,9% while 0,181 or 18,1% influenced by other factor. Total production cost for one time harvest was IDR 475,068,000, - if calculated production cost per person during one harvest was the total production cost: total of respondent IDR. 15,835,600, -. The revenue of potato farming for one-time harvest was IDR. 5,068,000, - so it could be said that the farming is considered beneficial due to R / C was more than one. Kentang merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi karena dapat mendatangkan keuntungan mempunyai prospek yang cerah baik untuk pemasaran dalam negeri maupun luar negeri, tidak mudah rusak seperti sayuran lain petani. Keberhasilan peningkatan produksi dan pendapatan petani ditentukan oleh keberhasilan petani mengalokasikan faktor produksi (lahan,benih,tenaga kerja, pupuk, dan pestisida), sehingga diperoleh produksi yang maksimal.yang berarti penggunaan faktor produksi secara ekonomis sudah efisien. Penelitian bertujuan Untuk mengetahui seberapa besar biaya produksi usaha tani kentang di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Untuk mengetahui pendapatan bersih usahatani kentang. Variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan peptisisda berpengaruh signifikan terhadap hasil Produksi. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa pengaruh penggunaan faktor produksi dan biaya usahatani terhadap hasil Produksi adalah baik yang dapat dilihat dari nilai R square sebesar 0,819 atau 81,9% sedangkan 0,181 atau 18,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Biaya total produksi selama satu kali panen adalah sebesar Rp.475.068.000,- jika dihitung biaya produksi perorang selama satu kali panen adalah total biaya produksi:total responden = Rp. 15.835.600,-. Pendapatan petani usahatani kentang sekali panen sebesar Rp. 5.068.000,- sehingga bisa dikatakan usahatani dianggap menguntungkan dikarenakan R/C lebih dari satu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG DALAM MENJUAL PRODUK PERTANIAN HORTIKULTURA DI PASAR GADANG KOTA MALANG Agustina, Eka; Arvianti, Eri Yusnita; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The traditional market in Malang is one of the Gadang market. Gadang market is an active market in selling agricultural products. The existence of the Gadang market is considered very important, because it can increase the income of traders, and the city government through taxes. This research began in February 2017 until July 2017, at Gadang market, subdistrict Sukun, Malang city. The research is quantitative descriptive research with multiple linear regression analysis. The result showed that capital (X1), total sales (X3), merchandise type (X4) has a real effect and positive relation ship towards earned income traders. Separately trade location (X2) does not have a significant influence towards income. On the contrary, the most influential variables is the number of sales. The merchant can potentially increase the income of 46,7%. On each attempt increase the number of sales of agricultural products in the horticultural market Gadang in Malang city. Pasar tradisional di Kota Malang salah satu nya adalah Pasar Gadang. Pasar Gadang adalah pasar yang aktif dalam menjual produk-produk pertanian. Keberadaan Pasar Gadang dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan pendapatan pedagang, maupun pemerintah kota melalui pajak. Penelitian ini dimulai bulan Februari 2017 sampai bulan Juli 2017, di Pasar Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan alat analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal dagang (X1), jumlah penjualan (X3), jenis dagangan (X4) memiliki hubungan positif dan berpengaruh nyata terhadap pendapatan yang diperoleh pedagang. Secara terpisah lokasi dagang (X2) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan. Sebaliknya variabel yang paling berpengaruh adalah jumlah penjualan. Pedagang berpotensi meningkatkan pendapatan 46,7% pada setiap upaya meningkatkan jumlah penjualan produk pertanian hortikultura di Pasar Gadang Kota Malang.
PENGARUH PRODUKSI CPO DOMESTIK HARGA CPO INTERNASIONAL DAN NILAI TUKAR TERHADAP VOLUME EKSPOR CPO INDONESIA Indayati, Dewi; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze the influence of domestic CPO production, international CPO price and exchange rate to export volume of CPO. This research explanotory research uses secondary data per month during period 2012-2015 with data source come from BPS, Bank Indonesia, Info Sawit. Data analysis method used is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate the coefficient of determination of 0.507 which means the independent variables are able to explain the dependent variable of 51%. The analysis shows that international CPO prices significantly influence the export volume of CPO while domestic CPO production and exchange rate do not significantly influence the export volume of Indonesian CPO. The price of international CPO has the most dominant effect on the volume of CPO Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh produksi CPO domestik, harga CPO internasional dan nilai tukar terhadap volume ekspor CPO. Penelitian explanotory research ini menggunakan data sekunder per bulan selama periode 2012-2015 dengan sumber data berasal dari BPS, Bank Indonesia, Info Sawit. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,507 yang berarti variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 51%. Hasil analisis menunjukkan harga CPO internasional berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor CPO sedangkan produksi CPO domestik dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor CPO Indonesia. Harga CPO internasional berpengaruh paling dominan terhadap volume CPO Indonesia.
PEMANFAATAN BIOCHAR DAN PUPUK KALIUM PADA TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) DI ENTISOL Dion, Didi; Widowati, Widowati; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entisol is a soil dominated by sand fractions so that the ability to bind water and nutrient levels is low. This leads to leaching of nutrients, easily washed potassium. Biochar has a high affinity for cations that can improve fertilizer efficiency. The purpose of this study was to determine the effect of dosage combination of biochar jengkok tobacco and KCl fertilizer on growth and yield of Eggplant varieties of Mustang (Solanum melongena L.) varieties in entisol. The study was conducted in polybags placed in the field under UV plastic shading conditions. Implemented in August 2016 until January 2017, in Dusun Bawang, Tunggulwulung Village, Kecamatan Lowokwaru, Malang City. Treatment is arranged in Factorial Random Designs. The first factor was the dose of biochar consisting of 3 levels: 0 tons of biochar /ha, 15 tons of biochar/ha and 30 tons of biochar/ha while the second factor was the dosage of KCl fertilizer consisting of 4 levels: 0 kg KCl/ha, 50 kg KCl/ha, 100 kg KCl/ha, and 150 kg KCl/ha. The results showed that the treatment using biochar 15 ton /ha produced the best growth, the fastest flowering (1 MST earlier), the fastest (3 MST earlier), and increased total fruit weight by 19% from 1.4 kg/plant to 1,7 kg/plant. Entisol adalah tanah yang didominasi oleh fraksi pasir sehingga kemampuan mengikat air dan kadar unsur hara rendah. Hal ini menyebabkan pencucian unsur hara, kalium mudah tercuci. Biochar memiliki afinitas yang tinggi terhadap kation sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh kombinasi dosis biochar jengkok tembakau-cengkeh dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu varietas Mustang (Solanum melongena L.) di entisol. Penelitian dilakukan dalam polybag yang diletakan di lapangan pada kondisi naungan plastik UV. Dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 sampai bulan Januari 2017, di Dusun Bawang, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Perlakuan diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah dosis biochar yang terdiri atas 3 taraf yaitu: 0 ton biochar/ha, 15 ton biochar/ha dan 30 ton biochar/ha sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl yang terdiri atas 4 taraf yaitu: 0 kg KCl/ha, 50 kg KCl/ha, 100 kg KCl/ha, dan 150 kg KCl/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan biochar 15 ton/ha menghasilkan pertumbuhan terbaik, pembungaan tercepat (1 MST lebih awal ), pembuah tercepat (3 MST lebih awal), dan meningkatkan total bobot buah sebesar 19% dari 1,4 kg/tanaman menjadi 1,7 kg/tanaman.
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) TERHADAP PUPUK KOMPOS DAN PUPUK UREA Duka, Ngailu Beko; Hamzah, Amir; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mustard green (Brassica juncea L.) is one of the leafy vegetable horticulture commodities that are favored by the community because it tastes good (Pardosi et al., 2014). The area of harvest of mustard plant production in 2011 was 376 ha with a yield of 3,410 tons with an average yield of 9.07 tons of ha-1 for 2012, while the average is still very low when compared to the national production scale that is between 9.44 Ton ha-1 (Pardosi at al., 2014). One important factor in the cultivation that supports the success of the production of mustard plants is fertilization. The efficiency of N fertilization in mustard plants is low, ranging from 30-40%. This study aims to determine the response of green mustard plants to the application of compost fertilizer from municipal waste and urea fertilizer to the growth and yield of green mustard plants. The tool used for this research is hoe, arit, gembor, meter, scales, bucket, camera, stationery, paper label, sieve, polybag with volume 10 kg, calculator and handsprayer. The materials used in this research are green mustard seed, compost fertilizer and urea fertilizer. The study used Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of two factors. The first factor is the dosage of compost fertilizer from municipal wastes with 5 levels ie (1) No Compost, (2) Compost 20 ton / ha, (3) Compost 40 ton / ha, (4) Compost 60 ton / ha, (5) Compost 80 tons / ha. The second factor was the dose of urea fertilizer (N) with 5 levels: (1) without Urea, (2) 100 Urea kg / ha, (3) 150 Urea kg / ha, (4) 200 Urea kg / ha and (5 ) 250 Urea kg / ha. Both factors yielded 25 treatment combinations, each repeated 3 times. Observation variables consist of plant height, Number of leaves, Leaf Area, Wet Weight and Fresh Weight of Plant. The data obtained were analyzed using variance (ANOVA). Conclusion of research (1) There is interaction between compost fertilizer and urea fertilizer on observation of leaf number and leaf area, (2) Compost fertilizer giving effect to the height of mustard plant, leaf area, leaf number and wet weight of plant, (3) Of plant height, number of leaves, leaf area and wet weight of the plant. Sawi (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya enak, mudah didapat serta proses budidayanya tidak terlalu sulit Salah satu faktor penting dalam budidaya yang menunjang keberhasilan produksi tanaman sawi adalah pemupukan. Efisiensi pemupukan N pada tanaman sawi tergolong rendah, berkisar antara 30-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui respon tanaman sawi hijau terhadap pemberian pupuk kompos dari limbah kota dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah cangkul, arit, gembor, meteran, timbangan, ember, kamera, alat tulis, kertas label, ayakan, polybag dengan volume 10 kg, kalkulator dan handsprayer. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih sawi hijau, pupuk kompos dan pupuk urea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pemberian pupuk kompos dari limbah kota dengan 5 taraf yaitu (1) Tanpa Kompos, (2) Kompos 20 ton/ha, (3) Kompos 40 ton/ha, (4) Kompos 60 ton/ha, (5) Kompos 80 ton/ha. Faktor kedua dosis pemberian pupuk urea (N) dengan 5 taraf yang yaitu : (1) Tanpa Urea, (2) 100 Urea kg/ha, (3) 150 Urea kg/ha, (4) 200 Urea kg/ha dan (5) 250 Urea kg/ha. Kedua faktor menghasilkan 25 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 3 kali. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas Daun, Bobot basah tanaman dan Bobot Segar Tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Kesimpulan penelitian yaitu (1) Terjadi interaksi antara pupuk kompos dengan pupuk urea pada pengamatan jumlah daun dan luas daun, (2) Pemberian pupuk kompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman sawi, luas daun, jumlah daun dan berat basah tanaman, (3) Pemberian pupuk urea berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat basah tanaman.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA TENAGA KERJA DESA UNTUK BEKERJA PADA SEKTOR NON PERTANIAN (Studi Kasus Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang) Chandra, Alex; Arvianti, Eri Yusnita; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the dynamics of the village workforce to work in non-agricultural sector in Jenggolo Village, Penarukan Village, Sukoharjo Village and Talangagung Village, Kepanjen Subdistrict. The data used in this research is primary data and secondary data, the data is analyzed using logistic regression model (LRM). Independent variables used were gender, education level, income level, number of family members, broad sense of agricultural land and work experience. While the variables denpenden the dynamics of labor which consists of agriculture and non agriculture. The results showed the gender and income level did not affect the dynamics of the village workforce to work in the non-agricultural sector. For example, education level variables have a positive and significant influence on the dynamics of rural labor to work in the non-agricultural sector and the variable number of family members, the broad sense of agricultural land and work experience show a negative and significant result to the dynamics of rural labor to work in non-agricultural sectors . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian di Desa Jenggolo, Desa Penarukan, Desa Sukoharjo dan Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder, data tersebut dianalisis menggunakan logistic regression model (LRM). Variabel independen yang digunakan yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, luas kepemilikan lahan pertanian dan pengalaman kerja. Sedangkan varibel denpenden yaitu dinamika tenaga kerja yang terdiri dari pertanian dan non pertanian. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel jenis kelamin dan tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian. Sedangkan variabel tingkat pendidikan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian dan variabel jumlah anggota keluarga, luas kepemilikan lahan pertanian dan pengalaman kerja menunjukan hasil yang negatif dan signifikan terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian.
PENGARUH LEVEL SUPLEMEN TERNAK ORGANIK YANG BERBEDA PADA FERMENTASI BATANG PISANG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA Lou, Stefania; Marhaeniyanto, Eko; Thiasari, Nurita
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of different levels of organic livestock supplements (STO) on banana stem fermentation to physicochemical characteristics including pH, color, shape, texture and odor, dry matter, crude fat. The main ingredients in this study were banana sticks and STO with rice bran as extra material. This study used a Completely Randomized Design (CRD) experiment with 5 treatments and 5 replications and 21 days of ripening. P0: 100% banana stem + 10% without addition of STO, P1: 100% banana stem + 10% rice bran + 0.1% STO, P2: 100% banana stem + rice bran 10% + 0, 2% STO, P3: Banana stem 100% + rice bran 10% + 0.3% STO, P4: 100% banana stem + rice bran 10% + 0, 4% STO. Based on the results of organoleptic test of banana stem fermentation using STO there were no changes in color, texture, odor or shape. Excellent pH treatment was found in P1 with pH 4.0, P0 and P2 with pH 4.1 P3 and P4 pH 4.3 but there was no significant effect between treatments (P>0.05). The nutrient content of dry and crude fat in banana stem fermentation showed very different treatment (P0,05). Kandungan nutrisi bahan kering dan lemak kasar pada fermentasi batang pisang menunjukkan antara perlakuan berbeda sangat nyata (P
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PELAKSANAAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA SUKOMULYO KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Doren, Oktavianus Ratu; Suwasono, Son; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the farmer group participation in the implementation of extension program, and what factors affect the participation of farmer groups in the implementation of extension program in Sukomulyo Village, Pujon Subdistrict, Malang Regency. The method used in this research is qualitative method, which where the data needed is primary data and secondary data through observation, interview and coisoner. While the analysis used is statistical descriptive analysis and regression regression analysis. The results showed that the participation rate of farmer groups in the implementation of agriculture extension program in Sukomulyo Village, Pujon Sub-district, Malang Regency is categorized as good or active. The factors that influence the participation of farmer groups in the implementation of the extension program are internal factors (age, education, and the number of dependents) and external factors (intensity of counseling, communication ferkuensi and organizational participation) that simultaneously internal factors and external factors significantly influence the participation of farmer groups in the implementation of agriculture extension program in Sukomulyo Village, Pujon Sub-district, Malang Regency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagaimana tingkat partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan, dan faktor apa saja yang yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Metode yang yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, yang dimana data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder melalui observasi, wawancara dan koisoner. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik dan analisis regresi regresi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan pertanian di Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dikategorikan baik atau aktif. Faktor yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan adalah faktor internal (umur, pendidikan, dan jumlah tanggungan) dan faktor eksternal (intensitas penyuluhan, ferkuensi komunikasi dan keikutsertaan organisasi) yang secara simultan faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan pertanian di Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.
ANALISIS PERMINTAAN RUMAH TANGGA AKAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Lorensius, Lorensius; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chili pepper (Capsicum frutescens L.) is a type of commercial vegetables that has long been cultivated. The price of chili pepper in Landungsari and Tlogomas is relatively high. This is due to the unstable number of chilies produced and the amount of consumer demand that fluctuate so as to have an impact on the instability of the market price of peppers. This study aims to analyze household demand for cahili pepper, analyze the factors that influence household demand for cahili pepper, and analyze the most dominant factors affecting household demand for chili pepper in Landungsari and Tlogomas. The analysis method that used in this research is descriptive quantitative method. Quantitative method use the multiple linear regression. Data were obtained by direct interview and questionnaire. The results showed that household demand for cahili pepper in Landungsari subdistrict of Dau and Tlogomas subdistrict of Lowokwaru were 2.08 and 1.94 Kg / month with average purchase frequency 7 times in a month, and average price for chili pepper is Rp. 31.400 and Rp.30.100. Factors that affecting the household demand for chili pepper are tomato price, household income, and education level. The most dominant factor affecting household demand for chili in Landungsari is the price of tomato, while in Tlogomas is the household income. Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis sayuran komersial yang sejak lama telah dibudidayakan. Harga cabai rawit di Kelurahan Landungsari dan Kelurahan Tlogomas hingga saat ini masih relatif tinggi. Hal ini karena tidak stabilnya jumlah cabai yang diproduksi dan jumlah permintaan konsumen yang berfluktuatif sehingga dapat memberikan dampak pada ketidakstabilan harga cabai dipasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan rumah tangga akan cabai rawit, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit, dan menganalisis faktor yang paling dominan mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari dan Kelurahan Tlogomas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau dan Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru masing-masing sebesar 2,08 dan 1,94 Kg/bulan dengan rata-rata frekuensi pembelian 7 kali dalam sebulan, dan harga rata-rata cabai rawit adalah Rp. 31.400 dan Rp.30.100. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit adalah harga tomat, pendapatan rumah tangga, dan tingkat pendidikan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari adalah harga tomat, sedangkan di Kelurahan Tlogomas adalah pendapatan rumah tangga.
Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Ikan Punti Serta Analisa Kelayakan Usahanya. Riyadi, Slamet; Wirawan, Wirawan; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of solution concentration chalk Some Characteristics Of Fish Leather Rambak Punti and analysis efforts . This research conducted in the laboratory of Process Engineering and Production Systems Tribhuana Tunggadewi University of Malang in February to March , 2016. This is an experimental Research using plan trial . The experimental design used was completely randomized design ( CRD) with a single factor that is propesi Concentration Solution chalk and skin of the fish Punti. The results of this research indicate that the fish skin rinds punti one form of diversification of food is to take advantage punti fish skin to create new types of crackers of good quality because it has a high nutrient content . Rinds fish skin punti have had the best results with different levels of addition of proportion to the parameter organoleptic test and proximate is this treatment has a concentration of 6 % with the content of the water content of 13.96 % , ash content of 16.60 % , A scent of 4.65 % , favorite flavor 4.417 % , A 4.138 texture . The business of making fish skin rinds punti with soaking treatment in a solution of lime worth the try with BEP = those obtained by 19.28 units, amounting to 175.27 RCR = 1.10 The business unit means rinds punti fish skin is feasible because the RCR > 1 and HPP per unit of Rp . 594.83 . Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Beberapa Konsentrasi Larutan Kapur Terhadap Karakteristik Rambak Kulit Ikan Punti serta analisa Usahanya. Penilitian ini dilakukan di laboratorium Rekayasa Proses dan Sistem Produksi Universitas Tribhuana tunggadewi Malang pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2016. Penelitian ini merupakan penilitian eksperimental dengan menggunakan rancangan percobaan. Rancangan percobaan yang di gunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan factor tunggal yaitu propesi Konsentrasi Larutan Kapur dan Kulit ikan Punti. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa kerupuk rambak kulit ikan punti salah satu bentuk penganekaragaman pangan yaitu dengan manfaatkan kulit ikan punti untuk menciptakan jenis kerupuk baru yang bermutu baik karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kerupuk rambak kulit ikan punti ini memiliki hasil terbaik dengan berbagai tingkatan penambahan proporsi bagi parameter organoleptic dan uji proksimat adalah perlakuan ini memiliki konsentrasi 6% dengan kandungan kadar air 13,96%, kadar abu 16,60%, kesukaan aroma 4,65%, kesukaan rasa 4,41%, kesukaan tekstur 4,13. Usaha pembuatan kerupuk rambak kulit ikan punti dengan perlakuan perendaman dalam larutan kapur layak di usahakan dengan BEP= yang di peroleh sebesar 19,28 unit atau sebesar 175,27 RCR= 1.10 Unit artinya usaha kerupuk rambak kulit ikan punti ini layak dilaksanakan karena RCR > 1 dan HPP per unit sebesar Rp. 594,83.