cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 50 Documents clear
PENGGUNAAN PAKAN KONSENTRAT HIJAU TERHADAP KONSUMSI DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SERTA PERUBAHAN UKURAN TUBUH PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA Gare, Dominggus; Supartini, Nonok; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at Prodo people's farm, Klampok Village, Singosari District, Malang Regency, East Java. Goats that are used are male peraca male proawa as many as 16 tail. The purpose to determine the effect of green concentrate feed on consumption and body weight gain and body size changes in etawa goat. The variables observed were feed intake (organic matter, dry matter, crude protein, crude fiber and coarse fat), weight gain and body size change (body length, height, chest circumference and scrotum volume). Data were analyzed using randomized block design (RAK), with 4 treatments and 4 replications. Treatment tested were P0: Basal feed + leafless concentrate with PK 18%, P1: Basal feed + PK18% green concentrate, 10% leaf powder, P2: Basal feed + PK18% green concentrate, 20% leaf flour, P3: Feed basal + green concentrate PK18% flour 30%. The basal diet is given (kaliandra, cassava leaf, lamtoro leaf, gamal leaf, mindi, avocado, lier, sentrosema, peanut stove, mixture, mixed grass, bitter).The results showed a positive impact on feed consumption and body weight gain and body size changes although there was no significant effect (P> 0.05) between treatments. The addition of 20% green concentrate with the preparation of crude protein 18%, can increase feed consumption, and resulted in increased body weight and body size change than the concentrate without the addition of tree tree flour. It is recommended that the addition of green concentrate to alternative feed with a percentage of 20% with PK 18% can increase the body weight and body size change in etawa goat breeding as well as the need for further research on the utilization of PK 18% with the same basal feed on etawa goat breeds. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan rakyat Dusun Prodo, Desa Klapok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.Kambing yang digunakan merupakan kambing peranakan etawa jantan sebanyak 16 ekor. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat hijau terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan serta perubahan ukuran tubuh pada kambing peranakan etawa. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan (bahan organik, bahan kering, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar), penambahan bobot badan dan perubahan ukuran tubuh (panjang badan, tinggi badan, lingkar dada dan volume skrotum). Data dianalisa menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P0: Pakan basal + konsentrat tanpa daun dengan PK 18%, P1:Pakan basal+konsentrat hijau PK18%, tepung daun 10% , P2:Pakan basal + konsentrat hijau PK18%,tepung daun 20%, P3:Pakan basal + konsentrat hijau PK18% tepung daun 30%. Pakan basal yang diberikan berupa(kaliandra, daun singkong lamtoro, gamal, mindi, alpukat, lier, sentrosema,jerami kacang tanah, nimbah, rumput campuran, pahitan). Hasil penelitian menunjukkan dampak positif terhadap konsumsi pakan dan penambahan bobot badan serta perubahan ukuran tubuhmeskipun terdapatpengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Penambahan konsentrat hijau 20% dengan penyusunan protein kasar 18 %, dapat meningkatkan konsumsi pakan, dan menghasilkan pertambahan bobot badan serta perubahan ukuran tubuh lebih tinggi dibandingkan konsentrat tanpa penambahan tepung daun tanaman pohon. Disarankan penambahan konsentrat hijau menjadi pakan alternatif dengan presentase 20 % dengan PK 18% mampu meningkatkan penambahan bobot badan dan perubahan ukuran tubuh pada ternak kambing peranakan etawa serta perlu ada penelitian lanjutan tentang pemanfaatan konsentrat hijau PK 18% dengan pakan basal yang sama pada ternak kambing peranakan etawa.
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETERNAK DALAM USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Maora, igna; Santoso, Erik Priyo; Sumarno, Sumarno
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to study the socio-economic factors that influence the decision of dairy farmers in the districts Ngantang Malang regency. Data analysis method used in this research is the quantitative analysis using multiple linear program computer regression Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 21. The sampling technique used the reasoned sampling technique in the breeder who keeps the dairy cows. Data obtained by direct interview and questionnaire, where the variable Y is the decision of the breeder in the dairy cattle trade and X is the explanatory variable covering the main job (X1), the number of family members (X2), the level of education (X3), and area (X5). Company capital and level of education significantly influence decision of dairy farmers. While main job, number of family members and area of land has no significant effect on dairy farmers' decision. According to the research, business capital is a very real factor influencing the decision of farmers in the dairy cattle sector. It is expected that in the next research, the researcher may develop research on the variables that influence the breeder's decision in the dairy cattle trade by using other variables that were not used in this study. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan regresi linear berganda program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 21. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling terhadap peternak yang memelihara ternak sapi perah. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dan kuesioner, dimana variabel Y adalah keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah dan X adalah variabel penjelas yang meliputi pekerjaan utama (X1), jumlah anggota keluarga (X2), tingkat pendidikan (X3), modal usaha (X4), dan luas lahan (X5). Modal usaha dan tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah. Sedangkan pekerjaan utama, jumlah anggota keluarga dan luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah. Dari hasil penelitian, modal usaha merupakan faktor yang sangat nyata mempengaruhi keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah. Diharapkan pada penelitian selanjutnya peneliti dapat mengembangkan penelitian tentang variabel yang mempengaruhi keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah dengan menggunakan variabel-variabel yang lain yang belum digunakan dalam penelitian ini
APLIKASI ENZIM PAPAIN DALAM PEMBUATAN TEPUNG CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) Darat, Kristian Umbu; Mushollaeni, Wahyu; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blood Clam is one of marine biota whose production amount is greatly increased throughout the year. However, the utilization of blood clam shell has not been maximized. Blood clam shell has only become a general waste at the fish auction. This study aimed to determine the proper concentration of papain enzyme to produce the best quality of clam shell flour. The calculation of business feasibility analysis was done descriptively with capital investment. The results of this study indicated that with a capacity of 20 kg per day the investment capital of IDR 1,917,817 with operational cost was IDR 4,260,000 per year. The calculation of business was carried out within one year and the HPP was IDR 17,228,46 / kg. The net profit per day of 10% was IDR 31,011.12 with BEP value was IDR 30,428,571.42 per year. RCR obtained from the calculation of the business feasibility of the blood clams shell flour was 1.10. Kerang Darah merupakan salah satu hasil biota laut yang jumlah produksi selalu meningkat sepanjang tahun. Namun pemanfaatan cangkang kerang darah belum maksimal. Keadaan cangkang kerang darah hanya menjadi limbah umunya di tempat pelelangan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi enzim papain yang tepat untuk menghasilkan tepung cangkang kerang darah dengan kualitas terbaik. Perhitungan analisa kelayakan usaha dilakukan secara deskriptif dan investasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kapasitas 20 kg per hari diperoleh modal investasi sebesar Rp. 1.917.817 dengan biaya operasional sebesar Rp. 4.260.000 per tahun. Perhitungan usaha dilaksanakan dalam jangka satu tahun dan didapatkan HPP sebesar Rp. 17.228,46/kg. Keuntungan bersih per hari dari 10% adalah Rp. 31.011,12 dengan nilai BEP adalah Rp. 30.428.571,42 per tahun. RCR yang diperoleh dari hitungan kelayakan usaha pembuatan tepung cangkang kerang darah adalah 1,10.
PROFIL PAKAN DAN KONSUMSI HIJAUAN PAKAN TERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (Studi Kasus Di Peternak Rakyat Dusun Prodo Desa Klampok Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) Usvinit, Finsensiana; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know feed profile and forage consumption on goats of Peranakan Etawa. The benefits of this study are expected to provide information on the evaluation of the type of forage feed given as goat feed. This research was conducted in Prodo Village, Klampok Village, Singosari Sub-district, Malang Regency, East Java on 1st February 2017 to 2nd March 2017.Object in this research is goat farmer as respondent counted 50 people with criteria that have goat herd, number of ownership of goats ? 2 heads, long breeding ? 5 years. Number of livestock observed as many as 65 goats (adult 33 heads, young 22 heads and till 10 heads). The method used is case study with descriptive data presentation. Primary data collection was obtained from respondents using questionnaires, interviews, observation and documentation. Secondary data are documents of village government, books, library materials, and literature. Sampling by purposive sampling. The variables observed were frequency and amount of forage feed, consuption of forage feed. The results of this studyshowed that most animal feed given to goast is paitan, grassy field, and kaliandra, The consumption of forage for goat feed at researchlocation of dry matter consumption value BK / ST livestock unit (ST) is 12,92 kg / ST equal to 3,9% from body weight. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil pakan dan konsumsi hijauan pada ternak kambing Peranakan Etawa. Penelitian dilaksanakan di Dusun Prodo, Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jawa Timur mulai tanggal 1 Pebruari 2017 sampai 2 Maret 2017. Materi penelitian adalah peternak kambing sebanyak 50 orang, dengan kriteria peternak memiliki ternak kambing ? 2 ekor, lama beternak ? 5 tahun. Jumlah ternak yang diamati sebanyak 65 ekor kambing ( dewasa 33 ekor, muda 22 ekor, dan anakan 10 ekor). Metode yang digunakan studi kasus dengan penyajian data secara deskriptif. Data primer diperoleh dari responden menggunakan teknik kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data sekunder dari data dokumen pemerintah Desa, buku, bahan pustaka, dan literature. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel yang diamati adalah frekuensi dan jumlah pemberian pakan hijauan, konsumsi pakan hijauan. Hasil penelitian menunjukan pakan ternak yang paling banyak diberikan kepada kambing adalah paitan, rumput lapang, dan kaliandra. Konsumsi hijauan pakan ternak kambing nilai bahan kering (BK)/satuan ternak (ST) adalah 12,92 kg/ST setara dengan 3,9% dari bobot badan.
RESPON TIGA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM Petrus, Santo; Lestari, Sri Umi; Indawan, Edyson
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to evaluate influence dosage of potassium fertilizer on increasing the size and yield of sweet potato variety. Treatment arranged by Strip plot design consist of two factors. First factor consist of three variety of sweet potato (Sari, Jago, and Boko). and the second factor is dosage of potassium fertilizer (K0: 0 kg KCl. ha-1, K1: 133 kg KCl. ha-1, K2:333 kg KCl. ha-1, and K3: 533 kg KCl. ha-1). Size of the plot are 1,5 m x 5 m consist of 5 rows, planted with a spacing of 25 cm in rows. The plants are harvested at 4 months after planting, based on several parameters,ie the number of storage root, fresh storage rroot weight, fresh weight of stover, percentages of storage root dry matter and stover dry matter, dry weight of storage root and stover, dry weight of biomass, and harvest index, number of large storage root, number of medium storage root, number of small storage root, large storage root weight, medium storage root weight, small storage root weight, ratio of large, medium, and small storage root weight to storage root total, and size of storage root (g/storage root). The result showed that distribute potassium fertilizer does not influence the parameter of root weight, storage root dry weight precentage, stover dry weight precentage, dry weight of storage root, harvest index, number of large storage root, large storage root weight, medium storage root weight, and ratio of small storage root weight. There was different at number of storage root, stover weight, dry weight of stover and the biomass. There is interaction between varieties with dosage of potassium fertilizer on storage root size parameters, namely Sari with dosage 333 kg KCl ha-1 gives the highest storage root size of 138.86 g/storage root. In Jago clone the highest storage root size of 198.46 g/storage root with potassium dosage 0 kg KCl. ha-1. While at variety of Boko, the highest storage root size is found in potassium dosage 133 kg KCl. ha-1 produce storage root size 166.92 g/storage root. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian dosis pupuk kalium terhadap peningkatan ukuran dan hasil varietas ubi jalar. Rancangan percobaan strip plot yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama tanaman ubi jalar yang terdiri dari tiga varietas (Sari, Jago dan Boko). Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium terdiri dari 4 level dosis (K0: 0 kg KCl/ha, K1: 133 kg KCl/ha, K2:333 kg KCl/ha, dan K3: 533 kg KCl/ha). Ukuran petak percobaan 1,5 m x 5 m terdiri dari 5 gulud, masing-masing ditanami stek dengan jarak tanam dalam baris 25 cm. Tanaman di panen saat berumur 120 HST berdasarkan parameter pengamatan jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot segar brangkasan, bobot kering umbi, bobot kering brangkasan, bobot kering biomass, persentase bobot kering umbi, persentase bobot kering brangkasan, indeks panen, jumlah umbi besar, jumlah umbi sedang, jumlah umbi kecil, bobot umbi besar, bobot umbi sedang, bobot umbi kecil, ratio bobot umbi sedang/total umbi, ratio bobot umbi kecil/total umbi, dan ukuran umbi (g/umbi). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kalium tidak mempengaruhi parameter bobot umbi, persentasi bobot kering umbi, persentasi bobot kering brangkasan, berat kering umbi, indeks panen, jumlah umbi besar, bobot umbi besar, bobot umbi sedang, dan ratio bobot umbi kecil. Berbeda nyata pada jumlah umbi, bobot brangkasan, berat kering brangkasan dan biomass. Terdapat interaksi antara varietas dengan pemberian kalium pada parameter ukuran umbi yaitu klon sari dengan dosis kalium 333 kg KCl/ha memberikan ukuran umbi tertinggi sebesar 138.86 g/umbi. Pada klon jago ukuran umbi tertinggi sebesar 198.46 g/umbi dicapai tanpa pemberian dosis kalium 0 kg KCl/ha. Pada klon boko ukuran umbi tertinggi terdapat pada dosis kalium 133 kg KCl/ha menghasilkan ukuran umbi sebesar 166.92 g/umbi.
PENGARUH LEVEL PEMBERIAN “PUYER HERBAL” TERHADAP KECERNAAN, BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN LEMAK KASAR PADA AYAM BROILER. Kulla, Harun; Supartini, Nonok; Iskandar, Ahmad
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumer demand for meat commodities as a source of animal protein is currently quite high. Poultry meat is an excellent commodity to be developed as a strategic commodity, especially in terms of fulfilling the nutritional needs, health, and living standards of the community. To achieve the success of the broiler farm business, not only requires large capital and adequate skills, but also the management and marketing of reliable production. The purpose of this study is to determine the effect of different levels of powder herbs against dry matter digestion, organic matter, and crude fat in broiler chickens. The method used is the experimental method and complete randomized design (RAL). Treatment of P0 = Giving rations without herb powder, P1 = feeding + herbs 0.3%, P2 = ration + herb pepper 0.6%, P3 = ration + herb pepper 0.9%. The results of research, it can be concluded that the provision of herbal powder does not give a significant different effect of the four treatments on the digestibility of dry matter and organic materials but significantly different from the grease fat digestibility. The highest digestibility was found in P2 treated with herb powder at 0.6%. Permintaan konsumen akan komoditi daging sebagai sumber protein hewani saat ini cukup tinggi. Daging unggas merupakan komoditi unggul yang tepat untuk dikembangkan sebagai suatu komoditi strategis, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat. Untuk mencapai kesuksesan usaha peternakan ayam broiler, tidak hanya memerlukan modal yang besar dan keterampilan yang memadai, tetapi juga pengelolaan dan pemasaran produksi yang handal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan tingkat puyer herbal terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Lemak Kasar pada ayam broiler. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan penilitian P0 = Pemberian ransum tanpa puyer herbal, P1 = pemberian ransum + puyer herbal 0,3%, P2 = pemberian ransum + puyer herbal 0,6%, P3 = pemberian ransum + puyer herbal 0,9%. Hasil penilitian, maka dapat di simpulkan bahwa pemberian puyer herbal memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik namun berbeda nyata dengan kecernaan lemak kasar. Kecernaan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yang di berikan puyer herbal sebesar 0,6%.
APLIKASI AUKSIN NAA (Naftalena Acetic Acide) DAN PUPUK DAUN PADAPERTUMBUHAN VEGETATIF Phalaenopsis HIBRIDA Mau, Lazarus Jata; Astutik, Astutik; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to accelerate the vegetative period of Phalaenopsis hybrids one of which can be done with the application of NAA auksin hormone and leaf fertilizer. The aim of this research is to know the influence of Auksin NAA and leaf fertilizer on the growth of Phalaenopsis hybrid orchid. The research was conducted at Green house Jalan Tlogomas Kec. Lowokwaru, Malang City, for 5 months. The experiment was conducted by using Factorial Randomized Complete Random Design (RAL) consisting of 2 factors, ie factor I: NAA concentration: control 0 ppm (N0), 100 ppm (N1), 200 ppm (N2), and 300 ppm (N3). Factor II: leaf fertilizer, Growmore (P1) and Gandasil D (P2). Observed variables include: when shoots appear, leaf length, leaf width and percentage of live plants. The results showed that there was interaction between NAA concentration and leaf fertilizer type on the time of shoot. When the fastest shoots appear at NAA 100 ppm, Growmore fertilizer (N1P1), which is 29 days. NAA hormone effect on the increase of leaf length and leaf width until the age of 16 weeks. The best hybrid phalaenopsis growth was obtained on NAA 200 ppm with 1.49 cm leaf length and 1.06 cm leaf width up to 16 weeks old. Growmore and Gandasil D had no effect on vegetative growth of hybrid Orchid Phalaenopsis plants. Upaya untuk mepercepat masa vegetatif Phalaenopsis hibrida salah satunya dapat dilakukan dengan aplikasi hormon auksin NAA dan pupuk daun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Auksin NAA dan jenis pupuk daun terhadappertumbuhan vegetative anggrek Phalaenopsis hibrida. Penelitian dilaksanakan di Green house Jalan Tlogomas Kec. Lowokwaru, Kota Malang, selama 5 bulan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri 2 faktor yaitu, faktor I : konsentrasi NAA: kontrol 0 ppm (N0), 100 ppm (N1), 200 ppm (N2), dan 300 ppm (N3). Faktor II : pupuk daun, Growmore (P1) dan Gandasil D (P2). Variabel yang diamati meliputi : saat muncul tunas, panjang daun, lebar daun dan presentase tanaman hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat interaksi antara konsentrasi NAA dan jenis pupuk daun terhadap saat muncul tunas. Saat muncul tunas tercepat pada NAA 100 ppm, pupuk Growmore (N1P1), yaitu 29 hari. Hormon NAA berpengaruh terhadap pertambahan panjang daun danlebar daun sampai umur 16 minggu. Pertumbuhan Phalaenopsis hibrida terbaik diperoleh pada pemberian NAA 200 ppm dengan pertambahan panjang daun 1,49 cm dan pertambahan lebar daun 1,06 cm sampai dengan umur 16 minggu. Growmore dan Gandasil D tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Anggrek Phalaenopsis hibrida.
Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Pada Kegiatan Pola Pangan Beragam, Bergizi Seimbang Dan Aman ( B2SA ) Di Kelompok Wanita Tani ( KWT ) Seruni Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang Bala, Herman Hardyanto; Muljawan, Rikawanto Eko; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food security is the condition of the fulfillment of food for the state up to the individual that is reflected from the availability of adequate food, both quantity and quality, safe, diverse, nutritious, and evenly (Minister of Agriculture Regulation number 15 of 2015). Agricultural extension strategy is intended to accelerate the achievement of four successful agricultural development as the policy of the Ministry of Agriculture by involving the whole community to support and actively participate in the success of the existing programs. This study aims to find out the communication strategy of agricultural extension on B2SA food pattern activity and to know the activity of B2SA food pattern in KWT Seruni. The research method used is interview / quesionare, obeservasi and documentation, data analysis using qualitative descriptive analysis. The location of research in Sengguruh Village, Kepanjen District, Malang Regency in April-April 2017 with 36 respondents. Based on the result of the research, the result is the group method which is done by the agriculture extension of 86,5%, individual method 61,5%, mass method that is gathering 78% and communication media 92%, suitability of communication material 94,5%, have program of KWT 97 ,5%, KWT 94.5% business plan, 100% KWT assistance and practice / skill of B2SA activities 92%. From the results and the discussion can be obtained by conclusion that the agricultural extension implementing the method using group method, the counselor held a routine meeting 2 times a month and make individual visits. Media suitability using print media and KWT Seruni has programs, business plans, assistance and trained in various skills related to B2SA food activities. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya dan tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi dan merata (Peraturan Menteri Pertanian nomor 15 tahun 2015). Strategi penyuluhan pertanian ditujukan untuk mempercepat pencapaian empat sukses pembangunan pertanian sebagaimana kebijakan Kementerian Pertanian dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk mendukung dan berperan serta secara aktif menyukseskan program yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi penyuluh pertanian pada kegiatan pola pangan B2SA dan untuk mengetahui kegiatan pola pangan B2SA di KWT Seruni. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara/quesionare, obeservasi dan dokumentasi, analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang pada bulan april-mei tahun 2017 dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yaitu metode kelompok yang di lakukan penyuluh pertanian sebesar 86,5%, metode perorangan 61,5%, metode massal yaitu pertemuan 78% dan media komunikasi 92%, kesesuaian materi komunikasi 94,5%, memiliki program KWT 97,5%, rencana usaha KWT 94,5%, bantuan yang didapat oleh KWT 100% dan praktek/keterampilan kegiatan B2SA 92%. Diperoleh kesimpulan bahwa penyuluh pertanian melakukan penerapan metode menggunakan metode kelompok yaitu melakukan pertemuan rutin 2 kali dalam sebulan serta melakukan kunjungan perorangan. Kesesuaian media menggunakan media cetak dan KWT Seruni mempunyai program, rencana usaha, bantuan dan dilatih berbagai keterampilan terkait kegiatan pangan B2SA.
PENGARUH PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI Neri, Fhilipus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of the use of farming production facilities that allegedly affect the income of farming in Jatirejoyoso Village, Kepanjen Subdistrict. Data collected in the study were analyzed using regression model. The results of this study indicate that the variables of land area, urea fertilizer, and NPK fertilizer have an effect on rice farming income, while the variable of labor, seed, TSP fertilizer, and pesticide have no significant effect. The area of land used for rice farming is 1.10 Ha; seeds used with the amount of 34 Kg / Ha; manpower with the number of 5 people / Ha; and the fertilizer used are: Urea 138 Kg / Ha, TSP 92 Kg / Ha, NPK 143 Kg / Ha; the drugs used are: herbicide 2 L / Ha, insecticide 2 L / Ha. The net income of rice farming in Jatirejoyoso village is Rp.35.483.948 / Ha. with production of 8,333 Kg / Ha, revenue of Rp.37.650.000 / Ha, and production cost of Rp.2.166.052 / Ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sarana produksi usahatani yang diduga mempengaruhi pendapatan usahatani di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian dianalisis menggunakan model regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel luas lahan, pupuk urea, dan pupuk NPK berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi, sedangkan variabel tenaga kerja, benih, pupuk TSP, dan pestisida tidak mempunyai pengaruh signifikan. Luas lahan yang digunakan untuk usahatani padi rata-rata 1,10 Ha; benih yang digunakan dengan jumlah 34 Kg/Ha; tenaga kerja dengan jumlah 5 orang/Ha; serta pupuk yang digunakan adalah: Urea 138 Kg/Ha, TSP 92 Kg/Ha, NPK 143 Kg/Ha; obat-obatan yang digunakan adalah: herbisida 2 L/Ha, insektisida 2 L/Ha. Pendapatan bersih usahatani padi sawah di Desa Jatirejoyoso yaitu sebesar Rp.35.483.948 /Ha. dengan produksi sebesar 8.333 Kg/Ha, penerimaan sebesar Rp.37.650.000/Ha, dan biaya produksi sebesar Rp.2.166.052/Ha.
PEMANFAATAN ARANG SEKAM SEBAGAI CAMPURAN MEDIA VERTIKULTUR VERTIKAL DAN PUPUK PETROGANIK PADA PERTUMBUHAN SELADA KRITING HIJAU (Lactuca sativa var. crispa) Ebu, Liberti; Astutik, Astutik; Agastya, I Made Indra
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the benefits of charcoal chaff in agriculture as a soil enhancer. Charcoal aiming to know the effect of charcoal charcoal media mix and the dosage of petroganic fertilizer to growth and yield of green curly lettuce (Lactuca sativa var.crispa). The research was conducted in the yard of Tlogomas Street Kec. Lowokwaru, Malang City. The study lasted for 4 months starting from December 2016 until March 2017. The study used Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 4 replications. The treatment factor in this research consisted of two (2) factors, namely: Factor I was charcoal husk (A) consisted of: A0 (0 kg), A1 (4 kg) and A2 (8 kg). Factor II is a dose of petroganic fertilizer (P) consisting of: P1 (1 g per plant) and P2 (2 g per plant). The variables observed were: plant height, leaf number, leaf area, total fresh weight of plant and total dry weight of plant. The parameters observed were analyzed using Analysis of variance (Anova), if there was real influence then continued with BNT test (Beda Real Smallest) 5% level. The results showed that there was interaction between rice husk charcoal and petroganic dose on the growth of leaf area (cm2) at the age of 1 week, while separately charcoal husk effect on plant height (cm), number of leaf (strands), leaf area (cm2), fresh weight and total dry weight of plant (g). The best green curling lettuce is obtained by giving 4 kg/paralon leaf area (9,50 cm2) husk total fresh weight of plant (39,34 g/plant). Salah satu manfaat dari arang sekam dalam pertanian sebagai bahan pembenah tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran media arang sekam dan dosis pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting hijau (Lactuca sativa var.crispa). Penelitian dilaksanakan di pekarangan di Jalan Tlogomas Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian bulan Desember 2016 sampai dengan Maret 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 4 ulangan. Faktor perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari dua (2) faktor, yaitu : Faktor I adalaharang sekam (A) terdiri dari : A0 (0 kg/paralon), A1 (4 kg/paralon) dan A2(8 kg/paralon). Faktor II adalah dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari : P1 (1 g/tanaman) dan P2(2/tanaman). Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Parameter yang diamati diuji menggunakan Analisis of varians (Anova), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat interaksi antara arang sekam dengan dosis petroganik terhadap pertumbuhan luas daun (cm2) pada umur 1 minggu, sedangkan secara terpisah arang sekam berpengaruh terhadap tinggi tanaman (cm) pada umur 2 sampai 5 minggu, jumlah daun (helai) umur 1, 4 dan 5 minggu, luas daun (cm2) umur 2, 3 dan 4 minggu, serta berat segar dan berat kering total tanaman (g), sedangkan dosis petroganik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada kriting. Pertumbuhan dan hasil selada kriting hijau terbaik pada penambahan arang sekam 4 kg/paralon luas daun (9,50 cm2) pada umur 4 minggu, hasil berat total tanaman (39,34 g/tanaman).