cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 51 Documents clear
PENGGUNAAN PAKAN KONSENTRAT HIJAU TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN PROTEIN KASAR PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA Helena, Stefania; Marhaeniyanto, Eko; Susanti, Sri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim to know and study the use of green concentrate feed 16% CP with the addition of Gliricidia maculata leaf powder, Leucaena leucocephala, Calliandra calutirsus, Artrocarpus heterophyllus with a proportion 10-30% effect on consumption of dry matter, organic matter, and crude protein. The research material consist of etawa crossbreed goat of 16 head with average body weight 29,41 ± 8,69kg/head. The feed used in the form of bran, soybean meal, milled corn, coconut meal, molasses, mineral + salf, Gliricidia maculata leaf powder, Leucaena leucocephala, Calliandra calutirsus, Artrocarpus heterophyllus. This research used Randomized Block Design (RBD) method which consist of 4 treatment 4 replication that is P1 ( basal diet + green concentrate 16% crude protein without leaf meal), P2 (basal diet + green concentrate 16% CP with 10% mixed leaf meal), P3 ( basal diet + green concentrate 16% CP with 20% mixed leaf meal), P3 ( basal diet + green concentrate 16% CP with 30% mixed leaf meal). Basal feed varies according to the daily feed provided by farmers. The results of feeding green concentrate with the addition of Gliricidia maculata leaf powder, Leucaena leucocephala, Calliandra calutirsus, Artrocarpus heterophyllus with a proportion of 30% leaf powder in etawa crossbreed goat gave a good response to the dry matter intake 1150.63 ± 82.79 g / head / day, organic matter intake 1003.83 ± 71.42 g / head / day and crude protein intake 182.11 ± 12.51 g / head / day. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui dan mempelajari penggunaan pakan konsentrat hijau PK 16% dengan penambahan tepung daun gamal, lamtoro, kaliandra nangka 10 – 30% terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik, dan protein kasar. Materi penelitian terdiri dari Kambing Peranakan Etawa Jantan sebanyak 16 ekor dengan bobot badan rata – rata 29,41±8,69kg/ekor. Pakan yang digunakan berupa bekatul, bungkil kedelai, jagung giling, bungkil kelapa, molases, mineral + garam, tepung daun gamal, kaliandra, lamtoro dan tepung daun nangka. Penggunaan tepung daun dengan proporsi 10%, 20% dan 30% dalam konsentrat. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan yaitu P1(pakan basal + konsentrat tanpa tepung daun dengan PK 16%), P2 (Pakan basal + konsentrat hijau dengan penambahan tepung daun 10% PK 16%), P3 (Pakan basal + konsentrat hijau penambahan tepung daun 20% PK 16%), P4 (Pakan basal + Konsentrat hijau penambahan tepung daun 30% PK 16). Pakan basal bervariasi sesuai pakan harian yang diberikan oleh peternak. Hasil penelitian pemberian pakan konsentrat hijau dengan penambahan tepung daun gamal, lamtoro, kaliandra dan nangka dengan proporsi tepung daun 30% pada ternak kambing peranakan Etawa jantan memberikan respon yang baik terhadap konsumsi bahan kering 1150,63±82,79 g/ekor/hari, konsumsi bahan organik 1003,83±71,42 g/ekor/hari dan konsumsi protein kasar 182,11±12,51 g/ekor/hari.
PEMBUATAN ABON IKAN LAYANG (Decapterus. sp) DENGAN PENAMBAHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Nursyamsiyah, Anis; Ahmadi, KGS; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the best proportion between flying fish and white oyster mushrooms for making abon and calculating the feasibility analysis of the business. Completely Randomized Design (CRD) was used as experimentd design with a single factor, the proportion of flying fish with white oyster mushrooms, following 100%: 0%, 90%: 10%, 80%: 20%, 70%: 30%. Each treatment was repeated 3 times. The best proportion was found in proportion of 70% flying fish and 30% white oyster mushroom, contain of 6.86% of moisture, 18.58% of protein, 16.85% of fiber, 1.4 x 10³ cfu / gram of TPC, aroma passion 3.1 (like), color 3,01 (like), taste 3,1 (like). HPP rised Rp. 20,329, - / packaging, following Rp. 24,394, - / packaging of selling price, and Rp. 121,974,- net profit per day. BEP was rised into RP.5,915,- packs / year, with BEP prices rised into Rp.127,550,866, - and RCR >1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi terbaik antara ikan layang dan jamur tiram putih dalam pembuatan abon serta menghitung analisa kelayakan usahanya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal, proporsi antara ikan layang dengan jamur tiram putih, sebagai berikut ; 100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70% :30%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan proporsi terbaik terdapat pada proporsi ikan layang 70% dan jamur tiram putih 30%, dengan rata-rata kadar air 6,86%, kadar protein 18,58%, serat 16,85%, TPC 1,4 x 10³ cfu/gram, sementara uji kesukaan menunjukkan aroma 3,1 (suka), warna 3,01 (suka), rasa 3,1 (suka). HPP Rp. 20.329,-/kemasan, harga jual Rp. 24.394,-/kemasan ,keuntungan bersih perhari Rp. 121.974,-, BEP unit Rp.5.915 kemasan/tahun, BEP harga Rp.127.550.866,- dan RCR sebesar > 1.
ANALISIS STRATEGI PT. DUTA WISATA KURMA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA KEBUN KURMA DI DESA SUKOREJO KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN Kalumbang, Samuel; Arvianti, Eri Yusnita; Nurhananto, Dwi Asnawi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia the majority of the population is livelihood in agriculture. Monthly reports on social data of the Central Bureau of Statistics (BPS) of work in the agricultural sector are trade, tourism (agro tourism), community services, and industrial sectors. One of the potential agricultural sectors to be developed is agro tourism or tourism. Tourism that can be developed again is a tourist attraction date palm in Pasuruan. This research begins in May – July 2017 at Object of Taman Wisata Kurma in Sukorejo Village, Sukorejo Sub-District, Pasuruan Regency.The purpose of this study was to develop the date palm garden tourism in Sukorejo village, Sukorejo district, Pasuruan regency. This research uses descriptive qualitative by using SWOT analysis technique. Result of research from IE Matrix is in Hold and Maintain strategy, and SWOT matrix got SO, WO, ST, and WT strategy. The conclusions obtained from this research is the appropriate strategy to be applied by the company in that position is the strategy of Hold and Maintain (preserve and maintain), that is by implementing market penetration strategy. Di Indonesia mayoritas penduduknya bermata pencaharian dalam bidang pertanian. Laporan bulanan data sosial Badan Pusat Statistik (BPS) pekerjaan dalam sektor pertanian antara lain perdagangan, pariwisata (agrowisata), jasa kemasyarakatan, dan sektor industri. Salah satu sektor pertanian yang potensial untuk dikembangankan adalah agrowisata atau pariwisata. Pariwisata yang dikembangkan adalah objek wisata kebun kurma Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei – Juli 2017 di Objek Wisata Kebun Kurma Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengembangkan Wisata Kebun Kurma Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian dari matrik IE perusahan berada pada srategi Hold and Maintain, dan matrik SWOT didapatkan strategi SO, WO, ST, dan WT. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah strategi yang sesuai untuk diterapkan oleh perusahaan pada posisi tersebut adalah strategi Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara), yaitu dengan melaksanakan strategi penetrasi pasar.
PERAN PENYULUH DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL KARSA PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SERUNI DESA SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Borges, Getrudes Dos Santos; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Role Extensionist In Social Media Utilization Intention On Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni Village Sengguruh districts Kepanjen Malang Regency. Agricultural Extensionists have a role in the utilization of media for severe KWT. This study aims to determine the role of extension workers in the utilization of social media Karsa on KWT seruni, and know the factors that become obstacles in the utilization of social media Karsa on KWT seruni. This research is a qualitative descriptive study. The research data is obtained by observation method, interview, questionnaire, field visit, data coming from related institution or institution and census method.Number of respondents in this study were 33 people KWT and 1 Mother Agricultural Extension. The results show the role of extension in utilizing Karsa social media for KWT by providing materials and how to use Karsa applications for those who have HP android, meeting 4 times a month for KWT who do not have HP so as not to miss information, and factors that become obstacles that is, education, age, presentation of hazard and do not have HP android. Peran Penyuluh Dalam Pemanfaatan Media Sosial Karsa Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Penyuluh Pertanian mempunyai peran dalam pemanfaatan media bagi parah KWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh dalam pemanfaatan media sosial Karsa pada KWT seruni, dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pemanfaatan media sosial Karsa pada KWT seruni. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diporoleh dengan metode observasi, wawancara, kuesioner, kunjungan lapang, data yang berasal dari instansi atau lembaga yang terkait dan metode sensus. Banyaknya responden dalam penelitian ini yaitu 33 orang KWT dan 1 Ibu Penyuluh Pertanian. Hasil penelitian menunjukan peran penyuluh dalam pemanfatan media sosial Karsa bagi KWT dengan Memberikan materi dan cara mengunakan aplikasi Karsa bagi yang memiliki HP android, melakukan pertemuan 4 kali dalam sebulan bagi KWT yang tidak memiliki HP agar tidak ketinggalan informasi, dan faktor-faktor yang menjadi kendala yaitu, pendidikan, umur, presentasi kehadiran dan tidak memiliki HP android.
SENSITIVITAS KELAYAKAN USAHATANI TEBU (DESA TUGUREJO KECAMATAN NGASEM KEBUPATEN KEDIRI) Khoirunnisa', Ninin; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Baksih, Baksih
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the feasibility of sugarcane farming and its sensitivity in Tugurejo Village, Ngasem District, Kediri Regency. The type of data in this study are primary data and secondary data. The collected data were analyzed by several analytical methods such as research instrument test, income analysis, descriptive statistical analysis, cash flow, farming feasibility, and investment criteria. Sugarcane farming in Tugurejo Village, Ngasem District, Kaputen Kediri is feasible to be cultivated with R / C 2.7; B / C Ratio 1.43; payback period 1.5 year; NPV of Rp. 25,953,008. If sugarcane production decreased by 5% and sugarcane prices fell by 7% so sugarcane farming is still feasible to cultivate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani tebu dan sensitivitasnya di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan beberapa metode analisis seperti uji instrumen penelitian, analisis pendapatan, analisis statistik deskriptif, cash flow, kelayakan usahatani, dan kriteria investasi. Usahatani tebu di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kaputen Kediri layak untuk diusahakan dengan R/C 2,7; B/C Ratio 1,43; Payback Period 1,5 tahun; NPV sebesar Rp.25.953.008. Jika Produksi tebu turun sebesar 5% dan harga tebu turun sebesar 7% maka usahatani tebu masih layak untuk diusahakan.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG GEMBILI SERTA PROPORSI MARGARIN DAN BLONDO DALAM PEMBUATAN CAKE SERTA ANALISA USAHANYA Anin, Vitry Agrida; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cake was made from a dough mixed from of flour, sugar, eggs, salt, and fat which is. The aim of the study was to determine of wheat flour and lesser yam flour with the proportion of blondo and margarine in making cakes and it feasibility study. This experiment was conducted using a randomized block design (RBD) with 2 factors. Factor (1) proportion of wheat flour and gembili flour with 3 levels of treatment, factor (2) proportion of blondo and margarine with 4 levels of treatment and repeated 2 times to obtain 24 samples. The results showed that the best treatment in the proportion of flour and gembili flour (75%: 25%) and the proportion of blondo and margarine (40%: 60%) with parameters of ash content of 6.18%, protein 7.95%, water 21.19 %, texture 3.06%, color 4.3 (like), aroma 3.93 (neutral), and flavor 4.13 (like). Cake adalah terbuat dari adonan yang merupakan campuran dari tepung, gula, telur, garam, dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi tepung terigu dan tepung gembili dengan proporsi blondo dan margarine dalam pembuatan cake serta analisa usahanya. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor (1) proporsi tepung terigu dan tepung gembili dengan 3 taraf perlakuan, faktor (2) proporsi blondo dan margarine dengan 4 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga memperoleh 24 sampel. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa perlakuan terbaik pada proporsi tepung terigu dan tepung gembili (75% : 25%) serta proporsi blondo dan margarine (40% : 60%) dengan parameter kadar abu 6,18%, protein 7,95%, air 21,19%, tekstur 3,06%, warna 4,3 (suka), aroma 3,93 (netral), dan rasa 4,13 (suka).
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI PAKCOY (Brasicca Rapa L.) DAN SAWI HIJAU (Brasicca Juncea L.) Kleor, Fransesko Rudianto; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the interaction between the dose of liquid organic fertilizer given to the growth and production of mustard pakcoy and mustard greens. The study was conducted at the Green House Integrated Field Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University, Malang City for 3 months. The study used a Completely Randomized Design with 12 combinations of treatments and 3 replications consisting of two factors, namely: Factor I consisted of 2 varieties namely mustard pakcoy and mustard green and Factor II namely the dosage of Liquid Organic Fertilizer consisting of: 0 ml / L water / plant, 150 ml / L water / plant, 300 ml / L water / plant, 450 ml / L water / plant, 600 ml / L water / plant and 750 ml / L water / plant. Observation variables of plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight per plant, fresh weight per ha. The results of the study concluded that there was no interaction between the mustard plant type and the POC dose of vegetable waste which is given. POC dosage of vegetable waste up to 750 ml / L of water does not affect the growth and yield of mustard plants. Growth and yield of mustard greens plants are higher than that of mustard pakcoy with a yield of mustard green plants 41.35 t.ha-1 and mustard pakcoy 33.83 t.ha-1 ¬. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk organik cair yang diberikan pada pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy dan sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di Green House Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Kota Malang selama 3 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I terdiri dari 2 varietas yaitu Sawi Pakcoy dan Sawi Hijau dan Faktor II yaitu dosis Pupuk Organik Cair yang terdiri dari : 0 ml/L air/tanaman, 150 ml/L air/tanaman, 300 ml/L air/tanaman, 450 ml/L air/tanaman, 600 ml/L air/tanaman dan 750 ml/L air/tanaman. Variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar per tanaman, bobot segar per ha. Hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis tanaman sawi dan dosis POC limbah sayuran yang diberikan. Dosis POC limbah sayuran sampai dengan 750 ml/L air tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau lebih tinggi dibandingkan sawi pakcoy dengan hasil tanaman sawi hijau 41,35 t.ha-1 dan sawi pakcoy 33,83 t.ha-1¬.
STRATEGI PEMASARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Sa'edi, Sa'edi; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Mutiara, Farah
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marketing strategy is a form of desicion making about marketing costs, marketing mix, marketing allocation in relation to the expected environmental condition, the aims of this reseach to find out the marketing strategy, marketing system and analysis of vannamei shrimp farming in Galis District. This research was conducted in Galis Subdistrict , Pamekasan Regency. This study was analyzed by looking at the strengths, weaknesses, opportunities and treats (SWOT). Based on the IFE and EFE matrix so as to produce an IE matrix. The results of the study show that marketing of shrimp in Galis Subdistrict uses a vertical marketing, the production of shrimp farmers is directly sold to traders (CV.WINDU JAYA) from Bangil Pasuruan. Shrimp farming business in Galis Subdistrict is a business category that is developing and has excellent potential to support farmer’s income receved is Rp. 346.022.661,25. While the shrimp infrastructure margin is Rp. 68.436.976,25. Strategi pemasaran adalah suatu bentuk pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran, sistem pemasaran dan usahatani udang vannamei di Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Data dianalisis dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT). Berdasarkan matriks IFE dan EFE sehingga menghasilkan matriks IE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran udang di Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan menggunakan sistem pemasaran vertikal. Hasil produksi udang dari petani langsung dijual ke pedagang (CV.WINDU JAYA) dari Bangil Pasuruan. Usaha tambak udang di Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan termasuk kategori usaha yang sedang berkembang dan mempunyai potensi yang sangat baik untuk menunjang pendapatan dan kesejahteraan petani. Keuntungan yang di peroleh petani sebesar Rp. 346.022.661,25 sedangkan margin pemasaran udang sebesar Rp. 68.436.976,25.
PERANCANGAN LANSKAP PANTAI SENDIKI SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA DI DESA TAMBAK REJO, KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Pain Pati, Petrus Paulus; Setyabudi, Irawan; Nuraini, Nuraini
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sendiki Beach is one of the attractions located precisely in Tambak Rejo Village, Sumbermanjing Wetan Subdistrict, Malang Regency, East Java, which is full of various problems, such as low public awareness in maintaining and caring for environmental quality which affects up to physical and non-physical the area and the ecosystem of the region besides that is also the lack of promotion of tourist areas, so there needs to be a solution to the problem. The purpose of the research is to design the Sendiki Beach landscape based on edu-ecotourism by paying attention to aspects of ecotourism. This research was conducted through site surveys to obtain physical and non-physical data sites, while comparative studies in related libraries were used as references to the design. The research method is carried out qualitatively with data analysis using Focus Group Discussion. The flow of thought used, with the flow of thought from Gold and Rustam Hakim, adjusted to the science of agriculture and education. The design stage starts from the initial preparation, identifies physical, biophysical, socio-cultural and economic aspects, ecology, analysis and synthesis, determines design (ethnic and natural) themes and programatic design concepts. The design of the Sendiki Beach landscape uses the concept of social culture and nature with a blend of local culture and is supported by aspects of ecotourism, by means of integrating the social cultural values of the community and maintaining environmental conditions that are in harmony between human life and the surrounding environment. The results obtained are in the form of the design of the tourist landscape of Sendiki Beach as an ecotourism area (edu ecotourism). The conclusion of landscape design is in the form of a coastal landscape design or design that accommodates and supports the sharing of site user activities by paying attention to design concepts and paying attention to the objectives of the landscape design, namely the edu ecotouriesm area. Pantai Sendiki merupakan salah satu obyek wisata yang terletak tepatnya di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang sarat dengan berbagai masalah, misalnya rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat kualitas lingkungan yang berdampak sampai pada masalah fisik dan non fisik kawasan serta ekosistem kawasan disamping itu juga kurangnya promosi terhadap kawasan wisata, sehingga perlu adanya solusi atas masalah tersebut. Tujuan penelitian yakni Merancang lanskap Pantai Sendiki berbasis edu-ecotourism dengan memperhatikan aspek-aspek ekowisata. Penelitian ini dilakukan melalui survei lokasi untuk mendapatkan data fisik maupun non fisik tapak, sedangkan studi komperatif berupa pustak-pustaka terkait digunakan sebagai refrensi terhadap perancangan. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan Analisis data menggunakan Focus Group Discussion. Adapun alur pikir yang digunakan, dengan alur pemikiran dari Gold dan Rustam Hakim, disesuaikan terhadap ilmu pertanian dan pendidikan. Tahapan perancangan dimulai dari persiapan awal, mengidentifikasi aspek fisik, biofisik, sosial budaya dan ekonomi, ekologi, analisis dan sintesis, menentukan tema perancangan (etnik dan natural) serta konsep desain programatik. Perancangan lanskap Pantai Sendiki menggunakan Konsep social cultuur and nature dengan perpaduan budaya masyarakat setempat dan didukung oleh aspek ekowisata, dengan dimaksud dapat memadukan nilai sosial budaya masyarakat serta terpeliharanya kondisi lingkungan hidup yang selaras antara kehidupan manusia dengan alam sekitarnya. Hasil yang diperoleh berupa rancangan lanskap wisata Pantai Sendiki sebagai kawasan ekowisata (edu ecotourism). Kesimpulan dari desain lanskap yakni berupa rancangan atau desain lanskap pantai yang menampung dan mendukung berbagi aktifitas pengguna tapak dengan memperhatikan konsep-konsep desain serta memperhatikan tujuan dari dari desain lanskap yakni sebagai kawasan edu ecotouriesm.
ANALISA USAHA PEMBUATAN NATA DE COCO BERANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN KULIT BUAH NAGA Putra, Gregorius Guruh Handaya; Santosa, Budi; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata de coco is one of the processed food products from coconut water that utilizes the help of Acetobacter xylinum bacteria in forming nata de coco. Nata de coco is very rich in fiber but it needs to be added another content, one of them is by utilizing the antioxidants from dragon fruit skin extracts because it is very rich in antioxidants. So, hopefully nata de coco with rich in fiber and antioxidants is beneficial to human health, especially for digestive health and also to prevent the occurrence of degenerative diseases such as cancer, coronary heart disease and hypertension and can increase the economic value of nata de coco with antioxidant. The purpose of this study was to calculate the business analysis of the production of nata de coco with antioxidant. The results showed that based on the calculation of business feasibility analysis, the calculation of BEP was IDR.25,672,878, HPP was IDR. 1670.45 / 750 g, the selling price was IDR. 1921.02, the net profit per day was IDR. 50,144, and the RCR was 1.09. Since the RCR was more than one then the business is said to succeed. Nata de coco merupakan salah satu olahan produk pangan dari air kelapa yang memanfaatkan bantuan bakteri Acetobacter xylinum dalam membentuk nata de coco. nata de coco sangat kaya serat namun perlu ditambahkan kandungan lain salah satunya adalah dengan memanfaatkan antioksidan dari ekstrak kulit buah naga karena ekstrak kulit buah naga sendiri sangat kaya akan antioksidan sehingga diharapkan selain nata kaya akan serat juga kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan manusia terutama untuk kesehatan pencernaan dan juga untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif seperti kanker, jantung koroner dan hipertensi serta dapat meningkatkan nilai ekonomis penjualan nata de coco berantioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung analisa usaha dari pembuatan nata de coco berantioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan analisa kelayakan usaha maka didapatkan perhitungann BEP sebesar Rp. 25.672.878, HPP Rp. 1670.45/ 750 g, harga jual Rp. 1921.02, keuntungan bersih perhari Rp.50144, dan RCR sebesar 1,09, karena RCR lebih dari satu maka usaha dikatakan berhasil.