cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia
ISSN : -     EISSN : 2548771X     DOI : -
Focus and Scope of this journal are : Chemical Engineering including : bioenergy processing, environmental engineering, natural resource management, Heat and Mass Transfer, Chemical Reaction, Analytical Chemistry, Biochemistry, Designing tools and chemical processes, Chemical industry process, Computing and modeling (simulation) process, Particle and nano technology, membrane technology, esessential oil technology, and phytopharmaca, etc. Civil Engineering including : technology of construction materials, transportation system, environmental layout, concrete and wood structures, steel construction, bridge and dam construction, management of water resources and Hydrology, earthquake engineering, sanitation systems and urban drainage. eUREKA is published twice a year on Juni and December by Engineering Faculty of Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 44 Documents clear
ALTERNATIF PENGGUNAAN BATU PUTIH LOKAL SEBAGAI BAHAN PERKERASAN JALAN Widodo, Esti; NGITA, PASKALIS
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hard coat function to accept and propagate traffic burden without generating damage meaning at construction walke itself. hard Construction materials of road; street that is limber ossifying (pavement flexibel), and stiff ossifying (pavement rigid) aimed at the effort exploiting of local material and adapted for by the condition of area where ossification construction will be executed. In this research use methodologies examination of marshall to analyse the nature of from gratuity cavity in mixture (VIM), gratuity cavity loaded asphalt (VFB), gratuity cavity among aggregate mineral (VMA), stability, Flow and Marshall Quatient. Making of object test counted 6, 3 object test for the mixture of asphalt using white stone and 3 object test for the mixture of asphalt using black stone with rate pave 5,5%. This research is done in Technique Civil University laboratory of Tribhuwana Tunggadewi. Step Execution cover inspection of asphalt of AC 60 / 70, inspection of harsh aggregate (black stone and white stone), inspection of smooth aggregate (black stone and white stone), inspection of filler, making of object test and examination of Marshall. Harsh aggregate which used by stone break of the size aggregate which is filter of No.8 (2,36 mm), smooth aggregate geting away filter of No.8 (2,36 mm) filter of No. 200 (0,075 mm), while for the materials of filler which get away filter of No. 200 (0,075 mm). Of the aggregate combination obtained by harsh aggregate faction equal to 52,5%, smooth aggregate faction equal to 40,5%, and filler equal to 7,0%. Result of characteristic performance test of Marshall: Stability average value (black stone aggregate 605,967 kg white stone aggregate 251,833 kg), average value of Flow (black stone aggregate 2,65 mm white stone aggregate 2,74 mm), average value of VIM (black stone aggregate 15,033% and white stone aggregate 20,277%), average value of VMA (black stone aggregate 25,687% and white stone aggregate 30,137%), average value of VFB (black stone aggregate 41,547% and white stone aggregate 32,728%), and average value of Marshall Quotient (black stone aggregate 226,598 kg/mm and white stone aggregate 84,794 kg/mm). Keywords : Marshall, White Stone, Stability, Flow, Marshall Quotient. ABSTRAK Lapisan perkerasan berfungsi untuk menerima dan menyebarkan beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada konstruksi jalan itu sendiri. Bahan konstruksi perkerasan jalan yaitu perkerasan lentur (flexibel pavement) , dan perkerasan kaku (rigid pavement) diarahkan pada usaha pemanfaatan material setempat dan disesuaikan dengan kondisi daerah dimana konstruksi pengerasan akan dilaksanakan. Dalam penelitian ini menggunakan metodologi pengujian marshall untuk menganalisa sifat-sifat dari persen rongga dalam campuran (VIM), persen rongga terisi aspal (VFB), persen rongga diantara mineral agregat (VMA), stabilitas (Stability), kelelehan (Flow) dan Marshall Quatient . Pembuatan benda uji sebanyak 6 buah, 3 benda uji untuk campuran aspal yang menggunakan batu putih dan 3 benda uji untuk campuran aspal yang menggunakan batu hitam (batu kali/batu gunung) dengan kadar aspal 5,5%. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Sipil Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang. Tahapan pelaksanaan meliputi pemeriksaan aspal AC 60/70, pemeriksaan agregat kasar (batu hitam dan batu putih), pemeriksaan agregat halus (batu hitam dan batu putih), pemeriksaan filler, pembuatan benda uji dan pengujian Marshall. Agregat kasar yang digunakan batu pecah dengan ukuran agregat yang tertahan saringan No.8 (2,36 mm), agregat halus yang lolos saringan No.8 (2,36 mm) tertahan saringan No. 200 (0,075 mm), sedangkan untuk bahan pengisi yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm). Dari kombinasi agregat tersebut diperoleh fraksi agregat kasar sebesar 52,5%, fraksi agregat halus sebesar 40,5%, dan filler sebesar 7,0%. Hasil uji kinerja karakteristik Marshall didapat: nilai rerata Stabilitas (agregat batu hitam 605,967 kg dan agregat batu putih 251,833 kg), nilai rerata Flow (agregat batu hitam 2,65 mm dan agregat batu putih 2,74 mm), nilai rerata VIM (agregat batu hitam 15,033% dan agregat batu putih 20,277%), nilai rerata VMA(agregat batu hitam 25,687% dan agregat batu putih 30,137%), nilai rerata VFB (agregat batu hitam 41,547% dan agregat batu putih 32,728%), dan nilai rerata Marshall Quotient (agregat batu hitam 226,598 kg/mm dan agregat batu putih 84,794 kg/mm). Kata kunci : Marshall, Batu Putih, Stabilitas, Flow, Marshall Quotient.
PENGARUH BERAT BASAH BAHAN BAKU DAN LAMA PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN PADA PROSES DESTILASI UAP SEREH DAPUR yuliana, nina; Asrianty, Asrianty
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The distillation process in general is simple. The process will degrade the quality of the oil produced. This is because the method of destillation or longtime of destillation does not fulfilling the standards. It is necessary methods do research to obtain quality oil that fulfilling standards. This study aims to determine the effect of weight of raw materials and long refining the yield of lemongrass oil. This research method uses steam distillation systems. The results showed that the wet weight and length of the refining effect on the yield of lemongrass oil is to the base of the steam at 4 hours after dripping on the different variables obtained mass 5 kg is obtained 18.5 ml, 30.8 ml of 10 kg was obtained, and 15 kg gained 40.8 ml while at the end of the rod to the mass of 5 kg was obtained 4 ml, 10 kg kg obtained 12.3 ml, 18.75 ml and 15 kg was obtained. The results of the study at 6 hours after the drip at the base of the stem is a mass of 5 kg gained 7.7 ml, mass of 10 kg gained 26.5 ml, 15 kg and the mass of 40 ml obtained at the end of the rod while the mass of 5 kg obtained 7,5 ml, 10 kg mass is obtained 7 ml, and a mass of 15 kg obtained 21.5 ml. The optimal longtime of destillation at the base of the stem 4 hours while the rod tip takes longer time is 6 hours. Keywords: essential oil, lemongrass oil, steam destillation ABSTRAK Proses destilasi pada umumnya dilakukan secara sederhana. Proses tersebut bisa menurunkan kualitas minyak yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena cara penyulingannya ataupun lama penyulingannya tidak memenuhi standar. Untuk itu diperlukan metode dengan melakukan penelitian untuk mendapatkan kualitas minyak yang memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat basah bahan baku dan lama penyulingan terhadap rendemen minyak sereh. Metode penelitian ini menggunakan sistem destilasi uap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat basah dan lama penyulingan berpengaruh terhadap rendemen minyak sereh yaitu untuk bagian pangkal batang pada waktu 4 jam setelah menetes pada variabel massa yang berbeda didapatkan massa 5 kg diperoleh 18,5 ml, 10 kg diperoleh 30,8 ml, dan 15 kg diperoleh 40,8 ml sedangkan pada bagian ujung batang untuk massa 5 kg diperoleh 4 ml, 10 kg diperoleh 12,3 ml, dan 15 kg diperoleh 18,75 ml. Hasil penelitian pada waktu 6 jam setelah menetes pada bagian pangkal batang yaitu massa 5 kg didapatkan 7,7 ml , massa 10 kg didapatkan 26,5 ml, dan massa 15 kg didapatkan 40 ml sedangkan pada bagian ujung batang pada massa 5 kg didapatkan 7,5 ml, massa 10 kg didapatkan 7 ml, dan massa 15 kg didapatkan 21,5 ml. Lama penyulingan optimal pada bagian pangkal batang 4 jam sedangkan bagian ujung batang membutuhkan waktu lebih lama yaitu 6 jam. Kata kunci : minyak atsiri, minyak sereh, destilasi uap
BANGKITAN LALU LINTAS PADA PERUMAHAN BULAN TERANG UTAMA JALAN KI AGENG GRIBIG KOTA MALANG Pandulu, Galih Damar; Arifianto, Andi Kristafi; Mite, Adrianus Raimundus
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Each residential area development will have an impact on the environment and surrounding areas, one of which impact traffic. Housing Bulan Terang Utama, a housing unit located in the suburbs, the number of 3,000 units, on a land area of 200 hectares, the housing for the people of middle-prioritized, is also among the middle and above. This housing development should pay attention to road conditions and where the access to housing, so that the capacity of the existing road network will be exceeded, as the number of traffic generation and attraction due to the existence of such housing. Each residential area development will have an impact on the environment and surrounding areas, one of which impact traffic. Housing Bulan Terang Utama, a housing unit located in the suburbs, the number of 3,000 units, on a land area of 200 hectares, the housing for the people of middle-prioritized, is also among the middle and above. This housing development should pay attention to road conditions and where the access to housing, so that the capacity of the existing road network will be exceeded, as the number of traffic generation and attraction due to the existence of such housing. This study attempts to assess a housing development Bulan Terang Utama affecting traffic congestion, so as to know how big the impact on roads Ki Ageng Gribig. Currently the traffic impacts that occur as a result of the housing Bulan Terang Utama Key by using comparative data is not affecting the performance of the road itself. The magnitude of the maximum trip generation that occurs is 8.2%, with an average speed of vehicles on the road each Ki Ageng Gribik is 30.449 km / h, the degree of saturation is 1.27 with a traffic volume of 3661.67 SMP / h, the level of service Ki Ageng Gribik road included in the E-class level of service, speed of flow is unstable sometimes stalled, demand is approaching capacity of the road (ie 2089.044). Keywords: Housing, Traffic Impact, Road Service Levels. ABSTRAK Setiap pengembangan kawasan permukiman akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan sekitarnya, salah satunya dampak lalu lintas. Perumahan Bulan Terang Utama, merupakan unit perumahan yang berada pada kawasan pinggir kota, dengan jumlah 3.000 unit, pada lahan seluas 200 hektar, perumahan tersebut diprioritaskan bagi rakyat menengah kebawah, juga kalangan menegah ke atas. Pengembangan perumahan ini harus memperhatikan kondisi dan keberadaan jalan akses ke lokasi perumahan, sehingga kapasitas jaringan jalan yang ada akan terlampaui, seiring dengan pertambahan bangkitan dan tarikan lalu lintas akibat keberadaan perumahan tersebut. Akses jalan dari dan menuju lokasi perumahan Bulan Terang Utama dihubungkan oleh jalan Ki Ageng Gribig, yang merupakan jalan utama, sebagai akses lalu lintas masyarakat sekitar Kecamatan Kedungkandang, dari dan ke tengah kota, sehingga pembangunan kawasan perumahan tersebut membutuhkan akses transportasi yang memadai. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji suatu pembangunan perumahan Bulan Terang Utama yang berdampak terhadap kemacetan lalu lintas, sehingga dapat diketahui seberapa besar dampak terhadap ruas jalan Ki Ageng Gribig. Saat ini dampak lalu lintas yang terjadi akibat adanya perumahan Bulan Terang Utama dengan menggunakan data pembanding adalah tidak mempengaruhi dari kinerja jalan itu sendiri. Besarnya bangkitan perjalanan maksimal yang terjadi adalah 8,2 %, dengan kecepatan rata-rata tiap kendaraan pada jalan Ki Ageng Gribik adalah 30,449 km/jam, derajat kejenuhannya adalah 1,27 dengan volume lalu lintas sebesar 3661,67 SMP/jam, tingkat pelayanan jalan Ki Ageng Gribik termasuk dalam tingkat pelayanan jalan kelas E, Arus tidak stabil kecepatan terkadang terhenti, permintaan sudah mendekati kapasitas jalan (yaitu 2089,044). Kata Kunci: Perumahan, Dampak Lalu Lintas, Tingkat Pelayanan Jalan.
PENGARUH VARIASI KETEBALAN PELAT PANEL KOMPOSIT BAMBU SPESI TERHADAP KUAT LENTUR BETON DENGAN TULANGAN BAMBU ORI Pereira, Augusto Manuel; Ningrum, Diana; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Progress in the field of science and technology in the field of construction resulted in the necessity of building materials increasingly meningkat.Maka needed an alternative building materials that are resistant to earthquakes. One type of material that is resistant to earthquakes are bamboo ori. Ori Bamboo is one of the alternative role of reinforcing steel in a structure, this is because bamboo has a firmness pull ori whose value is almost equivalent to medium-quality steel. Based on the flexural strength test results showed that the test specimen plate, is the smallest deflection plate thickness of 9 cm and the largest deflection plate thickness of 7 cm. While the maximum load that can be retained by plate size 50 cm x 30 cm by 9 cm thick and bamboo reinforcement Ori is 18 KN or 1800 kg with a deflection which varies from 1.95 mm - 3.05 mm. It can be concluded that the strength of the concrete slab with reinforcement ori bamboo can be used on the floor plate of the building structure replaces steel reinforcement. Keywords: Pull Strong, Strong bending, Bamboo, Variation, Concrete ABSTRAK Kemajuan di bidang ilmu dan tekonologi pada bidang konstruksi mengakibatkan kebutuhan pada bahan bangunan semakin meningkat.Maka dibutuhkan suatu alternatif bahan bangunan yang tahan terhadap gempa. Salah satu jenis bahan yang tahan terhadap gempa adalah bambu ori. Bambu ori merupakan salah satu alternatif pengganti peran baja tulangan pada suatu struktur, hal ini dikarenakan bambu ori memiliki keteguhan tarik yang nilainya hampir setara dengan besi baja berkualitas sedang. Berdasarkan hasil pengujian kuat lentur benda uji pelat menunjukan bahwa, lendutan yang terkecil adalah Pelat ketebalan 9 cm dan lendutan yang terbesar adalah Pelat ketebalan 7 cm. Sedangkan beban maksimum yang dapat ditahan oleh pelat ukuran 50 cm x 30 cm dengan tebal 9 cm dan tulangan bambu Ori adalah sebesar 18 KN atau 1800 Kg dengan lendutan yang bervariasi mulai 1,95 mm – 3,05 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan pelat beton dengan tulangan bambu ori bisa digunakan pada struktur bangunan pelat lantai menggantikan tulangan Baja. Kata Kunci : Kuat Tarik, Kuat lentur, Bambu, Variasi, Beton
ANALISIS ALTERNATIF PERKUATAN JEMBATAN RANGKA BAJA (STUDI KASUS : JEMBARAN RANGKA BAJA SOEKARNO-HATTA MALANG) Gusman S.W, Lalu; Ningrum, Diana; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakah sebuah struktur yang sangat penting sebagai penghubung jalan yang terputus akibat rintangan-rintangan. Dengan semakin meningkatnya beban yang diterima jembatan dan umur jembatan semakin sedikit ataupun habis, menyebabkan kekuatan berkurang dan terjadinya lendutan yang maksimal. Diperlukan rehabilitas dengan cara memperkuat konstruksi, salah satu caranya adalah memberikan prategang eksternal yang akan melawan lendutan yang terjadi. Dari hasil analisis menggunakan STAAD Pro terhadap jembatan suhat bentang 60 meter didapatkan besar lendutan terhadap beban mati dan beban hidup sebesar 11,72 cm dengan lendutan maksimum izin 6 cm maka lendutan yang terjadi melebihi lendutan yang diizinkan sehingga perlu dilakukan perkuatan dengan cara prategang eksternal. Dua buah model perkuatan prategang eksternal yang dilakukan yaitu prategang eksternal tanpa batang penyokong dan prategang eksternal dengan batang penyokong. Dengan model pertama didapatkan besar lendutan yang memenuhi syarat aman yaitu sebesar 58,489 mm (kebawah) dengan gaya prategang yang harus diberikan adalah 10.000 kN dengan strand gabungan terdiri dari 7 buah tendon, 1 tendon terisi 7 buah kawat strand berdiameter 15,25. Untuk kondisi lendutan akibat beban mati dan gaya prategang adalah sebesar 6,173 mm (kebawah). Sedangkan untuk model kedua didapatkan besar lendutan yang memenuhi syarat aman yaitu sebesar 54,649 mm (kebawah) dengan gaya prategang yang harus diberikan sebesar 7.000 kN dengan strand gabungan terdiri dari 7 buah tendon, 1 tendon terisi 7 buah kawat strand berdiameter 12,27 mm. Untuk kondisi lendutan akibat beban mati dan gaya pratengan saja didapatkan sebesar 2,334 mm (kebawah). Dari kedua model perkuatan tersebut dapat memberikan keamanan kepada jembatan rangka baja tersebut, namun dari kedua model tersebut model yang paling efisien adalah model kedua yaitu prategang eksternal dengan batang penyokong dikarenakan dengan gaya prategang yang kecil dan diameter yang kecil dapat memberikan lawan lendutan yang lebih aman dari pada model kedua. Kata kunci: Jembatan rangka baja, perkuatan, prategang eksternal, lendutan.
ANALISA PERBANDINGAN KOEFISIEN UPAH KERJA DAN BAHAN DENGAN METODE ANALISA STANDAR NASIONAL INDONESIA PADA PEKERJAAN BETON STRUKTUR STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN MALL DINOYO CITY MALANG DEUS, CAETANO MADEIRA DE; Yurnalisdel, Yurnalisdel
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of Project Management is a management function to manage or oversee the implementation of development in such a way as to obtain optimum results in accordance with the requirements ( spesification ) for the purpose of achieving this goal , it needs to be noted also about building quality ,cost and time of execution used in order to achieve this result is always attempted execution pengwasan quality , cost control and supervision of the execution time . The specific project management better known as coefficients , wages and materials . Dinoyo City Mall is a large - capacity building with 4 floors portal structure . Coefficient which is primarily used as a reference coefficient of ISO 2008 that have been defined , while there are coefficients on the location of the project or projects coefficient is the coefficient obtained from the results of the actual calculations , based on considerations of efficiency and economic costs . It would require a comparative analysis between the Indonesian National Standard Analysis coefficients and coefficients obtained from Project. Analysis of the coefficient of Indonesian National Standard for the wages of workers with value - average coefficient of 0.038 , while the coefficient OH Project analysis for the wages of workers with value - average coefficient of 0.009 OH . It can be concluded that the ratio coefficient eligible and economic efficiency considerations is the coefficient of the Project. Keywords : coefficient , project management , efficiency, economical. ABSTRAK Tujuan Manajemen Proyek adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengwasan mutu, pengawasan biaya dan pengawasan waktu pelaksanaan. Manajemen proyek yang lebih specifik dikenal dengan koefisien, upah dan bahan. Mall Dinoyo City merupakan suatu gedung yang berkapasitas besar dengan struktur portal 4 lantai. Koefisen yang diguanakan yaitu koefisien SNI 2008 sebagai acuan yang sudah ditetapkan, sedangkan koefisien yang ada pada lokasi proyek atau koefisien proyek adalah koefisien yang diperoleh dari hasil perhitungan yang sebenarnya, berdasarkan pada pertimbangan efisiensi dan ekonomis biaya. Maka diperlukan analisa perbandingan antara koefisien Analisa Standar Nasional Indonesia dan koefisien yang diperoleh dari Proyek. Dari koefisien Analisa Standar Nasional Indonesia untuk upah pekerja dengan nilai rata – rata koefisien 0,038 OH sedangkan koefisien analisa Proyek untuk upah pekerja dengan nilai rata – rata koefisien 0,009 OH. Maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai koefisien yang memenuhi syarat pertimbangan efisiensi dan ekonomis adalah nilai koefisien Proyek. Kata kunci : koefisien, manajemen proyek, efisiensi , ekonomis
Analisa Komposisi Kimia Minyak Atsiri Dari Tanaman Sereh Dapur dengan Proses Destilasi Uap Air Marsaoly, Rahayu; Wilis, Arum Octiandini
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Essential oil is one commodity export potential of agro-industry that could become a mainstay for Indonesia to earn foreign exchange. The purpose of this study is (1) to process steam and water distillation of essential oils from lemon grass kitchen, (2) Knowing the chemical composition of essential oils of lemon grass kitchen with a steam distillation process. The process of making essential oil of lemon grass kitchen is by using distillation / distillation with direct steam. In this study, the chopped material to facilitate the release of the compounds contained. Materials and temperature can be maintained up to 100oC for steam evenly penetrates into the tissue, long distillation is relatively short, oil yield larger in guantity and better in quality, and materials that is distilled can’t be charred (Ketaren, 1985). After distillation is complete, we mil obtained essential oil of lemon grass kitchen called citronella oil. Oil from the kitchen lemongrass plant is called citronella oil. Delespaul et al., (2000) explains that citronella oil is a mixture of several volatile compounds and its main element is often used as a vegetable agent because of its ability as a traditional medicine and it’s boxicity to plants and insects. Keywords: essential oils, distillation, kitchen lemongrass, citronella oil
EVALUASI SISTEM DRAINASE TERHADAP GENANGAN DI KECAMATAN WATES KABUPATEN BLITAR Fatima, Marcos Amaral De Jesus; Suhudi, Suhudi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wates region is South Blitar area development that have the potential of tourism in Jolosutro Beach. The Jolosutro beach is located in the Village Ringinrejo, Sub District Wates, District Blitar. Physically, the District Wates has an area of 88 km2 and is one of the smallest in the District of South Blitar. While the land area that affects the Wates road drainage in this case weigh on both the channel capacity of a residential area or an area that has not been built (vacant land) with an area of 0.90 km2. To estimate the amount of rainfall used plan log Pearson type III method, Log Pearson Type III method developed by Dr.Ir.Suripin, M.Eng (Suripin 2003), then after its done with a frequency distribution test : Smirnov- Kolmogrov test and chi-square test used to determine the truth of a hypothesis. Log Pearson Type III method was developed to calculate the design rainfall occurs in T years. The data needed for the calculation of the Log Pearson Type III method is the climatological data, topographical map location, area and land use of the catchment area. Keywords : Drainage, Test Smirnov-Kolmogrov, Test Chi-Square Klimatology, catchment area. ABSTRAK Wilayah Wates merupakan wilayah Kabupaten Blitar Selatan yang mempunyai potensi wisata di Pantai Jolosutro. Pantai Jolosutro terletak di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates Kabupaten Blitar. Secara fisik, Kecamatan Wates memeliki luas wilaya 88 km2 dan merupakan salah satu Kecamatan terkecil di Kabupaten Blitar Selatan. Sedangkan luasan lahan yang mempengaruhi saluran drainase jalan Wates dalam hal ini membebani kapasitas saluran baik area pemukiman maupun area yang belum dibangun (lahan kosong) dengan area seluas 0.90 m2. Untuk memperkirakan besarnya curah hujan rencana digunakan metode Log Pearson tipe III , Metode Log Pearson tipe III dikembangkan oleh Dr.Ir.Suripin, M.Eng (Suripin 2003), Kumudian setelah itu dilakukan uji distribusi frekuensi dengan uji Smirnov-Kolmogrov dan uji Chi-Square yang digunakan untuk mengetahui kebenaran suatu hipotesis. Metode Log Pearson tipe III dikembangkan untuk menghitung Curah hujan rancangan yang terjadi pada T tahun. Data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan dengan Metode Log Pearson tipe III ini adalah data klimatologi, Peta topografi lokasi, luas dan penggunaan lahan dari catchment area. Kata kunci : Drainase, uji Smirnov-Kolmogrov, uji Chi-Square Klimatologi, catchment area.
KAJIAN LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA DAERAH IRIGASI SIPRING KABUPATEN Feo, Wellem Victor; Widodo, Esti
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sipring Irrigation Area is watershed that its topography condition average flat. Land use condition that mostly irrigated rice field is reasonably the occurrence of critical land. Moreover, other land use form field, shrub and rice field is the plant that have low root depth and play big role in the cause of damage to the land/soil. Under these conditions, this study examines the level of danger of critical land that happened today in the land use Sipring Irrigation Area and determine appropriate land conservation directives in accordance with the land capability region by considering the condition of Sipring Irrigation Area. Application of Geographic Information System (GIS) in this study is used to map the critical areas in Sipring Irrigation Area and identification of the level of criticality. This research was done by unification/integration of some of the maps that are analysis in Geographic Information System (GIS). The method used in this study is observational description method, that is to conduct research and observation of symptoms and factors to obtain data as the basis of presentation in accordance with the objective and purpose. Whereas the operational actions include the stages of data collection, both primary data and secondary data. The next stage is processing the data that has been collected both primary data and secondary data. Next is the analysis of data, and the last stage is the classification of data analysis that aims to determine the distribution of critical land and the level of vulnerability. Based on data analysis in GIS can be concluded : The study area has two (2) types of land criticality classes include critical 459.67 ha (20.70%) and critical potential 1759.85 ha (79.30%). Under these conditions need to do land conservation and rehabilitation efforts that are adapted to the results of the analysis and the use of existing land. Keywords: Critical land, Geographic Information Systems (GIS), Irrigation Area ABSTRAK Daerah Irigasi Sipring merupakan daerah aliran sungai yang kondisi topografinya rata-rata datar. Kondisi tata guna lahan yang sebagian besar sawah irigasi ini cukup memungkinkan terjadinya lahan kritis. Apalagi tataguna lahan lainnya berupa ladang, semak dan sawah yang tanamannya merupakan tanaman berkedalaman akar rendah dan berperan besar dalam proses penyebab terjadinya kerusakan tanah. Berdasarkan kondisi tersebut, studi ini mengkaji tingkat bahaya lahan kritis yang terjadi saat ini pada tata guna lahan Daerah Irigasi Sipring serta menentukan arahan konservasi lahan yang tepat sesuai dengan kemampuan lahan kawasannya dengan mempertimbangkan kondisi Daerah Irigasi Sipring. Aplikasi Geographic Information System (GIS) dalam penelitian ini digunakan untuk memetakan daerah – daerah kritis pada Daerah Irigasi Sipring dan identifikasi tingkat kekritisannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara penggabungan dari beberapa peta yang merupakan analisis dalam Geographic Informtion System (GIS) Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode deskripsi observasional, yaitu mengadakan penelitian dan pengamatan gejala dan faktor – faktor untuk memperoleh data sebagai landasan dalam penyajian sesuai dengan maksud dan tujuan. Sedangkan tindakan operasionalnya meliputi tahapan pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder. Tahap selanjutnya adalah pemrosesan data yang telah terkumpul baik data primer maupun data sekunder. Berikutnya adalah analisa data, dan tahap terakhir adalah klsifikasi analisis data yang bertujuan untuk menentukan sebaran lahan kritis dan tingkat kerentanannya. Berdasarkan analisis data pada GIS diambil kesimpulan sebagai berikut : Daerah penelitian memiliki dua (2) tipe kelas kekritisan lahan meliputi kritis 459,67 Ha (20,70%) dan potensial kritis 1759,85 Ha (79,30%). Dengan kondisi tersebut perlu dilakukan usaha – usaha konservasi dan rehabilitasi lahan yang disesuaikan dengan hasil analisa dan penggunaan lahan yang ada. Kata Kunci : Lahan kritis, Geographic Information Sistem (GIS), Daerah Irigasi
PENGARUH KEMIRINGAN HULU PELIMPAH TERHADAP PANJANG LONCATAN HIDROLIS DAN PERUBAHAN KOEFISIEN DEBIT (Cd) Belo, Fernando Marçal Noronha; Suhudi, Suhudi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is made to find out the effect of discharge and variation of inclination at upstream dam with the use of slotted roller bucket modification stilling basin toward specific energy when hydraulic jump happen and local scour occurrence at downstream. Research is performed at the Hydraulic Laboratory Department Of Civil Engineering Faculty Of Engineering University Tribhuwana Tunggadewi Malang. The research uses an open flume with the dimension 4,30x15,5x24 cm and variation inclination of the upstream OGEE WEIR 3:1, 3:2, 3:3 with roller bucket modification stilling basin. Sediments are modelled a Ball shape material of a 1.18-mm-diameter sands that passes sieve no 16 and for modeling local scour forms occurrence at downstream of the Current Meter. This research shows four result. First, the increase water depth of the hydraulic jump at the downstream of OGEE spillway has made the specific energy getting smaller. The turning point occurred at the critical condition. Then, the raise water depth, the specific energy more bigger. Second, OGEE spillway upstream slope variation does not have a significant influence on the form that occurs in the downstream scour. Third, the increase of discharge that flowed in the channel then the maximum depth of local scour is also deepened. Fourth, the longer the scours is releted the maximum depth of scour. keywords : OGEE WIER, Slotted roller bucket Modification, Hydraulic jumps, Local scour. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh debit dan variasi kemiringan pada hulu bendung serta penggunaan kolam olak scltted roller bucket modification terhadap energi spesifik saat loncatan hidrolis dan terjadinya gerusan local di hilir bangunan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik (Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang) menggunakan OPEN FLUME yang menjadi model saluran terbuka 4,30x15,5x24 cm dan variasi tipe pelimpah OGEE hulu miring 3:1, 3:2, 3:3 serta kolam olakan SLOTTED ROLLER BUCKET MODIFACATION. Sedimen yang digunakan adalah bola material berdiameter 1,18 mm atau lolos ayakan no.16 dan untuk pemodelan bentuk gerusan local yang terjadi di hilir setelah kolam olakan menggunakan program surfer atau Current Meter atau Alat untuk menghitung Kecepatan Aliran. Penelitian ini menunjukkan empat hasil. Pertama, semakin besar air saat loncatan hidrolis di hilir pelimpah OGEE, semakin kecil energi spesifik yang terjadi. Titik balik terjadi saat kondisi kritis. Kemudian dengan kedalaman air yang bertambah,semakin besar energi spesifiknya. Kedua, variasi kemiringan hulu pelimpah OGEE tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bentuk gerusan yang terjadi di hilir. Ketiga, semakin besar debit yang dialirkan pada saluran maka kedalaman maksimal gerusan local di hilir setelah kolam olak juga semakin dalam. Keempat, semakin panjang gerusan yang terjadi maka kedalaman maksimal gerusan juga semakin besar. KATA KUNCI : Pelimpah Ogee, Sclotted Roller Bucket modification, loncatan Hidrolis, gerusan local