cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan" : 41 Documents clear
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR Ary Kurniawan; Ronasari Mahaji Putri; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.199 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1483

Abstract

Anak sekolah adalah anak dengan usia 6 - 12 tahun, yang mana seorang anak memerlukan adanya suatu pendidikan atau bimbingan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar pada anak. Dimasa ini anak lebih cenderung dapat mengalami berbagai macam penyakit. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi oleh anak disebabkan kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Promsosi kesehatan merupakan upaya dalam pendidikan kesehatan di sekolah. Tujuan penelitian yaitu untuk dapat mengetahui pengaruh dari promosi kesehatan terhadap pengetahuan anak dan sikap anak tentang PHBS. Metode penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest dan posttest. Populasi penelitian ini berjumlah 47 responden dengan sampel 42 responden melalui purposive sampling. Pengujian statistik menggunakan uji statistik Marginal Homogeneity. Hasil uji statistik menyatakan bahwa pengetahuan PHBS responden sebelum perlakuan yaitu kategori cukup (40,5%). Setelah perlakuan pengetahuan responden kategori baik (50%). Sebelum perlakuan sikap PHBS responden yaitu kategori baik (61,9%). Setelah perlakuan sikap responden meningkat kategori baik (85,7%). Hasil statistik pengetahuan responden menunjukkan p-value 0,000 dan sikap responden menunjukkan p-value 0,008 yang artinya ada pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan anak dan sikap anak tentang PHBS. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan faktor lain, yang nantinya dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap. ABSTRACT Schoolchildren are children aged 6 - 12 years, in which a child requires the presence of an education or guidance of others to meet the basic needs of children. In this time children are more likely to experience various kinds of diseases. Health problems that often occur by children are due to lack of Clean and Healthy Life Behavior. Health promotion is an effort in health education in schools. The purpose of the study is to be able to determine the effect of health promotion on children's knowledge and children's attitudes about PHBS. The research method used one group pretest and posttest pre-experimental design. The population of this study amounted to 47 respondents with a sample of 42 respondents through purposive sampling. Statistical testing uses the statistical test of Marginal Homogeneity. The results of statistical tests stated that the knowledge of PHBS respondents before the treatment was enough (40.5%). After treating the respondent's knowledge in the good (50%). Before the treatment the attitude of PHBS respondents was good (61.9%). After treatment the attitude of respondents increased in the good category (85.7%). The results of the respondents' knowledge statistics show that the p-value is 0.000 and the attitude of the respondents shows p-value 0.008 which means that there is an influence of health promotion on children's knowledge and children's attitudes about PHBS. It is expected that the next researcher will use other factors, which can later influence knowledge and attitudes. Keywords : Clean and healthy life behavior; health promotion; knowledge; attitude.
POLA ASUH IBU YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) Maria Fransiska Adriana Nyanyi; Tavip Dwi Wahyuni; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.122 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1434

Abstract

Kebiasaan mengabaikan makanan atau malas makan pada anak merupakan persoalan yang banyak dialami oleh orang tua. Pada masa pertumbuhannya, anak sangat membutuhkan banyak nutrisi penting. Jika tidak, tumbuh kembangnya akan terhambat dan anak mengalami banyak masalah seiring dengan pertambahan usianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh ibu yang mempengaruhi perilaku sulit makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) di RA Pesantren Almadaniyah Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan analitik non eksperimen dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 anak prasekolah (4-6 tahun) dengan penentuan menggunakan purposive sampling. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji chi square dengan menggunakan SPSS 17. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar (61,8%) ibu menerapkan pola asuh demokrasi pada anak prasekolah (4-6 tahun) dan sebagian besar (70,6%) anak prasekolah (4-6 tahun) mempunyai perilaku sulit makan rendah. Hal tersebut karena sebagian besar ibu memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik sehingga pengetahuan tentang cara mengasuh anak yang baik bisa diterapkan. Hasil uji chi square didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada pengaruh pola asuh ibu dengan perilaku sulit makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) di RA Pesantren Almadaniyah Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Ibu perlu menerapkan pola asuh demokrasi untuk mengurangi perilaku sulit makan anak. ABSTRACT Parenting as an interaction between parents and children, with good parenting patterns such as gentle and not forced to reduce child's difficult eating behavior, it aims to improve the growth and development of children. The purpose of this research is to know the pattern of mother's care that influence difficult eating behavior in preschool children (4-6 years) in RA Pesantren Almadaniyah Landungsari Dau District Malang Regency. The research design used non experimental analytic with cross sectional approach. The sample of the study were 34 preschool children (4-6 years) with determination using purposive sampling. The data analysis method used is chi square test by using SPSS 18. The result of this research proves that most of mother (61.8%) apply democracy pattern to children in preschool children (4-6 years) and most (70.6% ) Preschooler (4-6 years old) has a low difficult eating behavior. Chi square test results obtained p value = (0.000)
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Inra Inra; Tanto Hariyanto; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.024 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1562

Abstract

Tingkat kecemasan merupakan suatu tingkat respon dari suatu kondisi yang menimbulkan gejala penyerta baik fisiologis maupun psikologis yang bisa menurunkan kesehatan pada lansia. Penatalaksanaan kecemasan yang mudah dilakukan lansia seperti melakukan terapi relaksasi nafas dalam yang bertujuan meningkatkan konsentrasi dan memberikan ketenangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam di Kelurahan Tlogomas Malang. Desain penelitian mengunakan desain pra-eksperimental dengan one-group pra-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 165 orang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 30 lansia. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data yang di gunakan yaitu uji paired t-test. Hasil penelitian membuktikan sebelum melakukan terapi relaksasi nafas dalam hampir seluruhnya (76,7%) lansia mengalami tingkat kecemasan sedang dan sesudah melakukan terapi relaksasi nafas dalam hampir seluruhnya (90,0%) lansia mengalami tingkat kecemasan ringan. Hasil uji paired t test didapatkan p-value= (0,000)
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH RELAKSASI MEDITASI PERNAFASAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI STADIUM 1 Yunita Lende; Vita Maryah Ardiyani; Mia Andinawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.58 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1544

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang dikategorikan sebagai pembunuh diam-diam karena penderita tidak mengalami tanda dan gejala dari hipertensi. Cara penanganan hipertensi adalah dengan menggunakan farmakologi dan non farmakologi, salah satu terapi non farmakologi yang bisa menurunkan tekanan darah adalah relakasi meditasi pernafasan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis adakah perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan relaksasi meditasi pernafasan pada lansia dengan hipertensi stadium 1 di Desa Wee Kokora Kecamatan Wewewa Tengah Kabupaten Sumba Barat Daya-NTT. Desain penelitian ini mengunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan nonequivalent pretest-posttest with control group design. Populasi penelitian ini sebanyak 115 orang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 30 lansia dengan pembagian sebanyak 15 lansia kelompok perlakuan dan sebanyak 15 lansia kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan metode analisa data penelitian ini menggunakan metode uji paired t-test. Hasil penelitian membuktikan tekanan darah sebelum relaksasi meditasi pernafasan keseluruhan (100%) responden mengalami hipertensi ringan dan tekanan darah sesudah relaksasi meditasi pernafasan lebih dari separuh (53,3%) responden mengalami pre hipertensi. Hasil uji didapatkan p-value = (0,000)
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN EATING DISORDER PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI ASRAMA PUTRI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI (UNITRI) Fransiska Noe; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.346 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1499

Abstract

Stres diartikan sebagai kondisi tekanan atau gangguan ataupun juga kekacauan mental dan emosional. Tingkat keparahan stres ini akan berpengaruh pada pola makan yang tidak normal yang dapat menyebabkan gangguan makan (Eating disorder). Eating disorder adalah suatu gangguan yang terjadi pada kebiasaan makan yang tidak normal yang disebabkan oleh beberapa hal.Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui tingkat stres dengan eating disorder pada mahasiswi yang tinggal di asrama unitri. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasisawa UNITRI khususnya PSIK yang tinggal di Asrama Putri angkatan 2016 Malang yang berjumlah 42 orang dengan menggunakan teknik total sampling yaitu didapat sebanyak 35 orang yang mengalami gangguan makan. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres terjadi pada seluruh responden dengan kategori stres sedang yaitu sebanyak 37 orang (88,1%),eating disorder terjadi pada seluruh responden dengan kategori tidak eating disorder sebanyak 36 orang (85,7%), dan hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan tingkat stres dengan eating disorder pada mahasiswa yang tinggal di asrama putri UNITRI. Mahasiswa dapat melakukan konsultasi atau berbagi beban dengan teman sebaya, teman sekamar di asrama atau orang lain yang memiliki pengalaman tentang mengatasi masalah yang menjadi pemicu stres, selain itu mahasiswa dapat menyediakan waktu untuk rekreasi ke tempat-tempat wisata/hiburan, hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa tidak terlalu tertekan dengan padatnya jadwal perkuliahan, banyaknya tugas perkuliahan, dan masalah pribadi. ABSTRACT Stress is defined as a pressure or disturbance or mental and emotional disorders. The severity of this stress will affect the abnormal eating patterns that can cause eating disorders. Eating disorder is a symptom of an abnormal eating habit. The purpose of the study is to know the level of stress with eating disorder in female students living in dormitory of Unitri. The research design used was correlation using cross sectional approach. The population of this research was students of UNITRI especially Nursing Science Program who live in Female Dormitory, class of 2016 which amounted to 42 people. The sampling technique used in this research was total sampling technique as many as 35 people. Instrument in this research used questioner. The analysis used is spearman rank correlation. The result of this research showed that the stress level occurred in all respondents was categorized as moderate, 37 people (88,1%). Meanwhile the eating disorder occurs in all respondents were categorized as not eating disorder as many as 36 people (85,7%). The result of data analysis got significant value equal to 0.000 (p ≤ 0,05), meaning there was a relationship of stress level with eating disorder in students who lived in female dormitory of UNITRI. Students may consult or share burdens with peers, roommates in dormitories or others who have experienced about coping with stress-inducing problems. In addition, students can take time for recreation to tourist attractions / entertainment, it is intended that students are not too stressed by the load of lecture schedules, the number of assignments, and personal issues. Keywords : Eating disorder, stress level.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BULLYING PADA REMAJA AWAL Yunita Bulu; Neni Maemunah; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.155 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1473

Abstract

Fenomena perilaku bullying merupakan bagian dari kenakalan remaja yang sering di ketahui terjadi pada masa- masa remaja, dikarenakan masa ini remaja memiliki egosentrisme yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja awal di SMP Kristen Setia Budi Kota Malang. Penelitian ini bersifat Korelasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas VII dan VIII SMP Kristen Setia Budi Kota Malang yang diambil data terbaru pada tanggal 10 Januari 2018 sebanyak 30 orang siswa, dan teknik sampling menggunakan total sampling. Metode analisa data yang digunakan yaitu Odds Ratio dengan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan faktor teman sebaya dengan nilai signifikan 0,003 (p value ≤ 0,05) dan nilai OR sebesar 5,0, faktor media sosial dengan nilai signifikan 0,006 (p value ≤ 0,05) dan nilai OR sebesar 3,857, serta faktor lingkungan sosial dengan nilai signifikan 0,004 (p value ≤ 0,05) dan nilai OR sebesar 4,5. Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor teman sebaya, media sosial, dan lingkungan sosial, berpengaruh signifikan terhadap perilaku bullying pada remaja awal di SMP Kristen Setia Budi Kota Malang. Bullying dapat berdampak buruk pada kondisi psikologi korban, oleh karena itu tindakan bullying perlu ditinggalkan dan dapat merangkul teman tanpa memandang kondisi fisik, lingkungan asalnya baik ekonomi, sosial dan agama teman. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat mengembangkan penelitian ini dengan cara mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying dengan cara melakukan observasi langsung kepada remaja. ABSTRACT Phenomenon of bullying habit is one of teens naughtiness and it often happens in adolescence, because in this time teens have a high egocentrism. This study aims to figure out all factors influencing bullying habit to the teens at Setia Budi Christian Junior High School Malang. This study is Coresionalist by using cross sectional approach. The population of this research is the all students at Setia Budi Christian Junior High School in city of Malang in the grade one and two in which, the recent data are taken from 30 students, on 10th January 2018. The sampling technique used is total sampling and the data analysis method used is Odds Ratio by using SPSS. The research result shows that peers factor gives the significant value 0.003 (p value ≤ 0.05) and OR value is 5.0. factor of social media with the significant value 0.006 (p value ≤ 0.05) and OR value is 3.857. and social environment factor with the significant value 0.004 (p value ≤ 0.05) and OR value (p value ≤ 0.05) and OR value of 4.5. So it can be concluded that the factors of peers, social media and social environment have a significant effect to the bullying habit of teens at Setia Budi Christian Junior High School Malang. Bullying could give a bad effects toward the psychological condition of the victims, therefore bullying action needs to be avoid and the students need to be encouraged to make friends with anyone without questioning on their psychical condition and background such as economy and religion. Keywords: Bullying behavior; factors social media; peers; social environment.
KAITAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD MAWAR KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Alestari Alestari; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.775 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1584

Abstract

Pemberian gizi seimbang pada anak-anak sangat penting dilakukan untuk mendukung perkembangan secara optimal. Jka asupan gizi pada anak tidak terpenuhi maka dapat mengganggu konsentrasi dan kesanggupannya untuk belajar. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis kaitan status gizi dengan perkembangan kognitif pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Mawar Kelurahan Tlogomas Malang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 orang anak dan sampel menggunakan total sampling yang berarti jumlah populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah BB/TB dan Lembar observasi. Metode analisa data yang digunakan yaitu Analisis Bivariat dengan mengunakan uji korelasi spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (85,3%) dari responden berstatus gizi normal yakni 29 orang, dengan perkembangan kognitif responden baik sebanyak 24 orang, sebagian kecil (8,8%) dari responden berstatus gizi gemuk yakni 3 orang dan 3 orang mempunyai perkembangan kognitif baik; sebanyak 2 orang (5,9%) berstatus gizi kurus dan mempunyai perkembangan kognitifcukup. Hasil uji statistik p-value = 0,01< α (0,05), sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia 3-4 tahun di PAUD Mawar Kelurahan Tlogomas Malang. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya meneliti lebih lanjut mengenai hubungan status gizi dengan perkembangan kognitif pada anak. ABSTRACT Giving balanced nutrition in children is very important to support optimal development. Where a nutrient intake in children is not met then can disrupt concentration and ability to learn. The purpose of this study to analyze the relationship between nutritional status with cognitive development in children aged 3-4 years in early Mawar childhood village Tlogomas Malang. The research method in this study is the correlation analytic method using cross sectional approach. The population in this study were 34 children and sampled using the sampling means the total number of population sampled. Data collection techniques used were Body weight / Body height and observation sheet. Data analysis method used is Bivariate analysis using the Spearman rank correlation test. The results showed that the majority (85.3%) of the respondents were 29 normal nutritional status of people so that both the respondent's cognitive development as well as many as 24 people, a small proportion (8.8%) of the respondents were obese 3-nourished people that cognitive development makes categories well as 3 and (5.9%) of the respondents skinny nourished by 2 people that cognitive development is categorized quite as much as 2 people. Can result in perhitung p-value = 0.01
PERBEDAAN SIKAP MAHASISWA MAHASISWI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Yosefina Dede Moruk; Tanto Hariyanto; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.767 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1550

Abstract

Salah satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia terutama negara berkembang adalah Demam Berdarah Dengue.Upaya pencegahan demam berdarah dengue dapat dilakukan dengan 3M plus yaitu mengubur,menguras, menutup dan juga pendidikan kesehatan pencegahan deman berdarah dengue. Penularan penyakit demam berdarah dengue semakin mudah saat ini karena berbagai faktor seperti kepadatan penduduk,lingkungan,serta faktor perilaku, pengetahuan yang kurang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan sikap mahasiswa/i sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Desain penelitian ini yang digunakan adalah komparatif (Pra eksperimen), populasi sebanyak 40 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis yang digunakan T-test (0,05) menggunakan SPSS. Hasil penelitian diketahui bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatanpencegahan demam berdarah dengue sikap tidak mendukung/Unfavorable sebanyak 13 responden (32,5 %) , sedangkan sikap mahasiswa yang mendukung/Favorable sebanyak 27 responden (67,5%). Setelah dilakukan pendidikan kesehatan sikap mahasiswa/i mendukung/Favorable sebanyak 40 responden (100%). Sikap sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pencegahan demam berdarah dengue dengan p value = 0,000, sehingga H1 diterima. Didapatkan meansikap sebelum pendidikan kesehatan = 62,77 artinya sikap pencegahan demam berdarah dengue rendah dan meansikap sesudah pendidikan kesehatan = 70,20 artinya sikap pencegahan demam berdarah dengue mengalami peningkatan menjadi favorable/mendukung. Direkomendasikan kepada pihak tenaga kesehatan atau mahasiswa kesehatan untuk sering melakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan demam berdarah dengue dimusim hujan. gunanya untuk meningkatkan frekuensi dan kuantitas sikap yang baik. ABSTRACT One of the few infectious diseases that is a health problem in the world, especially developing countries, is Dengue Hemorrhagic Fever. especially developing countries Prevention of dengue haemorrhagic fever can be done with 3M plus which is burying, draining, closing and also health education prevention of dengue fevertransmission of dengue hemorrhagic fever is getting easier nowadays due to various factors of high population mobility, enviroment,and behavioral factors, such as still lack of knowledge,attitudes and actions related to dengue hemorrhagic fever.The results of the study are known that before health education prevention of dengue hemorrhagic fever was not supportive / Unfavorable attitude as many as 13 respondents (32.5%). While the attitude of supporting / Favorable students was 27 respondents (67.5%). After conducting health education the attitudes of supporting / Favorable students were 40 respondents (100%). Attitudes before and after health education for prevention of dengue hemorrhagic fever with p value = 0.000. so H1 was accepted. The mean attitude before health education = 62.77. means the attitude of prevention of dengue hemorrhagic fever is low and the mean attitude after health education = 70.20. means prevention dengue hemorrhagic fever has increased to be favorable / supportive . It is recommended for health workers or health students to often conduct health education about the prevention of dengue fever in the rainy season. The point is to increase the frequency and quantity of a good attitude. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever ; Health Education
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KEJADIAN KRAM PADA ATLET FUTSAL Josan Juniardo Saputra; Erlisa Candrawati; Zaky Soewandi Ahmad
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.467 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1504

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasaan seseorang terhadap tidurnya, sehingga orang tersebut tidak merasa lelah, gelisah, lesu, kehitaman di sekitar mata, konjungtiva merah, sakit kepala dan sering juga menguap. Akan tetapi kualitas tidur juga bisa di pengaruhi berbagai faktor yaitu: penyakit, keletihan dan kelelahan, stres psikologis, obat, nutrisi, lingkungan, motivasi, gaya hidup, dan usia.Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelatif untuk dapat mengetahui adanya hubungan antar variabel kategorik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian kram pada atlet futsal di IKAMAS. Populasi penelitian ini yaitu atlet futsal sebanyak 30 orang di IKAMAS Malang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar wawancara dimana peneliti langsung memberikan kuesioner kepada atlet futsal, dan untuk sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan pendekatan yang dipakai dalam proses penelitian ini adalah cross sectional. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar mengalami kejadian kram pada (53,3%) yang mengalami kualitas tidur buruk. Berdasarkan hasil uji spearman rank di dapatkan p value=(0,000) < (0,050) sehingga HI diterima artinya ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian kram pada atlet futsal di IKAMAS. Saran yang dapat di rekomendasikan untuk atlet futsal agar tidak melakukan permainan futsal apabila merasa kesehatan tubuh terganggu karena kualitas tidur buruk seperti sakit kepala, demam pusing, dan merasa lemas. Saran yang dapat di rekomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor kejadian kram seperti warming-up, nutrisi, dan ketahan fisik. ABSTRACT Sleep quality is one's satisfaction with sleep, so that the person does not feel tired, restless, lethargic, blackness around the eyes, red conjunctiva, headache and often also evaporates. However, the quality of sleep can also be influenced by a variety of factors, namely: disease, fatigue and fatigue, psychological stress, medication, nutrition, environment, motivation, lifestyle, and age. This study uses correlative research to determine the relationship between categorical variables. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and the incidence of cramps in futsal athletes at IKAMAS. The population of this study were 30 futsal athletes at IKAMAS Malang. The instrument of this study used questionnaires and interview sheets where the researchers directly gave questionnaires to futsal athletes, and for the sample in this study were 30 people. The sampling technique uses total sampling techniques and the approach used in this research process is cross sectional. The data obtained will be analyzed using the Spearman rank test. The results of this study found that most experienced cramping events in (53.3%) experienced poor sleep quality. Based on the results of the Spearman rank test, get p value = (0.000)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENOPAUSE DENGAN TINGKAT STRESS Maria Theresia Bong; Sri Mudayatiningsih; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.178 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1485

Abstract

Kebanyakan wanita di indonesia tidak mengetahui tentang menopouse, terutama yang berada di pedesaan. Ketidaktahuan itu didasari pandangan yang menganggap menopause itu gejala alami. Wanita yang memasuki masa menopause, tidak jarang merasa dirinya sudah tidak sempurna lagi sebagai seorang wanita. Kondisi ini sering menimbulkan tekanan psikologis dan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan tingkat stress di Desa Hoelea Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik korelasional (corrlational study). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu usia menopause di Desa Hoelea Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Propinsi NTT sebanyak 73 orang (data per bulan Desember 2015), dan teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling yaitu sebanyak 42 orang. Variabel dalam penelitian ini tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dan variabel tingkat stress. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu pearson product moment dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang menopause yaitu sebanyak 26 orang (61,9%) dan tingkat stres hampir seluruh responden dikategorikan stres sedang yaitu sebanyak 35 orang (83,3%). Hasil analisis didapatkan nilai Sig. (signifikan) = 0,025 (p value ≤ 0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan tingkat stres di Desa Hoelea Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuan tentang menopause sehingga bisa memperoleh banyak informasi tentang menopause. ABSTRACT Most women in indonesia do not know abaut menopaus, especislly in rural areas. Ignorance is based on the view that experiencing menopsuse is a natural symptom. Women who are menopausal, not infofrequently feel himself is not perfect anymore as woman. This condition often leads to psychological pressure and stress. The purpose of this study was to determine the relationship batween maternal knowledge level of menopause with stress level in Hoelea Village, Omesuri District, Lembata regency,Eatsn Nusa Tenggara Province. The research design used in this research is correlational analitik design (correnatuonal study). The population in this study were all mothers of menopausal age in Hoelea Village, Omesuri District, Lembata Ragency, NTT Province as many as 37 people (data per Decenber 2015), and sampling technique used is purposive sampling that is as much as 42 people. The variables in this research are mother’s knwoledge level about menopause and variable of stress level. The instrument used is a questionnaire. The data analysis method used is pearson product moment using SPSS 16 program. The result of this research proves that mother levels knowledge about menopause is 26 people (61.9%) and sterss moderate level almost all respondent is categorized as 35 people (83.3%). The result of Sig. (significant) = 0.025 (p value ≤ 0.05), meaning data is significant and H1 accepted, meaning there is relation between maternal knowledge level about menopause with stress level in Hoelea V illage of Omesuri Sub-district of Lembata Regency of East Nusa Tenggara Province. It is hoped that mothers can increase knowledge about menopause so they can get a lot of information about menopause. Keywords: Menopause.,Level of knowledge.,Stress Level