cover
Contact Name
Riinawati
Contact Email
journalantasari@gmail.com
Phone
+6285377799989
Journal Mail Official
riinawati@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Antasari Banjarmasin Jl. Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70237
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 24424048     EISSN : 2808408X     DOI : 10.18592/moe
Core Subject : Education,
Management of Education adalah jurnal Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Management of Education terbit berkala enam bulan sekali (bulan Februari dan Agustus), sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang manajemen, organisasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan Islam
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1: Februari 2015" : 5 Documents clear
KEPEMIMPINAN WANITA DALAM MANAJEMEN KEPENDIDIKAN Halilah, Halilah
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1, No 1: Februari 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.184 KB) | DOI: 10.18592/moe.v1i1.341

Abstract

Leadership of the principal is really crucial to the development of a harmonious teamwork of teachers, staff and students in the school. A good school leadership can influence the work environment to be pleasant and comfortable, the teachers can teach students very well and the student can enjoy their study -that ultimately influence the professional development among teachers. The key to success of a school lies in the efficiency and effectiveness of the appearance of a school principal. Leadership style of women is able to create an effective leadership because women have a special quality to create organizational effectiveness. Keywords: Leadership, Leadership Style, Women's Leadership as a School PrincipalsKepemimpinan seorang kepala sekolah sangat menentukan berkembangnya semangat kerjasama yang harmonis bagi para guru, staf maupun siswa. kepemimpinan kepala sekolah yang baik dapat mempengaruhi suasana kerja yang menyenangkan dan nyaman, para guru dapat menjalankan tugas mengajar dengan baik dan siswa dapat belajar dengan senang dan tertib yang akhirnya berpengaruh terhadap perkembangan profesional diantara guru. Kunci keberhasilan suatu sekolah pada hakikatnya terletak pada efisiensi dan efektivitas penampilan seorang kepala sekolah. Gaya kepemimpinan kepala sekolah wanita mampu mewujudkan kepemimpinan yang efektif karena wanita mempunyai keunggulan dalam memerankan dan menciptakan efektivitas organisasi.Kata Kunci: Kepemimpinan, Gaya Kepemimpinan, Kepemimpinan Kepala Sekolah Wanita
FAKTOR DAN INDIKATOR MUTU PENDIDIKAN ISLAM Mubarak, faisal
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1, No 1: Februari 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.907 KB) | DOI: 10.18592/moe.v1i1.342

Abstract

Mutu pendidikan adalah kemampuan sekolah dalam pengelolaan secara operasional dan efisien terhadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma/standar yang berlaku.Manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah adalah suatu metode peningkatan mutu yang bertumpu pada pendidikan sekolah itu sendiri, mengaplikasikan sekumpulan teknik, mendasarkan pada ketersedian data kuantitatif dan kualitatif, dan pemberdayaan semua komponen sekolah untuk secara berkesinambungan meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasi sekolah guna memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat.Penerapan manajemen mutu terpadu berarti pula adanya kebebasan untuk berpendapat. Kebebasan berpendapat akan menciptakan iklim yang dialogis antara siswa dan guru, antara siswa dan kepala madrash, singkatnya adalah kebebasan berpendapat dan keterbukaan antara seluruh warga madrasah. Pentransferan ilmu tidak lagi bersifat satu arah, akan tetapi melibutkan siswa hingga terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan guru.Kata Kunci: Manajemen, Mutu dan Pendidikan
IMPLEMENTASI CLASS ROOM ACTION RESEARCH (PTK) PASCA SERTIFIKASI GURU-GURU PAIS PADA MAN SE-KOTA BANJARMASIN Masyithah, Masyithah
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1, No 1: Februari 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.496 KB) | DOI: 10.18592/moe.v1i1.343

Abstract

Implementasi PTK bagi guru-guru PAIS pasca sertifikasi bagi guru guru di MAN Kota Banjarmasin tercatat dari 23 orang hanya satu orang guru yang mengimplementasikan PTK yakni guru mata pelajaran SKI pada MAN 3 Banjarmasin. Bentuk Implementasi dari satu orang guru tersebut adalah PTK dengan model: Kurt lewin terdiri dari empat komponen, yaitu: a) perencanaan (planning), b) tindakan (acting), c) pengamatan (observing), dan d) refleksi (reflecting). Tahap-tahap tersebut yang membentuk satu siklus, dapat dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi ulang berdasarkan hasil yang dicapai pada siklus sebelumnya.Kendala yang dihadapi pada Implementasi PTK bagi guru-guru PAIS pasca sertifikasi yakni belum ada kesempatan melaksanakan PTK karena terbentur waktu beban mengajar sebanyak 24 jam dalam seminggu. Belum menjadi syarat dan kewajiban bagi kenaikan pangkat dan pencairan tunjangan profesi. Adanya kesulitan PTK mengingat pengalaman teori yang diperoleh saat PLPG hanya 6 jam itupun baru sampai sebatas menyusun proposal dan belum pernah ke tahap praktik yang sesungguhnya. Belum adanya insentif dana yang mendukung untuk melakukan PTK. Belum adanya tindak lanjut pelatihan dan pembinaan guru dalam bentuk PTK pasca sertifikasi oleh pihak pengambil kebijakan dalam hal ini Kementerian Agama Repuplik Indonesia.Kata Kunci: Implementasi, Action, Research, dan Kendala
MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT PADA SMAN 7 KOTA BANJARMASIN Manaf, Abdul
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1, No 1: Februari 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.478 KB) | DOI: 10.18592/moe.v1i1.344

Abstract

Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat di SMAN 7 Kota Banjarmasin dapat terlihat dari dari indikator yakni: Pertama, Jenis-jenis hubungan sekolah dengan masyarakat yang terdiri dari: Hubungan edukatif yang dijalin dengan membentuk komite madrasah dan terus menerus melakukan pertemuan antara pihak sekolah dengan para orangtua siswa dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Hubungan kultural dibina dengan cara menyesuaikan sebagian pendidikan yang diberikan pihak sekolah kepada siswa pada sebagian kegiatan ekstrakurikuler dan muatan lokal disesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar seperti musik panting tari tradisional Banjar peragaan busana lokal dan nasional, mengundang masyarakat menghadiri acara di sekolah pada hari-hari besar keagamaan, dan ikut bela sungkawa bagi masyarakat yang mengalami musibah. Hubungan institusional yang dilakukan oleh SMAN 7 Kota Banjarmasin dengan instansi yaitu dengan pihak BNN, kepolisian dan puskesmas, Kemenag, perbankan Kediknas, Kecamatan, maupun hubungan antar sekolah tidak terkecuali perguruan tinggi. Kedua, Teknik-teknik hubungan sekolah dengan masyarakat terdiri dari: Teknik tertulis yang digunakan SMAN 7 Kota Banjarmasin yaitu dengan pamflet. Teknik lisan yang digunakan SMAN 7 Kota Banjarmasin yaitu kunjungan rumah, panggilan orangtua, dan pertemuan. Teknik peragaan yaitu dengan menampilkan keterampilan siswa. Teknik elektronik yang digunakan yaitu telepon dan internet. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat di SMAN 7 Kota Banjarmasin, yaitu tenaga pelaksana, media informasi dan lingkungan.Kata Kunci: Manajemen, Hubungan, Jenis, Teknik dan Faktor
PENDIDIKAN ISLAM DI PAKISTAN Surawardi, Surawardi
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1, No 1: Februari 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.747 KB) | DOI: 10.18592/moe.v1i1.345

Abstract

Kebijakan pendidikan antara Pakistan dan Indonesia hampir sama yakni menjadikan pendidikan wajib belajar bagi warga negaranya. Hanya saja Pakistan wajib belajarnya hingga tingkat SLTA sementara di Indonesia hanya sampai tingkat SLTP. Sementara lembaga pendidikan yang terdapat di Pakistan dan Indonesia juga hampir sama yakni adanya lembaga pendidikan Umum dan Agama/Madrasah serta sekolah tinggi/universitas baik umum dan keagamaan.Problematika pendidikan yang terjadi di Pakistan adalah adanya senyalemen yang mengindentifikasikan sebagian lembaga pendidikan Agama/Madrasah yang terlibat dalam gerakan teroris. Sementara di Indonesia juga ada terendus isu yang mengidentifikasikan hal yang serupa sebagaimana yang terjadi di Pakistan. Problematika lainnya yang hampir sama dengan di Indonesia adalah masih banyaknya anak putus sekolah di Pakistan demikian pula halnya dengan di Indonesia, padahal ada undang-undang yang mengatur wajib belajar bagi anak-anak namun pihak negara belum banyak berbuat untuk melayani amanat undang undang tersebut terbukti tidak adanya punishment bagi orang tua yang tidak melaksanakan wajib belajar sebagaimana yang diamanatkan oleh masing-masing undang-undang wajib belajar baik di Pakistan dan demikian pula di Indonesia.Penanganan pendidikan umum dan agama di Pakistan dan Indonesia juga hampir sama yakni pemerintah, swasta dan LSM. Akan tetapi pendidikan perempuan tentu saja di Indonesia lebih baik jika dibandingkan dengan yang dilakukan oleh pemerintahan Pakistan.Kata Kunci: Pendidikan, Kebijakan, Belajar dan Problematika

Page 1 of 1 | Total Record : 5