cover
Contact Name
Riinawati
Contact Email
journalantasari@gmail.com
Phone
+6285377799989
Journal Mail Official
riinawati@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Antasari Banjarmasin Jl. Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70237
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 24424048     EISSN : 2808408X     DOI : 10.18592/moe
Core Subject : Education,
Management of Education adalah jurnal Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Management of Education terbit berkala enam bulan sekali (bulan Februari dan Agustus), sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang manajemen, organisasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan Islam
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: Februari 2020" : 8 Documents clear
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF INTERDISIPLINER Jayadi, Usman
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.164 KB) | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5465

Abstract

Technological progress will have an impact on social changes in society. Along with these advances, the challenges of leadership has also changed in the face of these technological changes. This study tried to examine various literatures related to leadership, politics and technological challenges in an effort to find the problems of the study to be discussed. Then the findings were as follows; First, leadership from a sociological perspective is leadership that faces challenges in accordance with technological developments. To deal with it, then as a leader it is necessary to implement the AGIL system by holding principles in Islam. Second, leadership from a political perspective is a leader who has challenges with individuals, institutions, organizations, parties and other institutions so that in facing these challenges, all leaders need to prepare themselves to face the challenges of these requirements and compete in a healthy manner without expecting outside help or political money.
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU DI MTS NEGERI 2 BANJARMASIN Ansari, Adi
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.562 KB) | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5467

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan penerapan manajemen mutu terpadu pendidikan di MTs Negeri 2 Banjarmasin dengan fokus pada pelanggan, keterlibatan total, pengukuran, komitmen, dan perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan teori Jerome S. Arcaro. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kegiatan observasi, dokumentasi dan wawancara di MTs Negeri 2 Banjarmasin. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah: data reduction, data display, dan conclusion/verification). Hasil penelitian ini diperoleh gambaran bahwa:1) Penerapan manajemen mutu pada fokus pada pelanggan sudah berjalan dengan baik baik, karena madrasah tidak hanya melibatkan pihak internal dalam setiap prosesnya tetapi juga melibatkan pihak eksternal. 2) Penerapan manajemen mutu pada keterlibatan total sudah berjalan dengan baik dengan adanya MGMP, dibawah bimbingan kepala madrasah, dibinanya kerjasama antara guru dan siswa diluar jam pelajaran. 3) Penerapan manajemen mutu terpadu pada pengukuran sudah berjalan dengan baik dengan mempunyai struktur organisasi yang mengandung kontrol, dan adanya rapat evaluasi. 4) Penerapan manajemen mutu terpadu pada membangun dan menjaga komitmen sudah berjalan dengan baik dengan selalu diadakannya rapat koordinasi, memberikan reward kepada guru pembimbing dan pelatih serta siswa yang memenangkan lomba. 5) Penerapan manajemen mutu pada perbaikan berkelanjutan juga sudah berjalan dengan baik dengan selalu diadakannya supervisi, serta adanya workshop dan pelatihan-pelatihan.
MANAJEMEN PEMANFAATAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN Susilawati, Erni
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.735 KB) | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5468

Abstract

This study aimed at finding out management of the use of facilities and infrastructure in learning, obstacles and the solutions in Elementary School of 25 Betung. This research used a qualitative method. Subject in this study was the principal, teachers, infrastructure coordinator, school committee and supervisor. Technique of collecting data employed observation, interview and documentation. The technique of data validity used triangulation of methods and sources. Data analysis techniques used interactive model. The management of learning facilities and infrastructure is utilized through planning, implementing and controlling facilities and infrastructure. The obstacles are the storage area requires funds for expansion and repair, and a lack of administrative personnel, especially for the management of facilities and infrastructure. Solving budget problems by optimizing the limited personnel is to be more observant in determining the priority scale according to the existing budget, then involving existing personnel in formal courses or training.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMANAJEMEN KURIKULUM TENAGA PENDIDIK DI KOTA MADIUN Karoso, Subianto
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.867 KB) | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5469

Abstract

Curriculum is defined as the subjects taught in schools, or it can also be interpreted that the curriculum is a teaching plan that will be addressed to students. The ability to manage the curriculum is a process carried out by someone where he organizes and organizes all activities in the school, one of which is learning. However good the implementation of learning, it depends on the educator himself who is the giver of lessons or knowledge. The results showed that the leadership of the madrasah principal in improving the ability of curriculum management by educators in Madiun City had a democratic leadership style and had the roles of educator, leader, innovator, motivator, administrator and supervisor. The stages in curriculum management include curriculum planning, curriculum implementation and curriculum evaluation.
EVALUASI PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Azis, S.Pd.I, Abdul
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.148 KB) | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5470

Abstract

Tujuan penelitian ini:  1) Mengetahui pelaksanaan Manajemen  Berbasis Sekolah-Sekolah   Dasar (MBS-SD) di SDN Mantimin 2 Kec. Batumandi; 2) Mengadakan  evaluasi  pelaksanaan  MBS-SD  di  SDN Mantimin 2 Kec. Batumandi dengan model CIPP(Context, Input, Process, and Product). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian  ini termasuk  jenis  penelitian  evaluasi  sumatif.  Objek penelitian   meliputi: manajemen kurikulum   dan pembelajaran berbasis sekolah, manajemen   peserta   didik   berbasis   sekolah,  manajemen   pendidik   dan   tenaga kependidikan  berbasis  sekolah,  manajemen  sarana  dan  prasarana  berbasis  sekolah, manajemen   pembiayaan   berbasis   sekolah,   manajemen   hubungan   sekolah   dan masyarakat  berbasis  sekolah,  dan  budaya  dan  lingkungan  berbasis  sekolah, sesuai buku Panduan Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Buku IV dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Tahun 2013 dengan menggunakan model CIPP. Populasi penelitian adalah semua guru yang terkait dengan pelaksanaan MBS di Sekolah Dasar Negeri Mantimin 2 Kecamatan Batumandi.  Teknik sampling menggunakan  teknik  “purposive sampling”    berjumlah  15  orang  guru termasuk  Kepala  Sekolah.  Penelitian  menggunakan  angket,  teknik  observasi,  danwawancara terhadap responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan MBS di SDN Mantimin 2 Kec. Batumandi secara umum manajemen MBS berjalan dengan efektif/baik dengan skor sebesar 1277 point dengan nilai 76,01%. Masih perlu ditingkatkan   pelaksanaan   manajemen   untuk pengelolaan   pendidik   dan   tenaga kependidikan, pengelolaan sarana dan prasarana dan manajemen pembiayaan berbasis sekolah.
PENERAPAN TEKNIK WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBUATAN MEDIA PROYEKSI POWER POINT DI SLB PAB PAYAKUMBUH Syaflinda, Syaflinda
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5711

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SLB PAB Kota Payakumbuh pada semester ganjil  tahun pelajaran 2019/2020 untuk mendeskripsikan  Penerapan Teknik Workshop Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembuatan Media Proyeksi Power Point Di SLB PAB Payakumbuh. Media proyeksi power point adalah media pembelajaran berbasis TIK yang dapat digunakan untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran karena dapat diisi dengan media gambar, vidio dan animasi. Temuan pada penelitian di SLB PAB Payakumbuh  yaitu terjadi peningkatan kompetensi pedagogik guru secara perorangan dari kegiatan pra siklus 61,6 % menjadi 72,5 % pada siklus I dan 82,5 % pada siklus II.Selain itu, penguasaan komponen media proyeksi power point juga mengalami peningkatan dari 61,6 % pada kegiatan pra siklus menjadi 76,2 % pada siklus I dan mengalami peningkatan signifikan yaitu 87,2 % pada siklus II.Berdasarkan data yang diperoleh , dapat disimpulkan bahwa tekhnik workshop sesuai untuk diterapkan dalam pembuatan media proyeksi power point karena dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SLB PAB Payakumbuh.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BLENDID LEARNING PADA PEMBELAJARAN MEMAHAMI PERKEMBANGAN TUBUH REMAJA DI KELAS VII SMP 9 PAYAKUMBUH TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Rahmadri, Rahmadri
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5712

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 9 Payakumbuh untuk mendeskripsikan  Meningkatkan Hasil Belajar PJOK Peserta Didik Melalui Pembelajaran Blendid Learning pada Pembelajaran Memahami Perkembangan Tubuh Remaja di Kelas VII SMP 9 Payakumbuh Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian terdiri dari empat komponen yaitu 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan 3) observasi dan 4) refleksi tindakan. Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Blended Learning dilakukan dalam tahapan pembelajaran yaitupencarian informasi secara online maupun offline dengan berdasarkan pada relevansi, validitas, realibilitas konten dan kejelasan akademis, menemukan, memahami, dan mengkonfrontasikan ide atau gagasan, menginterpretasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang telah dicari dari berbagai sumber, mengkomunikasikan ide atau gagasan hasil interpretasinya menggunakan fasilitas online atau offline, mengkontruksikan pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi dari hasil analisis Hasil pembelajaran PJOK  siswa meningkat yaitu dari rata rata perolehan  pra siklus 62,34 meningkat menjadi 79,06 pada siklus I menjadi 84,06 pada siklus II.Sedangkan tingkat ketuntasan meningkat dari 34 % pada pra siklus, menjadi 59%  pada siklus I lalu meningkat lagi menjadi 94 %. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Model Blended Learning sesuai diterapkan pada pembelajaran PJOK  karena dapat meningkatkan hasil belajar materi perkembangan tubuh remaja khususnya di kelas VII SMPN 9 Payakumbuh.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BLENDID LEARNING PADA PEMBELAJARAN MEMAHAMI PERKEMBANGAN TUBUH REMAJA DI KELAS VII SMP 9 PAYAKUMBUH TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Rahmadri, Rahmadri
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5713

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 9 Payakumbuh untuk mendeskripsikan  Meningkatkan Hasil Belajar PJOK Peserta Didik Melalui Pembelajaran Blendid Learning pada Pembelajaran Memahami Perkembangan Tubuh Remaja di Kelas VII SMP 9 Payakumbuh Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian terdiri dari empat komponen yaitu 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan 3) observasi dan 4) refleksi tindakan. Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Blended Learning dilakukan dalam tahapan pembelajaran yaitupencarian informasi secara online maupun offline dengan berdasarkan pada relevansi, validitas, realibilitas konten dan kejelasan akademis, menemukan, memahami, dan mengkonfrontasikan ide atau gagasan, menginterpretasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang telah dicari dari berbagai sumber, mengkomunikasikan ide atau gagasan hasil interpretasinya menggunakan fasilitas online atau offline, mengkontruksikan pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi dari hasil analisis Hasil pembelajaran PJOK  siswa meningkat yaitu dari rata rata perolehan  pra siklus 62,34 meningkat menjadi 79,06 pada siklus I menjadi 84,06 pada siklus II.Sedangkan tingkat ketuntasan meningkat dari 34 % pada pra siklus, menjadi 59%  pada siklus I lalu meningkat lagi menjadi 94 %. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Model Blended Learning sesuai diterapkan pada pembelajaran PJOK  karena dapat meningkatkan hasil belajar materi perkembangan tubuh remaja khususnya di kelas VII SMPN 9 Payakumbuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 8