cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Equilibrium
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 02165287     EISSN : 26145839     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal EQUILIBRIUM merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Eonomi FKIP Universitas Kuningan yang memuat karya tulis dan penelitian ilmiah dosen dan mahasiswa dibidang ilmu kependidikan dan Ekonomi. Jurnal EQUILIBRIUM terbit setiap 6 bulan sekali yaitu edisi Januari dan Juli Jurnal EQUILIBRIUM ini sudah memiliki ISSN No. 0216-5287(cetak) dan ISSN 2614-5839 (online).
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi" : 9 Documents clear
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISWA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI (Survey Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 3 Kuningan) Novi Satria Pradja; Suwardi Suwardi
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1002

Abstract

AbstractBackground of this research is less motivation continue education to college on students class XII in SMK Negeri 3 Kuningan, Brebes, Central Java. it shows the data graduate students which are show that graduate in SMK Negeri 3 Kuningan only 17% to continue college. the aim this research is knows the effect between variable X1 (Condition of parent’s economic social) and vriable X2 (achievement   of students learning) on variable Y (motivation continue education to college)Method used in this research is survey method and type and type this research used is correlation research.  population in this research is student in class XII total 320 students with total of sample are 165 sample. collecting data technique used is questionnaire with likert scale 5 option. data analysis uses path analysis with help IBM SPSS stastistic 20 program.The base of collecting data are as follows: 1) there is a positive influence and significant condition of parent’s social economic to achievement of students learning. 2) there are a positive influence and significant  condition of parent’s social economic to college. 3) there are a positive influence and significant  achievment of students learning to continue college.Suggestion for students so not only rely on cost from their parents to buy study facility and cost school to support study achievement and improve  motivation to continue college . then, to next research because this research limited to condition variable of parent’s social economic and achievement students learning which influence a motivation to continue college. so, expected  to analyzing about motivation to continue college seen from others factor like are intellectual intelligence, interest to learn, etc. Key words: condition of parent’s social economic, achievement of students learning, and motivation to continue college
KINERJA PEMASARAN PADA UKM MEBEL DI KABUPATEN KUNINGAN Iskandar -; Putri Yunita Aprillianita; Micita Sani; Riki Irawan; Siti Hamidah
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1070

Abstract

Masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah menurunnya kinerja pemasaran perusahaan-perusahaan UKM Mebel di Kabupaten Kuningan. Untuk bisa mengatasi masalah ini, maka perlu diketahui faktor-faktor penyebabnya. Telaah pustaka menunjukkan bahwa kinerja pemasaran ini dipengaruhi secara langsung oleh keunggulan bersaing. Sementara keunggulan bersaing dipengaruhi oleh perilaku kewirausahaan, adaptabilitas lingkungan, kualitas aset stratejik, dan orientasi pasar. Oleh karena itu, penelitian ini ingin menguji keterkaitan kelima variabel tersebut, untuk kemudian mencari solusi bagi permasalahan penurunan kinerja pemasaran di atas. Penelitian dilakukan terhadap 82 perusahaan sebagai  sampel terpilih dari populasi sejumlah 103 perusahaan. Data diperoleh dari angket yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya keunggulan bersaing merupakan faktor utama yang menyebabkan menurunnya kinerja pemasaran perusahaan-perusahaan mebel di Kabupaten Kuningan. Sementara itu, lemahnya keunggulan bersaing disebabkan oleh lemahnya adaptabilitas lingkungan, orientasi pasar, kualitas aset stratejik, dan perilaku kewirausahaan mereka. Berdasarkan temuan penelitian ini, maka untuk meningkatkan kinerja pemasaran mereka direkomendasikan untuk: meningkatkan inovasi produk sehinga tidak kalah oleh pesaing, pantau dan perhatikan produk pesaing, sering-seringlah ikut pameran untuk menambah wawasan dan mengasah kreativitas, perbaiki hubungan dengan penyalur, ikutilah pelatihan-pelatihan marketing, serta  perluas jejaring untuk meningkatkan kapabilitas organisasi.
PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) & PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII di SMPN 3 Kuningan dalam Materi IPS Kompetensi Dasar Ekonomi) Cucu Suhartini; Asep Subakti
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1036

Abstract

AbstrakMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang belum menunjukkan hasil yang maksimal, hal ini ditunjukkan dengan nilai Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil kelas VIII tahun pelajaran 2015/2016, masih ada siswa yang memperoleh nilai di bawah Standar Kelulusan Minimal.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem Solving. 2). Untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem Solving.Metode yang digunakan adalah control group pretest-posttest design. Dimana yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Kuningan, dengan mengambil kelas VIII D yang berjumlah 28 sebagai kelas eksperimen 1 yang menggunakan model pembelajaran STAD dan kelas VIII B yang berjumlah 30  sebagai kelas eksperimen 2 yang menggunakan model pembelajaran problem Solving.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis, diperoleh hasil sebagai berikut : Pertama, tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada tes awal. Kedua, setelah pembelajaran berlangsung dengan mendapatkan perlakuan diperoleh hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Student Team Achievment Division (STAD) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Ketiga, peningkatan (N-Gain) hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Student Team Achievment Division (STAD) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran Problem Solving.  Kata kunci : Student Team Achievment Division (STAD),Problem Solving, Hasil Belajar Siswa
STUDI KOMPARATIF PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN ROUND TABLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi Komparatif Pada Mata Pelajaran Ekonomi di Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kuningan) Pupu Saeful Rahmat
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1071

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah proses pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Together (NHT) dan Round Table pada dua kelas eksperimen yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Dalam penelitian ini subjek terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 1 ( kelas eksperimen yang menggunakan tipe NHT) dan kelas XI IPS 2 ( kelas eksperimen yang menggunakan tipe round table). Pengumpulan data dilakukan dengan tes pilihan ganda. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan uji normalitas, homogenitas dan N-gain dengan uji t guna mendapatkan nilai perbedaan kedua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang signifikan antara tipe pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan tipe pembelajaran Round Table. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar dengan menggunakan kedua Tipe tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tetapi dari hasil penelitian tersebut dinyatakan bahwa tipe Round Table lebih sesuai diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Sehingga Tipe round table dinyatakan efektif dan dapat digunakan sebagai alternatif metode pembelajaran.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis  siswa, Tipe Numbered Heads Together (NHT, tipe Round Table. 
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBASIS MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Kuningan) Iin Sunarti; Nita Ristiani
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1037

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir kritis mencerminkan kemampuan untuk membuat suatu penilaian yang rasional atau beralasan. Biasanya menggunakan kriteria untuk menilai suatu kualitas sesuatu, produk ide atau gagasan. Jadi, intinya adalah tatakrama berpikir yang digunakan seseorang untuk mengukur atau menilai valididtas/kebenaran sesuatu seperti pernyataan , kisah, argument, penelitian dan lain-lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kritis antara kelas yang menggunakan Model pembelajaran PBL berbasis Mind Mapping dengan kelas yang menggunakan Metode Ceramah, dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berfikir kritis antara kelas yang menggunakan Model pembelajaran PBL berbasis Mind Mapping dengan kelas yang menggunakan Metode Ceramah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan subyek penelitian siswa kelas VIII A dan kelas VIII B dengan jumlah 80 siswa. Dengan tehnik pengumpulan data melalui tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas ekserimen dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving berbasis Mind Mapping sebesar 75,75 sementara untuk kelas kontrol dengan metode pembelajaran ceramah 65,87. Dengan pengujian kesamaan dua rata-rata (uji t) dari hasil postest diperoleh thitung=5,1050 ttabel =1,9908 ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan dk= 78, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil postest antara kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving berbasis Mind Mapping dengan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran ceramah. Selanjutnya hasil uji N-gain menunjukkan t hitung(3,2508) t tabel (1,9908).    dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan (gain) kemampuan berpikir kritis kelas ekperimen dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving berbasis Mind Mapping dengan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran ceramah.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan diatas, model pembelajaran Problem Solving berbasis Mind Mapping lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan metode pembelajaran ceramah.
PENGARUH MODERNITAS INDIVIDU DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP PADA SISWA SMK BISNIS DAN MANAJEMEN TERAKREDITASI ADI KOTA BANDUNG Entin Jumantini
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1072

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh modernitas individu dan lingkungan sosial terhadap gaya hidup siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey, sedangkan teknis analisis yang digunakan adalah analisis model persamaan structural. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi sasaran yaitu siswa pada 12 SMK Bisnis dan Manajemen yang terakreditasi A di Kota Bandung. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik proportionale random samplinguntuk menentukan jumlah siswa yang menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernitas individu dan lingkungan social berpengaruh positif terhadap gaya hidup. Kesimpulannya bahwa tinggi rendahnya gaya hidup dipengaruhi oleh modernitas individu dan lingkungan sosial.Kata Kunci : modernitas individu, lingkungan sosial, gaya hidup
TINGKAT RESILIENSI SISWA (Analisis Pengaruh Lingkungan Keluarga, Teman Sebaya, Kecakapan Sosial dan Kemandirian Belajar terhadap Resiliensi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi) Agie Hanggara; Ade Titih Amiati
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1068

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya tingkat resiliensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Kuningan, Jawa Barat. Hal tersebut ditunjukan oleh perilaku mahasiswa yang tidak percaya dengan kemampuan diri sehingga memilih untuk mencontek saat mengerjakan tugas dan ujian. Aktivitas yang menjadi rutinitas mahasiswa adalah menyalin tugas temannya karena banyaknya tugas pada setiap matakuliah, terlebih ketika mahasiswa tidak menyiapkan tugas yang seharusnya di presentasikan mereka menunda tugasnya sampai pertemuan berikutnya atau bahkan tidak hadir pada pertemuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya, kecakapan sosial dan kemandirian belajar terhadap tingkat resiliensi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Pendidikan Ekonomi sebanyak 108 dan keseluruhannya dijadikan sampel (total sampel). Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan path analys (analisis jalur). Dari hasil penelitian, diketahui bahwa : Terdapat pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan teman sebaya terhadap kecakapan sosial mahasiswa; Terdapat pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya dan kecakapan sosial terhadap kemandirian belajar mahasiswa; Terdapat pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya, kecakapan sosial dan kemandirian belajar terhadap resiliensi mahasiswa.Kata Kunci : Lingkungan Keluarga, Lingkungan Teman Sebaya, Kecakapan Sosial, Kemandirian Belajar, Resiliensi.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF (Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Tingkat II Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Kuningan) Yeyen Suryani; Cucu Suhartini
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1074

Abstract

AbstrakMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada mata kuliah pengantar ilmu ekonomitingkat II di program studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas kuningan. Kemampuan berfikir kreatif mahasiswa masih rendah karena jarang sekali mahasiswa menjawab pertanyaan dengan pemikiran yang kreatif.Kebanyakan mahasiswa mengisi jawaban hanya terpaku pada materi di buku saja yang telah mereka hafalkan di rumah. Pembelajaran yang baik itu bukan hafalan tetapi pemahaman, pemahaman itu lebih menekankan pada proses mengerti bagaimana materi tersebut dipelajari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tidak terdapat perbedaan motivasi belajar baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol pada pengukuran awal, untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan berpikir kreatif pada pengukuran awal dengan pengukuran akhir pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL), untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan berfikir kreatif pada pengukuran awal dengan pengukuran akhir pada kelas kontrol yang menggunakan model discovery learning, untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan berfikir kreatif dalam pengukuran akhir antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan kelas kontrol yang menggunakan modeldiscovery learning.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan padapretestantara kelas eksperimen dengan kelas kontrol sebelum pembelajaran. Sedangkan setelah pembelajaran terdapat perbedaan hasil posttest pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Adapun peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dapat dilihat dari nilai gain kelas eksperimen sebesar 0,50 dan kelas kontrol sebesar 0,21. Hal tersebut berarti terdapat gain (pretest dan posttest) pembelajaran pada kemampuan berpikir kreatif mahasiswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari bukti diatas, dapat disimpulkan bahwa modelProblem Based Learning(PBL) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi dosen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.Kata Kunci : Model Problem Based Learning, Motivasi Belajar, Berfikir Kreatif
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING CHIPS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA (Studi Quasi Eksperimen Pada Siswa Kelas X Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Garawangi) Iyan Setiawan; Andriana Andriana
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 15, No 01 (2018): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v15i01.1069

Abstract

Abstrak                                           Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep siswa yang diindikasikan dengan rendahnya kemampuan siswa untuk menerangkan secara verbal mengenai apa yang telah dicapainya, sehingga tidak mampu menerapkan hubungan antara konsep dengan kenyataan.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dengan siswa yang mendapatkan metode ceramah setelah perlakuan (posttest) di SMA Negeri 1 Garawangi, (2) mendeskripsikan perbedaan peningkatan (gain) pemahaman konsep siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dengan yang mendapatkan metode ceramah di SMA Negeri 1 Garawangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen dengan memakai desain “nonequivalen control group design” yang dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Negeri 1 Garawangi yang terdiri dari kelas Eksperimen (X IPS 2)  dan kelas Kontrol (X IPS 3) sebagai subjek penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dengan yang mendapatkan metode ceramah setelah perlakuan (posttest), (2) terdapat perbedaan peningkatan (gain) pemahaman konsep siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dengan yang mendapatkan metode ceramah.Berdasarkan temuan tersebut saran yang dapat dibeikan diantaranya : Dalam perencanaan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips, guru mampu mempersiapkan dengan baik, agar penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips dapat berjalan dengan efektif sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Guru mampu berperan sebagai faslitator dan motivatir. Dalam penerapan model pembelajaran Talking Chips guru mampu menyesuaikan dengan kemampuan siswa.Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Talking Chips, Pemahaman Konsep.

Page 1 of 1 | Total Record : 9