cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Spektra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya" : 14 Documents clear
ANALISIS TERMAL DAN STRUKTUR NANO KOMPOSIT DENGAN BAHAN PENGISI NANO PARTIKEL ABU SEKAM PADI Ginting, Eva Marlina
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini  untuk membuat nano komposit serta menentukan sifat termal  dan  struktur  . Metode yang dilakukan dengan cara nano partikel  abu sekam padi di campur  dengan HDPE dan  kompatibeliser PE-g-MA , dengan variasi komposisi (2,4,6,8,10) % berat dengan alat internal mixer laboplastomil pada suhu 150 0C dengan laju 60 rpm selama 10 menit  . Hasil nano komposit dikarakterisasi sifat termal dan struktur .Hasil  analisa termal DSC ada perubahan suhu leleh dengan penambahan komposisi nono abu sekam padi namun tidak terlalu signifikan . Dari analisis TGA terlihat terjadinya stabilitas termal dengan panambahan komposisi abu sekam padi dimana suhu dekomposisinya diatas 600 o C . analisis xrd secara umum mengikuti pola difraksi HDPE , namun  terjadi interkalasi antara matrik HDPE dengan nano abu sekam padi dengan adanya penambahan sehingga terjadi pergeseran intensitas dan sudut difraksi.Kata Kunci : Abu Sekam Padi , Analisis  ,XRD ,Termal , ABSTRACTThe purpose of this research is to create nano composites and determine thermal properties and structure. The method is performed ways nano rice husk ash particles blend with HDPE and compatibelizer PE-g-MA, with variations in composition (2,4,6,8,10)% by weight with laboplastomil internal mixer at a temperature of 1500C at a rate of 60 rpm for 10 minutes. Results of nano composites characterized thermal properties and structure.The Results of thermal analysis DSC melting temperature of any changes with the addition of rice husk ash composition nono but not too significant. TGA analysis looks occurrence of thermal stability with the addition of rice husk ash composition wherein the decomposition temperature above 600° C. XRD analysis generally follows the pattern of diffraction HDPE, but there intercalates between the matrix of HDPE with nano rice husk ash with the addition that a shift in the intensity and angle of diffraction.Keywords:  Rice Husk Ash , analysis, XRD, Thermal
APLIKASI PEMANFAATAN CITRA SATELIT LANDSAT UNTUK MENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN LAHAN KRITIS DI KOTA MEDAN DAN SEKITARNYA Yanti, Jeddah; Tampubolon, Togi
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 5 TM dan Landsat 8 OLI dengan tujuan untuk mengidentifikasi perubahan vegetasi, suhu permukaan, lahan kritis pada yahun 1989 – 2014 di Kota Medan dan sekitarnya 03°3800" Lintang Utara dan 98°3800" Bujur Timur. Pengidentifikasian dilakukan dengan menentukan paramater lahan kritis yakni forest canopy density, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi dan manajemen lahan dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat 5 TM dan Landsat 8 OLI Path 129 Row 57, Data ASTER GDEM N03E98, N03E99, N04E98, peta curah hujan, peta jenis tanah, dan peta land use. Metode penelitian metode overlay (tumpang susun). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat kekritisan lahan di Kota Medan pada tahun 1989 sebesar 0.0002221% dengan luas 0.45 ha dan pada tahun 2014 sebesar 0.277188 % dengan luas 562.95 ha. Hal ini menunjukkan kerusakan lahan di Kota Medan mengalami peningkatan sehingga perlu dilakukannya reboisasi.Katakunci: Lahan kritis, Landsat 5 TM, Landsat 8 OLI, forest kanopy density, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi AbstractResearch has been done by using satellite images Landsat 5 TM and Landsat 8 OLI for the purpose to identify vegetation index, land surface temperature, and critical land in Medan coastal,  latitude 03°3800" N and longitude 98°3000" E. The identification of critical land is done by determining parameter of critical land, forest canopy density, slope, level of erosion, management of land by utilizing the data of satellite imagery Landsat 8 OLI and Landsat 5 TM Path 129 Row 57, Data ASTER GDEM N03E98, N03E99, N04E98, map of rainfall, map of soli type, and map of land use. The research method of identifying critical land with the overlay method (overlaying). The results showed increasing level of critical land in Medan coastal on 1989 to 0.000222098% dengan luas 0.45 ha and 2014 to 0.2771 % with an area of 562.95 ha. This shows the damage of land in Medan coastal increased and it needs to be reforestation.Keywords: Critical Land, Landsat 5 TM, Landsat 8 OLI, forest canopy density, slope, level of erosion 
KARAKTERISASI OPTIK DAN STRUKTUR KRISTAL LiTaO3 PADA SUBSTRAT SILIKON [Si(111)] TIPE-n/n+ Sani, Yulia; Ukhtiningsih, Ira; Herawan, Bambang; Maddu, Akhiruddin; Irzaman, -
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah berhasil dibuat film LiTaO3 pada substrat silikon [Si(111)] tipe-n/n+ dengan variasi suhu annealing selama 8 jam pada suhu  600 oC, dan 625 oC. Metode yang digunakan yaitu Chemical Solution Deposition (CSD) dengan spin coating berkecepatan putar 3000 rpm selama 30 detik dalam kelarutan 1 M. Analisis energi band gap menggunakan metode Tauc Plot diperoleh hasil nilai  2.58 dan 2.57 eV. Hasil analisis XRD untuk film LiTaO3 pada suhu annealing 600 0C menunjukkan bahwa struktur kristalnya membentuk hexagonal dengan parameter kisi a=b=5.199Å dan c=13.890Å . Hasil uji optiknya dapat mengabsorbsi spektrum Inframerah dekat dengan transisi tidak langsung, dan termasuk material semikonduktor.Kata kunci : Energi gap, LiTaO3, sifat optik, silikon tipe n/n+, XRD AbstractLiTaO3 films had been successfully deposited on the substrate of n/n+-type Silicon [Si(111)] wich temperature variant for 8 hours at temperature of 600 oC, and 625 oC. The method can be used Chemical Solution Deposition (CSD) and spin coating with rotational speed 3000 rpm for 30 seconds and 1 M solubility. Analysis of the band gap energy using Tauc Plot method produce results of 2.58 eV and 2.57 eV. The result of XRD Crystal structure analysis showed that LiTaO3 film annealed at 600 oC show a hexagonal structure  with lattice parameters of a = b = 5.199Å and c = 13.890Å. The result of optical characterization has shown that LiTaO3 can absorb near infrared spectrum through indirect transition and indicates that LiTaO3 films is semiconductor  materials.Keywords: band gap energy, LiTaO3, optical property, n/n+-type Silicon [Si(111)], XRD.
MAGNETORESISTANCE in La0.1Ca0.9MnO3 Gunarto, Y.E.; Kurniawan, B.; Poertadji, S.; Steven, E.
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWe have performed measurements of resistivity as a function of temperature with a certain large external magnetic field and resistivity as a function of the external magnetic field in room temperature conditions for L0.1C0.9MnO3 compound. Measurement of resistivity as a function of temperature using quantum squid design is done at a temperature of 8-80 K with an external magnetic field variation of 0, 3, 6, and 8.5 Tesla. The resistivity measurements as a function of the external magnetic field from 0 to 0.7600 Tesla performed at room temperature using a four-point probe. At the same temperature, the greater the external magnetic field, the greater its magnetoresistance. For the same external magnetic field, increasing the temperature will decrease magnetoreistance.Keywords: external magnetic field, squid quantum, magnetoresistance AbstrakTelah kami lakukan pengukuran terhadap resistiviti sebagai fungsi suhu dengan besar medan magnet luar tertentu dan juga resistiviti sebagai fungsi medan magnet luar dalam kondisi suhu ruang untuk senyawa L0,1C0,9MnO3. Pengukuran resistivitas sebagai fungsi suhu menggunakan squid quantum desain dilakukan pada suhu 8-80 K dengan variasi medan magnet luar 0, 3, 6, dan 8,5 Tesla. Pengukuran resistivitas sebagai fungsi medan magnet luar dari 0-0,7600 Tesla dilakukan pada suhu ruang. Pada suhu yang sama, semakin besar medan magnet luar, maka semakin besar magnetoresistansi nya. Untuk medan magnet luar yang sama, semakin bertambah suhunya maka magnetoreistansi akan semakin berkurang.Katakunci: medan magnet luar, squid quantum, magnetoresistansi 
PENYELESAIAN PERSAMAAN SCHRÖDINGER POTENSIAL NON-SENTRAL SCARF HIPERBOLIK PLUS ROSEN-MORSE TRIGONOMETRIK MENGGUNAKAN METODE SUPERSIMETRI MEKANIKA KUANTUM Syaifudin, M.; Suparmi, -; Cari, -
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah menyelesaikan persamaan Schrödinger potensial non-sentral Scarf hiperbolik plus Rosen-Morse trigonometrik menggunakan metode Supersimetri Mekanika Kuantum (SUSI MK).Spektrum energi dan fingsi radial diperoleh dari penyelesaian persamaan Schrödinger bagian radial, sedangkan fungsi gelombang bagian sudut dan bilangan kuntum orbital diperoleh dari persamaan Schrödinger bagian sudut polar.Spektrum energi dan bilangan kuantum orbital ditentukan dengan sifat shape invariance.Penentuan fungsi gelombang tingkat dasar bagian radial ditentukan dengan sifat lowering operator dan fungsi gelombang tereksitasi ditentukan dengan sifat raising operator.Baik untuk bagian radial maupun bagian polar ditentukan dengan menggunakan sifat lowering operator dan raising operator. AbstractThe purpose of this research is to solve the Schrödinger equation of non-central potential Scarf hyperbolic plus Rosen-Morse trigonometric method Supersymmetry Quantum Mechanics (SUSY QM). Energy spectrum and radial functions derived from the completion of the radial part of the Schrödinger equation, while the wave functions of the corners and orbital quantum numbers obtained from the Schrödinger equation part of the polar angle. Energy spectrum and orbital quantum number is determined by the nature of the shape invariance. Determination of the wave functions of the radial part of the base rate is determined by the nature of lowering operators and the excited wave function is determined by the nature of the raising operator. Both for the radial and polar parts determined by using the properties of lowering and raising operators.Keywords: Schrödinger equation, the non-central potential Scarf hiperbolic plus Rosen-Morse trigonometric, Supersymmetry Quantum Mechanics
EFEK PENAMBAHAN BAHAN ADITIF MWCNT DAN ACETYLENE BLACK (AB) PADA KOMPOSIT Li4Ti5O12 SEBAGAI BAHAN ANODA UNTUK BATERAI Li-ion Subhan, Achmad; Suwandi, Endang; Ramlan, -; Utama, Tiara Hardayanti
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBahan material elektroda lithium titanate (Li4Ti5O12) merupakan salah  satu  alternative elektroda anoda yang dapat menggantikan graphite pada baterai Li-ion. Kelebihan lithium titanate dibandingkan graphite adalah memiliki kestabilan struktur kristal yang hampir tidak mengalami perubahan selama proses insersi dan de-insersi ion Li+. Namun lithium titanate memiliki kelemahan yaitu konduktifitas elektrik dan difusi lithium yang masih rendah. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan komposit terhadap komersil dengan penambahan material aditif  acetylene black(AB) dan karbon dari MWCNT (multiwalled carbon nano tube). Dengan variasi variasi massa aditif MWCNT 2%, 4%, 8%, dan AB 2%. Dari hasil uji XRD pada lembaran elektroda menunjukkan fase lithium titanate pada semua sampel dengan parameter kisi 8.35 Å. Pada uji morfologi dengan SEM menampakkan adanya aglomerasi MWCNT. Uji sel dilakukan dgn membuat konfigurasi sel baterai Li4Ti5O12 // LiFePO4 dengan elektrolit LiPF6 1M. Hasil menunjukkan penggunaan aditif acetylene black (AB) memiliki perfoma baterai yang lebih baik daripada  aditif MWCNT. Sedangkan untuk hasil pengujian konduktivitas lembaran didapatkan  bahwa penambahan massa aditif MWCNT dapat meningkatkan konduktivitas listrik hingga mencapai 1.56 x 10-2S/cm. Namun dengan makin bertambahnya aditif MWCNT didapatkan perfoma sel baterai menurun diakibatkan aglomerasi MWCNT Kata kunci: Li4Ti5O12, acetylene black, MWCNT, lembaran komposit elektroda baterai Li-ion. AbstractLithium titanate (Li4Ti5O12) could used as anode electrode in Li-ion, replacement graphite in Li-ion battery application. Crystal structure lithium titanate more stable than graphite, is almost unchanged during insertion and deinsertion process Li+ ions. However lithium titanate has disadvantage, lower in electric conductivity and lithium ion diffusion than graphite. In this research were carried out on a commercial Li4Ti5O12 powder to made composite sheet with additives acetylene black (AB) and carbon of MWCNT (multiwalled carbon nano tube) to increase electric conductivity. Variation of the mass variation MWCNT additives were 2%, 4%, 8%, and for AB 2% in wt. From the test results on the sheet electrode by XRD showed the lithium titanate phase in all samples with lattice parameters 8:35 Å. Unfortunatelly, from SEM revealed the presence of MWCNT agglomeration. Cell test was done with making configuration Li4Ti5O12 // LiFePO4 battery cell with 1M LiPF6 electrolyte. The results showed additives acetylene black (AB) has a better battery performance than additive MWCNT. As for the sheet conductivity test results showed that the addition of additive mass of MWCNT could increase the electrical conductivity of up to 1.56 x 10-2 S/cm. However, with increasing MWCNT additives obtained performer battery cells decreases due to the agglomeration of MWCNT.Keywords : Li4Ti5O12, acetylene black, MWCNT, composite sheet Li-ion battery electrodes
PENCITRAAN RESISTIVITAS BIDANG LONGSOR DI PERBUKITAN BOOI DAN ERIE KOTA AMBON MENGGUNAKAN KONFIGURASI WENNER – SCHLUMBERGER Souisa, Matheus; Hendrajaya, Lilik; Handayani, Gunawan
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPulau Ambon dalam hal ini Kota Ambon adalah bagian dari kepulauan Maluku merupakan pulau-pulau busur vulkanis dan termasuk berada dalam wilayah kepulauan pulau-pulau kecil yang berhubungan dengan zona penunjaman sehingga mempunyai tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, seperti erosi dan tanah longsor pada kondisi kelerengan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra resistivitas longsor bawah permukaan di daerah longsor dan menentukan posisi kritis bidang gelincirnya. Lokasi penelitian di perbukitan Kmp.Booi Kecamatan Sirimau dan Desa Erie Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Penyelidikan menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger dan pengukuran terbagi atas delapan lintasan. Hasil penelitian memberikan karakterisasi daerah longsor tipe slide rotasi dan aliran debris. Lokasi longsor merupakan daerah tebing dengan kemiringan > 45% dan dipicu dengan curah hujan > 200 mm. Citra penampang resistivitas menunjukkan korelasi data geologi, data klimatologi dan nilai resistivitas sehingga diperoleh litologi yang didominasi oleh nilai resistivitas rendah dengan struktur lapisan berupa lapisan lempung campuran. Citra bawah permukaan menunjukkan bahwa resistivitas lapisan atasnya jauh lebih rendah dari resistivitas lapisan bawah maka sangat memungkinkan terjadi longsor susulan pada lokasi penelitian. AbstractAmbon Island in this case the city of Ambon is part of the Moluccas islands are volcanic arc and included in the territory of the archipelago of small islands are associated with subduction zones that have a high degree of vulnerability to natural disasters, such as erosion and landslides on condition certain slope. This study aims to determine the image of the subsurface resistivity landslides in landslide areas and determine the position of slip zone. Research sites in the hills Kmp.Booi District of Sirimau, and Erie Village District of Nusaniwe Ambon. Investigations using geo-electric resistivity with Wenner-Schlumberger configuration and measurement is divided into eight line. The results of the study provide characterization of the landslide area slide-type rotation and debris flow. Landslide site is an area of cliffs with slopes > 45% and triggered by rainfall > 200 mm. Resistivity cross-section image shows the correlation of geological data, climatological data and resistivity values thus obtained lithology dominated by low resistivity values with the structure of a layer of clay coating mix. The slip zone was measured trajectory obtained from the resistivity contrast between two adjacent rocks. Subsurface image shows that the resistivity of the layer above it is much lower than the resistivity of the layer below it is possible subsequent landslides.Keywords: resistivity imaging, landslides, Wenner-Schlumberger, rainfall
FENOMENA HALO BERDASARKAN MODEL RELATIVISTIC MEAN FIELD (RMF) Nugraha, A.M.; Diningrum, J.P.; Sumaryada, T.; Sulaksono, A.
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHalo merupakan salah satu fenomena unik yang terjadi di inti atom, fenomena yang digambarkan adanya tambahan “ekor” dan adanya “ruang kosong” antara core dan ekor pada distribusi neutron. Metode analisa halo yang dikembangkan oleh V. Rotival dkk [Phys. Rev. C79, 054308 (2009)] pada isotop Cr, biasanya diaplikasikan pada model Hartree-Fock-Bogoliubov (HFB). Berbeda dengan Rotrival dkk, kami menggunakan model Relativistic Mean Field (RMF) pada penelitian ini. Berbeda dengan hasil perhitungan dengan model HFB, kami mengamati perilaku yang berbeda pada level  seiring dengan kemunculan halo. Selain itu, pada model RMF prediksi keberadaan halo pada isotop Cr lebih besar dibandingkan dengan prediksi berdasarkan model HFB . Pada penelitian ini kami juga mempelajari efek suku cross coupling meson-, tensor dan suku pertukaran elektromagnetik pada model RMF terhadap kemunculan halo pada isotop Cr. AbstractHalo is one of the unique phenomena that occur in atomic nucleus. In halo nucleus, the neutron density displays an unusually “tail” and “existing empty space” between the core and the tail of the nucleus. New analysis method to investigate halo was developed by V. Rotival, et al. [Phys. Rev. C79, 054308 (2009)]. The method was used to search the halo nuclei in the chain of Cr-isotopes within Hartree-Fock-Bogoliubov (HFB) model. Unlike the Rotival, et al, we use here the Relativistic Mean Field (RMF) model as the framework. We observed that the significant changing of  level behavior is in line with appearancing of halo. Moreover, we have also found that in the case of Cr isotopes, the neutron halo number prediction based RMF model is greater than that of HFB model  In this work we also study the effects of cross coupling meson -, tensor, and electromagnetic exchange terms in RMF model on the appearancing of halo in Cr-isotopes.     Keywords: Halo phenomena, RMF model, Cross coupling meson -, Tensor, Electromagnetic exchange.
UJI STRUKTUR KRISTAL DAN SIFAT LISTRIK FILM Ba0.55Sr0.45TiO3 DENGAN VARIASI PENDADAHAN La2O3 Ramlan, Tantan Taopik; Irzaman, -; Alatas, Husin
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dibuat film Ba0.55Sr0.45TiO3 di atas substrat Si (111) tipe-n dengan metode CSD dan spin coating berkecepatan putar 3000 rpm selama 30 detik dalam kelarutan sebesar 1 M. Film BST didadah La2O3 dengan variasi 0%, 1%, 3%, 5% serta di annealing pada suhu 850 oC selama 15 jam dengan laju kenaikan 1.67 oC/menit. Karakterisasi struktur film berupa pengujian XRD. Hasil yang diperoleh memperlihatkan intensitas difraksi tertinggi dimiliki oleh film dengan variasi pendadahan 5% sedangkan intensitas difraksi terendah dimiliki oleh film dengan variasi pendadahan 0%. Pendadahan meningkatkan intensitas difraksi sinar-X pada film. Analisis struktur kristal BST menggunakan metode XRD menunjukkan bahwa struktur kristal BST berbentuk tetragonal. Hasil uji sifat listrik menunjukkan karakteristik film BST termasuk material semikonduktor.Kata kunci: BST, sifat listrik, struktur kristal, annealing, La2O3 AbstractBa0.55Sr0.45TiO3 (BST) thin film, was doped by lantanum oxide (La2O3), has been made with doping variations  0%, 1%, 3%, and 5% above substrat Si (111) n-type by using chemical solution deposition methods by spin coating technique at 3000 rpm for 30 seconds in 1 M concentration and 850 oC annealing temperature at 15 hour with rate 1.7 oC/minute. Structure characterization was using XRD. Result of XRD showed 5% doping has highest diffraction intensity and 0% is the lowest. Diffraction intensity increased by doping on film. Crystal structure analysis showed BST and BFST are tetragonal. Electrical properties showed that BST and BSLT thin film are semiconductor material.Key words : BST, electrical properties, crystal structure, annealing, La2O3
RELOKASI PARAMETER HIPOSENTER DI WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT (NTB) DAN SEKITARNYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DOUBLE DIFFERENCE Bunaga, I Gusti Ketut Satria; Purwana, Ibnu; Muzli, M.
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakWilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kejadian gempabumi yang tinggi. Kejadian tersebut dikarenakan oleh dua aktivitas tektonik, yaitu subduksi antar dua lempeng (Indo-Australia dan Eurasia) dan aktivitas back arc thrust. Aktivitas ini dapat diidentifikasi melalui penentuan hiposenter gempabumi, salah satunya adalah metode Double-Difference. Metode tersebut digunakan dalam penelitian ini untuk merelokasi hiposenter gempabumi. Hasil relokasi menunjukkan bahwa distribusi gempabumi dapat terelokasi dengan baik berdasarkan tampilan kedua sumber kejadian gempabumi yang semakin jelas.Kata Kunci : hiposenter,Double-Difference, relokasi,subduksi, dan back arc thrust. AbstractWest Nusa Tenggara area and its vicinity are the regions which have  high level of earthquake occurrences . These events are caused by two tectonic activity which are subduction of two plates (Indo-Australia plate and Eurasia) and the back arc thrust activity. This activity can be identified by the determination of the earthquake hypocenter, one of which is Double-Difference method . This method was used in this research to relocate the earthquake hypocenter. The relocated results show that earthquake distributioncan be relocated well based on the image of two tectonic activity which are more clearly.Keyword: hypocenter,Double-Difference, relocation, subduction, and back arc thrust.

Page 1 of 2 | Total Record : 14