cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
KETIDAKSTABILAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN AKIBAT DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DAN POLA ALIRAN SUNGAI Sunaryo, M. Eddie
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Development of infrastructure projects need to consider two aspect, namely structural strength and user comfortable. This includes bridge ramp embankments should fulfill stability criteria and bridge lifetime. There are a number of cases showing the decreasing stability level caused by several factors and the most important caused by changing land use pattern and river flows regime that affected stability of bridge construction, such as embankment, pillars, and retaining walls. In selecting the right method to be implemented, evaluation and analysis based on relevance problems are needed. Keywords: infrastructure, strength of structure, comfortable, river flow regime  Abstrak Dalam pembangunan infrastruktur, perlu mencermati dua hal, yaitu masalah kekuatan konstruksi dan kenyamanan bagi penggunanya. Demikian halnya dengan konstruksi timbunan, seperti oprit jembatan, yang harus memenuhi kriteria stabilitas sesuai dengan umur rencana jembatan. Dalam beberapa kasus terjadinya penurunan tingkat stabilitas disebabkan oleh beberapa faktor penyebab, antara lain yang utama akibat perubahan tata-guna lahan dan perilaku pola aliran sungai, yang pada akhirnya mempengaruhi stabilitas bangunan utamanya seperti abutment dan pilar jembatan serta bangunan penahan lainnya. Dalam memilih metode penanganan yang perlu diimplemantasikan diperlukan evaluasi dan analisis yang berawal dari relevansi permasalahan dengan faktor-faktor tersebut. Kata-kata kunci: infrastruktur, kekuatan konstruksi, kenyamanan, pola aliran sungai
IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK MENDUKUNG SISTEM MANAJEMEN PERKERASAN JALAN DI INDONESIA Rifai, A. Irfan; Pereira, Paulo; Hadiwardoyo, Sigit P.; Correia, A. Gomes; Cortez, Paulo
Jurnal HPJI Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The use of service level indicators of road surface by using the International Roughness Index (IRI) has been widely used in many countries including Indonesia. Pavement Management System was developed in Indonesia by using the data IRI. The increasing of roads network and limitations of the tool to measure the road surface (roughness meters), so the number of the recording can not fully recorded. But recording the performance data of the road network has been widely performed manually. This data has been collected in a basis data so that these can be used to create a model for IRI through data mining approaches. The extraction of data from the national road network to the region of West Java is used as a case study in the study. IRI data mining models have been developed in this study with the approach of Artificial Neural Network and Support Vector Machines. The results of the IRI model development approach is validated by the level of 90 %. The success of the development of this model can be used to use the existing data to support the management of the road network with the Pavement Management System. Keywords: road surface, pavement management, data mining, IRI model  Abstrak Penggunaan indikator tingkat layanan permukaan jalan dengan International Roughness Index (IRI) sudah banyak digunakan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Bahkan Sistem Manajemen Perkerasan di Indonesia dikembangkan dengan menggunakan data IRI. Namun luasnya jaringan jalan dan keterbatasan alat ukur untuk menilai kerataan permukaan jalan menyebabkan pencatatan tingkat layanan jalan masih belum menyeluruh. Meskipun demikian data kinerja jaringan jalan yang dilakukan secara manual telah banyak dilakukan. Hasil pencatatan data yang lengkap ini sudah berbentuk basis data yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyusun model IRI melalui pendekatan data mining. Model IRI dengan data mining yang dikembangkan pada studi ini menggunakan pendekatan Artificial Neural Network dan Support Vector Machines. Hasil pengembangan model IRI ini divalidasi dengan tingkat kesesuaian 90 %. Hasil pengembangan model ini dapat digunakan untuk memanfaatkan data yang ada untuk mendukung pengelolaan jaringan jalan dengan Sistem Manajemen Perkerasan. Kata-kata kunci: permukaan jalan, manajemen perkerasan, data mining, model IRI
ROAD RECONSTRUCTION WORK ZONE MANAGEMENT TOWARD A GREEN CONSTRUCTION CONCEPT Sudarsana, Dewa Ketut; Wicaksono, Achmad; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract During road reconstruction period, a negative impact was imposed on road users and the surrounding environment. These impacts are the result of the work zone which is used as working space and road reconstruction. This work zone is potential to influence the drivers stress and to decrease road traffic performance such as travel delays, congestions and road accidents. Guidelines for green (environmentally friendly) infrastructure defined in New Road Construction Concept (NR2C) in European infrastructure vision 2040 concept, can be used to mitigate this negative impact. Twenty projects of Balai V National Roads Improvement in East Java, and Balai VIII in Bali for fiscal year 2013 is used as a case study. Descriptive method used for the discussion of case studies. Management traffic safety in work zones assessed the suitability of the setting up of signs, markings and guardrail. Shift arrangements work during the day (peak hours) or night (off peak hour), is used as an indicator of the negative impact of road users and the environment. The analysis showed that the work zone management in the implementation of national road reconstruction projects toward green (environmentally friendly) construction concept. It is shown from the implementation of safety attributes average 68%, and the implementation of the reconstruction in the off peak hours by 55% of the projects. Keywords: road reconstruction, work zone, negative impact, green construction  Abstrak Pada saat pelaksanaan rekonstruksi jalan, dampak negatif akan  terjadi pada pengguna jalan dan lingkungan sekitarnya. Dampak ini akibat zona pekerjaan yang digunakan untuk pekerjaan rekonstruksi. Zona pekerjaan ini berpotensi membuat pengemudi strees dan menurunnya kinerja lalulintas seperti tundaan perjalanan, kemacetan dan kecelakaan lalulintas. Pedoman untuk infrastruktur hijau (ramah lingkungan) menetapkan konsep konstruksi jalan baru (NR2C) dalam Visi Infrastruktur Eropa 2040. Konsep ini dapat memitigasi dampak negatif ini. Dua puluh proyek pada Balai V Jalan Nasional di Jawa Timur dan Bali VIII di Bali pada tahun fiscal 2013 digunakan untuk kasus studi. Metode deskriptif digunakan untuk  dalam diskusi kasus studi. Manajemen keselamatan lalulintas di lokasi kerja dinilai terhadap keberlanjutan penempatan rambu, marka dan pagar pelindung. Pengaturan  perubahan kerja pada siang hari (jam sibuk) atau malam hari (jam tidak sibuk) digunakan untuk indikator dampak negative pada pengguna jalan dan lingkungan. Dari analisis menunjukan manajemen zona kerja pada implementasi proyek-proyek rekonstruksi jalan nasional menuju konsep konstruksi hijau (ramah lingkungan). Terlihat dalam implementasi atribut keselamatan rata-rata 68% dan implementasi pada jam tidak sibuk hanya 55%. Kata-kata kunci: konstruksi jalan, zona kerja, dampak negatif, konstruksi hijau.
PERFORMANCE OF SAND SHEET ASPHALT MIXTURE INCORPORATING RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT Thanaya, I N. Arya; Purbanto, I G. Raka; Wirahadi, A.A.G.
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This paper presents lab works on sand sheet asphalt mixture utilizing reclaimed asphalt pavement (RAP) as the main material. Sand sheet asphalt mixture is dedicated for low to medium trafficked road pavement. The asphalt content of the RAP was initially extracted. A proportioned sand and rice husk ash was added to meet the aggregate grading. The asphalt used was AC 60/70, the most widely available type of asphalt in market. The asphalt content of the RAP was 6.7%. The mixture was produced in hot mix procedure with compaction of 2 x 50 Marshall Blow. The optimum asphalt content was 7.7% (including the asphalt content in the RAP). The properties of the samples were found well met the specification in Indonesia, i.e. the stability was 1501.5 kg, flow 2.96 mm, Marshall Quotient 476.31 kg/mm, VIM 4.916% , VFB 75.55%, VMA 20.10%, and retained stability 94%. Keywords: performance, sand sheet, RAP, rice husk ash  Abstrak Makalah ini mempresentasikan pekerjaan laboratorium Sand Sheet Asphalt dengan memanfaatkan perkerasan beraspal bekas (RAP) sebagai material utama. Sand Sheet Asphalt dapat digunakan untuk perkerasan jalan dengan arus lalulintas ringan hingga sedang. Langkah awalnya dengan melakukan ekstraksi asphalt content pada RAP. Kemudian secara proporsi pasir dan sekam  ditambahkan untuk mendapatkan komposisi butiran agregat. Aspal yang digunakan adalah AC 60/70 yang pada umumnya tersedia di pasaran. Kandungan aspal pada RAP sebesar 6,7%. Campuran dihasilkan dengan prosedur campuran beraspal panas dengan pemadatan 2 x 50 Marshall blows. Sedangkan kandungan optimal aspal  sebesar 7,7% (termasuk kadar aspal dalam RAP). Properti sampel ditemukan memenuhi spesifikasi yang berlaku di Indonesia, yaitu stabilitas 1501,5 kg, flow 2,96 mm, Marshall Quotient 476,31 kh/mm, VIM 4,916%, VFB 75,55%, VMA 20,10%, dan stabilitas sisa 94%. Kata-kata kunci: kekuatan, sand sheet, perkerasan aspal bekas, sekam.
PENGARUH PENAMBAHAN LATEKS ALAM TERHADAP SIFAT REOLOGI ASPAL Hermadi, Madi; Ronny, Yohanes
Jurnal HPJI Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract One way to improve the quality of the pavement is to use polymer modified asphalt. Natural rubber is a polymer type of elastomer with a relatively cheap price. As a producer of natural rubber, Indonesia needs to look for alternative uses of natural rubber, including use as a material modification of asphalt. This study was conducted by making 4 types of modified asphalt with Natural Latex KKK 60, each with a proportion of latex added of 0 %, 1 %, 3 %, and 5 %. Furthermore, the rheological properties of modified bitumen were tested using the tool Dynamic Shear Rheometer (DSR) on fresh asphalt conditions, after short-term aging, and after long-term aging. The results showed that the addition of Natural Latex KKK 60 can improve the rheological properties of asphalt so that the asphalt becomes more elastic, more rigid, more resistant to rutting, and more resistant to cracking. However, the increase in rheological properties after short-term aging relatively is less due to the breakdown of the natural latex polymer molecule chains. Keywords: asphalt, modified asphalt, natural latex, rheology  Abstrak Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan adalah dengan menggunakan aspal modifikasi polimer. Karet alam merupakan polimer jenis elastomer dengan harga yang relatif murah. Sebagai produsen karet alam, Indonesia perlu mencari alternatif pemanfaatan karet alam tersebut, termasuk memanfaatkannya sebagai bahan modifikasi aspal. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 4 jenis aspal yang dimodifikasi Lateks Alam KKK 60, yang masing-masing dengan proporsi lateks yang ditambahkan 0 %, 1 %, 3 %, dan 5 %. Selanjutnya, sifat reologi aspal yang dimodifikasi tersebut diuji dengan menggunakan alat Dynamic Shear Rheometer (DSR) pada kondisi aspal fresh, setelah penuaan jangka pendek, dan setelah penuaan jangka panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Lateks Alam KKK 60 dapat meningkatkan reologi aspal sehingga lebih elastis, lebih kaku, lebih tahan terhadap rutting, dan lebih tahan terhadap retak. Namun peningkatan sifat reologi setelah mengalami penuaan jangka pendek relatif lebih sedikit karena kemungkinan terjadi pemecahan rantai molekul polimer lateks alam. Kata-kata kunci: aspal, aspal modifikasi, lateks alam, reologi
FASILITAS PEJALAN KAKI DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU Tanan, Natalia; Suprayoga, Gede Budi
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pedestrian facility is a part of supporting attribute for creating green city development (P2KH). A number of pedestrian facilities can be contributed toward green transportation in conjunction with providing public transport and reducing traffic congestion. This paper describes the role of pedestrian facility for establishing P2KH. It starts with existing conditions Indonesia’s cities related sustainability of transportation sector. A number of current city development models are also be presented that focusing sustainability concept including P2KH including various model to support pedestrian facilities toward P2KH or sustainable city. Furthermore, Based on relevance literature and survey studies, potency for implementing in Indonesia cities is delivered both demand and supply sides. This paper concludes that pedestrian facilities have role to support green city through development environmental friendly transportation and integration between facilities and green open spaces functions.Pedestrian facilities also need to be improved to create effective usage and attraction by communities. Pedestrian facilities development is also in line with establishing green open space in the city as the objective of P2KH.. Keywords: pedestrian facilities, green city development, sustainable cities, urban green open space  Abstrak Fasilitas pejalan kaki menjadi bagian atribut pendukung dalam pewujudan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Dari sejumlah atribut program, fasilitas pejalan kaki dapat berkontribusi dalam atribut transportation hijau  bersama dengan penyediaan angkutan umum dan pengurangan kemacetan. Makalah ini menguraikan peran fasilitas pejalan kaki dalam pewujudkan P2KH tersebut. Makalah diawali dengan penyajian kondisi kota Indonesia terkait aspek keberlanjutan dalam sektor transportasi. Makalah turut menyajikan mengenai sejumlah model pembangunan perkotaan yang tengah berkembang saat ini yang menekankan pada konsep keberlanjutan, termasuk P2KH. Uraian atas berbagai model mendukung untuk mengembangkan gagasan mengenai peran fasilitas pejalan kaki dalam mendukung perwujudan P2KH atau kota berkelanjutan. Potensi penerapan di kota-kota di Indonesia disampaikan, baik dari sisi karakteristik permintaan maupun sisi karakteristik sediaan berdasarkan hasil survei dan studi berbagai literatur yang relevan. Berdasarkan studi ini disampaikan bahwa fasilitas pejalan kaki memiliki peran dalam mendukung pewujudan kota hijau melalui pengembangan moda transportasi ramah lingkungan dan integrasi fungsi antara fasilitas dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan. berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pejalan kaki masih memerlukan sejumlah perbaikan guna menciptakan pemanfaatan yang efektif serta menarik masyarakat untuk menggunakannya. Pengembangan fasilitas pejalan kaki yang sejalan dengan pewujudan RTH di perkotaan dapat mewujudkan tujuan P2KH. Kata-kata kunci: fasilitas pejalan kaki, P2KH, kota berkelajutan, transportasi hijau, RTH
KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SEDERHANA UNTUK PEJALAN KAKI Setiati, N. Retno; Wardhana, Panji Krisna; ., Almuhitsyah; ., Halisa
Jurnal HPJI Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The bridge is one of the transport infrastructure needed to support social and economic activities. The bridge is really needed in some parts of rural communities. One phenomenon that often happens in the community is the unavailability of the bridge that can connect one village to another so that economic activity becomes inhibited. This condition required a simple bridge which can be utilized by people. This study deals with the design process of a simple suspension bridge reserved for pedestrians. Loading used refers to the guideline standards, taking into account the wind load and the vibration frequency. The results obtained show that the design can be used by pedestrians and two-wheeled vehicles, although it required review of the effect of vibration due to two-wheeled vehicles on the bridge. Keywords: suspension bridge, pedestrians, wind force, vibration frequency  Abstrak Jembatan merupakan salah satu prasarana transportasi yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan sosial ekonomi. Jembatan sangat dibutuhkan masyarakat di beberapa pelosok perdesaan. Salah satu fenomena yang sering terjadi di masyarakat adalah tidak tersedianya jembatan yang dapat menghubungkan antara suatu desa dengan desa lainnya sehingga kegiatan perekonomian menjadi terhambat. Untuk itu diperlukan suatu jembatan sederhana yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Pada studi ini dirancang suatu jembatan gantung sederhana yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Pembebanan yang digunakan mengacu kepada standar pedoman yang baku, dengan memperhatikan beban angin dan frekuensi getar beban yang bekerja. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa rancangan yang diperoleh dapat digunakan oleh pejalan kaki dan kendaraan beroda dua, walaupun diperlukan kajian terhadap pengaruh getaran akibat kendaraan beroda dua terhadap jembatan. Kata-kata kunci: jembatan gantung, pejalan kaki, beban angin, frekuensi getar
ATRIBUT PELAYANAN JALAN TOL DALAM PENINGKATAN KUALITAS BERKENDARA DI JALAN TOL MAKASSAR Zuna, Herry T.; Hadiwardoyo, Sigit P.; Rahadian, Hedi
Jurnal HPJI Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The construction of toll roads as an alternative road has been done to overcome the travel barriers. Similarly, the toll roads in the city of Makassar, which is the center of activities in Eastern Indonesia, support the movement of services and economic activities in the region. The evaluation of the toll road performance is needed to improve the quality of service, which can be done by performing an evaluation related to the user satisfaction. This study was conducted to obtain the desired service perceptions of toll road services using 175 respondents representing toll road users. Servqual and performance interest analysis matrix methods were performed for determining the attribute priority levels. The study showed that there is nine attributes which should be reflected as efforts to improve the quality in order to provide comfort for toll road users, namely: (1) traffic flow, (2) safety, (3) smoothness of road surface, (4) security from crime, (5) amount and toll gate facilities, (6) traffic signs, (7) road lighting, (8) accidents handling, and (9) road preservation. It is suggested that these attributes should be on priority by operator in delivering toll road service in order to enhance riding comfort. Keywords: toll road, toll road performance, service quality, toll road service  Abstrak Pembangunan jalan tol sebagai jalan alternatif sudah banyak dilakukan untuk mengatasi adanya hambatan perjalanan. Demikian halnya dengan keberadaan jalan tol di Kota Makassar, sebagai pusat kegiatan di Indonesia Timur, untuk mendukung layanan pergerakan serta kegiatan ekonomi. Evaluasi terhadap kinerja jalan tol perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, yang dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi yang berorientasi pada tingkat kepuasan pengguna. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan persepsi terhadap pelayanan yang dikehendaki dari layanan jalan tol dengan responden sekitar 175 orang yang dianggap mewakili pengguna jalan tol. Dalam menentukan tingkat prioritas atribut dilakukan analisis dengan menggunakan metode Servqual dan matriks analisis kepentingan performa. Hasil studi menunjukkan adanya 9 atribut yang mutlak harus tercermin sebagai usaha peningkatan kualitas agar memberikan kenyamanan pengguna jalan tol, yaitu: (1) kelancaran lalulintas, (2) keselamatan berkendara, (3) kerataan permukaan jalan, (4) keamanan dari tindak kriminal, (5) jumlah dan fasilitas gardu tol, (6) rambu lalulintas, (7) penerangan jalan, (8) penanganan kecelakaan, dan (9) ketanggapan perbaikan jalan yang rusak. Untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan tol kesembilan atribut tersebut perlu dijadikan prioritas oleh operator dalam penyediaan pelayanan jalan tol. Kata-kata kunci: jalan tol, kinerja jalan tol, kualitas pelayanan,pelayanan jalan tol
ROAD FUND FOR SUSTAINABLE ROAD MAINTENANCE Rusbintardjo, Gatot
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Several roads in Indonesia are in bad conditions. It is because maintenance works is not properly conducted because of insufficiently, unsustainably, and inconsistency on allocating budget for maintenance. Insufficient or uncertain budgetary allocations to road maintenance have resulted in road deterioration that has significantly increased production and transport costs. To avoid this problem, highway professionals advocate the establishment of dedicated road funds, managed by independent road boards made up of road user representatives. So far roads maintenance in Indonesia is financed using the government budget allocation. It is difficult to give guarantee to the sustainable road maintenance if the finance for road maintenance takes from the government budget allocation. Therefore in this paper will be introduced road fund, the road maintenance funding system widely used in some countries that road conditions can be well maintained. The conclusion is that the road fund needs to be applied to maintenance the road in Indonesia. Keywords: Road, deteriorate, maintenance, road fund, budget system, sustainable  Abstrak Sebagian jalan di Indonesia dalam kondisi buruk. Hal ini disebabkan karena pekerjaan perbaikan  tidak dilakukan dengan baik karena kekurangan, ketidak berkelanjutan, dan ketidak konsistensi dari alokasi dana untuk pemeliharaan jalan. Kekurangan dan ketidak jelasan alokasi pendanaan untuk perbaikan jalan menyebabkan memburuknya kondisi jalan yang menyebabkan peningkatan biaya produksi dan transportasi. Untuk menghindari masalah ini, professional pengembangan jalan raya didorong untuk menciptakan dana jalan secara khusus dan dikelola oleh badan independen jalan yang terdiri dari pemangku kepentingan para pengguna jalan. Sejauh ini, pemeliharaan jalan di Indonesia dibiayai melalui alokasi dana pemerintah. Hal ini menyebabkan sulit untuk memberikan jaminan keberkelanjutan pemeliharaan jalan. Untuk ini, makalah ini mengintroduksi dana jalan untuk sistem pemeliharaan jalan yang umum digunakan di beberapa Negara yang memiliki jalan dalam kondisi terpelihara dengan baik. Kesimpulan adalah dana jalan diperlukan untuk diterapkan untuk pemeliharaan jalan di Indonesia. Kata-kata kunci: Kerusakan jalan, pemeliharaan, dana jalan, sistem pendanaan, berkelanjutan
MODEL KONSUMSI BAHAN BAKAR KENDARAAN PADA JARINGAN JALAN PERKOTAAN BERBASIS LALULINTAS HETEROGEN Ramli, M. Isran; Aly, Sumarni Hamid; Hustim, Muralia; Aswidinata, Andi Tri
Jurnal HPJI Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Vehicle fuel consumption is a significant factor in the modeling and estimation of vehicle operating costs and traffic congestion cost. However, studies on vehicle fuel consumption models on the road are still very limited. This study aims to build a model of the vehicle fuel consumption, particularly light vehicles. Models built are those relating vehicle speed and fuel consumption. Measurement of vehicle speed and fuel consumption was conducted on 2 road segments in the City of Makassar, which represents the free flow speed condition and the heterogeneous traffic speed condition. Using second order polynomial model, it is found that there is significant relationship between fuel consumption and vehicle speed. Comparing model curves obtained from this study with model curves obtained from ITB LAPI and PCI models shows that the models in this study is more fuel efficient than the previous two models. Keywords: fuel consumption, light vehicle, road, heterogeneous traffic  Abstrak Konsumsi bahan bakar kendaraan merupakan suatu faktor signifikan dalam pemodelan dan estimasi biaya operasional kendaraan dan biaya kemacetan lalulintas. Namun demikian studi model konsumsi bahan bakar kendaraan di jalan masih sangat terbatas. Studi ini bertujuan membangun suatu model konsumsi bahan bakar kendaraan, khususnya kendaraan ringan. Model yang dibangun merupakan model hubungan antara kecepatan kendaraan dan konsumsi bahan bakar minyak. Pengukuran kecapatan kendaraan dan konsumsi BBM dilakukan pada 2 ruas jalan di Kota Makassar yang merepresentasikan kondisi kecepatan arus bebas dan kondisi kecepatan lalulintas heterogen. Dengan menggunakan model polinomial dengan orde 2 diperoleh model hubungan yang cukup signifikan antara konsumsi BBM dengan kecepatan kendaraan. Perbandingan kurva model yang diperoleh dari studi ini dengan kurva-kurva model LAPI ITB dan model PCI memperlihatkan bahwa model penggunaan BBM hasil studi ini lebih efisien dibandingkan dengan 2 model terdahulu tersebut. Kata-kata kunci: konsumsi bahan bakar, kendaraan ringan, jalan, lalulintas heterogen

Page 1 of 23 | Total Record : 225