cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
SOLUSI METODOLOGIS AMIN ABDULLAH: PENCIPTAAN “JEMBATAN” ANTARA ILMU DAN AGAMA (Tinjauan Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis) waston, Waston
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikotomi yang begitu ketat antara ilmu-ilmu agama dan ilmu umum, sangat disayangkan karena telah mengarah pada pemisahan yang tidak bisa dipertemukan lagi antara keduanya dan bahkan cenderung pada penolakan keabsahan masing-masing dengan menggunakan metode yang sangat berbeda dengan sudut jenis dan prosedurnya. Demikian tegas pemisahan di antara mereka, sehingga kedua kelompok ilmu tersebut seakan akan takkan pernah bisa dipersatukan, dan harus dikaji secara terpisah dengan cara dan prosedur yang berlainan. Tulisan ini bermaksud mengungkap bagaimana Amin Abdullah memberikan solusi metodologis untuk menciptakan “jembatan” antara ilmu agama dan ilmu umum. Tulisan ini menggunakan pendekatan filsafat ilmu yaitu landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Amin melihat bahwa dalam sistem ilmu yang integratif-interkonektif yang digagasnya pemisahan tersebut masih bisa diatasi dengan menemukan basis ontologis, yang didasarkan pada landasan teoantroposentrik-integralistik.Secara epistemologis, didasarkan pada landasan interconnected entities ( bergabungnya antara hadarah al-nas, hadarah al-ilm, dan hadarah al falsafah). Secara aksiologis, pemikiran Amin didasarkan pada landasan etik yang bersifat transformatif-liberatif. Sejalan dengan epistemologi M. Iqbal, Fazlur Rahman dan Whitehead, Amin berpendapat bahwateologi terbuka terhadap perubahan. Teologi lama bisa dimodifikasi dengan cukup radikal sebagai akibat ilmu pengetahuan  empiris baru tentang alam. Menurut penulis, teologi Amin akan tepat bila disebut “teologi proses” (yang diilhami dari filsafat proses ilmuwan-filosof A.N.Whitehead di awal abad ke-20). Amin biasa menyebutnya dengan istilah  “Qobilun li al niqas wa al-taghyir). Pendapat Amin ini memiliki persamaan dengan pendapat  Whitehead, karena teologi ini dia pandang lebih sesuai dengan teori-teori sains mutakhir. Penulis memberikan  beberapa kritik terhadap pemikiran Amin. Amin tidak pernah mempertanyakan legitimasi epistemik sains. Konsepnya tentang interconnected entities (bergabungnya nash, ilmu dan faslafah) selain memberinya dasar untuk menerima apa yang dinyatakan teori sains sebagai representasi alam, juga mengindikasikan penerimaannnya akan objektivitas dan netralitas sains. Pemikiran Amin memberikan tegangan pemikiran epistemologis dalam Islamic studies, namun jika ketegangan –yang tak selalu berkonotasi buruk- ini diubah menjadi sumber kreativitas, kita bisa berharap pemahaman Islamic studies yang diperoleh melalui pendekatan ilmiah  mampu memperkaya pemahaman keagamaan.
REVIEW ARTIKEL: KEDUDUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NEGARA DALAM INSTITUSI HUKUM ISLAM KARYA DRS. H. ABD. SALAM, S.H.M.H Muhtarom, Muhammad
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan review Drs. H. Abd. Salam, S.H.M.H., Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidoarjo, telah menulis artikel yang berjudul; “Kedudukan Peraturan Perundang-Undangan Negara Dalam Institusi Hukum Islam (Kajian Methodologis Hukum Islam). Artikel tersebut dimuat di website Dirjen Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI (http://www.badilag.net/artikel/20071). Setelah dianalisis disimpulkan bahwa Pertama; Abd. Salam telah mempresentasi beberapa wacana baru dalam khasanah Hukum Islam antara lain berupa: a) Konseptualisasi hukum Islam yang apresiatif terhadap hukum perundang-undangan negara dan mendudukkannya secara proporsional, b) Konsep “Negara Pancasila” diapresiasi secara sangat baik sebagai alternatif  konsep ketiga (“poros tengah”) di antara konsep “Negara Theokratis” dan “Negara-Sekuler”.  c) Secara metodologis, pendekatan yang disajikan Abd. Salam akan berimplikasi pada perluasan wilayah kajian hukum Islam, sehingga hukum Islam bukan hanya yang berbasis pada karya-karya dan tema-tema fiqh, tetapi juga yang berbasis pada produk-produk peraturan negara yang kompleks. Kedua, Pandangan-pandang pemikiran Abd. Salam tersebut di atas bertolak dari sikap eksklusif/ terbuka, optimis, prasangka baik, dan  toleran dalam menghadapi ikhtilaf. Sikap ini merupakan modal utama untuk hidup bernegara yang demokratis. Namun betapapun akan diperlukan kewaspadaan dan sikap kritis yang tinggi dalam menghadapi mainstreem globalisasi hukum Barat. Sehingga sikap terbuka dan toleran itu mengandung konsekuensi untuk mengimbanginya dengan kekuatan jihad dan ijtihad yang lebih kuat dalam membangun dan mempertahankan hukum Islam (dalam arti luas) tersebut. 
TEORI TEORI AGAMA PRIMITIF MENURUT PARA ANTROPOLOG DAN MONOTHEIS DALAM ALQUR’AN Wibowo, Arief
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini berupaya mengungkap bagaimana munculnya agama primitive, serta konsep monotheis dalam al-Qur’an, menurut penulis teori munculnya agama primitif dikarenkan keinginan manusia untuk menguak rahasia kehidupan. Manusia pada waktu itu menyadari bahwa kekuatan akal dan pengetahuan tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Kesadaran akan adanya jiwa, hidup dan mati, menyadarkan kepada adanya Tuhan. Sedang menurut al-Qur’an kesadaran manusia terhadap Bergama, karena manusia memiliki kesadaran ketuhanan (fitrah).
RIBA MENURUT PEMIKIRAN M. QURAISH SHIHAB (Tela’ah Illat Hukum Larangan Riba Dalam Al-Qur’an) Harun, Harun
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontroversi seputar hukum bunga dan pembahasan riba telah menjadi perdebatan yang cukup lama. Masalah hukum bunga Bank sampai sekarang masih menjadi perselisihan para Ulama, meskipun sudah ada fatwa dari Majlis Ulama dan Majlis tarjih Muhammadiyah tentang haramnya bunga Bank.Perbedaan ulama  dalam merumuskan  hukum bunga Bank, lebih mengarah pada perbedaan memahami illat hukum larangan riba. Berdasarkan perspektif diatas, tujuan penelitian ini untuk mengetahui   latar belakang sosiologis yang menjadi sebab turunya ayat riba, dan apa yang menjadi illat hukum larangan riba dalam al-Qur’an menurut pemikiran Muhammad Quraish Shihab.Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan menggunakan pendekatan sosiologis historis . Sifat penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan analisa datanya secara kualitatif.Hasil penelitian ditemukan bahwa (1)  Latar belakang sosiologis yang menjadi sebab turun ayat larangan riba dalam al-Qur’an adalah kebiasaan prilaku orang-orang jahiliyyah yang melipatgandakan pengembalian dari pokok hutang yang dipinjamkan kepada debitor yang sangat membutuhkan.(2) Illat hukum larangan riba dalam al-Qur’an adalah bukan sekedar kelebihan atau penambahan jumlah hutang tetapi kelebihan yang dipungut bersama jumlah hutang yang mengandung unsur penganiayaan dan penindasan (zhulm). (3) Ciri perbedaan pemikiran ahli Fiqh dengan M.Quraish Shihab dalam merumuskan illat hukum larangan riba terletak pada perbedaan di dalam memahami teks (nash) al-Qur’an dan al Hadits tentang riba. Pendekatan Ahli fiqh lebih condong pada makna tekstual ayat ataupun hadits, sehingga setiap bentuk kelebihan dari jumlah hutang adalah riba yang diharamkan. Sementara pendekatan M.Quraish Shihab lebih menekankan pada pemahaman makna subtansi (kontekstual) dari ayat ataupun hadits, sehingga tidak setiap kelebihan dari jumlah hutang dinamakan riba, tetapi kelebihan yang terdapat unsur penganiayaan dan penindasan. 
TAFSIR AYAT-AYAT KAUNIYAH DALAM BINGKAI EPISTEMOLOGI ISLAM Suwinarno, Suwinarno
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

buku ini membahas tentang bagaimana al-quran membicarakan tentang ilmu pengetahuan
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG MUI SURAKARTA MEMBERI REKOMENDASI HALAL TERHADAP RUMAH PEMOTONGAN HEWAN Huda, Nurul
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang mengkaji tentang rekomendasi halal MUI Surakarta terhadap rumah pemotongan hewan (RPH). Banyak RPH di wilayah Surakarta yang belum memiliki  legalitas halal MUI. Di sisi lain, masyarakat di Surakarta yang mayoritas muslim  membutuhkan jaminan halal terhadap daging yang akan mereka konsumsi. Meskipun animo pemilik RPH masih minim dalam upaya mengurus rekomendasi halal MUI, namun MUI Surakarta tetap berupaya meningkatkan legalisasi halal terhadap RPH. Atas dasar tersebut, tulisan ini mengkaji tentang apa faktor yang melatarbelakangi MUI Surakarta melakukan rekomendasi halal terhadap RPH. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang MUI Surakarta mengeluarkan rekomendasi halal terhadap RPH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui instrumen interview dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan induktif konseptual. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi MUI Surakarta mengeluarkan rekomendasi halal terhadap RPH, antara lain: a) Banyaknya laporan dari konsumen (masyarakat) yang mengadu ke MUI tentang  adanya daging yang kehalalannya meragukan; b) MUI Pusat memberi hak kepada MUI Surakarta untuk mengeluarkan rekomendasi halal pada RPH; c) Menjaga hak-hak konsumen untuk mendapatkan makanan yang halal..
TERJEMAHAN AL QURAN DARI MASA KE MASA Hamza, Syarafuddin
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan Al Quran dalam bahasa asing sempat terhambat oleh fatwa para ulama yang secara tegas mengharamkan dan menolak gagasan itu. Namun lambat laun penerjemahan Al Quran merupakan kebutuhan bagi umat Islam yang kini telah berjumlah satu milliard lebih di berbagai penjuru dunia. Kaum muslimin di seluruh dunia yang majemuk, terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan bahasa, menginginkan tidak hanya mampu membaca Al Quran melainkan memahami isi kandungannya. Dan terjemahan Al Quran cukup banyak membantu umat untuk memahami isi kandungannya. Tulisan ini berupaya menggali penerjemahan Al Quran secara deskriptif historis untuk mengetahui latar belakang penerjemahan kitab suci ini. Pada akhirnya tulisan ini berargumen bahwa penerjemahan Al Quran sangat penting sebagai media dakwah dan sebagai upaya untuk mendekatkan Al Quran kepada makna yang sebenarnya.
HUKUM DEMOKRASI DALAM ISLAM Basri, Muinudinillah
Suhuf Vol 27, No 1: Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupa penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan hokum normative untuk mengetahui pandangan kaum muslimin terhadap hukum demokrasi terutama yang mengkafirkan secara mutlak serta hukum demokrasi dalam Islam. Berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan Metode deduktif dan induktif dilakukan dengan istiqra’ (penelusuran) didapatkan hasil bahwa Pandangan kaum muslimin terhadap hukum demokrasi, ada tiga hal: Pandangan Pertama,  Ali Ghufran alias Mukhlas, pemerintah Indonesia dengan penilaian seluruh penguasa Indonesia kafir, Pandangan kedua: yang melihat demokrasi tidak semuanya kufur dan boleh memanfaatkannya dalam koridor tidak bertentangan dengan Islam, Pandangan ketiga: adalah mereka yang memandang demokrasi adalah halal dalam segala kondisinya, dengan mengikuti suara terbanyak tanpa melihat bertentangan tidaknya dengan syariat Allah. Sedangkan Hukum demokrasi dalam Islam adalah umat Islam memandang bahwa memasuki wilayah politik yang berkembang saat ini perlu dilakukan untuk mewujudkan cita-cita penegakan syariat islam, dengan pertimbangan untuk mengubah sistem siyasah yang sekuler menuju ke siyasah yang Islami. Meskipun demokrasi mengandaikan terpilihnya suatu penentu kebijakan berdasarkan suara terbanyak, namun hanya dengan cara itu sistem dapat dirubah, maka mengikuti pemilu  boleh jadi wajib hukumnya. Di sini berlaku kaidah fikih ma la yatimmu al wajibu illa bihi fahuwa wajibun (kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu hukumnya wajib). 
INFILTRASI PEMIKIRAN DAN GERAKAN HTI DI INDONESIA Dwi Devi Lubis, Erni Sari; Jamuin, Ma’arif
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masuk dan berkembang di Indonesia pada tahun 1980an di Bogor. Organisasi ini didirikan sebagai organisasi politik Islamyang memiliki visi utama mendirikan Negara Islam. Untuk mewujudkan visi tersebut HT melakukan infiltrasi kebeberapa Negara yang dominan Islam. Salah satu infiltrasi HT adalah Indonesia. Paper ini membahas mengenai perjalanan HTI, pemikiran-pemikiran HTI dan Infiltrasi-infiltrasi yang dilakukannya  di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan  menggunakan metode analisis deduktif. Hasil dari penelitian ini adalah HTI melakukan Infiltrasi pemikiran dan gerakan ke Indonesia dengan masuk ke organisasi-organisasi besar seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia
ANGKATAN MUDA MUHAMMADIYAH DAN DAKWAH PENCERAHAN BERBASIS HERMENEUTIKA? Anshori, Ari
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang beriman diperintah Allah dan Rasul-Nya untuk berdakwah, menyeru kepada jalan Tuhan dengan hikmah, maksudnya menunjukkan perbedaan antara yang hak dan yang batil, dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang baik. Angkatan Muda Muhammadiyah dituntut untuk berdakwah dalam multi aspek dengan berbekal sabar, amanah, adil dan istiqamah, sehingga dapat berpartisipasi membangun Indonesia yang berkemajuan. Indonesia sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya Islam, termasuk di dalamnya warga Muhammadiyah, adalah merupakan ujian bagi umat Islam untuk membuktikan perannya sebagai rahmatan lil alamin. Oleh karena itu, ajaran Islam tidak seharusnya hanya dipraktikkan dalam ritual keagamaan yang artifisial saja. Melainkan harus sampai pada hakikat dan makrifat sebagai religious spirituality of Muhammadiyah Youth Association.Hermeneutika sebagaimana diutarakan oleh M. Quraish Shihab, “tidak semua ide yang diketengahkan oleh berbagai aliran dan pakar hermeneutika merupakan ide yang keliru atau negatif. Pasti ada di antaranya yang baik dan baru serta dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, bahkan memperkaya penafsiran, termasuk penafsiran al-Qur’an”. Meski demikian kehati-hatian harus digaris bawahi bahwa bisa jadi ada kesalahan dan praktik penggunaannya ketika digunakan menafsirkan al-Qur’an.

Page 1 of 20 | Total Record : 196