cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmacon
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
PHYTOSTEROL CONTENT IN BENGKOANG (Pachyrhizus erosus) Lukitaningsih, Endang
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bengkoang has long been used by ancestors as a raw material for cosmetics. In Indonesia, it is usually eaten raw, sometimes with salt, lemon juice and powdered chili. However, scientific evidences that support the use of bengkoang have not been widely published. Phytosterols from the bengkoang root have been isolated and identified based on their NMR spectrum data and mass spectrum. The result of the structure elucidation informed that ß-sitosterol and stigmasterol are major components of phytosterol in bengkoang root. Phytosterol content was about 0.02% of dry weight bengkoang or 2.76 % in petroleum ether extract of bengkoang, with a ratio of ß-sitosterol and stigmasterol (65:35). Therefore, bengkoang can be further exploited as a raw material of phytosterol supplement.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP KADAR HDL (High Density Lipoprotein) PADA TIKUS DISLIPIDEMIAPENGARUH EKSTRAK ETANOL JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP KADAR HDL (High Density Lipoprotein) PADA TIKUS DISLIPIDEMIAP Wahyuni, Arifah Sri
Pharmacon Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) termasuk dalam family Polyporaceae yang diketahui memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental (pretest-postest control group design) dengan rancangan acak lengkap pola searah dan ditujukan untuk mengukur pengaruh ekstrak etanol Ganoderma lucidum pada tingkat HDL pada tikus dislipidemia. Terdapat 4 kelompok perlakuan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, dosis 1 dan dosis 2. Kelompok kontrol normal diberi pakan standar sedangkan kelompok kontrol negatif, dosis 1 dan dosis 2 diberi diet tinggi lemak selama 4 minggu dan ekstrak etanol jamur lingzhi masing-masing 200 mg/kgBB (dosis 1) dan     400 mg/kgBB (dosis 2) selama 2 minggu secara per oral. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anava taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB tidak mampu meningkatkan kadar HDL pada tikus dislipidemia Kata Kunci: Dislipidemia, kadar HDL, ekstrak etanol jamur lingzhi (Ganoderma lucidum)
PGV-0 AND PGV-1 INCREASED APOPTOSIS INDUCTION OF DOXORUBICIN ON MCF-7 BREAST CANCER CELLS Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As chemotherapeutic backbone for breast cancer therapy, doxorubicin showed various side effects and induced resistancy of breast cancer cells. Development of targeted therapy on breast cancer focused on combinatorial therapy of doxorubicin and molecular targeted agents. PGV-0 and PGV-1, a curcumin analogue showed potency as co-chemotherapeutic agent with doxorubicin. Our previous study of PGV-0 and PGV-1 showed cytotoxic activity in T47D cells. Therefore, the aim of this research is to examine the synergistic effect of PGV-0, PGV-1 on the cytotoxic activity of doxorubicin through cell cycle modulation and apoptotic induction on MCF-7 breast cancer cell lines. The cytotoxic assay of PGV-0, PGV-1, doxorubicin, and their combination were carried out by using MTT assay. Cell cycle distribution and apoptosis were determined by flowcytometer FACS-Calibur and the flowcytometry data was analyzed using Cell Quest program. Single treatment of PGV-0, PGV-1 and doxorubicin showed cytotoxic effect on MCF-7 with cell viability IC50 value 50 µM, 6 µM and 350 nM respectively. Single treatment of Doxorubicin 175 nM induced G2/M arrest. Single treatment of PGV-0 5 µM induced G2/M arrest while in higher dose 12.5  µM, PGV-0 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 5 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 12.5 µM also increased apoptosis induction. Single treatment of PGV-1 0.6 µM induced G1 arrest while in higher dose 1.5  µM, PGV-1 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-1 0.6 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 1.5 µM also increased apoptosis induction. PGV-0 and PGV-1 are potential to be delevoped as co-chemotherapeutic agent for breast cancer by inducing apoptosis and cell cycle modulation, but the molecular mechanism need to be explored detail.  Key words: PGV-0, PGV-1, doxorubicin, co-chemotherapy, breast cancer, cell cycle arrest, apoptosis
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack) TERHADAP EKSPRESI PROTEIN p53 PADA KANKER PAYUDARA TIKUS BETINA SPRAGUE DAWLEY (SD) YANG DIINDUKSI 7,12-Dimetilbenz[α]anthrasen (DMBA) Nurani, Laela Hayu
Pharmacon Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akar pasak bumi mengandung senyawa kuasinoid diduga mempunyai efek penghambatan karsinogenesis, antiulcer, dan antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eksktrak etanol akar pasak bumi terhadap ekspresi p53 pada kanker payudara tikus betina yang diinduksi DMBA.Tikus dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I, II dan III diberi ekstrak etanol akar pasak bumi dosis berturut-turut 100; 200 dan 400 mg/kg BB. Kelompok IV diberi larutan DMBA 20 mg/kg BB. Kelompok V diberi corn oil. Kelompok VI sebagai baseline. Tikus yang mengalami kanker, dihitung jumlah nodul tumornya dan pada minggu ke-23 semua tikus dikorbankan dan diambil jaringannya untuk pengamatan secara mikroskopik menggunakan metode H&E dan imunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata ekpresi p53 mutant pada pemberian ekstrak berturut-turut 100, 200 dan 400 mg/kg BB adalah 6,375 ± 4,07; 11,25 ± 16,53; dan 0,875 ± 1,75; kelompok  IV (DMBA) sebesar 13,125 ± 14,4; kelompok V (corn oil) adalah 1,375 ± 1,55; kelompok VI (baseline) adalah 0,375 ± 0,75. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) dosis 400 mg/kg BB yang diberikan sebelum dan selama induksi DMBA mampu menurunkan ekspresi protein p53 mutant (proapotosis) dan mampu menghambat pertumbuhan kanker payudara tikus betina Sprague Dawley yang diinduksi 7,12-dimetilbenz(α)antrasen (DMBA).Kata kunci:  akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), kemopreventif, imunohistokimia, ekspresi p53
3D-MOLECULAR SCREENING OF DIKETOPIPERAZINE DERIVATES ON Staphylococcus aureus DEHYDROSQUALENE SYNTHASE USING VINA Santoso, Broto
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dehydrosqualene synthase enzyme has been used as protein target model for exploring docking simulation of pyrazoline analogues. One of diketopiperazine derivates that have similar structure to pyrazoline has antibacterial activity against Staphylococcus aureus (S. aureus). Vina is AutoDock- improved program that capable for molecular screening based on free-energy and binding conformation prediction between ligand and protein target. The aim of these studies is to screen diketopiperazine derivates on dehydrosqualene synthase of S. aureus using Vina. Diketopiperazine derivates, curcumin analogues, curcumin, pentagammavunon derivates (PGV-0 and PGV-1) were calculated for their geometry optimization energy using Gaussian-Density Functional Theory method. 3D-optimized ligands along with reference ligands were screened for their binding energy with dehydrosqualene synthase (2ZCO) by docking using Vina. The lowest values of binding energy were analyzed with statistic method. The results showed that top thirteen ligands of docking binding energy with receptor are diketopiperazine derivates (31%), curcumin analogues (31%), and reference ligands (38%). The new compounds of diketopiperazine derivates and curcumin analogues have better potency of binding energy than curcurmin as lead compound. Keywords: diketopiperazine, Vina, docking, Staphylococcus aureus, curcumin.
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DAN KEBERHASILAN TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DAERAH SURAKARTA TAHUN 2010 Mutmainah, Nurul
Pharmacon Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang perlu diterapi dengan tepat dan terus menerus. Salah satu penentu keberhasilan terapi adalah adanya kepatuhan penggunaan obat oleh pasien. Adanya ketidakpatuhan berakibat tidak tercapainya tujuan terapi.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan keberhasilan terapi pada pasien hipertensi di RS Daerah Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan analisis cross sectional dan pengambilan datanya menggunakan metode prospektif. Penelitian ini dilakukan pada 23 pasien hipertensi rawat jalan di   Rumah Sakit Daerah Surakarta, yang melakukan kontrol dan mendapat antihipertensi pada bulan September-Oktober tahun 2010 dimana sampel diambil dengan teknik purposive  sampling. Hubungan skor kepatuhan dengan penurunan tekanan darah dianalisis menggunakan korelasi product moment. Ditemukan bahwa penyakit hipertensi lebih banyak diderita oleh perempuan dengan usia 47-60 tahun (52,2%). Penyakit lain yang juga diderita oleh pasien hipertensi terbanyak adalah diabetes mellitus (34,8%). Terapi antihipertensi yang banyak diberikan adalah dalam bentuk kombinasi 2 jenis obat yaitu Angiotensin Converting Enzym Inhibitor (ACEI) dan diuretik (34,8%).  Sedangkan  kepatuhan pasien ditemukan pada tingkat   sedang (30,4%)   dan tinggi ( 69,6%) dan dari analisis korelasi product moment ditemukan korelasi antara skor kepatuhan dengan penurunan tekanan darah sangat rendah, dimana   tingkat kepatuhan mempengaruhi keberhasilan terapi sebesar 18,03%. Kata kunci: Hipertensi,  kepatuhan, keberhasilan terapi
EXPLORING 3D MOLECULAR STUDIES OF DIKETOPIPERAZINE ANALOGUES ON Staphylococcus aureus DEHYDROSQUALENE SYNTHASE USING GLIDE-XP Santoso, Broto
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a strong correlation between 3D molecular docking result with dehydrosqualene synthase protein and antibacterial activity against Staphylococcus aureus (S. aureus) of the pyrazoline analogues. The enzyme has been known as important protein for the synthesis of staphyloxanthin in S. aureus. Diketopiperazine analogues have similar structure to pyrazoline. Glide-XP, Schrodinger application that seeks for molecular docking screening between ligand and protein target is designed for speed, efficiency, and accuracy to conduct discovery efforts. The research report the three-dimension molecular studies diketopiperazine analogues for their antibacterial activity on dehydrosqualene synthase of S. aureus using Glide-XP. Analogues compound of diketopiperazine and curcumin has been calculated their geometry optimization using Gaussian-Density Functional Theory method. These 3D-optimized ligands along with reference ligands obtained from bindingDB database, MIMICs fingerprint shape screening and the compound from previous research were performed on dehydrosqualene synthase (2ZCO) for their docking score. The lowest values docking score were analyzed with multiple linear regressions. The results suggest that the diketopiperazine framework is a prospective template for modification and optimization to accomplish better potency of antibacterial activity in laboratory testing. Keywords: diketopiperazine, Glide-XP, docking score, Staphylococcus aureus, multiple linear regression.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI KELENGKENG (Euphoria longan (Lour.) Steud) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus SERTA TOKSISITASNYA TERHADAP Artemia salina Leach Muhtadi, Muhtadi
Pharmacon Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian sebelumnya daun, batang, dan cabang kelengkeng Euphoria longan (Lour.) Steud) aktif sebagai antibakteri, antioksidan, dan toksik terhadap Artemia salina Leach. Pada kulit dan biji kelengkeng dilaporkan mengandung senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng terhadap E. coli dan S. aureus, menentukan efek toksik terhadap larva udang Artemia salina L., serta memberikan informasi golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng.Penelitian ini didahului dengan optimasi penyari etanol 50%, 70%, dan 95%. Kulit dan biji kelengkeng dimaserasi menggunakan penyari etanol 95% terdestilasi. Ekstrak tersebut digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus serta diuji ketoksikannya terhadap Artemia salina L. (Brine Shrimp Lethality Test). Selanjutnya dilakukan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mengetahui kandungan senyawa dari ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng. Bioautografi dilakukan untuk mengetahui senyawa dalam ekstrak yang bertanggung jawab terhadap kematian bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kelengkeng hingga konsentrasi 4% belum berpotensi terhadap E. coli dan S. aureus, sedangkan pada ekstrak etanol biji kelengkeng memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dengan KBM berturut-turut sebesar 4% dan 2%. Uji ketoksikan ekstrak etanol kulit kelengkeng terhadap Artemia salina L. memberikan nilai LC50 sebesar 942 µg/mL, sedangkan pada ekstrak etanol biji kelengkeng sebesar 3429 µg/mL. Hasil KLT menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol kulit kelengkeng mengandung senyawa golongan fenolik dan saponin. Sementara dalam ekstrak etanol biji kelengkeng mengandung senyawa golongan fenolik, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Senyawa pada ekstrak etanol biji kelengkeng yang memiliki aktivitas antibakteri adalah senyawa fenolik dan flavonoid. Kata kunci: Kelengkeng (Euphoria longan (Lour.) Steud), Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Brine Shrimp Lethality Test, KLT.
KORELASI KANDUNGAN FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIRADIKAL EKSTRAK ETANOL DAUN EMPAT TANAMAN OBAT INDONESIA (Piper bettle, Sauropus androgynus, Averrhoa bilimbi, dan Guazuma ulmifolia) Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenolik merupakan senyawa yang memiliki kemampuan untuk merubah atau mereduksi radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi antara kadar fenolik total terhadap aktivitas penangkap radikal ekstrak etanol daun Piper betle (Sirih), Sauropus androgynus (Katuk), Averrhoa bilimbi (Belimbing Wuluh), dan Guazuma ulmifolia (Jati belanda). Penentuan aktivitas antiradikal dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) terhadap ekstrak etanol daun keempat spesies. Absorbansi dibaca pada λ 517,6 nm pada waktu 30 menit. Penelitian dilanjutkan dengan penetapan kadar fenolik total dengan metode Follin Ciocalteu yang dinyatakan dalam Gallic Acid Equivalent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sirih (IC50 = 22,067 µg/mL; GAE = 210,11 mg/g sampel) mempunyai aktivitas antiradikal lebih besar dibandingkan ekstrak etanol daun Jati Belanda (IC50 = 126,29 µg/mL; GAE = 95,465 mg/g sampel), ekstrak etanol daun Belimbing Wuluh (IC50 = 112,82 µg/mL; GAE = 64,84 mg/g sampel), dan ekstrak etanol daun Katuk (IC50 = 310,82 µg/mL; GAE = 42,79 mg/g sampel). Koefisien korelasi dari persamaan regresi linier antara IC50 dan kadar fenolik total dalam GAE menunjukkan 64,9% aktivitas antiradikal ekstrak disumbangkan oleh kandungan fenolik totalnya. Kata kunci: Piper betle, Sauropus androgynus, Averrhoa bilimbi, Guazuma ulmifolia, antiradikal, fenolik, DPPH.
DOCKING KURKUMIN DAN SENYAWA ANALOGNYA PADA RESEPTOR PROGESTERON: STUDI INTERAKSINYA SEBAGAI Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurkumin merupakan suatu kandungan dari Curcuma longa L.,yang telah dibuktikan efek sitotoksiknya secara in vitro terhadap sel kanker payudara. Senyawa analog kurkumin: PGV-0, PGV-1, HGV-0, dan HGV-1, hasil modifikasi dari kurkumin, diperkirakan memiliki aksi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui afinitas dan interaksi dari kurkumin dan analognya sebagai Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) dalam mengadakan inhibisi kompetitif dengan hormon progesteron. Optimasi geometri struktur kurkumin dan analognya dilakukan dengan software Hyperchem 7.5. Konformasi optimum PGV-0 dan PGV-1 dihasilkan melalui metode AM1 sedangkan kurkumin, HGV-0, dan HGV-1 dengan metode PM3. Kemudian dilakukan proses docking senyawa uji dengan bindingsite hormon progesteron pada reseptor progesteron (IA28) menggunakan software Arguslab 4.01, dalam kondisi ada dan tanpa air. Proses ini dilakukan dengan metode GAdock. Dari proses docking diperoleh nilai (Gibbs free energy)DG terendah pada senyawa kurkumin bentuk keto baik dengan maupun tanpa air. Afinitas terbesar turunan kurkumin ditunjukkan oleh PGV-1 pada keadaan ada air dan  HGV-1 tanpa air pada reseptor progesteron. font-family: "Arial","sans-serif";mso-ansi-language:IN>Kata kunci: kurkumin dan analognya, SPRMs, docking, reseptor  progesteron IA28 -language:IN>Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr. 

Page 1 of 29 | Total Record : 286