cover
Contact Name
Nanang Fakhrur Rozi
Contact Email
nanang@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wiwikwidyo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal IPTEK
ISSN : 14117010     EISSN : 2477507X     DOI : -
Jurnal IPTEK - Media Komunikasi Teknologi Diterbitkan secara berkala setahun 2 (dua) kali pada bulan Mei dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Jurnal ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan bidang Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Perkapalan, Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Desain Produk, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris (diutamakan).
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2016)" : 20 Documents clear
PERKIRAAN UMUR KELELAHAN KONSTRUKSI LAMBUNG FSO DENGAN METODE SPECTRAL-BASED FATIGUE ANALYSIS Handayanu, Sumardiono, Eko B. Djatmiko,
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.012 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.20

Abstract

Makalah ini menyampaikan studi mengenai perkiraan umur kelelahan dari konstruksi lambung FSO Arco Ardjuna yang beroperasi di perairan Laut Jawa Barat. Metode full spectral dan pendekatan tegangan hotspot diterapkan dalam studi ini. Sebagai tahapan awal, studi dilakukan melalui analisa beban gelombang dengan bantuan piranti lunak hidrodinamika, untuk memperoleh besaran respon struktur global (gaya geser vertikal dan momen lengkung vertikal). Respon struktur global ini merupakan input utama dalam analisa struktur global elemen hingga untuk memperoleh RAO tegangan setiap lokasi kritis. Analisa spektra kemudian dilakukan dan menghasilkan parameter-parameter stokastik yang digunakan untuk mengidentifikasi tegangan yang terjadi pada kondisi gelombang laut riil yang bersifat acak. Prosedur analisa kurun waktu pendek (distribusi Rayleigh) dan kurun waktu panjang (distribusi Weibull) dilakukan untuk mengetahui distribusi tegangan serta memperoleh rentang tegangan ekstrem terbesar selama masa operasional FSO. Teori komulatif Palmgren-Miner digunakan untuk menghitung indeks kelelahan yang berkorelasi langsung dengan umur kelelahannya. Persamaan kelelahan terangkai, dengan parameter bentuk dari distribusi Weibull, digunakan untuk memperkirakan umur kelelahan pada lokasi struktur kritis lainnya pada FSO. Dari hasil studi, diperoleh nilai tegangan ekstrem terbesar sebesar 62.29 MPa pada sambungan antara struktur memanjang LS-30 dan struktur melintang Frame No.20. Pada lokasi yang sama umur kelelahan minimal terjadi, yaitu sebesar 71.02 tahun.
Perbandingan Durasi Waktu Proyek Konstruksi AntaraMetode CriticalPathMethod (CPM) dengan Metode Critical Chain Project Management (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Apartamen Menara Rungkut) Aulady, Mohamad Ferdaus Noor; Orleans, Cesaltino
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.331 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.29

Abstract

Keterlambatan jadwal pada proyek konstruksi merupakan salah satu masalah yang dapat merugikan berbagai pihak pada proyek. Critical Chain Project Management (CCPM) adalah suatu metode penjadwalan yang dapat menjadi solusi alternatif dari permasalahan pengendalian jadwal tersebut. Metode ini ditempuh dengan cara menghilangkan multitasking, student syndrome, parkinson’s law serta memberi buffer di waktu akhir proyek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode CCPM tersebut dengan metode Critical Path Method (CPM) pada studi kasus proyek Pembangunan Apartamen Menara Rungkut, Surabaya yang tengah berjalan. CPM sendiri adalah metode penjadwalan tradisional yang masih menggunakan waktu cadangan pada setiap aktivitas untuk melindungi aktivitas-aktivitasnya. Penjadwalan awal proyek menggunakan metode penjadwalan tradisional berupa gantt chart yang kemudian di-breakdown lebih detail dan lengkap dengan hubungan antar aktivitasnya ke dalam bentuk CPM, dan kemudian akan dibandingkan dengan hasil dari penjadwalan CCPM yang telah menghilangkan multitasking, menghilangkan Safety time pada tiap aktivitas dan memberi buffer dalam pengerjaannya. Dibandingkan dari segi waktu, hasil penelitian ini didapatkan durasi waktu untuk CCPM adalah 121 hari lebih cepat 48 hari jika dibandingkan dengan metode CPM.
VERTICAL HANDOVER BERBASIS ANDROID PADA APLIKASI STREAMING STORED VIDEO Cipta, Bagus Seta Inba; Wibisono, Waskitho
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.113 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.22

Abstract

Perkembangan perangkat mobile, diantaranya adalah adanya perangkat yang memiliki lebih dari satu antarmuka sehingga dapat melakukan koneksi dari jaringan yang terhubung dengan dirinya. Vertical handover merupakan kemampuan penyerahan akses koneksi antar jaringan yang berbeda, untuk mempertahankan kualitas dari  proses yang sedang menggunakan koneksi jaringan. Perangkat berbasis Android merupakan salah satu perangkat yang bisa melakukan VH. Pada paper ini, penulis mengusulkan model perbaikan vertical handover berbasis Android dengan penentuan keputusan berdasarkan kondisi latency jaringan, level baterai  dan kondisi buffer pada saat melakukan streaming video. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa terjadi penurunan delay streaming dan  jumlah handover sebesar 45-50%. Namun terdapat kenaikan durasi proses handover dikarenakan sebesar 33-63%
AKUISISI DATA SENSOR INTERDIGITAL CAPACITOR UNTUK PENGUKURAN KADAR AIR PADA BATU BATA BERBASIS NON-DESTRUCTIVE TESTING Albanna, Isa
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.368 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.30

Abstract

Sensor Interdigital capacitor (IDC-S) merupakan sensor berbasis non-destructive tes (NDT) yang mampu mengubah nilai parameter fisis menjadi besaran elektrik (kapasitansi). Perancangan sensor IDC-S dalam penelitian ini berfungsi sebagai unit pengukur kadar air dalam batu bata hasil produksi. Tujuan umum dari penelitian ini adalah melakukan akuisisi data dari model sensor IDC-S dalam implementasi pengukuran kadar air. Air merupakan meterial yang memiliki nilai dielektrik. Interaksi bahan dielektrik dan medan listrik yang ditransmisikan oleh elektroda coplanar sensor IDC-S akan mampu mengubah nilai kapasitansi. Tahap pertama dalam penelitian adalah simulasi numerik FEM sensor IDC-S menggunakan perangkat lunak Agros2D. Hasil simulasi menunjukkan distribusi potensial hanya berada pada sekitar elektroda. Pada kontur simulasi tidak terdapat overlap potensial antar elektroda. Proses pengujian dilakukan dengan dua metode yaitu statis dan dinamis. Pada metode pengujian statis dilakukan pengukuran nilai kapasitansi terhadap variasi kadar air. Pengukuran kapasitasni dalam metode statis dilakukan dengan instrumentasi standar RCL Meter PM 6303A Phillip-Fluke. Didapatkan data nilai kapasitansi sekitar 8.2 pF – 45.5 pF (kadar air 0% - 70%). Metode kedua adalah pengukuran nlai kapasitan dengan memanfaatkan sinyal kotak. Hasil analisa fungsi eksponensial dari sinyal luaran yang terukur didapatkan besar kapasitan adalah 9.4 pF– 43.9 pF. Nilai pengukuran kapasitansi pada metode dinamis dipengarui oleh beberapa derau frekuensi rendah yang teridentifikasi melaui FFT spectrume analyzer SR770. Diharapkan sensor IDC-S dapat diimplementasikan dalam pengukuran kadar air batu bata berbasis NDT.
PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK MENEKAN TINGKAT KEHILANGAN AIR PDAM SURABAYA DENGAN SISTEM DINAMIK Erma Suryani, Ruli Utami,
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.512 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.15

Abstract

Kehilangan air dalam distribusi merupakan masalah yang cukup serius pada PDAM Surabaya, karena dalam kurun waktu 1995-2014 tercatat 30% air yang di distribusikan tidak sampai pada pelanggan karena bocor teknis, dan 45% karena konsumsi hilang(ilegal). Hal ini menyebabkan kerugian material baik pada PDAM Surabaya ataupun pelanggan. Dengan pemodelan dan simulasi menggunakan sistem dinamik untuk menekan tingkat kehilangan air. Maka di rekomendasikan beberapa  kebijakan yang dapat di ambil oleh PDAM Surabaya untuk menekan angka kehilangan air, yaitu dengan skenario do nothing, di prediksi rata-rata rasio kehilangan air hingga tahun 2035 adalah sebesar 68,6%. Dari skenario pergantian pipa, di peroleh hasil peningkatan pendapatan sebesar 5 milyar untuk setiap pergantian 1% pipa yang rusak(dengan batas maksimal pergantian adalah 5% pertahun) dengan peningkatan rasio pemenuhan sebesar 3,6%. Jadi tingkat penekanan tingkat kehilangan akan tergantung pada berapa persen pipa yang dapat di perbaiki oleh PDAM  setiap tahunnya. Skenario terakhir(konversi kehilangan ke pelanggan baru) menghasilkan rata-rata pelanggan Rumah tangga sebesar 266.255 pelanggan baru atau industri sebesar 9.830 pelanggan baru atau instansi pemerintah14.841 pelanggan baru atau  pelanggan niaga135.022 pelanggan baru atau luar kota 701 pelanggan baru atau pelabuhan 773 pelanggan baru atau sosial 32.280 pelanggan baru.
KAJIAN METODE KOAGULASI PADA PENGOLAHAN AIR SUMUR MENGANDUNG TIMBAL BERVALENSI II DI KOTA PASURUAN Kusdarini, Esthi
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.469 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.23

Abstract

One of the major needs in human life is water. The quality of water used will reflect the quality of human life. One of the water sources used by local people in Pasuruan is spring water. Spring water is not only used for bathing and washing, but also it used for cooking and drinking for few people. Based on the previous studies, it is known that five samples of spring water are located in densely populated areas containing Pb metal above the maximum limit allowed by the Regulation of the Minister of Health No. 416 / Menkes / Per / IX / 1990. One of simple method that can reduce the content of Pb metal in water is coagulation. The purposes of this research are: 1) to get some kinds of coagulants which could reduce Pb metal content in spring water; 2) to obtain a coagulant efficiency that have been studied in lower levels of Pb in water; 3) to recommend coagulant which can be used to process five samples of spring water containing Pb. This research was using quantitative descriptive technique by collecting data from the study of literature. The research is done in four stages: 1) looked for the laboraturium analysis result of spring water samples from previous studies; 2) compared the results of analysis on the condition of water based on the Regulation of the Minister of Health No. 416 / Menkes / Per / IX / 1990; 3) sought some kinds of coagulant that can be used to reduce the content of Pb in water; 4) assessed the efficiency of coagulants that have been examined by previous studies. The results showed that: 1) the coagulants that can be used to reduce the content of Pb are: a) sea water; b) Moringa seed powder; c) powdered activated hyacinth 2%; d) alum 20 mg / L and 1250 mg / L; e) FeCl3; 2) the efficiency of coagulant sea water reached 95.5%, Moringa seed powder reaches 95.6%, powder activated hyacinth reached 96%; alum 20 mg / L reached 36%, alum 1250 mg / L at 67%; FeCl3 reached 84%; 3) to coagulants that can be used to process five sample wells is seawater, Moringa seed powder, powdered activated hyacinth 2% NaOH, and FeCl3 1000 mg / L.
KINERJA BENTUK BANGUNAN PERKANTORAN BERTINGKAT MENENGAH DI SURABAYA TERHADAP EFISIENSI ENERGI PENDINGINAN Laksmiyanti, Dian Pramita Eka
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.059 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.16

Abstract

Iklim tropis dapat menjadi keuntungan sekaligus tantangan bagi seorang arsitek. Daerah tropis mendapat cahaya matahari sepanjang tahun, itu artinya dapat menghemat energi pencahayaan sekaligus banyak panas yang masuk ke dalam bangunan. Seorang arsitek harus mampu mengoptimalkan iklim agar bangunan yang dibuat lebih efisien terhadap penggunaan energi. Pada derah tropis, temperatur udara dan radasi matahari yang tinggi menjadi tantangan utama seorang arsitek terutama pada bangunan bertingkat. Bangunan bertingkat menengah memiliki luas permukaan selubung yang lebih besar disbanding bangunan bertingkat rendah, itu atinya makin banyak bidang penerima panas pada bangunan sehingga beban pendinginan akan meningkat. Banyak strategi yang dapat diambil oleh arsitek utuk mengurangi beban pendinginan, antara lain dengan memodifikasi bentuk dan material selubung bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja energi pendinginan pada bangunan bertingkat menengah di Surabaya, serta pengaruh bentuk bangunan terhadap efisiensi energi pendinginan. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan taktik simuasi. Bentuk bangunan yang ada di lapangan digenerlisir dan digunakan sebagai sample yang mewakili satu tipe bentuk. Simulasi dilakukan untuk menghitung beban pendinginan pada masing-masing sample, kemudian menganalisa hubungan bentuk bangunan dengan kinerj energi pendinginan.Secara umum s/v ratio berbnding lurus dengan beban pendinginan, namun dalam penelitian ini terdapat beberapa kasus yang berbeda. Dari penelitian ini didapat bahwa bangunan dengan bentuk octagon memiliki kinerja paling baik. Keywords: Bangunan Bertingkat; Bentuk; Energi Pendinginan; Perkantoran; Tropis
KINERJA PACKED REAKTOR DALAM PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK CURAH Ervan Yoga Pratama, erlinda ningsih, Yustia Wulandari M,
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.765 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.24

Abstract

Bahan bakar alternatif menjadi sebuah kebutuhan yang meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan menurunkan jumlah minyak bumi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja packed reactor dan mengetahui pengaruh variabel persen katalis 2 ; 2.5 ; 3 dan molar ratio methanol minyak 1: 23,21; 1: 26,52; 1: 29,84. Sedangkan variabel tetap pada penelitian ini adalah proses berlangsung pada suhu 50oC dan secara kontinu. Hasil yang didapat dari penelitian adalah packed reactor dengan dimensi diameter 2,54 cm, panjang 100 cm dengan kapasitas 506,45 cm3 dari bahan PVC. Berdasarkan penelitian ini, perlakuan terbaik untuk mendapatkan persen FAME adalah molar ratio methanol minyak 1:29,84, penambahan katalis 3% yaitu sebesar 98.76%.  Kata Kunci : biodiesel, kontinu, packed reaktor
STUDI PERBANDINGAN PELAT BERUSUK DUA ARAH (WAFFLE SLAB) DAN PELAT KONVENSIONAL Amrita Winaya, eka susanti, Nova Arie Youlanda,
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.119 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.19

Abstract

ABSTRAKDalam buku yang berjudul “Teori & Analisis Balok Grid” karangan Ir.Ign. Benny Puspantoro, M.Sc. menjelaskan beberapa keuntungan dari balok grid yang diantaranya adalah mempunyai kekakuan yang besar, jumlah kolom-kolomnya dapat dikurangi sehingga dapat memberi ruang yang lebih luas dan tebal pelat yang tipis. Dari beberapa keuntungan yang telah dijelaskan pada buku tersebut, pada studi ini akan dibahas analisis strukturnya dengan lebih detail lagi.Tujuan dari studi ini adalah membandingkan sistem pelat berusuk dua arah (waffle slab) dengan sistem pelat konvensional ditinjau dari segi kekakuan, ketebalan pelat, jarak antar kolom dan penggunaan material beton dan tulangan. Masing-masing sistem pelat dianalisis terhadap jarak maksimal antar kolom dan tebal minimum pelat yang nilai lendutannya masih memenuhi lendutan ijin sesuai SNI  03-2847-2002. Nilai kekakuan pelat diperoleh dengan cara membandingkan lendutan yang terjadi pada kedua sistem pelat. Dimensi plat yang distudi adalah pelat  dengan luasan 30 meter  x 30 meter. Analisis struktur menggunakan software SAP 2000 v14.Dari hasil analisis tersebut ditarik kesimpulan bahwa sistem pelat konvensional lebih kaku 47,42% dibanding sistem waffle slab. Sistem waffle slab lebih tipis 40% dibanding sistem pelat konvensional. Dan sistem waffle slab memiliki jarak antar kolom maksimum lebih panjang 55,57% dibanding sistem pelat konvensional. Hal ini memberikan dampak pada jumlah kolom yang diperlukan. Sistem waffle slab memerlukan jumlah kolom 55,55% lebih sedikit dibanding dengan sistem pelat konvensional.Hasil analisis tulangan manunjukkan perbandingan penggunaan volume beton dan berat tulangan baja. Penggunaan volume beton untuk sistem waffle slab lebih boros 27,64% dibanding dengan sistem pelat konvensional. Dan penggunaan tulangan baja untuk sistem waffle slab lebih boros 66,99% dibanding sistem pelat konvensional. Kata Kunci : Waffle Slab, Pelat Konvensional, Kekakuan, Lendutan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY saurina, nia
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.776 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.27

Abstract

Media pembelajaran untuk anak usia dini merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengenalkan tema-tema sebagai bahan ajaran atau yang sering disebut dengan kurikulum untuk anak usia dini. Semakin banyak alat indra yang terlibat dalam proses belajar maka semakin besar kemungkinan anak paham pada materi yang disampaikan oleh pengajar atau guru. Untuk saat ini media pembelajaran masih menggunakan metode tatap muka atau buku. Sedangkan anak usia dini gampang bosan dan lebih tertarik dengan hal baru. Untuk itu peneliti melakukan pengembangan media pembelajaran yang digunakan untuk mengenalkan binatang menggunakan Augmented Reality (AR), sehingga anak dapat mengetahui lingkungan hidup dan makanan yang dibutuhkan oleh binatang yang diperkenalkan tersebut. Penelitian ini mengajak anak-anak KBIT Wildani 2 Surabaya sebagai responden hasil uji coba aplikasi yang telah dibangun. Hasil uji coba menjelaskan bahwa 93% anak dapat mengenali objek binatang dari lingkungan hidupnya, sebesar 96,7 % menyatakan anak dapat menyebutkan lingkungan tempat hidup binatang dari objek yang ditampilkan, sebesar 93,3% menyatakan anak lebih tertarik menggunakan AR daripada menggunakan Alat Peraga Edukasi (APE) dan sebesar 96,7% menyatakan anak dapat menyebutkan ciri-ciri binatang dengan memilih salah satu bagian tubuh dari binatang yang dipilih, dengan tujuan agar objek dapat mengeluarkan suara dan menyebutkan nama bagian tubuh yang dipilih.Kata kunci: Media Pembelajaran, Pengenalan Binatang, Augmented Reality

Page 1 of 2 | Total Record : 20