cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
PASTI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD DI DEPARTEMEN MAINTENANCE PT BICC BERCA CABLES Ikatrinasari, Zulfa Fitri; Setyawan, Lilik
Jurnal PASTI Vol 11, No 2 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC) diawali dengan analisis SWOT.  Analisis ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Dari hasil analisis ini maka akan diketahui kondisi di departemen maintenance  saat ini dan strategi apa yang harus diterapkan. Kinerja karyawan merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan suatu perusahaan sehingga perhatian serius terhadap pengelolaan SDM mutlak diperlukan. Selama ini, pengukuran kinerja yang dilakukan PT. BICC BERCA Cables hanya menilai softskill karyawan dan bersifat subyektif. Maka dari itu, perlu  adanya  pengukuran kinerja  SDM  secara  komprehensif atau  menyeluruh seperti  pada  Maintenance Dept. Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengidentifikasi Key Performance Indicator (KPI) yang dapat merepresentasikan pencapaian kinerja SDM, mengetahui dan menganalisis hasil pengukuran kinerja SDM, dan mendapatkan usulan perbaikan untuk meningkatkan KPI yang tidak memenuhi target yang diharapkan dan mengidentifikasi KPI yang dapat merepresentasikan kinerja SDM. Hasil identifikasi kinerja SDM menghasilkan 10 KPI terdiri dari Hard Skill dan Soft Skill. Dan terdapat 4 item yang di KPI untuk ditingkatkan kinerjanya : MTTR Energy cable dari 3 jam menjadi 2.7 jam ( 8.33 % ), Expense Spare part dari Rp 138.274.851 menjadi  Rp125.000.000 ( 9.6 % ) per bulan, Repair komponen electronic ,electrical dan mechanical dari Rp 30.000.000 menjadi Rp 40.000.000 ( 25 % ), Training dari 2x meniadi 3 x sebulan ( 50% ) dan Peningkatan Score Skill Matrix dari 70 menjadi 75 ( 7.1 % ). Kata Kunci : SWOT, Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicator (KPI). AbstractMeasuring the company performance by using the method Balanced Scorecard ( BSC ) started by training analysis SWOT. This analysis aims to understand internal and external factors company. The results of this analysis then be known condition in the department of maintenance current and what strategy a to be applied. Employee performance is one measure the an enterprise so serious attention to human resource management absolutely necessary. So far, performance measurement held by PT.Bicc Berca Cables only judge softskill employees and is subjective. It needs performance measurement resources comprehensively or thorough as in maintenance dept. The purpose of this research is, identify Key Performance Indikator ( KPI ) out and analyze HR performance measurement results, and get a repair proposal to improve KPIS that do not meet the expected targets and identifying KPIS that can represent the performance of HUMAN RESOURCES. The results of the identification of HR performance generates 10 KPI consist of Hard skills and Soft Skills. And there are 4 items in the KPI for improved performance: MTTR Energy cable from 3 hours to 1.7 h (8.33%), Expense Spare part from Rp 138,274,851 to Rp 125.000.000 (9.6%) per month, the electronic component Repair, electrical and mechanical from Rp to Rp 30 million 40 million (25%), Training of 2 x meniadi 3 x a month (50%) and an increase in the Score Skill Matrix of 70 be 75 (7.1%).  Keywords: SWOT, Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicator (KPI).
MENINGKATKAN KNOWLEDGE SHARING DI ORGANISASI: STUDI LITERATUR TERHADAP FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KNOWLEDGE SHARING Andika, Aditya
Jurnal PASTI Vol 9, No 3 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge sharing merupakan bagian yang sangat penting dari knowledge management. Makalah ini merupakan studi literatur terhadap faktor–faktor yang mempengaruhi knowledge sharing di organisasi. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan terhadap hasil–hasil penelitian mengenai faktor–faktor yang mempengaruhi knowledge sharing di organisasi, ditemukan 21 faktor yang mempengaruhi knowledge sharing. Faktor–faktor tersebut kemudian dianalisis dan dikategorikan berdasarkan aspek kendali organisasi. Faktor–faktor yang berada di dalam kendali organisasi berjumlah 13 faktor. Kemudian makalah ini melakukan diskusi lebih lanjut mengenai faktor–faktor yang berada didalam kendali organisasi dan langkah–langkah yang dapat diambil organisasi untuk meningkatkan knowledge sharing.Kata Kunci: Organisasi, Knowledge Management, Knowledge Sharing
ANALISIS KAPASITAS LABORATORIUM CUT MEASUREMENT DENGAN MENGGUNAKAN STUDI WAKTU DI PT. GAJAH TUNGGAL, TBK. Dharmawansyah, Irwan
Jurnal PASTI Vol 8, No 3 (2014): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan persyaratan pelanggan, pelanggan internal maupun eksternal perusahaan, merupakan salah satu faktor utama yang turut berperan dalam menentukan performansi suatu perusahaan. Seiring dengan meningkatnya jumlah produksi (produksi ban luar) yang mempengaruhi peningkatan permintaan pengujian cut measurement dari pelanggan internal perusahaan, maka perlu dilakukan analisa terhadap kecukupan dan kesiapan operasional dari sumber daya (dalam hal ini mesin pendukung dan tenaga kerja) yang mendukung pelaksanaan pengujian cut measurement di Laboratorium PT. Gajah Tunggal, Tbk. Metode yang dipilih dalam menyelesaikan persoalan tersebut adalah dengan menggunakan studi waktu. Dengan menentukan waktu baku pengujian cut measurement di Laboratorium PT. Gajah Tunggal, Tbk., kemudian menghitung kapasitas dalam melakukan pengujian cut measurement berdasarkan jumlah permintaan pengujian saat ini dan yang akan datang, sehingga bisa diperoleh suatu langkah untuk mengoptimalkan proses pengujian cut measurement di Laboratorium PT. Gajah Tunggal, Tbk. Pada analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini laboratorium baru bisa memenuhi 61.88% permintaan yang diterima. Selain itu, dari permintaan pengujian tahun 2013 dan 2014, diketahui adanya peningkatan jumlah permintaan sebesar 3.7% per tahunnya. Perolehan data ini bisa dijadikan dasar analisa kapasitas laboratorium untuk beberapa tahun mendatang.Kata kunci: Kapasitas, Beban Kerja, Studi Waktu, Waktu Baku
PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE MINING DI PT.SUPRATIK SURYAMAS YOGYAKARTA Purnomo, Hari; Hidayati, Mafita Azizah
Jurnal PASTI Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, industri manufaktur memproduksi produk dalam jumlah yang besar. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan adanya gudang dan sistem penyimpanan yang baik merupakan sebuah tuntunan bagi perusahaan. Produk yang ada di gudang dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya dengan menggunakan hirarki produk. Pemisahan barang gudang berdasarkan suatu karakteristik tertentu akan membutuhkan tata letak gudang yang berbeda. Association Rule Mining (AR) merupakan bagian dari teknik data mining yang berguna untuk menemukan suatu korelasi dari sekumpulan data. Dengan input data jadwal pengiriman produk nantinya akan didapatkan korelasi data pengiriman antar produk sehingga dapat diketahui produk yang sering dikirim/keluar gudang dan produk yang lamban keluar dari gudang. Penelitian ini merancang bagaimana layout usulan gudang yang diberikan berdasarkan konsep hirarki produk menggunakan Association Rule Mining. Dari hasil pengolahan data dan penyortiran aturan asosiasi dengan mempertimbangkan syarat pemilihan aturan asosiasi yang baik didapatkan 9 aturan asosiasi antar departemen yang akan digunakan sebagai acuan untuk pembuatan desain layout usulan gudang jadi. Dengan hubungan asosiasi terkuat pada Depertemen Botol PET Warna dan Departemen Toples PET dengan nilai support 0,830, confidence 0,988 dan lift ratio 1,008. Perhitungan efisiensi tata letak gudang desain usulan dapat pengurangan jarak sebesar 30.82 meter dari desain awal.Kata kunci: Perancangan, Tata letak gudang, Hirarki produk, Association Rule Mining
ANALISIS BESARNYA PENGARUH KINERJA PELAYANAN (SERVICE PERFORMANCE) FRONTLINER DAN KEPUASAN NASABAH TERHADAP LOYALITAS NASABAH PRIORITAS PT. BCA, TBK CABANG PERMATA BUANA DENGAN PENDEKATAN METODE REGRESI LINEAR MULTIPLE Muslimah, Muslimah; Koeswara, Sonny
Jurnal PASTI Vol 8, No 1 (2014): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja pelayanan (Service Performance) Frontliner dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah PT. BCA, Tbk cabang Permata Buana. Metoda pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana dan penentuan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terbuka kepada 63 nasabah prioritas PT.BCA, Tbk cabang Permata Buana  yang terpilih sebagai sampel kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear multiple. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase besarnya pengaruh variabel independen yaitu kinerja pelayanan frontliner serta kepuasan nasabah mampu menjelaskan sebesar 53% variasi variabel loyalitas nasabah. Sedangkan sisanya sebanyak  47 % adalah berbagai faktor lain yang tidak diteliti, seperti kenyamanan banking hall, antrian yang terlalu panjang, lokasi tempat yang tidak strategis, dan lain sebagainya. Kata kunci: Kinerja pelayanan, Kepuasan nasabah, Loyalitas nasabah
ANALISA PEMILIHAN SUPPLIER SEBAGAI KOMPONEN PENDUKUNG PRODUKSI PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Asmarani, Citra; Hanum, Bethriza
Jurnal PASTI Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai perusahaan otomotif PT. XYZ perlu melakukan pengembangan dalam produk yang dibuatnya. Proses pengembangan produk ini membutuhkan supplier-supplier baru untuk memasok part pendukung produksi. Untuk itulah dibutuhkan suatu analisa dalam proses pemilihan supplier, dimana proses analisa tersebut menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode ini diperoleh dengan melakukan pemilihan kriteria untuk pemilihan supplier yang meliputi operasional, industrial relation, lingkungan keselamatan dan kesehatan, industrial administrasi, resiko management dan harga. Adapun jumlah supplier yang diambil sejumlah 5 supplier. Data kriteria diambil melalui wawancara langsung dengan narasumber yaitu divisi Purchasing Administration. Dari analisa AHP tersebut diperoleh supplier A menjadi supplier terbaik dalam melakukan pasokan terhadap komponen pendukung produksi PT. XYZ.Kata kunci: Analisa, Supplier, metode AHP
PENINGKATAN INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PROGRAM BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MEMAJUKAN INDUSTRI KREATIV DI BALI Antara, Gede Eka Dharma
Jurnal PASTI Vol 9, No 3 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan globalisasi berdampak terhadap sektor industri pariwisata di Bali sangat pesat yang sangat besar berperan terhadap perekonomian masyarakat Bali. Salah satu usaha pemberdayaan masyarakat di Bali khususnya adalah meningkatkan produktivitas industri kreativ melalui program-program serta inovasi di bidang teknologi tepat guna (TTG) yang diharapkan mampu melahirkan produk berdaya saing tinggi dalam era pasar global. Pengembangan ilmu teknologi dan informasi berbasis pemberdayaan masyarakat perlu terus ditingkatkan sehingga pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang selaras, serasi dan seimbang akan terwujud di masyarakat Bali. Cara untuk memajukan industri kreativ yang ada di Bali yakni dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi sebagai mediator dan fasilitator untuk memudahkan dan menjembatani antara produsen, pelaku usaha dan konsumen. Serta peningkatan inovasi teknologi tepat guna melalui program pemerintah yang berbasis pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat pedesaan yakni Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) di masing-masing kecamatan, warung teknologi (Wartek) di masing-masing desa/kelurahan sebagai lembaga yang memberikan bimbingan dan pelayanan teknis kepada masyarakat dalam alih fungsi dan transfer teknologi untuk memaksimalkan produktivitas usaha masyarakat.Kata Kunci: Globalisasi, Industri Kreativ, Pemberdayaan Masyarakat, Teknologi Tepat Guna
MENANGGULANGI KELEBIHAN PEMAKAIAN COKLAT PADA PRODUKSI WAFER XX DENGAN METODE QCC DI PT.XYZ Astini, Riya
Jurnal PASTI Vol 8, No 3 (2014): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi perdagangan saat ini, kunci untuk meningkatkan daya saing suatu perusahaan adalah kualitas. Hanya sebuah perusahaan yang mampu menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas kelas dunia serta perusahaan yang dikelola dengan baik yang dapat bertahan dan memenangkan persaingan global. PT. XYZ adalah  perusahaan yang bergerak dalam bidang food industry, dalam setiap aktivitas produksinya selalu berusaha untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Jika dalam memproduksi suatu produk dengan tingkat kecacatan tinggi, maka ongkos untuk produk cacat ini harus diperhitungkan, makin banyak cacat maka ongkos proses yang terbuang menjadi tinggi. Untuk itu, maka semua orang yang terlibat dalam proses harus berusaha menekan reject atau cacat produksi agar ongkos yang terbuang menjadi minim sehingga keuntungan bisa tercapai, jika untung maka didalam memasarkan produk, pengusaha dapat menurunkan harga jual agar dapat bersaing dengan produk lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menekan angka reject coklat yang terlalu tinggi serta mempertimbangkan kualitas produk yang dihasilkan dengan menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) di bagian produksi ub3a khususnya di enrober coklat.Kata Kunci : Kualitas, Produktivitas, QCC
MODEL PENINGKATAN PRODUKSI DAN DAYA SAING KEDELAI BERKELANJUTAN Kardiyono, Kardiyono; Maarif, M Syamsul
Jurnal PASTI Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan daya saing kedelai merupakan hal penting dan prioritas dari pemerintah dalam rangka menekan derasnya impor kedelai sehingga terwujud ketahanan pangan dan kestaabilan sosial politik. Tanpa kebijakan yang memadai,  program dan langkah operasional yang handal tujuan  tersebut sulit dicapai. Kompleksitas permasalahan produksi kedelai berkaitan dengan peran dan fungsi pemerintah dalam membuat kebijakan, pelaku usaha  termasuk petani yang memproduksi kedelai serta akademisi menyediakan inovasi.  Pengkajian  bertujuan untuk memberikan  gambaran permasalahan perkedelaian nasional dan alternatif solusi dalam bentuk model peningkatan produksi dan daya saing kedelai lokal. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab tujuan dengan pendekatan  soft system methodology (SSM). Pengumpulan data dan informasi terkait sistem produksi diperoleh melalui study literatur dan diskusi mendalam dengan beberapa pakar kedelai dan pelaku usaha kedelai.  Hasil kajian menunjukan bahwa Melalui pendekatan soft system methodology (SSM), dapat dibangun model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait dalam meningkatkan produksi dan daya saing kedelai.  Model dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing kedelai nasional sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri olahan berbahan kedelai serta dapat menekan impor kedelai. Keterkaitan peran dan sinergisme aktor (pelaku) terdiri pemerintah (kementrian terkait, pemda), dunia usaha (pelaku agribisnis kedelai termasuk petani) dan kalangan akademisi (pemulia, peneliti) sangat menentukan keberhasilan tujuan.   Sebagai aktor kunci adalah Kementrian Pertanian yang berperan dalam merancang kebijakan dan program sehingga dapat di topang oleh kementrian Perdagangan, Kementrian Riset Teknologi Dikti, Bulog, Pemda, Pelaku usaha dan Petani.Kata Kunci : Kedelai, Produksi, Daya saing dan  Soft System Methodology (SSM) 
KONSERVASI ENERGI DI PT SANWA SCREEN INDONESIA Ramaningtyas, Galih
Jurnal PASTI Vol 8, No 2 (2014): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi energi belum menjadi aktivitas konsisten dilakukan dalam industri otomotif sebagai upaya konkrit untuk mengurangi kerugian dan untuk menghemat energi listrik dan juga untuk mengurangi biaya produksi. Dalam proses produksi, para pengusaha mempunyai kepentingan sektor di industrial masih menggunakan energi listrik tanpa memahami peluang penghematan energi. Penelitian ini menyelidiki tentang kegiatan konservasi energi listrik dalam industri otomotif yang terdiri dari audit energi dan penghematan energi peluang melalui penerapan teknologi yang lebih efisien dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis. Konservasi energi listrik merupakan pemanfaatan energi listrik dengan efisiensi tinggi melalui langkah-langkah pengurangan kerugian listrik di semua tingkatan manajemen, mulai dari generasi listrik, transmisi listrik, sampai pemanfaatannya. Tahapan lengkap dari manajemen energi yang terdiri dari fase awal, audit dan tahap analisis, dan tahap implementasi. PT.Sanwa Layar Indonesia memproduksi komponen body mobil. Its pasokan energi listrik berasal dari dua listrik Travo 630 kVA dan 1.600 KVa. Sistem distribusi terdiri dari lima tegangan rendah panel distribusi utama untuk memasok energi untuk fasilitas produksi utama seperti Painting, Press, injeksi, printing, mold print.Kata Kunci: Konservasi, Energi, Listrik, Penghematan, Industri, Distorsi      

Page 1 of 24 | Total Record : 231