cover
Contact Name
Rabial Kanada
Contact Email
elidare@radenfatah.ac.id
Phone
+6285367001676
Journal Mail Official
elidare@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No. KM. 3, RW. 5, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
ISSN : 24610674     EISSN : 25496476     DOI : https://doi.org/10.19109/el-idare
Core Subject : Education, Social,
el-Idare, a peer-reviewed journal, is an interdisciplinary publication of original research and writing on Islamic education management. The journal aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills. Scientific manuscript dealing with contemporary management educational topics are particularly welcome to be submitted. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries in education in any fields including: 1. Administration Management 2. Accounting Education Management 3. Marketing Education Management 4. Education Development 5. Education and Curriculum 6. Philosophies of education 7. Educational approaches, etc.
Articles 151 Documents
ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PENDIDIKAN DI PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN RADEN FATAH PALEMBANG Kris Setyaningsih
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.034 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengukur besarnya gap antara kenyataan dan harapan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan, 2) menilai tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan pendidikan dalam lima dimensi SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati), dan 3) menganalisis prioritas perbaikan dari kualitas pelayanan pendidikan di prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kesenjangan antara kenyataan dan harapan pelayanan, analisis tingkat kesesuaian kepuasan akan kualitas pelayanan, serta uji beda. Hasil analisis kesenjangan tersebut kemudian dipetakan prioritasnya dalam Importance- Performance Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima dimensi SERVQUAL, mahasiswa puas terhadap kualitas pelayanan pendidikan prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. Dimensi kualitas terbaik adalah kehandalan dan terendah adalah empathy. Sementara atribut dimensi kualitas pelayanan yang memperoleh penilaian kepuasan mahasiswa tertinggi adalah pada atribut dosen dan karyawan berpenampilan menarik dan rapi, sedangkan penilaian terendah pada atribut tersedianya fasilitas parkir yang luas dan rapi.Abstract: This research aims to: 1) measure the size of the gap between reality and expectations of students to an education; 2) assess the level of student satisfaction on the quality of educational services in the dimensions of SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy, and 3) Analyze the priority of improvement of the quality of education services in the Department of Islamic Education Management at the Faculty of islamic education and teacher UIN Raden Fatah Palembang. The research methods used is the analysis empirically the gap between reality and expectations of service, analisys level of suitability, satisfaction with the quality of service as well, as different test. Results of the analysis are then mapped priority gaps in the (importance of performance analysis). The results showed that of the five dimensions of SERVQUAL, students are satisfied with the quality of educational services management department of Islamic education and teacher training faculty UIN tarbiyah Raden Fatah Palembang. Best quality dimension is reliability and the lowest is empathy. While the dimensions of service quality attributes that received the highest ratings student satisfaction ratings of faculty and staff are attractive and neat, while the lowest score on the attributes of the availability of parking facilities were spacious and tidy. Keywords: satisfaction of educational services, student
KEMAMPUAN LULUSAN MADRASAH MENGIKUTI PENDIDIKAN PADA PERGURUAN TINGGI DI SUMATERA SELATAN Sukirman Sukirman; Kris Setyaningsih; Enok Rohayati
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.028 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kemampuan lulusan madrasah mengikuti pendidikan pada perguruan tinggi di Sumatera Selatan, dan 2) membandingkan kemampuan lulusan madrasah yang studi di UIN Raden Fatah dan di Universitas Sriwijaya. Metode penelitian yang digunakan deskriptif komparatif. Sampelnya 128 orang yang studi di UIN dan 14 orang di Unsri. Teknik pengumpulan data yang digunakan: kuesioner, telaah dokumen, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) secara umum kemampuan lulusan madrasah berada dalam kategori cukup baik, namun dilihat dari masing-masing aspek menunjukkan adanya variasi, dan 2) perbedaan kemampuan lulusan madrasah yang studi di UIN dan di Unsri terlihat dalam prestasi akademik dan prestasi dalam kegiatan kemahasiswaan, namun terdapat kesamaan dalam kemampuan beradaptasi dengan cara belajar di perguruan tinggi, menyelesaikan studi secara tepat waktu, dan menulis karya ilmiah.Abstract: This study aims: 1) to determine the ability of graduates of madrasah follow education at universities in South Sumatra, and 2) to compare the ability of madrasah graduates who study in UIN Raden Fatah and at Sriwijaya University. The method used is descriptive comparative. The sample is 128 MA graduates who study at UIN and 14 people in Unsri. Data collection techniques used include: questionnaires, document analysis, and interviews. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that: 1) generally the ability of madrasah graduates are in the category of good enough, but each aspects of the ability showed variations, and 2) differences in the ability of madrasah graduates who study in UIN and Unsri seen in academic achievement and achievement in student activities, but there are similarities in the ability to adapt to the learning in higher education, completing his studies in a timely manner, and writing scientific papers. Key Words: ability of madrasah graduates, university 
PERENCANAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH, MADRASAH, DAN PONDOK PESANTREN Adi Putra
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.79 KB)

Abstract

Abstrak: Perencanaan merupakan langkah awal dalam melakukan sebuah kegiatan. Oleh karena itu, perencanaan sangat penting di dalam sebuah lembaga pendidikan maupun organisasi. Banyak orang mengatakan bahwa ketika kita tidak mampu merencanakan sesuatu maka kita sedang merencanakan sebuah kegagalan. Namun yang menjadi persoalan sekarang ini adalah bahwa lembaga pendidikan kita, baik sekolah, madrasah, pondok pesantren maupun organisasi lainnya sangat pandai dan hebat dalam membuat dan merancang suatu perencanaan, ini dapat dilihat ketika proses pembuatan perencanaan semangatnya sangat tinggi bahkan tidak jarang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya terjadi perdebatan yang panjang, bahkan tidak jarang juga terjadi konflik yang berujung ke fisik. Oleh sebab itu, agar perencanaan lembaga pendidikan baik sekolah, madrasah, dan pondok pesantren, maupun organisasi lainnya sesuai dengan realisasi yang terjadi di lapangan. Semua itu bisa dilakukan apabila ada pengawasan baik oleh kepala sekolah/madrasah, dan pondok pesantren selaku penanggung jawab dari semua maupun dari sumber daya manusia yang ada di lembaga tersebut dengan tujuan mencocokkan antara perencanaan dengan pelaksanaan yang sudah ditentukan. Abstract: Planning is the first step in conducting an activity. Therefore, the planning is very important in an educational institution or organization. Many people say that when we are not able to plan something, we're planning a failure. However, the problem today is that our academic institutions, whether schools, madrasah, boarding schools and other organizations are very intelligent and great at making and designing a plan, this can be seen when the manufacturing process of planning his spirits are very high even not uncommon things undesirable, for example, a debate that is long, even less so happened that led to physical conflict. Therefore, in order to plan educational both school, madrasah and boarding school and other organization in accordance with the realization that accur in the field. of course, all is not as easy as what we imagine but all nothing is impossible. All that can be done if there is good supervision by the principal/madrasah and boarding school as a responsible of all and of the human resources that exist are instituted with the aim of matching between planning and execution that has been determined. Keywords: planning, education.
SCHOOL BULLYING PADA SISWA SMP AL FAJAR CIPUTAT TANGERANG SELATAN BANTEN Hasyim Asy'ari; Lia Dahlia
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.188 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peranan manajemen pengawasan sekolah dalam mengatasi masalah school bullying di SMP Al Fajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Responden penelitian adalah kepala sekolah, waka bidang kesiswaan, dan siswa/siswi Kelas IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai pelanggaran, sikap tidak disiplin, dan kasus kekerasan yang terjadi pada siswa sebenarnya bukan sepenuhnya menjadi kesalahan pribadi siswa, tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor guru. Dari hasil observasi memang terlihat pengawasan dari kepala sekolah belum optimal, karena jarang melakukan supervisi kelas atau mengawasi ketika guru sedang melaksanakan proses pembelajaran. Untuk mencegah terjadinya tindakan bullying pihak sekolah perlu menjalin komunikasi yang baik dan efektif dengan orang tua siswa; kepala sekolah bersama dengan guru harus bekerjasama dan berkoordinasi untuk meningkatkan dan mengoptimalakan kembali fungsi manajemen pengawasan sekolah agar tercipta masyarakat belajar yang taat pada aturan dan tata tertib sekolah. Pihak sekolah perlu menjalin kerjasama dengan masyarakat dan lingkungan sekitar sebagai upaya untuk mencegah terjadinya perilaku bullying yang terjadi di luar lingkungan sekolah.Abstract: This study aims to describe the role of management oversight in addressing the problem of school (school bullying) in SMP Al Fajar. The method used is descriptive qualitative. Respondents are principals, deputy head of the student, and the student male / female students of class IX. The results showed that a variety of violations, undisciplined attitude and violence that occurs in the student actually not entirely the student's personal fault, but can also be caused by factors teachers. From the observation was seen supervision of the school principal is not optimal, because rarely supervise or oversee class when the teacher is implementing the learning process. To prevent bullying, the school needs to establish a good and effective communication with parents. The school principal together with teachers also have to cooperate and coordinate to improve and optimize the management functions of school supervision in order to create learning communities that adhere to the rules and regulations of the school. The school needs to cooperate with the community and the environment in an effort to prevent bullying behavior that happens outside the school environment. Keywords: school, bullying, management oversight.
PENGELOLAAN KELAS YANG HUMANIS Amilda Amilda
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.218 KB)

Abstract

Abstrak: Pengelolaan kelas yang humanis sebenarnya berangkat dari teori psikologi belajar yang salah satunya yakni teori humanistik. Teori ini pada dasarnya memiliki tujuan untuk memanusiakan manusia. Oleh karena itu proses belajar dapat dianggap berhasil apabila peserta didik telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain peserta didik dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Secara singkat pendekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Hal ini mencakup kemampuan interpersonal sosial dan metode untuk mengembangkan diri yang ditujukan untuk memperkaya diri, menikmati keberadaan hidup dan juga masyarakat. Keterampilan atau kemampuan membangun diri secara positif ini menjadi sangat penting dalam pendidikan karena keterkaitannya dengan keberhasilan akademik. Pada tahap inilah pemahaman filosofis tentang humanisme kemudian penting dirumuskan dalam kerja personal dan institusional. Secara sistematis diharapkan agar setiap guru dapat mengelola proses pembelajaran secara lebih baik, karena kondisi yang menguntungkan di dalam kelas merupakan prasyarat utama bagi terjadinya pembelajaran yang efektif. Dengan pertimbangan inilah maka perlu kiranya memanusiakan proses pembelajaran melalui pengelolaannya, yakni pengelolaan kelas yang humanis.Abstract: Classroom management departs from the actual humanist psychology theory of learning that one of them is the humanistic theory. This theory basically has the goal of humanizing. Therefore, the learning process can be considered successful if the students understand their environment and themselves. In other words learners in the learning process should strive to gradually he was able to achieve self-actualization as well as possible. Briefly humanistic approach to education emphasizing the positive development. The approach focuses on human potential to search and find capabilities they have and develop such capabilities. This includes social interpersonal skills and methods to develop themselves devoted to enrich themselves, enjoy life and the existence of society. Skill or ability to establish themselves in a positive way is very important in education as it relates to academic success. At this stage the philosophical understanding of humanism important then formulated in personal and institutional work. Systematically expected that every teacher can manage the learning process better, because of the favorable conditions in the classroom is the main prerequisite for effective learning. With this consideration it is essential to humanize the learning process through its management, namely management class humanist. Keywords: classroom management, humanist
KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Herman Zaini
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.046 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji persamaan dan perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan di mana peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data angka yang umummnya merupakan sumber sekunderyang tersimpan dalam rekaman tertulis (teks, angka, gambar, rekaman tape atau film). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis komparasi, yaitu dengan cara membandingkan objek penelitian dengan konsep pembanding. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat elemen perubahan yang terjadi pada kurikulum pendidikan Indonesia dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke Kurikulum 2013, di mana perubahan tersebut terjadi pada aspek standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi, standar penilaian. Adanya perubahan itu sendiri mengundang banyak pertanyaan, antara lain mengapa harus berubah, apakah perubahan terjadi secara keseluruhan atau hanya bagian-bagian tertentu dan seterusnya dan implikasinya bagi guru dalam pelaksanaan dan perencanaanya di lapangan.Abstract: This study aims to assess the similarities and differences between the curriculum in 2013 with the education unit level curriculum. This study is a literature study where researchers face to face with the text (nash) or numerical data which is generally a secondary source stored in the written record (text, numbers, graphics, tape recordings or film). Technical analysis is comparative analysis. The results show that there are elements of the changes in the Indonesian education curriculum of education unit level curriculum to the curriculum in 2013, where these changes occur in the aspect of competency standards, standardized processes, content standards, assessment standards. The change in itself invites a lot of questions, such as why it should change, whether changes occur as a whole or only certain part and so on, as well as the implications for teachers in the implementation and planning in the field. Keywords: curriculum 2013, education unit level curriculum, implications.
KESIAPAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MENYONSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Fatkuroji Fatkuroji
El-Idare Vol 1 No 01 (2015): el-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.628 KB)

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga harus dilakukan secara profesional. Oleh sebab itu, guru sebagai salah satu pelaku pendidikan haruslah seorang yang profesional. Berkaitan dengan pelaksanaan Asean Economic Community yang mulai berlaku pada tahun 2015 ini peran pendidikan dan pendidik dalam menyonsong Masyarakat Ekonomi Asean harus ditingkatkan dalam rangka menyiapkan tenaga yang siap memasuki dunia kerja, baik secara formal ataupun informal, baik di dalam negeri maupun intra ASEAN untuk mencegah banjirnya tenaga kerja terampil dari luar. Persoalannya adalah sudahkah tenaga pendidik kita siap sepenuhnya menghadapi Asean Economic Community, melihat reformasi pendidikan di Indonesia berjalan amat lamban? Perbaikan terhadap kualitas SDM tenaga kerja di Indonesia juga menjadi salah satu fokus pembenahan dalam rangka meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar ASEAN. Tidak hanya dari segi kemampuan pendidikan, keahlian, dan produktifitas namun yang tidak kalah penting adalah pembekalan kemampuan penguasaan bahasa asing bagi tenaga kerja Indonesia. Seperti sudah banyak diberitakan bahwa negara–negara di ASEAN seperti Thailand bahkan Australia sudah mengadakan pelajaran Bahasa Indonesia pada lembaga pendidikannya.Abstract: Education is a process that is very strategic in the intellectual life of the nation, so it must be done professionally. Therefore, the teacher as one of the principals of education should be a professional. Relating to the implementation of the Asean Economic Community which came into force in 2015, the role of education and educators in Welcoming the Asean Economic Community should be improved in order to prepare personnel who are ready to enter the world of work , either formally or informally, both domestically and intra ASEAN to prevent the flood of skilled labor from outside. The question have educators we are ready fully prepared to face the Asean Economic Community, see education reform in Indonesia runs very slow? Improvement of the quality of human labor in Indonesia also became one focus of reform in order to improve the competitiveness of Indonesian workers in the ASEAN market. Not only in terms of the ability of education, skills, and productivity but no less important is the provisioning capabilities of foreign languages for Indonesian workers. As has been widely reported that the state - in ASEAN countries such as Thailand and even Australia have held Indonesian lessons in their education. Keywords: teacher, Asean economic community
MINAT SISWA MADRASAH DI KOTA PALEMBANG TERHADAP PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG Fitri Oviyanti
El-Idare Vol 1 No 2 (2015): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.161 KB)

Abstract

Islamic education management studies program (MPI) at UIN Raden Fatah Palembang is a transformation of Islamic education study program aimed scored educators (administrators). Age Islamic education management studies program relatively young compared to other study programs in the Tarbiyah faculty make tis program is not very known to the public.This study aims to determine students' interest madrasah Aliyah to the MPI study program and determine a strategy for disseminating the MPI study programs to students madrasah aliyah in Palembang.This type of research is a qualitative descriptive study. Location studies carried out in several madrasah aliyah in Palembang , namely MAN 1 , MAN II ,MA al-Fatah, and MA Muhammadiyah Palembang. Data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation.Based on the results of the research, the student's interest madrasah aliyah in the city of Palembang to the MPI study programs and teacher training faculty UIN tarbiyahRaden Fatah quite well with statistical value of 70.2 %. This proves that the MPI study program attractive enough madrasah aliyah and assessed as having a good quality. As for how to tell information about MPI study programs with dissemination through print, electronic media , socialization in schools and inviting students to visit the MPI study program, all respondents favored, but most favored the respondent was with socialization in the school environment ( 30 % ). Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di UIN Raden Fatah merupakan transformasi dari prodi Kependidikan Islam yang bertujuan mencetak tenaga kependidikan (administrator). Usia Prodi Manajemen Pendidikan Islam yang relative mudah, menyebabkan prodi MPI masih belum terlalu dikenal masyarakat, dibandingkan dengan prodi-prodi lain yang ada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Penelitian ini bertujuan mengetahui minat siswa madrasah Aliyah terhadap prodi MPI dan mengetahui strategi untuk mensosialisaikan prodi MPI kepada siswa madrasah di kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan pada beberapa Madrasah Aliyah di kota Palembang, yaitu MAN 1, MAN 2, MA Paradigma, MA Al Fatah, dan MA Muhammadiyah Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (skala Likert), wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, minat siswa Madrasah Aliyah di Kota Palembang terhadap program studi MPI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Fatah berada pada kategori baik dengan nilai statistik 70,2%. Hal ini membuktikan bahwa program studi MPI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Fatah cukup diminati siswa Madrasah Aliyah dan dinilai mempunyai kualitas yang baik. Adapun cara memberitahukan informasi tentang prodi MPI dengan sosialisasi melalui media cetak, media elektronik, sosialisasi di lingkungan sekolah, dan mengundang siswa untuk berkunjung keprodi MPI, semuanya disukai responden, tetapi yang paling disukai responden adalah dengan sosialisasi di lingkungan sekolah (30%).
KONTRIBUSI ETOS KERJA ISLAMI TERHADAP KINERJA DOSEN Weni Indriani
El-Idare Vol 1 No 2 (2015): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.211 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk Menjelaskan kontribusi etos kerja Islami terhadap kinerja dosen dan menjelaskan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan etos kerja Islami dosen.Etos kerja Islami merupakan akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai-nilai islam. Seorang pendidik yang memiliki etos kerja Islami akan melaksanakan tugasnya dengan itqan (profesional) karena menyadari bahwa bekerja profesional adalah bagian dari ibadah. Etos kerja islami diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan tugas seorang pendidik.Dari pembahasan yang sudah dilakukan, maka diketahui bahwa etos kerja islami mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pengajaran dosen. Hal ini berarti dosen dalam melaksanakan tanggung jawabnya selalu menekankan kejujuran, kerja keras, tidak membuang-buang waktu dan menganggap apa yang dikerjakan adalah bermanfaat. Disimpulkan bahwa etos kerja islami memberikan kontribusi positif terhadap kinerja dosen.Untuk meningkatkan etos kerja islami pendidik, perlu dibangun sikap-sikap, yaitu ikhlas dalam bekerja, bekerja dengan penuh tanggung jawab, bekerja berdasarkan pengetahuan dan keahlian, beorientasi kepada mutu, dan bekerja dengan semangat yang tinggi. The goal of his paper are to explain the contribute of slamic work ethic on the performance of lecturers and explain the measures to be taken to improve the work ethic Islamic lecturer. Islamic work ethic is a morality in the works in accordance with the values of Islam. An educator who has Islamic work ethic will carry out their duties with Itqan (professional) recognizing that professional work is part of worship. Islamic work ethic are expected to contribute positively to the implementation of the duty of an educator. From the discussions that have been conducted, it is known that the Islamic work ethic has a positive and significant effect on the performance of the teaching faculty. This means that the lecturers in carrying out its responsibilities is always stressed honesty, hard work, not wasting time and consider what they are doing is useful. It was concluded that the Islamic work ethic made a positive contribution to the performance of lecturers. To improve the work ethic of Islamic educators, need to be built attitudes, that sincerity in work, work with full responsibility, work is based on knowledge and expertise, oriented to quality, and work with high spirits
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH BERCIRIKAN LINGKUNGAN PADA MAN 3 PALEMBANG Amilda Amilda; Afriantoni Afriantoni; Kasinyo Harto; Hasbi Ashsiddiqi
El-Idare Vol 1 No 2 (2015): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.56 KB)

Abstract

Isu lingkungan menjadi sorotan di sekolah selalu penting untuk meningkatkan citra madrasah itu sendiri. Oleh karena itu, sikap partisipasi adalah sikap dan tindakan yang berusaha untuk mencegah kerusakan lingkungan alam sekitarnya dan pengembangan untuk meningkatkan kerusakan lingkungan yang telah terjadi.Sebagai bentuk partisipasi aktif MAN 3 Palembang berusaha untuk mengembangkan diri sebagai madrasah berbasis lingkungan, dengan terus meningkatkan kualitas madrasah akuisisi posisi Adiwiyata ditingkat nasional hari menuju diri Adiwiyata.Semuanya dilakukan melalui visi, serta diperlukan partisapasi internal dan eksternal. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berusaha untuk menjadi madrasah berbasis lingkungan dengan kriteria sebagai berikut: pengaturan, pengelolaan sampah di sudut kelas, membuat slogan tentang lingkungan, tentang budaya sehat, bebas narkoba dan sebagainya dukungannya akan berkompetisi. Pengembangan kebijakan perawatan madrasah dan lingkungan budaya di MAN 3 Palembang dianggap baik, dibuktikan dengan budaya bersih, sehat dan peduli lingkungan. Environmental issues into the spotlight at the school always important to improve the image of madrasah itself. Therefore, participation attitude is an attitude and actions which seeks to prevent damage to the surrounding natural environment and development to improve the environmental damage that has occurred. As a form of active participation MAN 3 Palembang trying to develop themselves as a madrasah-based environment, by continually improving the quality of madrasah of acquisition positions Adiwiyata national level today towards self Adiwiyata. Everything is done through the vision, as well as the necessary internal and external partisapasi.Madrasah as an educational institution that strives to be a madrasah-based environment with the following criteria: the arrangement, the waste management in the corner of the classroom, create a slogan about the environment, about the culture of healthy, drug-free and so its support would be competed. Madrasah care policy development and cultural environment in MAN 3 Palembang considered good, evidenced by the culture of clean, healthy and care for the environment.

Page 1 of 16 | Total Record : 151