cover
Contact Name
Muhamad Ratodi
Contact Email
mratodi@uinsby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
emara@uinsby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMARA Indonesian Journal of Architecture
ISSN : 24607878     EISSN : 24775975     DOI : -
MARA Indonesian Journal of Architecture merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dengan masa terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun. Yang menjadi pokok bahasan EMARA Indonesian Journal of Architecture adalah kajian evaluasi, kajian teori/literatur, dan hasil pemikiran kritis yang meliputi: Desain Arsitektur, Desain Lingkungan dan Tata Kota, Arsitektur Lingkungan dan Prilaku, Permukiman Berkelanjutan, Struktur dan Konstruksi Bangunan serta Manajemen Proyek. Emara Indonesian Journal of Architecture is a journal published by Department of Architecture, State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya with 2 (two) issue periods in a year. What become the subject of Emara Indonesian Journal of Architecture are the evaluation studies, literature studies, and the critical thinking papers that include: Architectural Design, Environmental Design and Urban Planning, Architecture Environment and Behavior, Settlement Planning, Structure and Building Construction and Project Management.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019" : 7 Documents clear
Terapan Trilogi Vitruvius Dalam Arsitektur Nusantara: Studi kasus pada Arsitektur Wae Rebo dan Toraja Josephine Roosandriantini
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.879 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.267

Abstract

Kekayaan budaya dan keberagaman kondisi alam menyebabkan muncul keberagaman arsitektur di Nusantara. Arsitektur Nusantara yang beranekaragam, tetap dipandang oleh sebagian golongan sebagai sebuah kekunoan, dan ketidaklayakan untuk dijadikan sebagai hunian. Ketidaklayakan itu tergambarkan dari penggunaan material alami yang mudah lapuk atau aus, konstruksi dengan sambungan tanpa paku sehingga menyebabkan konstruksi rumah menjadi miring. Tulisan ini merupakan kajian terhadap penerapan teori vitruvius dalam arsitektur nusantara sekaligus pembuktian kelayakan huni bangunan arsitektur nusantara. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan studi literatur terhadap arsitektur Waerebo dan Toraja sebagai pembandingnya dan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap fenomena tersebut. Aspek Firmitas, Utilitas dan Venustas mulai dari material alami, konstruksi sebagai kekokohan dan keindahan arsitektur menjadi objek kajian yang diteliti. Hasil kajian menunjukkan arsitektur Nusantara juga memiliki tingkat kekokohan yang stabil dengan teknik konstruksi material alaminya yang khas. Pemaknaan utilitas pada bangunan arsitektur nusantara juga tidak tergambar dalam makna kegunaan atau fungsi bangunan melainkan kepada identitas status sosial. Sedangkan penerapan venustas terlihat pada ornamen, seni ukir dan teknik ikat. Hasil dari penelitian ini juga dimaksudkan untuk memberikan acuan teoretis tentang kekokohan, kegunaan, dan keindahan berbagai rumah adat di Nusantara yang dibangun dari material alami lokal saja
Analysis of Educational Spaces Design Methods for Educable Mentally Disable Children: A Case study on 6-17 years old childrens Seyedeh Marzieh Tabaeian; Neda Abbasi Kerdabadi; Ahmad Abedi
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.023 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.324

Abstract

This study aims to investigate and analyse design and optimisation methods of educational and recreational environments for educable mentally disabled children. This study is conducted using a descriptive-analytical method based on library research, documents and field surveys. The research studied sixty mentally disabled children aged 6-17 years, twenty instructors and sixty mothers through purposive sampling. Then the quantitative data of questionnaires and the qualitative data of interviews and paintings are analysed using SPSS and Excel. The results of this research determine the useful criteria used to design an attractive and friendly environment for mentally disabled children. In addition to promoting the sense of safety and security in these spaces, it improves recreational activities of mentally disabled children both individually and collectively.
Pesantren’s Dormitory Design Parameters Based on Student’s Preference and Adaptation Mimin Aminah Yusuf; Arina Hayati; Muhammad Faqih
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.885 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.395

Abstract

Currently the development of pesantren in Indonesia is very rapid, while there is still no concept that is used as a reference in designing of the dormitory building. There are several standards or references used in dormitories but currently only found for campus dormitories. In addition, there are some problems in pesantren dormitory such as infrastructure that is less supportive and very high occupancy density, therefore students make adaptations. This study aims to formulate the parameters used in designing pesantren based on preferences and adaptation. Preference is included because there is relationship between preference and adaptation. The method used is qualitative by comparing from some literatures. The results consist of thread of thought, determining of pesantren and variable, indicator used. There are five thread that used to formulated design concept, among others existing, typology, preference, adaptation and proposal design. Variable and indicators of activity, facility and environmental scope can be assessed on student preference and adaptation in any contexts and type of pesantren. Further, the upcoming result of parameter can be set as the underlying consideration for the designing of pesantren dormitory.
Transformasi Prinsip Ajaran Islam Tasawuf pada Bangunan Raha Bulelenga La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri; Arman Faslih; Muhammad Zakaria Umar
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.468 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.416

Abstract

Arsitektur tradisional Kulisusu ibarat sebuah kitab tertulis dengan ruang, bentuk dan symbol sebagai huruf-huruf yang bercerita. Kitab tersebut hanya dapat dibaca dengan pemahaman sejarah dan penjiwaan terhadap agama, keyakinan dan falsafah hidup masyarakat setempat. Bangunan Raha Bulelenga terdiri dari substansi ruhani dan materi dimana falsafah hidup, keyakinan dan agama telah ditransformasikan pada wujud fisik bangunan. Berdasarkan dari hal tersebut, bangunan Raha Bulelenga mengandung esensi kehidupan hakiki dan dijadikan sebagai sarana masyarakat tradisional Kulisusu untuk mewujudkan visi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan konsepsi religius masyarakat tradisional Kulisusu yang menjiwai penampilan fisik bangunan Raha Bulelenga serta menemukan penerapan konsepsi religius masayarakat Kulisusu pada bangunan Raha Bulelenga. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kulisusu pada kawasan benteng Lipu-Wa Pala dengan paradigma post-positivisme sebagai landasan penelitiannya dan menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Aspek yang dianalisis meliputi konsepsi religius masyarakat tradisional Kulisusu pada saat pembangunan dan tingkatan hati manusia dalam ajaran Tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan konsepsi religius masyarakat Kulisusu didasarkan kepada Undang-undang Islam Martabat tujuh sebagai paradigma arsitektur tradisional Kulisusu. Selain itu itu penelitian juga memperoleh gambaran tentang penerapan konsep religius martabat alam insani berupa tingkatan hati manusia pada bangunan Raha Bulelenga.
Pengujian Kuat-Lentur Bambu Petung Yang Diawetkan Dengan Metode Perebusan Efa Suriani
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.491 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.418

Abstract

Penggunaan material bambu telah dikenal penggunaannya sejak jaman dahulu. Namun bambu juga dikenal memiliki beberapa kelemahan, diantaranya rentan terhadap serangan rayap dan jamur bila terkena air. Oleh karenanya diperlukan perlakuan khusus untuk memperpanjang usia penggunaan bambu bila hendak digunakan sebagai material konstruksi. Metode pengawetan dengan perebusan adalah salah satu metode baru yang diterapkan dilapangan untuk memenuhi pasokan bambu awet, selain metode Visual Soak Diffusion (VSD) yang cenderung memakan waktu yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik kuat-lentur bambu Petung dengan metode pengawetan perebusan. Hasil pengujian memperlihatkan peningkatan kuat-lentur bambu yang signifikan (dua puluh persen lebih kuat-lentur) setelah diawetkan dengan metode perebusan, meskipun kadar air dalam bambu meningkat yang berimbas pada potensi serangan jamur. Hal ini dapat diatasi dengan cara menambahkan bahan anti jamur pada larutan pengawetan. Metode pengawetan dengan perebusan ini mampu menjadi alternatif utama pengganti bahan pengawet kimia.
Penerapan Prinsip Islamic Garden pada Taman Kota di Surabaya Oktavi Elok Hapsari; Muhamad Ratodi; Rafiika Narulita Sari
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1849.593 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.433

Abstract

Taman sebagai ruang terbuka kota, dipercaya mampu memberikan kontribusi baik secara makro maupun mikro terhadap kualitas perkotaan dan penduduknya. Sebagai ajaran yang komprehensif, Islam pun telah mengatur panduan penataan lanskap dengan prinsip Islamic Garden. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi bagaimana penerapan sembilan prinsip taman Islam dengan sejumlah parameter pada taman-taman kota di Surabaya, kota yang dikenal luas dengan keberadaan taman-taman kotanya. Dengan metode purposive sampling, ditentukan lima taman kota aktif pada lima wilayah kota Surabaya yang dijadikan objek pengamatan. Hasil observasi menunjukkan bahwa parameter urutan dan pola telah terpenuhi pada keseluruh lokasi amatan, khususnya terkait aspek keseimbangan besaran Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Non-Hijau serta Bentukan geometri yang terdapat di hampir seluruh taman. Sedangkan Taman Bungkul dan Taman Flora menjadi taman kota yang paling banyak memenuhi penerapan parameter Islamic Garden di Kota Surabaya
Eksplorasi Disain Ventilasi Ruang Kuliah Untuk Mencapai Kenyamanan Termal Qurrotul A'yun; Puspita Cahya Wati; Muhammad Choirul Khafidz
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 4 No. 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1474.91 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.445

Abstract

Kenyamanan termal menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas kinerja di dalam ruang. Untuk memaksimalkan kenyamanan termal tanpa merusak lingkungan, potensi angin dapat dimanfaatkan melalui sistem ventilasi silang. Ventilasi silang dapat menjadi media yang baik sebagai pengalir udara, jika memperhatikan 3 (tiga) aspek, yaitu ukuran, bentuk, dan posisi ventilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi desain ventilasi terbaik untuk mencapai kenyamanan termal yang dimaksud, khususnya pada ruang-ruang perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriprif kuantitatif untuk menghasilkan sebuah rekomendasi desain, yang diikuti dengan validasi data menggunakan software ecotect. Ruang-ruang perkuliahan di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Ampel dipilih untuk menjadi studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ventilasi silang melalui jendela besar berjenis vertically pivoted merupakan ventilasi yang paling efektif untuk dipakai di ruang-ruang perkuliahan Fakultas Ushuluddin. Model ini dapat memaksimalkan aliran udara hingga 75%, dan membuat ruangan 1,4-2,7°C lebih sejuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 7